Komunitas Korrem 99: Jaga Kebersihan Setiap Aksi hingga Program Sedekah Sampah

Komunitas Korrem 99: Jaga Kebersihan Setiap Aksi hingga Program Sedekah Sampah

SOLO (Jurnalislam.com)- Kegiatan Apel dan Tausyiah Kebangsaan di Bundaran Gladak, Solo pada Ahad, (23/8/2020) sukses digelar.

 

Kegiatan ini juga kembali menjadi bukti bahwa umat Islam senantiasa tertib dan damai ketika menggelar aksi aksi dengan jumlah massa yang banyak.

 

Dalam Apel dan Tausyiah Kebangsaan tersebut, peserta dimanjakan oleh berbagai stand yang menyediakan makanan dan minuman gratis, hal itu telah menjadi ciri khas umat Islam yang selalu berbagi saat bersama paska adanya aksi 212 di Monas, Jakarta tahun 2016 silam.

 

Kebersihan yang senantiasa terjaga, juga menjadi ciri khas berikutnya ketika umat Islam melakukan aksi. hal itu juga nampak dalam aksi yang diinisiasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut.

 

Paska peserta membubarkan diri, tak ada lagi sampah berserakan di sekitar lokasi Apel dan Tausyiah Kebangsaan di Bundaran Gladak, Solo. Adalah Komunitas Relawan Resik Resik Masjid (KORREM) 99 yang menjadi motor gerakan untuk menjaga kebersihan di aksi tersebut.

 

Saat aksi sedang berlangsung pun sejumlah orang dengan mengunakan seragam berwarna orange terlihat sudah sibuk menyisisir setiap lokasi aksi untuk mengumpulkan sampah kedalam plastik sampah besar.

 

Ketua KORREM 99 Wawan ABW menjelaskan bahwa dalam aksi Apel dan Tausyiah Kebangsaan, pihaknya menurunkan 60 personil yang telah dibekali dengan alat kebersihan.

 

“Aksi tadi relawan yang bisa hadir 60 orang, yang sudah kami bekali peralatan seperti tukang sampah, ada sapu, ikrak, plastik sampah, dan armada pengangkut,” katanya kepada jurnalislam.com.

 

“Karena kami berorentasi pada kebersihan, maka tertarik tentang mengumpulkan dan membersihkan sampah, dan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan,” imbuhnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa KORREM 99 senantiasa ikut dalam berbagai aksi yang dilakukan umat Islam di wilayah Soloraya.

 

“Dan alhamdulillah kami ikut andil kebersihan, KORREM 99 merasakan sangat bersyukur menjadi tukang sapu dan tukang sampah,” papar Wawan.

Tentang Korrem 99

KORREM 99 sendiri merupakan sebuah komunitas yang mempunyai anggota dari berbagai tempat di Soloraya, terdiri juga dari berbagai macam profesi, pendidikan, lintas ormas dan non partisan.

 

Wawan menjelaskan bahwa KORREM 99 terbentuk akibat keprihatinan terhadap kebersihan Masjid di wilayah Soloraya yang dirasa masih kurang.

 

Hal itu yang akhirnya mendorongnya untuk membuat sebuah komunitas yang fokus untuk memberikan pelayanan kebersihan Masjid. Ia Kegiatan membersihan Masjid tersebut juga tak memungut biaya alias gratis.

 

“Yang berawal dari kesedihan para relawan yang melihat kondisi masjid rata rata dalam keadaan kotor, timbulah niat untuk bergabung di KORREM 99. 99 adalah tujuan dan target kami selama 1 tahun, wilayah aksi kami di Soloraya,” ungkapnya.

 

Saat ini Wawan menyebut jangkauan aksi KORREM 99 untuk membersihkan Masjid di wilayah Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.

 

“Karena sekarang banyak berdiri masjid, tetapi selama kami beraksi ke 50 Masjid, perlu perawatan terutama kebersihan sebagai tindak lanjut memelihara Baitullah secara fisik bangunan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam KOREM 99 ada sebuah program yang bernama Shodaqoh Sampah (S2) yang bertujuan untuk biaya operasional kegiatan.

 

“KORREM 99 punya satu divisi, yaitu ayo S2 atau ayo shodaqoh sampah, kami mengumpulkan sampah dari masyarakat yang sebelumnya sudah mendaftar untuk jadi peserta S2,” ujarnya.

 

“Hasil jualan dari S2 tadi kami gunakan untuk operasioal kegiatan, bukan untuk gaji pengurus, bukan untuk bensin aksi, dan bukan untuk seragam relawan,” tandasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X