RSPI Puji Pemprov DKI soal Penanganan Virus Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) Mohammad Syahril memuji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberi cadangan (backup) rumah sakit rujukan untuk orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona baru (Covid-19).

Ia pun menyarankan media untuk bantu mengumumkan delapan RS rujukan Corona.

“Bagus, DKI ini memberikan dukungan (backup) kepada kita semua ini, ya. Tolong wartawan bantu mengumumkan ada delapan rumah sakit rujukan Corona,” ujar Syahril di Jakarta, Jumat.

Syahril mengatakan di RSPI SS saat ini masih menerima rujukan pasien terduga mengidap (suspect) Covid-19.

Hanya saja, dari 11 ruangan isolasi yang disediakan sudah terisi sembilan. Sementara satu ruangan isolasi tidak bisa diisi sembarangan karena diperuntukkan hanya untuk pasien yang membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator).

RSPI SS hanya memiliki satu kamar tersisa yang dapat dipastikan steril dan bisa dipergunakan untuk mengisolasi pasien suspect Covid-19 yang tidak membutuhkan ventilator tersebut.

Oleh karena itu, ia meminta wartawan menyampaikan dalam beritanya agar rumah sakit lain tidak sembarangan merujuk pasien ke RSPI SS jika belum betul-betul memenuhi kriteria mengidap penyakit menular tersebut.

“Mohon sampaikan ke rumah sakit yang lain, janganlah asal kirim pasien. Harus betul memenuhi kriteria. Kasihan lo pasien jauh-jauh ke sini ternyata nggak (negatif), akhirnya kita masukkan ke ruang biasa. Karena sayang ruang isolasinya kalau dia nggak perlu ke sana,” kata Dirut RSPI SS tersebut.

Dia juga menyampaikan bahwa pasien yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) tak dibebani biaya apa pun terkait penangan Covid-19 karena negara sudah menjamin biaya pengobatan dan perawatan mereka.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS) dr Dyani Kusumowardhani mengatakan pasien yang dirujuk ke RSPI SS hendaknya memiliki kriteria pasien dalam pengawasan (PDP). Di antaranya memiliki gejala penyakit seperti influenza seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, namun disertai dengan radang paru-paru baik ringan, sedang, maupun berat.

Persyaratan kedua, memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri yang negara tersebut sudah terjangkit Covid-19 atau ada kontak langsung dengan orang yang sudah dinyatakan positif. “Masuklah ke dalam kriteria itu dulu, kalau sudah masuk kriteria pasien dalam pengawasan (PDP) maka silakan kirim ke sini,” kata Dyani.

Sumber: republika.co.id

dr. Corona Pimpin Muhammadiyah Covid-19 Command Center

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua “Muhammadiyah Covid-19 Command Center”,  dr Corona Rintawan menyampaikan tim akan mengkoordinasikan berbagai program yang melibatkan potensi dan jejaring Muhammadiyah.

Koordinasi dilakukan mulai dari pencegahan, skrining, dan tata laksana awal.

“Muhammadiyah akan menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki semaksimal mungkin membantu pemerintah agar wabah ini segera teratasi,” kata dr Corona.

Berbagai tindakan preventif yang disiapkan adalah sosialisasi dan pendampingan ke Sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Termasuk prosedur untuk dosen, guru, mahasiswa dan siswa yang cukup banyak akan pulang dari penugasan atau kegiatan di luar negeri.

Sosialisasi dan pendampingan ini juga meliputi tata cara penggunaan masker, penggunaan hand sannitizer, etika batuk–bersin dan deteksi dini.

Sementara RS Muhammadiyah yang disiapkan untuk tata laksana awal bila ditemukan pasien yang diduga sebagai suspect dipilih berdasarkan sebaran area kerja yang dikoordinasikan oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah.

Untuk program ke sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat akan dikoordinasikan sebagai program bersama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Majelis Diktilitbang, LAZISMU, Aisyiyah, IPM, IMM dan semua organisasi kader lainnya.

Adapun daftar RS Muhammadiyah yang disiapkan di antaranya, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS Muhammadiyah Lamongan, RS Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan RSI Muhammadiyah Kendal.

Selain itu, ada juga RS PKU Muhammadiyah Gamping, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, RS PKU Muhammadiyah Gombong, RS PKU Muhammadiyah Roemani Semarang, RS Fatimah Banyuwangi, RS Univ Muhammadiyah Malang, dan RS Siti Khotijah Sepanjang – Sidoarjo.

Rumah sakit lainnya yang ditunjuk adalah RS Muhammadiyah Palembang, RS Muhammadiyah Metro – Lampung, RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya, RSI Jakarta Cempaka Putih, RSI Jakarta Pondok Kopi, RS Aisyiyah Ponorogo, serta RS Aisyiyah Muntilan.

sumber: republika.co.id

Seluruh Jaringan Muhammadiyah Disiapkan Siaga Hadapi Virus Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Guna membantu menghadapi virus Corona yang telah dinyatakan positif ada di Indonesia, Ormas Islam Muhammadiyah menyiagakan seluruh jaringannya mulai dari Rumah Sakit, Sekolah, Perguruan Tinggi, hingga Jaringan Kader.

Dipimpin dr  Corona  Rintawan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah membentuk “Muhammadiyah Covid-19 Command Center”.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir beberapa waktu lalu telah menyatakan tentang kesiapan RS Muhammadiyah menangani pasien positif virus corona covid-19.

Kamis malam (5/3), resmi dibentuk “Muhammadiyah Covid-19 Command Center” untuk meningkatkan akselerasi program.

Jumlah Rumah Sakit yang disiapkan bertambah, semula 15 Rumah Sakit bertambah menjadi 20 Rumah Sakit. Programnya meluas menjangkau sekolah, perguruan tinggi dan komunitas untuk edukasi dan pencegahan.

Pembentukan tim ini merupakan tindak lajut dari penugasan kepada Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan koordinasi.

Sesuai dengan prosedur standar yang diterapkan, sebelumnya sudah dilakukan persiapan dan simulasi untuk menangani potensi wabah sepert yang dilakukan di  RS PKU Muhammadiyah Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Bantul dan beberapa RS Muhammadiyah/Aisyiah di berbagai kota.

“Kami percayakan penanganan virus Corona ini kepada dokter Muhammadiyah yang bernama Corona Rintawan. Bukan hanya karena ada kesamaan nama, tapi beliau memang ahlinya. Beliau spesialis emergency dari RS Muhammadiyah Lamongan yang juga koordinator Emergency Medical Team Muhammadiyah untuk misi internasional,” ujar Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrohman, , Jumat (6/3).

Aksi Solidaritas Muslim India Juga Digelar di Sukabumi hingga Ambon

SUKABUMI(Jurnalislam.com)— Aksi solidaritas umat Islam Tanah Air tidak hanya berlangsung di Jakarta. Aksi serupa juga berlangsung di sejumlah kota antara lain Sukabumi dan Ambon.

Di Sukabumi, massa dari berbagai ormas Islam di Sukabumi mengecam aksi kekerasan terhadap Muslim di India. Mereka menggelar aksi solidaritas di sekitar Alun-Alun Kota Sukabumi, Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Jumat (6/3).

 

Aksi unjuk rasa ini digelar Aliansi Muslim Indonesia Raya Sukabumi pada Jumat siang. ” Kami mengecam kekerasan yang dilakukan terhadap saudara sesama Muslim di India, ” ujar salah seorang koordinator aksi, Dede W.

 

Di mana banyak umat Muslim yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Sehingga massa meminta pemerintah pusat untuk berperan aktif dalam menghentikan aksi kekerasan tersebut.

 

Bahkan Dede mendesak pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan India. Di antaranya dengan menarik Duta Besar RI di India. Aksi solidaritas Muslim Sukabumi untuk Muslim India dari 35 ormas ditambah santri dan pengurus ponpes dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.

 

Aksi dengan tuntutan yang sama digelar ormas Garis Sukabumi Raya di Gedung DPRD dan Pemkot Sukabumi pada Kamis (5/3). Dalam pernyataan sikapnya Garis Sukabumi Raya mengecam adanya diskriminasi, kekerasan, dan intimidasi terhadap muslim di India.

 

Selain itu massa meminta pemerintah Indonesia agar melalui PBB menghentikan aksi kekerasan atas muslim di India. Di Kota Ambon, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku bersama sejumlah aliansi pemuda dan komunitas serta siswa di Kota Ambon melakukan aksi solidaritas peduli Muslim News Delhi, India, Jumat.

 

Aksi solidaritas itu berlangsung dari Lapangan Galunggung hingga depan masjid Raya Alfatah Kota Ambon. “Aksi Solidaritas Peduli Muslim New Delhi ini merupakan aksi dari peristiwa pada akhir Februari lalu, dimana penganiayaan terjadi pada warga minoritas Muslim di New Delhi, India,” kata Kepala Cabang ACT Maluku Wahab Loilatu.

 

Tangkal Virus Corona, Ini yang Perlu Dilakukan!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin terhadap virus corona (Covid-19).

Namun, menurut ahli, untuk menangkal virus tersebut, Anda hanya perlu menjalani pola hidup sehat sehingga sistem imun tubuh menjadi kuat.

“Karena ini virus. Virus itu bisa kita lawan dengan menjaga kesehatan tubuh kita sendiri,” ungkap dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre.

Pande menjelaskan, pola hidup sehat yang pertama adalah menjaga asupan gizi tubuh. Upayakan pola gizi seimbang. “Protein cukup, karbohidrat cukup, lemak cukup, buah-buahan dan sayuran juga,” kata Pande, di Jakarta, Jumat (6/3).

Pande melanjutkan, untuk menangkal Covid-19, tak ada jenis makanan spesifik yang bisa dikonsumsi. “Ada yang bilang, ada makanan spesifik untuk anti bodi atau gimana, itu tidak ada. Jadi yang penting itu gizi seimbang,” ungkapnya.

Pola hidup sehat kedua, lanjut dia, adalah dengan rutin berolahraga. Setidaknya berolahraga lah selama 30 menit setiap hari. Ketiga, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Keempat, sering mencuci tangan sehingga tangan steril dari virus. Caranya yang ideal, kata dia, adalah dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Kelima, jika batuk dan/atau pilek, maka segeralah pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga, tenaga medis bisa memberikan penanganan segera.

Keenam, dalam kondisi sakit harus menggunakan masker. Sehingga virus yang ada tidak menyebar ke orang lain. “Kalau kita sehat tidak perlu menggunakan masker,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus orang warga Kota Depok positif terjangkit Covid-19 pada Senin (2/3) lalu. Pada Jumat, pemerintah mengumumkan bahwa terdapat dua orang lagi positif terjangkit virus yang pertama kali muncul di China itu.

Sumber: republika.co.id

 

Pakar: Orang Sehat Pakai Masker Malah Lebih Mudah Tertular Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dua orang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) awal pekan ini, masyarakat langsung ramai-ramai memborong masker. Padahal, menurut ahli, orang yang dalam kondisi sehat tak perlu menggunakan masker.

Dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre, mengatakan, jika orang sehat menggunakan masker, maka cenderung akan semakin mudah terpapar Covid-19.

Sebab, penggunaan masker hanya akan membuat seseorang lebih sering menyentuh area muka, padahal tangannya dalam kondisi tidak steril.

“Kalau kita pakai masker, tapi tangan kita tidak bersih, percuma juga. Sama saja. Akhirnya malah terpapar juga,” kata Pande ketika memberikan sosialisasi terkait Covid-19 di Kantor Republika, Jakarta, Jumat (6/3).

Lantas siapa saja yang seharusnya menggunakan masker?

Menurut Pande, mengacu pada panduan WHO, masker seharusnya hanya digunakan untuk tiga jenis keperluan. Pertama, bagi orang yang memang sadang sakit, misalnya sedang batuk dan pilek.

Kedua, orang-orang yang sedang merawat mereka yang sedang batuk-pilek. Ketiga, untuk para tenaga medis.

Khusus untuk orang yang dalam kondisi sakit, ia menekankan, agar harus menggunakan masker. Sehingga virus yang ada pada tubuhnya tidak menyebar ke orang lain. “Kalau memang sakit, jangan tidak pakai masker, tolong pakai masker,” katanya.

Namun demikian, kepanikan masyarakat akan Covid-19 telah membuat harga masker di pasaran melambung tinggi. Selain itu, kata dia, tak jarang masyarakat yang dalam kondisi sakit malah tak kebagian masker.

sumber: republika.co.id

Sehat Pikiran dan Gaya Hidup Dinilai Kunci Cegah Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Indonesia akhirnya bergabung dengan puluhan negara lain yang memiliki kasus COVID-19setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan pada Senin (2/3) bahwa dua warga Indonesia positif terinfeksi virus yang menghebohkan dunia dalam beberapa bulan terakhir itu.

Bahkan pada Jumat (6/3) dilaporkan dua kasus baru positif corona.

Menurut keterangan terakhir dari juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kasus positif itu dimulai di lantai dansa.

Pasien 1 datang menghadiri sebuah acara dansa di salah satu klub di Menteng, Jakarta pada 14 Februari.

Di sana, warga negara Jepang tersebut menjadi pasangan dansa pasien 1, yang memang bergabung dalam komunitas yang rajin melakukan acara dansa.

Berdasarkan data aktual (real time) yang dikumpulkan oleh Center for Systems Science and Engineering (CSSE) Johns Hopkins University, Amerika Serikat per Jumat (6/3), total 55.444 orang sudah sembuh dari virus tersebut.

Tidak mengherankan bila Menkes Terawan menyebutnya sebagai jenis self limited disease atau bisa sembuh sendiri dengan imunitas tubuh yang baik.

Penyakit jenis self limited disease dapat sembuh dengan sendirinya ketika tubuh membangun imunitas untuk melawan virus-virus tersebut.

Oleh karena itu, Menkes Terawan terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Jika tubuh berada dalam keadaan baik maka tidak akan mudah terjangkit virus atau penyakit.

“Bukan hanya Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), juga hati pikiran kita. Namanya, psikoneuroimunologi. Kalau kita mendapat persepsi dan hal-hal yang salah tersebut, membuat kita khawatir, cemas, imunitas tubuh kita juga ikut turun,” kata Menkes.

Menjaga kondisi tubuh dan kebersihan diri memang salah satu cara sederhana untuk mencegah penularan virus corona, tegas spesialis paru dr Andika Chandra Putra.

“Pada prinsipnya kalau yang namanya virus itu self limiting disease artinya tubuh kita bisa memberikan kemampuan untuk melawan dan tergantung kepada daya tahan tubuh, untuk menjaga daya tahan tubuh itu yang paling penting,” kata dokter spesialis paru Rumah Sakit St. Carolus Jakarta tersebut.

 

Ahli Sarankan Olahraga Rutin untuk Cegah Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah telah mengumumkan 4 kasus positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia. Meski demikian, menurut ahli, masyarakat tak perlu mengurung diri untuk menghindari virus tersebut.

Bahkan, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan jika ingin pergi jalan-jalan di dalam negeri.

Dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre mengatakan agar selama berpelesir, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan tubuh agar sistem imun tetap kuat.

“Yang penting kita selalu makan makanan yang gizi sehat, seimbang dan makan masakan yang dimasak sempurna,” ujar Pande.

Selanjutnya, masyarakat yang pergi berlibur harus tetap berolahraga. Setidaknya 30 menit setiap hari.

“Dan harus selalu menjaga kebersihan tangan kita dengan sering mencuci tangan. Yang perlu diingat adalah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir,” ucapnya. Selain itu, jika sakit, segeralah pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus orang warga Kota Depok positif terjangkit Covid-19 pada Senin (2/3) lalu.

Pada Jumat, pemerintah mengumumkan bahwa terdapat dua orang lagi positif terjangkit virus yang pertama kali muncul di China itu.

Sementara itu, secara global sudah lebih dari 100 ribu orang terjangkit virus yang pertama kali ditemukan di China ini. Jumlah korban jiwa sudah lebih dari 3 ribu orang sejak kasus ini pertama muncul akhir Desember lalu.

Akibat mewabahnya Covid-19 ini, sektor pariwisata global lesu. Tak terkecuali Indonesia. Walhasil, pemerintah Indonesia mengeluarkan insentif untuk sektor pariwisata sejak awal Maret. Salah satu bentuknya adalah diskon tiket pesawat sebesar 50 persen ke 10 destinasi wisata pilihan.

sumber: republika.co.id

Soal Corona, Dokter: Tetap Aktif, Justru Mengurung Diri Turunkan Imunitas

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah telah mengumumkan 4 kasus positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia. Meski demikian, menurut ahli, masyarakat tak perlu mengurung diri untuk menghindari virus tersebut.

Bahkan, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan jika ingin pergi jalan-jalan di dalam negeri.

Dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre mengatakan, masyarakat tak perlu mengurung diri demi menghindari Covid-19.

Sebab, mengurung diri malah akan membuat imunitas tubuh menurun sehingga rentan diserang virus.

“Akhirnya kita malah mengunci diri, tidak terpapar sinar matahari, tidak bergerak, ya akhirnya imunitas tubuh kita malah jelek. Tetap aktif saja bergerak, tetap hidup sehat, pasti kita bisa melewati penyakit ini,” kata Pande, Jakarta, Jumat (6/3).

Untuk itu, kata dia, tak masalah jika masyarakat ingin pergi jalan-jalan atau berwisata di dalam negeri.

Namun demikian, selama berpelesir harus tetap menjaga kesehatan tubuh agar sistem imun tetap kuat.

sumber: republika.co.id

Sediakan Disinfektan, Sebagian Masjid Mulai Terapkan Imbauan DMI

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) memberikan himbauan kepada seluruh masjid Indonesia agar lebih rajin membersihkan masjid dengan disinfektan.
Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19.

Tidak hanya masalah kebersihan, Masjid Sunda Kelapa telah memberikan berbagai pemahaman kepada para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan fisik.
“Jadi mereka masuk masjid tidak hanya sehat secara batin tapi juga fisik,” kata Sekretaris Masjid Sunda Kelapa, Ismed Hasan Putro, Jumat (6/3).

Dia menjelaskan, masjid tersebut selalu dibersihkan setiap pagi dan sore, sehingga kebersihan tetap terjaga. Selain itu fasilitas tempat wudhu masjid juga sesuai dengan kapasitas jamaah agar memudahkan mereka untuk bersuci.

Dalam hal himbauan DMI mengenai pencegahan penyebaran virus Covid-19, masjid telah memberikan himbauan kepada jamaah perempuan pada saat taklim agar menjaga kebersihan diri dan keluarga, khususnya anak-anak, sebelum melakukan ibadah ke masjid.

Selain itu, bagi jamaah yang sakit, masjid memberikan imbauan untuk sholat di ruang samping yang terbuka. Karena udara dingin dari AC di dalam tidak baik bagi yang sakit dan dapat lebih mudah menyebarkan penyakit.
Dengan menghindari untuk sholat di dalam, jamaah yang sakit juga telah menghormati dan memberikan kenyamanan bagi jamaah lainnya.

“Jadi memang Masjid Sunda kelapa ini sudah memastikan kenyamanan jamaah dengan menyediakan ruang sholat yang banyak. Tidak hanya untuk virus corona, tapi untuk penyakit lainnya,” jelasnya.

sumber: republika.co.id