Serangan Bom Hantam Pos Pemeriksaan di Baghdad, 12 Tewas

A destroyed vehicle is seen at the site of a suicide bomb attack at a checkpoint in Rashidiya, a district north of Baghdad, Iraq July 13, 2016. REUTERS/Khalid al Mousily

IRAK (Jurnalislam.com) – Seorang pembom menyerang dekat sebuah pos pemeriksaan di daerah Syiah di Baghdad utara, Ahad (24/07/2016), menewaskan sedikitnya 12 orang, militer dan pejabat medis Irak mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad (24/07/2016).

Ledakan itu juga melukai sedikitnya 22 orang, kata para pejabat.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Seorang pembom menargetkan pasar di pusat distrik Karrada di Baghdad awal bulan ini, menewaskan 292 orang, sedangkan serangan terhadap situs Syiah di Balad, utara ibukota, menewaskan 40 orang beberapa hari kemudian.

Islamic State (IS) menyerbu sejumlah daerah di utara dan barat Baghdad pada 2014, namun pasukan Irak kini telah merebut kembali sejumlah wilayah dan masih melakukan operasi untuk merebut Mosul, kota terakhir yang dikuasai IS di Irak.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Menteri Turki: AS Tahu Gulen Berada di Balik Kudeta yang Gagal

thumbs_b_c_fe20149e01c2e5d1053b0329d327a87aANKARA (Jurnalislam.com) – AS tahu upaya kudeta 15 Juli di Turki dibuat oleh tokoh Turki yang berbasis di Pennsylvania, Fetullah Gulen, Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengatakan pada hari Ahad (24/07/2015).

Seperti yang dilansir Anadolu Agency, Ahad, mengutip pernyataan yang dirilis untuk saluran televisi Turki Kanal 7, Bozdag mengatakan:. “Saya yakin Presiden AS (Barack) Obama, intelijen AS dan sekretaris negara mengetahui (upaya) kudeta ini dibuat oleh Fetullah Gulen. Saya sangat yakin mereka tidak ragu-ragu tentang ini.”

Menteri Turki menambahkan akan ada kesulitan dalam hubungan antara kedua negara jika Gulen dipertahankan hidupnya di AS setelah upaya kudeta.

“Mereka (AS) juga akan menghadapi kesulitan besar dalam hubungan antara Turki dan AS, jika pemerintah AS terus menjaga Fetullah Gulen di AS setelah usaha kudeta,” kata Bozdag.

“Pemerintah AS tidak memiliki pembenaran dalam membela dan menjaga Fetullah Gulen di AS,” tambahnya.

Dia mengatakan tidak ada kendala dalam hukum internasional untuk ekstradisi Gulen ke Turki.

Secara terpisah, Bozdag mengatakan ia akan berada di AS dengan Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala untuk membahas masalah ekstradisi.

Dia ingat fakta bahwa Turki telah mengirimkan empat file ke otoritas AS pada hari Selasa mengenai ekstradisi Gullen.

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan plot mematikan pada 15 Juli, yang menewaskan sediknya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lain, diselenggarakan oleh pengikut Gulen.

Gulen juga dituduh telah lama menyebarkan kampanye untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi dan peradilan, dan membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

4 Rumah Sakit di Aleppo Digempur Jet Tempur Rezim Assad

FILE - In this Tuesday, May 3, 2016 file photo, released by the Syrian official news agency SANA, Syrian citizens and firefighters gather at the scene where one of rockets hit the Dubeet hospital in the central neighborhood of Muhafaza in Aleppo, Syria. As one of the few pediatricians remaining in the Syrian city Aleppo, Dr. Mohammed Wassim Maaz was the last ray of hope for tens of thousands of children and their parents trapped in the horror and misery of the five-year civil war. (SANA via AP, File)

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Empat rumah sakit darurat dan bank darah lokal di kota Aleppo Suriah dihantam serangan udara rezim Assad dalam 24 jam terakhir, sekelompok dokter mengatakan pada hari Ahad, World Bulletin melaporkan Ahad (24/07/2016).

Pemboman itu menewaskan seorang bayi berusia dua hari di rumah sakit anak-anak di lingkungan timur Aleppo yang dikepung, kata the Independent Doctor’s Association-IDA, sekelompok dokter Suriah yang mendukung klinik di kota.

Suplai oksigen bagi bayi tersebut terputus setelah serangan pukul 1:00 am (2300 GMT), yang merupakan serangan kedua di rumah sakit yang berlangsung sekitar sembilan jam, menurut IDA.

IDA mengatakan empat rumah sakit yang terkena – rumah sakit anak-anak, Al-Bayan, Al-Zahraa, dan Al-Daqaq – seluruhnya tidak akan beroperasi “sebagai akibat meningkatnya serangan udara yang terjadi terhadap fasilitas kesehatan di Aleppo oleh pesawat-pesawat tempur rezum Suriah dan sekutunya, Rusia.”

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Suriah adalah tempat yang paling berbahaya bagi petugas kesehatan untuk beroperasi tahun lalu, dengan 135 serangan terhadap fasilitas dan pekerja kesehatan pada tahun 2015.

Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa rumah sakit telah rusak dan staf medis tewas dalam lingkungan timur kota Aleppo yang padat penduduk.

Sebuah rumah sakit di kawasan Maadi timur dihantam hanya delapan hari lalu, melukai beberapa staf dan pasien.

Lebih dari 470.000 orang tewas sejak perang Suriah meletus pada tahun 2011, dan jutaan orang lainnya telah mengungsi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Pengamat: Misi Politik Ulama adalah Benar Salah, Bukan Menang Kalah

Silaturahim dan Halal Bi Halal Akbar Umat Islam Tasikmalaya di Pendopo Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/7/2016).
Silaturahim dan Halal Bi Halal Akbar Umat Islam Tasikmalaya di Pendopo Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/7/2016).

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Akademisi sekaligus pemerhati politik Tasikmalaya, Asep M Tamam mengatakan, misi politik ulama bukanlah menang atau kalah, akan tetapi benar dan salah. Pernyataan tersebut ia tegaskan di hadapan puluhan ulama serta sejumlah elemen umat Islam Tasikmalaya dalam acara Silaturahim dan Halal Bi Halal Akbar di Pendopo Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/7/2016).

Asep menyinggung pencalonan salah seorang ulama Tasikmalaya, KH Aminuddin Bustomi yang akan maju pada pemilihan Walikota Tasikmalaya tahun depan.

Dosen UIN Bandung itu menjelaskan, dalam konteks Tasik yang nyantri, kemunculan ulama dalam kontestasi politik sangat menarik. Menurutnya, ia bisa menjadi simbol mempertahankan kesantrian Tasikmalaya.

“Hanya saja, konsep berpolitiknya harus jelas. Pertaruhannya besar, marwah dunia keulamaan diemban. Ulama yang identik dengan ilmu, dengan kesalehan, dengan keteladanan, harus menjadi bagian inheren dan integral. Jika dibutuhkan maju, ketiga nilai tadi harus masuk dalam proses berpilitiknya,” jelasnya kepada Jurnalislam usai acara.

“Konsep sebagai misi berpolitik ulama harus mengacu pada prinsip benar-salah, bukan menang-kalah,” sambungnya.

Asep menambahkan, ulama harus yakin dengan proses yang benar dia bisa mendapatkan dukungan umat. Jika menang, lanjut dia, kemenangannya dihasilkan dengan dasar kebenaran.

“Jika pun kalah, ia telah menyebarkan inspirasi dan mengajarkan politik yang sehat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Asep mengimbau para ulama agar tidak terjebak pada politik instan yang menghalalkan segala cara. Ulama harus mengusung politik adiluhung.

“Politik adalah media dakwah para ulama. Berpolitik adalah berdakwah. Karena dakwah, jalannya harus benar,” pungkasnya.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally Muhammad Abduh

Muslim Brazil Dukung Penyelidikan Terbuka bagi 10 Terduga Teroris

327_848

BRAZIL (Jurnalislam.com) – Kaum Muslim Brazil pada hari Jumat menyuarakan dukungan untuk penyelidikan terbuka bagi terduga teroris yang dikatakan para pejabat sedang merencanakan serangan pada Olimpiade mendatang, World Bulletin melaporkan, Sabtu (23/07/2016).

Syeikh Jihad Hassan Hammadeh yang mengepalai komite etika Uni Nasional Entitas Islam, menyatakan keprihatinannya tentang tindakan polisi terhadap kelompok 10 terduga yang dituduh bersumpah setia kepada Islamic State (IS) pada aplikasi media sosial dan direncanakan memperoleh senjata untuk melancarkan serangan di Brazil dan luar negeri .

Harus ada bukti nyata dan transparansi dalam penyelidikan untuk memastikan bahwa warga dan kelompok-kelompok tersebut tidak dianiaya, diperlakukan secara tidak adil, kata Hammadeh.

“Penangkapan 10 orang tersebut seharusnya diumumkan secara lebih hati-hati dan dilengkapi dengan bukti,” katanya saat konferensi pers, menurut The Associated Press.

Penangkapan itu diumumkan dengan cara yang membuat takut warga negara dan bisa menimbulkan diskriminasi anti-Muslim, katanya.

Kelompok ini ditangkap Kamis dan dipindahkan ke sebuah penjara keamanan maksimum di negara bagian Mato Grosso do Sul, dekat perbatasan dengan Paraguay, kata Polisi Federal.

thumbs_m_c_8301c990ad05985f4098560eb75f936610 warga Brasil, berusia antara 20 dan 40, adalah bagian dari kelompok yang tidak teratur dan amatir dan ditangkap setelah mereka mengirim pesan yang menunjukkan bahwa mereka akan memulai pelatihan seni bela diri dan menembak, yang ditafsirkan sebagai ancaman nyata persiapan untuk kemungkinan melakukan serangan teroris,” menurut Menteri Kehakiman Brasil Alexandre Moraes.

Sedikitnya satu tersangka melakukan kontak dengan IS untuk tujuan inisiasi, sementara yang lain berencana meninggalkan negara itu untuk melakukan kontak pribadi dengan anggota IS.

Otoritas Brasil akan mengerahkan 85.000 polisi dan tentara untuk Olimpiade, yang dijadwalkan berkangsung 05-21 Agustus. Jumlah personel keamanan dua kali lebih banyak dibandingkan jumlah yang dikerahkan di Olimpiade London 2012.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

USA Today: Pemerintah Turki Sama dengan Era Nazi Jerman

thumbs_b_c_3512bead9b79fd568aa0a4d4c9df3405

ANKARA (Jurnalislam.com) – Komentar USA Today mengenai upaya kudeta Turki baru-baru ini sangat dikritik oleh seorang sejarawan Amerika.

Pada tanggal 20 Juli, harian besar USA Today merilis komentar Prof. Glenn Reynolds, berjudul “Sultan Baru Turki,” membandingkan tindakan pasca-kudeta yang diambil oleh pemerintah Turki baru-baru ini sama dengan Nazi Jerman era tahun 1930.

Artikel, yang salah menyatakan tahun berdirinya Republik Turki, mengklaim pemecatan massal PNS yang diduga memiliki hubungan dengan Organisasi teroris Fetullah (Feto) tersebut menyerupai era Nazi di Jerman.

“Pertanyaan langsung yang harus ditanyakan adalah apa yang mungkin memenuhi syarat bagi seorang profesor hukum untuk menulis mengenai peristiwa Turki,” Adam McConnel, profesor sejarah di Sabanci University, Istanbul, mengatakan pada Anadolu Agency, Sabtu (23/07/2016).

“Dia bahkan tidak bisa mengeja nama pemimpin yang dia kutuk dengan benar, dan menyatakan tahun berdirinya Republik Turki yang salah,” tambahnya.

McConnel mengatakan Reynolds tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan yang relevan untuk memenuhi syarat dalam menulis tentang isu-isu Turki.

“Sebaliknya, ia dipanggil untuk pekerjaan kapak,” katanya. “The USA Today bukan media dari kelas politik AS, sehingga mereka tidak tertarik mempresentasikan diri mereka di hadapan pembacanya dengan sopan santun. Sebaliknya, focus mereka adalah rasa takut dan merasa terancam oleh Islam.”

1403537216000-AP-Travel-Trip-Hitlers-MunichMcConnel menambahkan bahwa, “Komentar itu merupakan sebuah artikel bodoh dan amoral yang mengejutkan yang membandingkan kepemimpinan Turki saat ini dengan Nazi Jerman.”

Sejarawan Amerika itu mengatakan seluruh artikel sama sekali tidak menyebutkan nama Fetullah Gulen – tokoh Turki yang berdiam di AS yang mengatakan pemerintah Turki adalah dalang upaya kudeta yang gagal – “bahkan tidak menyebutkannya satu kali pun.”

“Seluruh artikel memperlakukan peristiwa pekan lalu seolah-olah mereka terjadi dalam ruang hampa sejarah dan politik, dan hanya membuat beberapa pernyataan lemah tentang pendirian Republik Turki,” tambahnya.

“Struktur artikel itu sendiri bertentangan secara internal karena memuji militer Turki di separuh pertama teks untuk melindungi sekularisme (sikap fundamental anti-demokrasi), dan kemudian mengoceh tentang bagaimana Presiden Erdogan diduga memberantas negara sekuler Turki.”

McConnel mengatakan, “Artikel tersebut adalah hasil dari ketidaktahuannya dan percakapan politik yang sangat dangkal yang berlangsung di dalam masyarakat AS.”

“Penekanannya adalah pada rasa takut dan sikap, bukan pada fakta-fakta. Mengacu Nazi adalah alat dasar yang digunakan dalam referensi untuk harfiah setiap topik yang muncul untuk diskusi. Hal ini mencerminkan ketidakmampuan untuk menganalisis atau berpikir,” katanya.

McConnel juga menambahkan bahwa, “Setiap kali Republik Turki muncul di berita, media AS seperti USA Today tidak merasa perlu untuk menghadirkan seseorang yang memiliki kualifikasi yang diperlukan untuk mengomentari topic tersebut.”

“Sebaliknya, mereka menyerukan kepada para kader penulis untuk menemukan seseorang yang dapat menulis seperti yang mereka inginkan, dan kemudian memberikannya pada para pembaca,” katanya.

Upaya kudeta yang mematikan dimulai pada 15 Juli tengah malam ketika oknum-oknum militer Turki mencoba menggulingkan pemerintah yang terpilih secara sah di negara itu.

Pemecatan, penahanan dan penangkapan telah dilakukan terhadap mereka yang terkait dengan Feto.

Dewan Keamanan Nasional Turki, setelah pertemuan pada hari Rabu, sekali lagi menegaskan kembali komitmennya terhadap demokrasi, hak-hak dasar dan kebebasan, dan supremasi hokum.”

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan upaya kudeta yang mematikan pada 15 Juli, yang menewaskan sedikitnya 246 orang dan melukai lebih dari 2.100 orang lainnya, dilakukan oleh para pengikut Gulen.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Saudi Tembak Jatuh Rudal Balistik Syiah Houthi

scud

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sistem pertahanan udara Arab Saudi menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman pada hari Sabtu, sumber keamanan mengatakan kepada Al Arabiya News Channel, Sabtu (23/07/2016).

Rudal yang diluncurkan oleh pemberontak Syiah Houthi yang menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa tersebut dicegat di atas wilayah udara provinsi perbatasan Najran.

Sementara itu, sumber yang tidak diketahui menginformasikan kepada pertahanan sipil Arab di Jazan, provinsi lain di selatan, bahwa rudal-rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman, menghantam rumah seorang warga sipil dan melukai seorang anak.

Dalam beberapa hari terakhir, pertempuran antara Perlawanan Rakyat Yaman – yang didukung koalisi Arab – danpemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran berlanjut di beberapa kabupaten di Yaman walaupun pembicaraan damai yang disponsori PBB antara pihak Yaman yang bertikai sedang berlangsung di Kuwait.

Tiga bulan pembicaraan antara pemerintah dan milisi Syiah Houthi gagal membuat kemajuan, memaksa negara tuan rumah, Kuwait, pada hari Rabu mengeluarkan ultimatum kepada pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan dalam waktu 15 hari atau pergi.

Pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi menyerang posisi al-Qaeda di Yaman selatan pada hari Sabtu, saat pasukan pemerintah tampaknya bersiap melakukan serangan baru, kata para pejabat militer.

Dua serangan udara menargetkan al-Qaeda di pinggiran kota Jaar di provinsi Abyan, kata para pejabat militer.

Serangan terjadi setelah beberapa pertemuan militer diadakan di Aden untuk membahas rencana operasi baru terhadap al-Qaeda di Abyan, mereka menambahkan.

Pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi Arab telah meluncurkan serangan intensif bulan Maret melawan al-Qaeda di Yaman selatan, dan merebut kota Mukallah.

Tapi pasukan pemerintah mundur dari Zinjibar, ibukota provinsi Abyan, setelah pasukan al-Qaeda menyerang kembali.

Pejuang al-Qaeda terlihat menanam ranjau dan bahan peledak di sepanjang rute yang menghubungkan Abyan dengan kota pelabuhan selatan Aden, dalam persiapan mengantisipasi serangan, kata para saksi mata.

Pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang didukung PBB telah menggunakan Aden sebagai ibukota sementara sejak direbut kembali dari pemberontak Houthi tahun lalu. Ibukota Sanaa telah berada di bawah kendali Syiah Houthi sejak September 2014.

Sementara itu, anggota dari kelompok IS membunuh seorang ulama Sunni di pusat Aden pada Sabtu, kata seorang pejabat keamanan.

Seorang pria bersenjata melangkah keluar dari mobil setelah fajar dan menembak mati ulama Ali Abdulrahman al-Zahri di distrik Mansura, saat ia muncul dari sebuah masjid, kata pejabat itu.

Anggota IS telah mengancam serangan terhadap ulama yang mereka tuduh pro-pemerintah Yaman, terutama mereka yang mengecam bom martir.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Kontrol Arus Warga Keluar Masuk Kota, Militer Irak Gali Parit di Sekitar Fallujah

d5dfc17e56084e8f99211736ad488f13_18 (1)FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Militer Irak akan menggunakan taktik abad pertengahan untuk tetap mengontrol Fallujah setelah merebutnya kembali dari kelompok Islamic State (IS) bulan lalu, yaitu menggali parit di sekitar kota.

Parit tersebut akan memiliki lebar sekitar 12,5 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Parit akan memiliki pintu tunggal bagi warga untuk masuk dan keluar kota, yang hampir kosong sejak serangan mengalahkan IS, Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi, wakil komandan pasukan khusus yang memimpin operasi tersebut mengatakan kepada kantor berita Associated Press, Sabtu (23/07/2016).

“Parit ini akan membentang sekitar 11 kilometer panjangnya dan akan melindungi warga kota, yang telah melalui banyak tragedi, serta pasukan Irak yang dikerahkan di sana,” al-Saadi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press di markas Baghdad.

Menutup semua jalan kecuali satu yang dibuka akan memungkinkan pihak militer untuk memantau pergerakan warga lebih dekat.

Deddy | AP | Jurnalislam

Ledakan Kembar di Kabul Bunuh 80 Orang Demonstran dan Lukai 230 Lainnya

Afghan volunteers move the bodies of victims at the scene of a suicide attack that targeted crowds of minority Shiite Hazaras during a demonstration at the Deh Mazang Circle of Kabul on July 23,2016. Islamic State jihadists claimed responsibility for twin explosions July 23 that ripped through crowds of Shiite Hazaras in Kabul, killing at least 61 people and wounding 207 others in apparently their deadliest attack in the Afghan capital. The bombings during a huge protest over a power transmission line could deepen sectarian divisions in a country well known for communal harmony despite decades of war. / AFP PHOTO / WAKIL KOHSAR

KABUL (Jurnalislam.com) – Ledakan kembar menghantam pawai unjuk rasa sekte Syiah Hazara Afghanistan di Kabul yang telah menewaskan sedikitnya 80 orang dan melukai lebih dari 230, kata para pejabat, Aljazeera melaporkan Sabtu (23/07/2016).

Serangan pada hari Sabtu, di daerah yang paling dijaga ketat di ibukota Afghanistan, langsung diklaim oleh kelompok Islamic State (IS), yang sebelumnya telah menargetkan orang-orang Hazara.

“Dua anggota dari IS meledakkan sabuk peledak di sebuah pertemuan Syiah di … kota Kabul di Afghanistan,” kata media Amaq, sebuah situs IS.

Namun, seorang pejabat Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tiga orang yang berjanji setia kepada kelompok bersenjata telah melakukan serangan.

Rekaman video dari lokasi ledakan menunjukkan tubuh hangus dan terpotong-potong berlumuran darah, berserakan di jalan, di lingkaran Deh Mazang, dekat dimana ribuan pengunjuk rasa Syiah Hazara melintas di rute tersebut pada aksi protes rencana pembangunan instalasi listrik bernilai jutaan dolar yang akan dilaksanakan pemerintah Kabul.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

IPM Jawa Barat Deklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik

Ikatan Pelajar Muhammadiuah (IPM) Jawa Barat Mendeklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik di Gedung Islamic Centre Sumedang, Jumat (22/7/2016)
Ikatan Pelajar Muhammadiuah (IPM) Jawa Barat Mendeklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik di Gedung Islamic Centre Sumedang, Jumat (22/7/2016)

SUMEDANG (Jurnalislam.com) – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Barat mendeklarasikan Gerakan Pelajar Melek Politik bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia. Kegiatan yang digagas oleh Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jawa Barat ini diselenggarakan di sela-sela acara Sekolah Advokasi yang dilaksanakan sejak dua hari lalu di Gedung Islamic Centre Sumedang.

Selain dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Sumedang, deklarasi juga diikuti oleh perwakilan pelajar Muhammadiyah se-Jawa Barat, peserta Sekolah Advokasi serta pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Sumedang.

Kegiatan deklarasi Gerakan Pelajar Melek Politik ini dilakukan dengan cara membubuhkan cap tangan menggunakan cat kepada selembar kain putih sepanjang 2 m. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengecapkan tangannya satu kali saja. Tapi bukan hanya peserta yang membubuhkan cap tangan, Asep Kurnia pun ikut membubuhkan cap tangannya sebagai tanda apresiasi serta dukungan bagi PW IPM Jawa Barat selaku pengusung gerakan tersebut.

“Deklarasi ini adalah bagian dari suara pelajar Muhammadiyah Jawa Barat memandang bahwa pelajar hari ini memiliki tingkat antipati yang cukup besar terhadap politik. Selain itu, kegiatan ini merupakan langkah pencerdasan terhadap pemilih pemula agar tidak menjadi sasaran empuk dari para politisi yang hanya mengedepankan kepentingan pribadinya saja,” kata Ketua Advokasi PW IPM Jawa Barat, Ihsan Abdussami. Jum’at (22/7/2016).

Ihsan menyampaikan rasa bangganya terhadap pelajar Muhammadiyah di Jawa Barat yang dengan senang hati ikut andil bagian dalam gerakan pelajar melek politik ini. Menurutnya, hal tersebut membuktikan betapa besarnya kepedulian pelajar terhadap demokrasi di negeri ini.

“Selain sebagai salah satu pembuktian ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi, lewat kegiatan ini diharapkan kedepannya pelajar Muhammadiyah Jawa Barat bisa ikut mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan problematika pelajar,” tandas Ihsan.

Sementara itu, Imawan (21), seorang peserta deklarasi yang berasal dari Depok menyatakan bahwa pendidikan politik untuk pelajar itu penting. Apalagi untuk kalangan pelajar yang notabene merupakan calon pemilih pemula yang nantinya akan mengalami masa-masa galau di balik bilik TPS.

“Dengan adanya kegiatan ini mungkin bisa menjadi solusi mengurangi jumlah pemilih pemula yang enggan datang ke TPS di hari pemilihan nanti,” kata Imawan.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua KPU Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia mengatakan bahwa kegiatan tersebut perlu diapresiasi oleh semua pihak. Terlebih deklarasi ini digalakan dan dideklarasikan oleh pelajar yang merupakan calon pemilih pemula dan akan segera bersentuhan dengan praktik politik praktis.

“Saya ppkir kegiatan ini perlu diapresiasi oleh semua pihak. Bagaimana sekarang kita berada ditengah-tengah masyarakat yang memiliki tingkat animo cukup rendah terhadap politik, Ikatan Pelajar Muhammadiyah masih mau bekerja dan bergerak untuk membuat gerakan semacam ini,” kata Asep.

Asep menambahkan, dirinya sangat bangga dengan semangat dan kerja keras PW IPM Jawa Barat yang terus berupaya membuat masyarakat menjadi melek politik.

Meskipun peserta deklarasinya pelajar, lanjut dia, Asep berharap deklarasi tersebut bisa menjadi pemantik bagi kalangan masyarakat lain untuk ikut menyemarakan gerakan melek politik.

Menurut Asep, apa yang dilakukan oleh PW IPM Jawa Barat ini bisa sedikit menurunkan tingkat kecenderungan masyarakat yang apatis terhadap politik dan menunjukkan kepada khalayak banyak bahwa pelajar Muhammadiyah Jawa Barat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan politik di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

“Terakhir saya berharap setelah ini PW IPM Jawa Barat bisa menjadi pelopor gerakan pelajar melek politik terkhusus untuk seluruh anggota IPM, dan umumnya bagi pelajar-pelajar se-Indonesia. Agar tingkat antipati terhadap politik bisa berkurang,” pungkasnya.

Kontributor: Wanda Aprilia | Editor: Ally Muhammad Abduh