Selandia Perpanjang Aturan Lockdown

WELLINGTON(Jurnalislam.com) — Pemerintah Selandia Baru memutuskan memperpanjang aturan pembatasan lockdown atau karantina wilayah di Auckland untuk 12 hari ke depan sejak Jumat (14/8). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan penyebaran infeksi virus corona jenis baru yang kasusnya terus meningkat.

Sebanyak 30 orang di Auckland saat ini dinyatakan positif Covid-19. Klaster kasus pertama kali ditemukan pada awal pekan ini, tepatnya pada Selasa (11/8), setelah 102 hari negara itu dinyatakan bersih dari infeksi virus tersebut atau tidak ada kasus aktif terbaru.

Sebelumnya, satu-satunya kasus Covid-19 yang ada di Selandia Baru berasal dari warga yang tiba dari luar negeri dan menjalani karantina sesuai prosedur pihak berwenang. Dalam kasus terbaru saat ini, otoritas kesehatan negara itu meyakini bahwa asalnya bukan dari dalam negeri.

Meski demikian, pihak berwenang masih menyelidiki sumber kasus Covid-19 terbaru yang ditemukan di Auckland. Terdapat kecurigaan pekerja di fasilitas penyimpanan makanan adalah yang pertama terinfeksi, dengan beberapa orang lainnya yang merupakan karyawan di sana juga tertular virus.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan perpanjangan lockdown di Auckland, yang pertama kali dimulai pada Rabu (12/8) lalu akan memberi waktu kepada pihak berwenang untuk menangani kelompok virus. Termasuk dalam hal mengisolasi mereka yang terinfeksi guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Bersama-sama, kita telah menyingkirkan Covid-19 sebelumnya. Kami telah menahannya selama 102 hari, lebih lama dari negara lain mana pun dan telah menjadi yang terdepan di dunia dalam respons kami, dengan hasil bahwa banyak nyawa terselamatkan dan ekonomi bisa berjalan lebih cepat dibanding di mana pun. Kita bisa melakukan semua itu lagi,” ujar Ardern dalam pidato pada Jumat (14/8), dilansir ITV.

Semua kasus Covid-19 terbaru di Auckland tampaknya terkait melalui hubungan keluarga atau pekerjaan. Sementara itu, satu-satunya kasus lain diketahui di luar kota tersebut adalah dua orang di Tokoroa yang dikunjungi oleh anggota keluarga yang terinfeksi dari Auckland.

Para pejabat mengatakan hanya ada kemungkinan kecil bahwa virus corona jenis baru akan menyebar lebih jauh di sana. Beberapa dari mereka yang terinfeksi bekerja di fasilitas penyimpanan makanan Amerika di pinggiran kota Auckland, tepatnya di Mount Wellington.

Pemerintah Selandia Baru saat ini sedang melihat kemungkinan bahwa pekerja di kapal barang atau di pelabuhan mungkin telah menyebarkan infeksi, meskipun ada persyaratan jarak fisik di situs tersebut dan perintah yang mencegah pekerja kapal datang ke darat. Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield mengatakan pengujian ketat sedang dilakukan.

sumber: republika.co.id

Perusahaan Harus Serius Terapkan Protokol di Tempat Kerja

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Dokter spesialis okupasi dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas (IKK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dr Nuri Purwito Adi mengatakan, penularan Covid-19 di lingkungan kantor terjadi karena para pegawai abai terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Di samping itu, menurut Nuri, perusahaan juga harus memahami risiko penularan yang bisa terjadi pada karyawan.

Ia menyarankan, perusahaan  membentuk tim satuan tugas (satgas) internal di tempat kerjanya.

Tim satgas tersebut yang nantinya akan mencari tahu dan memutakhirkan informasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional maupun daerah setempat. Dengan begitu, perusahaan tahu hal-hal yang perlu dilakukan untuk penanganan Covid-19 di tempat kerja.

“Termasuk nanti mereka membuat penilaian risiko. Apakah memang tempat kerja saya ini sudah waktunya mulai masuk 50 persenkah atau kita coba dengan 20 persen dulu, apakah sudah layak nih untuk mengakomodasi para pekerja untuk masuk,” tutur Nuri.

Ketika mengadakan pertemuan, satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan di kantor ialah mengurangi jumlah orang. Bahkan, sebisa mungkin itu dihindari.

“Jika kegiatan itu harus dilakukan dengan cara tatap muka, maksimal dalam suatu ruangan 20 orang,” ucapnya.

Sementara itu, Co-founder Fittual Fest, Jake Joaquin mengatakan bahwa selama ini cukup banyak perusahaan yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Bahkan, menurutnya, mungkin masih lebih banyak lagi perusahaan yang melanggar protokol kesehatan, namun tidak terpantau oleh pemerintah maupun media massa.

Menurut Jake, sebagai pelaku event organizer (EO), apabila ada suatu perusahaan yang tidak patuh dan mendapatkan sanksi berupa penutupan sementara, menjadi kerugian besar.

Sumber: republika.co.id

 

RS Turki di Lebanon Akan Segera Dibuka

BEIRUT(Jurnalislam.com) — Turki melanjutkan upayanya untuk mendukung rakyat Lebanon setelah ledakan di Pelabuhan Beirut pekan lalu.

Rumah Sakit Turki Saida, yang dibangun oleh Turki hampir 10 tahun yang lalu tetapi belum memulai layanannya karena terkendala masalah yang disebabkan oleh pemerintah Lebanon, rencananya akan dibuka atas instruksi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Erdogan menunjuk Dr. Serkan Topaloglu dari Komite Kebijakan Kesehatan dan Makanan Turki sebagai utusan khusus untuk memulai proses pembukaan rumah sakit bagi pasien. Topaloglu mengevaluasi situasi rumah sakit saat ini dan alasan penutupannya, dalam koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Turki, Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki dan Kedutaan Besar Turki di Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menerima Topaloglu dan timnya pada Kamis. Diab berterima kasih kepada Erdogan karena telah memberikan bantuan ke negaranya setelah ledakan itu.

Mengekspresikan rasa terima kasihnya kepada Turki atas penunjukan utusan khusus untuk membuka Rumah Sakit Turki Saida, perdana menteri Lebanon mengatakan dia akan mengamati dengan cermat proses tersebut dan telah memberikan instruksi yang diperlukan kepada Kementerian Kesehatan negaranya.

Rumah sakit akan buka secepatnya

Topaloglu dan timnya juga bertemu dengan Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hassan dalam pertemuan bilateral dan antar-delegasi. Dia menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Lebanon atas hilangnya nyawa dalam ledakan itu dan mengatakan bahwa mereka ingin rumah sakit Turki dibuka secepat mungkin.

Dengan sedikit dukungan teknis, kata dia, rumah sakit akan siap menerima pasien dan Turki akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk ini. “Rincian teknis tentang administrasi rumah sakit akan diselesaikan besok dan rencana tindakan akan disiapkan,” tambah Topaloglu.

Sementara itu, Hamad mengatakan bahwa Turki sangat cepat mengirimkan bantuan setelah ledakan dan Lebanon benar-benar membutuhkan rumah sakit seperti ini.

Sumber: republika.co.id

Miris, Oknum Pesilat PSHT Perusak Rumah Warga Mayoritas Usia di Bawah Umur

SITUBONDO(Jurnalislam.com)– Dalam waktu 2 x 24 jam sebanyak 80 orang oknum pesilat  PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) diciduk Polres Situbondo. Setelah diproses hukum, 45 orang ditetapkan sebagai tersangka. Yang miris, banyak dari mereka di bawah umur (anak-anak)

 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers di Polres Situbondo (13/8), menyampaikan bahwa kepolisian telah bertindak cepat sesuai prosedur saat menangani kasus yang terjadi di dua desa yang berbatasan, Desa Trebungan dan Desa Kayuputih.

 

“Khusus tersangka di bawah umur ada perlakuan khusus, tidak dilakukan penahanan dan dikembalikan kepada orang tuanya. Namun proses hukum terus berjalan,” kata Kabid Humas Polda Jatim.

 

Kasus ini bermula pada Minggu (9/8) sore. Sekelompok anggota perguruan pencak silat itu menggelar konvoi. Saat di lokasi kejadian ada dari mereka berusaha mengambil bendera merah putih milik warga. Warga pemilik bendera,  lantas menegur dan meminta agar bendera dikembalikan.

 

Sayangnya, teguran ini disambut dengan amukan masa dan penganiayaan. Atas kejadian ini lima warga mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas terdekat. Tercatat 10 rumah dan 15 warung milik warga yang berada di sepanjang jalan raya Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, dan Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, rusak parah. Bahkan, tiga unit mobil di halaman rumah warga turut dirusak.

 

Buntut kerusuhan ini, Ketua PSHT Situbondo Tulus Priatmadji bersama   dewan pendekar menyatakan permintaan maaf dan memvakumkan sementara semua kegiatan pasca terjadinya kerusuhan.

 

Tulus membenarkan perihal adanya konvoi PSHT yang diikuti oleh sekitar seratus lebih anggotanya setekah lulus tes sebagai warga PSHT. Namun, ia tak menyangkan jika kemudian berakhir dengan perusakan dan penjarahan. (bud1)

Puluhan Karyawan RSUP Fatmawati Terpapar Covid

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Sebanyak 35 karyawan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, terpapar Covid-19. Hal itu diketahui setelah pihak RSUP Fatmawati melakukan rapid test dan tes usap massal.

“Sejak 18 Maret 2020 hingga 7 Agustus 2020, telah dilakukan rapid test terhadap 1.118 karyawan dan swab test kepada 189 karyawan,” kata Direktur Utama RSUP Fatmawati, Mochammad Syafak Hanung dalam siaran pada Jumat (14/8).

Hingga saat ini, pelaksanaan tes swab terhadap karyawan masih terus dilakukan tanpa menganggu proses pelayanan kesehatan. Syafak menjelaskan, bila ada karyawan yang terpapar Covid-19 maka petugas dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (KPPI) langsung menindaklanjuti dengan cara tracing penyebab terpaparnya karyawan tersebut.

Selain itu, pihak RSUP Fatmawati juga melakukan pemindaian kepada seluruh pasien, karyawan, maupun pengunjung. “Terhadap khususnya karyawan rumah sakit, rutin dilakukan screening melalui mengisi formulir self assessment, tata cara memakai dan melepaskan APD, serta sering mencuci tangan dan tertib menjaga jarak,” tutur Syafak.

Usai ditemukan kasus tersebut, menurut Syafak, kini RSUP Fatmawati tetap beroperasi. Sejak ditunjuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan, RSUP Fatmawati telah membuat kebijakan internal terkait prosedur yang sesuai dengan protokol kesehatan.

“Agar tidak ada penularan bagi pasien, pengunjung, dan karyawan rumah sakit,” ujar Syafak. Dia melanjutkan, kebijakan tersebut terkait dengan sarana dan prasarana yang memadai, serta sumber daya manusia (SDM) yang cukup di RSUP Fatmawati.

Sumber: republika.co.id

MPR ke Pemerintah: Jika Pandemi Tidak Diatasi, Efek Resesi akan Menyebar

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 lalu berdampak serius terhadap berbagai dimensi kehidupan masyarakat.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, jika pandemi COVID-19 tidak segera diatasi, efek domino resesi ekonomi akan menyebar ke berbagai sektor, mulai dari macetnya kredit perbankan hingga lonjakan inflasi yang sulit dikendalikan atau sebaliknya deflasi yang tajam karena perekonomian tidak bergerak. Kemudian, neraca perdagangan akan menjadi minus dan berimbas langsung pada cadangan devisa.

“Dalam skala riilnya, dampak resesi terhadap sebuah negara adalah meningkatnya pengangguran, anjloknya pendapatan, meningkatnya angka kemiskinan, merosotnya harga aset seperti pasar saham atau properti, melebarnya angka ketimpangan, tingginya utang pemerintah bersamaan dengan penerimaan pajak yang anjlok, serta produksi yang hilang secara permanen, dan bisnis gulung tikar,” tutur Bamsoet saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020).

Menurut Bamsoet, memburuknya perekonomian tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga pertumbuhan global yang merosot tajam karena terganggunya aktivitas ekonomi. “Bank Dunia melansir bahwa resesi sudah hampir pasti terjadi di seluruh wilayah ekonomi dunia,” katanya.

Resesi akibat Covid-19 ini, kata Bamsoet, merupakan yang terburuk dalam sejarah sejak Perang Dunia II. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah melansir proyeksi serupa. Bahkan, dalam outlook yang dipublikasikan pada bulan April 2020, IMF menyebut resesi kali ini lebih dalam daripada era Great Depression pada tahun 1930-an.

Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) pun melansir proyeksi yang sama. Dalam laporan terbarunya, OECD menyebut, pandemi Covid-19 semakin membuat dunia terseret dalam jurang resesi terburuk di luar periode perang dalam 100 tahun. Dampak ekonomi akibat virus corona sangat buruk sekali. Pemulihannya akan lambat dan krisis akan memiliki dampak yang bertahan lama, secara tidak proporsional mempengaruhi golongan masyarakat yang paling rentan.

Karena itu, Bamsoet mengajak semua pihak untuk bergotong royong, terus mendukung kebijakan pemerintah yang telah melakukan langkah konkret mendorong peningkatan ekonomi sektor riil. Seperti memberikan kemudahan permodalan bagi pelaku usaha baik kecil maupun besar, mendorong pemerintah dapat menahan laju penurunan ekonomi dengan meningkatkan penyaluran bantuan sosial dan stimulus bagi dunia usaha.

“Pimpinan dan Anggota MPR memberikan dukungan kepada Pemerintah untuk mensinergikan kebijakan pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Duh, Utang Indonesia Naik saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Di saat Presiden Joko Widodo naik podium menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangkat HUT Kemerdekaan RI ke-75, Bank Indonesia mengumumkan soal kenaikan utang luar negeri Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II 2020 mencapai USD408,6 miliar. Utang tersebut tumbuh 5,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya.

Kenaikan utang itu disebabkan oleh transaksi penarikan neto utang, baik utang pemerintah maupun swasta. BI kemudian merinci, utang sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD199,3 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD209,3 miliar.

“Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai utang berdenominasi rupiah,” ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako, di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Lanjut Onny, struktur utang Indonesia tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan II 2020 sebesar 37,3%, meningkat dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 34,5%.

“Meskipun meningkat, struktur utang Indonesia tetap didominasi oleh utang berjangka panjang dengan pangsa 89,0% dari total utang. Dalam rangka menjaga agar struktur utang tetap sehat,” katanya.

Bank Indonesia dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan utang ini, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran utang juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Sumber: sindonews.com

MPR Ingatkan Pemerintah Soal Ketahanan Pangan saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebutkan ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid19. Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, pertarungan dalam memenuhi dan mengawal ketersediaan pangan akan menjadi penentu gerak bandul geopolitik global.

“Kondisi ini memaksa setiap negara merancang politik pangan, pertama-tama untuk kepentingan domestiknya,” ujar Bamsoet saat memberikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dalam kaitan ini, kata Bamsoet, sebagai pimpinan MPR, pihaknya perlu mengingatkan bahwa produksi dalam negeri akan menjadi tumpuan utama bagi kita saat ini.

“Fasilitas produksi, seperti mesin dan peralatan pertanian, subsidi pupuk dan benih, serta fasilitas pendukung produksi lainnya, perlu menjadi prioritas bagi peningkatan produksi dalam negeri,” katanya.

Mengingat 93% mayoritas petani Indonesia adalah petani kecil, kata mantan Ketua DPR RI ini maka fasilitas dan bantuan sangat dibutuhkan agar mereka terbantu untuk meningkatkan kinerja produksinya.

“Dalam situasi pandemi saat ini, selain fasilitas atau bantuan, diperlukan juga protokol produksi yang dapat menjamin kualitas dan keamanan pangan yang terbebas dari Covid-19,” tuturnya.

sumber: sindonews.com

Turki – Yunani Memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)– Hubungan antara dua negara bertetangga, Yunani dan Turki memanas. Pemicunya adalah eksplorasi cadangan energi lepas pantai di Mediterania timur.

Panas dingin hubungan antara Yunani dan Turki terjadi sejak negeri para Dewa itu memenangkan kemerdekaannya dari Kekaisaran Ottoman pada tahun 1830.

Kedua negara tercatat telah berhadapan satu sama lain dalam empat perang besar yaitu Perang Yunani-Turki (1897), Perang Balkan Pertama tahun (1912-1913), Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan terakhir Perang Yunani-Turki (1919–22), yang diikuti oleh pertukaran penduduk Yunani-Turki dan periode persahabatan hubungan di tahun 1930-an dan 1940-an.

Kini belum genap 100 tahun, tensi tinggi kembali mewarnai hubungan kedua negara. Yunani pun telah menempatkan militernya dalam posisi siaga tingkat tinggi seiring ancaman yang dilontarkan Turki akan membalas setiap serangan yang dilancarkan terhadap kapalnya. Lalu bagaimana perbandingan kekuatan militer keduanya?

Diatas kertas, kekuatan militer Turki berada di atas Yunani. Disitir The Global Fire Power, Jumat (14/8/2020), untuk kekuatan udara, Turki memiliki total pesawat 1.055 dengan jumlah pesawat tempur 206 dan helikopter 497. Sementara total pesawat yang dimiliki Yunani adalah 566 dengan jumlah pesawat tempur 187 dan helikopter mencapai 231.

Di darat, Turki mempunyai 2.622 tank, 8.777 kendaraan lapis baja, 1.278 kendaraan artileri, 1.260 senjata artileri, proyektor roket 438. Sementara Yunani memiliki 1.355 tank, 3,691 kendaraan lapis baja, 547 kendaraan artileri, 463 senjata artileri dan 152 proyektor roket.

Untuk di laut, kedua negara sama-sama tidak mempunyai kapal induk dan penghancur. Meski begitu, kekuatan armada Turki berada di atas Yunani dengan 149 berbanding 116. Turki unggul tipis dari segi kepemilikan kapal selam dan frigates dari Yunani dengan 12 berbanding 11 dan 16 frigates lawan 13. Sementara Turki memiliki 10 kapal corvettte, Yunani tidak memilikinya sama sekali.

Dari segi personel, Turki memiliki personel aktif sebanyak 355 ribu berbanding 200 ribu personel Yunani. Namun, Yunani memiliki personel cadangan lebih banyak dari Turki dengan 550 ribu personel berbanding 380 ribu.

Meski begitu, yang harus menjadi catatan adalah kemampuan pilot pesawat tempur Yunani adalah salah satu yang terbaik di dunia di mana mereka pernah mendapatkan penghargaan Top Gun oleh NATO. Sementara tingkat keterampilan Turki dikatakan telah dihancurkan ketika Presiden Recep Tayyip Erdogan membersihkan militer setelah upaya kudeta terhadapnya yang gagal pada 2016 lalu.

Menurut Ioannis Michaletos, dari Institut Analisis Pertahanan & Keamanan dan Pusat Analisis Strategis dan Intelijen Mediterania di Athena, Yunani memiliki postur pertahanan dalam angkatan bersenjatanya.

“Ia dapat mempertahankan wilayahnya selama ‘perang’ tidak berlarut-larut untuk waktu yang lama. Yunani sebagai negara yang lebih kecil dengan ekonomi lemah tidak dapat bertahan dalam perang yang berkepanjangan,,” ujarnya seperti dikutip dari The National Herald.

Dikatakan oleh Michaletos, kepulauan Aegean seperti Skyros, Limnos, dan Samothraki secara teknis merupakan pangkalan pesawat yang tidak dapat tenggelam seperti kapal induk dengan sistem anti-pesawat, rudal anti-kapal, tentara, dan skuadron udara.

“Teater Aegean secara teori adalah jebakan mematikan untuk serangan Turki secara besar-besaran. Mereka berisiko terjebak berjuta pulau dari mana mereka akan dibombardir dari semua sisi, ”katanya. Lalu ada Angkatan Laut Yunani yang menakutkan.

“Semua Angkatan Laut Yunani diarahkan untuk melawan Turki, sementara Turki harus mempertahankan pasukan yang cukup besar di Laut Hitam dan teater laut Mediterania Timur,” katanya, dengan kapal-kapal Turki harus melintasi Selat Dardanelles atau Selat Karpathos yang dapat dengan mudah ditakuti oleh kekuatan Yunani.

Sementara keuntungan Turki, kata Michaletos, terletak pada tenaga kerja dan cadangan yang besar tetapi itu akan membutuhkan waktu untuk dimobilisasi dan ujungnya akan hilang dalam perang yang cepat atau jika NATO atau AS campur tangan untuk menghentikannya sebelum konflik menjadi terlalu merusak.

“Jika perang berlarut-larut, Turki akan meningkatkan kekuatan numeriknya dan menciptakan masalah besar bagi strategi pertahanan Yunani, yang akan kesulitan mencapai ibu kota Turki, Ankara, dengan rudal,” ujarnya.

“NATO dan Uni Eripa (UE) tidak tahan dan menyaksikan kehancuran bersama dari dua anggotanya. Mereka akan turun tangan untuk meminimalkan atau menghentikan perang,” imbuhnya.

Patrick Theros, mantan Duta Besar AS untuk Qatar dan mantan penasehat politik Panglima Komando Pusat AS, mengatakan Yunani bisa saja menang hanya mendefinisikan menang sebagai menimbulkan korban yang tidak dapat diterima pada pasukan Turki dan membawa pertempuran ke wilayah Turki.

“Yunani tidak memiliki kemampuan proyeksi kekuatan untuk menduduki sebagian besar wilayah Turki,” ujarnya.

Sumber: sindonews.com

Kemenag Segera Terapkan Program Dai Bersertifikat

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Kementerian Agama segera menerapkan program dai bersertifikat. Program ini sudah mulai dibahas sejak 2019. Program tersebut sejatinya bertujuan membekali para penceramah untuk lebih mengenal Pancasila dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Terkait hal itu Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa program dai bersertifikat segera digulirkan.

 

“Kemenag pada triwulan ketiga ini akan punya program dai bersertifikat. Ini sudah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres (KH Ma’ruf Amin),” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (13/08/2020).

 

“Kita perlu punya dai bersertifikat yang berbicara Islam rahmatan lil alamin. Masjid bisa diisi para dai itu untuk mendakwahkan Islam yang damai dan penuh toleran,” lanjutnya.

 

Ia menyatakan program dai atau penceramah bersertifikat tidak mengikat. Program ini bisa diikuti penceramah yang berkenan mengikutinya. Untuk dai yang tidak ingin ikut, juga tidak ada paksaan.

 

Sementara Menag berharap masjid tidak hanya menjadi sarana sebarkan iman dan takwa. Lebih dari itu, masjid dapat dijadikan sarana menguatkan kerukunan bangsa.

 

“Masjid tempat beribadah sekaligus simbul kerukunan. Dari masjid juga bisa dibicarakan masalah kerukunan, sikap saling menghargai, dan membangun Islam rahmatan lil alamin,” tuturnya.