Lagi, Tentara Irak dan Puluhan Milisi IS Tewas dalam Pertempuran Mosul

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Empat tentara Irak dan puluhan gerilyawan tewas dalam serangan udara dan bentrokan di Mosul pada hari Ahad di tengah serangan Irak yang sedang berlangsung untuk merebut kembali kota utara dari kelompok Islamic State (IS), lansir Anadolu Agency, Ahad (27/11/2016).

Pesawat-pesawat tempur Irak menyerang posisi IS di Mosul barat, menewaskan 32 milisi IS, kata direktorat intelijen militer dalam sebuah pernyataan.

Lima milisi IS juga terbunuh dalam pertempuran dengan pasukan Irak di Mosul utara, seorang perwira militer mengatakan tanpa menyebut nama karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

Sementara itu, empat tentara Irak tewas dan sembilan lainnya terluka dalam bentrokan antara pasukan Irak dan milisi IS di timur laut Mosul.

Marwan Salloum mengatakan pertempuran sengit meletus ketika pasukan khusus Irak maju ke distrik al-Falah di timur laut Mosul.

Ini Pesan Mulia Ustadz Abu Bakar Ba’asyir untuk Umat Islam Pasca 411

SOLO (Jurnalislam.com) – Ulama kharismatik yang saat ini berada di balik jeruji besi LP Gunung Sindur Bogor, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengapresiasi gelombang kebangkitan umat Islam pasca penistaan Al Qur’an oleh Ahok.

Melalui putra bungsunya, Ustadz Abdul Rachim, Ustadz Abu berharap semangat perjuangan umat Islam senantiasa berada dalam bimbingan Allah SWT serta mengembalikan kedaulatan umat Islam Indonesia.

“Beliau berharap agar para ulama terus membimbing umat ke jalan jihad membela Islam yang diridhai Allah, menjauhkan umat dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan, membimbing mereka menuju tegaknya Syariat Allah dan membangun umat untuk menjadi bangsa yang besar dalam bimbingan Syariat Allah SWT,” papar Ustadz Abdul Rachim dalam pernyataan tertulis, Senin (28/11/2016).

Dijelaskan putranya, Ustadz Abu menitipkan agar jihad umat yang sedang bangkit ini harus diarahkan ke arah yang benar dan tidak boleh padam hanya pada kepentingan-kepentingan politik sesaat yang jauh dari nilai perjuangan tegaknya Islam.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, lanjutnya, mengajak umat Islam Indonesia agar selalu waspada dari tipu daya musuh-musuh yang ingin menguasai negeri ini dan menjajah rakyatnya untuk dipaksa tunduk pada kekufuran dan keingkaran kepada Robbul Alamin.

“Umat harus semakin dekat dengan Al Qur’an dan memiliki semangat untuk mempelajarinya serta mengamalkan isinya ke dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tuturnya.

Ustadz Abu menambahkan, umat Islam juga untuk mengajarkan Al Qur’an kepada anak dan cucu agar menjadi generasi penerus yang dekat dengan Ridho Allah serta menjadi umat yang mulia sebagaimana para sahabat nabi saw.

“Yakinlah bahwa hanya dengan kembalinya umat ini kepada ajaran Ilahi maka kemuliaan mereka akan kembali tegak dan umat Islam Indonesia akan kembali menjadi Singa Asia Tenggara yang disegani oleh bangsa-bangsa dunia serta diridhai oleh Tuhan alam semesta,” tegasnya.

Ustadz Abdul Rachim juga mengabarkan, di balik jeruji besi penjara ustadz Abu Bakar Ba’asyir tak hentinya mendoakan umat Islam di negeri ini agar diberi kemenangan dan kekuatan.

“Tangan beliau tak hentinya menadah ke langit mendoakan kemenangan bagi Islam dan Ummat Islam di negeri ini agar diberi kemenangan dan kekuatan serta lindungan dari segala makar jahat musuh-musuhnya,” pungkas pria yang karib disapa Ustadz Iim itu.

Reporter: Muhammad Fajar

2 Desember, Umat Islam Bima Adakan Dukung Aksi Bela Islam 3

BIMA (Jurnalislam.com) – Menjelang aksi damai 2 Desember mendatang, Forum Umat Islam (FUI) Bima bersama ormas Islam Bima menggelar pertemuan di aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Ahad (27/11/2016) .

FUI Bima bersama ormas Islam sepakat untuk menggelar Aksi Bela Islam (ABI) 3 di Kota Bima pada 2 Desember mendatang. Menurut Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin, ABI 3 di Kota Bima adalah wujud dukungan umat Islam Bima terhadap ABI 3 yang akan digelar di Jakarta.

“Aksi nanti adalah aksi super damai dan dipastikan tidak akan ada makar di dalam aksi nanti, karena yang diinginkan oleh umat Islam pada hari ini adalah supaya Ahok dipenjara layaknya seperti kasus penistaan yang lainnya yang pernah terjadi,” paparnya.

Dalam aksi tersebut, massa umat Islam akan melakukan longmarch melalui Jalan Soekarno-Hatta menuju Pemda. “Dan rencananya akan melakukan shalat Ashar di jalan raya,” katanya.

Oleh karena itu, FUI mengimbau seluruh kaum muslimin untuk meluruskan niat dan memepersiapkan diri.

“Kami berharap dengan adanya aksi itu akan terbuka seluruh tabir dan terlihat dengan jelas siapa golongan orang-orang yang menolong agama Allah dan siapa yang berpihak kepada si penista,” pungkasnya.

Reporter: Sirath

17 Warga Tewas, 30 Terluka dalam Serangan Brutal Rezim Assad dan Rusia di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 17 warga sipil tewas dan 30 lainnya terluka dalam serangan udara yang dilakukan oleh rezim Syiah Nushairiyah Assad dan pesawat tempur Rusia di utara kota Aleppo Suriah pada hari Ahad (27/11/2016), kata seorang pejabat pertahanan sipil, lansir Anadolu Agency.

Pejabat pertahanan sipil Hussein Misri mengatakan serangan tersebut menargetkan desa Anjara yang dikuasai mujahidin dan oposisi, di pedesaan Aleppo Barat.

Misri menegaskan jumlah korban jiwa dalam pemboman tersebut.

“Sebuah pesawat perang milik Rusia menargetkan Anjara, wilayah yang dikuasai oposisi, di pedesaan Aleppo Barat dengan serangan bom,” katanya.

Lebih dari 508 warga sipil telah tewas dan 1.871 lainnya terluka dalam serangan rezim di Aleppo timur sejak pertengahan November.

Dalam 10 hari terakhir, semua rumah sakit dan fasilitas medis berhenti beroperasi karena serangan udara brutal rezim dan Rusia. Sekolah-sekolah disana juga diserang.

HMI Desak Kepolisian Percepat Proses Hukum Ahok

MATARAM (Jurnalislam.com) – Puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Mataram menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTB, kemarin (25/11/2016). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap unjuk rasa damai umat umat Islam, 4 November lalu.

Darin, koordinator aksi mengatakan, HMI-MPO Mataram mengaku prihatin dengan penegakan supremasi hukum di Indonesia. Terutama dalam hal penanganan kasus penistaan agama yang disangkakan pada Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

”Kami harapkan pihak kepolisian mempercepat proses hukumnya. Diadili sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata dia.

Masyarakat perlu mengetahui kejelasan proses hukum usai Basuki ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, desakan ini pun untuk melihat seberapa serius kepolisian dalam menangani kasus tersebut, ujar Darin dilansir lombokpost

”Polisi harus serius menangani ini, jangan sampai penanganannya malah mengambang,” tegas Darin.

Dalam pernyataan sikapnya, HMI-MPO menyatakan presiden harus tegas demi kedaulatan dan keutuhan NKRI. Mereka juga menuntut lembaga hukum harus professional dalam menegakkan hukum.

Reporter: Sirath

Jelang 212, MUI Jatim Serukan Umat Islam Bersatu

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam mengikuti Tabligh Akbar dan Silaturrahim Ummat Aksi Bela Islam Menuju 212 di depan Masjid Al-Falah, Jl. Darmo Surabaya, Ahad, (27/11/2016).

Acara yang digagas Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur itu menghadirkan Ketua Gerakan Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, ustadz Bachtiar Nasir dan Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori

Dalam tausiyahnya, Kyai Abdussomad mengajak ummat Islam Indonesia untuk bersatu menggalang kekuatan.

“Tidak ada kemenangan kecuali dengan kekuatan. Kekuatan tidak mungkin terwujud kecuali dengan bersatu,” katanya.

Menurutnya, umat Islam mempunyai peran yang besar di negeri ini. Oleh sebab itu, persatuan umat Islam sangat penting dalam mempertahankan bangsa ini.

“Saya mewakili mengajak ummat Islam harus bersatu dari kelompok manapun mari kita harus bersatu,” tegasnya.

Ia juga mengajak para ulama dan tokoh umat untuk berkomitmen dalam memperjuangkan Islam. “Kita tidak akan menjual agama untuk kepentingan dunia tapi kita akan berjuang,” tegasnya.

Selain itu, Kyai Abdussomad juga menyinggung isu makar yang dikaitkan dengan aksi 2 Desember.

“Ini bukan makar tapi doa menyelamatkan bangsa,” pungkasnya.

Reporter: Adit

 

Setelah Membombardir Rumah Sakit dan Warga Sipil, Pasukan Assad Kini Maju ke Aleppo Timur

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Suriah bergerak ke distrik penting yang dikuasai mujahidin dan oposisi di Aleppo timur pada hari Sabtu setelah pertempuran sengit berikut serangan udara intens ke warga sipil dan ke semua rumah sakit, Aljazeera melaporkan, Ahad (27/11/2016)

Pasukan rezim Assad dan sekutu mereka maju dengan serangan darat dan udara di tepi bagian timur kota yang terkepung hingga daerah perumahan Hanano. Langkah mereka tersebut dirancang untuk membagi wilayah timur yang dikuasai mujahidin dan oposisi menjadi dua bagian.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan tentara Assad telah mengontrol Hanano, yang merupakan wilayah pertama Aleppo yang diambil alih oleh mujahidin Aleppo di tahun 2012.

Sebuah serangan udara baru menargetkan wilayah perumahan dan garis depan Aleppo timur dimulai Selasa lalu setelah jeda berminggu-minggu.

“Setiap hari ada banyak serangan Helikopter menjatuhkan bom barrel dan pesawat perang menjatuhkan bom bunker-buster dan munisi tandan,” Modar Shekho, perawat darurat di lingkungan al-Shaar, mengatakan kepada Al Jazeera.

Seorang komandan dari Jabha Shamiya, salah satu kelompok terbesar yang berperang melawan rezim Syiah Assad di Suriah utara, mengatakan kepada kantor berita Reuters: “Kaum revolusioner berjuang keras tetapi volume pemboman dan pertempuran yang semakin intens, banyaknya warga sipil yang mati dan terluka, dan kurangnya rumah sakit karena pemboman, semua memainkan peran dalam runtuhnya garis depan ini.”

Faksi Jabha Shamiya telah mengambil bagian dalam pertempuran di Hanano.

Dia mengutuk “diamnya masyarakat internasional” dan mengatakan bahwa pemerintah dan sekutunya berusaha mengeksploitasi sebelum pemerintah AS mengambil alih periode berikutnya.

“Iran, Rusia dan rezim tahu ada kekosongan dan mereka mencoba untuk mengeksploitasi menggunakan segala cara,” katanya.

“Kami berhubungan dengan negara-negara yang ramah tapi sayangnya Aleppo sedang ditinggalkan untuk disembelih.”

Yasser al-Yousef, dari kantor politik faksi Nour al-Din al-Zinki, mengatakan para mujahidin telah berjuang keras selama lebih dari 48 jam untuk mempertahankan Hanano dan garis depan selatan Aleppo timur dari pemboman berat rezim Suriah dan Rusia.

Seorang wartawan televisi rezim Suriah menyiarkan langsung dari Hanano, Sabtu saat pasukan rezim berusaha membangun kontrol penuh atas wilayah tersebut. Suara tembakan terdengar dan di belakangnya bangunan rusak dan meningkatnya asap bisa dilihat.

Oposisi mengatakan banyak wilayah Hanano telah kosong dari penduduk selama beberapa bulan.

Dalam 12 hari sejak pemboman baru di Aleppo timur, sedikitnya 201 warga sipil, termasuk 27 anak-anak, tewas dalam wilayah yang dikepung, kata the Observatorium.

Taliban Luluskan 150 Mujahidin Baru dari 2 Kamp Pelatihan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – 150 Mujahidin telah menyelesaikan pelatihan militer dan lulus dari Camp Khalid bin Walid (Ra) dan Camp Abu Dujana (Ra), yang merupakan bagian dari Komisi Camps Militer dan Batalyon Mati Syahid, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (26/11/2016).

100 Mujahidin menyelesaikan pelatihan mereka dari Camp utama Khalid bin Walid (Ra) dan 50 orang lainnya dari cabang di Camp Abu Dujana (Ra) di provinsi Saripul.

Para lulusan diberi pelatihan dasar 45 hari dalam militer, Aqidah Islam, Fiqh mahzab Hanafi, Sirah (kehidupan Nabi Saw yang mulia) dan ilmu intelijen.

Mujahidin yang telah lulus dari kamp militer Imarah Islam Afghanistan (Taliban) in syaa Allah bersinar terang di medan perang dan telah disebut-sebut oleh komandan militer untuk keterampilan militer mereka, keberanian, taqwa (takut akan Allah) dan ketabahan mereka dalam menghadapi kesulitan. Hasil yang baik dari kamp-kamp ini telah mendorong para pemimpin Imarah Islam untuk memberikan perhatian lebih terhadap para rekrutan pelatihan militer.

Camp Khalid bin Walid (Ra) melatih rekrutan di 8 provinsi (Helmand, Kandahar, Ghazni, Ghor, Saripul, Faryab, Farah dan Maidan Wardak) dan memiliki 12 cabang serta sekitar 300 pelatih militer dan ulama.

Camp Khalid bin Walid (Ra) dapat melatih hingga 2000 rekrutan pada satu waktu dan melatih mereka di bidang Syariah, militer, teknis dan intelijen.

Para anggota diberi pelatihan senjata yang paling sering digunakan seperti senapan serbu, senapan mesin, RPG 7, artileri 75mm dan 82mm, mortir, DShK, senjata KPV dan ZPU-2 AA serta senjata-senjata lain dan pada saat yang sama diberikan informasi tehnik dasar tentang berbagai bahan peledak, APC, tank, pesawat, laser, pesawat pengintaian dan peralatan tempur modern lainnya.

300.000 Warga Sipil Aleppo Berjuang Menahan Lapar

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Di tengah pemboman sengit oleh rezim Suriah dan sekutu Rusia, hanya tiga toko pembuat roti yang tersisa untuk melayani 300.000 warga sipil di lingkungan timur yang dikuasai oposisi di timur laut kota Aleppo Suriah.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Sabtu (26/11/2016), Muhammad Mesleti, anggota dewan lokal Aleppo pro-oposisi, mengatakan warga sipil di lingkungan timur kota berjuang menahan rasa lapar.

“Toko roti kekurangan tepung dan beroperasi setiap hari sampai tengah malam karena pemboman,” kata Mesleti.

Pasukan rezim Syiah Assad telah memperketat pengepungan dan serangan terhadap wilayah yang dikuasai mujahidin dan para pejuang oposisi di Aleppo Timur dalam upaya untuk menguasi Aleppo dan maju ke Idlib, dari tangan mujahidin dan oposisi.

Terletak 40 kilometer jauhnya dari perbatasan Turki, Aleppo adalah kota terbesar kedua Suriah yang sebelumnya menjadi rumah bagi sekitar tiga juta orang, terutama orang-orang Arab termasuk 400.000 Turkmen dan 200.000 orang Kurdi.

Setahun setelah pecahnya revolusi Suriah pada tahun 2011, kekuatan oposisi dan mujahidin Suriah menguasai distrik timur Aleppo.

Pada tahun 2013, rezim Syiah Nushairiyah Assad memulai kampanye pemboman membabi buta di kota yang sarat dengan warga sipil sehingga memicu krisis kemanusiaan di kota yang hancur akibat kebrutalan serangan tersebut.

Intervensi militer Rusia tahun lalu di Suriah bersama rezim Assad telah meningkatkan situasi kemanusiaan di kota.

Pada bulan Februari, rezim Assad dan milisi Syiah yang didukung Iran memotong jalan Castello yang merupakan satusatunya jalan keluar bagi oposisi dari Aleppo timur ke kota Idlib dan perbatasan Turki.

Pasukan oposisi berhasil membuka jalan alternatif menuju Idlib pada bulan Agustus, namun kembali dikuasai rezim Assad dan koalisinya.

Lingkungan sipil timur Aleppo ini kondisinya sangat menderita di bawah pengepungan pasukan rezim Assad dan sekutunya – yang telah berlangsung selama lebih dari 90 hari namun mereka masih tetap bertahan disana, menurut sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh direktorat kesehatan dan dewan kota Aleppo pro-oposisi, bersama dengan aktivis dan pejabat pertahanan sipil setempat.

Lebih dari 508 warga sipil telah tewas dan 1.871 lainnya terluka dalam serangan udara rezim Assad dan Rusia di Aleppo timur sejak pertengahan November.

Dalam 10 hari terakhir, semua rumah sakit dan fasilitas medis berhenti beroperasi karena serangan udara. Sekolah juga diliburkan karena terganggu.

Politisi Muslim Irak Tolak Pengesahan Milisi Syiah PMU sebagai Pasukan Resmi

IRAK (Jurnalislam.com) – Parlemen Irak pada hari Sabtu melakukan voting untuk menyepakati status hukum penuh untuk diakui pemerintah bagi milisi Syiah, Unit Mobilisasi Populer (Popular Mobilization Units-PMU) atau dikenal Hashd al-Shaabi, sebagai kekuatan pendukung dan cadangan bagi militer dan polisi dalam menjaga keamanan dan mencegah ancaman teror yang dihadapi Irak, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (26/11/2016)..

Undang-undang, yang didukung oleh 208 dari 327 anggota Kadin, segera ditolak oleh politisi Arab muslim (Sunni) dan anggota parlemen yang mengatakan itu adalah bukti adanya kediktatoran mayoritas kaum Syiah di negara itu.

“Kelompok mayoritas tidak memiliki hak untuk menentukan nasib orang lain,” Osama al-Nujaifi, salah satu dari tiga wakil presiden Irak dan seorang politikus senior muslim (Sunni), mengatakan pada konferensi pers setelah pemungutan suara. “Harus ada inklusi politik sejati. Hukum ini harus direvisi.”

Anggota parlemen Sunni Ahmed al-Masary mengatakan undang-undang tersebut meningkatkan keraguan tentang partisipasi semua masyarakat Irak dalam proses politik. “Undang-undang itu membatalkan pembangunan bangsa,” katanya, menambahkan bahwa undang-undang itu menciptakan situasi berbahaya paralel untuk militer dan polisi negara itu.

Undang-undang, yang diajukan oleh blok Syiah terbesar Kadin, menempatkan milisi syiah berada di bawah komando Perdana Menteri Syiah Haider al-Abadi dan memberi mereka gaji dan pensiun seperti militer dan polisi.

Dalam sebuah pernyataan, al-Abadi menyambut undang-undang itu dan mengatakan pasukan Mobilisasi Populer, nama resmi milisi syiah tersebut, akan mencakup semua sekte Irak, menyembunyikan fakta bahwa jumlah pasukan suku Sunni jauh lebih kecil dan lebih lemah. Milisi Syiah berjumlah lebih dari 100.000.