Taufik Ismail: Tujuan Ideologi Komunisme adalah Merebut Kekuasaan Dengan Kekerasan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ideologi komunis telah terang-terangan mengaku bahwa tujuan ideologi mereka adalah untuk merebut kekuasaan dengan kekerasan. Demikian dikatakan Budayawan, Taufik Ismail dalam diskusi bulanan Jamaah Ansharusy Syariah di Gedung Kalibata Timur IV No. 14, Jakarta bertajuk Sepak Terjang Komunis Indonesia, Jumat (27/5/2016).

“Sudut pandang saya, pikiran-pikiran ideologi ini dikenalkan oleh dua orang anak muda Jerman Karl Marx (30) dan Friendrich Enggels (28) dan tujuan dari ideologi ini adalah merebut kekuasaan dengan kekerasan,” terangnya.

Ia mengungkapkan, komunis telah membantai 120 juta manusia di 75 negara sepanjang 1917- 1991. Menurutnya, tidak ada satu ideologi apapun yang membunuh orang sebanyak itu di dunia selain komunisme.

“Komunis adalah ideologi yang melakukan pembantaian paling besar dalam sejarah dunia. Rezim Uni Soviet yang menghabisi 61 juta orang, pembantai paling garang dalam sejarah adalah Komunis Kamboja, mereka membantai 1 menit 1 orang bejumlah 2 juta jiwa dari penduduk yang berjumlah 7 juta jiwa,” ungkapnya.

Korban keganasan komunisme, lanjutnya, tiga kali lipat lebih banyak dari korban seluruh perang dunia sejak Nabi Adam sampai sekarang.

Diskusi juga dihadiri oleh Amir Jaamaah Ansharusy Syariah Jakarta Ustadz Haris Amir Falah dan Koordinator Ganyang PKI, Alfian Tanjung.

Reporter: Zul | Editor: Ally Muhammad Abduh

Belanda Gunakan Kebebasan Berpendapat untuk Boikot Israel

BELANDA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Bert Koenders, mengatakan pada hari Kamis (26/05/2016) bahwa pemerintah Belanda telah mengatakan, orang-orang Belanda berhak mengeluarkan pendapat terhadap Israel, lansir World Bulletin, Jumat (27/05/2016).

Pemerintah Belanda telah membela hak untuk memboikot Israel, di tengah upaya penolakan Israel untuk melarang kegiatan politik tersebut.

Menurut Koenders, Israel secara teratur meningkatkan topik BDS dalam pertemuan bilateral dengan pemerintah Belanda. Menteri mengatakan bahwa walaupun pemerintah Belanda tidak mendukung boikot Israel, “namun mendukung BDS sama dengan tidak mendukung kebebasan berekspresi.”

Belanda adalah negara kedua Uni Eropa (UE) yang secara terbuka menyatakan bahwa dukungan untuk kampanye BDS yang dipimpin Palestina harus dilindungi dengan prinsip kebebasan berekspresi. Pada bulan Maret 2016, kementerian luar negeri Swedia menegaskan bahwa BDS “adalah gerakan masyarakat sipil” dan bahwa “pemerintah seharusnya tidak ikut campur dalam pandangan organisasi masyarakat sipil.”

Belanda adalah negara kedua di Uni Eropa yang telah mengumumkan dukungannya bagi hak rakyat untuk bergabung dengan kampanye Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) melawan zionis.

“Laporan atau pertemuan mengenai BDS dilindungi oleh kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul yang diabadikan dalam Konstitusi Belanda dan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia,” kata Koenders.

Duta Besar Belanda untuk Israel, Gilles Beschoor Plug membela pernyataan Koender, mengatakan bahwa bergabung dalam kampanye tersebut di Belanda “tidak ilegal dan masih berada dalam batas-batas kebebasan.”

“Selama dikatakan tidak ilegal maka Anda bebas untuk mengatakannya,” tambahnya.

Riya Hassan, koordinator Eropa untuk Komite Nasional BDS Palestina (BDS National Committee -BNC), menyambut komentar Koenders.

“Bergabungnya Belanda dengan Swedia dalam membela hak melakukan advokasi dan kampanye untuk hak-hak Palestina di bawah hukum internasional melalui BDS, telah membuat upaya Israel agar gerakan BDS dilarang di Eropa dan menggertak agar pendukung BDS diam mendapat pukulan serius.”

 

Deddy | World Bulletin | Middle East Monitor | Jurnalislam

Seniman Melayu Bantu Kumpulkan Dana untuk Bangun Masjid di Spanyol

SPANYOL (Jurnalislam.com) – A Tile for Seville, sebuah kampanye baru, telah diluncurkan oleh sejumlah penyanyi dan seniman Melayu untuk membantu mensponsori dana yang dibutuhkan dalam pembangunan Masjid baru di Seville, Spanyol, lansir World Bulletin Jumat (27/05/2016).

Diluncurkan pada 24 Mei, kampanye tersebut menyatukan sejumlah artis dari Malaysia termasuk Fynn Jamal, Farah Fauzana dan sejumlah artis lokal terkenal dan bertujuan untuk bertahan selama enam bulan dengan harapan menyebar pesan ke seluruh dunia.

Kampanye dirancang oleh ukwahforummah.com bekerjasama dengan VisitalAndalus.es. dan dimulai dengan awal yang baik dengan sejumlah peserta. Total biaya pembelian tanah dan pembangunan masjid diperkirakan sekitar $ 18 juta euro.

Tahun lalu, Tan Sri Abu Zahar Ujang Abu Zahar mengungkapkan perihal Seville yang tidak memiliki Masjid satupun setelah menerima panggilan kehormatan dari presiden Masjid Granada Spanyol, Malik Abderahman, dan direktur Yayasan Masjid Seville, Ibrahim Hernandez. Mr Abderrahman telah menyatakan niatnya untuk mencari bantuan keuangan formal dari Malaysia termasuk dari sektor publik dan swasta dalam membangun masjid bernilai € 17 juta.

"Seperti saya, beberapa rekan di Parlemen dan saya akan mencoba yang terbaik untuk membantu mereka. Kami akan mempertimbangkan sumbangan kecil kami. Ini adalah sesuatu yang datang dari hati kami, yaitu membantu Muslim di Seville untuk memiliki masjid," katanya kepada wartawan setelah pertemuan.

Ibrahim Hernandez, Wakil Presiden juga menyediakan sebuah wawancara dengan Al Falah TV mengenai masjid.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

AS Klaim Serangannya Bunuh Komandan dan Puluhan Pasukan IS di Fallujah, Irak

IRAK (Jurnalislam.com) – Serangan yang dipimpin koalisi udara dan artileri AS mengklaim telah menewaskan 70 pasukan IS (Islamic State) di Fallujah, termasuk komandan IS di kota Irak, seorang juru bicara militer mengatakan pada hari Jumat (27/05/2016), Al Arabiya News Channel melaporkan.

Kolonel Steve Warren yang berbasis di Baghdad mengatakan bahwa selama empat hari terakhir, 20 serangan di kota yang terkepung tersebut telah menghancurkan posisi pertempuran dan meriam IS.

"Kami telah membunuh lebih dari 70 pasukan musuh, termasuk Maher Al-Bilawi, yang merupakan komandan pasukan IS di Fallujah," klaim Warren.

"Serangan ini tentu saja tidak akan membuat musuh benar-benar menghentikan pertempuran, tapi serangan ini menghantam. Juga menciptakan kebingungan dan menyebabkan wakil komandan harus naik. Dan menyebabkan kepemimpinan lainnya harus bergerak," tambahnya.

Pasukan Irak melancarkan operasi untuk merebut kembali Fallujah, kubu IS yang terletak hanya 30 mil (50 kilometer) di barat Baghdad, pada awal pekan ini.

Antara 500 hingga 1.000 pasukan IS menguasai Fallujah, dan sekitar 50.000 warga sipil terperangkap di dalam kota, dimana IS berusaha mencegah orang-orang yang mencoba melarikan diri.

Pesawat AS telah menjatuhkan selebaran yang menyerukan penduduk setempat untuk menghindari daerah IS, kata Warren.

"Selebaran tersebut mengarahkan mereka yang tidak bisa mengungsi untuk menempatkan kain putih di atap rumah untuk menandai lokasi mereka. Tentara Irak berupaya untuk membuat rute evakuasi. Dan pemerintah lokal Anbar telah mendirikan kamp-kamp untuk pengungsi warga sipil."

Sementara itu, pemimpin sekte Syiah Irak pada hari Jumat menyerukan pasukan Irak bertempur untuk merebut kembali kota Fallujah dari IS untuk melindungi warga sipil yang terjebak di sana, alasannya, Associated Press mengutip perkataan tokoh Syiah Ayatollah Ali al-Sistani.

Komentarnya disampaikan pada hari Jumat oleh wakilnya Ahmed al-Safi di kota Karbala.

Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan keprihatinan mereka bagi puluhan ribu warga sipil yang diperkirakan masih berada di kota, yang telah berada di tangan IS selama lebih dari dua tahun.

Kepala polisi federal Irak mengatakan 720 warga sipil telah dievakuasi dari Fallujah utara sejauh ini, independen Al-Sumaria News melaporkan pada hari Jumat.

"Keluarga (yang dievakuasi)  kebanyakan wanita, anak-anak dan mereka telah dipindahkan ke lokasi yang aman setelah bantuan disalurkan kepada mereka," kata Letnan Shakir Jawodat.

PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Kamis bahwa hanya 800 orang yang telah mampu melarikan diri dari Fallujah sejak pasukan Irak melancarkan serangan besar untuk merebut kembali kota.

Warga Fallujah yang dihubungi oleh PBB mengatakan bahwa jumlah bom dan jebakan yang ditanam oleh IS di sekitar kota akan membuat setiap perjalanan menjadi sangat berbahaya.

Sementara itu, satuan tugas darurat Irak mengatakan pada hari Jumat bahwa pusat komunikasi IS di Fallujah utara hancur dan empat calon pembomnya terbunuh.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Ini Sebabnya 4000 Warga Mosul Melarikan Diri ke Suriah Sejak Awal Mei

IRAK (Jurnalislam.com) – Lebih dari 4.000 warga Irak dari kota Mosul, Irak utara telah melarikan diri ke Suriah sejak awal Mei, PBB mengatakan, menambahkan bahwa hingga 50.000 orang kemungkinan akan meninggalkan kota yang dikuasai Islamic State (IS)  tersebut dan menyeberangi perbatasan, Aljazeera melaporkan, Jumat (27/05/2016).

Penyebab eksodus pengungsi tersebut tampaknya adalah laporan bahwa pasukan kelompok bersenjata IS meningkatkan eksekusi terhadap pria dan anak laki-laki di Fallujah – kota besar Irak lainnya yang masih di tangan mereka – sejak pasukan pro-pemerintah melancarkan serangan untuk kembali merebut kota itu, badan pengungsi PBB mengatakan pada hari Jumat.

Menurut UNHCR, total 4.266 orang telah tiba bulan ini di kamp al-Hol, 14 km dari perbatasan Irak di provinsi Hasakah, timur laut Suriah.

"Kami telah melihat lonjakan jumlah pengungsi Irak sebenarnya yang mempertaruhkan nyawa menyeberangi persimpangan berbahaya menuju Suriah dalam upaya putus asa. Bayangkan saja, ada pengungsi yang melarikan diri ke Suriah," kata juru bicara UNHCR Melissa Fleming.

"Alasan mereka mengungsi adalah pertempuran yang tertunda untuk mengambil kembali (Mosul). Mereka, saya yakin, mendengar apa yang terjadi di Fallujah dan ingin meninggalkan tempat itu sebelum mereka juga terjebak. Tapi juga ada pertempuran di daerah sekitarnya yang mendorong orang untuk mengungsi."

Militer Irak melancarkan serangan pada hari Senin untuk mengusir IS dari Fallujah, 50km sebelah barat Baghdad.

Fallujah adalah kota Irak pertama yang jatuh di bawah kendali IS pada bulan Januari 2014, dan telah berada di bawah pengepungan ketat selama sekitar enam bulan.

Pasukan Irak, dengan bantuan dari koalisi pimpinan AS, akan menyerang akhir tahun ini untuk merebut kembali Mosul, yang telah dikuasai IS sejak Juni 2014.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Turki Kutuk AS karena Pasukannya Gunakan Seragam Milisi Kurdi Suriah dalam Pertempuran

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada hari Jumat (27/05/2016) mengatakan Amerika Serikat adalah pendusta, setelah pasukan komando AS di Suriah tertangkap foto dalam mendukung serangan darat besar yang dipimpin oleh milisi komunis Kurdi yang dicap sebagai kelompok teror oleh Ankara, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan "tidak dapat diterima" bahwa pasukan AS terlihat di foto yang diambil oleh seorang fotografer AFP mengenakan lencana Unit Kurdi Perlindungan Rakyat (YPG).

"Kami menyarankan mereka (tentara AS) memakai lencana Islamic State (IS) atau (afiliasi Al-Qaeda) Jabhah Nusrah ketika mereka berperang ke bagian lain Suriah dan lencana Boko Haram ketika mereka berperang ke Afrika," kata Cavusoglu dengan sarkasme kemarahan.

"Jika mereka tidak menganggap (kelompok) ini sama dengan YPG, maka itu adalah standar ganda, pendusta," katanya dalam konferensi pers pada pertemuan Least Developed Countries di resor selatan Antalya.

Turki memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdi , atau PKK, sebuah kelompok pemberontak bersenjata yang telah berperang selama puluhan tahun dan dianggap sebagai organisasi teror oleh Turki, dan dunia Internasional.

Turki adalah sekutu dalam koalisi pimpinan AS, tapi kedua negara berselisih mengenai keterlibatan milisi Kurdi di Suriah utara.

Washington melihat YPG sebagai salah satu kekuatan tempur paling efektif melawan IS atau Jabhah Nusrah serta afiliasi Al Qaeda lainnya di dalam wilayah Suriah.

Masalah ini telah menyebabkan ketegangan antara kedua sekutu NATO itu selama berbulan-bulan.

Fotografer AFP melihat pasukan AS di wilayah Suriah utara membantu Angkatan Demokratik Kurdi-Arab Suriah (the Kurdish-Arab Syrian Democratic Forces SDF) dalam serangan besar terhadap kubu IS di provinsi Raqqa.

Beberapa pasukan komando AS juga difoto mengenakan lencana militer YPG, anggota SDF terbanyak.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pejabat Irak: Banyak Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Fallujah

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Arshad al-Salihi, kepala komite hak asasi manusia parlemen Irak, mengatakan bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan udara militer Irak dalam operasi Fallujah yang sedang berlangsung.

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency yang diterbitkan hari Jumat (27/05/2016), Salihi, yang juga kepala Iraqi Turkmen Front, mengatakan bahwa terdapat puluhan ribu warga sipil yang tinggal di Fallujah.

Dia menambahkan bahwa mereka menderita di bawah tekanan kelompok IS (Islamic State) dan juga berjuang untuk bertahan di tengah serangan udara oleh pasukan Irak.

"Orang-orang ini terjebak antara IS dan serangan udara tentara Irak," kata Salihi, menegaskan bahwa pemerintah belum memberikan rute keluar dari daerah yang aman bagi warga sipil.

Pada tanggal 23 Mei, Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengumumkan peluncuran kampanye militer untuk merebut kembali kontrol Fallujah dari IS dengan partisipasi dari unit tentara Irak, kontra-terorisme, polisi federal, milisi Hashd al-Shaabi dan pejuang suku.

"Akan lebih baik bagi warga sipil dari Mosul dan Tal Afar untuk meninggalkan kedua kota tersebut saat ini," Salihi memperingatkan, mengatakan mereka mungkin menghadapi nasib yang sama dengan warga sipil Fallujah selama operasi serupa.

Fallujah terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer (31 mil) barat Baghdad, – yang jatuh ke tangan IS pada awal 2014 – saat ini adalah rumah bagi sekitar 90.000 orang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Hanya 800 Warga Fallujah yang Mampu Kabur dari Perangkap Perang antara IS dan Irak

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Hanya 800 orang yang mampu melarikan diri dari Fallujah sejak pasukan Irak melancarkan serangan besar untuk merebut kembali kota, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis (26/05/2016), lansir World Bulletin.

Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak, mengatakan bahwa mereka yang berhasil meninggalkan kota yang diduduki oleh kelompok IS (Islamic State) tersebut melaporkan kehidupan yang mengerikan di dalam Fallujah.

"Kami menerima laporan menyedihkan bahwa warga sipil yang terperangkap di dalam Fallujah merasa putus asa karena ingin melarikan diri ke tempat yang aman, tapi tidak bisa," pernyataan itu mengatakan seperti dikutip.

PBB mengatakan bahwa hanya 800 orang yang telah mampu melarikan diri dari Fallujah sejak 22 Mei, "sebagian besar dari daerah-daerah terpencil".

"Beberapa keluarga melaporkan bahwa mereka harus berjalan selama berjam-jam dalam kondisi mengerikan untuk mencapai keselamatan. Orang yang terjebak di tengah kota dianggap paling berisiko – Tidak dapat melarikan diri," kata PBB.

Grande mengatakan bahwa mereka yang berhasil melarikan diri menceritakan tentang situasi yang mengerikan di dalam kota, yang terletak hanya 50 kilometer (30 mil) dari barat ibukota Baghdad.

"Persediaan makanan sangat terbatas dan dikontrol ketat. Obat-obatan habis dan banyak keluarga tidak punya pilihan selain mengandalkan sumber air yang kotor dan tidak aman," katanya.

PBB dan badan-badan kemanusiaan telah berhasil memberikan banyak bantuan karena kurangnya akses sejak operasi militer diluncurkan pada 22-23 Mei.

Koridor kemanusiaan yang dibahas dengan pemerintah Irak sebagian besar gagal terwujud sejauh ini.

Pasukan IS yang bersembunyi di pusat kota Fallujah memberlakukan jam malam dan melarang warga meninggalkan rumah mereka.

Warga di dalam Fallujah yang dihubungi juga mengatakan bahwa sejumlah bom dan jebakan yang diletakkan oleh IS di sekitar kota akan membuat setiap perjalanan sangat berbahaya.

Badan pengungsi PBB juga mengatakan pada hari pertama operasi bahwa rute pasokan secara efektif terputus oleh puluhan ribu pasukan Irak yang mengelilingi kota, dengan demikian juga mencegah warga sipil meninggalkan kota.

Berbagai kelompok hak asasi dan kelompok lainnya telah memperingatkan pemerintah Irak akan penggunaan taktik kelaparan untuk mengalahkan IS di Fallujah, di mana menurut perkiraan PBB terdapat sekitar 50.000 warga sipil di sana.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Digempur oleh Roket Hamas, Israel Balas dengan Serangan Udara

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Angkatan udara zionis melakukan serangan pada lokasi Hamas di Gaza Kamis pagi (26/05/2016) dalam membalas serangan roket menargetkan wilayah Israel, tentara zionis dan sumber-sumber Palestina mengatakan, lansir World Bulletin, Kamis (26/05/2016).

Roket, yang melanda daerah terbuka di Israel selatan.

Sebagai tanggapan, angkatan udara Israel "menargetkan dua lokasi Hamas di Jalur Gaza selatan," kata militer dalam sebuah pernyataan.

Menurut tentara zionis, sembilan proyektil ditembakkan dari Jalur Gaza – yang dikuasai oleh pejuang  Islam Hamas – telah menghantam Israel sejak awal 2016.

Belum ada kelompok Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas serangan roket hari Kamis, yang terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu menyegel kesepakatan untuk membawa nasionalis ekstrim Avigdor Lieberman dalam koalisinya.

Ekstrimis Lieberman, yang diatur untuk menjadi menteri pertahanan, selama bertahun-tahun telah mengancam aksi di Gaza.

Dia baru-baru ini mengatakan bahwa jika ia menjadi menteri pertahanan, ia akan memberi waktu 48 jam bagi pemimpin Hamas Gaza, Ismail Haniya, untuk mengembalikan pasukan Israel yang ditahan dan jasad tentara mereka "atau kau mati".

Dalam pernyataannya tentara penjajah Israel mengulangi kebijakannya yang menganggap "Hamas bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari Jalur Gaza."

Para pejabat keamanan Palestina mengatakan serangan Israel menargetkan situs militer Hamas di Nuseirat dan Rafah, dan tidak menimbulkan korban.

Pertempuran terbaru tersebut terjadi setelah empat hari kekerasan lintas batas awal bulan ini.

Utusan PBB untuk Timur Tengah memperingatkan Dewan Keamanan pada hari Rabu mengenai situasi di Gaza yang "sangat mudah berubah".

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Kekhwatiran Warga Sipil Sunni Fallujah atas Kehadiran Garda Revolusi Iran dan Milisi Syiah Irak

IRAK (Jurnalislam.com) – Qassem Soleimani, kepala Garda Revolusi elit Syiah Iran, dilaporkan terlihat dengan para pemimpin milisi Hashd al-Shaabi Irak dekat Fallujah di tengah operasi militer yang sedang berlangsung untuk merebut kota dari kelompok IS (Islamic State), World Bulletin melaporkan, Kamis (26/05/2016).

Dalam foto yang diposting online oleh Harakat Hizbullah al-Nujaba – sebuah kelompok paramiliter Syiah Irak, Soleimani terlihat bersama dengan wakil kepala Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis; Pemimpin Harakat Akram al-Kaabi; dan kepala Organisasi Badr Hadi al-Amiri.

Partisipasi milisi Syiah bersama tentara Irak dalam operasi yang sedang berlangsung untuk membebaskan Fallujah dari IS telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Sunni akan kemungkinan tindakan pembalasan terhadap warga Sunni kota.

Qassem Soleimani

"Sangat mengkhawatirkan bahwa orang asing (referensi untuk Soleimani) telah datang ke Fallujah untuk 'menyelamatkan' kota," kata Fikren al-Ani, dosen ilmu politik di Universitas Al-Nahrain Baghdad.

"Padahal Irak sendiri memiliki pemimpin militer yang berkualitas untuk memimpin operasi ini," tambahnya.

Menurut sumber setempat, setidaknya 19 warga sipil telah tewas di Fallujah akibat artileri dan serangan udara yang dilakukan oleh tentara Irak dan sekutu mereka sejak serangan dimulai Ahad malam.

Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer sebelah barat ibukota Baghdad, Fallujah – yang jatuh ke tangan IS pada awal 2014 – saat ini adalah rumah bagi sekitar 90.000 orang.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam