AS: Tidak akan Ada Pasukan Peshmerga dan Syiah yang Tergabung dalam Merebut Mosul

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Baik Peshmerga Kurdi Irak ataupun milisi Syiah tidak akan masuk Mosul saat pasukan Irak mempersiapkan diri untuk merebut kembali kota tersebut, komandan kedua di Departemen Luar Negeri mengatakan kepada anggota parlemen Kamis (29/09/2016), lansir Anadolu Agency.

Memuji serangan yang sangat diantisipasi sebagai “puncak” operasi kontra-IS di Irak, Anthony Blinken mengatakan kepada Senat Komite Hubungan Luar Negeri bahwa AS berusaha untuk mengembangkan “hold force (kekuatan penahan)” berjumlah 15.000 pasukan Sunni Arab untuk menjamin ketertiban di kota setelah direbut.

“Inti dari kekuatan yang membebaskan Mosul akan menjadi pasukan keamanan Irak yang didukung oleh koalisi dengan dukungan Peshmerga,” katanya. “Unsur-unsur kesukuan yang sedang dilatih dan dipersenjatai, akan dibawa dengan tujuan menempatkan 15.000 dari mereka menjadi kekuatan dominan setelah kota ini dibebaskan.”

Juru bicara koalisi pimpinan AS, Kolonel Angkatan Udara John Dorrian, kepada wartawan melalui sambungan video dari Irak mengatakan bahwa Peshmerga akan terlibat dalam operasi tersebut “meskipun rincian keterlibatan mereka masih sedang dibahas.”

 

Hadirilah Kajian Ilmiyah “Misteri Alam Kubur” Bersama Abu Umar Abdillah

Dunia ini sementara, akhirat adalah perjalanan yang amat panjang, dimulai dari alam kubur, alam barzakh, yaumil hisab,titian shirot sampai dunia atau neraka. Karena sibuk dengan dunia manusia sampai lupa alam yang paling dekat setelahnya, yaitu alam kubur. Kupas tuntas masalah alam kubur yang masih jadi misteri adalah kebutuhan umat saat ini, agar umat memahami dan mempersiapkan bekal dialam kubur.

Untuk itu, DKM At-Taubah bekerja sama dengan Yayasan Adhwa’ul Bayan beserta sejumlah elemen mengadakan Kajian Ilmiyah “Misteri Alam Kubur”.

Bersama:
Ustadz Abu Umar Abdillah (Da’i MADINA dan Pimred Majalah Ar-Risalah).

Tempat:
Masjid At-Taubah, Jl. Raya Jakarta Km 3, Kp. Kemang, Patung, Kota Serang.

Waktu:
Sabtu, 1 Oktober 2016, Pukul: 09:00-11:45

Kontak:
Abu Nurul: 087772326079
H Witono: 08179185904

Gratis Untuk Umum

Metro Tv Tak Liput FPI di Garut, FPI: Kami Jawab dengan Aksi Nyata!

GARUT (Jurnalislam.com) – Menanggapi penolakan wartawan Metro Tv untuk meliput para relawan Front Pembela Islam (FPI) di Garut, Ketua posko bencana FPI Garut, Opan tidak mempersalahkan. Menurutnya, masyarakat yang akan menilai kinerja konkret FPI di Garut.

“Mereka tidak mau meliput kita, ya kita hiraukan saja sih sudah biasa, biar masyarakat sendiri yang menilai kerja FPI seperti apa,” katanya kepada jurniscom melalui sambungan telepon, Rabu (28/9/2016).

Opan menegaskan, jika media menyerang FPI dengan opini yang tidak benar, FPI menjawab dengan bukti nyata bukan dengan dendam.

“Kita tidak meminta, kita tidak membuat opini yang tidak-tidak (untuk melawan mereka -red) tapi mereka melihat. Akhirnya opini berbalik ke mereka sendiri,” tandasnya.

“Alhamdulillah masyarakat sudah melihat ada sisi lain dari FPI. Mereka sudah percaya dan senang kepada kita,” sambung dia.

Bahkan, kata dia, ketika FPI memberikan bantuan ke kampung Cikisik, Ketua RW setempat merasa terharu.

“Sambil memeluk ia mengucapkan terimakasih, tidak menyangka FPI bisa seperti ini,” katanya.

FPI membuka 4 posko tanggap bencana di Garut dan menurunkan 200 relawan setiap harinya yang didatangkan dari berbagai daerah.

FPI dan NU Bersatu Gelar Aksi Sweeping Miras

PASURUAN (Jurnalislam.com) – Puluhan umat Islam Pandaan yang tergabung dalam Front Pembela Islamslam (FPI) dan Nahdatul Ulama (NU) melakukan aksi sweeping ratusan botol Miras. Operasi ini berlangsung di daerah Pasar Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (28/92016) malam.

“Terdapat sekurangnya 800 botol Miras yang kami amankan dari berbagai macam merk, seluruh minuman kita tuangkan dengan disaksikan oleh pihak kepolisian sektor Pandaan”, kata Kordinator aksi, Suheri kepada jurniscom di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, DPD FPI Jawa Timur melalui Panglima Daerah Bidang (Pangda) Jihad, Ustadz Ilyasa turut mengawal aksi. Ia mengatakan, aksi kali ini dirasa kurang maksimal karena ada kebocoran informasi. Sebab, ada target lain yang menutup tokonya.

“Sangat disayangkan dari 2 target toko wilayah Pasar Pandaan, hanya 1 toko yang berhasil kita eksekusi. Toko yang lain telah tutup”, pungkas Ustadz Ilyasa.

Diketahui, dalam aksi gabungan itu, puluhan umat Islam mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Sektor Pandaan. Setidaknya ada 7 personil yang diturunkan.

Ada Biksu di Lokasi Banjir, FPI Garut: ‘Mereka Hanya Membagikan Sembako’

GARUT (Jurnalislam.com) – Musibah bencana alam di Garut mengundang simpati dari berbagai kalangan, tak terkecuali bagi para misionaris. Daerah bencana memang kerap dijadikan sasaran mereka untuk menyebarkan pengaruhnya.

Pada hari Selasa (27/9/2016) dua biksu terlihat mendatangi lokasi pemukiman warga korban banjir di perbatasan Kecamatan Karang Pawitan dan Banyuresmi, Garut. Informasi itu dibenarkan oleh koordinator Posko FPI, Kang Opan.

“Kemarin pagi, ada dua orang Biksu dan sekitar 15 orang etnis Cina melakukan aktifitasnya dengan modus pemulihan trauma anak,” katanya kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Rabu (28/9/2016).

Menurut penelusuran FPI, para biksu itu hanya membagikan sembako dan mengumpulkan anak-anak korban banjir untuk memulihkan trauma pascabencana.

“Mendengar laporan dari warga, FPI langsung terjun ke lokasi pada Sore hari. Kami menanyakan kepada warga sekitar perihal aktifitas mereka. Namun, laporan dari warga sekitar mereka hanya memberi sembako sambil mengumpulkan anak-anak untuk pemulihan trauma,” terangnya.

“Modus ini yang kami khawatirkan,” sambungnya.

Untuk memastikan tidak ada upaya pemurtadan, Kang Opan menegaskan akan terus memantau setiap misionaris yang datang untuk membantu korban banjir.

“Alhamdulillah, setelah kita datang kembali hari ini dan menanyakan warga sekitar perihal misionaris itu. Mereka tidak datang,” ujarnya.

Kang Opan juga mengungkapkan kekhawatiran ulama setempat akan kembalinya para misionaris jika masa operasi tangga darurat telah selesai.

“Menjaga akidah umat harus intens, saya cemas setelah tanggap darurat dengan posko-posko dibubarkan, mereka bisa masuk dengan mudah,” ungkap Kang Opan meniru perkataan KH Mimar.

Sebelumnya, para biarawati juga terlihat di lokasi korban banjir. Dalam pantauan Jurniscom di lapangan, selain misionaris, posko-posko non Muslim juga berdiri di sekitar Sungai Cimanuk. Ada Posko Bersama kelompok Syiah melalui PERMABI (Perduli Masjid Ahlulbait Indonesia) dan posko Rotary Club yang dikenal sebagai salah satu sayap organiasasi Yahudi di Indonesia.

Turki akan Berikan Bantuan Pendidikan bagi 450.000 Anak Pengungsi Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki berencana memberikan bantuan pendidikan bagi 450.000 anak Suriah pada tahun akademik 2016-2017, wakil menteri pendidikan Turki mengatakan Rabu (28/09/2016), lansir World Bulletin.

Orhan Erdem mengatakan bahwa saat ini ada 814.000 anak usia sekolah Suriah di Turki dan 340.000 anak telah menerima bantuan pendidikan tahun lalu.

“Tahun ini tujuan kami adalah mendidik mereka semua. Namun, kami hanya dapat memberikan pendidikan bagi 400.000 hingga 450.000 anak.”

Erdem mengatakan bahwa Uni Eropa belum memberikan bantuan 3 miliar Euro untuk pengungsi namun Turki akan menutupi biaya itu sendiri.

“Turki sudah memiliki 18 juta siswa. Plus, ada 8 juta orang lain yang mendapatkan pendidikan informal. Menambah 800.000 pengungsi ke dalam angka ini adalah tanggung jawab yang besar,” tambahnya.

Menteri Uni Eropa Turki dan Kepala Perunding Omer Celik mengatakan Senin bahwa pemerintah Turki dan LSM lokal telah menghabiskan lebih dari US$ 25.000.000.000,- selama menjadi tuan rumah bagi hampir tiga juta pengungsi di negara itu sejak 2011.

Tahun ajaran baru berjalan dari 19 September sampai dengan 9 Juni.

Arab Saudi Balas Ancam AS Jika RUU Serangan 9/11 Disahkan

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi dan sekutunya memperingatkan bahwa undang-undang AS yang memungkinkan kerajaan digugat atas serangan 9/11 akan memiliki dampak negatif.

Kerajaan Saudi mengancam untuk membalas, termasuk membatasi kontak resmi, menarik miliaran dolar dari ekonomi AS, dan membujuk sekutunya, yaitu Dewan Kerjasama Teluk (the Gulf Cooperation Council-GCC) untuk menimbang kembali kerjasama kontraterorisme, investasi dan akses AS ke pangkalan udara di wilayah Teluk yang penting, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (28/09/2016).

“Kita harus menjelaskan kepada Amerika dan ke seluruh dunia, bahwa: Ketika salah satu negara GCC diperlakukan tidak adil, yang lain akan bangkit mendukung,” kata Abdulkhaleq Abdullah, seorang spesialis Emirat Teluk dan profesor ilmu politik di Universitas Uni Emirat Arab (United Arab Emirates University).

“Semua negara akan berdiri mendukung Arab Saudi dalam setiap cara yang mungkin,” katanya.

Ketika Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom mengkritik Arab Saudi tahun lalu, kerajaan melepaskan salvo diplomatik sengit yang menyentak Stockholm di dunia Arab dan mengancam kepentingan bisnis Swedia di Teluk. Swedia akhirnya mengalah.

Pada hari Rabu, RUU tersebut menjadi hukum setelah Senat memilih untuk mengabaikan veto Presiden Barack Obama terhadap undang-undang 11 September.

Chas Freeman, mantan asisten menteri pertahanan Amerika Serikat untuk urusan keamanan internasional dan duta besar untuk Arab Saudi selama operasi Desert Storm, mengatakan Saudi bisa menanggapi RUU ini dengan cara yang akan menimbulkan resiko bagi kepentingan strategis AS, seperti aturan permisif untuk overflight antara Eropa dan Asia dan pangkalan udara Qatar yang mengarahkan dan mendukung operasi militer AS di Afghanistan, Irak, dan Suriah.

“Memburuknya hubungan dan pemutusan kontak resmi sebagai hasil undang-undang ini mau tidak mau juga akan membahayakan kerjasama Saudi melawan terorisme anti-Amerika,” katanya.

Namun, hubungan dengan Washington sudah didinginkan sebelum RUU 9/11 muncul melalui kedua ruang Kongres.

Saudi menilai pengamanan Administrasi Obama terhadap kesepakatan nuklir dengan Iran sebagai poros menuju musuh regional. Juga kritik Obama terhadap negara-negara Teluk dalam sebuah wawancara awal tahun ini, meskipun negara-negara Teluk mendukung perlawanan AS terhadap kelompok IS di Irak dan Suriah.

This frame grab from video provided by C-SPAN2, shows the floor of the Senate on Capitol Hill in Washington, Wednesday, Sept. 28, 2016, as the Senate acted decisively to override President Barack Obama's veto of Sept. 11 legislation, setting the stage for the contentious bill to become law despite flaws that Obama and top Pentagon officials warn could put U.S. troops and interests at risk. (C-SPAN2 via AP)

Obama telah memveto Keadilan Melawan Sponsor Undang-Undang Terorisme (the Justice Against Sponsors of Terrorism Act), atau JASTA dengan alasan bahwa mengizinkan pengadilan AS untuk mengesampingkan kekebalan berdaulat negara asing dapat menyebabkan pemerintah asing lainnya melakukan tindakan “timbal balik” dengan memberikan hak pengadilan mereka untuk melaksanakan yurisdiksi atas AS dan anggotanya. Hal ini dapat mencakup serangan brutal pesawat tak berawak AS yang mematikan dan pelanggaran yang dilakukan oleh unit-unit polisi yang dilatih AS atau milisi yang didukung AS.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada wartawan pada bulan Juni bahwa AS-lah yang akan paling kehilangan jika JASTA menjadi undang-undang. Meskipun ada laporan bahwa Riyadh mengancam untuk menarik miliaran dolar dari ekonomi AS jika RUU tersebut disahkan, al-Jubeir mengatakan Arab Saudi hanya telah memperingatkan bahwa kepercayaan investor di AS bisa menurun.

Joseph Gagnon, seorang rekan senior di Peterson Institute for International Economics, mengatakan aset resmi pemerintah Saudi diperkirakan berkisar antara $ 500.000.000.000 dan US$ 1 triliun bila mempertimbangkan deposito bank asing potensial dan rekening di luar negeri.

Kerajaan memiliki US$ 96.500.000.000 dalam kepemilikan sekuritas Treasury pada bulan Agustus, menurut jumlah terbaru yang dirilis oleh Departemen Keuangan. Arab Saudi berada di peringkat 15 dalam kepemilikan utang Treasury AS.

CEO dan Ketua US-Saudi Business Council Ed Burton mengatakan bisnis antara kedua negara akan terus berlanjut, meskipun penawaran potensial bisa terancam oleh JASTA.

“Tidak ada komunitas bisnis yang suka jika melihat bangsa mereka yang berdaulat pada dasarnya diserang oleh bangsa lain,” kata Burton.

Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar di dunia dengan perekonomian terbesar di Teluk, Arab Saudi juga memiliki mitra bisnis lainnya untuk dipilih di Eropa dan Asia, kata Presiden dan CEO Kamar Dagang Nasional AS-Arab (the National U.S.-Arab Chamber of Commerce) David Hamod.

“Amerika bukan lagi satu-satunya permainan di kota,” katanya. “Tidak ada yang tahu bagaimana Arab Saudi akan menanggapi Kongres yang mengabaikan veto Presiden Obama?”

CEO DOW dan GE mengirim surat kepada Kongres memperingatkan dampak RUU yang berpotensi mendestabilisasi kepentingan Amerika di luar negeri. Menteri Pertahanan Ash Carter pekan ini mengirim surat kepada Kongres mengatakan “upaya kontraterorisme penting di luar negeri” bisa dirugikan dan pangkalan luar negeri dan fasilitas AS bisa rentan akibat kerusakan moneter dalam kasus timbal balik.

Reaksi tersebut tidak datang langsung dari Riyadh namun negara-negara yang terhubung ke Arab Saudi, kata Stephen Kinzer, seorang rekan senior di Watson Institute for International and Public Affairs di Brown University.

Dia mengatakan hubungan AS-Saudi sepanjang delapan dekade sedang “memasuki fase baru,” dimana hubungan akan banyak didukung oleh penjualan senjata, tidak seperti selama era hubungan hangat di bawah Presiden George W. Bush.

Abdullah, analis Teluk di UEA University, mengatakan ia berharap melihat GCC bertindak lebih tegas dan independen kepada AS di tempat-tempat seperti Yaman, Bahrain dan Mesir.

“Ini bukan hanya ancaman. Ini adalah kenyataan,” katanya.

Walikota New York Luncurkan Gerakan Anti Islamophobia

NEW YORK (Jurnalislam.com) – New York pada hari Senin (26/09/2016) meluncurkan kampanye publik utama untuk melawan Islamofobia, menekankan hak yang sama bagi ratusan ribu Muslim di kota itu, World Bulletin melaporkan Rabu (28/09/2016).

Kampanye ini diluncurkan setelah serangan bom Manhattan dituduh dilakukan oleh warga keturunan Afghanistan-Amerika. Inisiatif anti-kefanatikan akan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan di bawah hashtag #IAmMuslimNYC.

“Sekarang adalah waktu yang lebih penting dari sebelumnya, bagi setiap New Yorker untuk berdiri bersatu sebagai satu kota dan menolak kebencian dan kekerasan,” kata Walikota Bill de Blasio dalam sebuah pernyataan.

“Kami tidak akan mentolerir diskriminasi atau kekerasan apapun dan kami tidak akan berhenti sampai semua warga New York, termasuk saudara-saudara dan saudari Muslim kita, diperlakukan dengan martabat yang layak mereka dapatkan.”

Kampanye ini dimulai pada hari Selasa, hanya 10 hari setelah tersangka pemboman, Ahmad Khan Rahami, diduga meledakkan perangkat bom di Chelsea, lingkungan Manhattan, dan melukai 29 orang.

Peneliti mengatakan sebuah tulisan tangan ditemukan setelah penangkapannya, yang memuji para pemimpin al-Qaeda termasuk Syeikh Usamah bin Laden, dan mengkritik perang AS di Irak, Afghanistan dan Suriah.

Kampanye New York tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di kalangan umat Islam New York akibat reaksi atas serangan kekerasan, baik di Amerika Serikat dan luar negeri, dalam konteks retorika anti-Muslim yang dianut oleh calon presiden dari Partai Republik Donald Trump.

Di antara tindakan kekerasan baru-baru ini terhadap Muslim di New York adalah penembakan seorang imam dan asistennya pada bulan Agustus, dekat Masjid mereka di wilayah Queens.

New York berencana meluncurkan lokakarya mulai bulan depan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Islam kepada para karyawan dan publik serta pengusaha swasta.

Sebuah kampanye pemasaran menggunakan semua media akan bekerja sekitar pertengahan 2017 – ketika kampanye pemilihan kembali Blasio harus berjalan penuh.

Sejak kampanye pertamanya pada 2013, walikota New York tersebut telah mempromosikan pendekatan multi-rasial dan inklusif.

Sebelum pemilu, ia menjanjikan sekolah diliburkan dua hari selama Hari Raya Muslim, setara dengan Hari Raya Kristen dan Yahudi. Janji tersebut telah berlaku sejak awal tahun ajaran 2015.

“Jutaan orang yang mengikuti beberapa agama atau kayakinannya menyebut New York City sebagai rumah mereka, termasuk ribuan Muslim dengan berbagai latar belakang,” Komisi Hak Asasi Manusia NYC mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Mereka, seperti warga New York dari setiap agama, berkontribusi pada keragaman budaya yang unik dan kaya yang membuat New York City dikenal secara universal. Mereka pantas untuk hidup dan bekerja bebas dari diskriminasi dan pelecehan,” lanjutnya.

Selain inisiatif media, kampanye juga akan mencakup peristiwa yang sedang berlangsung dan sastra anti-diskriminasi, menurut komisi.

Warga Muslim memuji inisiatif dan berterima kasih kepada pemimpin kota dalam Twitter.

10 Serdadu AS Tewas dalam Sejumlah Pertempuran dengan Taliban

PARWAN (Jurnalislam.com)Al Emarah News mengatakan, Rabu (28/09/2016), Mujahidin Imarah Islam (Taliban) menyerang pangkalan udara AS Bagram di distrik Bagram provinsi Parwan utara dengan senjata berat kemarin malam, sebuah laporan mengatakan tapi tidak memberikan rincian.

Dalam laporan terpisah, mujahidin menargetkan konvoi musuh di distrik Kohi Safi provinsi Parwan pada awal hari Rabu, merusak sejumlah kendaraan tetapi tidak ada informasi mengenai korban di pihak musuh.

Selanjutnya, empat penjajah Amerika tewas ketika Taliban menyerang tank yang mereka tumpangi dengan IED di distrik Bagram provinsi Parwan Selasa malam.

Serangan ini terjadi saat 6 penjajah AS tewas dalam bentrokan saat mereka mencoba menerobos pertahanan Taliban di distrik Dand provinsi Kandahar selatan, Selasa.

Kemudian laporang juga datang dari provinsi Kunduz utara Afghanistan, sebanyak 17 tentara Afghnaistan dan 1 pasukan agresor Amerika tewas dalam pertempuran sengit dan serangan mematikan oleh Taliban.

Dalam sebuah laporan dari kota Kunduz, seorang tentara agresor AS dan 4 komando lokal kehilangan nyawa mereka saat berupaya musuh menerobos pertahanan mujahidin di tengah serangan malam hari (Selasa malam) di pinggiran kota Kunduz, dan 13 pasukan boneka tewas dan 8 lainnya mengalami luka-luka ketika pertempuran berkecamuk di distrik Dashti setelah Mujahidin memaksa konvoi tank militer dan kendaraan musuh untuk berhenti. Sebuah tank ditembak dan dihancurkan dalam operasi, di mana Mujahidin sejumlah senjata dan berbagai jenis amunisi milik musuh.

Rabu pagi, seorang komandan Arbaki, Basheer tewas dengan banyak orang lain juga terluka dalam serangan mendadak Mujahidin di distrik Archi Dashti provinsi Kunduz.

3500 Mujahidin Brigade Soqour al Syam Bergabung dalam Operasi Jaysh al Fath di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Faksi jihad baru yang beroperasi di provinsi Idlib, bagian dari faksi jihad Ahrar al-Syam, bergabung dalam ruang operasi Jaysh al-Fath di Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (28/09/2016).

3500 mujahidin Brigade Soqour al-Syam yang dipimpin oleh “Syeikh Abu Issa” bergabung bersama koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, sumber swasta melaporkan untuk jaringan berita ElDorar, tetapi mereka secara praktis beroperasi dalam jajaran ruang operasi sebagai faksi Ahrar al-Syam.

Gerakan Nur al-Din Al-Zanki yang beroperasi di Aleppo dan pedesaan barat juga bergabung dengan ruang operasi Jaysh al-Fath beberapa hari sebelum operasi militer membongkar pengepungan di daerah yang terkepung, Aleppo.

Brigade Soqour al-Syam didirikan pertengahan 2011 dan berjuang dalam beberapa pertempuran di pedesaan Idlib melawan pasukan rezim Nushairiyah Assad juga bertempur di pedesaan utara Aleppo dalam menghadapi Islamic State (IS).