Kritik Pemerintah, MUI: Seakan Investasi Lebih Penting dari Nyawa

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi mengkritik kinerja pemerintah dalam menangani pandemi corona.

 

Muhyiddin memandang pemerintah tidak tegas menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Muhyiddin mengingatkan pemerintah wajib mendengar aspirasi umat Islam dalam memutus rantai penyebaran pandemi covid 19. Sebagai the biggest stake holder di negara ini, suara umat Islam ialah representasi demokrasi langsung yang seharusnya direspon.

Muhyiddin menekankan kepatuhan rakyat dalam menyukseskan PSBB tak akan berhasil jika sikap pemerintah selalu mendua. Ia menyoroti kabar kedatangan TKA China yang terus mengalir tanpa ada sanksi.

“Bahkan cenderung mendapat dukungan dari para pejabat tinggi negara, ini perlawanan terhadap kehendak rakyat dan jelas melanggar kedaulatan negara. Nampaknya seakan kita sudah tersandera akibat rayuan dan tipu daya Cina lewat investasi besarnya di Indonesia,” kata Muhyiddin dalam siaran pers, Rabu (29/4).

Muhyiddin menyampaikan MUI bertanggungjawab moral menyuarakan kebenaran dan menegakkan keadilan. Walau suara MUI menurutnya, tak senantiasa direspon baik oleh pemerintah.

“Menafikan apalagi menegasikan aspirasi umat Islam justru sangat kontra produkti bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakannya di tingkat grass root, bahkan akan muncul ketidakpatuhan sipil secara masif,” tegas Muhyiddin.

Kritik MUI ialah bentuk perhatian pada tanah air. Muhyiddin merasakan kesan di masyarakat bahwa kebijakan PSBB tak serius. Dia menilai, PSBB cenderung gamang jika berhadapan dengan kekuatan para pemilik modal atau konglomerat utama di negeri ini.

“Seakan penyelamat aset dan investasi mereka lebih penting daripada penyelamatan nyawa dan kedaulatan NKRI,” ujar Muhyiddin.

 

Tahanan Muslim di AS Tak Dapat Hak Berpuasa Ramadhan

VIRGINIA(Jurnalislam.com) — Sejumlah tahanan Muslim di Virginia, negara bagian Amerika Serikat (AS), tidak mendapatkan hak mereka berpuasa selama bulan suci Ramadhan.

Tiga kelompok hak asasi manusia mengatakan, manajemen penjara tersebut cenderung mengabaikan dan mempersulit mereka untuk berpuasa.

Ketiga kelompok HAM itu di antaranya Muslim Advocates, the Islamic Circle of North America’s Council for Social Justice, dan the Virginia Prison Justice Network.

Mereka mengatakan, beberapa narapidana di Wallens Ridge State Prison juga diabaikan haknya untuk menjalani Ramadhan, lantaran mereka belum terdaftar sebagai Muslim.

Kelompok HAM itu pada Selasa (28/4) mengatakan otoritas penjara telah memerintahkan imam penjara untuk secara sewenang-wenang menolak permintaan bahwa beberapa narapidana ditempatkan pada ‘Daftar Ramadhan’.

Menurut mereka, jika seorang tahanan tidak ada dalam daftar tersebut, mereka tidak akan dapat menerima makanan untuk sahur atau saat waktu berbuka puasa tiba. Karena itu, mereka dilarang berpuasa di siang hari.

“Sangat mengejutkan kita masih harus memperjuangkan hak-hak dasar untuk beribadah. Ramadhan adalah bulan paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia dan Konstitusi AS memberi tahanan Muslim hak untuk menjalankan puasa. Ini seharusnya tidak perlu diminta, tetapi sayangnya, beginilah yang terjadi,” kata Direktur Komunikasi dan Penjangkauan untuk Dewan ICNA untuk Keadilan Sosial, Rameez Abid, dalam sebuah pernyataan, dilansir di Middle East Eye, Rabu (29/4).

Meskipun telah mengadvokasi hak tahanan Muslim untuk menjalani Ramadhan di Virginia tahun lalu, kelompok HAM itu mengatakan mereka khawatir beberapa masalah yang sama terulang.

Staf Pengacara Muslim Advocates, Nimra Azmi, mengatakan bahwa tahun lalu mereka pernah memperingatkan Departemen Pemasyarakatan Virginia tentang kebijakan yang mencegah Muslim yang dipenjara di seluruh negara bagian untuk menjalani Ramadhan.

Yang mengejutkan, kata dia, banyak masalah dari itu masih ada hingga kini.

“Hak orang yang dipenjara untuk menjalani Ramadhan dilindungi oleh hukum dan Konstitusi AS. Terutama karena bulan suci Ramadhan sekarang berlangsung, pejabat negara bagian Virginia harus mengambil langkah segera untuk memastikan bahwa semua tahanan Muslim dapat menggunakan hak konstitusional mereka untuk beribadah,” kata Azmi.

Sumber: republika.co.id

 

Aa Gym: Perbanyak Pergaulan dengan Kaum Dhuafa

JAKARTA(Jurnalislam.com) — KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyarankan agar kita lebih banyak bergaul dengan fakir miskin dan dhuafa.

Karena hal itu, menurutnya, dapat menghidupkan dan dapat meningkatkan solidaritas kita kepada sesama manusia, terutama kepada orang-orang yang lemah dalam hal ekonomi.

“Sekarang latihan kita semua adalah mari kita lebih sering bergaul dengan saudara-saudara kita yang pahit hidupnya, yang fakir, miskin dan mereka  bergaulnya itu asli,” kata Aa Gym saat menyampaikan Syiar Dakwah Ramadhan “Solidaritas Umat” yang disiarkan Komisi Dakwah MUI melalui Zoom Meeting, Rabu malam (29/4).

Aa Gym mengatakan jika kita menginginkan umat Islam semua bergerak dengan solidaritas, maka harus banyak bergaul dengan orang-yang lemah. Menurutnya, solidaritas umat Islam saat ini sudah bagus, namun mesti ditingkatkan lagi.

Alhamdulillah sekarang kita sudah bagus tetapi sebetulnya kalau kita dengar, potensi kita harusnya lebih bagus lagi,” ujarnya.

Pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid ini menyampaikan, ajakan banyak bergaul dengan orang miskin itu merupakan tujuh wasiat Rasulullah kepada sahabatnya Abu Dzar ra.

Dari tujuh wasiat Rasulullah kepada Abu Dzar, yang pertama adalah supaya mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka.

“Anjuran dekat dengan orang miskin ini seperti wasiat Rasulullah kepada Abu Dzar, di antara tujuh wasiatnya itu kan wasiat pertama cintai dan bergaullah dengan orang miskin,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Lembaga Filantropi Dukung Pembuatan Bilik Isolasi Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta (DRD DKI Jakarta) telah membuat tiga rancangan model bilik isolasi untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Lembaga-lembaga filantropi yang ada turut antusias ingin membantu pembuatan bilik tersebut.

“Sebelumnya kami sudah mengadakan pertemuan dengan lembaga filantropi, Alhamdulillah Baznas Bazis DKI akan ikut bantu, Rumah Zakat juga sudah mengupayakan daerah mana yang bisa dibantu, dan juga Baitul Maal Hidayatullah,” kata Ketua Gugus Tugas Mitigasi Covid-19 DRD Jakarta, Erick Yusuf melalui konfrensi pers lewat Zoom pada Rabu (29/4).

Adapun Bilik Isolasi Covid-19 berbasis Masyarakat (BICM) ini merupakan sumbangan dari Dewan Riset Daerah Jakarta sebagai bentuk kepedulian sekaligus perhatian dan upaya pencegahan wabah Covid-19 yang melanda Jakarta.

Desain tersebut lahir setelah studi ilmiah yang telah dilakukan selama satu bulan terakhir.

Erick mengatakan, nantinya bilik isolasi akan dibuat pilot project di Pademangan, Jakarta Utara bersama dengan Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19, Sandiaga Uno.

Bilik tersebut nantinya dapat menjadi contoh, sehingga dapat diikuti oleh daerah lainnya.

“Silahkan dilihat, di copy paste bisa menjadi salah satu solusi untuk daerah-daerah, yang banyak pemukiman padat dan miskin. Dan bisa kerja sama dengan lembaga-lembaga untuk pembuatan bilik, dan dipandu oleh DRD nanti akan seperti apa,” kata Erick.

BICM yang dibuat DRD DKI Jakarta, memiliki tiga model rancangan. Model pertama, dengan kapasitas 5-10 tempat tidur. Untuk tata letaknya disesuaikan dengan keadaan ruang terbatas yang tersedia, desain mengambil contoh berupa lapangan bulu tangkis.

Model kedua, kapasitasnya mencapai 20-30 tempat tidur. Bilik model ini didesain dengan ukuran yang lebih luas seukuran lapangan basket atau lebih, dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang yang memadai untuk melayani jumlah pasien yang banyak.

“Sedangkan Model ke tiga, kapasitas 80-100 tempat tidur. Bilik direncanakan seukuran lapangan sepak bola, fasilitas pendukung yang lengkap, mampu untuk menangani pasien dalam jumlah besar,” kata Erick Yusuf.

Sumber: republika.co.id

 

Penuhi Kebutuhan Beras, Humanity Careline Layani Masyarakat 24 Jam

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Di tengah krisis selama pandemi Covid-19, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menghadirkan beragam program pemenuhan kebutuhan pangan warga prasejahtera.

Salah satunya adalah program Humanity Careline yang akan mengantarkan pangan bagi warga terdampak wabah Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Humanity Careline hadir nomor panggil di 0800 1 165 228.

Humanity Careline atau Layanan Antar Pangan menjadi salah satu program andalan ACT sebagai turunan Operasi Pangan Gratis. Dalam proses pengiriman bantuan, ACT melibatkan ojek daring sebagai kurir paket pangan. Koordinator Program Humanity Careline Rizky Wihardi mengatakan, saat ini sistem Humanity Careline terus dikembangkan sehingga mampu melayani panggilan masyarakat selama 24 jam.

Hingga saat ini, total telepon yang masuk ke program Humanity Careline mencapai  11.249 penelepon. Lebih lanjut Rizky menjelaskan, jumlah jangkauan akan terus ditingkatkan.

Pertama, menambah jumlah line call dari 3 line menjadi 20 line, lalu targetnya kita akan tambah menjadi 50 line. Kedua, adanya penambahan periode pada jam operasional. Dari 8 jam, 12 jam, lalu sekarang 24 jam. Ketiga, dari segi sistem. Pada mulanya sistem operasi bersifat manual, lalu saat ini menjadi sistematis.

“Selama bulan Ramadan ini, selain menjadi medium untuk donasi umum, HCL akan menjadi medium untuk donasi zakat fitrah. Otomatis maka akan ada dua campaign yang berjalan. Dengan dua campaign ini insya Allah akan semakin masif bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat,” ungkap Rizky.

Untuk mempermudah proses pengantaran, ACT menempatkan titik pengantaran di beberapa wilayah.

Saat ini per harinya adalah 13 titik telah melibatkan dengan 600-an mitra ojol per hari. Semua beras akan diantar oleh pengemudi ojol kepada penerima manfaat Ojol yang diamanahkan pun dipesan melalui aplikasi yang biasa dijalankan.

Dengan menggunakan layanan ini, diharapkan tidak ada kerumunan yang terjadi.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah Gelontorkan 78 Miliar Rupiah untuk Penanggulangan Covid-19

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Dalam rangka penanggulangan wabah Covid-19 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) bahu membahu melaksanakan berbagai upaya untuk mendukung ketahanan komunitas baik internal kampus masing-masing, Persyarikatan Muhammadiyah, dan warga masyarakat pada umumnya.

 

Data yang dihimpun oleh Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) hingga 28 April 2020, PTMA seluruh Indonesia telah menggelontorkan stimulus penanggulangan Covid-19 senilai Rp 78.690.771.596.

 

Stimulus terbesar yang diberikan berupa keringanan biaya perkuliahan yang nilainya mencapai Rp 36.400.000.000 bagi 36.390 orang mahasiswa dan subsidi pembelajaran online senilai Rp 27.320.930.000 bagi 174.509 mahasiswa karena pembelajaran hanya bisa dilaksanakan secara daring guna mengikuti himbauan pemerintah untuk laksanakan physical distancing.

 

Pemberian potongan biaya kuliah total 36 miliar rupiah lebih tersebut diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang yang memberi keringanan biaya kuliah bagi semua mahasiswanya yang aktif sebesar 1 juta rupiah per mahasiswa.

 

Dilansir dari situs Universitas Muhammadiyah Malang, disebutkan bahwa potongan biaya kuliah diberikan kepada semua mahasiswa yang aktif di perkuliahan semester genap tahun 2019/2020 dan ganjil tahun 2020/2021 masing-masing 500 ribu per semester sehingga total sebesar 1 juta rupiah.

 

Sementara pemberian subsidi potongan biaya kuliah untuk mendukung pembelajaran daring dilakukan oleh beberapa universitas, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Muhammadiyah Magelang.

 

Adapun UMY memberi subsidi Rp 150.000 per bulan dari bulan Maret sampai Mei 2020, Unisa memberi subsidi pemotongan biaya SPP sebesar Rp 250.000 untuk semester gasal ini. Sementara UAD memberi pengurangan SPP sebesar Rp 200.000 dan UM Magelang memberi subsidi sebesar Rp 150.000 pemotongan biaya registrasi semester gasal tahun akademik 2020/2021.

 

Selain stimulus keringanan kuliah, dana besar lain adalah sumbangan kampus untuk layanan pasien rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebesar Rp 8.400.000.000, sumbangan untuk sahur dan takjil gratis dengan jumlah mencapai Rp 1.491.800.000, pemberian bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) senilai Rp 1.448.718.000.

 

Ragam bentuk kegiatan dalam rangka penanggulangan Covid-19 yang lain diantaranya pembuatan materi edukasi dalam beragam bentuk, bantuan wastafel portabel, pembuatan pembagian dan penyemprotan desinfektan, pemberian bantuan alat semprot desinfektan, puasa berbagi untuk anak yatim dan masyarakat kurang mampu, bantuan bagi guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah, pembuatan web info Covid-19, edukasi relawan, pembuatan bilik dekontaminasi, pemberian beasiswa bagi mahasiswa terdampak Covid-19, membuat call center, diskusi-diskusi daring yang melibatkan narasumber dari internal dan eksternal kampus hingga bantuan bagi WNI yang berada di luar negeri.

 

 

 

50 Persen Pengusaha Mengaku Tak Sanggup Bayar THR

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Kalangan pengusaha melakukan survei internal terutama dari sektor industri makanan dan minuman. Cukup mengejutkan, separuh dari pengusaha masih ragu mampu memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) 100% kepada para karyawannya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi S. Lukman bilang ini karena kinerja industri makanan dan minuman juga ikut terdampak pandemi corona. Sektor ini awalnya di luar dugaan tak kena imbas corona, tapi kenyataannya juga kena dampak, dari bahan baku hingga masalah logistik dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, selama pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang pendapatannya mengalami penurunan bahkan kehilangan sama sekali. Hal ini tentu berpengaruh terhadap penurunan penjualan produk makanan dan minuman (mamin).

Ia menyebutkan ada beberapa jenis produk yang mengalami peningkatan penjualan, namun kontribusi terhadap pertumbuhan sangat memang ada laporan meningkat seperti di beberapa marketplace seperti Tokopedia, Blibli, dan lain sebagainya, peningkatan naik antara 500% sampai 600%. Namun, basis perdagangan online itu masih sangat kecil hanya sekitar 1% sampai 2% porsinya dari total omzet.
Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan kepada para anggotanya, sekitar 71% pengusaha mengaku mengalami penurunan produksi hingga 40% secara umum.

“Survei lainnya ternyata 50% menyatakan ragu dan tidak yakin dalam menangani upah karyawan dan THR secara utuh dan 46% menyatakan masih bisa tahan sampai di atas lima bulan, sisanya hanya tahan sekitar satu sampai lima bulan,” jelas Adhi.

Sarman Simanjorang salah satu pengusaha di Jakarta yang sejak awal menggulirkan soal tidak semua pengusaha sanggup bayar THR di tengah kondisi sulit ini. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta ini mengatakan solusi dari THR adalah semua tergantung kesepakatan dan kondisi cashflow masing-masing perusahaan dengan para pekerjanya.

“Setidaknya ada tiga kriteria pertama apakah perusahaan itu mampu, kedua mampu tadi tidak sepenuhnya, atau pengusaha tidak mampu sama sekali. Kalau misalnya kesepakatannya dicicil tentu kembali ke kondisi keuangan perusahaan, dicicil berapa kali tentu perusahaan akan menghitung secara cermat dan melihat situasi dan kondisi stabilitas ekonomi,” kata Sarman, Selasa (28/4).

Sumber: cnbcindonesia

Kasus Corona Global Tembus 3 Juta Kasus

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)— Saat ini, pasien positif virus corona (COVID-19) di dunia sudah melewati 3 juta kasus. Menurut data Worldometers pada Rabu (29/4/2020) pukul 6:30 WIB, sudah ada 3.136.052 kasus terjangkit, 217.784 kematian, dan 953.034 pasien berhasil sembuh.

Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini awalnya muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019. Dalam kurun waktu 5 bulan, virus ini sudah menjalar ke 210 negara dan wilayah lain di seluruh dunia.

Awalnya, China Daratan merupakan episentrum awal penularan yang memiliki kasus terjangkit paling tinggi di dunia. Namun posisi tersebut direbut oleh Amerika Serikat dengan 1.035.396 kasus terjangkit, naik lebih dari 25 ribu kasus dalam sehari. Sedangkan kasus kematian ada 59.246, dan 141.951 kasus berhasil sembuh.

Posisi kedua ditempati oleh Spanyol dengan 232.128 kasus positif, 23.822 kasus kematian, dan 123.903 kasus berhasil sembuh. Kemudian ada Italia di posisi ketiga dengan 201.505 kasus positif, 27.359 kematian, dan 68.941 pasien berhasil sembuh.

Selanjutnya ada Prancis (165.911 positif, 23.660 kematian, 46.886 sembuh); Inggris (161.145 positif, 21.678 kematian, 813 sembuh); dan Jerman (159.912 positif, 6.314 kematian, 117.400 sembuh).

Menduduki posisi ketujuh, Turki memiliki 114.653 kasus positif, 2.992 kematian, 38.809 sembuh. Setelahnya ada Rusia (93.558 positif, 867 kematian, 8.456 sembuh) dan Iran (92.584 positif, 5.877 kematian, 72.439 sembuh).

China Daratan sendiri turun menduduki posisi ke-10 dengan 82.836 kasus positif, 4.633 kematian, 77.555 kasus berhasil sembuh.

Sumber: cnbcindonesia

Nilai Tukar Rupiah Masih Rp 15.300 Per Dollar AS

JAKARTA(Jurnalislam.com) Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di perdagangan pasar spot hari ini, mendekati level Rp 15.300/US$.

Pada Rabu (29/4/2020), US$ 1 dibanderol Rp 15.350/US$ di pasar spot. Rupiah menguat 0,2% dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 8:50 WIB, dilansir cnbcindonesia

Periode Kurs
1 Pekan Rp15.416
1 Bulan Rp15.501
2 Bulan Rp15.640
3 Bulan Rp15.796
6 Bulan Rp16.105
9 Bulan Rp16.325
1 Tahun Rp16.555
2 Tahun Rp17.568,0

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang terakhir diperbaharui Selasa kemarin pada pukul 14:59 WIB:

Periode Kurs
1 Bulan Rp 15.480
3 Bulan Rp 15.594

Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional yang terakhir diperbaharui Selasa kemarin pada pukul 14:50 WIB:

Bank Harga Beli Harga Jual
Bank BNI 15.294 15.594
Bank BRI 15.320 15.610
Bank Mandiri 15.370 15.630
Bank BCA 15.460 15.510
CIMB Niaga 15.492 15.552

KFC Tutup 97 Geraihya dan Rumahkan Karyawan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kentucky Fried Chicken atau KFC didirikan oleh Colonel Harland Sanders yang lahir pada 9 September 1890 ketika ia berumur 65 tahun. KFC adalah salah satu bisnis terbesar global industri pelayanan makanan dan secara luas dikenal di seluruh dunia dengan wajah Colonel Sanders sendiri.

Sementara itu di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk terpaksa menutup sejumlah 97 gerai seiring dengan adanya penutupan sementara terhadap pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Indonesia yang terdampak Covid-19.

Pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia ini didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang mendapat waralaba KFC di Indonesia. Perseroan memulai operasi restoran pertamanya pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.

Sukses membuka outlet pertama, kesuksesan outlet ini pun diikuti dengan pendahuluan outlet-outlet selanjutnya di Jakarta dan ekspansi area jangkauan hingga ke kota-kota besar di Indonesia. Keberhasilan pun terus diraih oleh KFC hingga menjadi bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan berpengaruh di Indonesia.

Di tambah lagi, bergabungnya Salim Group sebagai pemegang saham utama pada tahun 1990 ini telah menambah pengembangan Perseroan.

Hingga pada tahun 1993 tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta sebagai tahapan untuk semakin mendorong pertumbuhannya.

Kepemilikan saham beberapa mayoritas adalah 79,6% dengan pendistribusian 43,8% untuk PT Gelael Pratama dari Gelael Group, dan 35,8% untuk PT Megah Eraraharja dari Salim Group sedangkan saham minoritas (20,4%) didistribusikan untuk Publik dan Koperasi.

sumber: republika.co.id