Serangan Artileri Turki ke Suriah Bunuh 29 Milisi PYD

KILIS (Jurnalislam.com) – Artileri Turki telah menewaskan sedikitnya 29 milisi PYD, cabang Suriah dari organisasi teroris komunis PKK, di distrik Azaz Suriah yang terletak di pedesaan utara Aleppo, seorang komandan Turkmen mengatakan pada hari Ahad (14/02/2016).

Zakariyya Karsli, komandan Jabhat Shamiya, sebuah faksi jihad Suriah yang menentang rezim Bashar al-Assad, menegaskan jumlah teroris PYD yang tewas kepada Anadolu Agency.

Tentara Turki telah membom posisi PYD di Azaz sejak Sabtu (13/02/2016).

Dari 29 yang tewas, 10 terbunuh di kota Minnig, 12 di kota Maranas, dan 7 di kota Maryamin, Karsli menambahkan.

PYD adalah cabang Suriah dari organisasi komunis PKK yang menargetkan pasukan Turki serta warga sipil sejak tahun 1984.

Pada hari Ahad pagi, militer Turki terus menembaki posisi PYD, kata sumber-sumber militer.

Tembakan artileri juga bisa didengar di Kilis.

Sumber-sumber militer Turki menambahkan bahwa beberapa posisi YPG, sayap bersenjata PYD, telah hancur dan milisi juga dilaporkan menderita korban.

Azaz di provinsi Aleppo telah menjadi ajang pertempuran sengit baru-baru ini dan YPG telah maju ke Azaz, yang terletak hanya enam kilometer (empat mil) dari perbatasan Turki.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

MUI Banten: Diperlukan Tindakan Persuasif Untuk Menghadapi LGBT

SERANG (Jurnalislam.com) – Menanggapi isu LGBT tengah menyeruak, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Dr. KH A.M Romly mengatakan, untuk menghadapi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dibutuhkan tindakan persuasif.

“Pelaku LGBT itu beda dari orang-orang pada umumnya, artinya kelainan, kelainan tingkah laku dan pola pikir,” katanya usai memberi sambutan pada acara Tabligh Akbar di Masjid At Taubah Jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Ahad (14/2/2016).

Kyai Romly menjelaskan, ada dua pendekatan yang harus dilakukan untuk menghadapi kaum LGBT. Pertama, pelaku dan pegiat LGBT harus dibimbing dengan nasihat keagamaan.

“Tindakan mesti persuasif, tidak boleh dengan cara-cara yang kasar, tidak boleh menggunakan cara-cara yang justru akan menjauhkan mereka dari agama,” terangnya. Kedua, jika itu menyangkut penyakit, maka harus ditangani secara medis.

MUI Banten sendiri mengaku belum mendapat laporan terkait perkembangan LGBT di Banten, karenanya pihaknya belum melakukan aksi nyata untuk menghadapi kasus tersebut.

“Belum ada, karena belum tahu siapa dan dimana LGBT berada, paling kita terus melakukan dakwah, terutama di nasihat-nasihat perkawinan, bahwasannya fitrah manusia itu kepada lawan jenis,” ujarnya.

Menurutnya, para ulama dan umaro harus bersinergi untuk menghadapi gerakan kaum LGBT. “Tokoh-tokoh agama diminta untuk memberi arahan-arahan kepada mereka, pelatihan-pelatihan rohani yang berlandaskan Islam. Yang penting jangan dikucilkan sama masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Kyai Romly menilai, kaum LGBT memerlukan perhatian khusus dari umat agar mereka bisa kembali menjadi manusia yang normal.

“Mungkin kita melihat mereka adalah orang-orang yang perlu dikasihani, walaupun kadang mereka juga tidak perlu dikasihani. Tapi tetap kita sebagai sesama muslim harus peduli dengan mereka,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

KAMMI Jember Tegaskan Tolak V-Day dan LGBT

JEMBER (Jurnalislam.com) – Badan Permusyawaratan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (BP KAMMI) dan PD KAMMI Jember menggelar aksi menolak Hari Valentin dan LGBT dalam gelaran Car Free Day Jember, Ahad (14/2/2016 pagi).

Selain itu, KAMMI Jember juga mensosialisasikan Hari Menutup Aurat (Hijab Day). Serangkaian kegiatan nampak dalam aksi itu, meliputi pembagian stiker, tebar 1000 jilbab, pengumpulan tanda tangan menolak LGBT dan pameran poster dakwah yang bekerja sama dengan Muslim Designer Community (MDC) Chapter Jember.

Dijumpai Jurnalislam di lokasi, Siti Fatimah, selaku koordinator aksi menyatakan keprihatinannya tentang maraknya promosi Valentines Day kepada generasi muslim. Dia juga miris dengan perkembangan isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang dinilainya sudah sangat memprihatinkan, bahkan masuk di kalangan pelajar SMP.

“Hal ini yang melatarbelakangi adanya aksi hijab day di Jember,” tuturnya.

Menyikapi fenomena Valentine day dan LGBT,  KAMMI menyampaikan pernyataan sikap. Berikut pers rilisnya selengkapnya:

1. Menolak dengan tegas kegiatan Valentine day dan LGBT karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan budaya bangsa Indonesia

2. Meminta pemerintah agar menertibkan pihak-pihak yang secara sengaja menampilkan, mengampanyekan, menyebarluaskan pembenaran, mengajak kepada perilaku dan gaya hidup Hedonis dan LGBT yang merusak jiwa generasi muda serta mengajak masyarakat untuk meninggalkan perbuatan menyimpang tersebut.

3. Mengimbau kepada pers dan media massa, termasuk media sosial, untuk berperan aktif dalam menjaga dan melindungi ketahanan keluarga dan kehidupan masyarakat Indonesia dari bahaya LGBT.

4. Mengimbau seluruh keluarga dan masyarakat Indonesia untuk memperkuat pendidikan dan menciptakan suasana keluarga yang kondusif, dimana komunikasi orang tua dan anak harus dibangun secara baik, setiap orang tua wajib mengenal lingkungan dan teman-teman anaknya serta membekali anak dengan ajaran dan nilai-nilai agama yang kuat.

5. Mengajak para orang tua, guru di sekolah dan organisasi sosial/keagamaan untuk mengambil peran dalam mencegah, melindungi, atau membantu anggota keluarga, anak didik dan generasi bangsa yang terlanjur menempuh jalan sebagai LGBT untuk kembali kepada jalan hidup yang normal, wajar dan bermartabat melalui pendekatan secara manusiawi dan penanganan yang intensif.

Jember, 14 Februari 2016

Koordinator Aksi

Siti Fatimah (Ketua Bidang Perempuan PD KAMMI Jember)

Reporter: Budi Eko | Editor: Ally | Jurnalislam

Tabligh Akbar Syam Menangis Madaya Menjerit Digelar di Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka untuk membantu kaum muslimin yang hari ini sedang mengalami krisis kemanusiaan di Suriah dan Madaya, Syam Organizer cabang Bima menggelar tabligh akbar bertajuk Syam Menangis Madaya Menjerit di Masjid Baitul Makmur Na’e, Kota Bima, Ahad (14/2/2016).

Dalam tabligh akbar ini, digelar juga penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan bagi umat Islam di Suriah dan Palestina.

“Selain untuk menggalang dana, ini juga bertujuan untuk menginformasikan kepada ummat muslim di Bima dan Indonesia serta dunia pada umumnya untuk mengetahui kondisi korban tragedi kemanusiaan baik di Suriah maupun di Palestina,” kata Ketua Syam Organizer Bima, Ustadz Adi Wahyudin kepada Jurnalislam di sela-sela acara.

Pada kesempatan itu Ustadz Adi mengabarkan, saat ini lebih dari 15 Kota di Suriah diblokade dan diisolir oleh rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Bashar Asaad dan umat Islam di sana  sangat membutuhkan bantuan.

“Oleh karena itu kami meminta kepada kaum muslimin semuanya untuk selalu memperhatikan serta ikut peduli terhadap keadaan mereka semuanya dengan membantu baik nerupa materi lebih-lebih dengan do’a kita semua,” jelasnya.

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama antara Syam Organizer Bima dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima dan dihadiri oleh ratusan jamaah.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Razia Malam Valentin, ALMANAR Bubarkan Pesta Miras

CIREBON (Jurnaislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Maruf Nahi Munkar (ALMANAR) Cirebon menggelar razia pada malam Hari Valentin, (13/2/2016). Razia dilakukan dengan mendatangi tempat-tempat karaoke dan hotel di sekitaran kota Cirebon.

Puluhan laskar ALMANAR yang terdiri dari sejumlah ormas Islam di Cirebon itu mengawali aksinya selepas Isya. Mereka berkumpul di halaman Masjid Raya At Taqwa yang kebetulan sedang diadakan tabligh akbar.

Beberapa laskar ALMANAR terlihat membentangkan spanduk berisi seruan kepada umat Islam untuk tidak merayakan VD dan imbauan untuk mewaspadai gerakan kaum LGBT.

Target pertama laskar ALMANAR adalah tempat karaoke di kawasan Kabupaten Cirebon, diantaranya Mithas, Hotel Aston dan Liberty. Di sana laskar mendapati 3 lemari berisi miras di Hotel Aston dan satu ruangan yang dipenuhi kaum muda sedang berpesta di Liberty. Tak menunggu lama, pesta langsung dibubarkan dan miras ditumpahkan.

“Aparat kepolisian berkelit bila di wilayah Kabupaten belum ada perda miras, maka kami aparat tidak bisa menindak,” kata sekretaris ALMANAR, Abu Usamah mengutip keterangan aparat.

Sekitar pukul 22:30, laksar bergerak menuju kawasan Kota Cirebon untuk mendatangi Cirebon Super Blok (CSB) Mall. Di CSB laskar langsung mendatangi sejumlah tempat karaoke diantaranya Master Piece dan Happy Pappy. Korlap Almanar memperingatkan kepada pengelola karoke untuk tidak menyediakan miras dan PL (pemandu lagu).

Laskar sempat disusupi provokator yang berpenampilan laskar. Dia mendorong-dorong polisi yang berjaga di depan pintu karaoke. Namun, ulah provokator itu cepat diketahui oleh komandan laskar kemudian diamankan aparat.

Dalam pernyataan persnya, koordinator lapangan ustadz Andi Mulya mengatakan, pihaknya telah memberitahu aparat kepolisian tentang operasi tersebut.

“Alhamdulillah, kami ALMANAR malam ini melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon. Sasaran kami malam hari ini adalah tempat-tempat karaoke untuk memperingatkan kepada pengelola karoke agar tidak menyediakan miras & PL wanita pengumbar aurat,” terangnya.

Ustadz Andi menegaskan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu jika didapat tempat karaoke yang menyediakan miras dan PL.

“Di lain waktu kami akan datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada kepolisian dan kami akan tindak tempat karoke yg menyediakan miras narkoba PL dsb,” tegasnya.

ALMANAR juga mendesak pemerintah Kota Cirebon untuk mencabut izin tempat-tempat karaoke yang menyediakan miras dan PL.

"Kepada pemerintah Kota Cirebon, kami menyerukan kepada kalian, takutlah kalian kepada Alloh, kalian janganlah bermain-main dengan hukum Allah. Mengapa kalian tidak mencabut izin kepada karoke-karoke yang telah terbukti melanggar dengan menjual miras dan menyediakan PL,” tegasnya.

Reporter: Yusuf | Editor: Ally | Jurnalislam

 

 

LGBT itu Penyakit, Harus Disembuhkan Bukan Dipelihara

SERANG (Jurnalislam.com) – Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Tiar Anwar Bahtiar mengatakan, dari dahulu penyuka sesama jenis tidak pernah dianggap sebagai perilaku normal. Penyuka sesama jenis adalah perilaku yang menyimpang dari kehidupan normal.

“Semenjak zaman post-modern tahun 1900-an ke sini, di dunia ini sudah mulai ada gerakan-gerakan yang menganggap bahwa Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) ini sesuatu yang normal. Sampai berhasil kemarin (2015-red) ada 22 negara yang mengesahkan perkawinan sesama jenis,” katanya usai memberi materi pada acara Kajian Sehari Kupas Tuntas Masalah Wahabi di Masjid At Taubah Jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Sabtu (13/2/2016).

Dr Tiar menjelaskan, di Indonesia gerakan LGBT mulai ada sejak tahun 1980-an yang dipelopori oleh professor dari UNAIN, Professor Dede Utomo (pendiri Gaya Nusantara). “Mereka memperjuangkannya melalui HAM agar dilegalkan dan tidak dianggap sebagai penyakit,” katanya.

“Yang menjadi persoalan, yang diinginkan mereka bukan dibuka klinik-klinik konseling supaya mereka balik lagi menyukai lawan jenis, tetapi yang diinginkan dibuatkan Undang-undang agar dilegalkan kegiatan mereka, ini yang berbahaya,” sambungnya.

Doktor sejarah Universitas Indonesia ini menilai pelaku LGBT sangat berbahaya karena mereka rawan sekali terkena penyakit kelamin seperti kanker oral, kanker dubur dan HIV AIDS.

“Di Indonesia paling banyak yang terkena penyakit ini (HIV AIDS-red) adalah pelaku LGBT. Para PSK memang banyak yang terkena, tapi jika dipersentasikan lebih banyak kaum LGBT, ini sudah menunjukan bahwa perilaku LGBT tidak normal,” terangnya

Menurutnya, pelaku LGBT juga melanggar fitrah manusia yang akan mengundang azab dari Allah SWT.

“Seharusnya berhubungan dengan lawan jenis sehingga menghasilkan keturunan, ini tidak, akan mengancam masa depan manusia, yang terakhir dapat mengundang adzab dari Allah SWT. Ini akan terjadi Genosida kalau seandainya seks sesama jenis ini diperbolehkan,” jelasnya.

LGBT itu Penyakit, bukan HAM

Selama ini, para pelaku dan pegiat LGBT selalu mengandalkan HAM sebagai landasan agar mereka bias diterima oleh masyarakat. Namun Dr Tiar mementahkan argumentasi tersebut.

“Ini penyakit bukan HAM, lain HAM dengan penyakit, seperti orang terkena penyakit kanker, terus tiba-tiba kita lindungi, bukannya dibuatkan klinik-klinik, diobati. Itu kan sama aja seperti itu, membiarkan suatu penyakit untuk dipelihara, ini logika HAM darimana?” tegasnya kepada Jurnalislam di Masjid At Taubah Jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Sabtu (13/2/2016).

Lebih lanjut, Dr Tiar mengatakan permasalahan LGBT akan tuntas jika pelaku dan pegiatnya kembali kepada ajaran agama yang benar. Selain itu, ia berharap pemerintah memperbanyak klinik konseling untuk mereka.

“Pertama perkuat agama sebab tidak ada yang bisa menyembuhkan LGBT ini selain agama, mencegah dan mengobati harus dengan landasan agama, Kedua, kita harus memperbanyak klinik-klinik yang bisa mengobati pelaku LGBT, itu ada ilmunya untuk menyembuhkan mereka,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Serangan Taliban di Pos Militer Distrik Sangin, 45 Pasukan Bayaran Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan terbaru datang dari distrik Sangin di provinsi Helmand, mengatakan bahwa pada sekitar pukul 02:00 waktu setempat Sabtu, Mujahidin Imarah Islam melakukan serangan di sebuah pos militer dan 2 pos terdekat yang terletak di tepi sungai dekat gedung administrasi kabupaten di tengah operasi tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, lansir Al Emarah News, Sabtu (13/02/2016).

Mujahidin berhasil menguasai ketiga bangunan tersebut setelah perlawanan singkat oleh pasukan bayaran yang melarikan diri dari TKP menuju batalion setempat, meninggalkan mayat 15 pasukan yang terbunuh serta menyita sebuah APC, 3 peluncur RPG, senapan mesin PKM, 6 senapan AK, 2 senapan AS, sebuah tabung mortir dan sejumlah besar amunisi dan peralatan.

2 Mujahidin dilaporkan terluka dalam operasi itu.

Sementara itu pada sekitar pukul 5:00 pagi di hari yang sama, seorang mujahid pencari syahid mengendarai sebuah APC yang dikemas dengan sejumlah besar bahan peledak meledakkan kendaraannya dalam markas militer musuh, membunuh dan melukai 30 orang bersenjata serta menghancurkan beberapa APC dan peralatan lainnya.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Serdadu Israel Bunuh Gadis Remaja Palestina di Samping Masjid Ibrahim

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Tentara zionis telah menembak mati seorang gadis remaja Palestina di dekat sebuah masjid di kota Hebron, Tepi Barat, Aljazeera melaporkan, Sabtu (13/02/2016)

Kementerian Kesehatan Palestina juga mengkonfirmasi kematian tersebut, mengidentifikasi gadis itu sebagai Kilzar Mohd Abdul Haleem al-Owiwi, 17 tahun, dari Hebron.

Militer Israel menuduh wanita muda itu tewas setelah mencoba menusuk seorang tentara pada hari Sabtu.

"Seorang penyerang mencabut pisau dan berusaha menusuk seorang tentara," kata militer dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan media lokal, wanita itu tampaknya berusia 16 tahun.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa wanita itu ditembak di dekat situs Islam Masjid Ibrahimi di Hebron yang diklaim orang zionis Yahudi sebagai Gua para Leluhur.

Hebron biasanya menjadi flashpoint dalam konflik Israel-Palestina, dengan beberapa ratus pemukim illegal Israel tinggal di pemukiman khusus Yahudi di jantung kota di bawah penjagaan militer ketat zionis di antara sekitar 200.000 warga Palestina.

Protes terhadap penjajahan Israel yang berkelanjutan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, telah menjadi semakin sengit dalam beberapa bulan terakhir.

Lebih dari setengah juta warga Israel secara illegal tinggal di lebih dari 150 pemukiman khusus Yahudi di seluruh Tepi Barat, termasuk di beberapa wilayah dalam lingkungan Palestina di Yerusalem Timur.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pelajar Islam Jawa Barat Deklarasikan Tolak Valentines Day

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Barat menggelar acara talk show bertajuk Obrolan Seputar Syariah Islam (Obsesi) di Masjid Raya Mujahidin Jalan Buah Batu, Bandung, Sabtu (13/2/2016). Acara tersebut diikuti oleh ratusan pelajar tingkat menengah dari berbagai Sekolah di Kota dan Kabupaten Bandung serta Kabupaten Cianjur.

Acara yang diadakan sebagai upaya penyadaran kepada pelajar Muslim akan bahaya Valentine’s Day (VD) itu diisi oleh empat pemateri, diantaranya Ketua IPM Hafiz Syafaat Rahman, Wakil Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat Ziyad Ahmad, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Persatuan Islam  (IPP Persis) Birri Rahman dan Feisal Kerta Permana dari Forum Mahasiswa Islam (Formasalam) Jabar.

“Acara ini memang kami gagas dalam rangka mengantisipasi hal-hal negatif yang diprediksi akan terjadi saat hari Valentin, dan gerakkan preventif agar budaya Valentin ini tidak mereduksi nilai-nilai keislaman. Karena, sejatinya hal itulah yang membuat generasi muda dan pelajar tertinggal,” terang Ketua IPM Jabar Hafiz Syafaat Rahman.

Senada dengannya, Ketua Umum PP IPP menyatakan, VD merusak prilaku para pelajar terutama dari aspek akidah dan akhlak. “Maka solusi terbaik untuk menghindari hal itu adalah dengan tidak merayakannya dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua IPNU Jabar Ziyad Ahmad mengajak agar kaum muda menolak tegas hal-hal yang bertentangan Islam dan budaya bangsa Indonesia. “Baik itu Valentine atau perayaan lainnya dan tidak memberikan pengaruh positif” ujarnya.

Sementara itu perwakilan Formasalam, Feisal Kertama Permana menegaskan, sudah saatnya kaum muslimin untuk bersatu dan mengenyampingkan segala perbedaan dalam menghadang serbuan musuh Islam khususnya dari sisi budaya.

“Dari tinjauan syariat Islam, Valentine bukan bagian dari ajaran Islam dan sudah saatnya bagi kaum muslimin untuk merapatkan barisan tanpa memandang perbedaan satu sama lain,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan deklarasi dan pernyataan sikap Pelajar Islam Jawa Barat menolak segala bentuk kegiatan dan aktivitas yang merupakan bagian dari perayaan hari Valentin serta menghimbau kepada seluruh pelajar se-Jawa Barat khususnya, untuk tidak merayakan hari Valentine.

Pelajar Islam Jawa Barat juga menyeru kepada semua elemen masyarakat agar senantiasa melakukan aktivitas positif dalam upaya menghindari perayaan hari Valentin dan mengantisipasi berbagai pengaruh negatif lainnya.

Kontributor: Fikri Zainur | Editor: Ally | Jurnalislam

 

 

Turki Balas Serangan Mortir dari Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki menanggapi serangan artileri di sebuah pangkalan militer di dekat perbatasan Suriah pada hari Sabtu (13/02/2015), kata sumber militer, lansir Anadolu Agency Sabtu.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, basis Karabaglar di provinsi Kilis itu dibombardir oleh pasukan "PYD / PKK" – mengacu pada kelompok Kurdi Suriah dan afiliasinya komunis PKK, yang telah mengobarkan perang di Turki sejak tahun 1984.

Serangan berasal dari Azaz di provinsi Aleppo, yang masih menjadi tempat pertempuran sengit sampai saat ini.

Pasukan Turki bereaksi sesuai aturan pelanggaran wilayah yang membolehkan tanggapan segera untuk setiap ancaman di perbatasan, kata sumber itu. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai bentuk respon atau detail pada saat insiden itu terjadi.

Dalam peristiwa terpisah, tentara juga menanggapi serangan mortir dari pasukan rezim Suriah di sebuah pos polisi Turki di Cali Bogazi, provinsi Hatay, pada pukul 02:55 waktu setempat (1255GMT). Sekali lagi, tidak ada informasi tentang jenis respon tersebut.

Turki memasukkan PYD dan PKK dalam daftar sebagai organisasi teror sementara AS sekarang telah mendukungnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam