UU Beri Makan Paksa Israel Sama Saja Legalkan Bunuh Tahanan Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Asosiasi dokter Palestina di Eropa mengkhawatirkan penerapan undang-undang asupan makanan secara paksa terhadap para tawanan Palestina yang mogok makanan di dalam penjara Zionis.

Kepala asosiasi dokter Palestina di Eropa, Dr. Mundzir Rajab dalam pernyataanya, Rabu (14/09/2016), mengatakan, keputusan pemerintah Israel hanya akan mengembalikan pada legalitas pembunuhan tawanan Palestina secara perlahan dengan penyiksaan sistematis terhadap manusia, lansir Infopalestina.

Rajab menyebutkan, keputusan pemerintahan Israel tak bermoral. Sebuah keputusan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta pelanggaran yang sangat berbahaya bagi undang-undang internasional. UU tersebut merupakan kejahatan terhadap konvensi Tokyo tahun 1975 juga Konvensi Malta tahun 1991, khusus terkait dengan hak-hak tawanan, yaitu pemaksaan terhadap para tawanan mogok makan di dalam penjara diasupi makanan secara paksa.

Rajab juga menjelaskan bahayanya asupan makanan secara paksa. Tatkala tawanan mogok makanan dipaksa dipaksa untuk makan melalui selang atau pipa yang sudah disiapkan, maka bisa membahayakan jiwa tawanan seperti risiko perdarahan dan cedera berdarah dan serangan jantung mendadak dengan menaikkan saraf kesepuluh, serta kemungkinan cedera tengkorak, kerongkongan, bawah faring nya lebih besar. ”

Dia menambahkan: “Ketika anda menggunakannya melalui jalan darah, maka akan meningkatkan risiko sistem gangguan jantung, pneumotoraks, kompresor parah dan berbahaya. Selain ritme jantung akan semakin tingga dan bisa menyebabkan kematian dalam banyak kasus, selain risiko infeksi serius, dan keracunan darah dan pembekuan darah.

Para tawanan melakukan aksi mogok makan dalam memerangi kebijakan penangkapan administrasi oleh pemerintah Zionis. Kebijakan tersebut ditetapkan oleh badan intelijen Israel bekerja sama dengan komandan wilayah tengah Tepi Barat antara satu bulan hingga enam bulan berdasarkan data keamanan rahasia terkait para tawanan.

Infopalestina

 

Memasuki Hari Tasyrik, Sejumlah Elemen Jawa Tengah Gencar Bagikan Paket Qurban

JAWA TENGAH (Jurnalislam.com) – Memasuki hari tasyrik, sejumlah elemen umat salurkan paket qurban di berbagai titik. Upaya penyaluran bertemakan “Jawa Tengah Berbagi” itu dilakukan oleh komunitas sedekah Naik Satu Derajat (NSD) dan Wisma Salimah.

NSD yang diketuai oleh Tejo Ismadi menyerahkan dua ekor kambing untuk Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Al Hikam, Jl Srinarendra, Laweyan, Solo, Rabu (14/9/2016). Kegiatan tersebut untuk memberikan pembelajaran kepada para siswa dan masyarakat sekitar untuk bersedekah sekemampuan.

NSD Berbagi ke Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Al Hikam
NSD Berbagi ke Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Al Hikam

“Kami NSD menyerahkan 2 ekor kambing dari anggota kami agar murid Al Hikam bisa belajar meneladani hikmah dari Nabi Ibrahim AS. Mengajak mereka untuk bersedekah, meski tidak harus dengan biaya, sedekah bisa dengan tenaga, bisa dengan pikiran,” Kata Tejo kepada Jurnalislam di tengah kegiatan.
Pihak sekolah menyambut baik bantuan dari NSD, melalui kepala sekolahnya Ustadz Saerozy S.Pdi mengucapkan terima kasih atas pemberian hewan qurban tersebut. Daging qurban akan dibagikan untuk santri dan masyarakat sekitar.

“Dagingnya akan kita bagi untuk wali murid agar dinikmati santri, juga warga sekitar ada beberapa. Ini bagian dari pembelajaran anak-anak bahwa ini adalah syariat Islam sejak Nabi Ibrahim As,” pungkas Ustadz Rozy.

Sementara di Sukoharjo, Wisma Salimah melalui para relawannya bagikan 160 paket qurban kepada masyarakat sekitar. Kegiatan itu dilaksanakan di Wisma Salimah, Rabu, (14/9/2016).

Panitia kurban Wisma Salimah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para Donatur yang sudah percaya menitipkan hewan qurbannya dengan jumlah 9 ekor kambing.

Reporter: Dyo & Ridho | Jurnalislam

Iran Ancam akan Tembak Jatuh Pesawat Angkatan Laut AS di Selat Hormuz

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Militer Iran mengancam akan menembak jatuh dua pesawat Angkatan Laut AS yang terbang di atas Selat Hormuz dengan rudal, seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada kantor berita AFP, Selasa (13/09/ 2016), dalam pertemuan terbaru dengan Teheran.

Dua “pesawat patroli maritim” terbang dalam misi terpisah di daerah yang sama di wilayah udara internasional awal bulan ini ketika mereka menerima tiga panggilan radio dari pertahanan udara Iran.

“Mereka mengancam akan menembak kami, untuk menjatuhkan kami, atau menembakkan rudal pada kami,” kata pejabat pertahanan, yang berbicara tanpa menyebut nama menjelang pengumuman resmi.

Menurut Fox News, yang pertama kali melaporkan pertemuan itu, pesawat-pesawat AS tersebut mengabaikan peringatan dan melanjutkan misi mereka.

Salah satu pejabat pertahanan yang tak disebutkan namanya mengatakan kepada jaringan berita bahwa militer AS ingin menguji reaksi Iran.

Pejabat pertahanan AFP mengatakan insiden itu “tidak profesional” tetapi tidak menganggapnya tidak aman karena pesawat AS berada di luar batas-batas rudal anti-pesawat Iran yang telah mereka kenal.

Pentagon dalam beberapa pekan terakhir mengecam serangkaian pertemuan maritim yang “tidak aman dan tidak profesional” di Teluk, termasuk salah satu pertemuan yang mendorong sebuah kapal Amerika untuk melepaskan tembakan peringatan pada kapal Iran yang terlalu dekat.

Para pejabat Angkatan Laut mengatakan kapal angkatan laut AS dan Iran berinteraksi lebih dari 300 kali pada tahun 2015 dan lebih dari 250 kali pada semester pertama tahun ini, dengan 10 persen dari pertemuan tersbut dianggap tidak aman dan tidak profesional.

Pada bulan Januari, angkatan laut Iran menangkap beberapa awak dari dua kapal patroli AS yang beroperasi, melalui serangkaian blunder, tersesat ke wilayah perairan Iran.

10 pelaut Amerika tersebut kemudian dibebaskan dalam waktu 24 jam.

 

Menlu Turki Desak AS Segera Tangkap Fetullah Gulen

ANTALYA (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri Turki pada hari Selasa menegaskan permintaan resmi Ankara kepada AS untuk menangkap Fetullah Gulen, yang dilaporkan memimpin kudeta 15 Juli yang menewaskan 240 orang, Anadolu Agency melaporkan Selasa (13/09/2016).

Mevlut Cavusoglu sekali lagi mengatakan bahwa Gulen, pemimpin Organisasi Teroris Fetullah (Feto), harus diekstradisi ke Turki untuk menghadapi pengadilan.

Dia menambahkan bahwa semua orang di luar negeri yang terkait dengan kudeta yang gagal tersebut pada akhirnya harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka.

Menteri juga mengatakan kepada wartawan di provinsi selatan Antalya setelah melakukan percakapan telepon dengan Sekretaris Negara AS John Kerry bahwa “dokumen lanjutan terkait kudeta dan informasi” akan dikumpulkan dan dikirim ke pejabat AS.

Cavusoglu berada di Antalya untuk merayakan Idul Adha. Dia sholat dan bertukar salam Idul Adha dengan pejabat Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) serta penduduk setempat.

Dalam sambutannya, Cavusoglu menekankan perjuangan yang sedang berlangsung di Turki melawan kelompok Islamic State (IS) dan organisasi teroris PKK, yang bermaksud menghancurkan lingkungan yang damai di seluruh Turki.

Menunjuk ke serangan bom hari Senin di kota timur Van, yang melukai sedikitnya 53 orang, Cavusoglu bertanya: “Mengapa mereka menyerang saat hari raya Idul Adha?” Dia mengatakan target nyata ekstremis PKK adalah “Muslim dan saudara Kurdi yang konservatif.”

Dia menambahkan: “PKK tidak ada hubungannya dengan hak dan budaya Kurdi.”

Cavusoglu bersumpah bahwa operasi kontraterorisme akan berlanjut sampai teroris benar-benar dihapuskan di dalam dan luar negeri.

Mengenai kesepakatan gencatan senjata baru antara AS dan Rusia di Suriah, yang secara resmi mulai berlaku Senin malam, ia berkata: “Turki ingin gencatan senjata di Suriah menjadi permanen.”

“Ternyata, rezim di Suriah tidak ingin mematuhi gencatan senjata. Begitu dinyatakan, rezim melanggarnya tadi malam. Kami berharap bahwa semua orang melakukan bagian mereka untuk memastikan bahwa gencatan senjata menjadi permanen saat ini.”

Kesepakatan gencatan senjata bertujuan untuk “mengurangi kekerasan, meringankan penderitaan dan melanjutkan gerakan menuju Perundingan perdamaian dan transisi politik di Suriah.”

Semua serangan dan serangan udara harus dihentikan dan akses yang semula terhalang diizinkan untuk daerah yang terkepung, termasuk kota utara Aleppo.

Cavusoglu mencatat bahwa pengungsi Suriah di Turki telah mulai kembali ke kota Jarabulus yang telah dibebaskan, mengatakan kehidupan akan kembali normal di negara yang dilanda perang tersebut saat IS dikeluarkan dari wilayah tersebut.

PBB: Serangan Udara Koalisi Saudi Targetkan Milisi Houthi di Sanaa, 30 Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Serangan udara yang dipimpin Saudi pada distrik sumur air di utara ibukota Yaman, Sana’a, telah menewaskan 30 orang, koordinator PBB untuk Yaman mengatakan, lansir World Bulletin Selasa (13/09/2016).

Jamie McGoldrick mengatakan 17 orang, termasuk responden pertama dan anak-anak, terluka dalam serangan Sabtu di desa Beit Saadan di Distrik Arhab.

“Saya sangat terganggu oleh serangan tanpa henti terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di seluruh Yaman oleh semua pihak dalam konflik, yang selanjutnya menghancurkan tatanan sosial Yaman dan meningkatnya kebutuhan kemanusiaan, terutama untuk bantuan medis pada saat sektor kesehatan runtuh,” kata McGoldrick dalam sebuah pernyataan Senin.

Tidak ada komentar dari koalisi yang dipimpin Saudi, yang telah melakukan serangan udara terhadap posisi-posisi yang dipegang oleh kelompok militer Syiah Houthi Yaman.

Pejabat PBB menyerukan agar pihak yang bertikai di Yaman untuk kembali bertekad melaksanakan gencatan senjata 10 April.

“Dengan demikian, mereka akan membantu menghindari kerugian lebih lanjut bagi kehidupan di Yaman dan membantu posisi Yaman di jalan menuju perdamaian,” katanya.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai ibukota Sanaa dan memaksa pemerintah Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi untuk melarikan diri ke Riyadh.

Konflik meningkat tahun lalu ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi militer besar-besaran yang bertujuan untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan memulihkan pemerintah Hadi.

Pembicaraan damai yang ditengahi PBB antara pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi gagal membuat terobosan nyata.

Lebih dari 3 juta warga Yaman telah terlantar akibat konflik yang sedang berlangsung di negara Arab tersebut, menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Raja Saudi Tolak Permainan Politik Iran pada Ibadah Haji

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Raja Saudi Salman mengatakan pada hari Selasa bahwa kerajaan menolak setiap upaya untuk bermain politik dengan haji, ibadah tahunan yang telah menambah ketegangan antara Riyadh dan Teheran, lansir World Bulletin Selasa (13/09/2016).

Dengan penuh keprihatinan, Riyadh mengatakan Teheran menuntut hak untuk mengatur haji.

“Kerajaan dengan tegas menolak bahwa haji melayani tujuan politik apapun,” Salman, 80 tahun, mengatakan dalam pidato singkat untuk VIP internasional yang menghadiri ibadah haji.

Teheran menuduh Riyadh “memblokir jalan menuju Allah.”

Di antara isu-isu itu keamanan adalah insiden desak-desakan jamaah asing dengan warga Iran yang bergerak berlawanan arah pada haji tahun lalu yang menurut pejabat asing, menewaskan sekitar 2.300 orang.

Iran melaporkan jumlah korban terbesar yaitu sejumlah 464.

Hanya beberapa hari sebelum haji tahun ini, yang dimulai pada hari Sabtu, pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khomeini mempertanyakan hak Arab Saudi untuk mengelola situs suci Islam.

Ia menyebut keluarga penguasa Saudi sebagai “Setan kecil” yang telah mempolitisasi ibadah haji. Khomeini juga menghasut bahwa pemerintah Saudi “membunuh” para korban insiden terinjak tahun lalu.

Tuduhan pemimpin Syiah Khamenei tersebut dijawab oleh ulama Saudi.

Mufti Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz membalas dengan mengatakan dalam sebuah surat kabar bahwa Iran “bukan Muslim.”

Dewan Kerja Sama Teluk yang beranggotakan enam negara, dimana Arab Saudi adalah salah satu anggotanya, mengatakan Iran “melakukan upaya putus asa untuk mempolitisasi” haji dan mengatakan bahwa pernyataan Khamenei tersebut ofensif.

Lebih dari 1,8 juta umat Islam dari seluruh dunia telah mengikuti ibadah haji tahunan yang secara resmi berakhir pada hari Kamis.

“Melayani tamu Allah adalah suatu kehormatan bagi kami,” kata Salman di depan delegasi VIP.

Arab Saudi mengatakan warga Iran masih disambut untuk melaksanakan haji jika mereka berasal dari negara lain. Juru bicara kementerian haji mengatakan “sejumlah” warga Iran yang memegang paspor Negara lain hadir dalam haji tahun ini.

Dia tidak menjelaskan lebih spesifik.

Arab Saudi yang didominasi Muslim Sunni dan Iran yang merupakan sekte Syiah tidak memiliki hubungan diplomatik dan berselisih atas sejumlah isu regional termasuk perang di Suriah dan Yaman.

Aparat Rusak Perayaan Idul Adha, Dua Warga Muslim Kashmir Tewas oleh Polisi India

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Dua pengunjuk rasa tewas dan puluhan lainnya terluka dalam bentrokan dengan pasukan India di Kashmir yang dikuasai India, membuat jumlah korban tewas setelah berbulan-bulan kerusuhan menjadi 82, saat aparat merusak perayaan Idul Adha di wilayah yang disengketakan, Aljazeera melaporkan Selasa (13/09/2016).

Salah satu pengunjuk rasa tewas pada hari Selasa setelah dipukul kepalanya oleh tabung gas air mata di distrik utara Bandipora, seorang polisi mengatakan kepada kantor berita Associated Press pada kondisi anonimitas.

Pengunjuk rasa lainnya dibunuh oleh peluru pelet yang kelur dari senapan di Shopian, di selatan Kashmir, kata petugas itu.

Sedikitnya 60 orang terluka dalam bentrokan di 10 tempat yang berbeda di wilayah yang disengketakan, yang masih berada di bawah jam malam.

Kebanyakan orang tinggal di dalam ruangan selama Hari Raya Idul Adha, sementara di Srinagar, ibukota Kashmir yang dikuasai India, pasar yang biasanya ramai tampak sepi.

Pihak berwenang tidak mengizinkan shalat Idul Adha berjamaah di Masjid-masjid utama Kashmir atau di lapangan untuk shalat Id di wilayah mayoritas Muslim, tetapi sholat diadakan oleh orang-orang di masjid lingkungan kecil.

Jam malam tampaknya telah menggagalkan pawai yang telah direncanakan oleh para pemimpin separatis menuju kantor pengamat militer PBB di Srinagar, yang memonitor gencatan senjata antara India dan Pakistan di wilayah yang disengketakan.

Ribuan orang memprotes kekuasaan India di Kashmir hampir setiap hari sejak pembunuhan seorang pemimpin perlawanan, mujahid muda yang populer dalam baku tembak dengan tentara pada tanggal 8 Juli.

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak keduanya memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Kedua Negara mengklaim wilayah itu secara penuh.

Beberapa kelompok perlawanan Muslim Kashmir selama beberapa dekade telah berjuang melawan tentara India – yang saat ini berjumlah sekitar 500.000 dan dikerahkan di wilayah Kashmir- menuntut kemerdekaan bagi wilayah mereka atau bergabung dengan Pakistan.

Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, tewas dalam pertempuran itu.

PBB Kirim 20 Truk Bantuan Kemanusian ke Aleppo Melalui Turki

HATAY (Jurnalislam.com) – PBB telah mengirimkan 20 truk bantuan kemanusiaan ke Suriah dari Turki setelah gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia mulai berlaku di seluruh negeri, menurut sumber-sumber keamanan, Anadolu Agency melaporkan Selasa (13/09/2016).

Sumber-sumber keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan 20 truk bantuan milik PBB, menyeberang ke kota Aleppo, Suriah yang dilanda perang dari kota perbatasan Cilvegozu di provinsi selatan Hatay, Turki.

Sumber tersebut mengatakan bahwa truk-truk berangkat sekitar tengah hari (0900GMT) Selasa dari gerbang perbatasan Cilvegozu. Sedikitnya 40 truk diharapkan untuk menyeberangi perbatasan pada akhir hari, kata mereka.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin berkomentar mengenai kesepakatan gencatan senjata di Suriah yang dicapai selama akhir pekan.

“Jika berhasil, gencatan senjata akan diperpanjang satu minggu lagi dan kemudian akan berlangsung terus-menerus,” katanya, menambahkan bahwa makanan, pakaian dan mainan yang disediakan oleh PBB dan Bulan Sabit Merah Turki akan disampaikan terutama untuk warga Aleppo pada Senin malam.

AS dan Rusia sepakat untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pertempuran di Suriah yang dilanda perang, Sekretaris Negara John Kerry mengumumkan pada Sabtu pagi.

Kesepakatan gencatan senjata bertujuan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung.

Suriah telah mengalami kerugian yang tak terkatakan selama lima tahun terakhir sejak rezim Nushairiyah Bashar al-Assad dengan keras menekan protes damai menentang pemerintahannya, dengan kebrutalan militer yang menewaskan ratusan ribu korban dan jutaan lainnya menjadi pengungsi.

Pemimpin Ahrar al Syam: Militer Turki Dukung Faksi-faksi Perlawanan dan Sepakat Bentuk Dewan Militer

SURIAH (Jurnalislam.com) – Iyad al-Shaar yang dikenal sebagai Abu Hassan Altbuque, pemimpin lama dan anggota pendiri faksi jihad Ahrar al Syam yang saat ini menjadi penasehat kepala sayap politik, menekankan bahwa Turki tidak berubah sikap dalam revolusi Suriah walaupun telah pemulihan hubungan baru Turki dengan Rusia.

Penegasan ini dinyatakan dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh surat kabar Timur Tengah dengan al-Shaar di mana ia mengatakan; “Faksi-faksi yang berjuang, terutama Ahrar al Syam tidak berubah dalam kesepakatan dengan Turki setelah pemulihan hubungan Turki dengan Rusia, karena Turki adalah sekutu utama dan mitra bagi kita.”

Ia juga menambahkan bahwa konvergensi Turki-Rusia seperti itu akan memberikan kesempatan bagi faksi perlawanan Suriah untuk menyampaikan pesan langsung ke Rusia melalui pemerintah Turki, dan itu adalah keuntungan bagi faksi, menurut al-Shaar.

Faksi yang efisien secara keseluruhan, yang dipimpin oleh Gerakan Islam Ahrar al-Syam, Faylaq al-Syam, Jaysh al Islam, dan gerakan Nur al-Din Al-Zanki sepakat untuk membentuk dewan militer terpadu, dan diharapkan banyak inisiatif yang diluncurkan dalam hal ini sepanjang tahun ini, menurut al-Shaar.

Ia mengatakan sesuai dengan titik pandang pribadinya bahwa Jabhat Fath al Syam sebenarnya terlepas dari al Qaeda, dan ingin berbuat lebih banyak tindakan untuk mengkonfirmasi pemisahan tersebut, tanpa menentukan seperti apa bentuk tindakan itu, menekankan bahwa pada akhirnya solusi di Suriah adalah politik, tetapi untuk melestarikan prinsip-prinsip Revolusi Bashar al-Assad dan rezimnya harus pergi, bahkan sejak dalam masa transisi, sekaligus untuk melestarikan identitas Islam dalam negara, seraya mengatakan bahwa pertempuran tidak akan berakhir dengan cepat.

Puluhan faksi perlawanan Suriah, terutama Gerakan Islam Ahrar al-Sham, Jaysh al Islam, Faylaq al Syam, dan gerakan Nur al-Din Al-Zanki, dan Divisi-13 menolak dalam pernyataan bersama jika Jabhat Fath al Syam dijadikan target serangan sesuai perjanjian Rusia – Amerika.

Pesan Idul Adha Amirul Mukminin Syeikh Hibatullah Akhundzada

Pesan Idul Adha Amirul Mukminin Syeikh Hibatullah Akhundzada

 

Dengan nama Allah, Maha Pengasih Maha Penyayang

Allah Maha Besar; Allah Maha Besar; Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah.

Segala puji bagi Allah yang melimpahi kita dengan berkah iman dan Islam saat Ia menurunkan pada kita yang terbaik dari kitab-Nya dan mengirimkan kepada kita yang terbaik dari para nabi-Nya dan mensahkan bagi kita yang terbaik dari hukum agama-Nya. Segala puji bagi Allah. Semua yang baik adalah di tangan-Nya dan segala urusan kembali kepada-Nya. Dia menciptakan apapun yang Dia kehendaki dan Dia pilih. Kita tidak memiliki pilihan. Semua kemuliaan adalah untuk Allah serta semua pujian di dunia ini dan di dunia yang akan datang. Dialah yang memberi keputusan dan semua kembali kepada-Nya.

Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan tidak ada sekutu bagiNya. Saya bersaksi bahwa Muhammad Saw adalah Hamba dan Rasul-Nya. Ia menyampaikan pesan dan memenuhi kewajiban dan mendakwahkan umat dan berjuang di jalan Allah. Semoga shalawat dan salam tercurah atas dirinya dan keturunannya, pada para sahabat dan pengikutnya dan semua orang yang mengikuti sunnah-sunnahnya sampai hari kiamat.

Setelah ini, saya ingin sampaikan:

Allah Swt berfirman:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” Surah: 108 (Al Kautsar), Ayat: 2

Rekan-rekan sebangsaku yang beriman dan saudara-saudara se-iman di setiap sudut dunia.

Asalamu’alaikum wa Rahmatullah wa barakatuh,

Seraya mengharapkan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan yang baik bagi Anda, saya ingin menyampaikan kepada Anda dalam kesempatan Idul Adha yang menguntungkan ini. Semoga Allah Swt menerima semua ibadah, persembahan qurban, amal dan semua perbuatan yang telah Anda lakukan untuk mendapatkan ridho Allah Swt. Selain ucapan keberkahan Idul Adha, saya ingin mengucapkan selamat kepada para mujahid, khususnya atas kemenangan baru-baru ini yang telah diberikan Allah Swt pada formasi Jihad karena atas berkah dan bantuan-Nya, serta pengorbanan para mujahidin dan bantuan dari rakyat, meskipun musuh menggunakan kekuatan berat; ditambah masuknya pasukan asing dan bombardir bom yang berbeda. Namun banyak kabupaten dan daerah yang telah dibersihkan dari musuh di provinsi negara yang berbeda. Segala puji bagi Allah, bendera putih Imarah Islam berkibar di sana.

Para Mujahid Saudaraku,

Pada tahun-tahun pertama pendudukan, kewajiban kita adalah untuk berperang melawan musuh tapi sekarang karena kami memiliki kontrol atas banyak wilayah, ini adalah waktu dimana kita harus menuai buah dari jihad 15 tahun dan melaksanakan tujuan jihad yaitu: pelaksanaan Syariah Ilahi di tanah Allah; untuk membangun keadilan; menjaga stabilitas dan keamanan; untuk melindungi perbatasan dan mempertahankan jiwa, harta, kehormatan dan semua hak yang diberikan Allah bagi rekan sebangsa.

Para pejabat dari Komisi Militer, gubernur, personil dari pengadilan yudisial, anggota komisi provinsi, administrator distrik dan komandan unit (bersenjata) dan semua personil komisi sipil harus memperhatikan secara eksklusif pemeliharaan keamanan dan keadilan, pelaksanaan Syariah, pemerintahan yang efisien, promosi pendidikan agama dan modern dan pengerjaan fasilitas umum lain seperti jalan, jembatan, urusan kesehatan, air minum, pertanian dan perdagangan serta pekerjaan umum lainnya. Mencegah orang-orang yang membahayakan tempat-tempat fasilitas publik ini sehingga warga yang beriman dapat menjalani hidup yang cerah, bahagia, cukup dan makmur di bawah bayang-bayang kedaulatan Syariah dan bernapas lega dalam suasana damai.

Agar Mujahidin berhasil dalam ujian besar ini, mereka harus secara khusus memperhatikan titik-titik ini:

– Mencanangkan niat Anda semata-mata untuk Allah dan untuk jalan Allah Swt;

– Semua pihak harus menghiasi diri dengan hiasan kesolehan, baik yang junior maupun yang senior;

– Teruslah berdoa kepada Allah Swt agar Dia memberikan kesempatan anda untuk melakukan kewajiban suci Jihad;

– Berlaku adil dan tolong menolong;

– Jauhi dari sifat membanggakan diri, angkuh dan sombong, berbuat ceroboh dan pengkhianatan dan menjauhkan diri dari bias berdasarkan etnis suku, golongan, geografi, bahasa dan praduga;

– Kriteria untuk hak istimewa harus hanya berdasarkan kesolehan dan komitmen;

– Ciptakan suasana kepercayaan dan persaudaraan di antara kalian dan hindari tindakan yang mengarah kepada rasa ketidakpercayaan di antara kalian;

– Mujahid bersaudara seharusnya tidak meninggalkan kewajiban mengajak berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran. Melakukan sholat berjamaah dan berhenti melakukan pengkhianatan di Baitulmal (harta publik);

– Menanggung keluarga dan anak-anak para syuhada dan tahanan dengan amalan terbaik yang dapat dilakukan;

– Jangan pernah lupa etika berbasis Syariah dari mendiang, pemimpin tercinta, Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah memberkatinya) dan syuhada Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Mansur (semoga Allah memberkatinya ) dan cermat mematuhi cara mereka. Beribadah sebagai amalan Anda dengan tujuan yang tinggi untuk melayani orang-orang karena memberikan kemakmuran dan kenyamanan bagi mereka dengan menghilangkan kesulitan mereka adalah tindakan yang paling dicintai Nabi Saw.

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi Saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah Swt?” Rasulullah Saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. (HR. Thabrani)

Mujahidin harus secara eksklusif fokus membersihkan jajaran dan barisan mereka. Jangan biarkan seorang oknum, orang yang terkenal, yang suka memanjakan diri sendiri, dan para pencuri uang dan orang tidak bermoral tetap berada di jajaran Anda – mereka yang tidak berkelakuan baik terhadap rakyat. Ini untuk menghindari agar rakyat tidak menghadapi pelecehan. Mujahidin harus menjaga interaksi dengan para pemimpin agama dan spiritual yang terhormat, para pemuka suku yang berpengaruh dan orang-orang berwawasan shaleh; gali pandangan dan nasihat mereka dan dapatkan keuntungan dari pengalaman mereka.

Selain memberikan pelatihan militer, latih mujahidin bagaimana berperilaku baik dengan orang-orang, mencegah korban sipil, mempertahankan keadilan dan memenangkan hati serta pikiran orang-orang; menginstruksikan mereka dari waktu ke waktu tentang hak-hak dan martabat rakyat. Mujahidin harus bersikap baik dengan orang-orang yang telah meninggalkan jajaran korup pemerintah Kabul atau berada di tahanan.

Saya menginstruksikan ikhwan mujahidin untuk melakukan tugas Panggilan dan Bimbingan, fokus memikat mereka yang berada di jajaran musuh, selain melaksanakan operasi jihad. Untuk tujuan ini, mujahidin, personil Komisi Panggilan dan Bimbingan, personil Kebudayaan dan Media, sastrawan dan para pengajar harus sepenuhnya memperhatikan upaya penyadaran dan ajakan; selain memberikan pelatihan bagi mujahidin dan generasi berikutnya, mujahidin juga menyebarluaskan pesan bagi mereka yang berada di jajaran musuh sehingga mereka memahami kebenaran dan keberhasilan jajaran jihad, buat mereka menjadi sadar akan sejarah Islam dan kegagahannya, dan memahami bahwa yang tersisa dari penjajah hanyalah tindakan berbahaya dan merusak.

Kami berterima kasih kepada semua orang-orang dermawan di setiap sudut dunia yang telah membantu Imarah Islam atau percaya dengan pembentukan jihad ini, seluruh ulama dan penulis terhormat yang telah menegaskan dan mendukung tujuan kita atau berbagi pandangan terbaik mereka dengan kami atau menunjukkan simpati mereka dengan kami atau menyampaikan belasungkawa mereka selama kematian Amirul Mukminin Mullah Mohammed Omer Mujahid (semoga Allah memberkatinya) dan Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Mansur (semoga Allah memberkatinya). Saya memohon kepada Allah Swt untuk sepenuhnya menghargai mereka karena kejujuran mereka.

Memanfaatkan kesempatan Idul Adha yang baik ini, saya memanggil semua warga Afghanistan yang bekerja di sektor militer dan sipil pada penyerbu asing untuk merenungkan sikap mereka sejenak dan mencari tahu sendiri bahwa invasi Afghanistan oleh Amerika dan Sekutunya adalah bagian dari perang global pasukan kafir (salibis) terhadap umat Islam.

Tujuannya adalah untuk menegakan sistem Islam yang nyata dan membantu penggantinya yang telah dilatih agar dapat mencapai koridor kekuasaan; untuk menyebarkan hukum, pikiran, dogma dan kebiasaan anti-Islam di negeri Islam ini. Oleh karena itu, mereka harus merenungkan posisi mereka yang membahayakan secara mendalam di jajaran penjajah. Dukungan mereka terhadap penjajah kafir tidak diragukan lagi bertentangan dengan perintah Allah Swt dan Nabi-Nya Saw.

Allah Yang Mahakuasa berfirman:

” Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” Surah: 24 (An Nuur), Ayat: 63

Pesan kami ke negara-negara mayoritas Islam dan semua orang yang mencintai kebebasan dunia adalah bahwa perjuangan kita bukanlah perjuangan yang tidak sah, atau sebuah pemberontakan untuk tujuan yang melanggar hukum atau hanya ekspresi emosi tanpa pilar pemerintahan Islam.

Sebaliknya, negara kita telah diserang dan rezim pengganti yang anti-Islam dan tunduk pada musuh telah dipaksakan pada kami melalui tank, artileri dan pesawat pembom mereka menentang keinginan agama dan kemerdekaan orang yang penuh cinta dan pemikiran independen orang-orang yang penuh cinta. Sistem Islam dan kemerdekaan negara adalah hak asasi manusia dan agama kami. Negara-negara Islam dan penduduk dunia yang mencintai kebebasan harus mendukung kami sebagai kewajiban mereka dan melakukan tanggung jawab mereka dengan mendukung rakyat kami yang tertindas.

Imarah Islam Afghanistan terus melakukan upaya diplomatik yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah Afghanistan bersamaan dengan pendekatan militer. Kami telah mendelegasikan Kantor Politik untuk mengusahakan tujuan ini serta untuk memelihara hubungan dengan dunia dan entitas yang bersangkutan (melalui upaya damai dan diplomatik). Kami ingin memiliki hubungan dengan dunia dan menjawab pertanyaan mereka serta mengurangi kekhawatiran mereka sehingga kita dapat menyelamatkan negara kita dari kerusakan lebih lanjut di masa depan dan bahwa orang lain juga tidak akan dirugikan oleh negara kita.

Kami mengutuk keras segala macam kekejian yang dilakukan terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya di Suriah, di mana umat Islam sedang diberondong dengan berbagai macam ujian. Rumah-rumah penduduk, Masjid, lembaga pendidikan dan pusat kesehatan telah rata dengan tanah. Kami memanggil orang-orang di setiap sudut dunia yang memiliki kesadaran untuk meningkatkan seruan mereka dalam mencegah kekejaman ini.

Ketidakadilan dan kekejaman sedang dilakukan terhadap orang-orang yang tertindas oleh pihak-pihak yang kebal hukum. Jika mereka tidak berhenti, maka semua orang akan dirugikan – karena di satu sisi, para tiran terus melakukan kekejaman dan menggunakan kekuatan mereka sedangkan di sisi lain, korban yang tertindas mengupayakan segala cara untuk bebas dari kondisi mereka yang menyedihkan dan untuk melakukan pembalasan. Akibatnya, keamanan dunia dapat memburuk.

Akhir kata, kami mendesak semua saudara-saudara kami yang kaya dan dermawan untuk berbagi bersama keluarga para syuhada, tahanan, orang-orang yang cacat, anak yatim dan keluarga para mujahidin dan anak-anak mereka di hari-hari keberuntungan Idul Adha dan membantu mereka yang semampu Anda. Saya meninggalkan Anda dalam kepercayaan dari Allah.

 

Amirul Mukminin Syeikhul Hadis Hibatullah Akhundzada

Pemimpin Imarah Islam

12/07/1437/Hijriah 09/09/2016 Masehi