Elemen Ormas Islam Diserukan Demo Kedubes India 6 Maret

SERANG (Jurnalislam.com) – Tragedi pembantaian umat Islam di India yang dilakukan oleh kelompok radikalis Hindu India yang menewaskan 34 orang dan 200 lebih luka-luka hampir sepekan yang lalu (25/2/2020) membuat kemarahan umat Islam diseluruh dunia.

Menyikapi hal ini, ribuan umat Islam di Kota Serang, Banten pada Senin (2/3/2020) menggelar aksi unjuk rasa mengecam tindakan kekerasan yang menewaskan puluhan umat Islam di India beberapa waktu lalu.

Massa berasal dari ormas-ormas Islam, pesantren-pesantren dan masyarakat tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB).

“Kami menyerukan kepada kaum muslimin untuk melakukan protes besar-besaran di seluruh Indonesia serta berbondong-bondong mendatangi kedutaan besar India pada 6 Maret 2020,” kata Jubir FPUIB, Awari Syadri dalam pernyataan sikapnya.

Aksi itu akan mendesak pemerintah India mencabut UU Kewarganegaraan India, menangkap pelaku dan pimpinan kaum radikalis dan ekstrimis Hindu yang melakukan pembantaian atas kaum Muslimin India.

Umat Islam Banten Desak Pemerintah Ambil Langkah Politik terhadap India

SERANG (Jurnalislam.com) – Tragedi pembantaian umat Islam di India yang dilakukan oleh kelompok radikalis Hindu India yang menewaskan 34 orang dan 200 lebih luka-luka hampir sepekan yang lalu (25/2/2020) membuat kemarahan umat Islam diseluruh dunia.

Menyikapi hal ini, ribuan umat Islam di Kota Serang, Banten pada Senin (2/3/2020) menggelar aksi unjuk rasa mengecam tindakan kekerasan yang menewaskan puluhan umat Islam di India beberapa waktu lalu.

Massa berasal dari ormas-ormas Islam, pesantren-pesantren dan masyarakat tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB).

“. Mengutuk dengan keras, tindakan kaum radikalis dan ekstrimis Hindu yang melakukan pembunuhan, pembantaian, penindasan dan penyiksaan terhadap kaum muslim serta pembakaran terhadap masjid-masjid di India,” kata Jubir FPUIB, Awari Syadri dalam pernyataan sikapnya.

Mereka mendesak pemerintah India untuk menghentikan segala bentuk kejahatan, penindasan dan pembantaian terhadap kaum Muslim di India.

“Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah politik atas peristiwa pembantaian tersebut, yang dilakukan oleh ekstrimis hindu radikal, dan menuntut Narenda Modi bertanggung jawab atas peristiwa berdarah tersebut,” pungkasnya.

 

 

ACT Kirimkan Bantuan untuk Korban Kerusuhan India

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengirimkan bantuan senilai Rp500 juta untuk korban kerusuhan di India, terutama umat Muslim.

Konflik sektarian di negeri mayoritas Hindu itu telah menewaskan puluhan orang sejauh ini.

“Mereka yang sekarang menjadi korban dari konflik ini harus kita bantu. Bukan masalah jumlahnya, bukan masalah agamanya. Tapi kita sebagai negara besar melihat sebuah tragedi kemanusiaan, kita tidak boleh tinggal diam,” kata Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur. dalam konferensi pers di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (02/03/2020).

Kerusuhan yang sebagian besar terjadi antara umat Muslim dan Hindu di timur New Delhi itu, menewaskan 42 orang dan melukai puluhan orang lainnya serta membuat banyak orang mengungsi.

ACT, kata Syuhelmaidi, sudah bekerja sama dengan beberapa organisasi lokal yang berada di New Delhi untuk menyalurkan bantuan tersebut agar bisa sampai ke tangan yang membutuhkan.

ACT dalam waktu dekat akan mengirimkan tim dari Indonesia untuk melakukan peninjauan langsung dan membantu memberikan bantuan kepada pengungsi dan santunan kepada keluarga korban meninggal.

“Tahap awal ini kita mengirim Rp500 juta. Tim akan membawa dana Rp500 juta untuk tahap awal sambil kita lihat perkembangannya sejauh mana bisa kita perluas bantuannya,” kata Syuhelmaidi.

 

Ribuan Umat Islam Banten Ikuti Aksi Solidaritas untuk Muslim India

SERANG (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam di Kota Serang, Banten pada Senin (2/3/2020) menggelar aksi unjuk rasa mengecam tindakan kekerasan yang menewaskan puluhan umat Islam di India beberapa waktu lalu.

Massa yang berasal dari ormas-ormas Islam, pesantren-pesantren dan masyarakat tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB). Dalam aksinya mereka melakukan long march dari Masjid Agung Serang menuju Alun-alun Serang. Sepanjang perjalanan long march mereka melakukan orasi mengutuk tragedi pembantaian Muslim India yang dilakukan oleh kelompok radikal Hindu India.

“Kami melakukan aksi damai ini sebagai wujud solidaritas kami kepada muslim India,” kata Jubir FPUIB, Awari Syadri kepada Jurnalislam.com

“Umat Islam bagai satu tubuh, jika yang lain tersakiti, maka kami pun akan merasakan sakit,” imbuh Awari Syadri.

FPUIB menekan pemerintah untuk memrotes pemerintah India agar menghentikan segala bentuk kekerasan yang terjadi.

“Dengan aksi ini kami menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar melayangkan nota protes kepada pemerintah India agar menghentikan segala tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok radikal Hindu kepada Muslim India,” paparnya lagi.

Aksi damai ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap Forum Persaudaraan Umat Islam Banten terhadap pembantaian Muslim India dan Shalat Ghaib untuk korban pembantaian Muslim India.

Berikut pernyataan sikap umat Muslim Banten :
1. Mengutuk dengan keras, tindakan kaum radikalis dan ekstrimis Hindu yang melakukan pembunuhan, pembantaian, penindasan dan penyiksaan terhadap kaum muslim serta pembakaran terhadap masjid- masjid di India.

2. Mendesak pemerintah India untuk menghentikan segala bentuk kejahatan, penindasan dan pembantaian terhadap kaum Muslim di India.

3. Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah politik atas peristiwa pembantaian tersebut, yang dilakukan oleh ekstrimis hindu radikal, dan menuntut Narenda Modi bertanggung jawab atas peristiwa berdarah tersebut.

4. Menyerukan kepada kaum muslimin untuk melakukan protes besar-besaran di seluruh Indonesia serta berbondong-bondong mendatangi kedutaan besar India pada 6 Maret 2020 dengan tuntutan mendesak agar pemerintah India mencabut UU Kewarganegaraan India, menangkap pelaku dan pimpinan kaum radikalis dan ekstrimis Hindu yang melakukan pembantaian atas kaum Muslimin India.

5. Menyerukan kepada kaum muslimin untuk melaksanakan qunut nazilah dan shalat ghaib di masjid-masjid, mushalla-mushalla, pesantren dan dimanapun berada sebagai bentuk kepedulian terhadap penderitaan yang dialami muslimin.

DPR Minta Semua Fasilitas Kesehatan Lakukan Screening Ulang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta seluruh pusat kesehatan melakukan screening di seluruh pusat kesehatan.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya warga yang terpapar Corona setelah dua orang warga dinyatakan positif corona.

“Proses screening harus dilakukan di semua puskesmas di semua rumah sakit. Untuk mendeteksi apakah ada lagi yang positif Covid-19,” kata Kurniasih saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (2/3/2020).

Pemerintah melalui menteri kesehatan bisa mengeluarkan surat perintah dari menteri kepada seluruh unit layanan kesehatan. Sehingga, seluruh unit layanan kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjut, harus melakukan proses screening terhadap semua pasien.

Kurniasih menambahkan, masyarakat juga harus diimbau ketika menemukan gejala-gejala virus Corona. Masyarakat harus melaporkan ke unit layanan terdekat.

“Saya kira ini harus segera dilakukan. Masyrakat harus tetap tenang tapi waspada. Diimbau untuk segera melaporkan diri ketika menemukan indikasi Covid-19,” ujar Kurniasih.

“Kan hampir sama dengan flu. Kalau menemukan dirinya demam, flu, dan mulai sesak nafas harus segera melaporkan diri ke layanan kesehatan terdekat,” kata dia kembali menambahkan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua kasus pertama positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Dua orang ini sempat berinteraksi dengan warga negara Jepang yang juga lebih dulu dinyatakan positif terjangkit Corona.

“Seorang ibu yang umurnya 64 tahun dan putrinya yang berumur 31 tahun. Dicek, oleh tim kita. Ternyata pada posisi yang sakit. Dicek, dan tadi pagi saya mendapatkan laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif Corona,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Senin (2/3/2020).

Sumber: republika.co.id

 

Jokowi Klaim Pemerintah Siap Hadapi Kasus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pemerintah siap menghadapi kasus positif korona (Covid-19) perdana di Indonesia.

Pemerintah, ujar Jokowi, sudah mempersiapkan kondisi ini sejak awal kasus korona merebak. Persiapan yang dilakukan pemerintah, ujar Presiden, antara lain menyediakan 100 rumah sakit yang dilengkapi ruang isolasi bagi pasien penyakit infeksi.

“Dengan standar isolasi yang baik. Kita juga memiliki peralatan yang memadai sesuai dengan standar internasional. Kita juga memiliki persiapan untuk reagen. Yang cukup,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Senin (2/3/2020).

Pemerintah, ujar jokowi, juga membentuk tim gabungan TNI-Polri serta sipil yang siap membantu penanganan di lapangan. Jokowi menegaskan bahwa pemerintah menjalankan prosedur penanganan sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kita juga memiliki anggaran. Anggarannya ada. Dan ini juga diprioritaskan untuk menangani ini. Karena kalau kita tidak serius menangani ini, dianggap tidak serius. Ini sangat berbahaya karena memang penyakit ini perlu kita waspadai dan perlu hati-hati,” kata Jokowi.

Presiden melanjutkan, pemerintah Indonesia sudah menyusun rencana penanganan terhadap virus korona begitu wabah ini muncul pertama kali di Hubei, Cina. Pemerintah pun melakukan koordinasi dengan perwakilan WHO di Jakarta.

Secara bertahap, pemerintah juga melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) dari Hubei dan juga terhadap WNI yang bekerja di kapal pesir World Dream dan Diamond Princess.

sumber: republika.co.id

Laznas BMH Bagikan Ribuan Paket Sembako Serentak 25 Kota se-Jawa Timur

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menunaikan amanah penyaluran bantuan paket sembako dalam Program Bulan Berbagi yang diadakan secara serentak di 25 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Program ini adalah hasil kerja sama dengan donatur yang dermawan yang telah mengamanahkan donasinya melalui laznas BMH. Sebanyak 5.000 paket sembako lebih dibagikan dalam event serentak kali ini.

“Alhamdulilah hari ini kita dapat menunaikan amanah dari para donatur yang telah menyalurkan donasinya dalam program bulan berbagi,” ungkap Imam Muslim, Manager Program & Pendayagunaan BMH Perwakilan Jawa Timur, Sabtu, (29/2/2020).

Selain menyalurkan bantuan paket sembako, Laznas BMH juga menggelar cek kesehatan gratis untuk warga dhuafa dan para guru ngaji al Quran.

“Kami bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Menur dalam cek kesehatan gratis di Daerah Putat Jaya, Surabaya,”imbuh Imam Muslim.

Hadirnya program ini turut menjadikan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dhuafa & dai serta guru ngaji. Mereka senang karena mendapatkan bantuan paket sembako seperti, gula, minyak, dan uang saku juga.

“Terima kasih telah sudi berbagi paket sembako bersama para dai & guru ngaji serta warga dhuafa sekitar Putat Jaya sini. Semoga bantuan ini semakin menambah motivasi para dai & guru ngaji membina warga daerah eks lokalisasi Dolly tersebut,”ujar Ustadz Mohammad Nasir, koordinator guru ngaji di Putat Jaya Surabaya.

CSIL: Indonesia Harus Mampu Tekan Pemerintah India

SERANG (Jurnalislam.com) – Tindakan kekerasan sekelompok umat Hindu terhadap umat Islam di India terus memancing reaksi umat Islam di dunia.

Peneliti dari Center of Study for Islamic Leadership (CSIL) Indra Martian mengungkapkan, seharusnya Indonesia bisa menekan pemerintah India terkait tindakan kekerasan umat Hindu terhadap umat Islam di India.

“Indonesia merupakan penduduk Muslim terbesar di dunia,dan komunitas Hindu pun ada di Indonesia.Harusnya Indonesia memberikan nilai tawar yang lebih untuk membantu melindungi muslim di India,” kepada Jurnalislam.com, Sabtu (29/2/2020).

Tindakan kekerasan umat Hindu terhadap muslim di India menyebabkan 27 orang meninggal dan lebih 200 luka luka, diantara nya 60 tertembak pihak aparat..

Tindakan kekerasan terhadap umat Islam di India terjadi diduga akibat pengesahan UU yang dianggap diskriminatif terhadap umat Islam di India.

“Pemerintah Indonesia harus memberikan tekanan kepada pemerintah India, apa jadinya kalau umat Islam di Indonesia memberikan perlakuan yang sama terhadap umat Hindu seperti di India?” ungkapnya menutup pembicaraan.

Taliban Ucapkan Terima Kasih kepada Indonesia

DOHA (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat dan Taliban menandatangani kesepakatan penarikan pasukan AS dan Afghanistan pada Sabtu (29/2/2020) di Doha, Qatar.

Pemimpin Imarah Islam Afganistan / Taliban Syaikh Mawlawi Hibatullah Akhundzada mengatakan bahwa hal ini merupakan kemenangan kaum muslimin atas akan perginya penjajah asing di Afghanistan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang berhasil mewujudkan perdamaian, termasuk Indonesia.

Ia mengucapkan terima kasih kepada negara Qatar dan Emirnya yang terhormat – Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani – untuk memfasilitasi negosiasi ini dan dengan sungguh-sungguh membantu proses perdamaian.

“Saya juga berterima kasih dan menyampaikan harapan terbaik kepada negara-negara Pakistan, Uzbekistan, Cina, Iran, Rusia, Indonesia, Turkmenistan, Kirgistan, Uni Emirat Arab dan semua pihak lain yang membantu dalam proses ini,” katanya dalam keterangan yang diterima redaksi Jurnalislam.com.

 

AS Hengkang dari Afghanistan, Taliban: Ini Adalah Kemenangan Kolektif Kaum Muslimin

DOHA(Jurnalislam.com) – Amerika Serikat dan Taliban menandatangani kesepakatan penarikan pasukan AS dan Afghanistan pada Sabtu (29/2/2020) di Doha, Qatar.

Pemimpin Imarah Islam Afganistan / Taliban Syaikh Mawlawi Hibatullah Akhundzada mengatakan bahwa hal ini merupakan kemenangan kaum muslimin atas akan perginya penjajah asing di Afganistan.

“Kemenangan ini adalah kemenangan kolektif seluruh negara Muslim dan Mujahid – dari saudara dan saudari sepelatihan kami yang mempersembahkan pengorbanan hidup dan kekayaan yang luar biasa dan monumental selama hampir dua decade,” kata kata dia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com baru-baru ini.

Menurutnya, dengna dengan Bantuan Allah, akhirnya Taliban – AS berhasil mencapai kesepakatan tentang penghentian pendudukan Afghanistan setelah hampir sembilan belas tahun jihad dan perjuangan

“Kesepakatan tentang penarikan penuh semua pasukan asing dari Afghanistan dan tidak pernah campur tangan dalam urusannya di masa depan tidak diragukan lagi merupakan prestasi besar,” pungkasnya.