PDIP: Kami Bukan PKI

KENDAL(Jurnalislam.com) – Pengurus DPC PDIP Kabupaten Kendal, memprotes keras aksi pembakaran bendara partai berlambang banteng moncong putih tersebut di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Para pengurus partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut, mendatangi Mapolres Kendal, Jumat (26/6/2020), untuk menyampaikan pernyataan sikap untuk mendorong Polri mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kedatangan kami ke Mapolres Kendal, adalah upaya mendorong Polri untuk mengusut tuntas kasus pembakaran bendara partai tersebut. Dan mengecam keras, berbagai tindakan provokasi untuk memecah belah bangsa,” tegas Ketua DPC PDIP Kabupaten kendal, Akhmad Suyuti.

Seluruh pengurus harian DPC PDIP Kabupaten Kendal, turut hadir di Mapolres Kendal. Selain Akhmad Suyuti, juga hadir Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kendal, Bintang Yuda Daneswara, Bendahara DPC PDIP Kabupaten Kendal, Wiwit Widayati, dan Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Munawir.

Mereka menyerahkan pernyataan sikap kepada Polres Kendal, sebagai institusi Polri yang ada di Kabupaten Kendal.

“Kami sangat prihatin dengan aksi pembakaran bendara. Kami partai politik yang dilindungi undang-undang. Kami PDIP Perjuangan. Kami bukan PKI atau partai terlarang,” tegas Akhmad Suyuti.

Sumber: sindonews.com

Dukung Aneksasi Israel, Amerika Disebut Negara Pelanggar HAM

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Lembaga Kemanusiaan Al-Aqsa Working Group (AWG), Agus Sudarmadji dengan tegas menolak rencana pencaplokan dengan paksa (aneksasi) Israel terhadap bagian yang lebih besar dari Tepi Barat Palestina mulai awal Juli 2020.

Menurutnya pencaplokan tersebut bukan saja sebuah pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang berat namun juga merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelecehan terhadap hukum internasional.

“Pendirian negara Israel secara ilegal di atas tanah Palestina merupakan kezaliman terbesar sepanjang sejarah peradaban modern,” katanya saat konferemsi pers di Jakarta, Kamis (25/06/2020).

Praktek apartheid yang dilancarkan secara struktural oleh Israel sebagai negara ilegal tersebut, lanjutnya. Mengakibatkan penderitaan yang mengerikan bagi bangsa Palestina selama lebih dari tujuh dekade.

“Sikap Amerika Serikat terhadap rencana aneksasi tersebut menjadi pertanda bahwa negara yang mengklaim dirinya sebagai penegak prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan HAM itu ternyata merusak reputasinya sendiri dan menempatkan dirinya sejajar dengan pelanggar HAM nomor satu di muka bumi saat ini,” ujarnya.

Dia meminta menyerukan agar seluruh warga dunia bersatu padu menghentikan aksi brutal Israel yang mengancam perdamaian di Timur Tengah serta berisiko mengganggu kestabilan dan keamanan dunia.

Selain jtu, dia menghargai sikap Pemerintah Republik Indonesia yang tegas menolak rencana aneksasi tersebut.

Sandiaga: Pandemi Pasti Berlalu, Kita Harus Yakin Pada Allah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Terdapat banyak rintangan untuk menjadi seorang pengusaha. Ejekan hingga cibiran yang biasanya datang dari orang terdekat sering dirasakan oleh para pelaku usaha. Contohnya pemilik Abon Nona Tuna, Kenny Alkano. Kenny diejek oleh orang terdekatnya karena hanya bisa berjualan abon tuna walaupun memiliki pendidikan tinggi.

Berkat kegigihan dan keuletan Kenny, produk olahan ikannya dipasarkan secara digital atau online hingga mampu menembus lintas negara dan menghasilkan omzet penjualan yang fantastis.

“Tuna itu memiliki protein yang tinggi dan kandungan vitamin yang melimpah. Produk saya juga sudah diuji laboratorium. Pemasaran produk saya 80 persen melalui digital. Saya sudah mengirim ke seluruh Indonesia, bahkan produk tuna ini sudah tembus sampai keluar negeri,” ujar Kenny kepada Sandiaga di ‘Jemput Rezeki’.

Usaha olahan ikannya dengan modal Rp7 juta. Wabah Covid-19 yang melanda dunia tidak membuat ia patah semangat. Hasil jerih payah selama ini membuat usahanya tetap meroket di tengah pandemi dengan omzet penjualan mencapai Rp90 juta per bulan, yang jika dibandingkan dengan omzet sebelum pandemi mencapai Rp50 juta.

“Untuk modal awalnya Rp5-7 juta. Omzet per bulannya sebelum ada pandemi Covid-19 bisa capai Rp 40-50 juta. Saat ada pandemi, Alhamdulillah meningkat jadi Rp 80-90 juta per bulan,” katanya.

Kegigihan Kenny dalam memanfaatkan teknologi dan internet untuk memasarkan produknya, mendapat perhatian dari Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga, kisahnya sangat inspiratif dan harus dicontoh oleh para pengusaha lainnya yang sedang berjuang di tengah wabah Covid-19.

Sandiaga berpesan bahwa, para pengusaha harus memiliki kemampuan melihat kesempatan dan probabilitas disetiap musibah yang melanda. Tidak hanya kemampuan melihat kesempatan, tetapi harus diikuti dengan sifat kegigihan dan keuletan untuk mencapai kesuksesan.

“Di tengah pandemi ini, pengusaha harus tetap yakin badai pasti berlalu. Allah SWT tidak akan menguji umat-Nya melebihi batas kemampuannya,” jelas Sandiaga.

Sandiaga akan membagikan kisah inspiratif dan perjuangan Kenny Alkano di acara ‘Jemput Rezeki’ yang akan tayang di Indosiar, pada Sabtu, 27 Juni 2020, Pukul 06.30 WIB.

Sumber: sindonews.com

LBM Eijkman: Kabar Vaksin Corona Menggemberikan

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Institute memberikan kabar gembira terkait perkembangan penelitian vaksin Covid-19 yang mereka lakukan. Mereka telah melewati bagian tersulit yakni melakukan amplifikasi gen dari virus Corona tersebut sehingga penelitiannya tinggal melewati beberapa tahapan lagi.

“Pengembangan vaksin saat ini sudah ada kemajuan menggenbirakan di mana, fondasi dari vaksin itu adalah bagian tersulitnya itu melakukan amplifikasi dari gen. Peneliti muda kami sudah bisa lakukan amplifikasi selanjutnya akan dulakukan sedikit kloning dan ekspresi protein dan kemudian diuji pada hewan,” ujar Kepala LBM Eijkman Institute Amin Soebandrio dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Amin menjelaskan pihaknya hanya diberi waktu hingga Maret 2021 untuk kemudian hasilnya bisa diberikan kepada Biofarma untuk bisa dilanjutkan ke proses uji klinis. Karena itu, LBM Eijkman Institute memohon doa dan restu dari Komisi VII DPR agar apa yang dikerjakan bisa selesai sebelum tenggat waktu yang diberikan.

“Jadi mohon doa restu agar kami bisa menyelesaikan itu sebelum bulan Maret tahun depan sehingga Biofarma punya waktu cukup untuk lakukan uji klinis,” ucap Amin.

Amin pun memaparkan hambatan yang dialami LBM Eijkman Institute yang salah satunya terkait anggaran. Pihaknya mendapatkan alokasi dana Rp5 miliar untuk menyelesaikan lab scale dan juga kerja sama dengan peneliti Indonesia di luar negeri.

Tentu nantinya uji klinik itu akan membutuhkan biaya yang lebih besar yang mana itu akan ditanggung oleh Biofarma. Hambatan lainnya yakni terkait pengadaan sejumlah peralatan.

sumber: sindonews.com

Lockdown Dilonggarkan, Kasus Corona Eropa Naik Lagi

 JENEWA(Jurnalislam.com) — Eropa mencatat kenaikan kasus mingguan Covid-19 untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, setelah pelonggaran pembatasan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, dalam konferensi pers mingguan.

“Pekan lalu, Eropa mencatat peningkatan kasus mingguan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan,” ujar Kluge.

Kluge mengatakan, secara global jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi mencapai lebih dari 9 juta dengan lebih dari 400 ribu kematian. Pandemi virus corona terus meningkat dengan rekor jumlah kasus baru dilaporkan pada Ahad  yakni 183.020 dalam 24 jam. Menurut Kluge, lebih dari 2,5 juta kasus telah dicatat di Eropa.

Wilayah Eropa menyumbang penurunan proporsi jumlah kasus secara global dibandingkan pada awal tahun. Namun pandemi virus corona di Eropa belum berakhir. Benua Biru tersebut masih melaporkan hampir 20 ribu kasus baru dan lebih dari 700 kematian baru setiap hari.

“Selama berminggu-minggu, saya telah berbicara tentang risiko kebangkitan virus ketika negara-negara menyesuaikan langkah-langkahnya. Di beberapa negara di seluruh Eropa, risiko ini kini telah menjadi kenyataan. Sebanyak 30 negara telah mengalami peningkatan dalam kasus kumulatif baru selama dua minggu terakhir,” kata Kluge.

Kluge tidak menyebutkan negara Eropa mana saja yang mengalami kenaikan jumlah kasus mingguan Covid-19. Dia mengatakan transmisi virus terjadi dengan sangat cepat di 11 negara Eropa.

“Di 11 negara ini, transmisi yang dipercepat telah menyebabkan kebangkitan yang sangat signifikan, jika dibiarkan maka akan mendorong sistem kesehatan Eropa ke tepi jurang. Namun ketika kasus baru muncul dan ditangani dengan cepat serta terarah, maka akan menjadi lebih baik,” ujar Kluge.

sumber: republika.co.id

PDIP Sendirian Hadapi Demo Umat Islam

Oleh: Tony Rosyid*

Jaga Pancasila, bukan hanya tugas Umat Islam. Tapi tugas semua anak bangsa. Kalau di media terkesan hanya umat Islam yang protes terhadap RUU HIP, karena pertama, umat Islam mayoritas. Kedua, umat Islam paling banyak merasakan pedihnya pemberontakan PKI.

Pembantaian dan pembunuhan para ulama, Kiyai pesantren, guru ngaji, iman masjid dan tokoh agama oleh PKI telah mengisi sejarah kelam bangsa ini. Terutama kaum Nahdhiyin dan para aktivis Ansor, mereka paling merasakan kebiadaban saat itu. Juga kader-kader HMI dan PII.

Umat kaget ketika RUU HIP diusulkan ke prolegnas DPR, hampir semua fraksi setuju. Kok bisa? Kecuali Demokrat dan PKS. Tak mau tanda tangan.

Setelah MUI mengeluarkan delapan maklumat yang didukung hampir seluruh ormas Islam, sejumlah fraksi di DPR tarik diri. PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Nasdem balik badan. Semula mendukung, tapi sekarang menolak. Golkar setuju dengan catatan. Tinggal PDIP yang masih bertahan. Sendirian!

Sebagaimana diprediksi oleh banyak pihak, PDIP tak mungkin balik badan. Posisinya sebagai pengusul utama. Umat tahu itu. Apalagi, sebagian isi dari RUU HIP itu merupakan bagian dari visi dan misi PDIP. Terutama Trisila dan Ekasila yang dikristalisasi dalam konsep gotong royong.

Memahami itu, hanya kepada PDIP semua narasi umat itu diarahkan. Hanya PDIP yang dibidik umat. Dianggap paling bertanggung jawab atas RUU HIP. Bukan partai atau fraksi lain.

Bergaungnya tuntutan umat untuk bubarkan PDIP di berbagai daerah bisa dibaca sebagai arah dan target bidikan kelompok yang melawan RUU HIP.

Tentu, tak semudah itu. Di Indonesia, belum ada partai yang bubar kecuali karena dua hal. Pertama, dibubarkan oleh penguasa. Kedua, gak punya pengikut.

Sebagai protes dan tuntutan, itu sah-sah saja. Dijamin oleh konstitusi. Dan semua akan dikembalikan ke aturan hukum yang berlaku. Masalahnya, proses hukum seringkali jinak terhadap kekuatan politik. Dari dulu, ini jadi masalah yang sangat serius dan belum ada tanda-tanda untuk bisa diatasi.

Dari sisi analisis dan kalkulasi politik, pada akhirnya akan ditentukan oleh kekuatan mana antara PDIP vs Umat yang lebih superior. PDIP punya akses kekuasaan dengan semua kelengkapan alatnya. Sementara Umat punya kekuatan massa.

Sebagai partai penguasa, PDIP menunjukkan sikap tegarnya. Tak bergeser, apalagi mundur. Sebaliknya, PDIP justru menyerang balik dengan mempolisikan sejumlah orang yang diduga membakar bendera. PDIP juga instruksikan kadernya untuk siaga dan pasang bendera di rumahnya. Apa maksudnya? Boleh jadi itu pesan bahwa PDIP tidak pernah merasa gentar. Buktinya, kader PDIP justru mengadakan konvoi di Jakarta Timur dan Jogja saat umat demo di DPR.

Meski umat Islam cukup matang dan berpengalaman saat demo, sebagaimana terbukti pada demo 212 dan beberapa kali reuni, tapi tak menjamin akan mampu terus menahan diri jika merasa diprovokasi. Sebab, isu komunisme jauh lebih sensitif dari apapun, termasuk penistaan agama.

Langkah PDIP mempolisikan pembakar bendera, entah siapa pembakar itu sesungguhnya, juga menyiagakan kader dan adakan konvoi, bisa disalahpahami sebagai langkah provokatif. Langkah ini justru bisa menyulut situasi yang semakin tidak kondusif.

Harus dimengerti, komunisme adalah isu yang paling sensitif bagi umat Islam. Sebab, isu ini telah mewariskan sejarah pilu, bahkan mengerikan bagi umat Islam. Jejak sejarah inilah yang mendorong umat Islam tampak kompak menghadapi isu komunisme ini. Terbukti, Maklumat MUI mendapat dukungan hampir seluruh ormas.

Melihat situasi yang semakin sensitif, akan jauh lebih bijak jika PDIP menahan diri dan tidak membuat langkah-langkah yang bisa dianggap oleh umat sebagai upaya provokatif. Meski menuntut pembakar bendera itu dibenarkan secara konstitusional, tapi ini bisa dianggap memancing reaksi perlawanan umat yang semakin masif. Apalagi instruksi siaga, pasang bendera dan konvoi, ini bukan langkah tepat dalam situasi seperti sekarang.

Bangsa ini dibesarkan dengan jiwa kepahlawanan. Hendaknya semua pihak menghindari cara-cara preman.

*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Wartawan Senior: Media Harus Digunakan untuk Tekan Israel

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wartawan senior Aat Surya Safaat menyatakan optimistis media massa dan media sosial (medsos) bisa menjadi kekuatan alternatif untuk menekan keangkuhan Israel, termasuk membatalkan rencana Pemerintah Zionis yang akan menganeksasi wilayah Tepi Barat Palestina.

“Wartawan dan pengguna medsos bisa mempengaruhi opini publik dunia bagi penghentian rencana aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat yang merupakan bagian dari rencana ‘Deal of Century’ yang diprakarsai Amerika,” kata Aat saat Konferensi Pers ‘Menolak Aneksasi Israel atas Tanah Palestina’ di Jakarta, Kamis (25/6).

Menurut mantan Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di New York yang juga pernah menjadi Direktur Pemberitaan ANTARA itu, sejarah membuktikan bahwa pers berperanan besar dalam mengakhiri perang Vietnam dan menghentikan politik apartheid di Afrika Selatan, bahkan mendorong pengakuan Kemerdekaan RI oleh dunia internasional.

Di sisi lain, menurut dia, kehadiran medsos saat ini bisa bersinergi dengan pers untuk menjadi kekuatan alternatif, termasuk dalam menekan keangkuhan Pemerintah Zionis Israel atas Palestina.

Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) itu menyatakan, media massa dan pengguna medsos yang cinta kemanusiaan di Indonesia dan di dunia internasional tidak boleh diam melihat persoalan kemanusiaan yang terjadi atas bangsa Palestina.

“Khusus bagi Indonesia, jasa besar bangsa Palestina tidak akan terlupakan, di mana Mufti Besar Palestina Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini yang saat itu sedang bersembunyi di Jerman mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum tokoh negara-negara Arab lainnya mengemukakan pernyataan yang sama,” ujarnya.

Penerima “Press Card Number One” dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Hari Pers Nasional di Banjarmasin Kalimantan Selatan 9 Februari 2020 itu lebih lanjut menyatakan keyakinannya bahwa media massa di dunia internasional bisa menjadi kekuatan alternatif untuk menghentikan kekejaman Israel atas Palestina.
Ia menilai, media massa bisa berperan melakukan “second track diplomacy” dalam mendorong negara-negara besar dan berpengaruh seperti Russia dan China untuk menghentikan rencana aneksasi Israel atas Tepi Barat Palestina.

Dubes: Dukungan Indonesia Sangat Penting Bagi Palestina dan Dunia Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam menengahi konflik yang terjadi di Palestina.

Menurut Al Shun, langkah yang diperlihatkan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi dalam menyikapi rencana aneksasi Tepi Barat sebagai bentuk dorongan moril bagi bangsa Palestina.

“Kami mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri Indonesia yang secara cepat merespons rencana Israel menganeksasi Tepi Barat. Tentu dukungan ini sangat penting, bukan saja bagi bangsa Palestina, tetapi juga bagi dunia Islam,” katanya dalam konferensi pers bertema ‘Menolak Aneksasi Israel atas Tanah Palestina di Tepi Barat’ di Jakarta, Kamis (25/6).

Al Shun melanjutkan, rencana Israel terkait aneksasi atas Tepi Barat adalah puncak dari proposal “Kesepakatan Abad Ini” yang diusulkan Presiden Donald Trump. Padahal, kata dia, proposal tersebut sangat timpang dan cacat.

“Proposal yang diusulkan Trump sangat cacat, sangat merugikan pihak Palestina. Kami seluruh elemen di Palestina menolak proposal tersebut. Mereka menggunakan berbagai cara untuk mengambil setiap apa yang kami miliki,” katanya.

Meski demikian, Al Shun menegaskan, rakyat Palestina tidak pernah gentar dengan segala upaya yang dilakukan Trump maupun Netanyahu. Sebab, kata dia, rakyat Palestina percaya akan dukungan dari dunia internasional.

“Kami tak pernah gentar. Meski mereka mencoba mengambil semua yang kami miliki, usaha mereka akan sia-sia sebab banyak dukungan dari masyarakat dunia, termasuk dari masyarakat Indonesia,” katanya.

Kiai Athian Ali Heran, Pancasila Diam-diam Mau Diubah di Tengah Pandemi

BANDUNG (Jurnalislam.com)—Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) KH Athian Ali heran dengan penyusunan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang akan mengubah kedudukan Pancasila diam-diam di tengah pandemic covid-19.

“Proses penyusunan RUU HIP sebagai inisiatif DPR RI ini terbilang sangat cepat, tidak transparan, tidak partisipatif, dan tidak aspiratif. Ketergesaan ini ditunjukkan oleh situasi dan kondisi di bulan Ramadhan dan ditengah pandemi Covid 19, rapat-rapat hanya dihadiri oleh jumlah anggota yang minim,” kata KH Athian Ali dalam keterangan yang diterima Jurnalislam, Rabu (24/6/2020).

 

Pancasila, kata KH Athian yang dalam pendekatan yuridis merupakan norma fundamental, malah ingin diubah ke dalam teknis operasional.

 

“Dari pendekatan yuridis, ternyata Pancasila yang merupakan Norma Fundamental Negara yang seharusnya menjadi landasan dan sumber hukum utama, telah berubah kedudukan dan fungsinya menjadi norma teknis operasional,” kata KH Athian.

Belum lagi katanya, dari aspek filosofis sangat jelas dan tegas telah mendegradasi Pancasila sebagai Falsafah Bangsa.

“Pancasila direduksi jadi Trisila dan Ekasila yang sesungguhnya telah menafikan dan merendahkan nilai keutuhan dari Pancasila itu sendiri,” katanya.

Karenanya, ANNAS, menurut KH Athian Ali dengan tegas menolak RUU HIP, meminta segera dicabut dan meminta Presiden Jokowi mengusut inisiator yang ingin mengubah kedudukan Pancasila ini.

Tak Ikut Aksi Tolak RUU HIP, Persis: Penularan Covid-19 Masih Rawan

BANDUNG(Jurnalislam.com)— PP Persatuan Islam (Persis) mengeluarkan pernyataan sikap tentang maraknya aksi massa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di berbagai daerah.

Ketuam Umum PP Persis KH Aceng Zakaria mengatakan bahwa Persis secara resmi sudah mengirim surat kepada PimpinN MPR/ DPR dan Fraksi-fraksi dan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia bahwa Persis meminta RUU HIP dibatalkan.

Namun, mengenai aksi massa yang melibatkan perkumpulan, PP Persis sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai elemen internal Persis seperti , IPP/IPPI, Brigade Pusat, Zho Lanah Shurulkhan, dan Tim Satgas Penanggulangan Dampak Covid-19 PP, maka Persis tidak melakukan aksi massa gabungan.

 

“Pertemuan merekomendasikan untuk tidak melakukan aksi massa gabungan dengan lembaga atau ormas lain karena berbagai pertimbangan, terutama masih sangat rawannya penularan covid-19. 5,” kata KH Aceng dalam pernyataan yang diterima Jurnalsilam, Rabu (24/6/2020).

Namun, PP Persis memandang tetap perlu ada aksi kesiagaan internal untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan warga Persis atas potensi dan indikasi munculnya komunisme gaya baru

Persis pun mempersilakan anggotanya untuk mengikuti aksi menolak RUU HIP  setelah dipastikan kejelasan panitia penyelenggaranya, perizinan dan kejelasan aksi.

“Serta kepastian keamanan dan kedamaian pelaksanaannya tanpa membawa atribut ataupun bendera Jamiyah,” pungkasnya.