Jutaan Kader Pramuka Siap Terlibat Atasi Pandemi

SEMARANG(Jurnalislam.com) – Kepala UNICEF Perwakilan Jawa, Arie Rukmantara menyatakan pramuka Indonesia yang kini beranggotakan 25 juta berpotensi melakukan perubahan mengatasi Pandemi COVID-19.

Menurut dia, pramuka dituntut harus mampu membuat trend patuh protokol kesehatan. Misalnya mengenakan masker harus menjadi trend, itu perlu kolaborasi.

“Sementara yang sulit adalah mencuci tangan. Memakai hand sanitizer juga dapat menjadi trend. Termasuk juga menjaga jarak yang aman. Bagaimana ngeriung atau cangkrukan yang aman,” ungkap Arie dalam Talkshow Gerakan Pramuka Dulu, Kini,dan Tantangan Adaptasi Kebiasaan Baru yang digelar virtual, Senin (24/8/2020). Talkshow diikuti perwakilan pramuka dari seluruh daerah di Jawa Tengah.

Ia mengutarakan, dengan jumlah yang mencapai 25 juta anggota, Indonesia harus menjadi pengurus The World Organization of the Scout Movement (WOSM– Organisasi Pramuka Dunia). Sebab jumlah itu sama dengan 25 persen jumlah pramuka di dunia yang beranggotakan 100 juta.

Pihaknya juga mendorong agar anggota Pramuka Indonesia mencatat segala kegiatan pengabdian yang mereka lakukan. Sebab dari data yang ia peroleh, ia sempat terkejut ketika melihat jam pengabdian Indonesia hanya sedikit; hanya 1.500 jam per bulan. Sementara Pramuka India mencapai 1,5 juta jam, dan Pramuka Amerika Serikat 10 juta jam per bulan.

sumber: sindonews.com

Jokowi Klaim Akhir 2021 Akan Produksi 30 Juta Vaksin Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Harapan untuk bisa segera menghentikan pandemi Covid-19 di Tanah Air terbuka lebar.

Hal ini terkait dengan adanya komitmen dari sejumlah pihak untuk menyuplai vaksin anti-Covid-19.

Bahkan akhir 2020 ini, vaksin sudah mulai berdatangan. Adanya komitmen dukungan vaksin untuk Indonesia disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan laporan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dia menyebut akhir 2020 ini Indonesia akan mendapatkan komitmen vaksin 20–30 juta. Selanjutnya sampai akhir 2021, jumlah vaksin yang tersedia mencapai 290 juta.

“Itu sebuah jumlah yang sangat besar. Negara lain mungkin sejuta-dua juta saja belum, kita sudah dapat komitmen 290 juta. Baik yang diproduksi di sini maupun nanti yang di luar. Saya kira ini berita yang sangat bagus,” katanya saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka kemarin.

Jokowi menandaskan keyakinannya bahwa pengadaan vaksin Covid-19 sudah pada jalur yang benar. Dia menyebut Indonesia sudah sibuk mencari vaksin, sementara negara lain belum.

“Di ASEAN saja, saya lihat belum ada yang siap dengan vaksin yang sebanyak tadi yang saya sampaikan,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

Warga Yahudi Bangun Pos untuk Perluas Pemukiman Ilegal

HEBRON(Jurnalislam.com) – Warga pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina membangun pos ilegal di desa Birin, timur Hebron, untuk memperluas pemukiman ilegal.

Menurut perwakilan Komite Anti-Pemukiman di Tepi Barat, Rateb Jabour menyatakan para penghuni pemukiman Yahudi menempatkan karavan di tanah milik seorang warga lokal Palestina sebagai langkah pertama menuju penyitaan ratusan acre lahan warga Palestina.

“Pasukan penjajah Israel menyerbu masuk ke desa dan memberi peringatan pada lima warga yang memerintahkan agar mereka berhenti bekerja di tanahnya,” papar Jabour, dilansir Memo.

Warga desa Palestina khawatir dengan rencana penyitaan lahan sebagai bagian dari langkah Israel lebih luas untuk mengusir warga Palestina dan merebut tanah mereka untuk perluasan pemukiman ilegal Bani Haiver.

Terletak di barat daya Bani Na’im, Birin memiliki populasi 160 orang dan dikelilingi oleh Bani Haiver di bagian timur serta jalan Nomor 60 di bagian barat.

“Warga Birin awalnya diusir dari Gurun Naqab di selatan wilayah pendudukan Palestina dan sekarang tergantung ada pertanian dan peternakan sebagai sumber utama penghasilan mereka,” ungkap kantor berita Wafa.

Warga pemukiman secara rutin menyerang properti dan lahan pertanian Palestina di penjuru wilayah pendudukan, tapi mereka jarang ditangkap dan diadili oleh otoritas Israel.

Sumber: sindonews.com

Tingkat Kesembuhan Akibat Covid di Indonesia Diklaim Capai 70 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim, kesembuhan akibat virus covid-19 di Indonesia mencapai 70 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata dunia yang hanya 68,1 persen.

“Tadi dalam rapat kami melaporkan terkait covid, Indonesia ini suasananya lebih baik di mana kasus sembuh sudah mencapai 70 persen. Di mana 70 persen ini, lebih tinggi daripada global secara rata-rata yang 68,1 persen,” ujarnya selepas rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/8/2020).

“Tadi dalam rapat kami melaporkan terkait covid, Indonesia ini suasananya lebih baik di mana kasus sembuh sudah mencapai 70 persen. Di mana 70 persen ini, lebih tinggi daripada global secara rata-rata yang 68,1 persen,” ujarnya selepas rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/8/2020).

“Tingkat fatality rate bisa ditekan sampai 4,35 persen, walau masih sedikit di atas global rata-rata. Namun sudah jauh menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya,” jelasnya.

“Kemudian Presiden mengarahkan agar kampanye mengenai masker lebih dimasifkan. Karena salah satu yang bisa mencegah penularan adalah penggunaan masker,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

Pemerintah Diminta Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Liburan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mewaspadai meningkatnya kasus Covid-19 pascacuti bersama atau liburan Tahun Baru Islam 1442 H pada 20-23 Agustus 2020.

Pada masa liburan itu, banyak masyarakat bepergian ke luar kota atau ke tempat-tempat wisata sehingga rentan pada aktivitas yang membuat tertular atau menularkan.

“Kami meminta pemerintah meningkatkan pencegahan penyebaran Covid-19, utamanya selama sepekan ini, karena adanya hari libur di mana banyak orang bepergian ke luar kota atau ke tempat wisata,” kata Puan, Senin (24/8/2020).

Berdasarkan catatan Jasa Marga, terdapat 153.806 kendaraan kembali menuju Jakarta pada H+2 Tahun Baru Islam atau Sabtu (22/8). Jika dibandingkan waktu normal, volume kendaraan yang kembali menuju Jakarta naik 41,4%.

Sumber: sindonews.com

Bagaimana Penyebaran Covid-19 Melalui AC di Korea Selatan

KORSEL(Jurnalislam.com)–Kebiasaan menyeruput kopi di Korea Selatan ternyata mengakibatkan setidaknya 50 orang terinfeksi Covid-19. Diduga faktor pendingin ruangan atau AC turut membantu penyebaran Covid-19 ke pengunjung kedai kopi lainnya.

Starbucks di area Paju, sebelah utara Seoul, kini menjadi klaster baru setelah 55 kasus infeksi Covid-19 berkaitan dengan kunjungan ke Starbucks tersebut. Ahli epidemiologi, Dr Eric Feigl Ding melalui akun Twitter resminya, memberi penjelasan bagaimana Covid-19 menyebar di Starbucks tersebut.

“(Ini) mengacu adanya aerosol,” ungkap Dr Eric. Mengacu pada beberapa portal berita Korea Selatan, Dr Eric mengatakan ada sekitar 5-6 AC yang terpasang di gerai kopi tersebut. Sedangkan pengunjung yang terinfeksi Covid-19 tampak menghabiskan waktu sekitar 2-2,5 jam di sana.

Pengunjung terinfeksi Covid-19 tersebut duduk tepat di depan salah satu AC yang terpasang di gerai Starbucks Paju. Dia tampak berbincang dengan rekannya salama berada di sana.

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa ada 27 pengunjung Starbucks Paju yang akhirnya tertular. Bila ditambahkan dengan penularan sekunder dan tersier, pengunjung Starbucks tersebut telah menginfeksi 54 orang.

“Per 18 Agustus, setidaknya 54 orang telah dikonfirmasi berkaitan dengan infeksi sekunder dan tersier,” jelas Dr Eric.

Dr Eric mengatakan otoritas karantina meyakini bahwa virus SARS-CoV-2 bisa menyebar dengan cepat di sana karena dibantu oleh angin dari AC. Hal ini cukup mengkhawatirkan mengingat penggunaan AC di Korea Selatan mulai meningkat karena musim hujan sudah berakhir dan udara panas mulai datang.

“Dan ventilasi merupakan hal yang sulit di beberapa fasilitas,” ungkap Dr Eric.

Petugas Pusat Pengendalian Penyakit Korea Selatan juga menyatakan pengunjung tidak menggunakan masker saat bersantap di dalam gerai Starbucks Paju. Di saat yang sama, AC dioperasikan tanpa adanya ventilasi yang cukup.

Penyebaran droplet bisa terjadi sejauh dua meter atau lebih di dalam ruangan yang tertutup. Oleh karena itu, melepas masker di ruangan tertutup merupakan hal yang sangat berisiko dan sebaiknya dihindari sebisa mungkin.

Seperti dilansir Arirang, sebanyak 27 pengunjung yang tertular Covid-19 di Starbucks Paju tidak menggunakan masker saat berada di dalam ruangan. Di sisi lain, para pegawai yang bertugas pada saat itu tak ada yang tertular. Alasannya, para pegawai bekerja dengan mengunakan masker ketika pengunjung terinfeksi Covid-19 tersebut datang berkunjung.

Sebelum klaster Starbucks, awal bulan ini ada 15 kasus baru yang dikaitkan dengan kedai kopi yaitu Hollys Coffee di Gangnam, daerah selatan Seoul. Kepala Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC), Jeong Eun-kyeong, mengatakan banyak pengunjung kedai kopi tidak mengenakan masker. Untuk kasus Starbucks, ia menyebut tampaknya tidak ada ventilasi udara yang sesuai meskipun AV bekerja dengan baik di saat udara lembab musim panas.

“Meski jika infeksi tidak terjadi melalui transmisi aerosol, transmisi droplet juga sangat mungkin di ruang tertutup dan virus pun mudah menyebar melalui kontak tangan,” kata Jeong Eun-kyeong, dilansir dari Yonhap News Agency.

Kasus penyebaran Covid-19 di Korea telah membuat pemerintah memberlakukan pembatasan jarak fisik level 2. Yaitu, menutup fasilitas yang rentan penyebaran Covid-19 seperti klub malam, kafe internet, dan restoran prasmanan. Kedai kopi dan restoran namun bukan termasuk fasilitas yang dianggap berisiko tinggi.

Profesor Divisi Penyakit Menular di Korea University Ansan Hospital, Choi Won-suk, mengatakan masyarakat harus berhati-hati saat di kafe. “Mereka harus mematuhi aturan protokol kesehatan, menggunakan masker dan mencuci tangan,” katanya.

Bagi orang Korea Selatan, pergi ke kedai kopi dan minum kopi adalah kebiasaan. Terbukti dengan adanya kedai kopi di hampir tiap ujung jalan.

Berdasarkan laporan dari Hyundai Research Institute, di tahun 2018 orang Korea Selatan meminum 353 gelas kopi per orang dalam satu tahun. Jumlah tersebut tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah rata-rata dunia yakni 132 gelas per orang per tahun.

Di penghujung 2019, terdapat 93 ribu kedai kopi di Korea Selatan berdasarkan data Kementerian UKM. Sebanyal 42.600 kedai kopi tersebut berada di kawasan Seoul dan sekitarnya.

Pakar mengatakan, wabah virus di kedai kopi bisa terjadi kapan saja. Alasannya, sirkulasi udara di kedai kopi umumnya tertutup. Sehingga sirkulasi udara menjadi terhambat.

Otoritas Korea Selatan melaporkan kenaikan harian tertinggi dalam kasus Covid-19 baru sejak awal Maret pada hari Ahad (23/8). KCDC melaporkan 397 infeksi baru pada Sabtu tengah malam, naik dari 332 hari sebelumnya dan menandai lebih dari seminggu kenaikan tiga digit harian. Jumlah ini membuat total infeksi virus Corona baru Korea Selatan menjadi 17.399 dengan 309 kematian Covid-19.

Mulai Ahad (23/8), pemerintah memperpanjang aturan jarak sosial level kedua yang telah diberlakukan di Seoul ke daerah lain di negara itu, melarang pertemuan gereja secara langsung dan menutup klub malam, restoran dan kafe cyber.

Otoritas kesehatan mengatakan bahwa mereka pada akhirnya dapat menerapkan aturan jarak sosial tahap 3 yang paling sulit, di mana sekolah dan bisnis didesak untuk ditutup, jika tingkat peningkatan infeksi baru tidak segera melambat.

“Kami berada di ambang pandemi nasional karena jumlah kasus baru meningkat di 17 wilayah di seluruh negeri,” kata Jeong Eun-kyeong. “Harap tinggal di rumah sebanyak mungkin, kecuali jika Anda benar-benar perlu (keluar) untuk keperluan, atau untuk bekerja dan mengunjungi dokter,” tambahnya.

Banyak masyarakat yang mengunggah catatan di media sosial yang mengatakan mereka telah membatalkan rencana liburan ke hotel terdekat dan pulau resor selatan Jeju untuk mematuhi pedoman pemerintah.

Pada hari Jumat, otoritas kesehatan mengatakan infeksi virus corona Korea Selatan kembali meluas karena ratusan infeksi keluar dari Gereja Presbyterian Sarang Jeil yang dijalankan oleh seorang pengkhotbah sayap kanan.

Jeong mengatakan sejauh ini total 841 kasus yang dikonfirmasi terkait dengan gereja tersebut. Anggota gereja yang menghadiri protes anti-pemerintah di Seoul pada 15 Agustus juga telah menyebabkan kasus-kasus baru di seluruh negeri, sementara kelompok lain baru-baru ini telah dikaitkan dengan toko Starbucks, dilansir dari Reuters.

Sumber: republika.co.id

Sri Mulyani Sebut Penyerapan Anggara Kunci Cegah Resesi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan satu-satu cara Indonesia bisa terhindar dari jurang resesi. Caranya adalah dengan mempercepat segala macam penyerapan anggaran yang sudah dialokasikan.

Penyerapan anggaran yang mampu mendongkrak ekonomi terutama pemberian stimulus lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kita terus melakukan perbaikan untuk membantu seluruh Kementerian/Lembaga [K/L] dalam mempercepat penggunaan PEN maupun belanja K/L,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Senin (24/8/2020).

Ia mengatakan, strategi penyerapan yang cepat ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020. Menurutnya, kontraksi ekonomi alias pertumbuhan ekonomi minus bisa dihindari.

“Percepatan di kuartal III menjadi kunci agar bisa kurangi kontraksi dan menghindari techincal recession yang mana terjadi 2 kuartal negatif berturut-turut.”

“Kalau konsumsi investasi cukup menantang, maka dibutuhkan kerja all out semua pihak. Pemerintah gunakan seluruh instrumen untuk akselerasi di konsumsi, investasi dan ekspor.”

Sumber: cnbcindonesia.com

Berpakaian Diponegoro Saat Pawai Muharram , Cak Rowi Ingatkan Peran Jihad

SOLO (Jurnalislam.com)- Ada pemandangan menarik dalam Apel dan Tausyiah Kebangsaan yang diadakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) di Bundaran Gladak, Solo, pada ahad, (23/8/2020) pagi.

 

Terlihat seorang yang berpakaian ala pangeran Diponegoro yang berwarna putih polos, lengkap dengan balutan sorban di kepala dan keris sarungkan di pinggang bagian depan.

 

Sosok berpakaian ala Pangeran Diponegoro tersebut adalah ketua Jamaah Ansharu Syariah Jawa Tengah ustaz Surawijaya.

 

Dalam Apel dan Tausyah Kebangsaan, ustaz Surawijaya bersama tokoh lainnya melakukan longmarch dengan berjalan kaki dari Stadion Sriwedari menuju Bundaran Gladak.

 

Ia menyebut aksinya tersebut terinspirasi guna menjiwai para pahlawan yang dulu telah berjuang keras dalam mengusir penjajah dan meraih kemerdekaan bangsa Indonesia.

 

“Karena memang untuk menjiwai perjuangan ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam hijrah, disamping juga menjiwai para pahlawan dahulu yang berjuang melawan penjajah, dan juga saya memakai pakaian putih-putih merupakan kesucian jiwa untuk jihad fii sabilillah,” ungkapnya kepada Jurnalislam.com.

 

“Mengapa saya menggunakan keris, itu inisiatif saya sendiri, keris itu mempunyai makna yang luhur dan tinggi, dimana merupakan ciri dari pada orang Jawa, dimana keris itu merupakan pusaka.

Piandel namanya, disamping juga bahwa kenapa keris saya taruh di depan bukan di belakang karna dalam keadaan perang,” imbuh pria yang akrab dipanggil Cak Rowi itu.

 

Kegiatan Apel dan Tausyiah Kebangsaan itu juga diadakan dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H.

 

“Tahun hijriyah 1442 H ini, kita maknai sebagai perang melawan kedzoliman dan juga neo kolonialisme yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia dalam keadaan yang tidak berdaya dengan asing, aseng maupun asong,” ujarnya.

 

Ia juga berharap umat Islam di Indonesia bisa bersatu dalam upaya menyelatkan bangsa Indonesia dari cengkraman asing serta paham paham seperti komunisme dan sekularisme.

 

“Karena Indonesia kali ini sedang mengalami degradasi baik dari semua sisi maupun dari baik itu ekonomi, budaya apalagi degradasi ukhuwah maupun persatuan, untuk itu mari bersatu selamatkan Indonesia dan mari bersatu membangun Indonesia,” pungkasnya.

 

Kontributor: Inox

Kasus Covid di DKI Dinilai Sangat Berbahaya

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pemprov DKI menyatakan kondisi pandemi covid-19 di Ibu Kota saat ini sangat berbahaya. Pasalnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta terus meningkat setiap harinya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, konidis pandemi di Jakarta saat ini masih sangat berbahaya. Bahkan Ariza menggambarkan suasananya lebih rumit dari kondisi perang lantaran kasus corona yang terus menanjak naik setiap hari.

Apalagi belakangan ditemukan sejumlah pusat penyebaran baru seperti klaster pekerja migran Indonesia atau Anak Buah Kapal (ABK) hingga klaster Rumah tahanan (Rutan).”Dalam kondisi perang kekuatan musuh bisa ditakar, tetapi saat menghadapi penyebaran penyakit menular ini virus tak bisa diduga-duga atau ditebak keberadaannya. Itu sebabnya melawan corona jauh lebih rumit ketimbang perang,” kata Ariza dalam video yang diunggah di kanal YouTube milik Pemprov DKI Jakarta, Senin (24/8/2020).

Ariza menjelaskan, sejauh ini vaksin penawar corona masih dalam proses uji coba para ahli di berbagai belahan dunia. Ketika vaksin Covid-19 sudah resmi dirilis, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta bahkan Indonesia masih butuh perjuangan panjang.

Sumber: sindonews.com

Komunitas Korrem 99: Jaga Kebersihan Setiap Aksi hingga Program Sedekah Sampah

SOLO (Jurnalislam.com)- Kegiatan Apel dan Tausyiah Kebangsaan di Bundaran Gladak, Solo pada Ahad, (23/8/2020) sukses digelar.

 

Kegiatan ini juga kembali menjadi bukti bahwa umat Islam senantiasa tertib dan damai ketika menggelar aksi aksi dengan jumlah massa yang banyak.

 

Dalam Apel dan Tausyiah Kebangsaan tersebut, peserta dimanjakan oleh berbagai stand yang menyediakan makanan dan minuman gratis, hal itu telah menjadi ciri khas umat Islam yang selalu berbagi saat bersama paska adanya aksi 212 di Monas, Jakarta tahun 2016 silam.

 

Kebersihan yang senantiasa terjaga, juga menjadi ciri khas berikutnya ketika umat Islam melakukan aksi. hal itu juga nampak dalam aksi yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut.

 

Paska peserta membubarkan diri, tak ada lagi sampah berserakan di sekitar lokasi Apel dan Tausyiah Kebangsaan di Bundaran Gladak, Solo. Adalah Komunitas Relawan Resik Resik Masjid (KORREM) 99 yang menjadi motor gerakan untuk menjaga kebersihan di aksi tersebut.

 

Saat aksi sedang berlangsung pun sejumlah orang dengan mengunakan seragam berwarna orange terlihat sudah sibuk menyisisir setiap lokasi aksi untuk mengumpulkan sampah kedalam plastik sampah besar.

 

Ketua KORREM 99 Wawan ABW menjelaskan bahwa dalam aksi Apel dan Tausyiah Kebangsaan, pihaknya menurunkan 60 personil yang telah dibekali dengan alat kebersihan.

 

“Aksi tadi relawan yang bisa hadir 60 orang, yang sudah kami bekali peralatan seperti tukang sampah, ada sapu, ikrak, plastik sampah, dan armada pengangkut,” katanya kepada jurnalislam.com.

 

“Karena kami berorentasi pada kebersihan, maka tertarik tentang mengumpulkan dan membersihkan sampah, dan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan,” imbuhnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa KORREM 99 senantiasa ikut dalam berbagai aksi yang dilakukan umat Islam di wilayah Soloraya.

 

“Dan alhamdulillah kami ikut andil kebersihan, KORREM 99 merasakan sangat bersyukur menjadi tukang sapu dan tukang sampah,” papar Wawan.

Tentang Korrem 99

KORREM 99 sendiri merupakan sebuah komunitas yang mempunyai anggota dari berbagai tempat di Soloraya, terdiri juga dari berbagai macam profesi, pendidikan, lintas ormas dan non partisan.

 

Wawan menjelaskan bahwa KORREM 99 terbentuk akibat keprihatinan terhadap kebersihan Masjid di wilayah Soloraya yang dirasa masih kurang.

 

Hal itu yang akhirnya mendorongnya untuk membuat sebuah komunitas yang fokus untuk memberikan pelayanan kebersihan Masjid. Ia Kegiatan membersihan Masjid tersebut juga tak memungut biaya alias gratis.

 

“Yang berawal dari kesedihan para relawan yang melihat kondisi masjid rata rata dalam keadaan kotor, timbulah niat untuk bergabung di KORREM 99. 99 adalah tujuan dan target kami selama 1 tahun, wilayah aksi kami di Soloraya,” ungkapnya.

 

Saat ini Wawan menyebut jangkauan aksi KORREM 99 untuk membersihkan Masjid di wilayah Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.

 

“Karena sekarang banyak berdiri masjid, tetapi selama kami beraksi ke 50 Masjid, perlu perawatan terutama kebersihan sebagai tindak lanjut memelihara Baitullah secara fisik bangunan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam KOREM 99 ada sebuah program yang bernama Shodaqoh Sampah (S2) yang bertujuan untuk biaya operasional kegiatan.

 

“KORREM 99 punya satu divisi, yaitu ayo S2 atau ayo shodaqoh sampah, kami mengumpulkan sampah dari masyarakat yang sebelumnya sudah mendaftar untuk jadi peserta S2,” ujarnya.

 

“Hasil jualan dari S2 tadi kami gunakan untuk operasioal kegiatan, bukan untuk gaji pengurus, bukan untuk bensin aksi, dan bukan untuk seragam relawan,” tandasnya.