Keluarga Akui Jenazah Korban Baku Tembak di Poso Pesisir adalah Anaknya

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Keluarga Fonda Amar Solihin alias Dodo mengakui foto jenazah dengan luka di kepala yang tersebar di dunia maya adalah anaknya. Fonda adalah korban meninggal akibat baku tembak antara aparat gabungan TNI Polri dengan kelompok bersenjata yang diduga Mujahidin Indonesia Timur di di Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan pada Senin (29/2/2016) lalu.

Pengakuan tersebut di sampaikan oleh Eko, juru bicara keluarga Fonda saat mendampingi Ibu kandung Fonda Umi Widayati melihat jenazah anaknya di RS Bhayangkara Palu, Kamis (03/03/2016) sore.

Eko menceritakan kondisi jenazah Fonda yang berkeringat di dahi dan ada darah di hidung serta mengacungkan telunjuk.

“Ada luka yang sudah dijahit di bagian dada sebelah kiri dan sebelah kanan,” kata Eko seperti dikutip dari pers rilis Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono, sore ini.

Endro mengatakan, keluarga Fonda tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 15.00 WITA kemudian menjalani tes DNA, pemeriksaan dokumen dan melihat langsung jenazah.

“Fonda tercatat sebagai warga Brengosan Purwosari Lawiyan Solo lahir 12 Mei 1994,” kata Endro.

Hingga berita ini diturunkan keluarga Fonda masih di RS Bhayangkara didampingi dari TPM Poso Ali Akbar, SH dan Harun, SH.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.