DKM At Taubah Serang Gelar Kajian Ilmiyah “Akhir Bahagia Insan Bertaqwa”

SERANG (Jurnalislam.com) – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At Taubah Serang, Banten menggelar kajian ilmiyah bertajuk “Akhir Bahagia Insan Bertaqwa”, Sabtu (3/9/2016). Menghadirkan pemerhati dunia Islam, Ustadz Abu Umar Abdillah.

Dalam pemaparannya, penulis berbagai buku-buku Islam itu menjelaskan tentang makna taqwa. Taqwa adalah menaati Allah di atas cahaya Allah, mengharap pahala Allah, meninggalkan segala kemaksiatan karena takut siksa Allah.

Ia menjelaskan, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk meninggalkan larangan dengan semaksimal mungkin. Akan tetapi Allah memerintah hamba-Nya untuk melaksanakan perintah-Nya sesuai kemampuan. Hal itu karena menjalankan perintah membutuhkan kemampuan, tetapi meninggalkan larangan tidak membutuhkan kemampuan.

“Meninggalkan khamr (minuman keras) tidak butuh kemampuan, malah membelinya butuh kemampuan karena mahal,” terang Pimred majalah ar-Risalah itu.

Untuk itu, Ustadz Abu Umar mengimbau umat Islam untuk menjadi pribadi yang bertaqwa agar menemukan akhir hidup yang bahagia.

“Lihat kisah Hudzaifah al-Yaman pada perang Ahzab, bagaimana ia Radhiallahu’anhu menjalankan perintah Nabi untuk menyusup di kerumunan musuh. Berakhir indah dengan kemenangan yang diraih sebab ketaqwaan beliau menjalankan perintah Nabi, ” terangnya.

Kajian ilmiyah DKM Masjid At Taubah sudah rutin diselenggarakan dengan pemateri yang berkompeten.

“Jelas tujuan kami adalah syiar dakwah, kami sengaja mengundang pemateri handal karena kami tahu umat Banten haus akan ilmu Islam,” kata Ketua Pelaksana kepada Jurniscom di sela-sela acara.

Media Pro Rezim: 348 Pasukan Assad termasuk 39 Perwira dan 2 Jenderal Tewas di Pertempuran Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Media pro rezim Suriah Assad mengakui bahwa 348 pasukan mereka tewas di Aleppo, termasuk 39 perwira, dua jenderal, delapan brigadir, tiga kolonel, letnan kolonel dan dua Perwira lainnya, serta enam perwira berpangkat Mayor, ElDorar AlShamia melaporkan Jumat (02/09/2016).

Media yang setia kepada rezim Nushairiyah Assad telah menerbitkan daftar nama-nama orang yang tewas untuk tentara Assad pada bulan Agustus selama pertempuran di Aleppo.

Media ini melaporkan bahwa jumlah 348 korban tewas termasuk 39 perwira dari berbagai jajaran, sebagian besar dari mereka tewas di garis depan selatan dalam pertempuran Aleppo sementara sisanya tewas di garis depan “Handarat, al-Mllah dan Leiramon.”

Koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, mampu menguasai tiga perguruan tinggi militer selain perbukitan dan desa-desa serta menyatakan telah membunuh 700 unsur pasukan pro Assad selama pertempuran mematahkan pengepungan yang diterapkan pada kota Aleppo.

Sedikitnya 10 Milisi Syiah Iran Tewas di Aleppo dalam Waktu 48 Jam

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sumber Iran mengakui kematian sedikitnya sepuluh personel militer Iran di Suriah, termasuk komandan senior Garda Revolusi Iran (Iran’s Revolutionary Guards-IRGC), jumlah tersebut selama dua hari terakhir saja, lansir ElDorar AlShamia Jumat (02/09/2016).

Kantor berita Iran Fars mengatakan, “Beberapa orang mati terbunuh dalam pertempuran dengan faksi Perlawanan Suriah di Aleppo di Suriah utara, termasuk para pemimpin, Ahmad Gholami, dan Mustafa Rchidbor. (baca juga: Pemimpin Garda Revolusi Iran, Jenderal Ahmad Gholami, Tewas di Selatan Aleppo)

Iran dan milisi Syiah yang dikirim ke Suriah menderita sejumlah besar korban tewas selama beberapa bulan terakhir di Aleppo di tengah upaya mereka mendukung pasukan rezim Nushairiyah Assad untuk kembali mengepung kota Aleppo dengan bantuan serangan udara Rusia.

 

Armada Perang Turki Tiba di Jarablos dalam Jumlah Besar

JARABLOS (Jurnalislam.com) – Tentara Turki pada hari Kamis mengirim lebih banyak tank dan kendaraan lapis baja ke kota Jarablos yang berdekatan dengan wilayah perbatasan sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan di wilayah perbatasan, ElDorar AlShamia melaporkan Jumat (02/09/2016).

Sumber Turki mengatakan kendaraan spesialis untuk membongkar ranjau darat terus bekerja membongkar ranjau yang ditanam oleh pasukan Islamic State (IS) di Jarablos sebelum mundur dari kota tersebut.

Para pejabat Turki menolak laporan AS tentang gencatan senjata dengan milisi SDF, di mana Amerika Serikat menyerukan Turki agar tidak berbenturan dengan mereka sedangkan Turki menuntut milisi SDF untuk kembali ke timur Sungai Efrat.

Sebelumnya pada hari Selasa (30/08/2016), Menteri Ekonomi Nihat Zabkja mengatakan, “Turki akan tetap di Suriah untuk memulihkan keamanan dan bahkan akan menumpas segala ancaman yang datang,” serta menambahkan, “Tapi alasan utama kehadiran kami adalah untuk menjaga kesatuan tanah Suriah.”

Warga Menolak, LUIS: Pemerintah Jangan Paksakan Pembangunan RS Siloam

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Edi Lukito menjelaskan, keberadaan Rumat Sakit Siloam dengan segala misi di dalamnya akan menciptakan keresahan. Sebab warga Kratonan tidak setuju dengan pembanguan Rumah Sakit yang kabarnya dibiayai bos Lippo James Riyadi itu.

“Kalimat sederhana adalah pembangunan Siloam kita tolak. Dasarnya yang paling prinsip adalah adanya warga yang menolak. Dan yang kedua sederhana pula, kita minta dukugan anggota dewan untuk warga, dukungan moril,” tegas Edi di ruang rapat DPRD Kota Solo, Jumat (2/9/2016).

“Jangan dipaksakan berdiri. Kalau dipaksakan kita akan lawan siapapun ndak peduli, nyawa taruhannya, aku ra wedi,” sambungnya.

Menanggapi penolakan warga Kratonan itu, Ketua DPRD Kota Solo Teguh Prakoso menegaskan akan menghentikan pembangunan RS tersebut jika menyalahi izin awal, yaitu pendirian RS.

Menurutnya, RS Siloam hanya mengantongi izin pendirian Rumah Sakit saja. Akan tetapi berdasarkan invetigasi elemen umat Islam Solo, RS Siloam juga akan membuka hotel dan kegiatan pendidikan. Hal itulah yang dinilai akan meresahkan umat Islam khususnya warga Kratonan.

“Setahu saya izinnya hanya Rumah Sakit, jadi kalau nekat berdiri itu Rumah sakit didalamnya ada hotel, ada pendidikan, jenengan rasah ngoyak-oyak saya. Saya ketua DPRD yang akan menghentikan bangunan itu,” ujar Teguh.

Lebih tegas lagi, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Klaten mengatakan, umat Islam Solo akan tetap menolak Siloam dengan atau tanpa hotel maupun pendidikan.

“Jadi jangan sampai salah, kita terjebak, ijinnya nanti rumah sakit tok, tidak ada Hotel, tidak ada Pendidikan. Yang kedua, sudah ada penolakan semacam ini kalau dilanjutkan pasti akan terjadi keresahan terus. Kalau anggotan Dewan menginginkan keresahan seperti ini silahkan dilanjutkan” tegas Syafei.

Ratusan warga Kratonan bersama elemen umat Islam Solo pada Jumat (2/9/2016) kemarin melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Kota Solo menolak pembangunan RS Siloam di Jalan Honggowongso 137, Kratonan, Serengan, Kota Solo.

Angkatan Darat Turki: Suriah Utara Telah Dibersihkan dari IS dan Milisi YPG

SURIAH (JUrnalislam.com) – Turki menyapu kelompok Islamic State (IS) dan milisi YPG Kurdi dukungan AS dari daerah Suriah utara, pasukan Turki terus mendesak milisi Kurdi Suriah untuk mundur ke timur sungai Efrat, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (02/09/2016).

Turki melancarkan serangan lintas-perbatasan ke Suriah pekan lalu, mengatakan bahwa mereka memiliki tujuan ganda mengusir IS dan memastikan milisi Kurdi tidak mengisi kekosongan yang ditinggalkan dengan memperluas kendali mereka di wilayah sepanjang perbatasan Turki.

Turki khawatir bahwa para milisi Kurdi Suriah bisa memberi semangat militan Kurdi melancarkan pemberontakan di wilayahnya.

Pesawat-pesawat tempur Turki memperbarui serangan udara di lokasi IS di Suriah utara, Jumat, CNN Turk melaporkan, yang merupakan serangan terbaru sejak pasukan yang didukung Turki mulai menyerbu pada 24 Agustus. Pejabat Turki mengatakan pasukan milisi yang didukung Turki dalam beberapa hari terakhir telah maju ke arah barat, di daerah IS.

Erdogan mengatakan pada konferensi pers Jumat pagi bahwa operasi yang disebut “Euphrates Shield” telah berhasil membersihkan IS dan YPG Kurdi dari wilayah seluas 400 km persegi (150 mil persegi).

Tapi Erdogan menolak laporan bahwa Kurdi YPG, yang disebut Turki sebagai kelompok teroris, telah mundur ke wilayah yang dikendalikan Kurdi di sebelah timur Sungai Efrat. YPG mengatakan telah mundur ke timur Sungai Efrat dan pejabat AS menyetujuinya.

Militan ektremis PKK Kurdi telah menyia-nyiakan kesempatan untuk proses perdamaian politik dengan Turki dengan terus melakukan pemberontakan terhadap Ankara, Perdana Menteri Turki mengatakan pada hari Jumat.

Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang mencari kebebasan otonomi telah meluncurkan serangkaian serangan sejak serangan gencatan senjata tahun lalu, kembali mempersenjatai diri dalam pemberontakan tiga dekade di Turki tenggara.

Unjuk Rasa Penolakan RS Siloam Kembali Digelar, Umat Islam Datangi DPRD Kota Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Upaya penolakan pembangunan Rumah Sakit Siloam di Jalan Honggowongso 137, Kratonan, Serengan, Solo terus berlanjut. Kemarin, Jumat (2/9/2016) ratusan elemen umat Islam bersama warga Kratonan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo di Jl. Adi Sucipto 143A, Karangasem, Laweyan, Solo.

Ratusan umat Islam dari Laskar Umat Islam Surakart (LUIS), Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan yang lainnya itu membawa spanduk bertuliskan “Warga Solo Menolak Siloam Apapun Alasannya”.

Dalam kesempatan itu, Sekjen DSKS Ustad Tengku Azhar membacakan Surat Terbuka untuk Presiden RI Jokowi dan Walikota Solo FX Rudi dan pernyataan sikap warga kota Solo.

“Setelah mencermati aspirasi warga Kratonan, kami DSKS menolak RS Siloam di kota Solo jalan Honggowongso 137 dan 139 Rt 05/05. Pada tahap sosialisasi, pemerintah mengabaikan semua tokoh masyarakat dibuktikan beberapa ketua RT dan RW keberatan dengan pembangunan RS Siloam,” kata ustadz Tengku.

DSKS menilai Walikota lebih memberi izin dan berpihak kepada aspirasi investor asing daripada aspirasi warga Kratonan. Ustadz Tengku menambakan, proyek pembangunan RS Siloam yang memakan waktu 32 bulan itu dipastikan akan mengganggu kegiatan belajar di sekolah terdekat.

“Semoga dengan aksi kami Presiden Jokowi dan Walikota peka terhadap kegelisahan sosial, mengerti perasaan warga, membela nasib wong cilik,” tuturnya usai membacakan Surat Terbuka yang juga akan disampaikan kepada Panglima TNI, Kapolri, Mentri Kesehatan RI dan Ketua DPRD Solo itu.

Tokoh masyarakat Kratonan H.Muhammad Rofi’i mengatakan, pembangunan RS Siloam mengatakn keberadaan RS Siloam akan berdampak buruk kepada masyrakat Kratonan dan sekitarnya yang mayoritas beragama Islam.

Sementara itu, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tegah Ustadz Suro Wijoyo, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Solo Ustadz Aris Munandar, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten Ustadz Boni Azwar juga ikut menyampaikan orasi sebelum mereka menemui anggota DPRD Solo diruang rapat.

Aksi kemudian dilanjukan dengan konvoi kendaraan menuju Tanah Kosong Jl. Honggowongso, lokasi dimana RS Siloam akan dibangun. Disana massa memasang spanduk penolakan.

Forum Me-DAN Bima Gelar Jum’at Sodaqoh

BIMA (Jurnalislam.com) – Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Kota Bima menggelar kegiatan Jum’at Berbagi, Jumat (3/9/2016) di tiga lokasi sekaligus.

Kegiatan berupa pembagian nasi bungkus sebanyak 70 paket di tiga tempat yaitu di Kelurahan Na’e, kompleks Dinas Kebersihan Kota Bima, serta di panti asuhan Nurul Mubin Jalan Soekarno – Hatta, Kota Bima.

Selain untuk meningkatkan ukhuwah, Ketua forum Me-DAN Kota Bima Dian Ramadhan mengatakan aksi itu juga sebagai bentuk solidaritas serta kepedulian forum Me-DAN kepada sesama.

“Kami melihat pada hari ini masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan serta perhatian dari kita, oleh karena itu kami dari forum Me-DAN tergerak untuk bisa membantu mereka semua,” katanya kepada Jurniscom, Jumat (3/9/2016).

Kegitan itu juga merupakan langkah formal Me-DAN, dimana Me-DAN adalah sebuah forum yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan yang otomatis akan turun langsung untuk mengayomi serta membantu masyarakat, terlebih mereka yang tidak mampu.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita intensifkan kedepannya untuk terus bisa berpartisipasi dan berkontribusi secara langsung bagi masyarakat, karena merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami apabila bisa membantu mereka secara langsung,” terangnya.

Merindukan Wajah Indonesia yang Menggembirakan

BANGSA ini baru saja merayakan pesta pora menyambut hari kemerdekaan, hingar bingar beragam selebrasi pun dilangsungkan. Namun peringatan hari kemerdekaan seolah hilang makna karena jauh dari refleksi perjuangan para pendirinya. Pasca perayaan kemerdekaan, negeri tercinta ini secara bertubi-tubi dirundung beragam permasalahan, mulai dari eskalasi konflik aparat dan sipil yang kian tinggi, permufakatan jahat dibalik Tax Amnesti, LGBT yang kembali menguat, postur APBN yang begitu rapuh sampai pada konstelasi politik yang gaduh. Dan implikasi dari serangkaian persoalan diatas mempengaruhi stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ini merupakan kado pahit bagi umat. Sehingga menumbuhkan memori kolektif dalam benak masyarakat bahwasanya pemerintah belum mampu menciptakan kondusifitas di tengah-tengah masyarakat. Kalaulah diibaratkan, Indonesia ini layaknya perahu besar yang membawa banyak penumpang, sang nahkoda harus memastikan bahteranya berlayar sampai dermaga tujuan. Tetapi sayang baru setengah perjalanan kapal ini berhasil dibajak oleh para penyusup dan perompak sampai akhirnya sang nahkoda dengan begitu mudah dikendalikan oleh para pembajak.

Begitupun kondisi negeri ini, sudah berhasil disusupi para pembajak dengan melakukan penetrasi ke berbagai sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, meraka dengan lantang berteriak atas dasar keterwakilan umat padahal sejatinya ia sedang membokongi umat. Para pembajak pun memainkan peran strategisnya, membuat dan mempengaruhi kebijakan agar produk-produk kebijakan bisa menguntungkan dia dan tuannya tanpa menghiraukan kepentingan masyarakat.

Demokrasi yang digaungkan oleh mereka hanya mengkapasitaskan umat sebagai pemain cadangan bukan sebagai pemain utama, jargon vox populi vox dei (suara rakyat suara tuhan) dan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat pun hanya sekedar mitos belaka yang sengaja dikontruksi untuk mengelabui umat. Sehingga sangat wajar kondisi umat menjadi rusak karena dijadikan bancakan politik. Kebijakan tidak berpihak kepada umat. Dan yang begitu memilukan adalah ketika negara ini hanya dinikmati segelintir elit yang rasa nasionalismenya patut dipertanyakan.

Inilah potret buram yang melanda negeri. Mereka para pemangku kebijakan belum mampu mengeluarkan negeri ini dari segala problematika masalah yang melanda. Mantra-mantra kebijakan yang disusun tidak mampu menjadi solusi konkret, hanya sekedar pelipur lara sementara. Ini menjadi indikasi kuat bahwa sistem yang dianut sudah tidak mampu merawat keberlangsungan negeri ini.

Kegaduhan politik, miskinnya integritas, dekadensi moral generasi, terpuruknya ekonomi serta kejahatan yang kian tak terbendung seakan menegaskan wajah Indonesia menjadi begitu menakutkan, menyedihkan, bermuram durja. Padahal tercatat dalam sejarah bangsa ini bisa berdiri dengan tinta dan darah. Teganya mereka para pengurus negeri yang begitu mudah melacurkan idealismenya untuk menggadaikan negeri ini kepada para tuan majikannya. Tentu ini harus menjadi refleksi mendalam bagi umat. Nalar kritis umat harus dibangun agar mampu mengawal serta melawan dzalimnya para pemangku kebijakan.

Umat menginginkan serta merindukan wajah Indonesia yang menggembirakan, mencerahkan serta membahagiakan. Maka tentu untuk mewujudkannya umat mesti melakukan proses kaderisasi untuk melahirkan kader-kader bangsa atau kader umat yang mampu menjadi pelopor bukan pengekor, pembaharu bukan peniru. Sebab, pangkal dari segala persoalan bangsa ini adalah lemahnya kepemimpinan, lemahnya sistem serta miskinnya keteladanan. Tiga faktor ini merupakan bagian yang begitu fundamental yang harus segera direspon oleh umat.

Islam sebagai alternatif sistem!

Menarik pernyataan yang di lontarkan oleh pemimpin senior Singapura, Le Kwan Yew, “Jika pemimpin Indonesia membangun negara dengan SDA makan kami Singapurna akan membangun negara dengan SDM.” Dan terbukti hari ini Singapura menjadi mercusuar Asia Tenggara meninggalkan Indonesia yang membangun negara dengan menggadaikan SDM serta mengandalkan hutang terhadap asing dan aseng. Ini sudah dicontohkan dalam sejarah bahwasanya sang maestro politik Islam, Nabi Muhammad SAW membangun peradaban dengan kapasitas SDM-nya sehingga saat itu Islam tampil dengan wajah yang begitu menggembirakan dan mencerahkan.

Tentu bangsa ini pun harus segera dipulihkan dari sakitnya. Dibutuhkan obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit bangsa. Tentu obat tersebut adalah alternatif sistem, karena sistem yang diterapkan hari ini tak mampu menyembuhkan penyakit bangsa bahkan cenderung menaikan level stadium penyakit.

Sistem yang dianut tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur masyarakat negeri ini, maka wajar para pendiri bangsa sangat kokoh pendiriannya agar dasar negara berlandaskan Islam karena Islam linear dengan kepribadian bangsa Indonesia. Kekuatan Islam yang dipegang oleh para pendiri bangsa ini berperan besar untuk memerdekakan serta membangun negeri ini. Maka lekat dalam ingatan ketika sejarah mencatat akan kokohnya tokoh-tokoh Islam untuk menjadikan Islam sebagai sistem berbangsa dan bernegara.

Kita mengenal sosok Ki Bagus Hadikusumo atau pernyataan Buya Hamka dalam sidang konstituante, “tidak menjadikan Islam sebagai dasar negara sama saja meniti jalan menuju neraka”. Dan hari ini benar adanya, negeri ini terus dirunduk duka tak berkesudahan, masyarakat menjerit-jerit serasa hidup di neraka. Ini karena pengkianatan para pemimpin bangsa saat ini terhadap pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia dirawat dengan Islam.

Di belahan dunia lain, negara-negara barat sudah mulai melirik Islam sebagai sebuah solusi, sebuah alternatif untuk mengeluarkan mereka dari keterpurukan. Segala bentuk persoalan yang mendera bangsa ini Islam sudah punya jawabannya, Islam sudah punya solusi konkretnya. Islam akan membangun pilar-pilar kekuatan bangsa, menciptakan pemimpin yang kuat, membangun sistem yang kuat, serta keteladanan yang menggerakan. Dan yang lebih penting, Islam mampu merubah wajah Indonesia yang menakutkan menjadi membahagiakan. Lebih dari itu, Islam memberikan keberkahan terhadap penduduk suatu negeri seperti yang telah dijanjikan-Nya.

“Dan sekira nya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan mereka berkah dari langit dan bumi” QS Al Araaf : 96

***

Cabang AQIM, Batalyon Uqba bin Nafi, Serang Pasukan Tunisia di Kasserine

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Batalyon Uqba bin Nafi, cabang al Qaeda Maghreb Islam (AQIM) di Tunisia, melaporkan penyergapan terhadap tentara Tunisia di wilayah Gunung Sammama di Kasserine Governorate pada 29 Agustus lalu mengikuti laporan serupa hanya sebulan sebelumnya.

The Long War Journal melaporkan Kamis (01/09/2016), dalam pernyataan yang pertama kali dirilis di pakan Twitter-nya pada 30 Agustus dan kemudian dikonfirmasi oleh AQIM, mengatakan bahwa kelompok jihad “Sammama Brigade” meledakkan alat peledak improvisasi (IED) di salah satu kendaraan lapis baja militer Tunisia saat berpatroli.

Setelah ledakan, ia mengatakan para mujahidin bentrok dengan tentara lainnya yang mengakibatkan kematian “sejumlah” pasukan dan penangkapan tiga senapan serbu Steyr AUG. Media lokal melaporkan bahwa tiga tentara Tunisia tewas dalam serangan itu, sementara tujuh lainnya luka-luka. Laporan lain menunjukkan sebanyak sembilan tentara terluka.

Sebagai balasan, militer Tunisia meluncurkan operasi penyisiran di daerah. Dalam operasi ini, daerah Kasserine di Hay el Karma menjadi tempat pertempuran mematikan antara pasukan jihadis dan pasukan Tunisia, menewaskan dua jihadis dan satu warga sipil. Salah satu jihadis yang gugur, syahid, dilaporkan adalah Mbarki, yang diyakini adalah wakil senior untuk Lokman Abou Sakhar, mantan amir Batalyon Uqba bin Nafi. Sakhar gugur dalam operasi militer Tunisia Maret 2015.

Pada bulan Juli, Batalyon Uqba bin Nafi melaporkan menargetkan kendaraan militer dengan dua ranjau darat, menewaskan seorang tentara di wilayah Gunung Sammama. Laporan tersebut menandai serangan pertama sejak Maret.

Dalam penyergapan itu, penjaga perbatasan Tunisia menjadi sasaran di Bouchebka dekat perbatasan dengan Aljazair. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis secara online oleh salah satu sayap media AQIM, kelompok jihad mengatakan pasukannya “melukai sejumlah tentara dengan berbagai tingkat kerusakan dan membakar kendaraan militer.” Otoritas Tunisia mengkonfirmasi serangan itu, namun para pejabat mengatakan bahwa hanya satu penjaga perbatasan yang terluka dalam serangan itu.

Selama dua tahun terakhir, cabang AQIM telah melaporkan beberapa serangan lainnya terhadap pasukan Tunisia. Pada bulan Desember tahun 2014, Batalyon Uqba bin Nafi mengklaim dua serangan terhadap pasukan Tunisia di kawasan Gunung Chaambi, dan memposting foto serangan beberapa hari kemudian. Hanya dua bulan kemudian, kelompok melaporkan telah membunuh empat tentara dalam serangan di Kasserine. Pada bulan Agustus tahun lalu, kelompok juga membunuh agen pabean di Bouchebka.

Penyergapan Uqba bin Nafi paling mematikan terhadap militer Tunisia terjadi di wilayah Gunung Chaambi pada bulan Juli 2014, sebuah pertempuran yang menewaskan 15 tentara dan melukai 20 lainnya.