Jurnalis Muslim adalah Da’i

CISARUA (Jurnalislam.com) – Anggota Dewan Syuro Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Toni Syarqi mengatakan, profesi jurnalis muslim merupakan profesi yang langka, karena itu harus dimaksimalkan dengan baik. Menurutnya, profesi jurnalis muslim sama seperti da’i, yaitu menyampaikan kebenaran, tidak bohong dan berpihak kepada Islam.

“Jurnalis merupakan profesi yang langka, apalagi jurnalis muslim, itu merupakan suatu hal yang harus disyukuri. Seorang da’i juga seorang jurnalis karena dapat membela kepentingan Islam, menyerukan manusia kepada Allah,” katanya dalam pemaparan materi dauroh penerimaan JITU di Cisarua, Bogor, Ahad (29/5/2016).

Oleh sebab itu, lanjutnya, jurnalis muslim harus mempunyai sifat jujur, bertanggung jawab terhadap setiap tulisan yang dibuat serta melek realita.

Pemimpin Redaksi Kiblat.net itu menilai, seorang jurnalis muslim seharusnya lebih percaya diri dalam berprofesi, karena mempunyai Allah dalam bersandar. “Jurnalis muslim mempunyai perbedaan dengan Jurnalis sekuler, kenapa kita berani melawan media sekuler? karena kita mempunyai Allah,” tegasnya.

Perang pena, dinilainya sangat penting di zaman sekarang dan jurnalis muslim telah diberi kesempatan dan kepercayaan oleh Allah untuk mengambil peran tersebut.

“Ada sebuah perang tersembunyi, perang pena, perang opini, ini adalah tugas kita sebagai special force yang bisa mengambil ini. Allah telah memberikan kesempatan menjadi special force, untuk berperang melawan ratusan juta opini dan serangan kepada Islam,” pungkasnya.

Reporter: M Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh

Puluhan Ribu Umat Islam AS Berkumpul dalam Konvensi Muslim ke 41 di Baltimore

BALTIMORE (Jurnalislam.com) – Puluhan ribu umat Islam dari seluruh AS berkumpul pada hari Sabtu dalam pertemuan terbesar Muslim Amerika, konvensi ke-41 Lingkaran Islam Amerika Utara (Islamic Circle of North America-ICNA) – Muslim American Society (MAS) di Baltimore, Maryland, sekitar 65 kilometer (41 mil) dari Washington DC, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/05/2016).

Selama konvensi, yang berlangsung 28-30 Mei dan tahun ini menghormati Al-Quran, Bimbingan Ilahi, pembicara dari seluruh dunia menyampaikan ceramah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kitab suci Al Quran.

Penyelenggara acara mengatakan mereka mengharapkan lonjakan kehadiran sedikitnya 30 persen tahun ini, yaitu 26.000 atau lebih, The Baltimore Sun melaporkan.

Berbicara pada pembukaan konvensi, Presiden ICNA Naeem Baig mengatakan tahun ini mereka memilih tema Quran untuk menjelajahi keindahan kitab suci sambil menepis kesalahan penafsiran terhadap iman Islam dan Muslim di media mainstream AS dan retorika yang digunakan oleh beberapa politisi.

“Kami merasa tugas kita sebagai Muslim Amerika adalah untuk berbicara tentang iman kita, untuk berbicara tentang keberadaan kita, untuk berbicara tentang kitab Allah,” kata Baig.

“Keyakinan kami adalah bahwa kitab ini berasal dari ilahi dan bahwa ia memiliki jawaban untuk segala sesuatu yang kita hadapi dalam hidup kita.”

Menaiki panggung setelah Baig, Nadeem Siddiqi, ketua Dewan Pembina Muslim American Society, mengatakan kepada hadirin bahwa kitab suci ini ditujukan untuk pertumbuhan masyarakat secara keseluruhan dan bermanfaat bagi semua orang.

Karena “kebangkitan” di masyarakat tidak terjadi dalam semalam, Siddiqi menambahkan bahwa setiap Muslim harus mengambil tanggung jawab individu untuk membantu mewujudkannya.

“Kita harus mengambil inisiatif kita sendiri,” katanya, seperti penerapan Quran dalam kehidupan dapat mengubah status quo dan membendung masalah yang kita hadapi.

Oussama Jammal, sekretaris jenderal Dewan Organisasi Muslim AS, mengatakan bahwa sekarang adalah waktu bagi umat Islam Amerika untuk bersatu melawan ancaman Islamophobia. (baca juga : CAIR: Obati Islamophobia dengan Permen Islamophobin (video))

Mengutip contoh calon presiden Partai Republik Donald Trump, yang terkenal karena menyerukan larangan Muslim memasuki AS, Jammal mendesak komunitas Muslim-Amerika untuk meningkatkan suara terhadap retorika Islamophobia tersebut.

Pada acara tersebut, Anadolu Agency juga membuka stand di area konvensi untuk meluncurkan paket baru yang difokuskan hanya pada dunia Islam.

Paket Berita The Anadolu World Report akan menyampaikan berita politik, ekonomi, budaya, dan sosial kepada pelanggannya dalam bahasa Inggris, Arab, dan Turki.

Pelanggan akan dapat dengan mudah mengikuti kritis berita dalam dunia Islam, menonton siaran langsung, mencari kalender acara, dan memiliki akses wawancara eksklusif dengan para pemimpin Muslim yang dilakukan oleh jaringan global wartawan yang luas

Selain laporan analitis, sebuah katalog dan koleksi fotografi yang mudah dicari dan diindeks serta terus diperbarui juga akan tersedia, memungkinkan pelanggan untuk melihat gambar yang berkaitan dengan program dan tanggal penting di dunia Islam dan menonton video.

Topik yang direncanakan akan dibahas selama konvensi tiga hari Baltimore tersebut termasuk tantangan Muslim yang tinggal di Amerika Utara, Islamofobia dan diskriminasi, dan bagaimana menangani masalah yang dihadapi umat Islam setiap hari.

Konvensi tahunan ICNA-MAS ini adalah salah satu pertemuan terbesar Muslim Amerika di AS. Konvensi tahun ini adalah tahun ketiga berturut-turut yang diadakan di Baltimore.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Sambut Ramadhan, Baitul Maal Salimah Sukoharjo Bagikan 50 Paket Sembako

Sukoharjo (Jurnalislam.com) – Sebagai bentuk kepedulian kepada kaum dhuafa dan fakir miskin, Baitul Maal Salimah membagikan 50 paket sembako kepada masyarakat Desa Dagas, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (28/5/2016). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H.

Acara dilakukan usai pengajian dan silaturahmi yang rutin dilakukan setiap bulan itu terselenggara atas kerjasama beberapa ormas: IRMADAS, Muhammadiyah, Takmir Masjid Al Barkah dan Karang Taruna Desa Dagas.

Dalam sambutannya, amir Salimah Jawa tengah, Ustadz Joko Mulyono mengatakan, kegiatan Baitul Maal Salimah bergerak menghimpun dana dari masyarakat, aghniya, para muhsinin dalam bentuk kotak infak dan wakaf kemudian disalurkan kepada yang berhak melalui kegiatan dakwah social.

Alhamdulliah dengan izin Allah acara berjalan lancar, kami selaku tim Baitul Mall Salimah Sukoharjo mengucapkan jazzakumullah khoiron katsiro untuk seluruh donatur Salimah, semoga Alloh melimpahkan pahala, menambah luas dan barokah rizkinya,” tutur ustadz Joko.

Reporter: Ridho Asfari | Editor: Ally Muhammad Abduh

Pendidikan dan Pembinaan Umat, Bukti Cinta Wahdah kepada Negeri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wahdah Islamiyah, dalam rangkaian menuju Muktamar III pada Juli mendatang, terus menggelar Tabligh Akbar “Sejuta Cinta untuk Indonesia.”

Di Jakarta, Tabligh Akbar yang dirangkai dengan Tarhib Ramadhan 1437H dilaksanakan di Masjid Baitul Ihsan, Komplek Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (28/05/2016).

Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah KH M Zaitun Rasmin dalam ceramahnya menjelaskan mengapa organisasi yang dipimpinnya mengangkat tema “Sejuta Cinta untuk Indonesia.” Cinta, kata Zaitun, adalah karunia Allah Swt supaya manusia hidup secara harmonis.

Cinta adalah sesuatu yang dirasakan oleh seseorang pada dirinya dan di luar dirinya, seperti cinta kepada Allah Swt, Rasul-Nya dan cinta kepada agama Islam. Termasuk cinta kepada orang tua, anak, istri, keluarga, kerabat, harta benda dan perniagaan.

Cinta kepada negeri, menurutnya, termasuk hal yang harus dijelaskan kepada umat. Ini karena belakangan beredar pemahaman yang salah bila cinta terhadap negeri tidak diperbolehkan.

“Cinta kepada negeri, kampung halaman, adalah cinta yang dibenarkan dalam Islam. Dia adalah bagian dari cinta yang manusiawi, sesuai fitrah manusia,” ungkap Ustaz Zaitun dalam tabligh akbar di Masjid Baitul Ihsan, Komplek BI, Jakarta Pusat, Sabtu (28/05/2016).

Zaitun membantah bila ada ungkapan yang menyebutkan bila nasionalisme adalah tidak Islami. Cinta kepada negeri, terang Zaitun, dibolehkan dalam Islam dengan dua syarat.

“Pertama, cinta kepada negeri tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah, Rasul-Nya dan dinul Islam. Sama dengan cinta kita kepada suami, istri dan anak yang tidak boleh melebihi rasa cinta kepada Allah Swt sebagaimana dalam Surat At-Taubah ayat 24,” jelas Wakil Sekjen MUI Pusat itu.

Syarat kedua, lanjut Zaitun, rasa cinta kepada negeri tidak boleh membuat seseorang membenci orang lain hanya karena tidak senegeri dengan dirinya.

“Mencinta negeri silahkan, tapi jangan membenci negeri lain hanya karena kita tidak lahir di sana,” ungkap Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara itu.

Bukti Cinta Wahdah

Selain dengan ungkapan, Wahdah Islamiyah juga membuktikan kecintaannya terhadap negeri ini dengan dakwah, pendidikan dan pembinaan umat.

“Sejuta cinta untuk Indonesia, bukan satu juta cinta. Itu menunjukkan cinta yang sangat banyak,” jelas Zaitun.

Bukan hanya diungkapkan, kecintaan Wahdah terhadap NKRI juga diwujudkan dengan melakukan pendidikan dan pembinaan umat. Hal ini dilakukan supaya umat ini menjadi kuat.

“Wahdah Islamiyah telah memiliki 174 sekolah di seluruh Indonesia. Ini sebagai sumbangsih dalam mendidik umat,” ungkap Zaitun.

Selain sekolah, Zaitun menyebut, organisasinya kini terus memperkuat pendidikan Alquran di seluruh level dengan berbagai metode.

“Wahdah Islamiyah menjadi pelopor pendidikan Alquran untuk dewasa dengan nama ‘Dirosah’”, tandasnya.

Alumni Universitas Islam Madinah ini menyebut, sekarang Dirosah telah ada di 126 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Targetnya, pada 2030 organisasi ini akan memiliki lembaga tahfidz di seluruh kota/kabupaten Indonesia. “Wahdah ingin mengembangkan lebih besar lagi program pembinaan Qur’an,” kata Zaitun.

Karena itu Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara ini memohon dukungan, bantuan dan doa untuk kelanjutan program Wahdah Islamiyah ke depan untuk mewujudkan Indonesia menjadi baldatun thayibatun wa rabbun ghafur. “Melalui pendidikan dan pembinaan kita akan perkuat negeri ini,” pungkasnya.

Istimewa, Tak Menyangka Dihadiri Imam Masjidil Haram

Awalnya, Pengasuh Pesantren Daarul Qur’an Ustaz Yusuf Mansur sudah dijadwalkan untuk menjadi penceramah kedua Tabligh Akbar “Sejuta Cinta untuk Indonesia” dan Tarhib Ramadhan 1437 H. Sayang, ternyata Yusuf Mansur datang terlambat ke Masjid Baitul Ihsan karena terkendala masalah teknis semata. Pada waktu yang sama ternyata ia harus menghadiri acara yang digelar Alumni Pesantren Gontor di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Alhasil, Yusuf Mansur baru bisa hadir ke lokasi Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan 1437H, beberapa menit menjelang azan Zuhur dikumandangkan.

Namun istimewa, Yusuf Mansur tidak datang sendirian. Ia ternyata menyertai Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman Jamil Allousi. Bagi panitia dan Wahdah tentu ini sesuatu yang sangat tidak mereka duga sebelumnya.

Maka shalat Zuhur di Masjid Baitul Ihsan, Sabtu siang (28/05) menjadi istimewa. Karena diimami langsung oleh Imam Masjidil Haram.

Usai shalat Zuhur, Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah KH M Zaitun Rasmin mempersilahkan Yusuf Mansur menyampaikan ceramah. Namun kesempatan itu hanya digunakan Yusuf Mansur beberapa menit saja.

“Saya ceramahnya besok saja, di Wisuda Akbar Daarul Qur’an di Istiqlal. Saya hanya mau menyampaikan support untuk Muktamar saya membantu Rp50 juta,” kata Yusuf Mansur.

Kesempatan yang singkat dan istimewa itu pun langsung diberikan kepada Syaikh Abdurrahman. Maka ulama muda asal Suriah itu pun membacakan sejumlah ayat Alquran dengan sangat merdu. Dimulai dari Surat Al-Fatihah, dilanjutkan Surat Abasa dan diakhiri dengan Surat Al-Kautsar. Setelah itu ia diminta untuk memimpin doa. Usai berdoa bersama, maka bubarlah peserta Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan 1437 H.

Tabligh Akbar “Sejuta Cinta untuk Indonesia” dan Tarhib Ramadhan 1437H digelar sebagai rangkaian dari Muktamar III Wahdah Islamiyah yang akan digelar di Jakarta pada 17-20 Juli mendatang. Wapres Jusuf Kalla akan membuka Muktamar ini di Masjid Istiqlal Jakarta.

Sumber: Pers Rilis | Editor: Ally Muhammad Abduh

Dauroh JITU 2016: Jurnalis Muslim Harus Miliki Tiga Hal Ini untuk Hadapi Tantangan Dakwah

BOGOR (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU), kembali menggelar Dauroh bagi para jurnalis Muslim untuk kedua kalinya. Dauroh JITU ke-2 itu diikuti oleh 20 orang peserta dari berbagai daerah, diantaranya Makassar, Bojonegoro, Solo, Tasikmalaya, Bekasi, Jakarta dan lainnya. Acara tersebut diselenggarakan selama dua hari, sejak Sabtu hingga Ahad, 28-29 Mei 2016 di Villa Dewi Sri, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Alhamdulillah, para peserta sangat antusias mengikuti Dauroh JITU. Mereka termotivasi mengikuti dauroh ini, guna menambah wawasan keilmuan jurnalistik Islami dan jalinan ukhuwah sesama jurnalis Muslim.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum JITU, Agus Abdullah menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya berusaha menjadi wadah pemersatu bagai para jurnalis Muslim.

“Kita di JITU mempunyai visi menjadi wadah bagi para jurnalis yang bekerja di berbagai media. JITU ini adalah organisasi profesi, sehingga ketika nanti teman-teman lulus, berarti telah bergabung dalam organisasi para jurnalis Muslim,” kata Agus Abdullah di hadapan para jurnalis Muslim, Sabtu (28/5/2016).

Usai memberikan sambutan dan membuka Dauroh, oleh Ketua Umum JITU, acara dilanjutkan dengan sesi ta’aruf antar sesama jurnalis. Kemudian, disambung dengan pemaparan sejarah berdirinya JITU oleh salah seorang pendiri, Ades Satria. Setelah itu, kajian tentang kode etik jurnalis Muslim, oleh Anggota Dewan Syuro JITU, Mahladi Murni.

Ada hal penting yang disampaikan oleh Anggota Dewan Syuro JITU, Mahladi Murni. “Bahwa, ketika seorang sudah mengikrarkan dirinya sebagai jurnalis Muslim, maka inilah jalan untuk berjuang menegakkan agama ini,” ujarnya.

Ia menekankan, seorang jurnalis Muslim harus memiliki keteguhan sikap ketika berbagai ujian datang melanda. Sebab akan banyak pihak yang merasa terganggu kepentingannya dengan dakwah Islam ini.

“Kejadian pemblokiran kemarin adalah fakta bahwa kita akan banyak gangguan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, ada tiga hal yang harus diperkuat para jurnalis Muslim dalam berjuang. Pertama, para jurnalis Muslim perlu bersatu. Kedua, kita harus menyusun strategi bersama. Ketiga, kita harus menaati kode etik jurnalis Muslim.

Demikian nasihat Dewan Syuro JITU kepada para jurnalis Muslim. Hingga berita ini diturunkan, acara Dauroh JITU masih berlangsung.

Reporter: M Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

 

Erdogan Kutuk AS atas Dukungan Militernya pada Milisi Kurdi Suriah

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Sabtu (28/05/2016) mengutuk “dukungan” Amerika Serikat bagi milisi bersenjata Kurdi Suriah, PYD dan YPG, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu.

“Saya mengutuk dukungan AS untuk PYD dan YPG. Ini bukan janji yang diberikan kepada kita,” kata Erdogan pada upacara di Diyarbakir di Turki timur.

Dia berbicara setelah Turki menyatakan kemarahan melihat foto-foto yang menunjukkan anggota Pasukan Khusus AS di Suriah mengenakan lencana dan patch YPG. Pentagon pada hari Jumat menyebut patch tersebut “tidak sah” dan “tidak pantas” dan bahwa “tindakan korektif” telah diambil. (baca juga: Turki Kutuk AS karena Pasukannya Gunakan Seragam Milisi Kurdi Suriah dalam Pertempuran)

Erdogan mengatakan: “Saya percaya bahwa politik harus dilakukan dengan jujur, sehingga teman-teman yang percaya pada kami dan orang-orang yang berdiri bersama kami di NATO seharusnya tidak akan dan tidak mau mengirim tentara mereka sendiri ke Suriah dengan patch YPG.

“Mereka yang mengatakan: ‘Kami akan terus mendukung YPG, (karena YPG) itu bukan PKK ‘… (berarti) Anda berada di sisi yang salah.”

YPG adalah sayap bersenjata PYD – cabang Suriah PKK, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Internasional.

Turki memandang PYD dan YPG sebagai kelompok teroris, sedangkan Washington terus mendukung YPG sebagai “mitra yang efektif” dalam memerangi pejuang Suriah.

Dalam pertemuan dengan LSM di Diyarbakir, Erdogan juga mengecam penodaan milisi komunis PKK terhadap Masjid lokal Kursunlu Desember lalu, mengatakan, “Setiap peluru yang mengenai Kursunlu juga mengenai hati kita.”

“Artefak yang rusak di Masjid Kursunlu tidak hanya milik penduduk Diyarbakir, tapi mewakili budaya dan sejarah bersama kita,” katanya.

Erdogan kemudian menyatakan belasungkawa kepada keluarga di Durumlu, dimana teroris komunis PKK menewaskan 16 orang dan melukai 23 lainnya awal bulan ini.

Turut hadir dalam upacara bandara, Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan bahwa Turki tidak memiliki “masalah Kurdi,” melainkan hanya masalah terorisme.

“PKK tidak peduli dengan masalah orang Kurdi. Masalah Anda dan masalah Turki hanya organisasi teroris PKK. Kami berkomitmen bahwa PKK seharusnya tidak lagi menimbulkan masalah bagi kami,” katanya.

Yildirim kemudian mengunjungi LSM dan meminta para milisi untuk menyerah demi mendapatkan belas kasihan negara.

“Diyarbakir tidak ingin dikenang sebagai kota teror.” Aku memanggil orang-orang muda untuk menyerah dan meninggalkan jalan gelap,” kata Yildirim.

PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki – melanjutkan kembali operasi bersenjata 30 tahun lalu terhadap negara Turki sejak bulan Juli 2015.

Sejak itu, hampir 500 anggota pasukan Turki, termasuk tentara, polisi dan penjaga desa telah terbunuh dan lebih dari 4.900 milisi komunis PKK tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Silaturahim Ormas Islam dan MUI Lumajang Bahas Pentingnya Pendidikan Akhlak

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah piminan ormas Islam bersama elemen umat Islam lain bersilaturahim dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang, Sabtu (28/5/2016). Agenda silaturahim yang digagas oleh Jamaah Ansharusy Syariah itu untuk membahas pentingnya pendidikan akhlak bagi generasi muda.

“Ini menjadi keprihatinan kami di tengah maraknya kemerosotan moral yang terjadi di berbagai daerah,” tutur Amir Jamaah Ansharusy Syariah Lumajang, Edi Siswanto kepada Jurnalislam usai pertemuan.

Menanggapi kunjungan para tokoh tersebut, ketua MUI Lumajang, KH Drs Miftah Farid menyambut baik agenda terebut. “Kami setuju terkait pentingnya pendidikan bagi generasi muda yang harus mengedepankan adab. Ini yang menjadi kunci pentingnya,” katanya.

Edi berharap ukhuwah Islamiyah yang terjalin diantara elemen-elemen umat Islam bisa menjadi solusi perbaikan moral generas muda.

“Semoga ke depan kita bisa intensif bersilaturahim guna merajut ukhuwah dalam perbaikan akhlak generasi muda” pungkas Edi.

Reporter: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh

Jelang Muktamar III, Pekan Ini Wahdah Islamiyah Gelar Tabligh Akbar di 18 Kota

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Organisasi kemasyarakatan Islam Wahdah Islamiyah telah menggelar tabligh akbar dengan tema “Sejuta Cinta untuk Indonesia” di lebih dari 60 kota di Indonesia.

Pekan ini, tabligh akbar akan dilaksanakan di 18 kota di Indonesia, termasuk tiga kota besar seperti Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta. Kota lainnya yang juga menggelar tabligh akbar pada pekan ini adalah Manado, Kendari, Tarakan, Batam, Kepulauan Sangihe, Lombok, Bandung, Sidrap, Wajo, Pinrang, Pangkep, Majene, Bulukumba,Takalar, dan Bone.

Di Jakarta, tabligh akbar yang juga dalam rangka Tarhib Ramadhan 1437 H akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Mei 2016 di Masjid Baitul Ihsan, Komplek Bank Indonesia, Jakarta Pusat. Kegiatan ini rencananya akan dibuka Wakil Gubernur DKI Jakarta H Djarot Saiful Hidayat. Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an KH Yusuf Mansur dan Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah KH M Zaitun Rasmin dijadwalkan akan menjadi penceramah.

Keesokan harinya, Ahad, 29 Mei 2016, acara serupa digelar di Gedung Celebes Convention Centre (CCC) Makassar, Sulawesi Selatan. Tabligh akbar akan dibuka Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu’mang dengan pembicara utama pimpinan umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin.

Pada hari yang sama, di Yogyakarta, tabligh akbar dan Tarhib Ramadhan 1437 H akan digelar di Masjid Kampus UNY, dengan penceramah Pimpinan Dewan Syariah Kota Surakarta Ustaz Mu’inudinillah Bashri dan Anggota Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Ustaz Ridwan Hamidi.

Pra-Muktamar di Makassar

Sebelumnya, pada 18-20 Mei 2016 lalu, juga telah digelar kegiatan Pra-Muktamar di Makassar, Sulawesi Selatan. Hadir dalam acara tersebut 139 Ketua Wahdah se-Indonesia. Peserta lainnya dari unsur Pimpinan Pusat dengan total peserta Pra-Muktamar 526 orang.

Menurut Ketua Panitia Muktamar, Ustaz Saiful Bahri, hajatan Pra-Muktamar ini merupakan awal konsolidasi jelang acara puncak Muktamar III di Jakarta Juli mendatang.

Sejumlah agenda telah dibahas dalam pra muktamar tersebut seperti pembahasan akidah manhaj, visi misi dan renstra, AD/ART, sistem pendidikan WI, dakwah dan kaderisasi seta manajemen keuangan dan pengembangan ekonomi.

Ormas Wahdah Islamiyah, yang berpusat di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 17-20 Juli yang akan datang akan menggelar Muktamar III di Jakarta. Muktamar dengan tema “Mewujudkan Indonesia Damai dan Berperadaban dengan Islam yang Wasathiyah” itu rencananya akan dibuka Wapres Jusuf Kalla di Masjid Istiqlal Jakarta pada 17 Juli. Sementara Muktamar akan berlangsung hingga 20 Juli di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Reporter: Abi Athifa | Editor: Ally Muhammad Abduh

Pembicaraan Arab Saudi dan Iran Akhirnya Gagal Capai Kesepakatan Haji

RIYADH (Jurnalislam.com) – Delegasi Iran menutup kunjungannya ke Arab Saudi pada hari Jumat (27/05/2016) tanpa menandatangani kesepakatan akhir mengenai pengaturan haji tahunan, Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel, Sabtu (28/05/2016).

Kementerian itu mengatakan delegasi Iran memutuskan untuk kembali ke Teheran tanpa menandatangani kesepakatan akhir meskipun pembicaraan yang luas telah berlangsung selama dua hari.

“Organisasi Haji dan Visit Iran akan bertanggung jawab di hadapan Allah dan rakyat Iran atas ketidakmampuan peziarah untuk melakukan haji tahun ini,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.

Kementerian itu mengatakan mereka telah menawarkan banyak solusi untuk memenuhi serangkaian tuntutan yang dibuat oleh delegasi Iran, yang tiba di Arab Saudi pada hari Selasa.

Kesepakatan telah dicapai dalam beberapa hal, termasuk penerbitan visa elektronik karena misi diplomatik Arab di Iran tetap ditutup. Riyadh memutuskan hubungan dengan Teheran pada Januari setelah pengunjuk rasa membakar kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad.

Kementerian itu mengatakan Riyadh setuju untuk mengizinkan Iran memperoleh visa melalui kedutaan Swiss di Teheran, yang menjaga kepentingan Arab sejak negara tersebut memutuskan hubungan.

Arab Saudi juga setuju untuk mengizinkan operator Iran menerbangkan setengah dari peziarah ke Arab Saudi dan kembali lagi ke Iran meskipun Iran melarang penerbangan menyusul timbulnya pertikaian diplomatik, kata kementerian itu.

Baca juga:

Saudi Bantah Tuduhan Teheran, Halangi Jemaah Haji Iran

Iran Larang Warganya Pergi Haji Tahun Ini

Menteri Luar Negeri Arab Saudi: Iran Jangan Bermain Politik!

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Ratusan Massa FUI Karanganyar Desak Pembubaran Densus 88

KARANGANYAR (Jurnaislam.com) – Ratusan elemen umat Islam dari Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar melakukan aksi damai dan long march menuntut keadilan atas kematian Siyono, Jumat (27/5/2016). Long March bertajuk #save_siyono mencari keadilan tersebut berlangsung dari Komplek Masjid Agung Karanganyar menuju Mapolres Karanganyar Jln. Lawu No. 3 Karanganyar Kota.

Massa aksi juga membawa dua replika keranda mayat yang menggambarkan dua anggota Densus 88, yang menjadi tersangka pembunuh Siyono, yaitu IPDA Handreas Hariyo Pambudi dan AKBP Muhammad Tedjo K.

Dalam orasinya, Ustadz Yusuf Hilmy Ahmad dari FKKD meminta pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kedzaliman kepada umat Islam. “Melalui aksi siang ini kami meminta kepada institusi untuk menghentikan segala bentuk kedzoliman kepada Umat Islam,” katanya.

“Saya mengingatkan kepada Ibu-ibu Polwan bagaimana perasaan Kalian jika yang di bunuh adalah Suami kalian, kemudian kalian menjadi janda,” timpal Amir Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz Surowi.

Sementara itu, Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Yusuf Suparno mendesak pemerintah untuk mengevaluasi total kinerja Densus 88. “Kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh Densus 88 maka Densus harus dievaluasi kerjanya,” ungkap Yusuf.

Dalam aksinyan FUI Karanganyar menyampaikan pernyataan sikap terkait kasus Siyono. Berikut PERNYATAAN SIKAP FUI Karanganyar yang dibacakan oleh ustadz Syamsuddin Asrori:

1. Mengutuk keras penculikan/pembunuhan kepada setiap individu Muslim kapanpun dan dimanapun yang sebut dengan “terduga teroris”
2. Meminta pada Kapolri untuk menghentikan aksi main hakim sendiri DENSUS 88 dalam aksinya seperti penangkapan, penganiayaan, penyiksanaan terhadap aktifis muslim dan menuntut untuk menghentikan intimidasi DENSUS 88 terhadap keluarga tersangka atau keluarga Muslim yang mereka sebut sebagai terduga teroris.
3. Menyerukan kepada semua ormas dan elemen Islam untuk bersatu padu dan bersama-sama mengutuk dan menolak arogansi DENSUS 88.
4. Mendesak kepada pemerintah agar tidak menyematkan teroris hanya kepada Umat Islam dan mendesak pemerintah, DPR Khususnya Komisi III untuk segera membentuk Panja guna Pembubaran DENSUS 88 dan BNPT dikarenakan hanya melaksanakan agenda asing Khususnya America, Australia dan Zionis Internasional.
5. Menyeret para Penangungjawab DENSUS 88 karena telah melakukan pelanggaran Hak Azasi Manusia yang telah diatur dalam Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia untuk diproses Hukum sesuai dengan Hukum yang berlaku.
6. Mendesak DPR bersama PPATK dan KPK untuk mengaudit kekayaan Pimpinan DENSUS 88 yang di duga telah menyalahgunakan Anggaran Pemerintah maupun Hibah Pihak Asing untuk melakukan pembantaian terhadap umat Islam yang di tuduh sebagai “teroris” tanpa proses pembuktian Hukum di Pengadilan

Aksi ditutup dengan do’a yang diacakan oleh Sekjen Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), ustadz Tengku Ashar Surakarta.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh