YPI Tunas Harapan Ilahi Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Lebak

BANTEN (Jurnalislam.com)–Bertempat di Kp. Nunggul Kel. Sukasari Kec. Cipanas Kab. Lebak, Banten, Yayasan Pendidikan Islam Tunas Harapan Ilahi (YPI THI) Tangerang menyalurkan bantuan program Ta’awun terkait korban banjir yang melanda Jabodetabek belum lama ini, Ahad, (26/01/2020).

Adapun pemberian bantuan ini berupa alat perlengkapan dan seragam sekolah yang langsung diserahkan oleh Kepala SDM Yayasan Pendidikan Islam Tunas Harapan Ilahi Tangerang Surono Abdurrahman dan diterima Wawan selaku RT Kp. Nunggul.

Surono Abdurrahman mengungkapkan tujuan kegiatan ini untuk membantu sesama muslim yang sedang membutuhkan dan saling menolong.

“Terimakasih kepada orangtua murid dan siswa-siswi YPI THI telah menjadi donatur dalam program bantuan ini,” ujar Bapak 3 anak tersebut.

Adapun pihak penerima menyampaikan banyak terimakasih karena sudah membantu kebutuhan korban banjir salah satunya anak-anak kami.

“Alhamdulillah, semoga bermanfaat untuk kami semuanya dan terimakasih kepada YPI THI Tangerang,” ucap Wawan RT 05. RW 03 Kp. Nunggul.

Reporter: Mas Andre Hariyanto

STTD Rumah Qur’an Kita Gelar Wisuda Akbar 3 Dengan Hadiah Tiket Umrah

KENDAL (Jurnalislam.com)- Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Rumah Qur’an Kita menggelar Wisuda Akbar 3 Kendal Menghafal di Masjid An Nur Jalan KH Ahmad Dahlan, Kedonsari, Weleri, pada ahad, (26/1/2020).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 wib itu, dibuka oleh takmir Masjid An Nur ustaz Murtaji, sementara ketua panitia ustaz Ismail Fahmi bersyukur kegiatan wisuda akbar itu bisa kembali terlaksana di kota Kendal.

 

“Alhamdulillah acara wisuda akbar 3 dapat terselenggarakn kembali di Awal tahun 2020 ini dengan hadiah utama adalah umroh,” katanya.

 

Wisuda akbar itu diikuti oleh 1030 peserta dari tingkat sekolah Paud hingga tingkat SLTA. Peserta datang dari Kendal, Semarang, Batang Temanggung, dan Pekalongan.

 

“Dengan adanya kegiatan wisuda akbar 3 berharap bisa memberi penghargaan kepada anak- anak yang semangat dalam menghafal Al Qur’an, karena Allah akan memulaikan orang yang menghafal Al Quran,” ungkapnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, hadiah utama berupa umroh jatuh kepada Ananda Muna Ikromatussofi’a, siswi kelas 3 MA Tahfidzul Qur’an Nurul Iman Solo yang telah mendapat nilai terbaik dan telah terseleksi ketat.

 

Ananda Muna merupakan putri dari Anwar Syarifuddin dari desa Purworejo kecamatan Ringinarum yang telah menyetorkan Hafalan dan dhobit 10 juz.

 

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Wakil bupati Kendal, anggota DPRD Kendal, perwakilan dari aparat Kepolisian dan TNI, Kemenag, Dinas Pendidikan dan aparatur perangkat desa.

 

Sementara itu, anggota DPRD dari fraksi PAN menyampaikan Nasri mengapresiasi kepada STTD Rumah Qur’an Kita yang disebutnya telah memberikan kesempatan kepada generasi penerus untuk menjadi seorang penghafal Al Qur’an.

 

“STTD Rumah Qur’an Kita hanya menfasilitasi dari banyak pendidikan Al-Qur’an untuk memberi kesempatan kepada anak-anak agar senantiasa membaca Al Quran dan menghafalnya dengan semangat tanpa merasa lelah,” paparnya

 

Reporter : Prapto

Akses Kota Ditutup, PPI Wuhan: Tidak Ada Laporan WNI Terjangkit Virus Corona

WUHAN (Jurnalislam.com) – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kota Wuhan Cina mengabarkan beberapa hal terkait diisolasinya Kota Wuhan akibat pencegahan penyebaran virus Corona.

Ketua PPI Wuhan, Nur Mussyafak menegaskan bahwa saat ini jumlah mahasiswa dan WNI di Wuhan mencapai 93 orang.

“Tidak ada laporan WNI di kota Wuhan yang terjangkit virus Corona,” kata dia baru-baru ini dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com.

Menurutnya, kini, semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus.

“Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair dan thermometer gratis kepada tiap mahasiswa,” kata dia.

PPIT Wuhan, kata Nur Mussyafak, selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI dan telah bergabung dengan group wechat untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi.

“Akses transportasi memang ditutup sementara baik kereta, pesawat, bus dari Wuhan maupun menuju Wuhan untuk mengurangi resiko penyebaran Virus Corona,” tambahnya.

WNA Cina yang Diisolasi Karena Dugaan Virus Corona adalah Pekerja KCIC

BANDUNG(Jurnalislam.com) — HG, pria asal China yang diduga terkena virus corona merupakan pekerja PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Saat ini, yang bersangkutan tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) karena mengalami infeksi saluran pernapasan atas akut.

Humas PT KCIC Deny Yusdiana membenarkan bahwa pasien yang dirawat di RSHS merupakan pekerjanya.

Menurutnya, penanganan terhadap pasien sejak di Rumah Sakit Kawaluyaan hingga RSHS merupakan prosedur preventif dalam menangani pekerja yang sakit.

“Pasien tersebut salah satu pekerja dari kontraktor proyek KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung). Semua pekerja yang menunjukkan gejala demam, flu, serta memiliki riwayat keluar negeri maka manajemen memintakan dirujuk ke rumah sakit agar ditangani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/1).

Sejak virus corona muncul dan menyebar, pihaknya melakukan prosedur screening yaitu pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan dan seluruh kontraktor KCJB dari perjalanan bahkan transit dari luar negeri. Sebelumnya tes kesehatan dilakukan secara rutin.

“Manajemen KCIC bekerja sama dengan seluruh kontraktor melakukan monitoring terhadap TKA yang keluar masuk proyek termasuk update kondisi kesehatannya,” katanya.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) tengah melakukan observasi terhadap dua pasien laki-laki asal China dan kota Bandung yang diduga terpapar oleh virus corona. Saat ini, pasien asal China berinisial HG (35) didiagnosa terkena infeksi saluran pernapasan akut bagian atas sedangkan pasien asal Bandung berinisial HA (24) didiagnosa terkena infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah.

Ketua Tim Infeksi Khusus, Yovita Hartantri, mengatakan pasien asal China pada 12 Januari ke Xinhua yang merupakan salah satu wilayah terpapar virus corona atau 1.300 kilometer dari wilayah Wuhan dan kembali ke Indonesia pada Sabtu (25/1). Kemudian HG dibawa ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan dan dirujuk ke RSHS pada Ahad (26/1) karena mengalami sakit.

“Kondisi pasien dikirim dari RS Cahya Kawalutaan tertulis dalam surat rujukan pasien demam. Namun setelah di RSHS sudah tidak demam. Kondisi pasien baik dan stabil hanya ditemukan di daerah tenggorokan peradangan,” ujarnya saat jumpa pers di RSHS, Senin (27/1).

Ia mengungkapkan, pihaknya melakukan observasi dan menduga jika pasien mengalami infeksi saluran pernapasan atas akut. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel dari bagian tenggorokan dan hidung. Saat ini pasien berada di ruang isolasi khusus.

Sumber: republika.co.id

Jokowi Mengaku Berkoordinasi dengan KBRI Cina, Akan Kirim Logistik

SURABAYA(Jurnalislam.com) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku masih berkoordinasi dengan tim KBRI di Cina untuk membantu sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang kini masih tertahan di Wuhan.

Berdasarkan catatan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Cina, terdapat 93 WNI, 60 di antaranya mahasiswa, yang masih bertahan di Wuhan.

Jokowi menyampaikan bahwa seluruh WNI tersebut saat ini masih berada di Wuhan dan terus dipantau kondisinya oleh Pemerintah Indonesia.

Ia pun mengungkapkan bahwa pengiriman logistik ke dalam Kota Wuhan bukan perkara mudah lantaran penjagaan yang ketat.

“Apalagi kita mengirimkan logistik ini masih dalam proses pendalaman dari KBRI kita agar semua bisa terlayani dan berjalan dengan baik,” jelas Presiden Jokowi usai memimpin rapat terbatas di PT PAL Indonesia, Senin (27/1).

Terkait antisipasi penyebaran di dalam negeri, Jokowi juga menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan upaya antisipasi terhadap penyebaran virus corona di Indonesia.

Ia mengungkapkan, pengawasan dilakukan lebih ketat di pintu-pintu kedatangan penumpang pesawat dari China. Meski begitu, Jokowi mengaku bahwa langkah ini bukan perkara mudah.

“Ini bukan sesuatu yang mudah karena pada masa inkubasi itu panas kadang-kadang tidak bisa terdeteksi dengan scanner yang kita miliki, semua negara juga mengalami hal yang sama. Yang paling penting hati-hati, waspada, terhadap gejala yang ada,” jelasnya.

Berdasarkan catatan pemerintah China, jumlah orang yang meninggal di Cina oleh virus korona telah meningkat menjadi 80 orang, dengan hampir 3.000 orang dinyatakan terinfeksi. Kota Wuhan di provinsi Hubei yang merupakan sumber wabah, sedang diisolasi dan beberapa kota memberlakukan larangan perjalanan.

Pejabat departemen kesehatan setempat mengatakan pada Senin (27/1) bahwa jumlah kematian di provinsi Hubei telah meningkat dari 56 menjadi 76 orang.

Jumlah keseluruhan kasus yang dikonfirmasi di China adalah 2.744 orang. Media pemerintah mengatakan lebih dari 300 orang sakit parah. Sebanyak 41 kasus lainnya telah dikonfirmasi di luar negeri, termasuk di Thailand, Amerika Serikat, dan Australia. Tidak ada kematian di luar China.

Sumber: republika.co.id

 

Cawagub DKI Alot, Kenapa?

Oleh: Tony Rosyid*

Beberapa bulan setelah Sandi mundur dari wagub, saya dan beberapa teman di MPI (Majelis Pelayan Indonesia) membincangkannya: “kalau lama dan alot, Anies akan jadi sasaran. Akan ada tuduhan Anies gak mau ada wagub. Supaya tuduhannya terlihat sempurna, maka ditambah kalimatnya: Anies gak ingin ada matahari kembar. Wow!

Seorang teman bilang:” Prabowo kalah di pilpres, wagub DKI akan direbut kembali oleh Gerindra”. Sampai disini, logis kalau kemudian prosesnya alot. Rupanya ada design untuk mengulur-ngulur, supaya ada alasan untuk take over jika Prabowo kalah di pilpres.

Ternyata benar, proses pengajuan cawagub DKI alot. Dimana alotnya? Jawaban atas pertanyaan ini akan memperjelas benar atau tidaknya tuduhan segelintir orang ke Anies. Kalau alotnya di meja Anies, maka tuduhan itu benar. Tapi kalau lancar di meja Anies, kenapa pula Anies yang disasar? Ini logika dasar untuk membuat kesimpulan. Gak perlu harus pinter untuk menyimpulkan logika sederhana ini.

Mekanisme pergantian wagub: Partai pengusung mengusulkan dua nama. Dua nama diserahkan kepada gubernur untuk diajukan ke DPRD. Gerindra-PKS sepakat mengusulkan Ahmad Saikhu dan Agung Yulianto. Surat sampai ke meja gubernur, dan oleh gubernur langsung dilanjutkan ke DPRD. Di DPRD gak dibahas. Dibiarin. Tak ada pembentukan panitia, tak ada pembahasan tatib, apalagi sampai sidang paripurna. Hingga anggota DPRD 2014-2019 masa baktinya habis, tak juga ada paripurna. Adakah salah Anies disini?

Setelah terpilih dan anggota DPRD baru periode 2019-2024 dilantik, Gerindra justru bermanuver. Ajukan empat nama ke PKS. Silahkan PKS pilih satu untuk disandingkan dengan calon dari PKS. PKS kaget, tersinggung dan marah. Katanya diserahkan ke PKS, kok Gerindra mengajukan nama? Alasan Gerindra, karena kader PKS tak diterima oleh mayoritas anggota DPRD. Belum paripurna, belum ada pemilihan, kok buru-buru bilang gak diterima, begitu protes PKS.

Apakah termasuk anggota DPRD dari Gerindra yang ikut menolak kader PKS? Atau malah anggota Gerindra yang jadi inspirator dan promotornya?

Gara-gara kasus ini, kongsi PKS-Gerindra pecah. Teman, tapi tak lagi bersekutu. Begitu kesimpulan Sohibul Iman, presiden PKS. Berpaling dari PKS, nampaknya Gerindra mulai membuat sekutu dengan PDIP. Gerindra-PDIP satu suara di DPRD DKI, menolak calon dari PKS. Ini baru terang!

PKS sadar posisinya terjepit. Abaikan, kasihan rakyat. Hak rakyat untuk memiliki dan dapat pelayanan wagub terabaikan jika PKS gak mau tanda tangan. Terpaksa, PKS terima usulan Gerindra. Dua nama akhirnya dikirim ke gubernur dan dilanjutkan ke DPRD, yaitu Ahmad Reza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS. Sampai disini, tak ada keterlibatan Anies. Kecuali berkewajiban meneruskan dua nama itu ke DPRD sesuai perintah undang-undang.

Jika alasan Gerindra bahwa kader PKS gak diterima DPRD, berarti besar peluangnya yang akan jadi adalah Ahmad Reza Patria. Soal ini kita tunggu saja. Yang publik perlu tahu, ini bukan soal person. Bukan soal Reza Patria dan Nurmansyah Lubis. Kedua orang ini adalah tokoh yang kredibel dan punya integritas. Ini lebih pada soal proses politik yang seringkali mengabaikan tatakrama dan etika.

Ada yang bertanya: Kenapa proses cawagub DKI harus sealot itu? Kenapa Gerindra-PDIP begitu ngotot dan berupaya keras mengganjal kader PKS? Ada dua faktor. Pertama, lebih karena faktor Prabowo. Prabowo tak serius menyerahkan jatah wagub DKI ke PKS. Ini soal karakter dan komitmen personal. Catat!

Kedua, ini kuat hubungannya dengan pemilu 2024. Posisi wagub DKI strategis untuk melakukan kampanye pemilu 2024 di DKI. Wagub berpeluang nyalon gubernur setelah Anies besar kemungkinan akan nyalon presiden. Posisi Wagub dengan aset kekuasaan di tangan akan sangat strategis untuk kampanye pilkada, pileg dan pilpres.

Dua faktor ini jadi sebab dominan kenapa PKS sulit menembus permainan politik di DPRD DKI yang saat ini dikuasai oleh PDIP (25 kursi) dan Gerindra (19). Ditambah lagi hadirnya delapan kursi dari PSI yang selama ini tampak tampil kontra PKS. Total jumlah kursi tiga partai ini adalah 52 kursi. Mayoritas!

Jadi, soal ini sama sekali tak ada kaitannya dengan Anies. Murni dinamika politik DPRD DKI yang permainannya sedang didominasi oleh PDIP dan Gerindra, yang besar peluangnya mendapat dukungan PSI.

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Muhammadiyah Desak Pemerintah Lakukan Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – PP Muhammadiyah mendesak pemerintah melakukan langkah pencegahan terkait penyebaran virus Corona.

“Sehubungan dengan penyebaran virus corona yang sudah mewabah ke berbagai negara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah-langkah preventif,” Dr. Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Senin (27/1/2020).

Muhammadiyah juga meminta pemerintah memberikan perlindungan bagi warga negara dan masyarakat termasuk mahasiswa Indonesia yang sekarang masih berada di China.

Menurut informasi dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) China sekarang ini masih terdapat sekitar 80 mahasiswa Indonesia di Wuhan.

“Karena itu demi keselamatan dan untuk melindungi  warga negara Indonesia, Muhammadiyah mengharapkan agar Pemerintah Indonesia dapat memulangkan para mahasiswa untuk sementara,” kata Abdul Mu’ti.

Hal ini, menurutnya, sangat penting dan mendesak karena penyebaran virus yang sangat cepat dan berbahaya.

 

Virus Corona Ancam Keamanan Nasional, Pakar Minta Pemerintah Berani Tutup Akses dari Cina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat hubungan internasional dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Alex Jemadu menilai, pemerintah perlu meningkatkan status keamanan menyusul penyebaran kasus Novel Coronavirus yang berasal dari Kota Wuhan, China, kian meluas.

Pemerintah tak cukup hanya menjadikan persoalan ini sebagai isu kesehatan, tetapi sudah perlu menjadikannya sebagai salah satu ancaman keamanan nasional.

“Harus ada tindakan yang di luar batas-batas mobilisasi sumber daya yang normal. Karena, ini kalau dalam hubungan internasional itu sudah masuk ke tahap sekuritisasi. Sekuritisasinya isu kesehatan dijadikan isu keamanan,” kata Alex, Senin (27/1/2020).

Ia meyakini, Pemerintah China dapat memahami kondisi Indonesia, sehingga tidak perlu khawatir bahwa langkah yang dilakukan akan mengganggu hubungan bilateral kedua belah negara.

Selain itu, Indonesia memiliki alasan yang cukup kuat untuk menjadikannya sebagai isu keamanan internasional.

Latar belakang ekonomi masyarakat yang tidak terlalu kuat serta fasilitas kesehatan yang masih belum terlalu canggih dapat menjadi alasan utama pemerintah.

“Tindakan seperti ini bisa dilakukan, dan China tidak perlu merasa tersinggung dengan itu. Karena kita ingin melakukan tindakan penyelamatan terhadap ancaman eksistensial seperti ini,” ujarnya.

“Kalau pun dia sewot dengan itu, kita bisa jelaskan. Bahwa ini ada situasi yang penyebarannya sudah lintas batas negara, dan sudah sampai Eropa dan Amerika,” imbuh dia.

sumber: kompas.com

Siapkan 100 RS, Jokowi: Virus Corona Belum Terindikasi Menyebar di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tak ada indikasi menyebarnya virus corona di Indonesia.

Namun, virus baru yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina ini pun telah menyebar ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

“Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara telah mengkonfirmasi masuknya virus corona. Namun, sejauh ini, belum terdapat indikasi menyebarnya virus tersebut di Indonesia,” kata Jokowi melalui akun media sosial Instagram-nya, Senin (27/1/2020).

Kendati demikian, Jokowi meminta agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya.

Presiden pun juga telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah virus ini di Indonesia. Ia juga meminta agar Menkes meningkatkan kesiapsiagaan mengatasi munculnya virus ini.

Untuk mencegah masuknya virus baru ini, pemerintah telah memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau penumpang yang datang, terutama dari negara-negara yang diperkirakan telah mengkonfirmasi kemunculan virus baru ini.

Sebanyak 135 thermo scanner pun telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik di darat, laut, dan juga udara.

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan dengan fasilitas ruang isolasi terhadap pasien dengan gejala penyakit di paru-paru dan saluran pernapasan lain.

“Seperti RSPI Sulianti Saroso di Jakarta, dan rumah sakit-rumah sakit lain di Jakarta dan berbagai daerah,” tambah Jokowi.

sumber: republika.co.id

Korban Meninggal Akibat Virus Corona Bertambah hingga 80 Orang

CINA (Jurnalislam.com) – Korban meninggal dunia akibat virus corona di Tiongkok bertambah dari 56 orang akhir pekan lalu (25/1/2020) menjadi 80 orang pada pagi hari ini (27/1/2020).

Jumlah yang terinfeksi pun meningkat dari 1.957 menjadi 2.761 orang. Dikutip dari AFP, tidak ada korban baru yang meninggal dunia di luar provinsi Hubei, Tiongkok. Wuhan, Hubei merupakan daerah pertama ditemukannya kasus virus corona.

Pemerintah Tiongkok memutuskan untuk memperpanjang libur kerja dan sekolah di Tiongkok dalam rangka Tahun Baru Imlek. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan Komite Pusat Partai Komunis China (CPC) yang dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang, di Beijing, Ahad (26/1/2020).

Dengan begitu, slibur kerja yang semula berlangsung pada 24-30 Januari 2020, diperpanjang hingga 2 Februari 2020.

Sedangkan libur sekolah yang seharusnya berakhir pada Februari, akan diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Rapat pengurus CPC tersebut juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai negara untuk memprioritaskan pengiriman staf medis dan peralatan kesehatan, seperti pakaian pelindung dan masker wajah. Langkah itu utamanya dilakukan di Wuhan, Hubei.

sumber: katadata.co.id