Jet Tempur Rezim Assad Kembali Targetkan Pasar di Idlib, 4 Warga Tewas dan 15 Terluka

IDLIB (Jurnalislam.com) – Empat warga sipil tewas dan 15 lainnya luka-luka pada hari Kamis (26/05/2016) ketika sebuah pesawat perang rezim Nushairiyah menargetkan pasar di provinsi Idlib, kata sumber Pertahanan Sipil Suriah.

Sumber, yang berbicara kepada Anadolu Agency, Kamis, pada kondisi anonimitas karena masalah keamanan, mengatakan bahwa jet Su-24 milik rezim menargetkan pasar ternak dekat kota Saraqib yang dikuasai mujahidin Suriah.Korban yang terluka dibawa ke rumah sakit lapangan.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak 2011, ketika rezim menindak protes unjuk rasa dengan keganasan militer yang tidak manusiawi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Pernyataan Pertama Amir Baru Taliban: Tolak Perundingan Damai Pemerintah Kabul dan Barat

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Dalam pernyataan publik pertamanya Amir baru Imarah Islam Afghanistan (Taliban) Syeikh Mullah Haibatullah Akhundzada telah mengatakan, tolak perundingan damai dengan pemerintah Afghanistan dan Barat, lansir The Long War Journal, Kamis (26/05/2016) mengutip laporan Dawn:

Dalam pesan audio yang dirilis di Pashto, diedarkan oleh komandan Taliban, Syeikh Haibatullah Akhundzada menyatakan "Taliban tidak akan pernah tunduk kepala mereka dan tidak akan setuju untuk pembicaraan damai buatan mereka."

Syeikh Haibatullah Akhundzada menambahkan bahwa "mereka berpikir kami akan meletakkan senjata setelah kematian Mullah Mansur, tidak!!!..  kami akan terus berjuang 'sampai akhir."

Obama membenarkan serangan udara 21 Mei di Pakistan dengan mengatakan pemimpin Taliban, Mullah Mansur, adalah hambatan bagi perundingan perdamaian kami.

"Mansour menolak upaya pemerintah Afghanistan untuk serius terlibat dalam pembicaraan damai dan mengakhiri pertempuran yang telah mengambil nyawa yang tak terhitung jumlahnya pria, wanita dan anak-anak," klaim Presiden Obama pada 23 Mei ketika mengkonfirmasikan gugurnya Mansour dalam serangan drone.

Obama melanjutkan, "Taliban harus mengambil kesempatan untuk mengejar satu-satunya jalan nyata untuk mengakhiri konflik panjang, bergabung dengan pemerintah Afghanistan dalam proses rekonsiliasi yang mengarah ke perdamaian dan stabilitas abadi"

Taliban telah menolak untuk masuk ke dalam pembicaraan damai dengan Barat sejak AS melanjutkan invasinya pada awal tahun 2016.

Hal ini telah secara konsisten Taliban mengatakan hanya akan menerima perundingan jika "Imarah Islam Afghanistan kembali berdaulat di Afghanistan dan penarikan seluruh pasukan asing (NATO).  .

Pernyataan Syeikh Haibatullah Akhundzada datang tidak mengejutkan, Haibatullah juga mengikuti jejak pendahulunya, tidak menolak al Qaeda dalam perjuangannya.

Sebagai tokoh dewan syura atas peradilan Taliban, Syeikh Haibatullah Akhundzada mengeluarkan fatwa atau hukum berdasarkan Syariat Islam, dan dijadikan rujukan dalam operasi militer Taliban.

Baca juga: Inilah Sebabnya Taliban Memilih Syeikh Haibatullah Akhunzada sebagai Amir Baru

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Serangan Molotov Bakar Barak Militer Israel, 2 Serdadu Zionis Terluka

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya dua serdadu penjajah Zionis pada Rabu (25/05/2016) malam terluka akibat kebakaran hebat yang terjadi di barak militer Israel dekat Isawiyah di utara al-Quds, akibat lemparan Molotov, Infopalestina melaporkan, Rabu.

Sumber-sumber lokal Palestina menyebutkan bahwa kebakaran besar terjadi di barak militer Zionis di dekat Hebrew University dekat desa Isawiyah di utara al-Quds. Sumber Palestina memastikan bahwa sebab terjadinya kebakaran ini adalah karena lemparan molotov.

Sumber yang sama menambahkan bahwa kebakaran masih terus berkobar sempai malam dan tim memadam kebakaran Zionis belum bisa mengendalikan kebakaran hingga larut malam.

Sementara itu pihak kepolisian penjajah Israel dalam rilisnya mengatakan bahwa kebakaran besar terjadi pada barak militer dekat Hebrew University di Yerusalem (al-Quds). Kebakaran ini mengakibatkan dua orang serdadu terluka.

Kepolisian Zionis mengatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran ini terjadi akibat lemparan molotov ke barak tersebut dan sampai saat ini investigasi masih terus dilakukan.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Pernyataan Duka Taliban Pakistan atas Gugurnya Syeikh Mullah Mansour: Kembali Fokus pada Pertempuran

PAKISTAN (Jurnalislam.com)Jamaat-ul-Ahrar, sebuah faksi Jihad Taliban di Pakistan, menyatakan berduka kepada mantan amir Taliban Syeikh Mullah Akhtar Mansour, yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS di Pakistan pada 21 Mei, lansir The Long War Journal, Rabu (225/05/2016).

Juru bicara Jamaat-ul-Ahrar, Ishanullah Ihsan, meng-email pidato untuk Syeikh Mansur termasuk spanduk berkabung atas kematiannya.

"Dengan kesedihan dunia Muslim telah kehilangan mentor yang hebat," kata Ihsan, menyebut Syeikh Mansour. Dia mendesak "para mujahidin dan semua Muslim" untuk tidak berduka terlalu lama, dan untuk "fokus pada pertempuran" melawan musuh-musuh mereka.

Walaupun Taliban di Pakistan dan Jamaat-ul-Ahrar tidak pernah secara terbuka bersumpah setia kepada Syeikh Mansour, Taliban Pakistan secara rutin menyebut Mansour sebagai pemimpin mereka.

Penghormatan Jamaat-ul-Ahrar untuk Mansour menjelaskan bahwa ia dipuji sebagai "mentor" dan pemimpin.

Jamaat-ul-Ahrar bertanggung jawab atas beberapa serangan profil tinggi di dalam Pakistan.

Sebelumnya Jamaat-ul-Ahrar berpisah dari Gerakan Jihad Taliban di Pakistan pada musim panas 2014 setelah terjadi perbedaan pendapat tentang kepemimpinan akibat terbunuhnya Hakeemullah Mehsud, amir aliansi Taliban Pakistan. Tapi kemudian Jamaat-ul-Ahrar berdamai dan kembali bergabung dengan Gerakan Jihad Taliban di Pakistan pada Maret 2015.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

50.000 Warga Sipil Terperangkap dalam Pertempuran Is dan Irak di Fallujah

IRAK (Jurnalislam.com) – PBB dan organisasi kemanusiaan prihatin atas nasib sekitar 50.000 warga sipil yang terperangkap di Fallujah, kota yang terletak di barat Baghdad dan merupakan wilayah serangan militer Irak, Aljazeera melaporkan, Rabu (25/05/2016).

Dewan Pengungsi Norwegia Becky Bakr Abdulla teringat akan kisah yang diceritakan kepadanya oleh keluarga yang berhasil melarikan diri dari Fallujah, di mana tentara Irak telah menyerang kawasan yang dikendalikan oleh kelompok IS (Islamic State) tersebut sejak Senin (23/05/2016).

"Orang-orang pada dasarnya bertahan dengan kurma kering dan air dari sungai," kata Abdulla. "Satu-satunya barang yang berhasil diambil keluarga-keluarga ini adalah pakaian yang mereka kenakan dan identitas mereka."

Abdulla menjelaskan bahwa beberapa keluarga yang melarikan diri dari kota di provinsi Anbar harus melintas sekitar 30 km dengan berjalan kaki dan melewati berbagai pos pemeriksaan untuk mencapai keselamatan.

Meskipun serangan itu diluncurkan pada hari Senin, pasukan pemerintah Irak telah mengepung kota dan pinggiran kota selama beberapa bulan hingga sekarang, mengakibatkan kekurangan makanan dan obat-obatan.

Setidaknya 15 warga sipil telah tewas sejauh ini selama serangan itu, beberapa sumber melaporkan.

Setidaknya 35 tentara dan sekutu juga telah dilaporkan tewas. Lebih dari selusin kelompok bersenjata Syiah mengambil bagian di bawah payung Angkatan Mobilisasi Popular.

Pada hari Selasa penduduk setempat melaporkan penembakan sporadis di sekitar pusat kota, tetapi mengatakan bahwa penembakan itu kurang intens dari pada hari sebelumnya.

Militer Irak mengatakan bahwa semalam mereka telah memukul mundur pasukan IS dari al-Karma, sebuah desa di sebelah timur kota.

Pemerintah Irak mengatakan mereka membuka koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk melarikan diri dari serangan menuju barat, barat daya dan tenggara Fallujah.

Dari sana, penduduk setempat dikirim ke kamp-kamp sementara.

Tapi mereka yang dievakuasi diminta untuk melakukan perjalanan di sepanjang jalan utama, yang penuh dengan jebakan bahan peledak improvisasi dan penuh pasukan IS.

Fallujah menjadi kota Irak pertama yang dikuasai IS pada Januari 2014, enam bulan sebelum kelompok menyatakan kekhalifahan versinya.

Kota di Sungai Efrat tersebut memiliki populasi sekitar 300.000 sebelum perang. Kota yang dikenal sebagai Kota Menara (the City of Minarets) dan Ibu Masjid (the Mother of Mosques) itu pernah rusak parah dalam dua serangan brutal oleh tentara AS terhadap mujahidin al-Qaeda pada tahun 2004.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

Oposisi Moderat Belum Menjauh dari Wilayah Jabhah Nusrah, Rusia Tunda Serangan Udara

SURIAH (Jurnalislam.com) – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu (25/05/2016) bahwa mereka menunda menyerang Jabhah Nusrah cabang resmi al Qaeda di Suriah, untuk memberi waktu bagi kelompok-kelompok bersenjata (oposisi moderat) menjauh dari posisi Jabhah Nusrah, lansir World Bulletin, Rabu.

Kementerian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan telah menerima permintaan dari beberapa kelompok bersenjata (oposisi moderat), terutama di Damaskus dan Aleppo, meminta jeda dalam serangan udara, dan mempertimbangkan untuk memberikan lebih banyak waktu sebelum memulai serangan udara menargetkan posisi Jabhah Nusrah. (baca juga: Rusia Serukan Oposisi Moderat Tarik Pasukannya di Wilayah yang Dikuasai Jabhah Nusrah dalam 72 Jam)

"Mempertimbangkan hal tersebut, keputusan dibuat untuk memperpanjang jangka waktu kerja bersama kelompok-kelompok bersenjata tertentu yang bergabung dengan gencatan senjata parsial rezim (yang dibentuk oleh Moskow dan Washington), pemisahan dari jihadis dan mendefinisikan secara persis kawasan yang dikendalikan oleh mereka sebelum memulai serangan ke arah posisi kelompok bersenjata," juru bicara kementerian pertahanan Rusia mengatakan.

Kementerian itu mengatakan dengan mempertimbangkan permintaan tersebut mereka telah memutuskan untuk memberikan lebih banyak waktu sebelum memulai serangan udara pada posisi Al Qaeda Suriah, Jabhah Nusrah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ansharusyariah: Perda Miras Murni Aspirasi Rakyat, Pemerintah Tak Berhak Melarang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Abdul Rachim Ba’asyir mengecam keras rencana pencabutan perda larangan miras oleh Mendagri, Tjahjo Kumolo. Jika disahkan, Ustadz Iim menilai pemerintah tidak mempunyai i’tikad baik dalam membentengi rakyatnya dari kerusakan yang ditimbulkan dari miras.

“Jika pemerintah mencabut perda-perda anti miras yang selama ini telah berhasil membendung peredaran miras di kalangan masyarakat,  maka ini menunjukkan bahwa pemerintah memang tak punya iktikad baik untuk membentengi rakyatnya dari bahaya miras dan kerusakan yang akan di timbulkannya,” terangnya kepada Jurnalislam, Selasa (24/5/2016).

Menurutnya, pemerintah tidak berhak mencabut perda-perda miras yang saat ini sudah berjalan di sejumlah daerah. Sebab, perda-perda tersebut murni lahir dari aspirasi rakyat.

“Bangsa ini tak akan maju jika masyarakatnya mabok dan penenggak miras.  Perda-perda anti miras selama ini muncul murni oleh aspirasi rakyat,  maka tidak selayaknya pemerintah sekarang mencabutnya,” terang putra bungsu ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu.

Oleh sebab itu pihaknya menolak keras rencana Mendagri tersebut.

“Maka kita menolak rencana itu dan mengecam sikap pemerintah yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Abi Athifa | Editor: Ally Muhammad Abduh

Hermes, Drone Israel untuk Hadapi Pasukan Bawah Tanah Hamas

GAZA (Jurnalislam.com) – Phobia terhadap perlawanan terowongan Gaza telah menguasai para pembuat keputusan di entitas Zionis dan mereka masih terus berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan terowongan-terowongan tersebut dan para pembuatnya.

Mereka menghabiskan jutaan dolar untuk memeranginya. Sarana terakhir yang mereka gunakan adalah pesawat tanpa awak bernama “Hermes”, yang mereka klaim disiapkan untuk menunggu para pejuang perlawanan keluar dari terowongan, Infopalestina melaporkan Selasa (24/05/2016).

Kantor berita intelijen Zionis Walla menulis sebuah judul, “Peluru di mata mereka,drone menunggu pejuang-pejuang Hamas sampai mereka keluar dari terowongan.”

Hermes 450

Dalam pertemuan yang dilakukan kantor berita intelijen Zionis Walla dengan para komandan di pangkalan pesawat Hermes 450, salah seorang komandan mengatakan, “Ketika perusak keluar di waktu maghrib dari terowongan maka kami akan memantau situasi secara sempurna dan mengawasinya, kami pergi dan naik tangga logam dengan hati-hari dan masuk truk. Kami hidupkan drone (pesawat tanpa awak), sementara telepon genggam tetap berada di luar mobil karea takut terdengar atau terbocorkan informasi rahasia.”

Dia melanjutkan, “Kami tutup pintu dengan kontrol dan AC dihidupkan karena udara biar tetap dalam suasana terjaga dan tiga operator mengendalikan pemantauan pesawat-pesawat melalui layar dengan sangat akurat di sejumlah sisi di depan mereka dan mereka melihat gambar-gambar video hitam putih.”

Dia menambahkan, “Pesawat tanpa awak ini bernama ‘Hermes 450’, yang didesain untuk memantau dan mendokumentasikan keterangan dari Gaza. Apa yang terjadi melalui kamera-kamera canggih; melihat rumah-rumah sangat padat dan pemandangan di kamp-kamp pengungsi. Sementara itu para operator melakukan diskusi profesional yang diperoleh dari pesawat-pesawat tersebut dengan jelas melalui layar.”

Sang komandan menjelaskan penayangan target pesawat, dia mengatakan, “Langkah pertama adalah menentukan wilayah strukturan yang dicurigai oleh intelijen di mana terjadi aktivitas jihadis. Setiap target merupakan rangkaian dari 112 angka di kertas putih dan daftar panjang. Dilakukan pelatihan pasukan untuk menentukan target dan mereka yang dicurigai untuk dihabisi, serta mengungkap informasi intelijen yang memastikan para perusak dan kerja mereka tepatnya di dalam terowongan.” (baca juga: Hadapi Kekuatan Roket Hamas, Militer Israel Uji Sistem Pertahanan Rudal Iron Dome Laut)

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Mesir Tolak Laporan bahwa Ledakan Sebabkan Kecelakaan Pesawat

KAIRO (Jurnalislam.com) – Hisham Abdel-Hamid, kepala otoritas forensik Mesir, membantah laporan media menunjukkan bahwa kecelakaan pesawat EgyptAir MS804 pekan lalu mungkin telah disebabkan oleh ledakan, lansir Anadolu Agency, Selasa (24/05/2016).

"Segala sesuatu yang telah diterbitkan dalam hal ini tidak memiliki dasar fakta, mereka adalah asumsi belaka," kata Abdel-Hamid dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa.

Sebelumnya pada hari yang sama, beberapa media Barat mengutip pejabat forensik Mesir memperkirakan bahwa pesawat mungkin jatuh akibat ledakan didasarkan pada kenyataan bahwa beberapa mayat yang telah dievakuasi ditemukan tidak utuh.

Kamis lalu, penerbangan EgyptAir MS804 – yang terbang dari Paris ke Kairo dengan 66 orang di dalamnya – menghilang tak lama setelah memasuki wilayah udara Mesir.

Pada Jumat pagi, televisi negara Mesir mengumumkan bahwa tentara telah menemukan puing-puing pesawat di Mediterania timur.

Menurut maskapai, 30 penumpang asal Mesir dan 15 penumpang asal Perancis – bersama dengan dua warga Irak, satu warga Inggris, satu Belgia, satu Portugis, satu Aljazair, satu Chad, satu Kanada, satu Sudan, satu Kuwait dan satu Saudi nasional – berada di dalam sakit pesawat yang naas tersebut.

Pihak berwenang Prancis dan Mesir telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab kecelakaan, yang masih belum diketahui sampai sekarang.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Saudi Bantah Tuduhan Teheran, Halangi Jemaah Haji Iran

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kedutaan Arab Saudi di Ankara membantah klaim terbaru bahwa pihak berwenang Saudi telah mencegah warga negara Iran ambil bagian dalam ibadah haji tahun ini ke kota-kota Mekah dan Madinah.

"Arab Saudi tidak mempertimbangkan masalah ini – seperti memudahkan prosedur bagi mereka yang ingin melakukan ziarah dan ibadah di Tanah Suci dan menyediakan kenyamanan dan keamanan mereka – sebagai politik," kedutaan menyatakan dalam sebuah pernyataan Senin (23/05/2016), lansir Anadolu Agency.

Sebaliknya, kedutaan menambahkan, bahwa Arab Saudi "menganggap ini sebagai kewajiban agama yang berasal dari agama Islam, karena tempat-tempat suci – termasuk Makkah dan Madinah – berada dalam wilayahnya".

kedutaan melanjutkan untuk dicatat bahwa para pejabat pemerintah Saudi baru-baru ini bertemu dengan delegasi dari Otoritas Iran untuk Urusan Haji, tetapi Otoritas Iran tersebut menolak untuk menandatangani nota kesepahaman tentang prosedur untuk haji tahun ini.

Saudi Arabia, tambahnya, menyatakan "tidak ada permusuhan" terhadap negara tertentu dan akan melaksanakan tanggung jawabnya untuk menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi jamaah Haji.

kedutaan melanjutkan untuk menekankan, bagaimanapun, tidak akan mengizinkan siapa pun untuk membahayakan keamanan dan stabilitas Arab Saudi.

Tahun ini ibadah haji akan berlangsung pada bulan September.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada Januari setelah misi diplomatiknya di Teheran dan Mashhad diserang oleh pengunjuk rasa Iran setelah eksekusi Nimr Baqir al-Nimr – seorang tokoh Sekte Syiah terkemuka – oleh pemerintah Saudi.

Baca juga:

Iran Larang Warganya Pergi Haji Tahun Ini

Menteri Luar Negeri Arab Saudi: Iran Jangan Bermain Politik!

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam