Setelah Membombardir Rumah Sakit dan Warga Sipil, Pasukan Assad Kini Maju ke Aleppo Timur

Setelah Membombardir Rumah Sakit dan Warga Sipil, Pasukan Assad Kini Maju ke Aleppo Timur

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Suriah bergerak ke distrik penting yang dikuasai mujahidin dan oposisi di Aleppo timur pada hari Sabtu setelah pertempuran sengit berikut serangan udara intens ke warga sipil dan ke semua rumah sakit, Aljazeera melaporkan, Ahad (27/11/2016)

Pasukan rezim Assad dan sekutu mereka maju dengan serangan darat dan udara di tepi bagian timur kota yang terkepung hingga daerah perumahan Hanano. Langkah mereka tersebut dirancang untuk membagi wilayah timur yang dikuasai mujahidin dan oposisi menjadi dua bagian.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan tentara Assad telah mengontrol Hanano, yang merupakan wilayah pertama Aleppo yang diambil alih oleh mujahidin Aleppo di tahun 2012.

Sebuah serangan udara baru menargetkan wilayah perumahan dan garis depan Aleppo timur dimulai Selasa lalu setelah jeda berminggu-minggu.

“Setiap hari ada banyak serangan Helikopter menjatuhkan bom barrel dan pesawat perang menjatuhkan bom bunker-buster dan munisi tandan,” Modar Shekho, perawat darurat di lingkungan al-Shaar, mengatakan kepada Al Jazeera.

Seorang komandan dari Jabha Shamiya, salah satu kelompok terbesar yang berperang melawan rezim Syiah Assad di Suriah utara, mengatakan kepada kantor berita Reuters: “Kaum revolusioner berjuang keras tetapi volume pemboman dan pertempuran yang semakin intens, banyaknya warga sipil yang mati dan terluka, dan kurangnya rumah sakit karena pemboman, semua memainkan peran dalam runtuhnya garis depan ini.”

Faksi Jabha Shamiya telah mengambil bagian dalam pertempuran di Hanano.

Dia mengutuk “diamnya masyarakat internasional” dan mengatakan bahwa pemerintah dan sekutunya berusaha mengeksploitasi sebelum pemerintah AS mengambil alih periode berikutnya.

“Iran, Rusia dan rezim tahu ada kekosongan dan mereka mencoba untuk mengeksploitasi menggunakan segala cara,” katanya.

“Kami berhubungan dengan negara-negara yang ramah tapi sayangnya Aleppo sedang ditinggalkan untuk disembelih.”

Yasser al-Yousef, dari kantor politik faksi Nour al-Din al-Zinki, mengatakan para mujahidin telah berjuang keras selama lebih dari 48 jam untuk mempertahankan Hanano dan garis depan selatan Aleppo timur dari pemboman berat rezim Suriah dan Rusia.

Seorang wartawan televisi rezim Suriah menyiarkan langsung dari Hanano, Sabtu saat pasukan rezim berusaha membangun kontrol penuh atas wilayah tersebut. Suara tembakan terdengar dan di belakangnya bangunan rusak dan meningkatnya asap bisa dilihat.

Oposisi mengatakan banyak wilayah Hanano telah kosong dari penduduk selama beberapa bulan.

Dalam 12 hari sejak pemboman baru di Aleppo timur, sedikitnya 201 warga sipil, termasuk 27 anak-anak, tewas dalam wilayah yang dikepung, kata the Observatorium.

Bagikan
Close X