OKI Kecam Diskriminasi Terhadap Muslim India dengan Dalih Coron

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)– Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendesak India mengambil langkah cepat guna melindungi hak-hak Muslim dan menghentikan Islamofobia di tengah pandemi Covid-19 yang juga merebak di negara itu.

Melalui jejaring sosial, Komisi Hak Asasi Manusia Permanen Independen OKI mengatakan bahwa media di India memprofilkan Muslim secara negatif dan mendiskriminasi Muslim.

“OKI mendesak pemerintah India mengambil langkah untuk menghentikan gelombang Islamofobia yang berkembang di India dan melindungi hak-hak minoritas Muslim.

OKI mengutuk kampanye Islamofobia yang tak henti-hentinya di India memfitnah Muslim menyebarkan Covid-19 serta membuat profil mereka di media negatif yang menjadikan mereka didiskriminasi,” kata OKI seperti dilansir The Week pada Senin (20/4).

Meski begitu tak ada reaksi langsung dari Kementerian Luar Negeri India. Sebelumnya India mengecam 57 negara anggota dengan menyebut badan seperti OKI semestinya tak mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggungjawab.

Sumber: republika.co.id

Update Corona RI: 7135 Positif, 616 Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Pada Selasa (21/4/2020) tercatat 7.135 kasus positif, 842 sembuh, dan 616 meninggal.

“Seluruh kabupaten/kota telah terdampak,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (21/4/2020).

Pasien yang mendapatkan hasil negatif dalam 2 pemeriksaan dan dinyatakan sembuh bertambah 95 kasus sehingga menjadi 842.

Kasus meninggal dunia meningkat 26 kasus menjadi 616.

sumber: detik.com

Jokowi Akan Larang Mudik

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Presiden Joko Widodo menyatakan akan melarang mudik Lebaran pada hari raya Idul Fitri 1441 H bagi semua warga.

Sebelumnya, Jokowi hanya melarang mudik untuk aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, dan TNI-Polri.”Mudik semuanya akan kita larang,” ujar Jokowi membuka ratas di Istana Presiden yang disiarkan langsung lewat akun YouTube Setpres, Selasa (21/4/2020).

“Oleh sebab itu, saya minta persiapan yang berkaitan dengan itu mulai disiapkan,” tambahnya.

Jokowi juga mengatakan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada 68% masyarakat yang tidak mudik, 24% ingin mudik, dan 7% sudah mudik. Jokowi menekankan angka 24% ini masih cukup tinggi.

“Dari hasil kajian-kajian yang ada di lapangan, pendalaman yang ada di lapangan, kemudian juga hasil survei dari Kemenhub, disampaikan bahwa yang tidak mudik 68%, yang tetap masih bersikeras mudik 24%, yang sudah mudik 7%. Artinya, masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24% tadi,” kata Jokowi.

sumber: detik.com

Kemenag Sebar Tim Rukyatul Hilal di 82 Titik

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Ramadan 1441H/2020M. Rukyatul Hilal akan dilaksanakan hari Kamis (23/04) mendatang pada 82 titik pemantauan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

“Rukyatul hilal dilaksanakan oleh petugas Kanwil Kemenag Provinsi bekerjasama dengan ormas Islam, BMKG, dan Mahkamah Agung. Mereka akan melakukan pemantauan hilal di 82 titik yang telah ditetapkan. Titik pantau terbanyak di Jawa Timur, 27 lokasi, dan Jawa Barat dengan delapan lokasi,” terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta,  Senin (20/04).

“Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan kapan ibadah puasa dimulai,” sambungnya.

Menurutnya, sehubungan kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, sidang isbat akan digelar dengan skema berbeda. Pihaknya akan memanfaatkan sarana teleconference dalam sidang isbat tahun ini.

“Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama,” ujar Kamaruddin.

“Masyarakat dapat menyaksikan proses isbat nanti melalui live streaming laman resmi dan media sosial Kementerian Agama,” lanjutnya.

Menurut Kamaruddin, sebagaimana biasa, sidang isbat akan dibagi dalam tiga sessi. Sessi pertama, paparan posisi hilal awal Ramadan 1441H oleh anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya. Setelah Magrib, sidang isbat digelar secara tertutup. Sidang ini hanya dihadiri secara fisik oleh perwakilan MUI, DPR, serta Menag Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan Dirjen Bimas Islam. Para tokoh ormas yang diundang, bisa mengikuti dan berdialog dalam proses sidang ini melalui meeting room online yang akan akan dibagikan tautan, ID, dan password nya.

Hasil sidang isbat, lanjut Kamaruddin akan diumumkan secara terbuka oleh Menag melalui telekonferensi pers. Sehingga, media tidak perlu hadir di kantor Kementerian Agama.

“Publik bisa mengikutinya melalui live streaming web dan medsos Kemenag,” pungkasnya.

Berikut ini daftar lokasi pelaksanaan pemantauan hilal penetapan awal Ramadan 1441H/2020M:
1. Aceh: Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhokseumawe Bukit Poly Komplek Perta Aron, Aceh Jaya Gunung Cring Cran, Pantai Suak Geudeubang Kab. Aceh Barat, Aceh Selatan Pantai Lhok Keutapang, Simeulue, Pantai Teluk Dalam, Tugu “KM. 0” Indonesia, Kota Sabang

2. Sumatera Utara: Lantai IX Kantor Gubernur Sumut dan Observatorium OIF UMSU
3. Sumatera Barat: Gedung Shelter Masjid Nurul Huda Parupuk Tabing.
4. Riau: Hotel Premier Pekanbaru

5. Kepulauan Riau: Bukit Cermin
6. Jambi: Hotel Odua Weston
7. Sumatera Selatan: Hotel Aryaduta

8. Bangka Belitung: Pantai Penagan, Pantai Tanjung Pandam, dan Pantai Tanjung Kalian Muntok
9. Bengkulu: Dak Mess Pemda Prov. Bengkulu
10. Lampung: POB Bukit Gelumpai Pantai Canti Kalianda Lampung Selatan
11. DKI Jakarta: Gedung Kanwil Kemenag  DKI Jakarta lt. 7.

12. Jawa Barat: POB Cibeas Pelabuhan Ratu, Bosscha Lembang Bandung, Kab. Bandung Barat, Gunung Babakan Kota Banjar, Pantai Santolo Pamengpeuk Kab. Garut, Pantai Cipatujah Kab. Tasikmalaya, Pantai Gebang Kab. Cirebon, SMA Astha Hannas Binong Kab. Subang, dan Pantai Pondok Bali Kab. Subang

13. Banten: Alissa Anyer
14. Jawa Tengah: Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah Semarang, Wisata Mangrove Kaliwlingi Brebes, Pantai Binangun Lasem Rembang
15. DI Yogyakarta: POB Syekh Bela Belu, Bantul Parang Tritis Yogyakarta, Bukit Brambang Patuk Gunungkidul

16. Jawa Timur: Pantai Sunan Drajat /Tanjung Kodok Paciran Lamongan, Bukit Condrodipo Gresik, Pantai Bawean Kab. Gresik, Lapan, Jl. Watukosek Gempol Kab. Pasuruan, Ponpes Bayat Al Hikmah Pasuruan Kota, Bukit Banyu Urip Kec. Senori Kab. Tuban, Bukit Wonocolo Bojonegoro, Pantai Duta Probolinggo, Pulau Gili Kab. Probolinggo, Gunung Sekekep Wagir Kidul Kec. Pulung Kab. Ponorogo, Pantai Gebang Bangkalan, Helipad AURI Ngliyep Kab. Malang, Pantai Serang  Kab. Blitar, Bukit Wonotirto Blitar, Pantai Srau Pacitan, Pantai Kasap Pacitan, Pantai Nyamplong Kobong Jember, Gunung Sadeng Jember, Pantai Pacinan Situbondo, Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi, Bukit Gumuk Klasi Indah Banyuwangi, Pantai Ambat Tlanakan Pamekasan, Pantai Sapo Ds. Sergang Kec. Batuputih Kab. Sumenep, Pantai Kalisangka Kangean Sumenep, Pantai Taneros Sumenep, Satuan Radar (Satrad) 222 Ploso di Kaboh Kab. Jombang, Lereng Gunung Pandan Madiun

17. Kalimantan Barat: Pantai Indah Kakap, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya
18. Kalimantan Tengah: Hotel Aquarius Jl. Imam Bonjol Palangkaraya
19. Kalimantan Timur: Menara Asma’ul Husna Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda
20. Kalimantan Selatan: Atas Bank Kalsel Banjarmasin

21. Kalimantan Utara: Tanjung Selor Gunung KNIP
22. Bali: Hotel Patra Jasa Pantai Kuta, Badung Bali
23. NTB: Taman Rekreasi Loang Baloq
24. NTT: Halaman Masjid Nurul Hidayah
25. Sulawesi Selatan: Pantai Sumpang Binangae Kab. Barru

26. Sulawesi Barat: Tanjung Mercusuar Sumare Kec. Simboro Kab. Mamuju
27. Sulawesi Tenggara: Pantai Wolulu Kec. Watubangga Kab. Kolaka
28. Sulawesi Utara: Area Parkir Apartemen Mtc Kota Manado
29. Gorontalo: Desa Bulango Raya Kec. Tomilito Kab. Gorontalo Utara
30. Sulawesi Tengah: Gedung Hisab Rukyat Kemenag Ds. Marana Kec. Sindue Kab. Donggala

31. Maluku: Desa Wakasihu Kec. Leihitu Barat Kab. Maluku Tengah
32. Maluku Utara: Pantai Desa Ropu Tengah Balu Jailolo Halmahera Barat, POB BMKG Afe Taduma
33. Papua: Pantai Lampu Satu Marauke
34. Papua Barat: Menara Masjid Agung Al Hidayah Fak-Fak, Alun-alun Kimana Kab. Kaimana, Tanjung Kasuari, Kota Sorong.

Proyek Infrastruktur Diminta Ditunda untuk Amankan Jaring Sosial

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengamat Zakat Yusuf Wibisono menilai, kalangan tenaga pendidik yang terdampak situasi wabah Covid-19 memang dimungkinkan untuk menjadi penerima bantuan dari lembaga zakat.

Khususnya bagi lembaga-lembaga zakat yang selama ini mengutamakan program pendidikan.

Ia meminta Lembaga Zakat membantu para tenaga pendidik yang kini berpotensi menjadi mustahik baru.

“Yang tidak terlalu penting bisa ditunda. Misalnya lembaga yang punya program membangun sekolah, itu tidak usah. Gunakan untuk jaring pengaman tenaga-tenaga pendidik yang jatuh miskin. Harus ada keberanian dari lembaga zakatnya. RKAT-nya (Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan) dibongkar semua. Jangan mengikuti program yang awal tahun,” papar Yusuf.

Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) itu menambahkan, tenaga pendidik sebenarnya kelas menengah yang sekarang jatuh miskin.

Mereka menjadi mustahik baru yang di masa normal mereka bukan mustahik. Yusuf mengakui, ini menjadi persoalan besar karena jumlah mustahik meningkat tiba-tiba akibat pandemi wabah Covid-19.

“Lembaga-lembaga zakat dan sosial, bahkan mungkin termasuk pemerintah, banyak yang belum memperhitungkan besarnya kelompok menengah yang jatuh miskin sekarang ini. Sehingga tenaga pendidik seperti ini belum terperhatikan karena crowded-nya kondisi sekarang,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

Banyak Kasus Positif Covid Tanpa Gejala

NEW YORK (Jurnalislam.com) — Semakin banyak penelitian yang mengungkap banyaknya orang yang terjangkit Covid-19 tapi tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini meningkatkan harapan karena artinya virus tersebut tidak terlalu mematikan seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Walaupun laporan-laporan tersebut dapat menjadi berita baik, tapi juga artinya semakin sulit untuk mengetahui siapa saja yang terinfeksi virus yang sangat menular itu. Maka semakin sulit pula untuk memutuskan kapan dan bagaimana masyarakat kembali bekerja, sekolah, dan hidup normal seperti sebelum pandemi.

Pada pekan lalu Amerika Serikat (AS) banyak melaporkan kasus tanpa gejala. Mulai dari tempat penampungan tuna wisma di Boston, para kru di kapal induk angkatan laut, dan perempuan hamil di rumah sakit New York. Beberapa negara Eropa juga melaporkan sejumlah kasus tanpa gejala.

Kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan sekitar 25 persen orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala. Wakil kepala Staf Gabungan AS Jenderal John Hyten mengatakan untuk personel militer angkanya lebih tinggi lagi, ia memperkirakan 60 sampai 70 persen.

Michael Mina dari Harvard School of Public Health mengatakan tidak satu pun dari angka tersebut yang dapat dipercaya. Karena berdasarkan pemeriksaan yang tidak memadai dan catat. “(Namun) secara keseluruhan mereka menunjukkan jumlah infeksi yang kami prediksi benar-benar meleset,” kata Mina, Selasa (20/4).

Virus corona sudah menginfeksi lebih dari 2,3 juta orang dan menewaskan lebih dari 160 ribu pasien di seluruh dunia. Virus ini memicu krisis ekonomi dan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berdasarkan kasus yang sudah diketahui, bagi sebagian besar orang Covid-19 hanya menyebabkan gejala ringan hingga sedang. Sekarang semakin banyak bukti besarnya jumlah orang yang terinfeksi tanpa mengalami gejala sama sekali.

Para ilmuwan di Islandia memeriksa enam persen populasi negara itu agar dapat melihat berapa banyak jumlah infeksi yang tak terdeteksi. Mereka menemukan sebanyak 0,7 persen kasus positif. Begitu pula dengan 13 persen kelompok dengan risiko tinggi karena baru pulang dari luar negeri atau berdekatan dengan orang yang sedang sakit.

Satu kru kapal induk Theodore Roosevelt meninggal dunia karena Covid-19. “Angka kasarnya sekitar 40 persen simptomatik,” kata Deputi Komando Operasi Angkatan Laut, Wakil Admiral Phillip Sawyer.

Ia mengatakan rasionya mungkin berubah apabila kemudian ada perkembangan gejala. Sementara itu rumah sakit di New York memeriksa semua ibu hamil yang akan segera melahirkan dalam dua pekan ke depan.

Hampir sekitar 14 persen di antaranya terinfeksi Covid-19 tanpa gejala. Dari 33 kasus positif, sebanyak 29 kasus tidak mengalami gejala saat diperiksa walaupun kemudian terjadi beberapa perkembangan.

Sebelumnya semua penumpang dan awak kapal pesiar Diamond Princess diperiksa Covid-19. Hampir setengah orang yang dinyatakan positif tidak mengalami gejala saat diperiksa. Para peneliti memprediksi sekitar 18 persen di antaranya sama sekali tidak mengalami gejala hingga sembuh.

Pemeriksaan Covid-19 yang dilakukan dengan mencari virus di tenggorokan dan hidung melalui swab mungkin dapat melewatkan kasus positif. Seseorang yang dinyatakan negatif dalam pemeriksaan dapat positif keesokan harinya.

Ada juga kemungkinan gejala juga tidak muncul saat pemeriksaan tapi kemudian dirasakan. Dalam penelitian di Jepang, setengah dari orang yang terinfeksi tapi tak mengalami gejala saat diperiksa tak lama kemudian merasa sakit.

Sumber: republika.co,id

Pengamat Nilai Tenaga Pendidik Berpotensi Jadi Mustahik Baru

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengamat Zakat Yusuf Wibisono menilai, kalangan tenaga pendidik yang terdampak situasi wabah Covid-19 memang dimungkinkan untuk menjadi penerima bantuan dari lembaga zakat.

Khususnya bagi lembaga-lembaga zakat yang selama ini mengutamakan program pendidikan.

“Jadi dimungkinkan bagi beberapa lembaga zakat yang porsi anggaran program pendidikannya besar. Porsi anggaran ini bisa diperbesar untuk membantu tenaga pendidik yang sekarang jatuh miskin,” tutur Peneliti Senior Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia itu, Senin (20/4).

Yusuf melihat, rata-rata lembaga zakat membagi alokasi dana berdasarkan program.

Ada yang mengutamakan program ekonomi, program kesehatan, dan pendidikan.

Lembaga yang mengutamakan program pendidikan biasanya membagi porsi yang cukup besar untuk program tersebut yakni mencapai 50 persen.

“Lembaga zakat yang selama ini fokus di pendidikan seperti Rumah Zakat, yang perhatiannya untuk pendidikan cukup besar. Lalu Rumah Yatim yang arah ke pendidikannya juga besar, atau yang basisnya pesantren seperti Baitul Maal Hidayatullah, atau juga LazisMu, yang juga sangat kuat menaruh perhatian di program pendidikan,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

Al Irsyad Al Islamiyyah Bantu Guru Ngaji dan Marbot Masjid

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Dewan Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memastikan telah membantu memenuhi kebutuhan dhuafa dan para pemakmur masjid di lingkungan masjid Al-Irsyad.

Selain mereka Al-Irsyad telah memenuhi hak-hak para guru di semua jenjang sekolah Al-Irsyad.

“Demikian juga dengan guru-guru qiroati yang menjadi mata kurikulum di semua jenjang sekolah-sekolah Al-Irsyad Al-Islamiyyah tetap mendapatkan haknya,” kata Ketua Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Al-Jaidi, saat dihubungi, Senin (20/4).

Karena kata KH Abdullah, guru-guru qiroati itu sebagai pengajar, mereka berada secara struktural sebagi tenaga kependidikan di setiap jenjang pendidikan sekolah di bawah naungan organisasi masyarakat (Ormas) Islam Al-Irsyad. Untuk itu itu Al-Irsyad sangat memperhatikan hak-hak para guru meski tidak mengajar di kelas selama pandemi.

“Mereka tetap diberbadayakan memimpin kegiatan pendidikan kepada para peserta didik secara online dan menggunakan media WhatsApp melalui jaringan wali kelas bersama orang tua murid masing-masing kelas atau kelompok,” katanya.

Kiai Abdullah memastikan, semua proses belajar mengajar termasuk pemberian tugas dan kegiatan pendukung tetap berjalan secara terpadu menggunakan media sosial, aspek monitoring kualitas pembalajaran tetap berlangsung dengan cara yang sama.

Dia mengimbau umat Muslim khususnya guru-guru di sekolah Al-Irsyad untuk sabar dan tawakal, berserah diri serta berdoa kepada Allah agar wabah ini segera berakhir menjadi jalan keluar yang terbaik.

Namun, tawakal hendaknya diiringi dengan ikhtiar, selain mengikuti arahan dan petunjuk dari pemerintah, juga terus bersinergi bersama elemen masyarakat di wilayah masing-masing.

Sumber: republika.co.id

Gandeng ACT, Vivo Bagikan 150 Ribu Masker

JAKARTA(Jurnalislam.com)- vivo Indonesia terdorong untuk membantu penanggulangan pandemi Novel Coronavirus dengan memberikan bantuan sejumlah 150.000 masker melalui organisasi nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Donasi ini telah didistribusikan kepada masyarakat di beberapa lokasi yang menjadi titik implementasi program pencegahan Novel Coronavirus oleh ACT.

Tyas Rarasmurti, Senior PR Manager vivo Indonesia menyatakan memahami bahwa saat ini Kita semua sedang dalam kondisi yang sulit.

“Sebagai bagian dari komunitas dan juga masyarakat kami berusaha melakukan sebuah kontribusi untuk Indonesia yang kami harapkan dapat membantu meringankan, menambah kekuatan dan menyebarkan semangat bagi kita semua untuk menghadapi masa ini.” Mewakili PT vivo Mobile Indonesia, Tyas menyerahkan langsung bantuan masker siap pakai ini di kantor ACT untuk kemudian didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

Setelah penyerahan donasi dilakukan, Tim ACT bergerak ke titik-titik lokasi untuk menyasar masyarakat prasejahtera dan warga lanjut usia yang saat ini amat membutuhkan masker untuk melindungi diri mereka dari penyebaran novel coronavirus serta para pekerja informal yang masih harus bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan harian di masa pandemik ini. Sampai dengan hari ini ACT telah mendistribusikan sejumlah 150.000 melalui tim implementasi di area DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Sukabumi.

Satgas Covid-19 MUI Salurkan Ratusan Paket Sembako

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan bantuan kemanusian berupa paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut berupa 120 paket sembako untuk warga RT 10 dan RT 11 Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Penyerahan yang berlangsung di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (20/4), dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Satgas Covid-19 MUI Divisi Penyaluran Bantuhan, KH Najamuddin Ramly didampingi anggota Divisi Penyaluran Satgas Covid-19 MUI, Ustaz Said Al Idrus kepada perwakilan warga kedua RT tersebut.

Ustaz Najamuddin menjelaskan, ini merupakan penyerahan bantuan kemanusiaan perdana Satgas kepada warga terdampak yang tinggal di sekitar Kantor MUI Pusat.

Dia mengatakan, bantuan berupa paket sembako merupakan salah satu program Satgas Covid-19 MUI, di samping program lain berupa edukasi spiritual secara daring.

Dia berharap bantuan sederhana ini bisa meringankan beban hidup di tengah pandemi wabah Covid-19. Apalagi sebentar lagi puasa Ramadhan tinggal beberapa hari lagi.

“Semoga rakyat dan umat Islam bisa menjenakan amaliyah Ramadhan dengan tenang dan bahagia,” ujar Ustaz Najamuddin yang juga Wakil Sekretaris Jenderal MUI ini.

Ustaz Said Al Idrus menambahkan, bantuan seurpa juga diberikan untuk warga di daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan sebanyak 100 paket sembako.

Dia mengatakan, untuk menunjang kelancaran distribusi bantuan ke warga terdampak, pihaknya melibatkan relawan dari DPP BKPRMI. Tim gabungan akan memastikan bantuan diterima langsung oleh mereka yang berhak.

Menurut dia, keterlibatan tim BKPRMI dalam misi sosial penyaluran bantuan Satgas Covid-19 MUI murni panggilan hati untuk berkhidmat kepada para ulama.

“Kita ingin bersama ulama membantu umat yang memang membutuhkan sentuhan MUI, kami siap dan insya Allah apa yang dikerjakan berkah,” ujar dia.

Ribuan masker
Secara terpisah, pada akhir pekan lalu, Satgas Covid-19 MUI menerima bantuan berupa 6.000 masker, 10 ribu bungkus biskuit, dan 5.000 minuman ringan.

Anggota Divisi Penggalangan Dana Satgas Covid-19 MUI, N Fitri Ani Gayo, menjelaskan bantuan tersebut berasal dari PT Mayora Indah Tbk. Bantuan masker akan diserahkan untuk tenaga medis, sementara bantuan makanan akan diberikan kepada warga terdampak.

Dia mengatakan, penggalangan dana Satgas fokus pada dua program yaitu bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi dan kedua berkerjasama dengan sejumlah korporasi.

Satgas Covid-19 MUI, kata dia, juga melakukan penggalangan dana dari para donator melalui “Berseri” (Bersedekah Seratus Ribu). “Kami mengajak masyarakat berpartipasi membantu dhuafa terdampak wabah,” ujar dia. (MUI)