Yogyakarta Tetap Waspada, Siapkan Tahapan Pemulihan Pascapandemi

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) — Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan tahapan pemulihan pascapandemi Covid-19, yang mencakup upaya penanggulangan penyakit dan penerapan protokol kesehatan dalam pemulihan aktivitas ekonomi.

Setidaknya ada lima tahapan bakal diterapkan, diawali dengan penyelesaian masalah atau kasus positif Covid-19.

Menurut Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta kesehatan masyarakat merupakan bagian paling penting dalam pelaksanaan tahapan pemulihan dan kebangkitan pascapandemi Covid-19.

“Yang sulit adalah menentukan kerangka waktu untuk pelaksanaan setiap tahapan saat kondisi kasus di Yogyakarta belum bisa dipastikan meskipun dalam beberapa pekan tidak ada kasus baru. Yang positif berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP),” katanya Senin (8/6).

Pemerintah Kota berhati-hati dalam menentukan kebijakan dalam upaya menghindari lonjakan kasus Covid-19 usai pelonggaran kebijakan sebagaimana yang terjadi di negara lain. “Saat ini, protokol baru untuk berbagai aktivitas sedang disusun karena masyarakat mulai aktif kembali melakukan berbagai kegiatan di luar rumah,” kata Heroe.

Pemerintah kota, menurut dia, akan menggelar uji coba protokol baru secara terbatas untuk memastikan tidak ada celah dan kelemahan dalam pelaksanaannya.

“Kalau pun nanti ada pembukaan aktivitas di masyarakat, maka akan dilakukan bertahap. Karena jika muncul masalah maka bisa langsung dilokalisir, tidak meluas kemana-mana,”katanya.

Setelah penanganan kasus, penyusunan protokol, dan uji coba penerapan protokol, ia menjelaskan, tahapan berikutnya adalah menjalankan gerakan “Jogja untuk Jogja” untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berdasarkan prinsip saling menghidupi antar sesama warga Kota Yogyakarta.

“Misalnya membeli produk lokal dari Yogyakarta. Tujuannya, supaya kehidupan ekonomi berkembang. Namun protokol baru yang sudah ditetapkan juga harus dilanjutkan,”katanya.

Tahapan pemulihan berikutnya adalah menjalankan “Jogja untuk Semua”, memulihkan berbagai aktivitas di Yogyakarta secara lebih luas namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Kami sudah melakukan berbagai pertemuan dengan pelaku usaha, mulai dari Kadin dan PHRI. Dimungkinkan ada promosi bersama, bahkan pemberian insentif yang berimplikasi pada produktivitas,”kata Heroe.

Mengenai pendanaan, Heroe mengatakan, pemerintah kota masih terus memutar otak untuk membiayai pewujudan berbagai rencana pemulihan tersebut, khususnya di bidang ekonomi, karena pendapatan asli daerah Kota Yogyakarta juga menurun cukup banyak.

“Dari hitungan kami, potensi pendapatan hilang sekitar Rp 300 miliar sampai Juni. Kalau kondisi seperti ini berlangsung lebih lama misalnya sampai Juli, Agustus, atau September maka ada potensi pendapatan yang hilang sekitar Rp 100 miliar lagi,”katanya.

Sumber: republika.co.id

Ojek Online Mulai Beroperasi, Ini Prosedurnya

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Layanan antar penumpang perusahaan ojek daring Gojek mulai kembali aktif di Jakarta hari ini, Senin (8/6). Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, layanan Goride kembali beroperasi di Ibu Kota dengan menerapkan aturan tertentu bagi pengemudi dan penumpang.

Nila mengatakan, Gojek memiliki prosedur yang mengedepankan aspek kesehatan dan kebersihan. Ketentuan tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 dan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan Covid-19 pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

“Kami mewajibkan mitra (pengemudi) menggunakan masker dan sarung tangan, sedangkan penumpang menggunakan masker,” kata Nila, Senin (8/6).

Dia juga mengimbau penumpang dapat membawa helm SNI pribadi. Selain itu, penumpang dan pengemudi diminta untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mitra serta penumpang.

Nila menyebut Gojek saat ini memiliki 130 posko aman di kota-kota besar termasuk Jakarta. Posko tersebut dapat digunakan bagi pengemudi melakukan pengecekan suhu tubuh, mendapatkan alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer, serta tempat untuk dikakukannya penyemprotan disinfektan terhadap motor ataupun mobil yang digunakan oleh mitra.

Dia menambahkan, Gojek juga memiliki fitur informasi kesehatan pengemudi di aplikasi. ”Pelanggan dapat mengetahui suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mitra driver,” tutur Nila.

Dengan begitu, Nila menilai fitur tersebut dapat membantu pengguna layanan Gojek untuk merasa aman. Selain itu, hal ini dapat membantu memastikan layanan memenuhi standar kesehatan dan higienis sehingga pengemudi dapat bekerja dengan tenang.

Meskipun sudah kembali beroperasi di Jakarta, Nila mengatakan, sesuai SK Dishub Nomor 105/2020, Gojek memastikan tidak beroperasi di wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal. Hal tersebut dilakukan dengan menerapkan pengaturan geofencing atau pembatasan berbasis wilayah.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah: 80 Persen Positif Covid Tidak Bergejala

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebut 80 persen kasus positif corona ditemukan pada orang yang tak menunjukkan gejala sama sekali. Orang tanpa gejala ini dapat menularkan virus kepada orang lain yang lebih rentan.

Karena itu, Yurianto meminta agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, baik dengan melakukan jaga jarak, mengenakan masker, maupun mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. “Kita harus melindungi diri kita juga dengan cara menggunakan masker,” kata dia.

“Kita tidak akan pernah tahu siapa orang di luar yang membawa virus ini. Karena, dari catatan data, kita bisa melihat bahwa 80 persen mungkin kita menemukan kasus positif pada orang-orang yang tanpa gejala sama sekali,” ujar Yurianto saat konferensi pers, Ahad (7/6).

Ia menjelaskan, kebanyakan orang tanpa gejala ini tidak menyadari bahwa dirinya membawa penyakit dan tidak tampak sakit dari luar. “Kita juga tidak menyadari bahwa orang tersebut berpenyakit. Inilah sebabnya kenapa menjaga jarak dan menggunakan masker menjadi sesuatu yang penting,” ujarnya.

Yurianto menilai, jika penerapan protokol kesehatan ini telah dipahami oleh masyarakat dengan baik, kerumunan pun tak akan terjadi. Pasalnya, masyarakat akan mulai menerapkan jaga jarak minimal.

“Kemudian, semuanya akan bisa menjadi lebih tertib karena masing-masing berusaha saling melindungi,” kata dia menambahkan.

Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat menghindari penularan tidak langsung melalui droplet, misalnya tak menyentuh langsung susuran tangga atau tombol lift. Untuk menghindari penularan cara tidak langsung melalui droplet yang mencemari benda-benda, mencuci tangan menggunakan sabun menjadi unsur protokol kesehatan yang harus dilakukan.

“Apabila kemudian kita tidak rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir maka akan terjadi pemindahan virus ini ke tangan kita. Apalagi, kalau kita menyentuh mulut, mata, hidung, tanpa cuci tangan maka akan terjadi transfer dari virus ini,” katanya.

Adaptasi kebiasaan baru ini harus terus dilakukan dengan edukasi terus-menerus. “Oleh karena itu, menjaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan haruslah menjadi norma baru yang mewarnai kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

 

Nyaris 2 Juta, Kasus Harian Corona AS Naik Dua Kali Lipat

AMERIKA SERIKAT (Jurnalislam.com) — Amerika Serikat melaporkan 41.927 kasus virus corona pada Sabtu (7/6), dua kali lipat lebih banyak dari satu hari sebelumnya.

Menurut Worldometer, total kasus di negara itu sudah mencapai 1,96 juta kasus.  AS adalah negara yang paling terdampak pandemi virus corona. Sedikitnya 1.200 orang meninggal dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah korban tewas bertambah jadi 111.408 jiwa.

Sementara itu, lebih dari 738.700 orang telah dinyatakan pulih. Virus corona, yang dikenal secara resmi sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China pada Desember 2019, dan telah menyebar ke 188 negara dan wilayah.

Berdasarkan data yang dihimpun Johns Hopkins University, ada lebih dari 6,77 juta orang yang terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia. Sekitar 395.800 di antaranya meninggal, sedangkan 2,77 juta lainnya dinyatakan sembuh.

Sumber: anadolu agency

PM Muhyiddin: Malaysia Sukses Kendalikan Penyebaran Covid-19

MALAYSIA(Jurnalislam.com)- Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa perintah kontrol pergerakan Malaysia (MCO) akan memasuki fase pemulihan pada pekan depan. Fase ini akan dimulai pada Rabu mendatang.

MCO, yang pertama kali diberlakukan pada 18 Maret untuk mengendalikan penyebaran Covid-19  sebelumnya diperpanjang empat kali hingga 9 Juni. Muhyiddin mengatakan, fase pemulihan adalah bagian dari strategi untuk keluar dari MCO, mengikuti tren penurunan infeksi.

“Malaysia telah berhasil menahan penyebaran pandemi dan sekarang akan memasuki tahap pemulihan. Di bawah pemulihan MCO, “hampir semua” kegiatan sosial, pendidikan, agama dan bisnis, serta sektor ekonomi akan dibuka kembali secara bertahap, dengan prosedur operasi standar yang harus dipatuhi,” ucapnya.

“Perjalanan antar negara akan diizinkan, kecuali untuk daerah-daerah yang ditempatkan di bawah MCO yang ditingkatkan, sementara perbatasan negara akan tetap ditutup,” sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (7/6/2020).

Hingga Sabtu, Malaysia melaporkan total 8.303 kasus infeksi Covid-19, dengan 117 kematian. Hampir 80 persen pasien telah pulih.

MCO awalnya diberlakukan ketika jumlah kasus baru setiap hari mengalami lonjakan yang mengkhawatirkan. Di bawah MCO, perjalanan domestik dan internasional dilarang, dan orang-orang didorong untuk tinggal di rumah untuk memutus rantai infeksi.

Setelah enam minggu tidak aktif secara ekonomi, Malaysia mengubah statusnya menjadi “MCO bersyarat” mulai 4 Mei, yang memungkinkan hampir semua sektor ekonomi dibuka kembali.

Selanjutnya, kontrol terus dilonggarkan dari waktu ke waktu. Pusat penitipan anak, salon rambut, salon kecantikan, pasar terbuka dan pasar malam telah diberi lampu hijau untuk dibuka kembali.

Mulai 10 Juni, orang Malaysia yang pulang di luar negeri akan diizinkan pulang ke rumah untuk menjalani karantina selama 14 hari, alih-alih dikirim ke pusat karantina, jika hasil tesnya negatif untuk Covid-19.

Industri Perhotelan Merugi Rp 70 Triliun Karena Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat pariwisata dan perhotelan merupakan sektor yang paling terpukul akibat adanya pandemi Covid-19. Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, pandemi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 hotel dan 8.000 restoran tutup.

Adapun penutupan tersebut, potensi hilang pendapatan selama Januari hingga April 2020 sebesar Rp 70 triliun, di mana untuk sektor hotel sekitar Rp30 triliun dan restoran Rp40 triliun.

“Akibat pandemi Covid-19, potensi devisa yang hilang dari sektor perhotelan dan pariwisata selama Januari hingga April 2020 sebesar USD4 miliar,” kata Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani dalam acara diskusi yang digelar Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) di Jakarta.

Dia merinci untuk kerugian maskapai penerbangan mencapai USD812 juta, dan kerugian operator tur atau perjalanan Rp4 triliun. Sedangkan untuk pekerja sektor pariwisata, sebanyak 90% telah dirumahkan atau unpaid leave.

“Karena ada jumlah pekerja sektor pariwisata mencapai sekitar 13 juta orang,” ungkapnya.

Hariyadi juga menilai, stimulus ekonomi yang saat ini telah disiapkan pemerintah tidak cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, di mana mayoritasnya untuk insentif pajak dan BUMN. Sedangkan untuk sektoral, misalnya pariwisata hanya Rp3,8 triliun.

“Sektor pariwisata ini sebetulnya yang paling terdampak, tetapi insentifnya Rp3,8 triliun dan ini larinya ke diskon tiket pesawat ke destinasi wisata dan insentif pajak atau restoran yang lebih ke Pemerintah Daerah,” pungkasnya.

sumber: sindonews

IDI Bantah Hoaks Ada Keuntungan Ekonomi Karena Covid

MAKASSAR(Jurnalislam.com)–Beberapa hari belakangan, isu tentang dokter dan tenaga medis yang dapat keuntungan dari penanganan pandemic virus corona ramai dibincangkan masyarakat.

Isu itu muncul seiring dengan penetapan status pasien, baik pasien dalam pengawasan (PDP), maupun positif yang kerap diprotes warga.

Atas isu tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar sebagai organisasi profesi dokter angkat bicara. Lewat dr Wachyudi Muchsin, Humas IDI Kota Makassar, isu itu disebut fitnah.

“Mewakili dokter, pertama ingin mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat yang keluarganya meninggal terpapar virus corona. Baik itu dalam status PDP maupun positif Covid. Baik itu masyarakat biasa, maupun dokter serta tenaga medis yang gugur,” ujar dokter Wachyudi dalam siaran pers.

IDI Kota Makassar menilai, saat ini yang menjadi kelemahan di Indonesia adalah lambannya proses diagnosa terhadap Covid-19. Kemampuan laboratorium masih sangat terbatas, sehingga sampel harus mengantre untuk diperiksa, membuat hasil diagnosa baru keluar 1 hingga 2 minggu. Hal inilah kata Yudi, sapaan Wachyudi yang menjadi persoalan untuk dicarikan solusi.

Khusus kasus PDP yang meninggal dunia, pemerintah melalui tim gugus Covid-19 mengambil pilihan yang dianggap lebih aman dengan memakamkan sesuai protokol Covid-19. Tujuannya, menekan laju penyebaran penyakit yang sangat cepat. Di sini kata dia, terkadang timbul persolan, di mana hasil swab keluar setelah pasien dimakamkan dengan protokol Covid-19. Kejadian inilah yang menjadi peringatan ke pemerintah.

Menurut Yudi, ini akan menjadi persoalan baru. Lantaran, penetapan pasien Covid-19 memunculkan stigma rumah sakit dan tenaga medis menjadikannya untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. Stigma tersebut kata Yudi, bahwa setiap yang ditetapkan sebagai pasien Covid-19. maka rumah sakit akan mendapat keuntungan besar untuk penangannya.

“Itu semua tidak benar dan fitnah. Pertanyaannya negara dapat uang dari mana ratusan juta dikalikan semua pasien Covid se-Indonesia?,” kata dr Yudi.

Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi tidak benar. Seperti pernyataan keluarga pasien corona meninggal yang videonya viral. Keluarga pasien itu menyebut, rumah sakit akan menerima dana sangat besar dari Kementerian Keuangan untuk setiap pasien Covid-19 yang ditangani. Informasi yang belum tentu kebenarannya tersebut kata Yudi berimbas ke dokter serta paramedis.

“Seperti yang kita ketahui, bahwa PDP adalah status resiko, bukan suatu diagnosis,” imbuh dokter Yudi.

Yudi meyakini, semua pihak tidak ingin bersentuhan dengan masalah corona. Terutama bagi keluarga pasien yang meninggal. Tak hanya duka, keluarga pasien diakui Yudi akan mendapat beban stigma dari sebagian masyarakat yang memahami Covid-19 adalah aib.

sumber: sindonews.com

Polisi Didesak Transparan Atas Kematian Bagus Kurniawan oleh Densus 88

SOLO (Jurnalislam.com)- Sekjen The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono mendesak aparat kepolisian untuk memberikan keterangan secara transparan dan bertanggungjawab atas meninggalnya salah satu terduga teroris Bagus Kurniawan (30) dalam masa tahanan Densus 88 pada Selasa, (2/6/2020) lalu.

 

Sebelumnya, Bagus yang merupakan warga kelurahan Kemlayan RT O2 RW O3, Serengan, Solo tersebut dimakamkan di TPU Muslim Polokarto pada Rabu, (3/6/2020).

 

Menurut keterangan sertifikat medis penyebab kematian Bagus yang diterima pihak keluarga. Bagus disebutkan bukan meninggal di rumah sakit maupun puskesmas. Namun sertifikat medis tersebut justru diterbitkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

 

“Menuntut pertanggung jawaban semua pihak yang terkait dalam penanganan kesehatan Almarhum Bagus Kurniawan selama menjadi tahanan yang mengakibatkan almarhum meninggal,” katanya kepada jurnalislam.com pada sabtu, (6/6/2020).

 

“Meminta kepada Pihak Kepolisian  memberikan keterangan yang transparan dan terbuka terkait dengan kronologis termasuk penyebab pasti kematian Almarhum Bagus Kurnuawan dengan bukti medis yang bisa di percaya,” sambung Endro.

 

Endro juga meminta kepada Komnas HAM dan DPR RI untuk ikut mengusut tuntas atas kasus yang dianggapnya telah melanggar HAM tersebut.

 

“Meminta kepada Komnas HAM dan DPR RI untuk melakukan investigasi atas kematian Bagus Kurniawan,” tandasnya.

 

Bagus sendiri sebelumnya ditangkap pada Senin 18 November 2019 di jalan desa Manang, Grogol, Sukoharjo. Bagus dianggap ikut terkait jaringan pelaku teror bom Pospam Lebaran Polres Sukoharjo di Tugu Kartasura pada 4 juni 2019 yang lalu.

Arab Saudi Sumbangkan 150 Juta Dollar untuk Riser Vaksin

LONDON (Jurnalislam.com) – Arab Saudi bersama negara-negara di seluruh dunia menjanjikan dana besar untuk pembuatan dan penelitian vaksin yang dinaungi oleh Aliansi Vaksin dunia atau the Vaccine Alliance (GAVI). Perwakilan Arab Saudi mengungkapkannyaa dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Vaksin Global 2020 di London.

KTT diadakan secara virtual menyusul pembatasan gerak yang diberlakukan di hampir seluruh negara karena pandemi virus corona baru atau Covid-19. Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud yang mewakili Kerajaan mengatakan Saudi menjanjikan dana 150 juta dolar AS untuk mendanai GAVI.

Dalam pidatonya, Faisal berterima kasih kepada pemerintah Inggris dan Johnson yang menjadi tuan rumah KTT atas nama Raja Salman. Pangeran juga memuji GAVI untuk pekerjaan yang mulia dalam mengurangi bahaya epidemi dan menyelamatkan nyawa.

“Kini, lebih dari sebelumnya, kita harus tetap bersatu. Pada 2016, Kerajaan menyumbang 25 juta dolar AS untuk mendukung upaya GAVI dan misinya. Saya ingin mengulangi pesan Raja Salman bahwa pelestarian kesehatan manusia berada di garis depan prioritas Kerajaan,” ujar Pangeran Faisal dikutip laman Arab News, Jumat (5/6).

Faisal menjelaskan pemberian dana itu didasarkan oleh nilai-nilai Islam dan kemanusiaan yang telah memberikan lebih dari 86 miliar dolar AS dalam dana bantuan selama tiga dekade terakhir. Dana tersebut, kata dia, memberikan dukungan kepada lebih dari 81 negara untuk membantu negara-negara dalam meningkatkan pencaharian dan perawatan kesehatan.

Pangeran Faisal mengatakan bahwa Kerajaan juga memimpin dalam membiayai tanggapan dunia terhadap Covid-19. Selama KTT ini, dia merinci, bahwa Arab Saudi mengumumkan kontribusi sebesar 500 juta dolar AS dalam mendukung upaya global untuk mencegah penyebaran virus dan meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggapan darurat.

Dari jumlah ini, Faisal mengumumkan alokasi 150 juta dolar AS untuk vaksin dan imunisasi yang akan mendukung upaya aliansi GAVI. “Untuk mencapai stabilitas dan kemakmuran bagi generasi masa depan, adalah tanggung jawab kita bersama untuk berkontribusi dan mendukung tujuan mulia melestarikan dan melindungi kehidupan manusia,” ujar Pangeran Faisal.

Kerajaan Saudi bukan satu-satunya negara Arab yang berkontribusi di KTT. Raja Yordania Jordan juga berpidato di forum dari Amman. Raja memperingatkan bahwa masyarakat internasional tidak dapat meninggalkan negara di belakang dalam menanggapi Covid-19.

Dia juga menyoroti perlunya melindungi orang-orang yang rentan. Terutama perlindungan pada mereka yang dipaksa meninggalkan rumah mereka karena konflik.

Menteri Uni Emirat Arab (UEA) untuk kerja sama internasional, Reem Al-Hashimy, memuji GAVI untuk KTT yang dilakukan “tepat waktu” dan sejarahnya untuk meningkatkan kehidupan orang-orang di seluruh dunia. Dia menyoroti kerja aliansi dalam menjaga vaksin tersedia dan dapat diakses bagi mereka yang paling tidak mampu membayar perawatan kesehatan.

KTT Vaksin ini juga dihadiri oleh para kepala negara dari seluruh dunia termasuk Prancis, Jepang, India dan Kanada. Presiden AS Donald Trump mengirim pesan singkat yang direkam yang mengharapkan keberhasilan GAVI.

Bill Gates juga memberikan pidato dengan mengatakan bahwa krisis Covid-19 telah memaksa kerja sama masyarakat internasional. “Kami bertemu pada waktu yang unik dalam sejarah. Tidak pernah ada lebih banyak orang yang menyadari pentingnya vaksin,” katanya.

GAVI merupakan aliansi yang juga mendapatkan dana bantuan utama dari Bill and Melinda Gates Foundation. Organisasi itu bertujuan untuk memperoleh setidaknya 7,4 miliar dolar AS tahun ini dari pemerintah negara-negara di dunia dan di tempat lain.

Dana yang terkumpul ditujukan untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat global melalui serangkaian program vaksin yang ambisius. Hal ini semakin digencar dilakukan sejak munculnya Covid-19.

Sumber: republika.co.od

Malaysia Terbitkan Panduan Pencegahan Covid di Lembaga Pendidikan

KAJANG(Jurnalislam.com) – Kementerian Pendidikan Malaysia (MKN) menerbitkan panduan kesehatan pencegahan corona di lingkungan sekolah. Kenormalan baru yang mesti dijalani siswa di antaranya pengecekan suhu sebelum masuk sekolah dan makan di kelas selama jam istirahat.

Menteri Pendidikan Malaysia, Mohd Radzi Md Jidin, mewajibkan guru membawa alat pengecekan suhu tubuh. Tujuannya agar guru bisa setiap saat mengecek kondisi muridnya. Jika ada murid yang menunjukkan gejala corona maka akan diambil tindakan lebih lanjut.

“Tiap sekolah wajib punya ruang isolasi. Jika ada murid bergejala corona maka dibawa kesana sambil menunggu petugas kesehatan terdekat tiba,” kata Mohd Radzi dilansir dari Bernama pada Kamis, (4/6).

Mohd Radzi mengakui tingginya suhu siswa tak lantas langsung dicurigai tertular corona. Siswa diberi kesempatan dua kali pengecekan suhu tubuh untuk mendapat hasil pasti.

“Sebagian siswa ada jalan dan naik sepeda ke sekolah hingga suhunya bisa menjadi tinggi karena lelah. Mereka akan diberi waktu istirahat agar suhu tubuhnya kembali normal sebelum dicek lagi,” ujar Mohd Radzi.

Panduan kesehatan untuk sekolah sudah mulai dibagikan sekaligus di posting di situs MKN pada Kamis. Total panduan itu terdiri dari 34 halaman.
Sumber: republika.co.id