Al-Qassam Ledakkan Dua Kendaraan Militer Israel Penuh Tentara di Jabalia

GAZA (jurnalislam.com)– Brigade Al-Qassam, sayap militer dari Gerakan Perlawanan Islam Hamas, merilis rekaman video penyergapan terhadap tentara dan kendaraan militer Israel di timur kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara. Operasi ini disebut berlangsung pada 3 Desember 2024, namun publikasi rekaman sengaja ditunda karena alasan keamanan.

Video tersebut diunggah ke kanal resmi Hamas pada Jumat (23/5/2025) dini hari melalui platform Telegram. Dalam keterangannya, Brigade Al-Qassam menyebut operasi ini sebagai bagian dari “pertempuran ketiga di kamp Jabalia”.

“Pada 3 Desember 2024, selama pertempuran ketiga di Jabalia, mujahidin kami berhasil menyusup ke belakang garis musuh di wilayah yang dikenal sebagai landasan udara militer Israel titik evakuasi tentara yang tewas dan terluka – yang terletak di timur kamp Jabalia,” demikian pernyataan resmi dalam video.

Dalam serangan tersebut, mujahidin Al-Qassam menargetkan dua jip militer Israel dan sejumlah pasukannya menggunakan bom tipe Shawaaz, bom kendali jarak jauh (TV), serta peluru anti-tank Al-Yassin 105.

Tayangan dalam video memperlihatkan ledakan dahsyat yang menghantam kendaraan militer, diikuti kekacauan di area tersebut. Tampak pula sejumlah tentara Israel mengevakuasi korban, baik yang terluka maupun yang tewas, menggunakan helikopter militer dari titik evakuasi di wilayah timur kamp Jabalia.

Al-Qassam menyebut serangan tersebut sebagai hasil dari penyergapan yang direncanakan secara matang, dan menunjukkan kemampuan mereka untuk beroperasi di jantung posisi militer Israel yang dianggap strategis.

Rekaman tersebut menjadi salah satu dari sedikit dokumentasi yang berhasil dipublikasikan Hamas di tengah situasi keamanan yang masih sangat tegang dan terbatasnya akses media di Jalur Gaza.

Israel Di bawah Tekanan Internasional, Bantuan Masuk ke Gaza Dinilai Hanya Kedok Netanyahu

GAZA (jurnalislam.com)- Israel menghadapi tekanan internasional yang semakin besar untuk mengakhiri blokade total di Jalur Gaza. Sejak 2 Maret 2025, truk-truk yang membawa bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan, dilarang masuk ke wilayah tersebut, memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Laporan terbaru dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang didukung PBB menyebutkan bahwa lebih dari 93 persen anak-anak di Gaza — sekitar 930.000 anak — kini berada di ambang kelaparan. Situasi ini dinilai sebagai salah satu krisis kelaparan terburuk di dunia saat ini.

Pada Rabu (21/5/2025), militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah mengizinkan masuknya 100 truk bantuan yang membawa tepung, makanan bayi, dan peralatan medis melalui perbatasan Kerem Shalom (dikenal juga sebagai Karem Abu Salem). Namun, pejabat PBB menyatakan bahwa masalah distribusi di lapangan membuat bantuan tersebut belum dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara langsung.

“Persediaan terbatas yang akhirnya diizinkan masuk ke Gaza tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan besar di wilayah itu. Jauh lebih banyak bantuan yang perlu masuk,” tegas Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB.

Kelompok bantuan internasional juga mengkritik langkah Israel, menyebutnya sebagai “kedok” untuk menutupi pengepungan yang masih berlangsung.

“Keputusan otoritas Israel untuk mengizinkan bantuan dalam jumlah sangat minim ini hanyalah upaya menghindari tuduhan membuat warga Gaza kelaparan, padahal kenyataannya mereka dipaksa bertahan hidup dalam kondisi yang nyaris mustahil,” ujar Pascale Coissard, Koordinator Darurat Doctors Without Borders di Khan Younis.

Meskipun ada sedikit pelonggaran, tekanan dari komunitas internasional terus meningkat agar Israel segera membuka jalur bantuan kemanusiaan secara penuh dan menghentikan blokade yang menyiksa lebih dari dua juta warga Gaza. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Netanyahu Ungkap Syarat Akhiri Perang: Pelucutan Hamas hingga Usir Warga Gaza

PALESTINA (jurnalislam.com)- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa seluruh Jalur Gaza akan berada di bawah kendali penuh militer Israel setelah operasi militer yang sedang berlangsung berakhir. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers pertamanya sejak Desember lalu, yang menandai sikap keras Israel dan menetapkan syarat-syarat ekstrem untuk mengakhiri perang di wilayah yang terkepung itu.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut sejumlah syarat untuk menghentikan agresi, antara lain pembebasan seluruh tawanan Israel, pelucutan senjata Hamas, pengasingan para pemimpin Hamas, serta yang paling kontroversial melanjutkan rencana yang digagas oleh mantan Presiden AS Donald Trump untuk mengusir warga Palestina dari Gaza.

Rencana tersebut sebelumnya menyebut bahwa Jalur Gaza akan diubah menjadi “Riviera Timur Tengah” dan dikelola oleh Amerika Serikat. Ini merupakan kali pertama Netanyahu secara terbuka mengaitkan rencana pengusiran massal itu dengan strategi resmi Israel. Banyak negara dan kelompok hak asasi manusia internasional mengecam gagasan tersebut sebagai bentuk pembersihan etnis.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel yang menyebabkan ratusan warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, terbunuh hanya dalam beberapa hari terakhir. Sejak Rabu (21/5) dini hari saja, sedikitnya 82 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia. Kelaparan juga semakin meluas, sementara blokade masih diberlakukan ketat dan hanya sejumlah kecil truk bantuan yang diizinkan masuk.

Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel akan tetap terbuka terhadap “gencatan senjata sementara” dan kemungkinan pertukaran sandera, namun tanpa melemahkan kebebasan operasi militernya. Ia menyinggung rencana distribusi bantuan bersama Amerika Serikat, yang diklaim dilakukan agar Hamas tidak mengontrol pasokan makanan. Namun Hamas membantah menerima atau menguasai bantuan tersebut.

Kritik Pedas dari Oposisi: ‘Obsesi Berbahaya Netanyahu’

Pernyataan Netanyahu memicu kecaman keras dari oposisi Israel. Pemimpin oposisi Yair Lapid memperingatkan bahwa strategi Netanyahu akan membawa Israel pada pendudukan panjang di Gaza, kematian tentara yang terus berjatuhan, serta keruntuhan reputasi internasional dan ekonomi nasional.

Yair Golan, pemimpin partai Demokrat, bahkan menyebut Netanyahu sebagai “pria yang tertekan, terobsesi, dan suka berbohong,” yang tak mau bertanggung jawab atas konsekuensi kebijakannya.

“Saya akan menuntut Anda atas pencemaran nama baik karena kebohongan yang Anda sebarkan tentang saya,” tegas Golan, “dan kami akan segera mengalahkan Anda dalam pemilihan umum serta mengirim Anda ke halaman sejarah.”

Sebelumnya, Netanyahu mengecam Golan atas ucapannya yang menyinggung, “Negara yang waras tidak membunuh bayi sebagai hobi.” Netanyahu menyebut pernyataan itu sebagai hal yang “menjijikkan.” (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Truk Bantuan Masuk Gaza Hanya Klaim Israel, Warga: Kami Tak Terima Apa-Apa

GAZA (jurnalislam.com)– Hingga Rabu (21/5), belum ada satu pun bantuan yang benar-benar sampai ke tangan warga Palestina di Jalur Gaza, meskipun militer Israel mengklaim telah mengizinkan puluhan truk bantuan masuk ke wilayah yang terkepung itu.

Sejak 2 Maret lalu, Israel memberlakukan blokade total yang mencegah masuknya makanan, pasokan medis, maupun barang lainnya ke Gaza. Meski demikian, pada Ahad kemarin, Israel menyatakan akan mengizinkan “sejumlah makanan pokok” masuk atas alasan diplomatik, guna meredakan tekanan internasional yang terus meningkat.

Militer Israel mengklaim bahwa lebih dari 90 truk bantuan telah masuk ke Jalur Gaza sepanjang pekan ini. Namun, sumber lokal membantah klaim tersebut. Menurut laporan Middle East Eye, truk-truk tersebut masih tertahan di sisi Palestina di perbatasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom), dan belum benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

“Tidak ada bantuan yang memasuki Jalur Gaza sejak 2 Maret,” kata Nahed Shuhibar, Kepala Asosiasi Transportasi Pribadi Gaza, kepada Alaraby TV.

“Truk-truk bantuan masih tertahan di perbatasan.” imbuhnya.

Juru Bicara UNRWA, Adnan Abu Hasna, juga mengonfirmasi bahwa meskipun ribuan truk mengantre di perbatasan, tidak ada satu pun yang berhasil masuk ke fasilitas penyimpanan atau menjangkau warga.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyebutkan bahwa distribusi terhambat oleh prosedur Israel yang mengharuskan pembongkaran dan pemuatan ulang barang bantuan secara terpisah, setelah akses dari pihak PBB di dalam Gaza diamankan.

*“Hanya Ilusi Bantuan”*

Warga Gaza menyatakan bahwa kabar bantuan hanyalah ilusi yang disebarkan melalui media. Barham Zarroub, warga Gaza, menilai janji bantuan tidak lebih dari sekadar propaganda.

“Tidak ada satu truk pun yang berhasil masuk ke Gaza. Kami tidak melihat apa pun di lembaga-lembaga, atau bahkan di dalam Gaza sendiri, yang menunjukkan adanya bantuan,” ujarnya.

Zarroub menambahkan, sekalipun ada bantuan yang masuk, jumlahnya sangat kecil dan tidak akan mencukupi kebutuhan rakyat Gaza.

“Itu hanya mencakup sebagian kecil penduduk, mungkin hanya beberapa keluarga. Sebagian besar tidak akan mendapatkan apa pun.”

PBB memperkirakan, Gaza membutuhkan setidaknya 600 truk bantuan per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk yang menghadapi krisis kemanusiaan parah.

Dujarric menyebut kedatangan sejumlah truk sebagai “setetes air di lautan”.

*Warga Kelaparan, Pasar Kosong*

Di pasar Khan Younis, warga terus mencari kebutuhan pokok yang tak kunjung tersedia.

“Saya mencari tepung untuk anak-anak saya dan tidak menemukannya,” kata Razan Ahmad. “Semua yang diberitakan di media sosial maupun media berbahasa Ibrani dan Arab itu bohong.”

Ia menyebut kabar masuknya bantuan sebagai “rumor jahat”.

Senada dengan itu, Hajj Ahmad, warga Gaza lainnya, mengungkapkan rasa frustrasinya.

“Sudah lebih dari dua bulan kami tidak punya makanan, daging, atau susu. Kami butuh kalsium, kami butuh protein, tapi tidak ada apa-apa,” ujarnya.

“Ketika mereka bilang truk bantuan akan masuk, kami sempat senang. Tapi nyatanya, itu semua hanya janji kosong. Lihat pasar-pasar, semuanya kosong, tidak ada apa-apa.” pungkasnya. (Bahry)

Sumber: MEE

Dua Tahun Perjalanan Program Qur’an Community, ABIM dan PRIM Pulau Pinang Gelar Kegiatan Khataman Al-Qur’an

PULAU PINANG (jurnalislam.com)– Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Negeri Pulau Pinang menggelar kegiatan khataman al-Qur’an bagi lansia atau warga emas, Sabtu (22/5/2025), di Surau Madrasah Uthmaniah ABIM, Pulau Pinang, Malaysia.

Kegiatan khataman ini adalah puncak dari program yang telah dijalankan selama dua tahun sebelumnya. Nama programnya adalah Qur’an Community. Program ini adalah kerjasama antara ABIM dan PRIM Pulau Pinang. Selama dua tahun, program dilaksanakan di Bilik Mesyuarat Tingkat 1 bangunan Madrasah Uthmaniah ABIM.

Target atau sasaran peserta dari program Qur’an Community adalah lansia atau warga emas rentang usia antara 60-80 yang sudah pensiun dari pekerjaan formalnya. Selama dua tahun berjalan, ada sekitar 30 peserta lansia dan mayoritas mereka merupakan orang-orang yang rumahnya ada di sekitar Madrasah Uthmaniah.

Program Qur’an Community bertujuan memberikan tempat bagi lansia untuk tetap bisa bersosial sekaligus meningkatkan spiritual dengan kegiatan mengaji al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam program ini disebut dengan 4 T (Tartil, Tahsin, Tafhim dan Tahfidz).

Ustaz Beta, sebagai pengurus PRIM Pulau Pinang dan pengajar tetap pada program Qur’an Community, menjelaskan pentingnya seorang Muslim untuk membaca dan mempelajari kitab petunjuknya yaitu al-Qur’an apalagi di masa-masa tua sebagai bekal menuju kehidupan selanjutnya.

“Tartil artinya memperbaiki bacaan al-Qur’an sesuai dengan hukum-hukum bacaan. Kemudian Tahsin artinya membaguskan bacaan dengan mengenal irama-irama dalam membaca al-Qur’an. Seterusnya tafhim artinya memahami dan mentadaburi ayat-ayat al-Qur’an dan terakhir adalah tahfidz yaitu menghafalkan ayat-ayat pilihan dari al-Qur’an. Selama dua tahun ini, alhamdulillah saya bersama kurang lebih 30 peserta lansia belajar al-Qur’an dengan empat pendekatan tersebut,” ujar Beta dalam sambutan pembukanya.

Kegiatan khataman ini ditutup dengan sambutan oleh Mudir Madrasah Uthmaniah, Fadzil Alias, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama antara ABIM dan PRIM dalam melaksanakan program Qur’an Community dan menegaskan peran antara ABIM dan Muhammadiyah yang terus aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.

“Alhamdulillah, ABIM dan Muhammadiyah dapat terus berkolaborasi dan berkiprah bagi umat dan bangsa dengan terus mengadakan program-program yang bermanfaat,” ujar Fadzil dalam sambutan peutupnya.

Setelah sambutan penutup diakhiri, semua yang hadir dalam kegiatan khataman ini menikmati hidangan pulut kari ayam, satu tradisi makanan di Malaysia yang dibuat jika sudah menamatkan bacaan 30 Juz al-Qur’an.

Kegiatan khataman ini bukanlah akhir dari program Qur’an Community. Ustaz Beta menjelaskan setelah acara khataman ini, program Qur’an Community akan terus dilanjutkan dengan memperkaya materi-materi yang berkenaan dengan pendekatan tartil dan tafhim.

BPJPH Teken Komitmen Kerja Sama Halal dengan Dua Lembaga Sertifikasi Halal AS

WASHINGTON DC (jurnalislam.com)- Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Ahmad Haikal Hasan, secara resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan dua lembaga halal luar negeri (LHLN) asal Amerika Serikat: ISA Inc (Islamic Services of America) dan USA Halal Chamber of Commerce Inc yang beroperasi sebagai ISWA Halal Certification Department.

Penandatanganan LoI berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin (20/5/2025). Acara ini turut disaksikan oleh Kuasa Usaha KBRI Sade Bimantara, atase pertanian, atase perdagangan, dan sejumlah staf KBRI lainnya. LoI tersebut menjadi penanda komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama bilateral di bidang jaminan produk halal yang menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan.

“Penguatan kerja sama ini merupakan langkah yang sangat strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk halal berkualitas, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam kerja sama ekonomi global yang berbasis high added value, seperti produk halal,” ujar Ahmad Haikal Hasan usai penandatanganan.

Dokumen LoI yang bertajuk “Robust Commitment in Implementation of Halal Quality Assurance” ini bertujuan untuk memperkuat landasan kolaborasi antara BPJPH RI dan dua LHLN asal Amerika Serikat tersebut. Kerja sama ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar Indonesia terhadap produk halal berkualitas, khususnya produk daging dan barang konsumsi lainnya, serta kesiapan AS untuk memenuhi permintaan tersebut sesuai dengan Standar Jaminan Produk Halal (SJPH) Indonesia.

Dalam kesepahaman ini, para pihak menyepakati sejumlah poin penting, di antaranya:

  1. Memfasilitasi ekspor produk bersertifikat halal dari Amerika Serikat ke Indonesia, khususnya untuk produk daging dan kebutuhan strategis lainnya.
  2. Menjamin bahwa seluruh produk yang masuk ke Indonesia telah memenuhi standar halal sesuai SJPH.
  3. Mendukung ketahanan pangan Indonesia melalui diversifikasi sumber impor global.
  4. Mendorong pertumbuhan ekonomi bilateral Indonesia-Amerika Serikat melalui sektor halal.
  5. Membangun sistem sertifikasi halal yang transparan, akuntabel, dan kredibel.

Penandatanganan LoI ini memperkuat langkah strategis BPJPH dalam membuka akses global terhadap produk halal berkualitas yang memenuhi standar kehalalan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem halal global.

Brigade Al-Quds Luncurkan Salvo Roket ke Tel Aviv, Balas Serangan Brutal Israel

PALESTINA (jurnalislam.com)- Militer Israel pada Rabu (21/5/2025) mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat sebuah roket yang diluncurkan dari wilayah utara Gaza menuju kota Ashkelon. Dalam pernyataan resminya, tentara Israel menyebutkan bahwa proyektil tersebut berhasil dinetralkan di wilayah selatan Tel Aviv dan tidak menyebabkan korban luka.

Brigade Al-Quds, sayap militer dari kelompok Jihad Islam Palestina, mengaku bertanggung jawab atas peluncuran salvo roket tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan itu merupakan balasan atas “pembantaian Zionis terhadap rakyat kami.”

Insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang tengah memanas antara faksi-faksi perlawanan di Gaza dan militer Israel. Sumber lokal di Gaza melaporkan bahwa lebih dari 100 warga Palestina telah gugur hanya dalam beberapa jam terakhir akibat serangan udara Israel, dengan banyak di antaranya adalah anak-anak.

Sementara itu, operasi perlawanan bersenjata di wilayah selatan Jalur Gaza dikabarkan terus berlanjut, di tengah gempuran militer Israel yang semakin intensif sejak awal pekan ini. (Bahry)

Sumber: Shafaq

Intelijen AS: Israel Siap Serang Fasilitas Nuklir Iran

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Amerika Serikat menerima laporan intelijen terbaru yang menyebut bahwa Israel tengah melakukan persiapan serius untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Informasi ini dilansir dari CNN pada 20 Mei 2025, mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui langsung perkembangan tersebut.

Menurut laporan itu, jika serangan dilakukan, langkah tersebut akan menjadi titik balik dramatis dalam hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah. Hal ini menjadi perhatian besar, terutama setelah konflik Gaza pada 2023 yang menimbulkan ketegangan global.

Pejabat AS menekankan bahwa belum ada keputusan akhir dari Israel, meskipun ada perbedaan pendapat di internal pemerintahan AS mengenai kemungkinan tindakan Israel. Sumber menyebut bahwa peluang Israel menyerang fasilitas nuklir Iran meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir.

“Peluang serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran telah meningkat secara signifikan,” ungkap seorang sumber yang memahami intelijen AS.

Kekhawatiran itu diperkuat oleh komunikasi Israel yang disadap serta pengamatan atas aktivitas militer seperti pergerakan amunisi dan latihan udara skala besar. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa jadi hanyalah strategi tekanan agar Iran menghentikan pengayaan uranium.

Presiden Trump sendiri disebut telah memberikan tenggat waktu 60 hari kepada Iran untuk menerima kesepakatan yang diusulkan AS. Namun, tenggat waktu tersebut telah terlewati dan pembicaraan diplomatik belum menunjukkan kemajuan signifikan. Bahkan, Trump disebut hanya akan memberi waktu beberapa minggu lagi sebelum beralih pada opsi militer.

Situasi ini menempatkan Israel dalam dilema strategis. Netanyahu berada dalam tekanan untuk mencegah terjadinya “kesepakatan buruk” antara AS dan Iran, yang menurut Israel tidak menjamin keselamatan kawasan. Di sisi lain, Netanyahu juga tidak ingin merusak hubungannya dengan sekutu strategisnya di Gedung Putih.

Menurut intelijen AS, Iran kini berada dalam posisi militer terlemah dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini dipicu oleh serangan Israel terhadap fasilitas militer Iran serta dampak berat dari sanksi ekonomi dan kehancuran proksi regionalnya.

Meski demikian, kemampuan Israel untuk menyerang dan menghancurkan seluruh fasilitas nuklir Iran secara mandiri masih diragukan. Mereka dinilai masih membutuhkan dukungan AS dalam bentuk pengisian bahan bakar udara dan bom penghancur bunker bawah tanah.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa ia tidak menaruh harapan besar pada negosiasi dengan AS. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah pada permintaan AS untuk menghentikan pengayaan uranium, yang menurutnya adalah hak berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir PBB.

Putaran pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran direncanakan berlangsung di Eropa pekan ini, namun hingga kini belum ada titik temu. Ketidakpastian inilah yang mendorong Israel mempertimbangkan opsi militer sebagai langkah terakhir untuk menghentikan ambisi nuklir Iran. (Bahry)

Sumber: CNN

Pakar: Kerja Sama Danantara dan BlackRock Berpotensi Langgar Amanat Konstitusi

JAKARTA (jurnalislam.com)– Rencana kerja sama antara perusahaan investasi Indonesia, Danantara, dan manajer aset global asal Amerika Serikat, BlackRock, menuai kritik keras dari sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute, Pizaro Gozali Idrus, yang menilai kerja sama tersebut berpotensi bertentangan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.

“BlackRock adalah investor besar yang menanamkan modal di perusahaan-perusahaan pertahanan AS, termasuk yang menyuplai persenjataan untuk militer Israel. Kerja sama ini secara tidak langsung bisa berkontribusi terhadap genosida yang terjadi di Gaza,” kata Pizaro dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/5/2025).

BlackRock diketahui memiliki 7,4 persen saham di Lockheed Martin, produsen jet tempur F-16 dan F-35 yang digunakan Israel dalam serangan ke wilayah Gaza. Selain itu, Lockheed Martin juga memproduksi pesawat angkut C-130 Hercules yang mendukung operasi darat militer Israel.

Dalam situs resminya, Lockheed Martin bahkan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap keamanan Israel dan mengklaim telah bermitra dengan Angkatan Udara Israel sejak 1970. Pizaro menyebut, rudal buatan perusahaan ini diduga digunakan dalam serangan terhadap wartawan di dekat RS Shifa, Gaza, pada 9 November 2024 lalu.

Selain Lockheed Martin, BlackRock juga berinvestasi di Northrop Grumman dan RTX. Northrop Grumman memasok sistem rudal dan kapal perang untuk Israel, sementara RTX memproduksi komponen sistem pertahanan udara Iron Dome.

“Di Amerika Serikat sendiri, masyarakat sipil dan akademisi sudah menggelar protes terhadap peran BlackRock dalam mendanai genosida. Namun ironisnya, Indonesia justru menyambut mereka,” kata Pizaro.

Menurutnya, Indonesia memiliki sejarah panjang menolak penjajahan, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dan CEO Danantara, Roslan Roslani, tidak melupakan amanat konstitusi dan tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Kita sebagai bangsa punya hutang sejarah terhadap Palestina. Jangan sampai kerja sama ini mengkhianati nilai-nilai yang telah ditanamkan para pendiri bangsa,” tegas Pizaro.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Danantara maupun pemerintah terkait kritik tersebut.

Sebagai informasi, Danantara atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara adalah lembaga pengelola investasi milik negara yang baru dibentuk pada awal 2025. Lembaga ini bertugas mengelola dan mengonsolidasikan aset negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta berperan sebagai mitra strategis dalam menarik investasi asing, termasuk di sektor energi dan infrastruktur.

Susul AS, Uni Eropa Cabut Sanksi Ekonomi Terhadap Suriah

BRUSSELS (jurnalislam.com)– Uni Eropa secara resmi mengumumkan pencabutan seluruh sanksi ekonomi terhadap Suriah pada Selasa (20/5), hanya beberapa hari setelah langkah serupa diambil oleh Amerika Serikat. Kebijakan ini diambil untuk memfasilitasi pemulihan ekonomi negara tersebut setelah lebih dari satu dekade dilanda konflik bersenjata.

Keputusan ini akan memungkinkan Suriah untuk kembali mengakses sistem keuangan global serta mencairkan aset bank sentralnya yang sebelumnya dibekukan. Namun demikian, Uni Eropa tetap mempertahankan sejumlah pembatasan inti, seperti embargo senjata dan larangan terhadap ekspor peralatan yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer dan keamanan.

“Tujuannya adalah untuk meredakan tekanan pada rakyat Suriah, bukan untuk mendukung pemerintah Damaskus,” ujar seorang pejabat senior Uni Eropa kepada media.

Ia menambahkan bahwa langkah pelonggaran ini bersifat sementara dan dapat dicabut kembali apabila pemerintah Suriah gagal menunjukkan komitmen terhadap hak-hak minoritas dan reformasi demokrasi yang dijanjikan.

Uni Eropa juga mengumumkan sanksi baru yang ditargetkan secara spesifik kepada pejabat Suriah yang dituduh menghasut kekerasan bernuansa etnis. Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan terbaru terhadap komunitas minoritas Alawi di Suriah.

Menteri Luar Negeri Suriah, Assad al-Shibani, menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pernyataan melalui platform X (sebelumnya Twitter), ia menyebut kebijakan itu sebagai “pencapaian bersejarah” dan menyatakan keyakinannya bahwa hal ini akan menjadi awal dari stabilitas, keamanan, dan pertumbuhan ekonomi Suriah.

Perang saudara yang berlangsung lebih dari 13 tahun di Suriah telah menewaskan lebih dari 350.000 orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi ke luar negeri maupun dalam negeri. Pemerintah Suriah kini tengah berupaya menarik kembali investasi asing dan membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat konflik. (Bahry)

Sumber: Shafaq