IDI Luruskan Hoaks Seputar Penularan dan Pengobatan Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Satgas Waspada dan Siaga nCoV PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Erlina Burhan meluruskan sejumlah kabar hoaks terkait penularan dan pengobatan virus corona.

“Tolonglah media juga membantu melakukan edukasi karena sudah liar sekali, hoaksnya itu luar biasa,” kata Erlina di Forum ILC TvOne, Selasa (4/2/2020) malam.

Ada beberapa hoaks yang beredar luas yang dibantah oleh Erlina. Seperti hoaks tentang penularan virus corona melalui buah impor, tatapan mata, dan sinyal telepon.

“Ini sudah gak masuk akal hoaksnya. Kemudian juga bisa tertular dari udara terbuka karena virusnya mudah berpindah-pindah, itu juga tidak benar,” ujarnya.

Erlina menjelaskan, penularan virus corona itu hanya melalui kontak langsung, kontak erat dan droplet atau cairan yang dikeluarkan ketika batuk atau bersin yang daya jangkaunya hanya 1 sampai 1,8 meter.

“Jadi, Insya Allah karena jarak dari tempat observasi di Natuna itu sekitar 1,2 km dari pemukiman, jadi Insya Allah aman. Gak mungkin orang bersin itu sampai 1km, paling jauh itu 1 sampai 1,8 meter,” paparnya.

Erlina juga membantah hoaks tentang penggunaan masker N95. Menurutnya, masyarakat cukup menggunakan masker bedah, karena maker N95 itu hanya digunakan oleh petugas medis di ruang isolasi.

“Itu gak bener, masyarakat cukup memakai masker bedah karena masker N95 itu hanya digunakan oleh petugas kesehatan di ruang isolasi,” ungkap Erlina.

Dia juga membantah hoaks tentang anjuran untuk memakai masker terbalik bagi yang tidak sehat. “Itu juga hoaks,” tegasnya.

Hoaks tentang bawang putih dan meminum alkohol untuk mengobati virus corona juga dibantah oleh Erlina.

“Hoaks itu banyak beredar, obatin dengan bawang putih atau minum alkohol karena virus itu mati dengan alkohol, ini hoaksnya luar biasa,” kata Erlina.

Dia menjelaskan, pengobatan virus corona saat ini hanya bersifat suportif atau pengobatan dilakukan hanya pada gejalanya saja. Sebab, kata dia, belum ada obat yang spesifik untuk virus corona.

“Artinya sifatnya simptomatis, kalau ada gejala, gejala itulah yang diobati. Misalnya ada demam, diberi obat penurun demam,” paparnya.

Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: Semoga Gus Sholah Mendapat Tempat Mulia di Sisi Allah SWT

SOLO (Jurnalislam.com) – Wafatnya pengasuh Pesantren Tebuireng KH Sholahudin Wahid pada hari Ahad (2/2/2020) di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta juga meninggalkan kesedihan bagi pendiri Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Ustaz Abu menerima kabar duka tersebut dari putranya, Abdul Rochim Ba’asyir.

“Ustaz Abu terkejut ketika saya sampaikan Gus Sholah telah wafat, beliau menyampaikan takjiah dan mendoakan Gus Sholah semoga ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ,” kata pria yang karib disapa Ustaz Iim itu saat dihubungi Jurnalislam.com, Selasa (4/2/2020).

Ustaz Iim mengatakan, Gus Sholah adalah sosok yang lembut namun tegas dalam membela nilai-nilai kebenaran. Dia kemudian menceritakan pengalamannya ketika mendampingi Ustadz Abu bersilaturahmi ke Ponpes Tebuireng pada tahun 2009 silam.

Saat itu Ustadz Abu dan Gus Sholah berdiskusi soal penegakan syariat Islam yang menjadi fokus dakwah Ustadz Abu.

“Beliau beberapa kali bertemu dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, berdiskusi tentang persoalan umat. Saya ingat, saat itu kami silaturahmi ke Tebuireng pada 2009, mereka berdiskusi tentang bagaimana pentingnya penegakan syariah Islam di Indonesia,” kata Ustaz Iim.

Menurutnya Ustadz Iim, Gus Sholah sangat mendukung dakwah penegakan syariat Islam yang dibawa oleh Ustadz Abu.

“Meskipun berbeda jamaah dengan Ustadz Abu, tapi beliau sangat mendukung upaya penegakan syariah yang dilakukan Ustadz Abu,” ungkapnya.

Ustadz Iim juga mengungkapkan, Gus Sholah adalah tokoh yang memiliki karisma yang luar biasa dan bersahaja.

“Saya ingat ketika Ustaz Abu sakit, saat itu mungkin karena situasi, sehingga tidak banyak tokoh ada yang menjenguk Ustadz Abu, tapi Gus Sholah datang menjenguk di RS Harapan Kita dan mendoakan ustadz Abu,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sedang berada di LP Super Maximum Security Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Adapun, kondisi kesehatan Ustadz Abu saat ini, Ustadz Iim mengabarkan, secara umum kondisinya sehat.

“Keluhannya masih di kaki beliau karena ada pengapuran pada tulang kakinya, jadi masih sering sakit-sakit gitu kakinya. Kami mohon doanya dari kaum muslimin untuk kesehatan Ustadz Abu,” tutupnya.

MUI Komitmen Tetap Kritik Pemerintah Walaupun Wapresnya Kiai Ma’ruf

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi mengungkapkan, MUI tidak boleh menjadi takut menyampaikan kritik ke pemerintah hanya karena ketua umum non-aktifnya menjabat sebagai wakil presiden RI.

Kritik yang disampaikan tentu harus konstruktif dan membangun.

“Meski ketua umum non-aktifnya wapres tapi tidak boleh MUI ini berdiam diri atau tidak berani mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” kata dia di kantor MUI, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Tentunya, lanjut Muhyiddin, kritik tersebut disampaikan dengan cara yang sopan dan santun.

“Namun cara mengkritiknya bagaimana, maka harus pakai bahasa ulama, sehingga mengedepankan bahasa sopan dan santun dalam menyampaikan kritik-kritik yang sifatnya konstruktif dan membangun,” katanya.

Muhyiddin juga mengajak masyarakat Muslim di Indonesia untuk turut mengawal MUI.

“Jika ada masalah yang berkaitan dengan keagamaan, silahkan konsultasi dengan MUI karena kita punya guidance dan counseling yang siap membantu dan memecahkan masalah yang dihadapi umat,” ungkapnya.

Muhyiddin resmi menjabat sebagai wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggantikan posisi Yunahar Ilyas yang telah meninggal dunia.

Posisi Muhyiddin sebelumnya sebagai ketua MUI bidang hubungan luar negeri kini digantikan oleh Sudarnoto Abdul Hakim, yang sebelumnya menjabat ketua komisi pendidikan MUI.

Sumber: republika.co.id

 

Sandiaga: Oposisi Sangat Dibutuhkan dalam Pembangunan Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengusaha dan Politisi dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, mengatakan peran oposisi dibutuhkan dalam pembangunan. Oposisi bertugas untuk mengawasi kebijakan yang diambil pemerintah sekaligus memberikan alternatif solusi dalam pembangunan.

Ia mengatakan dalam oposisi melekat peran checks and balances. Namun, menjadi oposisi haruslah memiliki kecerdasan pola pikir.

Bukan sekedar oposisi yang berani menyatakan diri berbeda tanpa memberikan solusi.

Selain itu, menurut dia, tugas oposisi bukan memperuncing perbedaan kepentingan yang ada sehingga berdampak pada struktur masyarakat yang diwakili di bawah.

Dalam sistem demokrasi, kata Sandiaga, menjadi oposisi adalah bagaimana menjadi orang-orang yang kredibel dan konstruktif.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang dikumpulkannya, sebanyak 60 persen masyarakat Indonesia ingin ada sebuah kelompok yang dapat memberikan checks and balances.

“Ini angka yang saya kumpulkan selama ini,” kata Sandiaga dalam diskusi dalam peluncuran buku #KamiOposisi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Selain itu, oposisi berperan penting dalam menyuarakan aspirasi misalnya betapa pentingnya menciptakan lapangan pekerjaan dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Dan di sini, checks and balances-nya akan dimainkan oleh teman-teman di #KamiOposisi ini. Ini sebuah branding yang kuat, menurut saya,” kata Sandiaga.

Sumber: republika.co.id

 

Kejagung: Kasus Kerugian Jiwasraya Dilakukan Sengaja dan Sistematis

JAKARTA (Jurnalislam.com)  Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya bukan risiko bisnis.

Direktur Penyidikan Direktorat Pidana Khusus (Pidsus) Febrie Adriansyah menegaskan, ada tindak pidana dari manajemen dan para pengelola investasi yang menyebabkan gagal bayar.

Dugaan pidana tersebut semakin menguat karena penyidikan menemukan adanya kerugian negara dari gagal bayar senilai Rp 13,7 triliun tersebut.

Bahkan, Febrie menerangkan, aksi melanggar hukum yang menyebabkan gagal bayar dan merugikan keuangan negara itu dilakukan sengaja dan sistematis.

“Penyidikan menganggap, kasus ini bukan karena risiko bisnis. Tapi, ada kesengajaan yang menyebabkan kerugian negara. Maka itu, dilakukan penyidikan,” kata dia, di Kejagung, Selasa (4/2/2020).

Pernyataan Febrie tersebut menjawab pengacara Arie Soesilo Wibowo yang mengklaim kasus Jiwaraya merupakan risiko bisnis.

Arie adalah kuasa hukum Heru Hidayat, salah satu dari lima tersangka Jiwasraya sejak Januari 2019.

Sementara, Heru merupakan komisaris PT Trada Alam Minera, salah satu pihak swasta yang menerima investasi saham dari PT Asuransi Jiwasraya.

Arie, pekan lalu, saat mendatangi Kejagung mendampingi kliennya, pernah mengatakan belum mengetahui pasti dengan sangkaan korupsi yang dialamatkan kepada kliennya.

Namun, Arie meyakini, kasus yang dialami Jiwasraya adalah risiko bisnis karena menyangkut tentang pembelian saham.

Sumber: republika.co.id

Korban Kematian Akibat Virus Corona Hampir 500 Orang

BEIJING (Jurnalislam.com) – Pemerintah China melaporkan kenaikan jumlah kematian yang dikonfirmasi dari wabah virus corona baru menjadi hampir 500 orang.

Sementara jutaan orang lainnya di China diperintahkan tetap tinggal di dalam rumah.

Dilansir di Channel News Asia, Rabu (5/2/2020), jumlah korban meninggal yang dikonfirmasi di daratan China naik menjadi 490 setelah provinsi Hubei kembali melaporkan 65 orang meninggal akibat virus corona.

Ini merupakan penghitungan satu hari terbesar sejak kematian pertama muncul bulan lalu.

Lebih dari 20 negara telah mengonfirmasi kasus-kasus virus corona. Dua kematian dilaporkan berada di luar China, yakni di Hong Kong dan Filipina.

Hal itu kemudian mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan darurat kesehatan global, beberapa pemerintah melembagakan pembatasan perjalanan.

Maskapai penerbangan menangguhkan penerbangan ke dan dari China.

WHO mengatakan langkah dramatis yang diambil oleh China telah memberikan peluang untuk menghentikan penularan.

WHO juga menyerukan lebih banyak solidaritas global untuk memerangi virus yang berawal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Virus corona baru terus menyebar di berbagai negara. Singapura, Malaysia, dan Thailand melaporkan infeksi baru yang tidak dibawa dari China.

Sumber: republika.co.id

Angkasa Pura Tutup Sementara Layanan Penerbangan Cina-Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dari semua bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) II (Persero), hanya Bandara Internasional Soekarno-Hatta saja yang melayani penerbangan dari dan menuju China.

Namun mulai Rabu hari ini (5/2/2020) pukul 00.00 WIB, penerbangan tersebut distop sementara untuk mencegah penyebaran virus corona baru dari Wuhan.

“Kami telah mempersiapkan hal ini dengan seluruh stakeholder terutama seluruh maskapai yang melayani penerbangan rute Jakarta-Cina dan sebaliknya,” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Rabu (5/2/2020).

Dia mengharapkan penghentian penerbangan sementara waktu tersebut dapat dipahami oleh seluruh pihak. Awaluddin memastikan AP II sangat mendukung upaya pencegahan masuknya virus korona melalui transportasi udara.

Awaluddin mengatakan terdapat enam penerbangan terakhir di Bandara Soekarno-Hatta dari dan menuju Cina pada kemarin (4/2/2020).

Untuk kedatangan dilayani oleh maskapai China Southern nomor penerbangan CZ0387 rute Guangzhou-Jakarta dan MU5069 dengan rute Shanghai-Jakarta.

Lalu maskapai Air China nomor penerbangan CA0977 melayani rute Beijing-Jakarta.

Untuk keberangkatan, AP II mendata adanya penerbangan dari Maskapai China Southern nomor penerbangan CZ0388A rute Jakarta-Guangzhou dan maskapai China Eastern MU5070 rute Jakarta-Shanghai.

Satu penerbangan keberangkatan lagi yakni Air China dengan nomor penerbangan CA0978 rute Jakarta-Beijing.

Awaluddin memastikan di Bandara Soekarno-Hatta sudah dioperasikan thermal scanner dan dilakukan surveillance syndrome. “Ini untuk mengidentifikasi apabila ada penumpang pesawat yang terjangkit virus Corona,” tutur Awaluddin.

sumber: republika.co.id

 

Satu WNI di Singapura Positif Tertular Virus Corona

SINGAPURA(Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengungkapkan terdapat satu warga Indonesia yang tertular virus corona pada Selasa (4/2).

Penularan yang dialami seorang berusia 44 tahun, yang merupakan pekerja tenaga wanita itu, menjadi kasus yang ke-22 ditemukan di Singapura.

Perempuan tersebut melaporkan timbulnya gejala pada Ahad (2/2/2020). Dia pun memutuskan untuk tidak meninggalkan rumahnya sama sekali sampai mendapatkan perawatan di Singapore General Hospital (SGH) pada hari berikutnya.
Setelah melakukan pengecekan, dia positif menderita virus tersebut. Penularan terjadi karena dia adalah asisten rumah tangga dari penderita yang terkena virus tersebut.

Kedutaan Besar RI (KBRI) Singapura mengonfirmasi kabar penularan terhadap satu WNI di Singapura itu.

“WNI tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke Cina, tetapi merupakan pekerja rumah tangga dari warga negara Singapura yang juga sebelumnya telah ditetapkan positif virus corona,” demikian pernyataan resmi KBRI Singapura yang diterima Republika, Selasa.

KBRI Singapura telah menerima konfirmasi lisan dari MOH. Meski demikian, dikarenakan berpegang pada undang-undang perlindungan data pribadi Singapura, identitas WNI tersebut belum dapat disampaikan.

“KBRI Singapura terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang terkait penanganan hal tersebut,” tambah pernyataan tersebut.

Direktur Pelayanan Medis Departemen Kesehatan Kenneth Mak menyatakan, kasus pada asisten rumah tangga ini terjadi sebab pengaturan tertutup di dalam rumah.

“Kami masih terus melakukan pelacakan kontak dan kami akan terus waspada untuk lebih banyak kasus,” ujarnya dikutip dari Channel News Asia, kemarin.

Sumber: republika.co.id

Maraknya KDRT, LSM Bunda dan Buah Hati Gelar Pelatihan Konsultan Remaja

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)  yang semakin meningkat dari waktu ke waktu membuat keprihatinan yang mendalam.

Upaya penyelesaian yang cenderung menghindari langkah non litigasi seringkali dilatar belakangi oleh minimnya jumlah Konsuler yang tersedia dalam permasalahan kekerasan yang melibatkan anak dan perempuan.

Hal ini mendorong ibu-ibu dan remaja yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bunda dan Buah Hati (B2H) yang berkedudukan di Semarang untuk  melaksanakan kegiatan Training Konsultan Remaja Batch 1 pada hari Ahad (2/2/2020) di Semarang.

Acara ini diikuti oleh 47 peserta dari berbagai kalangan termasuk orang tua dan kaum remaja.

Training yang dilaksanakan setengah hari tersebut menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman dalam bidang perempuan dan anak.

Narasumber pertama yaitu Rabiah Al’Adawiyah, SH, Konsuler dan Pendiri KPPA Benih dengan materi orang tua sebagai teman curhat anak.

Pembicara lainnya adalah Dini Inayati, ST, associate partner PATTIRO yang menyampaikan materi tentang ketahanan negara dan keluarga.

Akhir kegiatan training tersebut ditutup dengan ikrar bersama seluruh peserta untuk ikut berpartisipasi dalam upaya membangun Ketahanan Keluarga dengan bersedia menjadi relawan Konsuler.