Ramadhan di Tengah Pandemi, Saatnya Tingkatkan Ibadah Sosial!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menyongsong bulan suci Ramadhan tahun ini, Rabithah Alawiyah mendorong anggotanya dan umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sosial.

 

Masyarakat diminta membantu orang-orang yang terdampak ekonominya akibat Covid-19.

Adanya Covid-19 ini, menurut Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Umar Smith, membawa dua dampak dalam kehidupan masyarakat.

 

Pertama dampak secara medis, dimana banyak yang terpapar virus dan melemahkan imun mereka. Dampak kedua, yaitu masalah sosial yang muncul karena masyarakat kecil terganggu aktivitas ekonominya

“Saat ini menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk beribadah secara sosial. Berbondong-bondong membantu saudara-saudara sesama bangsa Indonesia yang terdampak dengan adanya virus ini,” ujarnya, Kamis (23/4)

Dalam Hadits Qudsi, Allah SWT bersabda, “Aku (Allah SWT) bisa ditemui di sisi orang yang sedang sakit, orang-orang yang kelaparan, dan mereka yang menderita.” Umat Muslim diwajibkan bergerak dalam kegiatan yang bersifat membantu saudara sesama yang lemah, dari sisi ekonomi maupun yang lain.

Dalam segi fikih, ia menyebut, ibadah sosial lebih diutamakan dari pada ibadah individual. Karenanya, dalam bulan penuh pahala ini, program-program Rabithah diarahkan ke sana. Setiap anggotanya, diminta untuk mengerahkan bantuan kepada yang membutuhkan.

Cabang Rabithah di Indonesia yang berjumlah 68, diperintahkan untuk mulai mengambil sikap membantu masyarakat. Bantuan sosial yang diberikan diharap dapat meringankan kehidupan sehari-hari mereka.

Selain bantuan kepada masyarakat, yang tidak kalah penting saat ini adalah memberi perhatian dan bantuan kepada petugas medis. Banyak di antara mereka harus berjuang di lini terdepan, tanpa menggunakan peralatan pelindung diri yang memadai.

“Rabithah menggalang dana untuk membeli APD, masker, serta vitamin. Bantuan ini akan disalurkan ke rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai rujukan penanganan pasien positif Covid-19,” ujar Habib Zen.

Tak hanya memberikan bantuan kepada rumah sakit, Rabithah juga menyasar lembaga atau laboratorium yang melakukan riset dan pengecekan terhadap virus ini. Salah satunya yang disasar adalah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME).

Untuk membantu mengurangi penyebaran virus Covid-19, Rabithah telah mengeluarkan imbauan. Seluruh anggota diminta mengikuti perintah yang dikeluarkan pemerintah dan rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Rekomendasi yang dikeluarkan diyakini pasti memiliki dasar-dasar fikih dan dalil yang kuat.

Sumber: republika.co.id

Ketersediaan APD Minim, Dokter Inggris Resmi Gugat Pemerintah

LONDON(Jurnalislam.com) — Sebanyak dua dokter dari Inggris melayangkan tuntutan secara hukum terhadap pemerintah karena kurangnya alat pelindung diri (APD).

 

Padahal tenaga medis merupakan garis terdepan dalam melawan virus korona.

Masalah APD untuk dokter dan perawat merupakan salah satu masalah yang telah menggerogoti pemerintah.

 

Keterbatasan hingga kualitas APD yang tidak cukup baik membuat nyawa petugas kesehatan terancam.

Pengacara untuk dua dokter yang mengajukan tuntutan ini menulis surat kepada Menteri Kesehatan Matt Hancock pada Kamis (23/4).

 

Mereka menuntut peninjauan mendesak terhadap pedoman APD resmi dan mengeluh tentang bagaimana perangkat tersebut dapat digunakan.

“Adalah tugas pemerintah untuk melindungi petugas kesehatannya, dan ada kecemasan besar di antara staf sehubungan dengan protokol keselamatan yang tampaknya berubah tanpa sajak atau alasan,” kata Meenal Viz dan Nishant Joshi, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui firma hukum Bindmans.

Viz adalah tenaga ahli klinis dalam kedokteran dan Joshi adalah dokter umum peserta pelatihan. Keduanya bekerja di Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang dikelola pemerintah. Sejauh ini, 69 orang yang bekerja untuk NHS telah meninggal karena Covid-19.

Pasangan dokter ini mengatakan, pedoman APD Inggris tidak sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi tersebut membuat petugas layanan kesehatan berisiko lebih besar tertular virus, menepatkan dalam kondisi tidak jelas, dan mengakibatkan praktik tidak konsisten.

Tuntutan yang dilayangkan itu menginginkan pedoman tersebut diubah agar konsisten dengan standar WHO. Cara itu akan memperjelas risiko terkait dengan penggunaan berbagai jenis APD dan memperjelas hak staf untuk menolak bekerja di mana petugas medis menganggap APD tidak memadai.

 

Sumber: republika.co.id

Imam Masjid Washington Sebut Tahun Ini Bisa Jadi Ramadhan Terbaik

AMERIKA(Jurnalislam.com) — Bulan suci Ramadhan dimulai di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

 

Akibatnya, umat Islam di seluruh dunia tidak bisa merayakan buka puasa bersama selama Ramadhan.

 

Sebaliknya, mereka akan menghabiskan hari-hari puasa yang panjang di rumah mereka.

Namun, Imam Masjid Washington DC, Talib Shareef memiliki prediksi yang mengejutkan.

 

Dia mengatakan bagi sebagian orang ini akan menjadi Ramadhan terbaik yang pernah ada.

Imam Shareef membayangkan pada bulan ini setiap keluarga lebih akrab karena orang tua dan anak-anak berbuka puasa dan sahur setiap hari di rumah.

 

“Saya membayangkan satu bulan ketika orang-orang akan mendapat waktu untuk membaca seluruh Alquran,” kata Imam Shareef, dilansir dari Washington Post, Kamis (23/4).

Ia juga membayangkan bulan ketika umat Islam mengemas kalender sosial mereka.

 

Tidak lagi ada pesta tatap muka. Sebagian besar Muslim memulai Ramadhan pada Kamis (23/4) malam.

Di Masjid di Virginia Utara di sebelas lokasi biasanya menyelenggarakan shalat taraweh dengan jamaah sekitar 4.000 sampai 7.000 orang.

 

Pada Jumat, jamaah akan lebih banyak mencapai sekitar 9.000 orang. Sementara saat shalat Idul Fitri jamaah mencapai 25 ribu orang.

Tahun ini masjid-masjid akan kosong, termasuk fasilitas baru yang rencananya akan digunakan untuk Ramadhan tahun ini.

 

Tapi staf masjid dan sukarelawan telah merencanakan kelas, program anak-anak, bacaan Alquran dan azan selama Ramadhan.

 

Mereka berencana menggunakan Zoom, WebEx, Tim Microsoft, Google, dan Facebook.

Nampaknya banyak masyarakat Muslim yang antusias mengikuti program Ramadhan.

 

Terbukti kelas Ramadhan selama empat jam yang disiarkan langsung oleh masjid pada Sabtu lalu menarik 17 ribu penonton.

Jamaah yang sebagian besar terdiri dari para profesional muda telah menyusun program kelas online, telepon dukungan, hotline kesehatan mental, layanan masyarakat, dan resep untuk membantu orang-orang menjalani puasa secara terpisah.

 

Anggota akan berkumpul dalam kelompok kecil dua kali sehari untuk bersosialisasi secara virtual dan melakukan panggilan telepon ke anggota tertua di Masjid Muhammad di Washington.

Sumber: republika.co.id

 

 

Larangan Mudik Diberlakukan, Jasa Marga Tutup Tol Japek Layang

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Menindaklanjuti surat dari Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia tanggal 23 April 2020, perihal Permohonan Penutupan Tol Layang Elevated, Jasa Marga sedang melaporkan rencana penutupan, kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang berwenang untuk memberlakukan penutupan jalan tol.

 

Informasi yang diterima dari Kepolisian, penutupan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated tersebut rencananya akan dimulai pada hari Jumat (24/04) pukul 00.00 WIB.

 

Sementara itu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek (jalur bawah) akan tetap beroperasi, namun diberlakukan beberapa titik penyekatan.

 

“Jasa Marga siap mendukung Kementerian Perhubungan dan Kepolisian, untuk memberlakukan penyekatan di beberapa titik di jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga, dalam rangka memastikan kendaraan yang lewat, sesuai dengan aturan yang ditetapkan Pemerintah,” kata Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head

PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Jasa Marga juga, katanya, mengimbau seluruh pengguna jalan tol kendaraan pribadi agar menaati peraturan yang ditetapkan Pemerintah terkait pelarangan mudik ini.

“Kami himbau agar beraktifitas di rumah saja, untuk menekan penyebaran covid-19,” tambahnya.

Penutupan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated ini juga akan disosialisasikan Jasa Marga melalui VMS yang ada di Jalan Tol Jabotabek, juga di akun media sosial Jasa Marga.

Untuk mengetahui informasi terkini terkait jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga, pengguna jalan tol juga dapat mengakses Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080.

TNI Apresiasi Kolaborasi ACT Bagikan Stok Pangan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Gerakan dan kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk penanganan wabah Covid-19, termasuk juga yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) lakukan bersama dengan Marinir TNI.

Kali ini, ACT menyerahkan 6 ton beras kepada Korps Marinir TNI AL pada hari Rabu (22/4) di Graha Marinir Panti Perwira, Senen, Jakarta Pusat.

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolik langsung dilakukan oleh Presiden ACT, Ibnu Khajar kepada Komandan Korps Marinir.

Menanggapi bantuan tersebut, Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) mengapresiasi semangat berbagi dari ACT.

Hal ini karena semangat ACT sejalan dengan program Marinir TNI AL yakni ‘Marinir Peduli, Marinir Berbagi’ yang telah diinisasi sejak awal pandemi Covid-19 merebak.

“Awal-awal wabah Covid-19 ini merebak, kita menginisiasi mulai dari pembagian masker, pembagian sarung tangan, serta sembako dari internal kami. Saat ini sudah banyak masyarakat peduli, termasuk dari tim ACT yang menawarkan kerja sama dengan Korps Marinir. Tentu saja ini sangat selaras dengan program kami,” kata Suhartono.

Sejauh ini, pihak Marinir TNI AL telah menyurvei titik-titik lokasi dan akan menentukan lokasi distribusi bantuan. Suhartono pun optimis bantuan-bantuan ini dapat meringankan beban mereka yang ekonominya terdampak Covid-19.

“Minimal bisa meringankan kesulitan mereka dalam hal penyiapan sembako. Ke depan akan selalu kita ajak saudara-saudara atau relawan-relawan yang bergerak dalam bidang sosial ini untuk bekerja sama dan akan kita salurkan. Kita punya fasilitas, kita punya personel, kita bisa membantu menyalurkan kepada mereka-mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Sebelumnya, ACT juga berkolanorasi tidak hanya dalam Operasi Pangan Gratis, namun juga program Layanan Antar Pangan Gratis yakni Humanity Careline dengan Kodam Jaya.

Aster Kasdam Jaya Kolonel  Inf. Jacky Ariestanto menjelaskan, pihaknya akan memberi dukungan dengan membuka posko-posko di lima Kodim di Jakarta. Humanity Careline menjadi turunan Operasi Beras Gratis yang diluncurkan bersama TNI awal April lalu.

Publik pun dapat menghubungi Humanity Careline di nomor 0800 1 165 228. Layanan antar pangan ini akan tersedia bagi masyarakat prasejahtera yang sangat membutuhkan.

Kolaborasi ACT dan Marinir TNI AL Siap Distribusikan 6 Ton Beras

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Gerakan dan kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk penanganan wabah Covid-19, termasuk juga yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) lakukan bersama dengan Marinir TNI.

Kali ini, ACT menyerahkan 6 ton beras kepada Korps Marinir TNI AL pada hari Rabu (22/4) di Graha Marinir Panti Perwira, Senen, Jakarta Pusat.

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolik langsung dilakukan oleh Presiden ACT, Ibnu Khajar kepada Komandan Korps Marinir.

Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan penyerahan beras kepada Korps Marinir TNI AL adalah bagian dari rangkaian program Operasi Pangan Gratis yang telah dijalankan ACT beberapa waktu lalu untuk merespon dampak Covid-19 dari sisi pangan.

Selain itu, kolaborasi ini juga merupakan rangkaian dari kerja sama ACT bersama TNI yang sempat melepaskan 1.000 ton beras untuk daerah Jabodetabek beberapa waktu lalu.

“Setelah sebelumya bekerjasama dengan Kodam, akhirnya hari ini bisa silaturahim ke Korps Marinir dan langsung bersama bapak Komandan Korps Marinir bisa mengadakan acara seremonial untuk serah terima bantuan. Mungkin di tahap awal ini sekitar 6 ton yang kami amanatkan kepada bapak-bapak Marinir untuk bisa dibagikan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan,” jelas Ibnu.

Melalui program ini, ACT menargetkan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang ekonominya terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti pekerja harian dan berbagai pekerja serabutan atau masyarakat akar rumput lainnya. Terlebih, dalam waktu dekat, bulan Ramadan akan segera tiba.

“Alhamdulilah, hari ini adalah acara yang tepat karena beberapa hari ke depan akan bertemu dengan Ramadan. Dan insyaallah, dengan spirit ‘Marinir Peduli, Marinir Berbagi’, dan spirit program Operasi Pangan Gratis ACT, kami sampaikan bantuan logistik pangan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Ibnu.

Menanggapi bantuan tersebut, Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) mengapresiasi semangat berbagi dari ACT. Hal ini karena semangat ACT sejalan dengan program Marinir TNI AL yakni ‘Marinir Peduli, Marinir Berbagi’ yang telah diinisasi sejak awal pandemi Covid-19 merebak.

Siswi TK Islamic Center Purwodadi Sumbangkan Tabungan Uang Koin untuk APD

GROBOGAN (Jurnalislam.com)- Aksi siswi TK Islamic center Purwodadi bernama Qaila Mazaya Nur Labibah patut dijadikan tauladan.

 

Usianya yang baru 6 tahun, Ia menyerahkan seluruh tabungan berupa uang pecahan koin kepada Lazis Muhammadiyah Grobogan untuk membantu membeli Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

 

Penyerahan sumbangan tersebut berupa pecahan recehan senilai Rp 855.000 ribu setelah celengan Zahya, panggilan akrabnya itu dibuka dan langsung diserahkan ke Lazis Muhammadiyah Grobogan, Jalan KH Ahmad dahlan No. 2 Purwodadi pada Kamis, (23/4/2020).

 

Zaya mengatakan, sumbangan ini diserahkan secara ikhlas untuk membantu tim medis yang bekerja sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Selain itu, sebagai tambahan membeli APD bagi tenaga paramedis.

 

“Untuk bantu belikan kakak dokter dan perawat baju (APD) di puskesmas dan rumah sakit. Tetap semangat kakak dokter,” ucap Zahya kepada Lazis Muhammadiyah Grobogan.

 

Direktur Lazis Muhammadiyah Grobogan, Andik Waluyo, SE,seusai menerima sumbangan tersebut menuturkan, apa yang dilakukan Zaya adalah bentuk respon cepat terhadap kondisi yang dihadapi Indonesia saat melawan korona.

 

Selain mengharukan, perbuatan anak-anak ini juga menginspirasi karena bisa membuat orang lain termotivasi berbuat kebaikan.

 

“Patut mendapat apresiasi, Zaya di usia masih sangat muda ini sudah peduli akan kemanusiaan. Kami sangat salut dan bangga serta berterima kasih atas sumbangan yang diberikan,” ucapnya.

 

Semoga tauladan adinda Zahya ini mampu menginspirasi dan memberikan contoh kepada segenap lapisan masyarakat terkhusus masyarakat yang mampu sehingga berkenan berbagi di tengah kondisi kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan ini. Saat nya yang kaya membantu yang miskin dengan saling berbagi dan berdonasi.

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1441H Jatuh pada 24 April 2020

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1440H jatuh pada Jumat, 24 April 2020. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam telekonferensi pers usai Sidang Isbat Awal Ramadan 1440H, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jln. MH Thamrin, Jakarta.

Di tengah pandemi Covid-19, sidang digelar dengan kehadiran peserta yang terbatas. Hadir di Kementerian Agama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Plt Sekjen Kemenag Nizar, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas, namun melalui aplikasi pertemuan dalam jaringan (daring).

“Peserta Sidang Isbat secara mufakat bersepakat bahwa 1 Ramadan jatuh pada esok hari, Jumat, 24 April 2020,” tutur Menag di Jakarta, Kamis (23/04).

Kesepakatan ini menurut Menag, diambil setelah peserta sidang mendengarkan pelaporan hasil rukyat (pemantauan) hilal dan memperhatikan perhitungan hisab (astronomis). “Keduanya saling memperkuat,” jelas Menag.

Secara astronomis, pada hari pelaksanaan rukyat, 23 April 2020, saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 2 derajat 41 menit hingga 3 derajat 44 menit.

Data astronomis (hisab) ini kemudian dikonfirmasi melalui rukyatul hilal yang dilakukan pada 82 titik di 34 provinsi di Indonesia. Menurut Menag, ada enam petugas rukyat yang menyampaikan kesaksiannya di bawah sumpah, bahwa mereka melihat hilal. Petugas rukyat tersebut melihat hilal pada lokasi pemantauan di Gresik (2 orang), Pasuruan, dan Bojonegoro (3 orang).

“Setidaknya ada enam petugas rukyat yang menyampaikan kesaksiannya telah melihat hilal,” imbuh Menag.

“Oleh karenanya dengan dua hal tadi, mengetahui posisi hilal dan mendengar kesaksian petugas kita, maka seluruh peserta sidang isbat secara mufakat bersepakat bahwa 1 Ramadan 1440H, jatuh pada esok hari Jumat, 24 April 2020,” tegas Menag.

Berikut daftar petugas rukyat yang memberi kesaksian melihat hilal awal Ramadan 1441H:

1. KH Ihwanuddin (45), anggota Lembaga Falak PCNU Gresik, Jawa Timur.
2. KH Ach Asyhar (55), guru Pesantren Al Fatih Surabaya.

Keduanya memberi kesaksian telah melihat hilal dan telah disumpah oleh Drs H Muchiddin, Hakim Pengadilan Agama Kab Gresik.

3. Shofiul Muhibbin Umar (51), guru Ponpes Sidogiri menyatakan melihat hilal dan telah disumpah Dr. HM. Arufin, SH, M Hum, Hakim Pengadilan Agama Kab Pasuruan, Jawa Timur.

4. KH Moch Tuhri (69), wiraswasta asal Bojonegoro, Jawa Timur.
5. Ardana Himawan (32), PNS Kemenag Kab Bojonegoro, Jawa Timur
6. Malik (56), anggota Badan Hisab Rukyat Kab Bojonegoro

Ketiganya menyatakan telah melihat hilal dan telah disumpah oleh Drs. H Bahrul Ulum, Hakim Pengadilan Agama Kab Bojonegoro.

Lazismu Grobogan Salurkan Paket Sembako dan Bibit Sayuran

GROBOGAN (Jurnalislam.com)- Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk berdiam di rumah. Demikianlah salah satu ikhtiar meminimalisir penyebaran virus corona. Tak ayal, banyak masyarakat terkena dampaknya.

Menurut Andik Waluyo, SE selaku Direktur LazisMu Grobogan, dengan adanya pemberlakuan stay at home atau di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus corona, maka tentunya berdampak pula terhadap perekonomian masyarakat.

Lanjutnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan di tengah mewabahnya pandemi virus Corona (Covid-19), Lazis Muhammadiyah Grobogan bekerjasama dengan Aisyah dan Ortom adakan kegiatan peduli kepada warga masyarakat terdampak Covid-19 dengan Pembagian Paket Sembako dan Bibit Sayuran Sebanyak 500 Paket Sembako yang terdiri Beras, Mie, Gula dan Ikan dalam satu paket sembako, Rabu(22/4/2020)

Pembagian sembako kepada warga terdampak Korona itu merupakan wujud kepedulian Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Grobogan untuk meringankan beban warga masyarakat.

“Maka dari itu, untuk mengatasi kesulitan masyarakat, Muhammadiyah dan Aisyiyah Bersama LazisMu dan Segenap Ortom Muhammadiyah Grobogan adakan pembagian sembako,” jelas Agus Safarudin yang merupakan Anggota Divisi Program Lazis Muhammadiyah Grobogan.

Kegiatan Pembagian paket Sembako Sebagai Bekal di rumah saja ini, merupakan respon gerak Muhammadiyah Grobogan yang ke-2 setelah beberapa waktu lalu dilakukan pembagian paket sembako, masker dan hand sanitizer serta penyemprotan desinfektan di Gedung-gedung sekolahan, Masjid dan rumah-rumah warga, ditambahkan Supriyadik selaku relawan muhammadiyah Grobogan.

Dalam kegiatan pembagian paket sembako dan bibit sayuran tersebut, juga dilakukan sosialisasi agar masyarakat mematuhi himbauan pemerintah. Mengingat hal itu diperlukan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona agar tidak meluas.

Baitul Wakaf Luncurkan Program Ramadhan Produktif

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Baitul Wakaf sebagai nazhir wakaf produktif dari Laznas BMH yang dibentuk Hidayatullah menggelar launching Program Ramadhan Produktif, Sebulan Pahala, Sejuta Manfaat bersama sejumlah media dan narasumber melalui meeting online, Rabu ( 22/04/2020).

Dengan tema Ramadhan Produktif merupakan upaya untuk melakukan edukasi tentang wakaf produktif di bulan Ramadan sekaligus mengajak umat islam tetap produktif dalam mengisi Ramadan meski dalam kondisi ditengah ujian wabah yang melanda negeri.

“Ramadan produktif merupakan program yang bertujuan memberikan manfaat yang seluas luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pengelolaan wakaf ditengah kondisi pandemi wabah ini termasuk menjadi tantangan tersendiri bagi nazhir wakaf berperan,” ujar Direktur Baitul Wakaf Rama WIjaya.

Menurut Rama, meningkat serta cepatnya wabah Covid-19 menyebar membuat organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai pandemi global.

Sehingga, dalam waktu singkat banyak yang terpapar virus, tertular bahkan meninggal dunia. Termasuk pemberlakuan social distancing dan PSBB telah diterapkan di sejumlah daerah.

“Kondisi wabah telah menggoyang stabilitas ekonomi. Yang paling merasakan dampaknya adalah golongan ekonomi lemah, miskin dan dhuafa. Maka, ini membuat Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagaimana saat ini kita tidak hanya beribadah ritual untuk diri sendiri tapi kami mengajak untuk meringankan beban sesama yang terdampak wabah agar juga bisa beribadah dengan tenang. Inilah essensi Ramadhan Produktif,” jelas Rama.

Rama menyebutkan sejumlah even yang tengah dijalankan Baitul Wakaf dalam meningkatkan peran wakaf dalam berkontribusi dalam berbagai sektor. Diantara program Ramadhan produktif adalah pembangunan Rumah Sakit, Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Minimarket, Wakaf Peternakan, hingga Wakaf Sosial Pendidikan.

Program yang telah berjalan akan dikolaborasikan dalam membantu penanganan dampak COVID 19, baik dari sektor pangan, pendidikan, kesehatan hingga ekonomi. Tentunya juga perlu dorongan dan kesadaran dari masyarakat luas dalam berwakaf agar manfaat yang diberikan bisa lebih besar kedepan.

Saat ini untuk berwakaf sudah sangat mudah dilakukan bisa dimana saja dan kapan saja. Maka semua bisa ambil peran. Saat kondisi makin sulit, maka diperlukan banyak orang baik membantu dan ambil bagian. Saatnya Ramadhan kita tahun ini Ramadhan Produktif membantu sesama.