Ustadz Bachtiar Nasir: Bacalah Qur’an Tiap Hari, Ada Anugerah Besar dari Allah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan rahasia kekuatan umat Islam yang mampu bergerak secara tertib dan damai dalam Aksi Bela Islam #411. Menurutnya, kunci kekuatan itu adalah kesabaran.

Untuk itu, UBN, sapaan akrabnya meminta umat Islam untuk selalu dekat kepada al-Qur’an dan berinteraksi dengan al-Qur’an.

“Baca al Quran tiap hari, akan ada anugerah besar dari Allah. Jangan pernah meninggalkan al Qur’an walau satu haripun,” terang UBN yang rutin mengisi kajian tadabbur al -Quran di Arrahman Quran Learning Islamic Centre ini.

Alasannya, kata UBN, Allah akan menanamkan jiwa-jiwa yang positif bagi orang-orang yang hidup dan matinya bersama Al Quran. Maka, jangan pernah takut kepada selain Allah.

“Jika kita takut kepada selain Allah, maka kita akan takut dengan segala sesuatu. Sebaliknya, jika kita tidak takut kepada selain Allah, maka kita tidak akan takut dengan segala sesuatu,” jelas UBN yang memakai kopiah hitam dengan pin merah putih pada Malam Peringatan dan Doa untuk syuhada #Aksi411 di Masjid Al Furqon, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta, Jum’at malam (11/11/2016).

Kalau perjuangan ini masih mau berlanjut, UBN mengaku rela jadi tumbal dalam misi menegakkan kemuliaan Al Maidah 51 ini.

Percayalah, kata UBN, orang yang selalu bersama Allah, dia akan mendapat kemuliaan.

“Sebaliknya orang-orang yang tidak bersama Allah, ia tidak akan mendapatkan apa-apa,” terangnya.

Reporter: Pizzaro/JITU

GNPF MUI: Aksi Bela Islam Didukung Umat Islam Internasional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi damai Bela Islam yang diikuti jutaan umat Islam Indonesia telah menuai simpati dan perhatian banyak pihak. Perhatian tersebut tidak hanya diberikan oleh sejumlah tokoh di tanah air, tapi juga meluas hingga mancanegara.

“Al Maidah 51 sudah jadi masalah international, tidak lagi nasional. Di Turki tokoh-tokohnya juga memantau. media-media internasional juga ada yang pro kita,” ujar Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir pada Malam Peringatan dan Doa untuk syuhada #Aksi411 di Masjid Al Furqon, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta, Jum’at malam (11/11/2016).

UBN, sapaan akrabnya, menginformasikan dukungan itu turut mengalir dari para dai dan ulama di Makkah al Mukaromah. Ia mengaku dikirimi audio dari para dai di Makkah yang turut mendoakan perjuangan umat Islam untuk membela kehormatan al Qur’an.

“Kami saudaramu di Makkah kami para dai di Makkah terus memantau perkembangan dan kami bersama kalian,” ujar Ustadz Bachtiar menirukan bunyi pesan para dai dan ulama di tanah haram tersebut.

Bachtiar menegaskan, GNPF MUI tidak ingin kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diseret-seret ke masalah politik. GNPF MUI tetap bergerak dalam koridor penegakan hukum agar Ahok diadili atas tindakan penodaan agama.

“Kami tidak ingin dipolitisasi. Ini perkara gerakan supremasi hukum,” tegasnya.

Sekarang ini, lanjut UBN, banyak yang gagal paham terhadap yang terjadi. Ia menghimbau agar jangan hanya melihat masalah ini dari yang tersirat, tapi lihat yang tersurat.

“Ini bukan permasalahan GNPF, tapi ini persoalan umat Islam,” paparnya.

Reporter: Pizaro/JITU

GNPF MUI akan Gelar Aksi Bela Islam Jilid 3, Titik Kumpul di Bundaran HI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) berencana akan kembali menggelar Aksi Bela Islam jilid III jika pemerintah tidak menangkap Ahok. Meski demikian GNPF MUI belum menentukan tanggal kapan aksi dilaksanakan.

“Kita tunggu arahan para ulama, habaib, dan kyai. Insya Allah minggu depan kita umumkan,” ujar korlap aksi 411 GNPF MUI, Munarman SH, pada Malam Peringatan dan Doa untuk syuhada #Aksi411 di Masjid Al Furqon, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta, Jum’at malam (11/11/2016).

Lebih lanjut Munarman menjelaskan, berbeda dengan aksi jilid 2, pada aksi damai ketiga nanti, titik kumpul akan berada di Bunderan HI.

“Nanti kita akan buat kegiatan (aksi damai) lagi. Kedepan titik kumpul di Bunderan H. Soal teknis, tunggu tanggal mainnya,” papar Munarman yang tampil berkopiah hitam di hadapan ribuan jamaah Masjid Al Furqon.

Karena itu, umat Islam diminta bersiap diri untuk aksi damai ketiga ini. GNPF MUI, kata Munarman, akan melakulan persiapan yang lebih baik.

“Kita akan siapkan logistik dengan lebih baik lagi,” tukasnya.

Selain itu, Munarman menyampaikan adanya kabar demo tandingan yang akan dilakukan oleh pemerintah. Karena itu, masyarakat dan umat Islam diminta tidak terkecoh dan tetap mengikuti arahan para ulama dan kyai.

“Jika ada undangan aksi di luar GNPF dan kyai, jangan diikuti,” pintanya.

Reporter: Pizaro/JITU

Ahmad Yani: Kasus Penistaan Agama oleh Ahok adalah Kasus Sederhana

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan anggota DPR Ahmad Yani mengatakan, kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Ahok merupakan persoalan sederhana jika kepolisian meresponnya seperti kasus penistaan agama oleh Arswendo di Bali.

“Saya menghimbau kepada presiden dan kapolri ini sebenarnya masalah sederhana. Gak perlu gaduh sebenarnya kalau pihak kepolisian meresponnya sama dengan merespon penistaan agama di Bali. Penistaan agama yang dilakukan Arswendo,” kata Yani di Rumah Amanah Rakyat, Jakarta pada Kamis, (10/11/2016) dilansir Kiblatnet.

Politisi PPP ini tak ingin Indonesia kembali menjadi ajang penumpahan darah. Ia mengapresiasi aksi 4 November bisa berjalan damai.

“Alhamdulillah umat Islam bisa damai. Kita bisa menuntut hak, menuntut keadilan, menuntut penegakan hukum dengan cara-cara yang beradab. Ini ada spirit kepahlawanan sendiri,” kata Yani bertepatan dengan momen Hari Pahlawan.

Menurut dia, dari awal seharusnya perkara penistaan agama oleh Ahok sudah selesai. Memang dalam hukum acara ini ada tahapan-tahapan. Tapi tahapan yang sedang dijalani Polri menurutnya terlalu lama.

“Ini kasusnya sederhana, deliknya pidana formal, tidak dibutuhkan akibat, tidak dibutuhkan keinsafan, kesengajaan. Perbuatannya sudah ada. unsur-unsurnya sudah terpenuhi,” ucapnya.

Mengenai gelar perkara secara terbuka, Yani berargumen boleh saja hal itu dilakukan. Gelar perkara itu dalam konteks sesungguhnya kalau penyidik masih ada keraguan dalam menentukan kasus hukumnya. Boleh dia gelar perkara untuk meyakinkan lagi. Tapi bukan gelar perkara untuk melegitimasi opini masyarakat sesuai apa yang diinginkan.

Yani pun menyesalkan tindakan represif aparat yang menangani demonstran dengan brutal.

“Saya harap ini yang terakhir. Ini saya kasian juga dengan Kapolri, perintah Kapolri pun tidak diindahkan. Oleh karena itu kita minta ini yang terakhir, tidak dilakukan lagi cara-cara menangani aksi demonstrasi tersebut,” ujar dia.

Ia pun sepakat jika tindakan represi itu dilaporkan kepad apihak berwenang seperti Komnas HAM. “Saya kira itu hak kawan-kawan lah. Kan sudah ada yang melaporkan. Tinggal Komnas HAM untuk segera melakukan penyelidikan saja,” tutupnya.

Reporter: Fajar Shadiq/JITU

Politisi PPP: Tindakan Ahok Porak-porandakan Kebhinekaan dan Toleransi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani menyatakan tingkah laku Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama jadi Gubernur DKI Jakarta tak pernah mencerminkan sikap patriotisme.

“Yang dilakukan Ahok itu tidak mencerminkan sikap-sikap pejuang dalam rangka mempertahankan dan memperkokoh NKRI. Tapi apa yang dilakukan ahok, dia adalah bagian dari usaha untuk memecah belah, memporak-porandakan kebhinekaan dan toleransi, serta menghancurkan pilar-pilar NKRI,” ujar Yani seusai acara diskusi di Rumah Amanah Rakyat pada Hari Pahlawan, Kamis (10/11/2016) dilansir Kiblatnet.

Menurutnya, tindakan Ahok menghina Surat Al-Maidah 51 merupakan bentuk intoleransi.

“Betul-betul tidak menghormati mayoritas rakyat Indonesia. Dia tidak mempunyai kewenangan untuk menafsirkan ayat-ayat (Al-Quran, red),” kata mantan anggota DPR ini.

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh belum lama ini, menurut Yani, seyogyanya bangsa Indonesia harus menapak tilas dan mencontoh apa yang dilakukan para pahlawan. Mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk negeri ini.

“Jadi karenanya generasi penerus harus melaksanakan hal-hal seperti itu. itulah hakekat hari pahlawan,” tambah dia.

Yani menjelaskan kenapa bangsa Indonesia mau merdeka dari Belanda, karena ini persoalan harkat martabat dan kedaulatan. Bukan hanya sekadar pembangunan.

“Kalau hanya mau pembangunan, Belanda juga sudah melakukan pembangunan. Mau kali bersih, bangun gedung, itu Belanda sudah lakukan, jauh lebih dahsyat,” ujar Yani.

Tapi kenapa kita tetap mau merdeka? Karena kita ingin harkat martabat dan kedaulatan kita, kepribadian kita, kemandirian kita, lepas dari penjajahan asing.

“Pertanyaannya sekarang ini, 71 tahun kita merdeka, apakah nilai-nilai kepahlawanan, nilai-nilai kejuangan itu, sebagai mana diinginkan founding fathers itu, sudah mendekati? Justeru menurut saya semakin jauh,” tutupnya.

Reporter: Fajar Shadiq/JITU

Para Pemimpin Muslim Afrika Prediksi Kemenangan Trump Bisa Mengintensifkan Konflik Global

AFRIKA (Jurnalislam.com) – Para pemimpin dan aktivis Muslim di seluruh Afrika bereaksi negatif terhadap kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden di luar AS, dengan beberapa ketakutan yang mengekspresikan bahwa ia bisa mengintensifkan konflik global, lansir World Bulletin, Jumat (11/11/2016).

Iqbal Jassat, seorang eksekutif dari kelompok advokasi Islam, the Media Review Network, mengatakan ia takut Muslim akan ditargetkan di bawah pemerintahan Trump yang anti Islam.

“Kita bisa memperkirakan intensifikasi ‘perang melawan terorisme’ bersama dengan semua kegiatan ilegal yang akan mengikuti, seperti rendition, penyiksaan, penahanan, perang drone dan lubang neraka sejenis Guantanamo.”

Dia mengatakan pemilihan Trump akan memiliki konsekuensi serius bagi umat Islam di seluruh dunia, tetapi kebanyakan terutama di Timur Tengah.

“Islamophobia, seperti yang dianut oleh Trump dan ambisi militer partainya untuk menghapus apa yang mereka gambarkan sebagai ‘Islamisme’ saling berhubungan. Bahaya yang ditimbulkan tidak dapat dibatasi untuk lokasi geografis tertentu,” kata Jassat.

Jassat mengklaim bahwa meskipun tidak ada ancaman untuk Muslim di Afrika Selatan, presiden Trump akan menegaskan agenda sayap kanan ekstrim yang merupakan inti dari Partai Republik AS.

“Sangat mungkin karena itu terlepas dari status sovereign (berdaulat, independen, mandiri) Afrika Selatan, administrasi Trump kemungkinan besar akan memperluas manipulasi di sini,” tambahnya.

Seorang pemimpin komunitas Muslim Mozambik, Syeikh Ameen Uddin, mengatakan dia terkejut bahwa Amerika bisa memilih Trump padahal dia melontarkan retorika tentang minoritas dan Muslim di Amerika Serikat.

“Ini menunjukkan ada kemerosotan moral di Amerika Serikat,” katanya melalui telepon dari ibukota Mozambik, Maputo.

Ameen Uddin mendesak umat Islam untuk lebih fokus pada pemecahan masalah pribadi mereka bukannya mencemaskan yang memenangkan pemilu AS.

Ribuan Demonstran Anti Trump Kembali Turun ke Jalan pada Malam Kedua

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Ribuan demonstran yang marah atas kemenangan Donald Trump dalam pemilu turun ke jalan untuk malam kedua berturut-turut, dengan sedikitnya satu demonstrasi berubah menjadi kerusuhan menentang sang taipan yang berubah menjadi presiden terpilih, World Bulletin melaporkan, Jumat (11/11/2016)

Kekerasan terburuk terjadi di kota barat laut Portland, di mana demonstran melemparkan proyektil ke arah petugas, merusak toko, memecahkan kaca jendela mobil dan menyerang supir.

Polisi mengatakan mereka memperlakukan protes sebagai mana mengatasi “kerusuhan” karena menganggapnya sebagai “perilaku kriminal dan berbahaya yang meluas.”

Dalam komentar pertamanya mengenai kerusuhan, Trump menyalahkan media.

“Kita baru saja melaksanakan pemilihan presiden yang sangat terbuka dan sukses. Sekarang demonstran profesional, dihasut oleh media, memprotes. Sangat tidak adil!” tweeted Trump.

Kekerasan yang terjadi kontras dengan pertemuan yang tampak harmonis antara Trump dan Presiden Barack Obama yang dirancang untuk menyembuhkan perpecahan setelah kampanye pemilu yang paling sengit.

Obama dan Trump mengesampingkan permusuhan masa lalu selama pertemuan 90 menit di Gedung Putih yang dirancang untuk memadamkan kekhawatiran tentang kesehatan demokrasi unggulan dunia tersebut, dan bersumpah untuk melaksanakan transfer kekuasaan yang lancar.

Setelah kampanye jahat yang memuncak dalam pemilihan seorang miliarder 70 tahun dan mantan bintang reality TV yang belum pernah memegang jabatan publik dan yang memperoleh kekuasaan pada platform populis, pesan yang mencuat adalah: ini adalah bisnis seperti biasa dalam demokrasi.

Presiden Demokrat yang terkemuka dan penggantinya itu berhadapan di Oval Office, untuk – yang disebut Obama sebagai – “percakapan yang sangat baik” dan kemudian menjadi penampilan publik bersama yang sangat sopan.

“Sangat penting bagi kita semua, terlepas apapun partainya dan terlepas dari apapun preferensi politik yang dianut, sekarang datang bersama-sama, bekerja sama, untuk mengatasi berbagai tantangan yang kita hadapi,” kata Obama.

Trump muncul lebih pendiam dari biasanya, dan dia luar biasa hati-hati dan hormat dalam sambutannya.

“Bapak Presiden, merupakan kehormatan yang besar berada bersama Anda,” kata Trump, menyebut Obama “orang yang sangat baik.”

 

PBB: IS Eksekusi Warga Sipil Secara Massal di Irak

MOSUL (Jurnalislam.com) – Kelompok pasukan Islamic State (IS) dilaporkan telah menembak dan membunuh sejumlah warga sipil di Mosul dalam beberapa hari terakhir, PBB mengatakan, saat menegaskan penemuan kuburan massal di kota terdekat Hammam al-Alil di mana lebih dari 100 mayat ditemukan, Al Jazeera melaporkan, Jumat (11/11/2016).

Dalam pernyataan yang diterbitkan Jumat merinci serangkaian eksekusi dan pelanggaran IS, kantor hak asasi manusia PBB mengatakan bahwa 40 orang dieksekusi oleh kelompok bersenjata pada Selasa karena “pengkhianatan dan melakukan kolaborasi” dengan pasukan Irak dan sekutu mereka selama operasi militer.

Mengenakan jumpsuits orange, mayat korban digantung di tiang listrik di beberapa daerah di sekitar Mosul, kata PBB.

Pada Rabu malam, IS dilaporkan menembak mati 20 warga sipil lainnya di pangkalan militer Ghabat di Mosul utara, juga atas tuduhan membocorkan informasi.

“Tubuh mereka juga digantung pada berbagai persimpangan di Mosul, dengan catatan yang menyatakan: ‘Keputusan eksekusi’ dan ‘ponsel digunakan untuk membocorkan informasi kepada Pasukan Keamanan Irak (the Iraqi Security Forces-ISF)’,” kata PBB.

Kantor hak asasi juga mengatakan kuburan massal di Hammam al-Alil di selatan Mosul tersebut hanya salah satu dari beberapa lahan pembunuhan IS.

Situs ini ditemukan pada hari Senin dan berisi sedikitnya 100 mayat, termasuk mantan perwira ISF dan tahanan IS, serta beberapa orang yang tewas saat memulai serangan anti-IS sejak awal operasi Mosul empat minggu lalu.

“Aku sudah berada di Erbil sejak awal operasi militer ini untuk merebut kembali kota Mosul dan kami telah mendokumentasikan ratusan eksekusi oleh IS,” Belkis Wille, juru bicara Human Rights Watch (HRW), mengatakan kepada Al Jazeera dari Erbil.

“Sayangnya kami tidak terkejut melihat kuburan massal seperti ini [di Hammam al-Alil]; itu pasti bukan satu-satunya.”

Badan HAM mengatakan mereka telah menerima laporan bahwa IS menimbun sejumlah besar bahan kimia di daerah-daerah sipil agar dapat digunakan sebagai senjata.

Sedikitnya empat orang tewas karena menghirup asap setelah IS mengupas dan membakar pabrik gas belerang al-Mishrag di Mosul pada 23 Oktober.

PBB juga mengatakan memiliki bukti yang dikumpulkan bahwa remaja dan anak laki-laki digunakan oleh IS sebagai pelaku bom bunuh diri selama serangan, sementara gadis-gadis muda dan perempuan dieksploitasi secara seksual oleh anggota kelompok bersenjata tersebut.

“Sejak 27 Oktober IS telah merelokasi perempuan yang diculik, termasuk perempuan Yazidi, ke kota Mosul dan ke kota Tel Afar,” kata badan hak asasi manusia dalam pernyataannya.

“Beberapa wanita dilaporkan ‘didistribusikan’ untuk pasukan IS sementara yang lain telah diberitahu bahwa mereka akan digunakan untuk mengiringi konvoi IS.”

Didukung Masyarakat NTB, Buni Yani Sampaikan Terimakasih

Mataram (Jurnalislam.com) – Buni Yani, kini berhadapan dengan hukum setelah dituduh menyebarkan video yang disertai transkrip pernyataan kontroversial Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Di tengah memanasnya proses hukum yang ia jalani, pria asal Rensing, Lombok Timur ini menyampaikan ucapan terimakasihnya atas dukungan masyarakat NTB.

Dukungan terhadap dirinya mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak terkecuali dukungan dari masyarakat NTB, khususnya Lombok yang menjadi daerah kelahiran Buni Yani. Melihat begitu banyaknya dukungan terhadap dirinya, pria asal Rensing, Sakra, Lombok Timur ini mengucapkan terimakasih bagi masyarakat NTB.

“Terimakasih banyak untuk saudara-saudara saya di NTB. Mohon didoakan buat yang terbaik untuk masyarakat NTB dan seluruh masyarakat Indonesia. Apapun yang kita perjuangkan, ini untuk kebaikan bersama, lillahita’alla. Tidak ada sama sekali tujuan lain selain untuk tujuan bersama,” ujar Buni Yani saat Jumat, (11/11/2016) dilansir suarantb.

Buni Yani juga mengungkapkan dirinya sempat menitikkan air mata melihat persatuan umat Islam dalam memperjuangkan keadilan. Begitu pula dengan mengalirnya dukungan terhadap dirinya.

“Saya terharu dapat dukungan yang begitu luas. Saya kadang-kadang, tidak terasa menitikkan air mata, melihat persatuan umat muslim dan dukungan terhadap saya,” ungkapnya.

Sejak muda, Buni Yani selalu berpetualang merantau ke daerah dan negara lain. Ia mengatakan bahwa itu tidak mengubah jati dirinya sebagai seorang berdarah Sasak. Buni Yani mengatakan nilai-nilai masyarakat Suku Sasak, Lombok selalu ada dalam hatinya.

“Karena saya sejak muda sudah merantau, ke Bali, terus ke Jakarta, lalu di sana agak menderita. Saya juga ke Amerika, terus ke Belanda. Jadi dua per tiga hidup saya di bumi paer-nya orang. Tapi itu tidak mengurangi kesasakkan saya sebagai orang NTB. Saya 100 persen orang Sasak,” ucap Buni.

Hingga saat ini, Buni Yani telah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Status Buni Yani sebagai saksi dari kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok, membuat dirinya terus dibanjiri dukungan. Khusus untuk masyarakat NTB, dukungan terhadap Buni selalu mengalir.

Reporter: Sirath

HMI Solo Mengecam Keras Arogansi Polda Metro Jaya

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo, M Pandu Irawan, mengecam keras sikap arogansi Polda Metro Jaya yang menangkap Sekjend dan kader-kader HMI.

“Kami sangat mengecam tindakan yang di lakukan Polda Metro Jaya yang tidak mengedepankan asas equality before the law (persamaan di mata hukum -red) dan asas praduga tidak bersalah dalam penangkapan paksa Sekjend PB HMI dan beberapa kader HMI,” katanya kepada jurniscom di depan Mapolresta Surakarta, Jum’at (11/11/2016).

Ia menegaskan, status tersangka yang disematkan kepada Sekjend HMI dan para kader HMI untuk segera dicabut karena dinilai salah sasaran.

Pandu menilai, pernyataan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Drs. M. Iriawan, S.H., M.M., M.H. dengan mengatakan HMI sebagai provokator aksi 411 kemarin tidak tepat.

“Kami juga mengecam pernyataan Kapolda Metro Jaya yang menyatakan bahwa HMI sebagai provokator dalam aksi damai 4 November 2016 kemarin,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, paska aksi 411 Sekjend dan sejumlah kader HMI ditangkap pihak kepolisian karena dinilai provokator aksi.

Reporter: Riyanto