Amerika Latin Berpotensi Jadi Episentrum Baru Corona

LIMA(Jurnalislam.com) — Sejumlah negara Amerika Latin melaporkan lebih dari 270 ribu kasus infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) dan terdapat lebih dari 14 ribu kematian terkait penyakit ini. Organisasi Kesehatan Pan American mengatakan, kawasan ini mengalami apa yang terjadi di Eropa pada enam pekan lalu.

Dilansir Aljazirah, meski sebagian besar kasus Covid-19 dilaporkan di negara seperti Brasil dan Peru, diperkirakan negara lainnya dapat mengalami peningkatan dramatis dalam beberapa pekan mendatang.

Seperti diketahui, pada Maret, Eropa dinyatakan sebagai episentrum pandemi virus corona jenis baru, yang mengakibatkan banyak negara di kawasan itu melakukan lockdown untuk mengendalikan penyebaran wabah.

Amerika Serikat (AS) kemudian juga dinyatakan sebagai episentrum Covid-19, dan saat ini jumlah kasus infeksi virus di negara itu menjadi yang tertinggi di dunia.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada kemungkinan episentrum wabah terus berubah. Selain Amerika Latin, kekhawatiran telah dinyatakan terhadap Afrika, yang juga dinilai berpotensi menjadi pusat wabah virus selanjutnya.

Sumber: republika.co.id

Dua Pekan Brunei Tanpa Penambahan Kasus Corona

BANDAR SERI BEGAWAN(Jurnalislam.com) – Pemerintah Brunei Darussalam melaporkan tidak ada kasus baru Covid-19 selama dua pekan lebih atau 16 hari berturut-turut. Kasus yang dikonfirmasi tetap pada angka 138 orang. Sementara ada tambahan untuk satu orang pasien sembuh dengan total pasien sembuh sebanyak 131 orang.

“Alhamdulillah, dengan rahmat Allah SWT, tidak ada kasus Covid-19 baru di negara ini. Oleh karena itu, jumlah total kasus Covid-19 di Brunei Darussalam tetap mencapai 138,” ujar Menteri Kesehatan Dato Seri Setia Dr Haji Mohd Isham bin Haji Jaafar, dikutip dari Borneo Bulletin, Rabu (6/5)

Mohd Isham menambahkan, jumlah kasus aktif masih dirawat di NIC, dua di antaranya masih dalam kondisi kritis dan membutuhkan mesin jantung-paru (ECMO) dan bantuan pernapasan. Sedangkan sisanya dalam kondisi stabil. “Dua puluh empat orang sedang menjalani karantina sesuai dengan Undang-Undang Penyakit Menular (Bab 204) sementara 2.551 orang telah menyelesaikan karantina mereka,” ungkapnya.

Menteri Mohd Isham mengatakan dalam 24 jam terakhir, 134 sampel telah diuji untuk virus SARS-CoV-2 sehingga total jumlah tes laboratorium yang dilakukan sejak Januari 2020 menjadi 14.610. Berkenaan dengan kasus-kasus yang telah pulih tetapi ditemukan positif lagi selama pemeriksaan lanjutan, Dato Seri Setia Dr Haji Mohd Isham mengatakan tidak ada kasus yang telah diuji ulang positif.

“Dari mereka yang sebelumnya dinyatakan positif, satu diizinkan pulang ke rumah. Ini membawa jumlah total kasus tersebut ke 22 yang telah menjalani penyelidikan lebih lanjut dan telah diizinkan untuk pulang,” tutup Haji Mohd Isham.

Sumber: republika.co.id

Ini Tips Olahraga di Rumah Selama Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ramadhan kali ini mungkin terasa berbeda karena adanya pandemi Covid-19. Namun, bukan berarti Ramadhan ini harus dilewati tanpa melakukan apa pun di rumah.

Kesehatan dan kebugaran tubuh tetap harus terpelihara dengan baik selama Ramadhan di masa pandemi ini. Salah satu yang bisa dilakukan adalah berolahraga secara rutin dari rumah.

Ada dua hal yang perlu diketahui sebelum mulai membiasakan olahraga di rumah selama Ramadhan. Berikut ini adalah kedua hal tersebut seperti dilansir Mashable, Kamis (7/5).

Memilih Waktu yang Tepat

Olahraga saat Ramadhan sebaiknya dilakukan di sekitar waktu sahur atau berbuka. Dengan begitu, energi dan cairan tubuh bisa kembali terisi dengan makanan dan minuman.

Ahli gizi senior dari Pantai Hospital Penang Verona Lee mengatakan waktu yang optimal untuk berolahraga adalah 30 menit sebelum berbuka puasa atau satu jam setelah makan besar setelah berbuka. Di kedua waktu ini, tubuh bisa segera terehidrasi setelah berolahraga dan terhindari dari perasaan pusing atau kliyengan setelah berolahraga.

Hindari melakukan olahraga berintensitas berat di siang hari. Melakukan olahraga berintensitas berat dalam kondisi puasa dapat memicu terjadinya dehidrasi dan bahkan kehilangan kesadaran karena tubuh beraktivitas terlalu keras.

Membuat Rencana Olahraga

Olahraga sebaiknya dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan bermanfaat untuk menghindari risiko keseleo atau cedera otot saat berolahraga. Ada beragam video tutorial pemanasan yang bisa diikuti di Youtube, salah satunya tutorial dari ahli fitness Joanna Soh.

Setelah pemanasan, langkah selanjutnya adalah berolahraga. Tujuan utama berolahraga selama Ramadhan bukanlah untuk mencetak rekor pribadi baru, tapi menciptakan konsistensi.

“Seiring berjalannya Ramadhan, semua akan terasa lebih mudah (dengan konsistensi),” jelas personal trainer Faisal Abdalla.

Hari pertama dan kedua puasa biasanya menjadi waktu terberat untuk berolahraga. Alasannya, di kedua hari pertama ini tubuh masih beradaptasi dengan kondisi yang baru dan rasa lapar biasanya lebih terasa.

“Namun dalam waktu singkat itu akan menjadi sebuah kenormalan yang baru dan tubuh Anda akan terbiasa dengan rutinitas baru,” ujar Abdalla.

Saat ini ada banyak video panduan olahraga ramadhan di Youtube yang bisa diikuti dari rumah. Salah satunya adalah video panduan olahraga dari kanal Youtube Amina Khan.

Sumber: republika.co.id

 

Trump Akui Corona Lebih Parah dari Tragedi 9/11

AMERIKA SERIKAT(Jurnalislam.com)- Virus corona (COVID-19) yang berasal dari Wuhan, China, harusnya tidak menjadi pandemi dunia seperti yang terjadi saat ini, bila bisa diatasi dari awal. Demikian keluhan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pandemi COVID-19 yang terjadi di AS, menurut Trump, lebih parah dari serangan Jepang ke Pearl Harbor saat perang dunia II, dan serangan ke gedung World Trande Center di New York saat tragedi 9/11.

Pengaruh COVID-19 bukan hanya kepada korban manusia, tapi juga kejatuhan ekonomi. Di AS, pada kuartal I-2020 ekonominya tumbuh minus 4,8% akibat COVID-19 yang menghentikan aktivitas ekonomi.

Sejumlah negara di Eropa dan Asia mulai melonggarkan lockdown, dan berharap ekonomi bisa bergerak lagi. Namun sejumlah ahli mengingatkan, kebijakan jaga jarak (social distancing) tetap diperlukan sampai vaksin ditemukan.

Secara global, COVID-19 telah menginfeksi 3,7 juta orang dan menewaskan lebih dari 260.000 orang, yang seperempatnya dari AS.

“Ini seharusnya tidak terjadi. Ini bisa dihentikan di sumbernya, ini bisa dihentikan di China. Ini merupakan serangan terparah yang pernah kita terima. Ini lebih parah dari Pearl Harbor dan World Trade Center,” tutur Trump, dilansir dari AFP, Kamis (7/5/2020).

Seperti diketahui, tragedi 9/11 di tahun 2001 menewaskan 3.000 orang. Sementara COVID-19 sejauh ini telah menewaskan 73.000 warga AS. Bahkan prediksinya hingga akhir Mei akan ada 100.000 orang yang meninggal di AS karena virus ini.

Sumber: cnbcindonesia

Akui Ekonomi Sangat Berat, Menkeu: Bisa Minus 0.4 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pandemi virus corona (COVID-19) yang terjadi di dunia memunculkan krisis kesehatan.

Dalam waktu singkat, krisis kesehatan ini menjalar menjadi krisis ekonomi. Sejumlah negara maju ekonominya tumbuh minus, dan bahkan ada yang sudah masuk jurang resesi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, kemarin di DPR mengatakan, skenario berat ekonomi Indonesia tahun ini adalah masih bisa tumbuh positif 2,3%.

Ada juga skenario sangat beratnya, yaitu ekonomi Indonesia tumbuh minus 0,4% pada tahun ini. Berat dan sangat berat ini tergantung berapa lama pandemi COVID-19 akan berlangsung.

“Kemungkinan skenario sangat berat mungkin terjadi atau minus 0,4%. Ini kalau kuartal III-2020 kita tidak bisa recover atau pandemi terus berjalan. Kalau itu dilakukan, kita masuk ke skenario berat,” jelas Sri Mulyani di Gedung DPR, kemarin.

CNBC Indonesia pernah mendengar paparan Sri Mulyani soal dua skenario ekonomi Indonesia di tengah krisis COVID-19 yang terjadi.

Untuk skenario pertama ini, ekonomi diprediksi masih bisa tumbuh positif 2,3%. Jumlah orang miskin akan bertambah 1,16 juta orang, dari perhitungan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019 yaitu 24,79 juta orang (9,22% dari jumlah penduduk).

Kemudian jumlah pengangguran juga akan bertambah 2,92 juta orang, dari perhitungan terakhir BPS per Februari 2020 sebanyak 6,88 juta orang.

Pada skenario ini, ekonomi diprediksi tumbuh negatif 0,4%. Jumlah orang miskin akan bertambah 3,78 juta orang, dari perhitungan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019 yaitu 24,79 juta orang (9,22% dari jumlah penduduk).

Kemudian jumlah pengangguran juga akan bertambah 5,23 juta orang, dari perhitungan terakhir BPS per Februari 2020 sebanyak 6,88 juta orang.

sumber: cnbcindonesia

Di Tengah Pandemi, Pemerintah Sebut Proyek Ibu Kota Baru Jalan Terus

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas tetap melanjutkan proyek pembangunan ibu kota baru meski wabah pandemi corona masih melanda negeri ini.

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan proyek pemindahan ibu kota yang dijalankan sementara tidak bersifat pengerjaan fisik. Namun lebih kepada kajian dan persiapan.

“Untuk kajian, tetap kita lakukan dengan pertimbangan. Kalau sifatnya pekerjaan yang fisik, tentu tidak dilakukan. Jadi, saat ekonomi recovery, kita sudah siap,” Ungkapnya saat rapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (6/5).

Ia juga memaparkan saat ini kementrian memotong anggarannya sebesar Rp 664 miliar atau sebesar 35 persen dari total yang dianggarkan oleh kementrian.

“Kami malakukan penyesuaian anggaran, termasuk memotong anggaran sendiri, untuk penangan Covid-19,” Jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak  mengatakan, pembangunan IKN di Kalimantan Timur saat ini masih dalam persiapan penyusunan master plan.

Kendati demikian, beberapa infrastruktur IKN di Kalimantan Timur terus berjalan dan beberapa sudah terbangun.

“Berbagai infrastruktur di Kalimantan di sekitaran IKN itu tetap, misalnya jalan tol sudah 5 tahun yang lalu kita bangun dan masih tetap kita teruskan,” kata Kennedy.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) membentuk paket penyusunan master plan pemindahan ibu kota negara (IKN) senilai Rp 85 miliar.

Hal ini terungkap dari Dokumen yang diperoleh CNBC Indonesia, Selasa (14/4/2020) dalam Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Satuan Kerja Kantor Menteri Negara PPN/Bappenas menyiapkan paket dengan kode 6740199 bernama Penyusunan Rencana Induk dan Strategi Pengembangan Ibu Kota Negara (Master Plan Ibu Kota Negara). Paket ini disiapkan pada 24 Maret 2020.

Sumber” cnbcindonesia

RS Lapangan BSMI untuk Covid-19 Mulai Beroperasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — RS Lapangan BSMI untuk Covid-19 mulai beroperasi sejak Rabu (6/5/2020) di halaman RSU Al Fauzan, Jakarta Timur. Direktur RS Lapangan BSMI  dr. Jupriah, M. Biomed mengatakan pada tahap awal RS Lapangan BSMI melayani Rapid Test Covid-19 dan layanan ambulans bertekanan negatif untuk penanganan Covid-19.

Jupriah menyebut RS Lapangan BSMI sudah melakukan rapid test kepada delapan orang pekerja yang menuntaskan modifikasi ambulans bertekanan negatif.

“RS Lapangan BSMI sudah dilengkapi Ozone Chamber, laboratorium Rapid Test, ambulans bertekanan negatif, dan tim disinfektan. RS Lapangan sudah melakukan rapid test untuk Covid-19. Kita memberlakukan protokol Covid-19 di RS Lapangan ini dengan tenaga medis hingga administrasi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap,” papar Jupriah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Jupriah mengatakan, RS Lapangan berfungsi sebagai pendeteksi awal Covid-19 dengan metode Rapid Test. Pemeriksaan rapid test bila didapatkan positif maka akan dilanjutkan dengan perujukan guna pemeriksaan swab test untuk diagnosa pasti. “Ambulan tekanan negatif digunakan untuk merujuk pasien PDP maupun terkonfirmasi menuju RS rujukan Covid-19,” terang Jupriah.

Ketua BSMI DKI Jakarta ini juga mengungkapkan RS Lapangan BSMI akan segera dilengkapi layanan psikososial bagi masyarakat dan aktivitas respons BSMI dalam menghadapi bencana COVID-19.

“Banyak masyarakat yang secara psikis juga terdampak pandemi ini. Kita siapkan layanan psikososial gabungan tim BSMI dari seluruh Indonesia yang sudah berpengalaman turun ke daerah-daerah bencana,” papar Jupriah.

Ketua Satgas Covid-19 BSMI Muhammad Rudi menyebut, semua kegiatan sebagai respons aksi kemanusiaan Covid-19 oleh BSMI akan berpusat di RS Lapangan.

“Kita sudah berpengalaman menjalankan RS Lapangan di daerah bencana. RS Lapangan juga menjadi pusat respons BSMI dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Rudi.

Aktivis Kemanusiaan Palestina Abdillah Onim berkesempatan mengunjungi RS Lapangan BSMI saat mulai beroperasi. Onim mendukung setiap gerakan kemanusiaan untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

“BSMI sudah berjibaku dalam berbagai aksi kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri termasuk Palestina. Semoga hadirnya RS Lapangan untuk Covid-19 bisa membantu menyediakan layanan kesehatan terkait penanganan Covid-19,” ungkap Onim.

Sri Mulyani Curhat Skenario Terburuk Angka Kemiskinan Melonjak Tajam

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pandemi virus corona (COVID-19) yang terjadi di dunia memunculkan krisis kesehatan.

Dalam waktu singkat, krisis kesehatan ini menjalar menjadi krisis ekonomi. Sejumlah negara maju ekonominya tumbuh minus, dan bahkan ada yang sudah masuk jurang resesi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, kemarin di DPR mengatakan, skenario berat ekonomi Indonesia tahun ini adalah masih bisa tumbuh positif 2,3%.

Ada juga skenario sangat beratnya, yaitu ekonomi Indonesia tumbuh minus 0,4% pada tahun ini. Berat dan sangat berat ini tergantung berapa lama pandemi COVID-19 akan berlangsung.

Pada skenario ini, ekonomi diprediksi tumbuh negatif 0,4%. Jumlah orang miskin akan bertambah 3,78 juta orang, dari perhitungan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019 yaitu 24,79 juta orang (9,22% dari jumlah penduduk). Kemudian jumlah pengangguran juga akan bertambah 5,23 juta orang, dari perhitungan terakhir BPS per Februari 2020 sebanyak 6,88 juta orang.

Soal kemiskinan, Sri Mulyani memprediksi persentase angka kemiskinan di Indonesia bakal kembali di atas 10%.

“Jumlah angka kemiskinan akan naik, Covid-19 Maret-Mei lonjakan angka kemiskinan balik seperti 2011. Seluruh pencapaian penurunan kemiskinan dari 2011 hingga 2020 ini kembali,” kata Sri Mulyani.

Ukuran kemiskinan di Indonesia bisa dilihat dari laporan angka kemiskinan BPS terakhir di September 2019.

Garis kemiskinan berada di Rp 440.538/kapita/bulan. Artinya orang penghasilan di bawah itu baru masuk sebagai kategori orang miskin.

Garis kemiskinan ini terdiri dari dua komposisi, yaitu Garis Kemiskinan Makanan Rp 324.911 (73,75%) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 115.627 (26,25%).

sumber: cnbcindonesia

Ketersediaan Pangan Disebut Masih Aman

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Meluasnya penyebaran Covid-19 telah berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan, mulai dari sektor ekonomi, sosial, hingga ke sektor pertanian.

Situasi ini juga tidak terlepas dari upaya Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui kebijakan physical distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah.

Di sektor pangan, selain menjaga ketersediaan dan pasokan pangan, Kementerian Pertanian juga terus berupaya untuk memastikan bahwa pangan segar yang beredar di masyarakat terjamin keamanannya.

“Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKP P) yang berada dibawah Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bersama dengan Dinas Pangan seluruh Provinsi selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP D) terus bekerja memberikan pelayanan penjaminan keamanan pangan segar asal tumbuhan” ujar Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

Agung menjelaskan bahwa OKKP bertindak sebagai penjamin keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) sebelum diedarkan melalui pendaftaran baik untuk PSAT dari luar negeri dan produk dalam negeri.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat kita beragam, bergizi, seimbang dan aman agar kita terus sehat, aktif dan produktif.

Selain itu, Agung menegaskan jika OKKP juga menerbitkan sertifikat kesehatan atau Health Certificate (HC) yang memiliki peran strategis dan sejalan dalam mendukung ekspor produk pertanian Indonesia, sesuai dengan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan ekspor tiga kali lipat.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Andriko Noto Susanto menerangkan bahwa OKKP telah mendukung ekspor melalui penerbitan sertifikat kesehatan/ HC beberapa komoditas strategis seperti pala, pisang, mangga, ubi cilembu, beras, dan pinang.

Andriko juga mengungkapkan, di masa pandemi ini, dilakukan inovasi pelayanan melalui metode jarak jauh untuk mencegah dan melindungi personel dari kemungkinan terpapar Covid-19.

“Dari tahun 2019 secara akumulasi telah dikeluarkan HC sebanyak 580 sertifikat dan pada saat masa darurat Covid19 ini, kami masih terus bekerja memberikan pelayanan kepada pelaku usaha dan telah mengeluarkan 44 Sertifikat sampai bulan April 2020,” lanjut Andriko.

Sumber: republika.co.id

Hari Pertama PSBB Jabar Masih Banyak Ditemukan Pelanggaran

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jabar, memasuki hari kedua Kamis (7/5) ini. Menurut Juru bicara sekaligus Sekretaris Gugus Tugas, Daud Achmad, dengan diadakannya PSBB provinsi Jabar mulai hari Rabu (6/5), semua 27 kota/kabupaten di Jabar sudah mulai melakukan PSBB.

Sebelumnya, PSBB hanya dilakukan di Bodebek dan Bandung Raya yakni sebanyak 10 kota/kabupaten yang sudah melaksanakan.

“Dan perlu diinformasikan dari laporan yang ada, jadi hari pertama di beberapa daerah yang baru melaksanakan PSBB ini masih banyak masyarakat yang belum paham. Artinya Satgas di kota/kabupaten harus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat ya,” ujar Daud kepada wartawan, Rabu (6/5) malam.

Daud mengatakan, jadi pelaksanaan PSBB ini sifatnya masih sosialisasi secara persuasi memberikan informasi kepada masyarakat yang melanggar. Pelanggarannya kebanyakan masih di seputar protokol kesehatan. Yakni, penggunaan masker, sarung tangan kemudian yang berboncengan tidak satu alamat dan sebagainya.

“Mudah mudahan hari ini dan ke depan PSBB ini bisa berjalan efektif, lebih disiplin karena masyarakat sudah bisa lebih memahami apa yang disebut dan tujuan PSBB itu,” katanya.

Sumber: republika.co.id