MMI Tantang Debat Terbuka Ahok

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di depan masyarakat Kepulauan Seribu, Rabu (28/9/2016) lalu, telah mengundang kontroversi. Dalam pidato itu, Ahok menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 dengan ucapan ‘dibohongin pakai Surat Al-Maidah 51’. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengecam keras dan menantang Ahok untuk debat terbuka.

“Menurut Saudara, mungkin tidak ada yang salah dengan ucapan itu. Tapi bagi kami umat Islam, ucapan tersebut merupakan penistaan terhadap ayat suci Al-Quran dan menabuh genderang permusuhan dengan umat Islam,” kata MMI dalam surat Tantangan Debat Terbuka yang diterima jurniscom, Senin (10/10/2016).

Surat yang dibuat dan ditandatangi di Yogyakarta itu mengatakan, MMI telah menilai dan menelaah isi dari ucapan penistaan agama Ahok. Ahok telah menghina dan melecehkan kitab suci umat Islam. Sambil mengutip ucapan Ahok.

“Jadi enggak usah pikirkan Ah nanti kalau Ahok enggak kepilih pasti programnya bubar. Enggak, saya memimpin Jakarta sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja”.

Untuk itu, sebagai upaya klarifikasi agar tidak hanya mengklaim bahwa ‘tidak ada niatan menista’ secara sepihak, Majelis Mujahidin menantang Ahok untuk uji sahih dalam debat terbuka, untuk mempertanggung jawabkan ucapan tersebut.

“Apabila Saudara bukan seorang rasis, bukan pemicu SARA, dan tidak pengecut, maka tidak ada cara lain kecuali menerima tantangan debat ini secara gentle,” tegas MMI.

Lebih lanjut MMI berharap tantangan debat terbuka sebagai upaya transparansi untuk mengurai persoalan secara publik, ilmiah dan konstitusional diterima dan dijawab segera.
“Adapun tempat dan waktu penyelenggaraan debat kami serahkan kepada Saudara, baik selaku pribadi maupun pejabat gubernur DKI Jakarta. Kami menanti jawabannya segera,” pungkasnya.

Surat Teguran Keras MUI DKI Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Remehkan ayat Suci Al Qur’an dengan menyebut umat Islam dibohongi degans urat Al Maidah ayat 51, Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan surat teguran keras kepada Basuki Tjahya Purnama alias Ahok. Sebab, Ahok dinilai tidak fokus mengurusi warga Jakarta, menutupinya dengan kegaduhan tak bertanggung jawab.

Berikut isi surat Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta yang ditandatagani oleh ketua umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH.A. Syarifudin. A. Gani dan Sekretaris Umum KH Zulfa Mustofa MY:

Berdasarkan undang-undang RI No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah diberikan tugas dan kewajiban, yakni memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, jugaditugaskan menjaga dan memelihara ketertiban masyarakat. Selain itu, kepala derah berkewajiban untuk menjaga etika dan norma dalam pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
whatsapp-image-2016-10-10-at-1-27-06-pm1
Setelah memperhatikan kondisisosial, politik dan keagamaan yang terjadi belakangan ini di wilayah DKI Jakarta, khususnya pernyataan saudara selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang berkenaan dengan Al Qur’an sebagai kitab suciu mat Islam dan ajaran serta keyakinan umat Islam, telah menimbulkan keresahan dan suasana kerukunan umat beragama yang tidak kondusif, serta serta berpotensi mengancam kehidupan berbangsa di DKI Jakarta pada kususnya dan di Indoensia pada umumnya, maka dengan ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menyatakan MENEGUR DENGAN KERAS kepada saudara Basuki Tjahya Purnama atau Ahok, selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta, dan meminta kepada saudara Gubernur untuk :

1. Tidak melakukan perbuatan dan pernyataan atau komentar yang dapat meresahkan kehidupan masyarakat DKI Jakarta umumnya dan kaum muslimin khususnya
2. Tidak masuk ke-area perbincangan yang menjadi kewenangan tugas, seperti pernyataan yang dikategorikan penghinaan dan hasutan serta penyebaran kebencian dikalangan umat Islam khusunya dan warga DKI Jakarta umumnya
3. Tidak lagi melakukan tindakan atau pernyataan yang dianggap meremehkan umat Islam dan para ulamanya seperti menyatakan bahwa umat Islam dibohongi dengan Al-Quran surat Al-Maidah ayat 51. Para ulama dan pendakwah telah menyampaikan apa yang telah digariskan oleh Al-Quran yang tafsirannya telah disepakati mayoritas ulama, sehingga tidak dapat dipandang sebagai pembohongan atau pembodohan serta bukan bentuk politisasi ayat, tetapi bagian tugas para ulama untuk menyampaikan kebenaran Al-Qur’an
4. Menarik perkataan yang menganggap bahwa Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai pelecehan yang dilakukan umat Islam
5. Agar sudara Gubernur lebih fokus kepada tugas utama yang diembankan untuk memajukan kota DKI Jakarta dan meningkatkan kesejahteraan warga DKI Jakarta jasmani maupun rohaninya.

Yogyakarta Bergemuruh, Serukan Jihad Bantu Pribumi Betawi

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Penistaan agama yang dilontarkan Ahok menuai tanggapan dari umat Islam Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Umat Islam se-Yogyakarta yang dipimpin Angkatan Muda (AM) Forum Ukhuwwah Islamiyyah (FUI) Yogyakarta gelar aksi bertajuk “Tadzkiroh Akbar Ummat Islam Yogyakarta” di Perempatan Titik 0 Kilometer, Yogyakarta, Ahad (9/10/2016).

“Kepada umat Islam yang masih ada kebaikan Islam untuk ikut mengutuk ahok dengan pernyataan yang sudah berulang kali melukai umat Islam dan atas pelecehannya terhadap surat Al Maidah ayat 51,” kata Amir AM FUI Yogyakarta, Ustadz Umar Said di sela-sela aksi.

Ia menegaskan, pemerintah dan aparat untuk memproses pernyataan ahok yang telah dilihat oleh kaum muslimin di Youtube. Ahok sebagai petahana gubernur DKI Jakarta dengan terang mengatakan umat Islam telah dibodohi dengan surat Al Maidah : 51.

“Saya mengajak Ummat Islam Yogyakarta untuk ber-jihad menghadapi orang-orang Kafir macam ahok dan pendukungnya yang telah menghina serta melecehkan Al-Quran terutama surat Al Maidah : 51. Ahok harus diproses secara hukum Islam,” tegas Haji Umar.

Sementara itu, Pengurus Besar Harokah Islamiyah (PB-HI) Ustadz Sayfulloh Noor Iqbal Musthofa menegaskan Jika saudara muslim Jakarta dan Betawi meminta laskar dari Jogja untuk hadir di Jakarta, AM FUI siap untuk berangkat membantu.

Acara ditutup dengan pernyataan sikap AM FUI oleh Ustadz Muhammad Fadhlun Amin, Selaku Koordinator Umum AM FUI, pengasuh MUIB, serta Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan HATMI. Acara singkat, padat dan jelas itu sangat menggugah kesadaran muslim Yogyakarta akan pentingnya menjaga Aqidah.

Sebagaimana diketahui, Aksi itu mengajak umat muslim se-Yogyakarta untuk menjadi Mujahid (tentara Allah –red) seperti jaman Pangeran Diponegoro dahulu untuk membantu umat muslim keturunan Fatahillah Jayakarta (Jakarta). Mengembalikan Betawi (DKI Jakarta) kepada yang lebih berhak mengurus, yaitu kaum muslimin yang masih mencintai Firman Alloh SWT dalam Al-Quran dan sunnah Rasululloh SAW.

Reporter: AB

Serangan Bom Truk Bunuh 10 Pasukan Turki

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Sepuluh tentara Turki dan delapan warga sipil tewas pada hari Ahad, 9 Oktober 2016 ketika tersangka militan Kurdi meledakkan lima ton bom dalam truk yang menghancurkan sebuah pos pemeriksaan dekat sebuah pos militer di tenggara negara itu, kata perdana menteri, kantor berita Reuters melaporkan, Ahad.

27 orang lainnya, termasuk 11 tentara, terluka dalam ledakan yang menghantam stasiun gendarmerie (tentara) di Durak, 20 km (12 mil) dari kota Semdinli, dalam salah satu serangan paling mematikan di wilayah baru-baru ini.

Pegunungan Provinsi Hakkari, di mana serangan itu terjadi, terletak dekat perbatasan dengan Irak dan Iran dan merupakan salah satu daerah pertempuran utama dalam konflik antara tentara Turki melawan militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) selama 32 tahun.

Serangan itu terjadi sekitar pukul 9:45 (0645 GMT) ketika sebuah truk kecil mendekati pos pemeriksaan kendaraan dan mengabaikan perintah untuk berhenti, mendorong pasukan gendarmerie melepaskan tembakan, kata kantor gubernur Hakkari.

Bom dalam kendaraan tersebut diledakkan, yang dikatakan Perdana Menteri Binali Yildirim kepada wartawan mengandung sekitar lima ton bahan peledak.

Presiden Tayyip Erdogan bersumpah untuk mengakhiri serangan PKK sambil mengutuk pemboman itu, menuduh kelompok bertindak atas nama “kekuatan gelap yang memiliki rencana di Suriah dan Irak.”

“Bergandengan tangan dengan rakyat kami, negara bersama semua lembaga bertekad untuk membuat organisasi teror separatis tidak mampu melakukan serangan,” kata pernyataan tertulisnya.

Tentara telah “melumpuhkan” 387 militan PKK di Hakkari saja sejak 4 Agustus, Anadolu Agency yang dikelola negara mengatakan mengutip sumber militer.

Kantor gubernur mengatakan operasi luas yang didukung serangan udara sedang dilakukan oleh unit komando di daerah untuk menangkap militan PKK, yang diyakini telah melepaskan serangan tembakan untuk mengalihkan perhatian tentara di pos pemeriksaan.

Helikopter militer menerbangkan korban yang terluka ke rumah sakit di wilayah tersebut setelah ledakan, kantor gubernur mengatakan, saat prajurit dan penduduk setempat tampak berjalan di antara bangunan yang hancur dan puing-puing, rekaman video CNN Turk menunjukkan.

Pihak berwenang sedang siaga tinggi untuk menghadapi kemungkinan serangan pada hari Ahad, 18 tahun menuju hari sejak pemimpin PKK Abdullah Ocalan melarikan diri ke Suriah sebelum ditangkap oleh pasukan khusus Turki pada bulan Februari tahun berikutnya.

Sejak itu ia berada di penjara di sebuah pulau dekat Istanbul.

Erdogan sering mengkritik bahwa Barat tidak memberikan dukungan yang memadai dalam memerangi PKK, dan Menteri Energi, Berat Albayrak pada hari Ahad menyerukan pada para sekutunya untuk menunjukkan solidaritas.

“Teror ini terus membakar negara kita, seluruh wilayah dan dunia setiap hari mengabaikannya. Kita harus menunjukkan ketulusan lebih banyak dari sebelumnya dalam proses ini,” kata Albayrak dalam pidatonya di sebuah konferensi energi di Istanbul.

Faksi Syrian Resistance Pukul Mundur IS dari Provinsi Rif Dimashq, 37 Pasukan IS Terbunuh

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Syrian Resistance saat fajar pada hari Ahad (09/10/2016) menyerang militan IS di Qalmoun timur di Rif Dimashq dan berhasil membunuh sejumlah militan, ElDorar AlShamia melaporkan Ahad (09/10/2016).

Bentrokan kemarin dimulai antara Ahrar al Syam, Jabhat Fath al Syam, Jaysh al-Islam di satu sisi dan Kelompok Islamic State di sisi lain, dan terus berlangsung sampai fajar pada hari Ahad termasuk garis depan Be’r al-Afaei dan Gunung Signal, yang membunuh 37 pasukan IS, saat faksi mendapatkan kembali salah satu markas besar “Tentara Pembebasan Levant (the Liberation Army of the Levant) dari kontrol IS.

IS telah mencoba selama lebih dari sebulan untuk maju dan menguasai gunung timur dan Gunung Signal di Timur Qalamoun, tetapi faksi mujahidin Suriah mencegah kemajuan IS di kawasan itu.

 

Koalisi Arab Selidiki Serangan di Yaman yang Tewaskan 140 Orang

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi yang dipimpin Arab yang bertempur melawan pemberontak di Yaman, pada hari Ahad (09/10/2016) mengatakan siap menyelidiki serangan udara pada upacara pemakaman di Sanaa yang menewaskan lebih dari 140 orang, bersama dengan Amerika Serikat, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad.

Pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran menuduh koalisi Arab melakukan penyerangan, yang merupakan salah satu serangan paling mematikan sejak meluncurkan operasi militer terhadap pemberontak Syiah pada Maret tahun lalu.

Setelah awalnya menyangkal bertanggung jawab, koalisi mengatakan siap untuk memulai penyelidikan atas serangan “yang disesalkan dan menyakitkan,” yang menurut seorang pejabat PBB juga melukai lebih dari 525 orang.

“Koalisi akan segera menyelidiki kasus ini bersama dengan Tim Gabungan Penilai Insiden (Joint Incidents Assessment Team) di Yaman dan para ahli dari Amerika Serikat yang ikut dalam penyelidikan sebelumnya,” katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.

“Koalisi ini juga bersedia untuk memberikan tim investigasi dengan data dan informasi yang berkaitan dengan operasi militer hari ini, di lokasi kejadian dan sekitarnya,” katanya.

“Hasil penyelidikan harus diumumkan segera setelah selesai.”

Koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan bahwa pekerja bantuan “terkejut dan marah” oleh serangan yang melanda ruang komunitas di ibukota Yaman saat pelayat sedang berkumpul.

Saudi membantah membom acara pemakaman Yaman, mengatakan serangan udara koalisi Arab tidak berperan dalam serangan di Sanaa, Sabtu, sumber-sumber di koalisi pimpinan Saudi mengatakan.

“Benar-benar tidak ada operasi militer yang menargetkan pemakaman itu,” salah satu sumber mengatakan, mengutip konfirmasi dari komando angkatan udara koalisi.

“Koalisi menyadari laporan tersebut dan yakin bahwa penyebab lain pengeboman harus dipertimbangkan. Koalisi di masa lalu menghindari menargetkan pertemuan seperti itu dan (pertempuran seperti itu) tidak pernah menjadi subyek target.

Jund al Aqsha Umumkan Baiat ke Jabhat Fath al Syam

IDLIB (Jurnalislam.com) – Faksi jihad Jund al Aqsha mengumumkan untuk berbaiat kepada Jabhat Fath al Syam (JFS), setelah tiga hari terlibat bentrokan terus menerus dan direbutnya kendali markas dan benteng mereka oleh faksi Syrian Resistance di provinsi Idlib, dan menyatakan bahwa semua isu yang beredar mengenai masalah baru-baru ini akan diteruskan ke pengadilan Syariah yang akan disepakati bersama JFS, ElDorar AlShamia melaporkan Ahad (09/10/2016).

Sumber media milik JFS juga mengkonfirmasi kepada ElDorar keaslian pernyataan yang diterbitkan oleh Jund al-Aqsha, menekankan bahwa Jabhat Fath al Syam sudah menerima al-Jund untuk bergabung dengan mereka.

Faksi terbesar dari Syrian Resistance, yang dipimpin oleh Jaysh al-Islam, Faylaq al-Sham, gerakan Nur al-Din al-Zanki, Soqour al-Sham, Fastaqem dan Jaysy al-Mujahidin telah menyatakan dukungan mereka terhadap Ahrar al-Sham dalam pertempuran melawan kelompok Jund al Aqsha dan menegaskan kesediaan mereka untuk berpartisipasi secara militer dan keamanan dalam rangka menundukkan al-Jund ke peradilan Islam atau mereka akan terus berjuang sampai al-Jund diberantas.

Koresponden juga melaporkan bahwa Jund al Aqsha Sabtu kemarin menewaskan seorang komandan terkemuka Ahrar al-Sham yang disebut “Dabbous alGHab” setelah ia ditangkap dalam penyergapan yang sudah disiapkan di selatan pedesaan Idlib.

 

Gerilyawan Muslim Serang Kantor Polisi Myanmar, 9 Tewas dan 51 Pucuk Senjata Direbut

YANGON (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam sejak sore hingga fajar di daerah dekat dengan perbatasan Myanmar dengan Bangladesh setelah sekelompok orang bersenjata menyerbu pos-pos polisi, kata para pejabat hari Ahad (09/10/2016), lansir Anodolu Agency.

Sedikitnya sembilan polisi dan delapan gerilyawan tewas setelah penyerang bersenjatakan senapan, pisau dan bahan peledak menyerbu tiga stasiun Penjaga Perbatasan Kepolisian di kota-kota Maungdaw dan Yathay Taung di barat Negara bagian Rakhine sekitar pukul 3.00 a.m (2130GMT Sabtu).

Jam malam (07:00-06:00) diberlakukan di daerah yang sebelumnya sudah memberlakukan jam malam parsial (11:00-04:00) menyusul kekerasan komunal yang pecah di sana pada pertengahan 2012 antara Rakhine Buddha dan Muslim Rohingya.

Ahad, Menteri Informasi Phay Myint mengatakan dalam konferensi pers di ibukota politik Nay Pyi Taw bahwa situasi telah dikendalikan pada malam hari.

“Seorang polisi tetap hilang belum ditemukan,” katanya.

Pemerintah mengatakan bahwa polisi telah menangkap hidup-hidup dua gerilyawan, sementara 51 senjata dicuri dari gudang senjata polisi saat serangan.

Kepala polisi Zaw Win mengatakan dalam konferensi pers bahwa mereka belum mengkonfirmasi kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Kami tidak yakin jika para penyerang berasal dari RSO, tetapi mereka meneriakkan kata ‘Rohingya’ selama serangan,” katanya, mengacu pada Organisasi Solidaritas Rohingya (the Rohingya Solidarity Organization-RSO) – sebuah kelompok bayangan yang namanya diambil dari kaum Muslim minoritas Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai salah satu etnis dunia yang paling teraniaya.

“Kami masih menginterogasi dua orang bersenjata yang kami tangkap hidup-hidup,” tambahnya.

Meskipun sebagian besar analis percaya keberadaan RSO hanyalah mitos, pemerintah telah mengklasifikasikan RSO sebagai kelompok pejuang Islam dan pejabat menyalahkan mereka sebagai pelaku serangan baru di daerah perbatasan.

Hadirilah! Tabligh Akbar MADINA ‘Menyongsong Lahirnya Kembali Generasi Islam’

MENYONGSONG LAHIRNYA KEMBALI GENERASI ISLAM

Islam Berjaya Di Pundak Pemuda

Peran pemuda dalam penyebaran Islam pada masa lampau amat besar. Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wa sallam menjadikan para pemuda sebagai pelopor kebangkitan pada masa itu. Seperti misalkan sahabat ‘Ali, sosok pemuda yang multitalenta. Ia menguasai sekian banyak khasanah keilmuan dan tangguh di medan pertempuran. Masih banyak lagi yang lainnya.

 

Bagaimana Generasi Islam Sekarang

Serangan ideologis peradaban barat yang dipelopori oleh amerika dan rekannya memberikan andil luar biasa dalam merusak generasi muda. Mulai dari musik, busana, gaya hidup dan lain sebagainya telah terinfeksi virus kebarat-baratan.

 

Menyiapkan Generasi Kita Menuju Kebangkitan Islam

Islam dibangun di atas pondasi aqidah yang kuat. Oleh karenanya, pondasi itu akan semakin kokoh jika dibina sejak dini. Bukti kiprah kejayaan Islam di akhir zaman akan kembali dipunggawai oleh pemuda adalah akan lahirnya Imam Mahdi. Sosok yang akan menyatukan umat diera carut-marut. Namun hadirnya Imam Mahdi akan sangat membutuhkan pundak-pundak generasi muda untuk mengawalnya.

 

Sudahkah Anak Kita Disiapkan Untuk Menyambut Kejayaan Islam?

 

Mari hadiri tabligh akbar MADINA (Majlis Dakwah Islam Indonesia)

Tema : MENYONGSONG LAHIRNYA KEMBALI GENERASI ISLAM

Pembicara : Ustadz Fahmi Suwaidi (Wartawan & Penulis)

Waktu : Ahad (Minggu), 9 Oktober 2016 Pukul 08.30 – Zhuhur

Tempat : Masjid ABA Pasar Utara Temanggung (Lt. 3)

 

DISELENGGARAKAN OLEH MADINA Cab. TEMANGGGUNG

 

 

Pemuda Muhammadiyah Desak Mabes Polri Adili Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – PP Pemuda Muhammadiyah melalui sekertarisnya Pedri Kasman, mendesak aparat penegak hukum bekerja profesional adili Ahok.

“Ini masalah penistaan agama, kami mendesak penegak hukum untuk bertindak profesional tidak bermain mata,” katanya kepada jurniscom melalui sambungan telepon, Jum’at (7/10/2016).

Ia mengatakan, jika penegak hukum tidak mengadili akan berbahaya. Sebab, akan membuat masyarakat tidak percaya dengan penegak hukum.

“Itukan jelas dari videonya dia (Ahok -red) menistakan Islam, jika penegak hukum tidak memproses bisa jadi masyarakat tidak percaya lagi kepada mereka,” ujarnya.

“Masyarakat bisa jadi tidak takut lagi kepada mereka,” sambungnya.

Untuk itu, Pedri menegaskan Ahok harus menjaga ucapan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah kerukunan masyarakat.

“Bukan masyarakat yang belum siap rukun, tapi ahok yang memancing,” tegasnya.

Lebih lanjut ia senang dengan bersatunya umat Islam melalui ormas-ormas yang turun menanggapi Ahok.

“Kita sangat senang banyak dari elemen lain peduli, ini masalah umat ini masalah kita bersama,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Jum`at (7/10/2016) PP Pemuda Muhammadiyah mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan petahana Ahok terkait penistaan agama di Kepulauan Seribu.

Polda Metro Jaya menerima dan berjanji akan memproses secepatnya. Diperkirakan proses akan memakan waktu 1-2 pekan.