Forum Me-DAN Jawa Tengah Sebar Daging Qurban di Daerah Rawan Pemurtadan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) membagikan daging Qurban di daerah rawan pemurdatan dan bencana alam di Deliksari, Semarang, Senin (12/9/2016).

Daging qurban diserahkan langsung oleh Ketua Forum Me-DAN Jawa Teng, Lutfi Miftah. Aksi sosial di daerah rawan kristenisasi tersebut sebagai upaya menjalin silaturahmi antara warga dan Me-DAN.

“Ini adalah langkah follow up aksi sebelumnya yaitu bakti sosial yang dulu kami lakukan. Dan dengan pengiriman daging qurban ini semoga hubungan kita tetap terjalin baik,” katanya kepada Jurniscom, Senin (12/9/2016).

Lutfi mengatakan, selain mengadakan aksi-aksi sosial Me-DAN Jawa Tengah juga aktif mengirimkan da’i untuk membentengi warga dari pemurtadan. Program tersebut Me-DAN bekerja sama dengan Jama’ah Ansharusy Syariah Semarang.

“Selama ini kami juga bekerja sama dengan Ansyarusy Syariah semarang mengirim ustadz untuk berdakwah menjaqa aqidah dari pemurtadan,” jelasya.

Untuk diketahui, kristenisasi di daerah Deliksari menyasar kepada masyarakat kurang mampu. Diantara lembaga-lembaga salib yang sudah masuk ke Deliksari adalah Rotari Club, Yayasan Soegipranoto, Unika dan lain-lain.

Kondisi masjid di daerah itu sangat memprihatinkan. Untuk air wudhu, masjid hanya mengandalkan dari air hujan Daerah Deliksari juga dikenal sebagai daerah rawan longsor dan kekeringan.

Penata Rambut di Norwegia Didenda karena Tolak Pelanggan Berjilbab

NORWEGIA (Jurnalislam.com) – Norwegia menjatuhkan denda bagi seorang penata rambut sekitar 1.000 euro pada hari Senin setelah ia dinyatakan bersalah atas diskriminasi karena berpaling dari pelanggan Muslim yang mengenakan jilbab, lansir World Bulletin, Senin (12/09/2016).

“Pengadilan … tidak memiliki keraguan bahwa terdakwa bertindak sengaja, bahwa ia sengaja didiskriminasikan Bayan dengan mengeluarkan dia dari salon karena dia adalah Muslim,” pengadilan memutuskan.

Ini dikenakan denda 10.000 kroner (€ 1.075 / $ 1.200) dan juga memerintahkan dia untuk membayar biaya pengadilan 5.000 kroner.

Hodne bermaksud untuk mengajukan banding atas keputusan itu, pengacaranya mengatakan kepada kantor berita NTB.

Penata rambut berusia 47-tahun tersebut mengatakan kepada pengadilan bahwa ia melihat jilbab sebagai simbol politik yang mewakili ideologi yang menakutkan baginya, bukan sebagai simbol agama.

“Saya melihatnya sebagai simbol totaliter. Ketika saya melihat jilbab, saya tidak berpikir agama, tapi ideologi dan rezim totaliter,” katanya kepada hakim, yang dikutip oleh harian Verdens Gang.

Menurut dakwaan, Hodne mengatakan kepada Bayan agar “pindah ke tempat lain karena dia tidak menerima (klien) seperti dia.”

Penata rambut tersebut awalnya menolak untuk membayar denda sebesar 8.000 kroner atas tindakan diskriminasi agama, dan kasus karena itu dibawa ke pengadilan distrik Jaeren hari Kamis.

Hodne mengakui bahwa dia seharusnya bisa bersikap jauh lebih sopan terhadap Bayan, 24 tahun, namun dia membantah tuduhan diskriminasi agama.

Markas Besar di Tarinkot dalam Kepungan Ketat Taliban

URUZGAN (Jurnalislam.com) – Para pejabat mengatakan bahwa kantor pusat provinsi, markas besar polisi dan instalasi rezim antek AS lainnya masih di bawah pengepungan ketat dan serangan berat Mujahidin Imarah Islam (Taliban), Al Emarah News melaporkan, Ahad (11/09/2016).

Musuh mencoba beberapa serangan untuk mematahkan pengepungan tapi gagal setiap kali setelah menderita kerugian fatal.

Mujahidin Taliban posisi mereka melawan musuh dan belum mundur bahkan selangkah pun.

Klaim palsu musuh mengenai korban di pihak Mujahidin benar-benar tidak berdasar karena ini adalah teknik yang biasa mereka lakukan untuk meningkatkan moral pasukan mereka, koresponden Al Emarah mengatakan.

Penjajah AS dan antek mereka membombardi wilayah warga sipil dan kemudian menyebut mereka sebagai pasukan Taliban.

Mujahidin Taliban juga melancarkan serangan terkoordinasi atas 4 pos pemeriksaan milik pasukan bayaran di daerah Gorjiz dan Ashzo di distrik Chora tengah hari Ahad.

Tembak-menembak senjata berat dan ringan mengakibatkan 4 pos pemeriksaan musuh direbut dan sejumlah besar wilayah Kunj dibersihkan oleh mujahidin Taliban.

Sepeda motor militer, 2.000 amunisi, 3 panel surya dan peralatan perang lainnya berhasil disita dari pos.

“Semua pujian hanya milik Allah Swt, mujahidin sama sekali tidak menderita korban,” kata mujahidin Taliban pada Al Emarah News.

Kantor Berita BBC Lakukan Distorsi Informasi saat Liput Perang Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Gambar yang dipublikasikan menunjukkan koresponden British Broadcasting Corporation (BBC) di Suriah, Assaf Abboud, tertawa bersama sejumlah perwira militer rezim Assad di kota Aleppo, pada hari Sabtu (10/09/2016), beberapa hari setelah pengepungan di kota tersebut diberlakukan kembali, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (12/09/2016).

The BBC Channel sepenuhnya dilaporkan berpihak pada rezim Nushairiyah Assad dan mendistorsi beberapa fakta peristiwa di Suriah dibanding media Barat lainnya, di mana penyimpangan serupa pernah dilakukan oleh saluran berita itu.

kantor-berita-bbcSaluran berita Inggris tersebut beberapa bulan yang lalu menerbitkan gambar pemboman oleh pasukan al-Assad di lingkungan Aleppo sebagai balasan atas “penembakan yang dilakukan oleh faksi perlawanan Suriah di distrik yang berada di bawah kendali pasukan al-Assad, kemudian meminta maaf atas cerita tersebut pada halaman resmi mereka.

Presenter TV BBC di Suriah, Dima Izz el-Deen, mengumumkan pengunduran dirinya setelah insiden tersebut untuk memprotes pelanggaran yang dilakukan oleh saluran berita berstandar profesional tersebut dalam mencakup pemberitaan peristiwa di Suriah.

 

Muslim di Seluruh Dunia Rayakan Idul Adha pada Hari Senin

JURNALISLAM.COM – Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha pada hari Senin (12/09/2016), salah satu dari dua Hari Raya paling penting bagi umat Islam.

Mempelajari kesediaan Nabi Ibrahim AS, untuk mengorbankan anaknya Ismail AS, atas perintah Allah Swt, umat Islam menandai Hari Raya dengan menyembelih hewan Qurban seperti domba atau kambing, sapi dan Onta. Daging hewan tersebut dibagi di antara keluarga dan teman-teman dan juga disumbangkan untuk orang miskin setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Muslim di seluruh benua merayakan Hari Raya yang datang bersamaan dengan hampir selesainya ibadah haji tahunan ke Mekah di Arab Saudi.

Ratusan ribu Warga Palestina berbondong-bondong ke Masjid al-Aqsha di Yerusalem untuk shalat Idul Idha.

Di Timur Tengah, misalnya di Irak, pemerintah memberlakukan langkah-langkah keamanan yang ketat selama festival, mengawasi jamaah saat mereka memasuki Masjid Abdul-Qadir al-Jailani di Baghdad.

eid-al-adhaDi jazirah Arab bahkan hingga Afghanistan jutaan Muslim merayakan Idul Adha juga secara bersamaan, begitu juga di Asia, ratusan ribu orang meninggalkan ibukota Bangladesh Dhaka dalam kereta api dan kapal feri yang penuh sesak menuju kampung halaman mereka untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga dan teman-teman, sementara di Indonesia di ibukota Jakarta jutaan Muslim menghadiri sholat Ied di berbagai Masjid secara serentak.

Festival ini juga dirayakan di seluruh Afrika, dimana jutaan muslim di negara-negara seperti Somalia dan Kenya menghadiri sholat Idul Adha.

Di eropa, Rusia, ratusan ribu umat Islam berkumpul untuk shalat di Moskow sementara di Inggris, Perdana Menteri Theresa Mei merilis sebuah pesan video kepada komunitas Muslim di negara itu.

“Saya bangga dengan kontribusi Muslim Inggris kepada negara ini dan bangga bahwa Inggris adalah rumah bagi orang-orang dari latar belakang yang dinamis dan beragam,” katanya, seperti yang dikutip Al Arabiya News Channel.

Liga Arab Kutuk Kongres AS Sahkan RUU Serangan 9/11

KAIRO (Jurnalislam.com) – Liga Arab mengutuk RUU hukum yang disahkan oleh Kongres AS yang akan memungkinkan keluarga korban serangan 9/11 untuk menuntut Arab Saudi atas kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan, lansir World Bulletin Senin (12/09/2016).

Dalam sebuah pernyataan hari Senin, Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Abul Gheit, memperingatkan bahwa jika administrasi AS gagal memveto, RUU itu akan mengeruhkan hubungan.

“Hukum tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Piagam PBB dan aturan yang ditetapkan hukum internasional,” kata Abul-Gheit.

“Hukum tersebut tidak didasarkan pada norma-norma atau prinsip-prinsip hubungan antara negara-negara internasional,” tambahnya, menyuarakan harapan bahwa pemerintahan AS akan memveto hukum yang “cacat” itu.

Arab League Secretary-General Amr Moussa attends an emergency meeting among the Arab League foreign ministers, held to discuss issues about Libya, at the headquarters in Cairo March 2, 2011. Arab foreign ministers called on the Libyan leadership on Wednesday to take "brave" decisions to stop violence and respect the "legitimate rights" of the people. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh (EGYPT - Tags: CIVIL UNREST POLITICS)

Sebelumnya pada hari Senin, Gulf Cooperation Council (GCC) mengutuk RUU itu.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani mengatakan hukum itu “bertentangan dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip hubungan antara negara dan prinsip kekebalan berdaulat yang dimiliki oleh setiap negara.”

Hukum itu disahkan oleh DPR pekan lalu, namun pemerintah AS telah mengancam akan memveto langkah tersebut.

Jika RUU itu menjadi hukum, maka akan memberikan hak bagi keluarga korban 9/11 untuk menuntut Arab Saudi atas setiap dugaan bahwa Arab kemungkinan berperan dalam serangan 9/11.

Lima belas dari 19 pembajak pesawat berasal dari Arab Saudi.

Faksi Marwan Hadid Rebut Daerah Strategis di Distrik Hama dari Pasukan Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok Marwan Hadid yang meliputi beberapa faksi militer, melakukan operasi militer di Hama setelah Ahad sore, dan menguasai daerah-daerah strategis baru setelah pertempuran dengan pasukan rezim Assad, lansir ElDorar AlShamia Senin (12/09/2016).

Menurut faksi jihad Jund Al-Aqsha kelompok itu mampu mengontrol kota Kawkab yang berdekatan dengan kota Maan di pedesaan utara-timur Hama; yang dianggap sebagai benteng terbesar terakhir milisi pertahanan nasional di wilayah tersebut.

Faksi Abnaa al-Sham, FSA mengumumkan bahwa mereka menguasai wilayar di sekitar Batalion Artileri Assad hingga ke kota Kawkab.

Faksi (Jaysh al-Naser, al-Izza Gathering, Jund al-Aqsha dan Abnaa al-Sham) sebelumnya berhasil menguasai kota-kota Soran, Halfaya, Muardes, Lahaya dan al-Massasneh di pedesaan utara Hama.

Serangan Bom Nyaris Hantam Kantor Gubernur dan Markas Partai Keadilan di Tenggara Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 53 orang terluka dalam serangan bom di dekat kantor gubernur dan markas besar Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di tenggara kota Van, lansir Anadolu Agency Senin (12/09/2016)

Sebuah bom mobil meledak pada pukul 10:50 waktu setempat (0750GMT) dekat kantor polisi.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan 46 orang yang terluka telah keluar dari rumah sakit. “Sisanya tujuh orang masih harus diobati,” katanya kepada wartawan di lokasi serangan.

Sebelumnya, Gubernur Ibrahim Tasyapan mengatakan dua dari korban yang cedera berada dalam kondisi kritis.

“Sebuah mobil bermuatan bom meledak di luar sebuah pos pemeriksaan polisi sekitar 10 detik setelah aparat keamanan menyadarinya,” tambah Tasyapan. Dia mengatakan orang tak dikenal itu terlihat bergerak menjauh dari mobil sesaat sebelum ledakan.

Serangan itu merusak berat bangunan kantor partai AK dan sebuah hotel di dekatnya. Jendela rumah dan bagian depan toko-toko di dekatnya juga hancur dalam ledakan itu.

Tidak ada pengakuan bertanggung jawab dari kelompok teror PKK yang sebelumnya sering menargetkan pasukan Turki menggunakan bom mobil di wilayah tersebut.

Pertempuran Baru akan Diluncurkan di Selatan Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Beberapa faksi mujahidin Suriah mengumumkan dalam pernyataan bersama pada hari Ahad untuk memulai pertempuran hingga pejuang Mujahidoun Hata al-Naser mencapai kemenangan di selatan Suriah, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (11/09/2016)

Pernyataan yang ditandatangani oleh 17 faksi menekankan bahwa pertempuran terjadi untuk menanggapi kebijakan rezim Nushairiyah Assad yang telah menggusur orang dan merebut tanah, tanpa memberikan rincian tempat atau tujuan medan perang.

Pernyataan telah dirilis sehari sebelum pertempuran “Qaddissiyat al-Janoub” kemarin di pedesaan Quenietra, yang menargetkan pasukan Syiah Assad di sana, dan pengumuman muncul hanya beberapa jam sebelum Perjanjian Gencatan Senjata Rusia-Amerika akan diberlakukan, yang menetapkan semua pihak di Suriah menghentikan semua pertempuran.

Sementara beberapa faksi jihad masih bermusyawarah bagaimana merespon perjanjian ini (Washington – Moskow).

 

 

Rezim Assad Umumkan Gencatan Senjata di Suriah namun Tidak untuk Jabhat Fath al Syam

IDLIB (Jurnalislam.com) – Rezim Suriah hari Senin (12/09/2016) mengumumkan dimulainya gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia di seluruh negeri, kata kantor berita resmi.

The Syrian Arab News Agency mengatakan gencatan senjata akan berlaku sejak Senin pukul 19:00 waktu setempat (1600GMT) hingga 18 September pukul 23:59 waktu setempat (2059GMT).

Menurut pernyataan Komando Umum Angkatan Darat dan Angkatan Bersenjata, gencatan senjata tujuh hari tersebut diterapkan di Suriah tetapi tentara mempertahankan hak untuk “menindak tegas bagi yang menggunakan semua jenis senjata untuk setiap pelanggaran oleh kelompok bersenjata.”

Seorang pejabat pertahanan sipil melaporkan terjadinya potensi pelanggaran gencatan senjata, meskipun belum jelas kapan serangan tersebut terjadi.

Mohammed Maznuk mengatakan pesawat rezim menyerang Maarat Misriun hingga utara kota Idlib, menewaskan sedikitnya 10 orang. Dia mengatakan kepada Anadolu Agency 17 orang terluka dalam serangan itu.

Gencatan senjata ditujukan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke bagian negara yang terkepung. Sekretaris AS John Kerry menjuluki kesepakatan itu sebagai “titik balik” dan bisa menandai sebuah langkah “menuju perdamaian yang dinegosiasikan dan transisi politik di Suriah.”

Gencatan senjata ini berlaku untuk semua kelompok bersenjata di Suriah kecuali Jabhah Nusrah, yang baru saja berubah nama menjadi Jabhat Fath al-Syam.