Meninggal Saat Penyidikan, Ayah Siyono: Semoga Syahid dan Menarik Saya ke Surga

KLATEN (Jurnalislam.com) – Keluarga Siyono (34), terduga teroris asal Klaten yang meninggal saat proses penyidikan Densus 88 terlihat ikhlas menerima kematian anaknya. Hal tersebut disampaikan sang Ayah, Marso Diyono kepada Jurnalislam di rumah duka Dusun Brengkungan, RT 11 RW 05, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2016) malam ini.

Marso berharap anaknya memperoleh pahala kesyahidan dari Allah SWT. Marso juga menuturkan, ketika ditangkap anaknya dalam keadaan sehat.

"Mugo-mugo angsal syahid, saget nggeret kulo teng suwargi, wong piyambake niku dicekel sehat kok sak niki angsal kabar pun mati (Semoga mendapat syahid, bisa menarik saya ke surga, dia ditangkap sehat, kok sekarang dapat kabar sudah meninggal)," tuturnya lirih.

Selain itu, Marso mengungkapkan keinginannya untuk mengkafani ulang jenazah anaknya. Perintaan itu ia sampaikan kepada Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang saat ini berada di rumah duka.

"Kulo niku trimo, mangke sak noponipun sing penting tumbasane dewe, nggih kain kafane barang (Saya itu terima, nanti semua yang penting hasil pembelian sendiri, ya termasuk kain kafanya juga)," ucap Marso Diyono.

Humas LUIS, Endro Sudarsono menyetujui permintaan Marso untuk mengkafani ulang jenazah anaknya. Endro kemudian meminta para peta'ziyah yang berkumpul di masjid Muniroh untuk mengikuti prosesi pemakaman jenazah Siyono dengan tertib. Baca juga: Terduga Teroris Klaten Meninggal Saat Penyidikan, ISAC: Kapolri Harus Tanggung Jawab!

"Kita sudah gali informasi keluarga, bahwa pihak keluarga sepakat untuk langsung dimakamkan, juga permintaannya sederhana, kain kafan bisa diganti, dan itu sudah disiapkan," ucap Endro.

Endro berharap nantinya penta'ziyah bisa berjalan sesuai arahan panitia yang sudah disetujui keluarga, termasuk dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Klaten, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten, Front Jihad Islam (FJI) Klaten.

Dalam pantauan Jurnalislam di lokasi, ribuan massa umat Islam saat ini berada di rumah duka menunggu kedatangan jenazah Siyono dari RS Polri Kramat Jati Jakarta. Jenazah Siyono rencananya akan langsung dimakamkan malam ini juga.

Siyono ditangkap Densus 88 pada 9 Maret 2016 di masjid Muniroh yang terletak di samping rumahnya saat sedang berdzikir usai shalat magrib. Penggerebekan tersebut membuat puluhan anak-anak TK yang ada di sana menangis karena ketakutan.

Reporter: Ridho, Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.