1262 Peserta Didik Secapa TNI AD Bandung Positif Corona

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Pertumbuhan kasus corona di Jawa Barat, Kamis (9/7), pecah rekor. Kebanyakan dari mereka berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung, Jawa Barat.

“Hari ini, penambahan kasus terbanyak terjadi di Jawa Barat. 962 kasus, 27 sembuh, di Jabar,” kata jubir penanganan corona Achmad Yurianto di BNPB, Kamis (9/7).

Secara total ada 1.262 orang di lingkungan Secapa TNI AD di Bandung yang positif corona, berdasarkan hasil pemeriksaan sejak 29 Juni.

 

“Di klaster Secapa TNI AD yang kita dapatkan sebanyak 1.262 orang. Ini terdiri dari peserta didik dan tenaga pelatih di sana. Dari jumlah itu hanya ada 17 orang yang dirawat dan isolasi di rumah sakit di Cimahi dalam derajat keluhan ringan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar memastikan penanganan klaster baru sebaran corona di Secapa TNI AD kini ditangani langsung pihak TNI AD. Penanganan yang dimaksud salah satunya dengan melakukan pelacakan.

Sumber: kumparan.com

 

Covid Melonjak, Gugus Tugas: Pengetatan Aktivitas Akan Kembali Dilakukan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak tajam hari ini. Angka kumulatif positif Covid-19 bahkan menyentuh rekor mencapai 2.657 kasus dalam 24 jam terakhir.

Menanggapi adanya lonjakan kasus ini, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan, pengetatan aktivitas pun akan kembali dilakukan. Hal ini juga sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar dilakukan pengetatan aktivitas masyarakat jika kasus Covid-19 kembali melonjak saat pelonggaran aktivitas diterapkan.

“Pak Presiden mengatakan, ada pelonggaran tapi begitu ada kasus langsung segera dikunci, langsung diketatkan kembali. Begitu ada kasus melonjak, otomatis diketatkan, dibatasi kembali,” ujar Doni Monardo di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Doni menekankan agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan dan tak menganggap enteng pandemi ini. Ia juga meminta tiap kepala daerah terus mengingatkan masyarakatnya agar menjaga kewaspadaan dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga teratur, istirahat cukup, tidak panik, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

“Kalau kita patuhi protokol kesehatan dan imunitas kita tinggi, insya Allah jika terpapar, kita tidak terinfeksi,” kata Doni.

Sumber: republika.co.id

Angka Corona Global Tembus 12 Juta Kasus

JENEWA(Jurnalislam.com) — Menurut perhitungan Reuters, kasus global Covid-19 melampaui 12 juta dan meninggal dunia hingga setengah juta dalam tujuh bulan, pada Rabu (8/7). Penambahan ini terjadi ketika bukti menunjukkan penyebaran penyakit yang menular ini bisa melalui udara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, jumlah kasus Covid-19 telah mencapai tiga kali lipat dari penyakit influenza parah yang dicatat setiap tahun. Kasus pertama dilaporkan di China pada awal Januari dan butuh 149 hari untuk mencapai enam juta kasus. Sedangkan hanya kurang dari sepertiga waktu itu atau 39 hari  untuk menggandakan menjadi 12 juta kasus.

Sejauh ini ada lebih dari 546 ribu kematian terkait dengan virus corona, dalam kisaran yang sama dengan jumlah kematian influenza tahunan yang dilaporkan di seluruh dunia. Kematian pertama dilaporkan pada 10 Januari di Wuhan, China sebelum infeksi dan kematian melonjak di Eropa dan kemudian di Amerika Serikat (AS).

AS melaporkan rekor global harian 56.818 infeksi Covid-19 pada 3 Juli ketika kasus global mencapai angka 11 juta. Negara ini mencatat total tiga juta kasus pada Selasa (7/7) dan menyumbang lebih dari seperempat dari kasus global dan kematian global.

Penghitungan yang didasarkan pada laporan pemerintah menunjukkan penyakit ini menyebar tercepat di Amerika Latin. Di wilayah ini terdapat lebih dari setengah infeksi dunia dan hampir setengah kematian. Brasil dan AS menyumbang sekitar 45 persen dari semua kasus baru sejak awal Juli.

India menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi ketiga dengan berjuang melawan lebih dari 20 ribu kasus baru setiap hari. Sedangkan negara-negara dengan kapasitas pengujian terbatas, jumlah kasus hanya mencerminkan sebagian dari total keseluruhan infeksi.

Banyak negara yang mengalami kesulitan melepaskan pembatasan kegiatan untuk memperlambat penyebaran virus. Sementara negara yang lain, seperti China dan Australia, kembali menerapkan lockdown sebagai tanggapan terhadap bangkit kembalinya infeksi. Para ahli mengatakan perubahan kehidupan sosial dapat bertahan hingga vaksin tersedia.

Sumber: republika.co.id

Israel Tahan Anak-anak Palestina Selama Pandemi

PALESTINA(Jurnalislam.com) — Israel saat ini sudah menahan sebanyak 160 anak-anak Palestina di penjara. Selama pandemi Covid-19, Israel dilaporkan mempercepat penangkapan terhadap anak-anak Palestina meski ada seruan internasional untuk mengurangi populasi penjara dunia untuk mencegah penularan wabah.

Dalam laporan The Electronic Intifada pada Kamis (9/7), Israel menangkap tiga remaja Palestina pada bulan lalu, sehingga mengganggu ujian sekolah menengah mereka yang dikenal sebagai tawjihi. Tiga anak itu adalah Amin al-Sulaibi, Khalaf Shakarneh, dan Saifuddin Najajreh.

Seluruh anak tersebut berusia 17 tahun dan mereka ditahan dalam razia pra-fajar yang terpisah di rumah mereka di kota Betlehem di Tepi Barat yang diduduki pada 9 Juni lalu. Mengikuti proses tawjihi diperlukan untuk lulus dari sekolah menengah.

Namun, anak-anak Palestina harus sering mengulang kelas setelah dibebaskan dari penjara Israel, sebagaimana laporan Defense for Children International Palestine. “Pihak berwenang Israel memahami pentingnya ujian tawjihi,” kata Direktur Program dengan Kelompok HAM Defense for Children International Palestine, Ayed Abu Eqtaish.

Eqtaish mengatakan tujuan Israel menahan anak-anak itu adalah memang supaya mereka tidak bisa menyelesaikan pendidikannya. Hal ini dipandang lebih baik ketimbang meminta pertanggungjawaban anak atas kesalahan tertentu.

Kelompok advokasi anak-anak tersebut mendokumentasikan 120 pelanggaran terkait pendidikan oleh militer Israel terhadap anak-anak dalam rentang waktu Agustus dan Februari tahun ini. Ini termasuk penahanan anak-anak dari atau di dekat sekolah dan serangan terhadap sekolah.

“Anak-anak Palestina sering mengalami kekerasan fisik dan pelecehan dalam perjalanan ke dan dari penggerebekan sekolah, militer dan pemukim, pidato kebencian di dinding sekolah, dan pembongkaran sekolah secara total dan parsial,” kata Defense for Children International Palestine.

Sumber: republika.co.id

Umat Islam Bima Desak Partai Pengusung RUU HIP Dibubarkan

KOTA BIMA(Jurnalislam.com)–Gabungan Ormas Islam dan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima melakukan aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Kota dan Kabupaten Bima, Unjukrasa ini, dilakukan untuk menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP),Rabu (8/7/2020)

“Bahwa rancangan HIP ini sangat kental dan berpotensi untuk membangkitkan kembali paham komunisme.” Kata Tokoh Umat islam Bima Ustadz Abdul Hakim Bin Seff dalam orasinya.

Ketua Forum Umat Islam Bima (FUI) ustadz Asikin Bin Manshur mengatakan dalam orasinya bahwa RUU HIP yang sekarang akan dengan diganti dengan PIP atau apapun itu, tetap di didalam RUU itu terdapat Haluan Komunis dan ini harus di tolak

“Cabut dan hentikan RUU HIP atau PIP ataupun nama lainya karena di dalamnya ada Haluan Neo Komunisme,” kata dia.

Ia juga meminta partai dan inisiator RUU HIP dibubarkan.

“Usut, tangkap dan penjarakan Inisiator RUU HIP serta bubarkan Partai pengusung RUU HIP,” pungkasnya.

reporter: Pramudia Bagus

Ormas Islam Magelang Tuntut Konseptor RUU HIP Diproses Hukum

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Masyarakat Magelang bersama puluhan Ormas se-Magelang raya gelar aksi tolak RUU HIP mendukung maklumat MUI di Alun-alun kota Magelang (08/07/20).

Aksi Penolakan RUU HIP diikuti oleh ribuan masyarakat se-Magelang raya dari Jamaah Ansharusyariah (JAS), Front Pembela Islam (FPI), KOKAM Muhammadiyah, pemuda-pemuda masjid dan beberapa komunitas lainnya.

Masyarakat menuntut pemerintah untuk membatalkan seluruh proses pembahasan RUU HIP, dan mendesak aparat yang berwenang untuk mengusut pihak inisiatif dan konseptor RUU HIP, serta  berharap Presiden mengambil posisi yang tegas atai tidak ambigu tentang TAP MPRS nomor XXV/MPRS/1966.

Seluruh peserta sepakat bahwa dalang dari pembahasan RUU HIP adalah antek-antek PKI yang secara sistematis menyusup ke sistem pemerintahan, dan ingin dasar negara sesuai kesepakatan Piagam Jakarta yang dirumuskan oleh umat Islam.

“Dari zaman perumusan pancasila hingga sekarang PKI tidak henti-hentinya berusaha mengambil alih pemerintah di Indonesia untuk merubah ideologi negara, tetapi sebenarnya ideologi bangsa Indonesia adalah yang tertulis di Piagam Jakarta yang disusun dengan jiwa raga ulama dan pahlwan kemerdekaan.” Ucap Priyo wakil ketua Fuimara.

Masyarakat juga meminta dewan DPRD kota dan kabupaten Magelang untuk lebih peka dan kritis terhadap perumusan undang-undang yang berbau PKI.

“Kami disini selain menyampaikan aspirasi juga ingin tau apakah bapak ketua DPRD dan jajarannya mengetahui apa arti yang terkandung didalam RUU HIP, dan jika bapak tau kami mohon untuk lebih tegas ikut menolak rancangan tersebut karena berpotensi merusak keutuhan NKRI. Negara kita semua.” ujar Eko ketua Jamaah Ansharusyariah Magelang.

Setelah adakan orasi dari berbagai perwakilan ormas dilanjutkan dengan agenda audiensi di kantor DPRD Kota Magelang bersama Kodim, Kapolresta dan wakil pimpinan DPRD.

kontributor: Hasan Shoghir

Ribuan Massa Anti Komunis Surabaya Desak Inisiator RUU HIP Ditangkap

SURABAYA(Jurnalislam.com)- Ribuan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Tolak Komunis (GAMIS) mendatangi Gedung DPRD Jatim, Jl Indrapura, Surabaya, Selasa (7/7/2020).

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) serta menuntut inisiator RUU tersebut agar diproses hukum,

“Semua peserta aksi sepakat menolak rancangan undang-undang haluan ideologi Pancasila, karena ini berbahaya. Oleh karena itu minta cabut dari prolegnas jangan lagi dibahas karena ini potensi mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat,” terang ustadz Muhammad Yunus usai audiensi dengan anggota dewan.

Tak hanya itu, Ia juga meminta agar dibentuk tim pencari fakta idependen untuk menemukan aktor intelektual RUU HIP,

“Inisiator siapa yang dibalik rancangan undang-undang itu hendaklah kemudian ditindaklanjuti dan diproses hukum, karena ini berpotensi melakukan makar secara konstitusional, yang kemudian memberikan peluang ideologi komunis yang menjadi ideologi laten itu kembali lagi masuk di Indonesia,” katanya.

“Minta dibentuk tim pencari fakta independen hingga kemudian bisa dilihat siapa sebenarnya yang berada dibelakang RUU HIP,” imbuhnya.

Kontributor: Bahri

Geruduk DPRD, FUIB Pasuruan Desak RUU HIP Dicabut

PASURUAN(Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan di jl.Raya Raci – Bangil untuk menyampaikan maklumat tentang penolakan RUU HIP pada Senin pagi (29/06/2020).

FUIB juga mendesak tuntutan mereka untuk diteruskan ke DPR RI agar segera menghentikan pembahasan dan pencabutan RUU HIP.

Rombongan FUIB ditemui langsung oleh  ketua DPRD Sudiono Fauzan dan sejumlah anggota DPRD. Audiensi diawali dengan pembacaan maklumat FUIB yang berisi 9 poin oleh Nur Adi Septanto.

“RUU HIP ini lahir di tengah pandemi Covid. Telah ditolak komponen umat Islam. Sehingga ini menjadi yang harus kita syukuri.

Hari ini kami juga saling menasehati, sesama umat Islam. Kami ingin mendengar dewan yang terhormat, sepakat menolak RUU HIP ini bersama-sama dengan FUIB.” terang M. Nawawi, sekretaris 1 FUIB.

Dalam sambutannya semua anggota dewan mendukung penuh maklumat yang disampaikan FUIB dan berjanji akan meneruskan maklumat tersebut ke DPR pusat.

“Kami akan menyampaikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ke institusi yang lebih tinggi.

Masing-masing fraksi diharapkan meneruskan ke fraksi tingkat provinsi hingga pusat,” kata Rusdi Sutejo, anggota dewan dari Gerindra.

“Pancasila sudah final, sesuai kesepakatan 18 Agustus 1945. Pancasila sudah mengayomi seluruh rakyat Indonesia,” lanjut Rusdi.

Kedatangan FUIB tersebut dipimpin langsung oleh ketua umumnya Habib Muhammad Nizar BSA beserta laskar pengawalan dari pasukan ASWAJA, Laskar Pembela Islam, KOKAM, Brigade Persis, Laskar FOR ISLAM, Pemuda Al Hidayah, TPU Ar Riyadh, Al Irsyad, dan sejumlah elemen umat Islam lain

Contributor: Bahri

Sambangi DPRD Jatim, JAS Sampaikan Bahaya Kaum Radikal Komunis

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Jama’ah Ansharu Syari’ah (JAS) yang tergabung bersama GAMIS (Gerak Umat Islam Tolak Komunis) mendatangi kantor DPRD Jatim, Jl.Indrapura, Surabaya, Selasa (7/7/2020), guna menuntut RUU HIP dicabut.

Perwakilan dan sekaligus Ketua  Jama’ah Ansharu Syari’ah Jawa Timur, ustaz Hamzah Baya,M.Pd menilai bahwa ideologi komunis sangat radikal dan berbahaya.

Alhamdulillah berkesempatan untuk mengenalkan JAS di DPRD Provinsi Jatim. Kami selama ini dianggap radikal dan ternyata ada yang lebih radikal dan berbahaya yaitu radikal sosialis dan komunis juga sekuler yang mereka adalah anti agama,” terangnya usai audiensi dengan anggota dewan.

Lebih lanjut beliau juga menegaskan Jamaah Ansharu Syari’ah bersama masyarakat Indonesia,  siap membela Islam dan ulama.

“Kita ansharu syariah sesuai dengan namanya membela agama dan siap menghadapi siapapun yang anti terhadap agama apalagi dengan yang anti umat Islam dan para Ulama,” tegasnya.

Dalam aksi apel siaga tolak komunis tersebut Jama’ah Ansharu Syari’ah juga menurunkan sejumlah laskarnya sekaligus sebagai korlap aksi.

Reporter: Bahri

PKS Dukung Maklumat Ulama Aswaja Pasuruan Tolak RUU HIP

PASURUAN(Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan di jl.Raya Raci – Bangil untuk menyampaikan maklumat tentang penolakan RUU HIP pada Senin pagi (29/06/2020).

FUIB juga mendesak tuntutan mereka untuk diteruskan ke DPR RI agar segera menghentikan pembahasan dan pencabutan RUU HIP.

Rombongan FUIB ditemui langsung oleh  ketua DPRD Sudiono Fauzan dan sejumlah anggota DPRD. Audiensi diawali dengan pembacaan maklumat FUIB yang berisi 9 poin oleh Nur Adi Septanto.

Perwakilan Fraksi PKS mendukung maklumat FUIB

 

“Kami hanya wakil anda semua, suasana kebatinan di daerah dengan pusat mungkin beda. Di Pasuruan kami bersahabat dengan ketua PDIP. Saya mendukung maklumat ini. Saya mendukung bulat sebulat-bulatnya. Mendukung secara penuh.” ungkapnya.

Sementara perwakilan dari PDIP, Andri Wahyudi berjanji akan meneruskan maklumat tersebut ke partainya.

“Prinsipnya kami fraksi PDIP akan meneruskan ke level DPRD provinsi sampai ke pusat. Pun dalam kepartaian akan kami sampaikan,” katanya.

 

Kedatangan FUIB tersebut dipimpin langsung oleh ketua umumnya Habib Muhammad Nizar BSA beserta laskar pengawalan dari pasukan ASWAJA, Laskar Pembela Islam, KOKAM, Brigade Persis, Laskar FOR ISLAM, Pemuda Al Hidayah, TPU Ar Riyadh, Al Irsyad, dan sejumlah elemen umat Islam lain.

 

Kontributor : Bahri