Lagi, Me-DAN Jawa Tengah Sentuh Hati Umat

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Jawa Tengah gelar aksi sosial, bertemakan “Jumat Berbagi” di Stasiun Poncol Semarang, Jum’at ( 9/9/2016). Kegiatan berupa membagikan sarapan gratis kepada siapa saja yang ingin makan.

“Acara kita selenggarakan dalam rangka mempererat silaturahmi dan kepedulian kami kepada sesama,” kata Ketua Me-DAN Jawa Tengah, Lutfi Miftah kepada Jurnalislam di tengah acara.

Lutfi melanjutkan, timnya sengaja memilih tempat di dekat stasiun karena disana sangat strategis. Terutama masyarakat kalangan menengah ke-bawah.

“Sengaja acara kami laksanakan di dekat Stasiun Poncol karena untuk berbagi kepada tukang ojek, supir taksi, tukang becak dan kepada orang-orang yang berakat maupun turun dari kereta,” ujarnya.

Ia mengatakan, acara tidak akan terlaksana tanpa adanya para donatur yang rela menyumbangkan donasinya.

“Kami berterima kasih kepada muhsinin (orang kaya -red) dan donatur yang dengan ikhlas memberikan donasinya untuk acara rutin ini,” ungkapnya senang.

Warga sekitar terlihat sangat antusias dan senang dengan kegiatan sosial tersebut. Suprapto misalnya, warga sekitar yang merasa bersyukur dan diperhatikan oleh saudaranya.

“Saya senang mas dan bersyukur dengan kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara menikmati hidangan gratis, mereka juga disuguhkan dengan lantunan suci al-Quran beserta terjamah dengan berharap mendapatkan sesuatu selain perut yang kenyang.

Sesuai Permintaan Polri, Menkominfo Janji Akan Blokir Aplikasi Gay

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara berjanji akan menindaklanjuti permintaan Bareskrim Mabes Polri untuk memblokir aplikasi gay. Sebelumnya, Bareskrim sudah menyerahkan daftar 18 aplikasi gay kepada Kemenkominfo untuk diblokir.

Rudiantara mengatakan, Kemenkominfo sudah pasti akan melakukan pemblokiran aplikasi yang meresahkan masyarakat.

“Kalau memang Bareskrim sudah keluarkan permintaan, ya kita tindak lanjuti. Namanya juga untuk memberikan rasa aman untuk masyarakat,” kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidena Jakarta, dilansir Republiks, Jumat (9/9/2016).

Meski begitu, Rudiantara belum bisa memastikan kapan pemblokiran akan dilakukan. Menurutnya, Kemenkominfo akan terlebih dahulu melakukan kajian melalui tim panel terhadap daftar aplikasi yang sudah diserahkan Bareskrim.

“Kalau sudah ada kriterianya dan kalau memang itu meresahkan masyarakat, bisa kok (diblokir). Kami punya tim panel untuk membahas itu,” ucap dia.

Kapolri Akan Blokir Aplikasi Gay di Play Store

MALANG (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian akan menutup aplikasi di Play Store yang menawarkan layanan kencan kepada kaum gay ditutup. Tito mengatakan, pihaknya akan terus melakukan patroli siber untuk mengembangkan penyelidikan kasus prostitusi anak untuk gay.

“Soal aplikasi gay di play store kita investigasi dulu baru lakukan penindakan,” katanya usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dilansir Republika, Kamis (9/9/2016).

Jika suatu aplikasi terbukti melanggar hukum di Indonesia, ia meminta agar aplikasi tersebut diblokir. Namun Polri tak bisa memutuskan sendiri dalam pemblokiran karena penyelidikan bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Agung Budi Maryoto telah menyerahkan 18 aplikasi gay kepada Kemenkominfo. Salah satu aplikasi tersebut digunakan oleh tersangka AR yang terlibat prostitusi anak di Bogor.

“Aplikasi ini kan ada 18 macam, kita temukan aplikasi itu ada di iPad AR, jadi kita bisa tahu di dalamnya aktivitas seperti apa,” ujar Agung di Mabes Polri, Kamis (9/9).

Menurut Agung, hasil temuan aplikasi tersebut didapatkan bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Selanjutnya pendalaman mengenai aplikasi diserahkan kepada Kemenkominfo.

Forum Me-DAN Kota Bima Intensifkan Jumat Shodaqoh

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Kota Bima kembali menggelar aksi solidaritas dan kemanusiaan bertajuk “Jum’at Shodaqoh” di Panti Sosial Tresna Werdha, jalan Datuk Dibanta Jatiwangi, Kecamatan Asakota – Kota Bima, Jumat (9/9/2016). Kegiatan itu berupa pembagian seratus paket nasi bungkus kepada para lansia.

“Kegiatan solidaritas dan kemanusiaan ini adalah merupakan bentuk rasa kepedulian dari kami sebagai tim medis dan aksi kemanusiaan,” kata ketua Me-DAN Kota Bima, Dian Ramadhan kepada Jurnalislam di sela-sela acara.

Dian mengatakan, Me-DAN sebagai lembaga kemanusiaan akan merangkul semua kalangan, termasuk para lansia agar dapat merasakan kebahagiaan.

“Kegiatan seperti ini sudah ke-sekian kalinya kami lakukan dengan harapan masyarakat Kota Bima ikut termotifasi untuk membantu saudara kita yang kurang mampu serta mau peduli terhadap keadaan mereka,” terangnya.

Aksi seperti ini, kata dia akan terus dilakukannya karena ia melihat masih banyak sekali masyarakat tidak mampu yang belum tersentuh lagi dikasihi, terutama oleh pemerintah.

“Kami berharap pemerintah dan masyarakat Kota Bima tidak tinggal diam untuk memikirkan serta mau berpartisipasi untuk membantu memperbaiki keadaan mereka,” pungkas Dian.

Warga Jarablus Berterima Kasih pada Pasukan dan Bantuan Kemanusian Turki

SURIAH (Jurnalislam.com) – Warga Suriah kembali ke kota Jarablus Hari Kamis perasaan lega terpancar dari raut wajah mereka karena akhirnya bisa pulang, lansir World Bulletin, kamis (08/09/2016).

Setelah dibersihkan dari pasukan Islamic State (IS) oleh Operasi Euphrate Shield Turki, warga dari provinsi terdekat Gaziantep telah kembali ke rumahnya di Jarablus.

Warga berterima kasih kepada pasukan Turki atas keramahannya, banyak orang Suriah berharap akan ada perdamaian permanen sesegera mungkin.

Salah satu penduduk, Turki Cemal, tiba di Gaziantep pada tahun 2013. Ia mengatakan pada hari Kamis ia memutuskan untuk kembali ke Suriah bersama ibu dan saudara-saudaranya.

Cemal, yang kehilangan ayahnya dalam perang, mengatakan keluarganya berterima kasih atas dukungan dari orang-orang Turki dan kesempatan yang tersedia saat mereka berada di Turki.

“Terima kasih karena Turki telah menjinakkan tanah air kita dan mengurangi perang disini,” kata Cemal.

“Kami berterima kasih kepada Turki untuk semuanya. Kami senang. Kita bisa kembali ke rumah kami,” tambah Cemal.

Pengungsi Suriah lain bernama Hazune Ali mengatakan bahwa dia datang ke Turki dua tahun lalu saat suaminya berkontribusi terhadap perlawanan di Suriah.

Ali mengatakan keluarganya tinggal bersama orang-orang Turki dan mendapat bantuan negara.

“Kami berterima kasih kepada Turki,” katanya.

Operasi Perisai Efrat dimulai 24 Agustus ketika Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, membebaskan Jarabulus.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas pengunjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab (Arab Spring) – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjasi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang tersebut, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

Polisi Irak Bentrok dengan Milisi Syiah Harakat al Nujaba di Baghdad

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Beberapa orang terluka hari Kamis ketika polisi Irak bentrok dengan anggota milisi Syiah yang didukung Iran di dekat ibukota, kata kedua belah pihak, lansir Al Arabiya News Channel Kamis (08/09/2016).

Bentrokan di Zaafaraniya, selatan Baghdad, melibatkan baku tembak yang berlangsung lebih dari dua jam antara pasukan polisi Irak dan milisi Syiah Harakat al-Nujaba.

“Bentrokan dimulai ketika polisi menahan seorang anggota Harakat al-Nujaba, yang pasukannya kemudian menyerang sebuah pangkalan polisi untuk membebaskannya,” kata seorang kolonel polisi.

Petugas mengatakan seorang polisi dan seorang warga sipil terluka dan menambahkan bahwa anggota senior milisi Syiah itu masih ditahan.

Harakat al-Nujaba adalah sebuah kelompok pecahan dari milisi Asaib Ahl al-Haq, yang merupakan bagian dari organisasi paramiliter Syiah Hashed al-Shaabi yang tergabung dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).

Milisi Syiah Harakat al-Nujaba memberikan laporan yang sangat berbeda mengenai bentrokan dan mengatakan polisi bekerja sama dengan IS.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial, juru bicara Harakat al-Nujaba, Nasr al-Shammari, mengatakan bahwa salah satu sel intelijen mereka telah menangkap seorang komandan IS setelah “pelacakan selama tiga bulan yang bekerja sama dengan dinas Irak.”

Pasukan Nujaba kemudian berhenti di pos pemeriksaan dan meminta polisi untuk melaporkan ke basis terdekat dan secara resmi mencatat penangkapan itu.

“Ketika mereka tiba di basis, mereka menangkap milisi Nujaba dan membebaskan komandan IS,” tuduh Shammari.

Dia mengatakan milisi Nujaba yang tiba di basis kemudian ditembak oleh polisi, dan menambahkan bahwa tiga dari mereka terluka parah.

Shammari mengklaim insiden di Zaafaraniya itu merupakan bukti bahwa polisi berkolusi dengan IS dan bahwa “situasi di negara itu tidak akan stabil sampai aparat keamanan dibersihkan.”

Hashed al-Shaabi – dalam bahasa Arab berarti “mobilisasi populer” – secara formal berada di bawah wewenang perdana menteri Irak tetapi kenyataannya kesetiaan beberapa komponen mereka yang paling kuat pertama dan terutama adalah untuk Republik Syiah Iran.

Harakat al-Nujaba, yang dibentuk pada tahun 2013 dan dipimpin oleh Akram al-Kaabi, diyakini memiliki ikatan yang kuat dengan Syiah Hizbullah Lebanon yang mengambil bagian dalam operasi militer di Suriah.

 

Washington: Turki di Suriah Bersiap untuk Serang Raqqa

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Zona penyangga yang dibangun Turki di sepanjang perbatasan “sangat membantu” dalam memerangi Islamic State (IS) di dalam wilayah Suriah, juru bicara koalisi mengatakan pada hari Kamis (08/09/2016), lansir Anadolu Agency.

“IS kehilangan kebebasan untuk bergerak di daerah ini sehingga sangat mempengaruhi kemampuan IS untuk memperkuat pejuang mereka di Suriah dan Irak,” Kolonel Angkatan Udara John Dorrian mengatakan kepada wartawan melalui video conference dari Baghdad.

Langkah Turki untuk membangun sabuk keamanan di Suriah utara, bersama dengan serangan udara koalisi “membuat kondisi siap untuk pembebasan Raqqa, kota yang dipertimbangkan IS sebagai ibukota mereka,” kata Dorrian.

Kolonel menyebutkan komentar komandan baru pasukan koalisi pimpinan AS pada hari sebelumnya, Letnan Jenderal Stephen Townsend, yang mengatakan serangan Raqqa ditunda dengan adanya perselisihan antara Turki dan AS karena dukungan Pentagon untuk milisi YPG yang merupakan sayap militer PYD-PKK.

Ia menghindar untuk mengatakan sampai sejauh mana perselisihan yang ada antara kedua negara hingga menghentikan operasi untuk merebut kembali Raqqa yang ia yakini ada sekitar 1.000 pasukan IS.

Turki menolak klaim bahwa ada koordinasi antara militer Turki dan AS, karena Ankara menunjuk kelompok PYD dukungan AS afiliasi PKK di Suriah sebagai organisasi teroris.

Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik,mengatakan kepada wartawan di London bahwa ia mengatakan kepada Amerika, Ash Carter, bahwa operasi Raqqa harus melibatkan operasi darat Turki.

Menteri juga mengatakan kepada Carter bahwa Turki tidak bisa menerima jika PYD-PKK memperoleh wilayah di sekitar Raqqa dengan memanfaatkan keikutsertaannya dalam serangan itu.

29 Milisi Ekstremis PKK Tewas di Distrik Tenggara Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebanyak 29 anggota organisasi ekstrimis separatis komunis PKK telah dinetralisir dalam serangan udara di distrik pedesaan Cukurca di provinsi tenggara Hakkari sejak 6 September, militer Turki, lansir World Bulletin Kamis (08/09/2016).

Meskipun Staf Umum Turki tidak menentukan kelompok, organisasi ekstrimis separatis biasanya mengacu pada PKK.

Korban terbaru itu membawa jumlah total milisi yang dinetralkan di daerah menjadi 186 sejak operasi di sana dimulai awal bulan ini.

Semua jet tempur dan drone bersenjata yang terlibat kembali ke pangkalan mereka dengan aman setelah operasi.

Ketegangan tinggi di Turki tenggara sejak PKK – yang terdaftar sebagai organisasi ekstremis oleh Turki dan Internasional – melanjutkan operasi bersenjata puluhan tahun mereka pada bulan Juli tahun lalu.

Sejak itu, lebih dari 600 personil Turki telah tewas dan lebih dari 7.000 milisi ekstrimis PKK juga tewas.

5 Tentara AS Tewas di Timur Afghanistan

NANGARHAR (Jurnalislam.com)Al-Emarah News mengatakan Mujahidin Imarah Islam (Taliban) pada hari Kamis (08/09/2016) mematahkan serangan gabungan musuh di distrik Khogyani provinsi Nangarhar kemarin malam, mengakibatkan 5 pasukan penjajah AS, 1 pasukan komando lokal tewas dan sejumlah musuh gabungan terluka, sementara 2 mujahidin memeluk kesyahidan dengan seorang lainnya terluka dalam baku tembak berikutnya.

Sebagai balasan, pesawat penjajah AS membombardir rumah-rumah warga sipil, menyebabkan sejumlah perempuan dan anak-anak terluka.

Musuh kemudian menculik seorang pria tua setelah memaksa dia keluar rumah dan membawanya ke markas mereka.

Sementara di provinsi Ghazni sebanyak 33 pasukan boneka tewas dan lebih dari 14 lainnya terluka selama pertempuran sengit selama 5 hari terakhir di distrik Giro, menurut laporan Al-Emarah News.

Taliban melakukan operasi besar-besaran yang menargetkan markas kabupaten dan semua instalasi militer musuh di distrik Giro provinsi Ghazni lima hari lalu.

Sebanyak 33 pasukan Arbaki dan lebih dari 14 pasukan boneka lainnya terluka saat mujahidin Taliban menduduki 3 instalasi musuh dalam operasi selama lima hari, sedangkan pusat kabupaten dan sejumlah instalasi dan basis utama musuh berada di bawah pengepungan ketat mujahidin saat ini.

4 tank lapis baja dan kendaraan militer musuh juga hancur dalam serangan penembakan dan pemboman langsung dalam beberapa hari terakhir.

Musuh mengeluarkan klaim palsu bahwa 80 mujahidin tewas dan 110 lainnya luka-luka dalam pertempuran, padahal hanya 7 mujahidin yang memeluk kesyahidan dengan 10 orang lain terluka di seluruh operasi.

Secara terpisah, dua polisi dan satu Arbaki tewas dalam serangan oleh mujahidin di distrik Shalgar provinsi Ghazni pada hari Rabu, merebut 1 sepeda motor, 1 senjata api dan radio dari musuh.

1,5 Juta Jamaah Haji telah Tiba di Mekah

MEKAH (Jurnalislam.com) – Hampir 1,5 juta kaum Muslimin dari seluruh dunia telah tiba di Arab Saudi hari Kamis untuk melakukan ibadah haji tahunan, dan tidak terpengaruh oleh insiden tahun lalu, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (08/09/2016).

Saat suhu melebihi 40 C (105F), jamaah Haji memadati sprawling Makkah, kompleks Masjid Agung dengan pendingin udara (AC) untuk berjalan di sekitar Ka’bah – yang menjadi arah kiblat sholat Muslim di seluruh dunia.

Dalam salah satu aturan pertama haji, yang secara resmi dimulai pada hari Sabtu, jamaah berpakaian putih mengambil giliran mereka mengitari Ka’bah dalam prosesi yang terus berlangsung 24 jam sehari.

Jamaah yang tidak bisa berjalan didorong di sekitar masjid di atas kursi roda oleh petugas.

Keran-keran air tersedia bagi jamaah yang haus, dan pengunjung dapat makan di tempat-tempat makanan cepat saji yang besar di pusat komersial di dalam kompleks, di mana mereka juga dapat berbelanja.

Tapi begitu pengeras suara memperdengarkan panggilan adzan untuk sholat, toko-toko tutup dan jamaah berbaris rapi mengikuti shafnya dan siap untuk sholat.

Di luar semua pintu masuk Masjid al-Haram, polisi Saudi mengontrol pergerakan jamaah haji di antara penghalang plastik hijau.

Sedikit saja melangkah keluar dari garis, seorang polisi akan memanggil melalui megafon untuk memerintahkan mereka kembali ke tempat.

Pada saat sholat, akses menuju Ka’bah ditangguhkan dan orang yang berjalan di sekitarnya berhenti untuk menghindari desak-desakan.

Ini adalah salah satu dari beberapa langkah-langkah keamanan yang dikatakan pihak berwenang.

Penyerbuan dalam insiden tahun lalu dan factor keamanan berkecamuk di pikiran seorang jamaah dari Pantai Gading, Mrs. Coulibaly, 49 tahun.

“Tapi sejak tiba di bandara kami telah dilayani dan diawasi dengan sangat baik. Jadi saya merasa nyaman dan benar-benar bisa fokus untuk beribadah,” katanya.

Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, Iran tidak akan bergabung dengan jamaah lain setelah pembicaraan antara Teheran dan Riyadh mengenai logistik dan keamanan gagal pada bulan Mei.

Iran mengirim 60.000 warganya ke tanah suci tahun lalu, dan mengklaim jumlah tewas terbesar dalam insiden terinjak-injak tahun lalu sebesar 464 orang.