Media Zionis: Hamas Sedang Persiapkan Serangan Laut ke Militer Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Koran Israel Jerusalem Post menyatakan, Hamas kini sedang mempersiapkan serangan militer menarget militer laut (marinir) Israel dalam pertempuran mendatang, lansir Infopalestina Sabtu (05/03/2016).

Mengutip sumber angkatan laut Israel, Jerusalem Post berbahasa Inggris menyatakan, Hamas merencanakan serangan dengan board air siluman dan kini sedang mempersiapkan masuk dalam pertempuran dengan Israel di masa yang akan datang. Dalam perang itu Hamas ingin memukul Israel dengan kerugian angkatan laut lebih cepat.

Sumber Israel menegaskan, kini pihak Israel juga sudah melatih board air jenis patroli 916 untuk mengantisipasi sekenario di atas di lepas laut Gaza. Menurut mereka, Hamas akan menggunakan teknis mengelabui board air seperti perahu nelayan.

Israel menambahkan, Hamas sedang memperbaiki unit-unit komandos air dan membentuk pasukan laut khusus yang lebih memiliki kemampuan di banding sebelumnya.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

 

Turki Siap Serang Posisi Milisi komunis PYD di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki belum menyerang kembali  posisi milisi Komunis Partai Uni Demokrat Kurdi Suriah (Syrian Kurdish Democratic Union Party-PYD) dan sayap bersenjatanya, Unit Perlindungan Rakyat (the People's Protection Units-YPG) di Suriah sejak gencatan senjata parsial  dilaksanakan pekan lalu, kata seorang pejabat Turki, Kamis (03/03/2016), lansir World Bulletin.

Sejak pertengahan Februari, artileri howitzer Turki telah ditempatkan di dalam perbatasan berturut-turut pada saat membombardir target PYD dan YPG, di dalam Suriah, yang militer katakan dalam rangka membalas serangan artileri mereka.

Tapi Washington telah mendesak Ankara untuk menghentikan serangan, dengan kekhawatiran meningkatnya pertempuran sampai gencatan senjata.

Sejak itu, tidak ada laporan bahwa Turki menembaki PYD, yang oleh Ankara katakana sebagai cabang milisi komunis Partai Pekerja Kurdistan Suriah (PKK) yang dilarang.

"Kami tidak menargetkan PYD sejak penghentian permusuhan," kata pejabat itu, yang meminta tidak disebutkan namanya.

Gencatan senjata parsial bentukan AS-Rusia, yang mulai berlaku pada Jumat tengah malam (22.00 GMT), tidak berlaku untuk seluruh afiliasi Al-Qaeda di Suriah seperti Jabhah Nusrah dan sekutunya, serta kelompok Islamic State (IS).

Pejabat itu menekankan bahwa Turki "ingin agar gencatan senjata ini berjalan" tapi "cemas" akan adanya pelanggaran oleh rezim Nushairiyah Bashar al-Assad dan sekutu Rusia-nya.

Isu Kurdi Suriah telah menyebabkan keretakan yang jarang terjadi antara Ankara dan Washington, yang menganggap milisi Komunis YPG sebagai kekuatan tempur paling efektif di lapangan dan menolak tekanan Turki untuk mengklasifikasikan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jubir Hamas: Setelah Ini Pemukim Zionis akan Menerima Serangan yang Menakutkan

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Juru bicara Hamas, Husam Badran mengatakan, berulangnya penyerangan yang dilakukan pemuda Palestina terhadap permukiman Israel di Tepi Barat mengisyaratkan tahap berikutnya akan sangat menakutkan bagi mereka, lansir Infopalestina, Kamis (03/03/2016).

Badran memuji sejumlah operasi ganda yang dilakukan dua pemuda Palestina sore kemarin di gerbang permukiman harbarokha dekat bukit Jarzem, sebelah selatan Nablus yang melukai dua serdadu Zionis. Keduanya berhasil melarikan diri pasca serangan tersebut. Badran juga mengucapkan selama atas operasi penembakan yang dialkukan sejumlah pejuang Palestina malam hari kemarin di dekat permukiman Rahalem, selatan Nablus yang melukai seorang tentara Israel.

Pejabat Hamas ini menegaskan, sejumlah operasi penyerangan tersebut, muncul sehari setelah operasi penyerbuan ke permukiman Aliyah Israel yang dilakukan dua syuhada, Labib azam dan Muhammad Zaglun. Aksi tersebut membuat seluruh warga permukiman di Tepi Barat ketar ketir, walau mendapat penjagaan ketat dari keamanan.

Ia menambahkan, para pemuda Palestina sudah sangat paham, permukiman Zionis di Tepi Barat telah melukai dan menghabisi wilayah mereka. Tentu perlawanan ini tidak akan pernah berhenti akan terus berulang.

Pada hari-hari berikutnya, permukiman yahudi Israel akan mendapat kejutan demi kejutan atas serangkaian serangan para pemuda Palestina yang tak diperkirakan sebelumnya.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

PBB: Gencatan Senjata Suriah yang Rapuh tetap Berlangsung di Tengah Pertempuran

SURIAH (Jurnalislam.com) – PBB mengatakan gencatan senjata bersyarat yang dimulai di Suriah pada hari Sabtu lalu (27/02/2016) telah membuat "kemajuan yang signifikan", meskipun berlangsung pertempuran di beberapa kota dan daerah, saat Inggris dan Perancis menyerukan Rusia dan rezim Suriah untuk menghentikan serangan mereka terhadap kelompok oposisi moderat, lansir Aljazeera Kamis (03/03/2016).

Setelah pertemuan puncak Perancis-Inggris, pada hari Kamis, Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan keprihatinan mereka bahwa pasukan oposisi moderat terus menjadi sasaran di Suriah.

"Kami meminta semua pihak yang melakukan pelanggaran HAM, termasuk Rusia dan rezim Suriah, untuk segera mengakhiri serangan terhadap kelompok oposisi moderat," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Pertemuan itu terjadi satu hari sebelum Hollande dan Cameron, bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, dijadwalkan bertemu untuk membahas gencatan senjata dalam sebuah conference call dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Besok adalah kesempatan bagi para pemimpin Inggris, Perancis dan Jerman untuk bersama-sama … dan menegaskan kepada Presiden Putin bahwa kita memerlukan gencatan senjata ini untuk bertahan, menjadi salah satu yang abadi dan membuka jalan bagi transisi politik yang nyata," kata juru bicara Cameron kepada wartawan.

Gencatan senjata parsial antara pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad dan pejuang oposisi moderat mulai berlangsung hampir sepekan. Tapi seluruh afiliasi Al Qaeda, Jabhah Nusrah dan sekutunya  tidak termasuk dalam gencatan senjata.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Menteri Dalam Negeri Negara-negara Arab Kutuk Teroris Syiah Hizbullah

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Menteri Dalam Negeri beberapa negara Arab pada hari Rabu (02/03/2016) mengutuk dan menyesalkan "praktik dan tindakan ekstrim kelompok teroris Hizbullah untuk mengacaukan keamanan dan perdamaian di beberapa negara Arab."

Seperti yang dilansir Al Arabiya News Channel, Kamis (03/03/2016) laporan tersebut mengikuti "Deklarasi Tunis" yang dikeluarkan pada akhir sesi ke-33 Dewan Uni Menteri Dalam Negeri di ibukota Tunisia.

Deklarasi tersebut menegaskan kembali kecaman terhadap "terorisme bentuk atau sumbernya dan semua tindakan terorisme, termasuk yang diarahkan terhadap etnis dan sektarian minoritas." Deklarasi ini juga mengecam tindakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstremis dan milisi sektarian.

Negara-negara Teluk, pada hari Rabu menyatakan Syiah Hizbullah Libanon seorang kelompok "teroris", dalam langkah pertempuran terbaru melawan organisasi Syiah yang mendukung rezim Nushairiyah Assad.

Enam anggota Gulf Cooperation Council mengambil tindakan terhadap anggota Syiah Hizbullah karena "tindakan bermusuhan dari milisi yang merekrut orang-orang muda (dari Teluk) untuk aksi teroris," kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani dalam sebuah pernyataan.

Negara-negara Teluk telah mengambil serangkaian tindakan terhadap Syiah Hizbullah sejak Arab Saudi bulan lalu menghentikan program pendanaan perlengkapan militer Prancis ke Beirut senilai $ 3.000.000.000.

Syiah Hizbullah didukung oleh Republik Syiah Iran, yang hubungannya dengan Arab Saudi telah memburuk tahun ini. Keduanya di sisi yang berlawanan dalam perang di Suriah dan Yaman.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Keluarga Akui Jenazah Korban Baku Tembak di Poso Pesisir adalah Anaknya

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Keluarga Fonda Amar Solihin alias Dodo mengakui foto jenazah dengan luka di kepala yang tersebar di dunia maya adalah anaknya. Fonda adalah korban meninggal akibat baku tembak antara aparat gabungan TNI Polri dengan kelompok bersenjata yang diduga Mujahidin Indonesia Timur di di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan pada Senin (29/2/2016) lalu.

Pengakuan tersebut di sampaikan oleh Eko, juru bicara keluarga Fonda saat mendampingi Ibu kandung Fonda Umi Widayati melihat jenazah anaknya di RS Bhayangkara Palu, Kamis (03/03/2016) sore.

Eko menceritakan kondisi jenazah Fonda yang berkeringat di dahi dan ada darah di hidung serta mengacungkan telunjuk.

“Ada luka yang sudah dijahit di bagian dada sebelah kiri dan sebelah kanan,” kata Eko seperti dikutip dari pers rilis Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono, sore ini.

Endro mengatakan, keluarga Fonda tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 15.00 WITA kemudian menjalani tes DNA, pemeriksaan dokumen dan melihat langsung jenazah.

“Fonda tercatat sebagai warga Brengosan Purwosari Lawiyan Solo lahir 12 Mei 1994,” kata Endro.

Hingga berita ini diturunkan keluarga Fonda masih di RS Bhayangkara didampingi dari TPM Poso Ali Akbar, SH dan Harun, SH.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Jenderal NATO: Rusia dan Rezim Assad Gunakan Pengungsi Sebagai “Senjata”

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jenderal Top NATO Philip Breedlove memperingatkan anggota parlemen AS hari Selasa (01/03/2016) bahwa Rusia membantu rezim Bashar al-Assad mengubah krisis pengungsi menjadi "senjata" melawan Barat, lansir World Bulletin, Rabu (02/03/2016).

Komandan sekutu aliansi militer di Eropa beranggotakan 28 negara tersebut mengatakan arus besar pengungsi dari Suriah yang dilanda perang memiliki efek destabilisasi di negara-negara Eropa yang mereka pilih sebagai tempat perlindungan, sehingga memberi keuntungan bagi Moskow.

"Rusia dan rezim Assad bersama-sama sengaja menciptakan migrasi sebagai senjata untuk mengalahkan struktur Eropa dan menghancurkan tekad Eropa," kata Breedlove di depan Komite Senat Angkatan Bersenjata (the Senate Armed Services Committee).

Berbicara tentang serangan udara Rusia enam bulan dalam mendukung Assad, dan penggunaan bom barel oleh pasukan Syiah Nushairiyah Assad di wilayah sipil, Breedlove mengatakan Moskow dan Damaskus dengan sengaja memicu perpindahan massal rakyat Suriah.

"Senjata sembarangan yang digunakan oleh Bashar al-Assad dan penggunaan senjata non-presisi oleh pasukan Rusia… Saya tidak dapat menemukan alasan lain bagi mereka selain menciptakan perpindahan pengungsi rakyat Suriah dan membuat mereka menjadi masalah bagi orang lain," kata Breedlove.

Yang menambah rumit krisis pengungsi, ia menambahkan, adalah bahwa semakin banyak orang asing yang berjuang di Suriah dan kembali ke negara mereka lagi, membawa keterampilan medan perang dan kadang-kadang ideologi jihad.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rusia Klaim Serang Posisi Jabhah Nusrah dengan Rudal Jelajah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Media Rusia melaporkan bahwa kapal perang kecil Rusia jenis Buyan pada hari Selasa (01/03/2016) berada di Laut Mediterania meluncurkan rudal jelajah Kalibr ke arah sasaran yang dikuasai faksi faksi Jihad di Suriah, World Bulletin melaporkan, Rabu (02/03/2016).

Rudal jelajah Rusia 3M14 Kalibr yang rumit menyerang posisi mujahidin Suriah "Jabhah Nusrah" dan koalisi mujahidin Suriah "Army of Conquest" di desa Al-Mansoura, dekat Al-Gaab (barat laut provinsi Hama).

Rudal jelajah Kalibr memiliki jangkauan sekitar 1.000 mil atau lebih dan cukup kecil untuk dibawa oleh kapal selam dan kapal perang kecil. Senjata tersebut mengubah perhitungan jangkauan dan efektivitas angkatan laut yang lebih kecil.

Baca juga:

PBB: Gencatan Senjata untuk Semua Pihak di Suriah, tapi Tidak bagi Jabhah Nusrah

Syeikh Al Jaulani: Gencatan Senjata adalah Langkah Awal Penyerahan Diri pada Musuh

 

Sumber: Defence-blog.com | Deddy | Jurnalislam

PBB: Muslim Rohingya, Minoritas Paling Teraniaya di Dunia

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Muslim Rohingya di Myanmar yang teraniaya terus menerus menderita dalam "kondisi sangat mengerikan" dengan banyak anak-anak mati karena masalah kesehatan, PBB memperingatkan, menambahkan bahwa minoritas Muslim beresiko terlupakan dalam sisa-sisa gemerlap pemilu baru-baru ini di Myanmar, lansir World Bulletin Rabu (02/03/2016).

Komentar itu dibuat oleh seorang pejabat senior PBB menyusul kunjungannya ke negara bagian Rakhine barat, di mana Rohingya telah ditargetkan oleh serangan kekerasan dan diskriminasi negara- di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, dan dinilai sebagai salah satu minoritas paling teraniaya di dunia.

Lebih dari 100.000 Muslim Rohingya mendekam di kamp-kamp di barat Myanmar setelah kerusuhan komunal di Rakhine mengakibatkan desa dibakar dan sejumlah besar Muslim tewas dibantai oleh para pengikut Budha pada 2012.

Mereka tidak mendapatkan kewarganegaraan penuh dan sejumlah besar mereka kehilangan haknya dalam pemilu bersejarah November yang dimenangkan partai pro-demokrasi Aung San Suu Kyi yang kemudian mengeluarkan mandat populer besar-besaran.

John Ging, direktur operasi di Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN’s Office for the Coordination of Humanitarian Affairs-UNOCHA), mengatakan bahwa ia terkejut melihat keadaan kamp pengungsi Muslim Rohingya selama kunjungannya pada bulan Februari.

Dia menggambarkan rakit tempat penampungan sementara di ambang kehancuran.

"Sangat memilukan melihat begitu banyak anak-anak berada dalam kondisi mengerikan," katanya dalam sebuah pernyataan dari New York pada hari Selasa.

"Seorang ibu mengatakan kepada saya bahwa bayinya, yang berumur kurang dari satu bulan, meninggal karena kekurangan oksigen pada bulan Desember setelah masalah akses perawatan di rumah sakit kota terdekat," tambahnya.

Dalam pernyataan yang menyertainya, UNOCHA menekankan bahwa Rohingya dan kelompok lainnya yang mengungsi akibat kekerasan "tidak boleh dilupakan" saat negara bertambah maju.

"Myanmar akan melalui transformasi demokratis yang mengesankan, yang membuka pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang signifikan. Namun, tidak semua orang di Myanmar mendapatkan manfaat dalam transisi ini," kata lembaga itu, menambahkan bahwa sekitar 100.000 non-Rohingya juga mengungsi dalam konflik terpisah antara tentara dan etnis pemberontak di Kachin dan Shan negara.

Meskipun Suu Kyi mengklaim dia akan melindungi umat Islam, pemenang Nobel ini menghadapi kecaman keras internasional karena tidak mengambil sikap yang serius terhadap Muslim Rohingya, dan gagal mengakomodasi setiap kandidat Muslim dalam pemilu November.

Mengukir solusi untuk Muslim Rohingya dan menangani retorika anti-Muslim yang meningkat di antara nasionalis Buddha di seluruh negeri akan menjadi ujian utama pemerintahannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine melalui penyeberangan laut yang berbahaya, menuju negara-negara mayoritas Muslim seperti Malaysia dan Indonesia.

Deddy | World bulletin | Jurnalislam

Negara-negara Teluk Sepakat Nyatakan Syiah Hizbullah Kelompok Teroris

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Negara-negara Teluk, pada hari Rabu menyatakan Hizbullah Libanon sebagai kelompok "teroris", dalam langkah terbaru terhadap pertempuran melawan organisasi Syiah Libanon yang mendukung rezim Syiah Nushairiyah Assad, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (02/02/2016).

Enam anggota Gulf Cooperation Council mengambil tindakan terhadap anggota Hizbullah karena "tindakan bermusuhan mereka yang merekrut orang-orang muda (dari Teluk) untuk aksi teroris," kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani dalam sebuah pernyataan.

Negara Teluk telah mengambil serangkaian tindakan terhadap Hizbullah sejak Arab Saudi bulan lalu menghentikan program pendanaan perlengkapan militer Prancis senilai $ 3.000.000.000 ke Beirut.

Syiah Hizbullah didukung oleh Republik Syiah Iran, yang hubungannya dengan Arab Saudi memburuk tahun ini. Keduanya berada di sisi yang berlawanan dalam konflik di Suriah dan Yaman.

GCC terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam