Ratusan Mobil Aparat Keamanan Berjejer Penuhi Monas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi Bela Islam III yang menuntuk dipenjarakannya tersangka penista agama, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok juga disemarakkan pemandangan aparat keamanan di seluruh areal Monumen Nasional (Monas).

Pemandangan siang ini di pintu Barat Monumen Nasional (Monas), dipenuhi dengan ratusan aparat keamanan.

Menurut pandangan mata Islamic News Agency (INA) Jumat, mobil-mobil aparat berjejer di sepanjang pintu Barat Laut Monas. Setidaknya, 3 Mobil water cannon dan 1 mobil barracuda telah disiapkan.

Sekitar 100 meter dari panggung utama Aksi Bela Islam III telah terpasang barikade sepanjang jalan itu.

Di dekat pintu Barat Laut Monas juga tersedia posko pengamanan, lengkap dengan peta jalur evakuasi dan pengamanan.

Hingga berita ini diturunkan, massa Aksi Bela Islam masih terlihat tenang, mendengar arahan dari para tokoh dan ulama yang berdiri di panggung utama.[]

Reporter: M Fajar/ INA

Dari Tokoh Islam, Musisi Hingga Anggota DPR Ikuti Aksi Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jutaan kaum muslimin pada hari ini, Jum’at (2/12/2016) memadati Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk mengikuti aksi bela Islam III. Aksi jilid III ini dilakukan guna mendesak penahanan tersangka penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Selain dihadiri para petinggi GNPF MUI, aksi ini juga turut diikuti sejumlah tokoh Islam beserta para da’i.

Tak lama setelah aksi dibuka dengan sholawat, KH. Arifin Ilham dan Syekh Ali Jaber tiba dan masuk ke panggung utama dengan dikawal panitia untuk menembus padatnya para peserta aksi.

Selain kedua tokoh tersebut, tampak pula penyanyi Opick dan anggota Komisi III Habib Abu Bakar Al Habsyi.

Dalam pantauan Islamic News Agency, gelombang massa dari seluruh penjuru terus berdatangan ke lokasi. Pada Jum’at siang aksi ini berencana ditutup lewat Sholat Jumat dengan khatib Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin. (pizaro)⁠⁠⁠⁠

Yusril Ihza Mahendra Benarkan Sejumlah Tokoh Ditangkap

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh ditangkap oleh aparat kepolisian saat berada di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Lima tokoh tersebut antara lain, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Sukarnoputri, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Rijal Kobar, Adityawarman.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra membenarkan kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya akan mengawal beberapa tokoh yang ditangkap untuk dibantu proses hukumnya.

“Saya tadi bicara pertelephon dengan Bu Ratna Sarumpaet. HP-nya nyala. Beliau sedang dalam mobil dibawa dari Hotel Sari Pan Pacific ke markas Brimob di Kelapa Dua. Beliau akan dimintai keterangan karena polisi bilang mereka mau makar. Saya akan bantu dan dampingi mereka. Adityawarman, Kivlan dll saya blm bisa kontak,” ujar Yusril kepada Islamic News Agency, Jum’at (02/12/2016).

Perlu diketahui, ditangkapnya beberapa tokoh tidak ada kaitannya dengan Aksi Bela Islam III yang sedang dilakukan oleh jutaan umat Islam di Monas.[]

Reporter: Haikal/INA

Aktivis Ditangkapi, IPW: Seharusnya Ahok yang Ditangkap Telah Bikin Gaduh

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya karena telah melakukan penangkapan terhadap delapan tokoh masyarakat menjelang berlangsungnya aksi Bela Islam III, Jumat, 2 Desember 2016.

Aksi penangkapan ini adalah wujud arogansi dan kesewenang- wenangan Kapolda Metro Jaya yang sangat bertolak belakang dengan sikap Kapolri yang intens melakukan pendekatan dan dialog dengan tokoh tokoh masyarakat menjelang aksi damai 212,” demikian rilis Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane diterima Islamic News Agency (INA), Jumat (02/12/2016).

Menurut IPW, terkait penangkapan ini Kapolda Metro Jaya tidak punya dasar hukum yang jelas dalam menangkap kedelapan tokoh itu.

“Apalagi jika Polda Metro Jaya menangkap mereka dengan alasan telah melakukan upaya makar yang tolok ukurnya tidak jelas secara hukum,” tulisnya.

Menurut Neta, seharusnya Kapolda Metro Jaya segera menangkap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai sumber masalah dan bukan menangkap kedelapan tokoh.

“Secara nyata Ahok sudah melakukan penistaan agama hingga dinyatakan sebagai tersangka. Akibat ulah Ahok sudah terjadi kegaduhan dan kekacauan yang membuat Polri kerepotan. Eskalasi kamtibmas memanas,” tulisnya.

Tindakan Kapolda MetroJaya ini terlalu mengada- ada dan bisa menimbulkan kegaduhan politik, tulisnya. IPW mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya dan segera membebaskan kedelapan tokoh tersebut agar situasi politik ibukota tidak semakin panas.

Juga putri Bung Karno yang juga adik Megawati, Racmawati, ditangkap di kediamannya, jam 05.00 7. Ratna sarumpaet ditangkap di kediamannya, jam 05.00. Sri Bintang Pamungkas, ditangkap di kediamannya di Cibubur.

Berdasarkan informasi yang diperolah INA, aktivis yang sudah ditangkap dan ditangani Krimum Polda Metro Jaya adalah; Ahmad Dhani (Dijerat pasal 207 KUH) dan ditangkap di Hotel San Pasific, Eko (pasal 107 jo 110 KUHP) jo 87 KUHP di rumahnya Perum Bekasi Selatan, Adityawarman (Pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP ditangkap di rumahnya), Kivlan Zein (pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP ditangkap di rumahnya Komplek Gading Griya lestari Blok H1 -15 jalan pegangsaan dua, Firza Huzein (pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 ditangkap di Hotel San Pasific, jam 04.30).[]

Reporter: CHA/INA

 

Anggap Sering Pelintir Berita,Wartawan Metro TV Diusir Massa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemandangan berbeda terjadi di tengah-tengah aksi damai bela Islam III di depan patung kuda Jl. Merdeka Barat.

Diawali dengan salah seorang reporter Metro TV menyampaikan berita melalui stasiun TVnya dengan menyebutkan bahwa peserta aksi damai bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang.

Pernyataan reporter tersebut menimbulkan kemarahan aksi massa.

“Pergi, pergi, metro tipu, penipuuu,”teriak salah seorang aksi massa disaksikan Islamic News Agency (INA).

Salah seorang, peserta aksi massa, Asep menyuarakan kemarahannya atas kebohongan yang dilakukan oleh salah seorang reporter Metro TV.

“Saya tidak terima mas, mereka banyak melakukan kebohongan. Ini bahaya, makanya kami usir,”terang Asep dengan nada tegas.

Asep juga mengingatkan kepada Metro TV untuk tidak main-main dalam pemberitaan mengenai aksi ini.

“Kami ingatkan kepada mereka agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan yang tidak baik. Kalian catat itu ya,” tehas Asep kepada jaringan berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

Pantauan JITU, salah seorang reporter dilarikan oleh pihak aparat kepolisian. Sempat diwawancarai namun tidak memberikan jawaban atas tindakan tersebut.[]

Reporter: Haikal/INA

Bachtiar Nasir: Aksi Bela Islam III Tidak Hendak Jatuhkan Kekuasaan Siapa pun

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, Aksi Bela Islam III sepenuhnya dalam rangka munajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Karena aksi ini di bawah kepemimpinan ulama, maka yang disampaikan adalah kesan-kesan keagungan Allah,” ujarnya di depan ratusan ribu massa yang memenuhi lapangan Monas, Jakarta, Jumat (02/12/2016).

Jumlah massa pun diperkirakan akan mencapai sejuta lebih.

Aksi tersebut, terang Bachtiar, diisi dengan rangkaian tausyiah, doa, shalawat, dan shalat Jumat berjamaah, lansir Islamic News Agency (INA).

Ia berharap, dengan berkumpulnya jutaan kaum Muslimin untuk bermunajat, hal itu akan menggoncangkan ‘arsy dan menghancurkan kekuatan dzalim.

“Kami akan meminta kepada Allah, kami tidak mengetuk pintu Istana atau mengemis kepada penegak hukum,” tandasnya.

Bachtiar menegaskan, Aksi Bela Islam III tidak hendak menjatuhkan kekuasaan siapapun. Tapi, ia berkeyakinan, yang tidak menegakan hukum pasti akan jatuh.*

Reporter: Yahya G Nasrullah/INA

Masya Allah, Jutaan Peserta Bela Islam III Memenuhi Monas Hingga Bundaran HI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Cuaca sejuk pagi ini meliputi jutaan peserta aksi Bela Islam III, yang berkonsentrasi di Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Pantauan Jurniscom melihat area Monas yang sudah penuh dengan membludaknya massa Aksi 212 hingga memanjang ke bundaran HI.

Panggung besar, shaf sholat yang rapih serta banyaknya fasilitas umum seperti toilet umum, tempat wudhu dan posko kesehatan berjejer di area Monas.

Monas tampak putih dan bersinar dipenuhi peserta aksi memakai busana kebanggaan umat Islam, putih dan bersih.

Di Monas juga sudah terlihat para ulama dan tokoh Indonesia, Bahtiar Nasir, KH Athian Ali, Ustaz Abu Jibril dan yang lain sudah berkumpul guna berkordinasi; bagaimana Aksi Super Damai itu berjalan dengan baik dan lancar.

Gema takbir dan sholawat terdengar nyaring di pusat Ibukota ini.

“Al Qur’an pedoman kami, Al Qur’an kitab suci kami. Takbir, Allahu Akbar!” Ucap panitia aksi di panggung utama.

Tak lupa, makanan dan minuman membanjiri area Monas. Namun demikian, peserta tetap duduk rapih, mendengar lantunan sholawat dan dzikir.

index7

Peserta Bela Islam III juga Dihadiri Jamaah dari Bali

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pagi ini, rombongan peserta Aksi Bela Islam III asal Bali terlihat berkumpul di AQL Center, Tebet, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

“Kami dari Bali ada 80 orang dari berbagai kalangan,” kata Endi, kordinator rombongan, lansir Islamic News Agency.

Ia mengatakan, peserta aksi jauh-jauh datang ke Jakarta untuk menuntut keadilan tersangka penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Tidak lain kami datang kesini karena al quran telah dilecehkan, massa kita diam saja?” Ungkapnya pria yang sedang menggunakan masker hitam itu.

Kami, kata dia, berangkat dari Bali kemarin malam menggunakan pesawat terbang.

“Alhamdulillah, sebagian besar dari peserta aksi 212 dari Bali menggunakan biaya masing-masing. Hanya sebagian kecil bantuan dari luar,” tandasnya.

 

Reporter: M Fajar, Haikal/INA

Ribuan Jamaah Ansharsyariah Serukan Jihadul Kalimah pada Aksi Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan Jamaah Ansharusyariah kembali bergabung dalam Aksi Bela Islam III yang digelar pada hari Jum’at (02/12/2016) dengan menyerukan Jihadul Kalimah, aksi ini juga dihadiri jutaan umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia.‎

Berkumpul di Masjid Said Naum, Jakarta, ribuan Jamaah Ansharusyariah bergerak menuju Monas diawali tausiyah sebelum berangkat menuju lokasi juga diisi orasi-orasi dari para asatidz Jamaah Ansharusyariah dalam perjalanan ke lokasi dengan mobil komando.

“Kami menurunkan jamaah dari wilayah, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusra dan Kalimantan ada juga yang hadir dari Bali sebagai partisipasi, mereka telah hadir dari hari Kamis hingga Jumat dini hari di Jakarta,” kata bapak Yudho selaku koordinator lapangan.

Jamaah Ansharusyariah menuntut pengadilan untuk Ahok, Gubernur Jakarta, atas penistaan Al Qur’an yang hingga kini tidak ditahan dan terkesan lambat proses dari pemerintah walaupun status sudah tersangka.

“Kami menuntut Ahok segera dipenjarakan, ditangkap dan dijatuhi hukum, kalau tidak pemerintah akan rugi, karena kami akan terus berjihad sampai Ahok ditangkap,” kata Ustadz Haris Amir Falah selaku Amir Jamaah Ansharsyariah Wilayah Jakarta.

index-jas2

 

Tasikmalaya Kerahkan 40 Bis dan Minibis ikut Aksi Bela Islam III

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan ummat Islam Tasikmalaya berangkat Aksi Bela Islam Jilid 3, Kamis (1/12/2016).

Sekjen MUI Kota Tasikmalaya, Ustadz Aminudin, menyampaikan dalam sambutannya “Para petinggi Kapolri pun hadir ke Kota Tasik, tak lama Rombongan Imam besar FPI Habib Rizieq yang diwakili pun menjejaki Tasik, dan terakhir hari selasa Tasik kedatangan KH. Muhammad Arifin Ilham, ada apa dengan Tasik ?” Imbuhnya

“Tasik memiliki ladang kekuatan NKRI, maka para petinggi tokoh-tokoh mendatangi Tasik” ucap Ustadz. Aminudin

20 Bis dan 20 armada mobil busmini dikerahkan untuk diberangkatkan ke Jakarta pada sore ini

“Ini warga Tasik sangat antusias menyambut Aksi Bela Islam, tidak hanya hari ini, malam nanti akan disusul 11 bis berangkat ke jakarta” katanya

Momentum ini tidak di sia-siakan oleh ummat muslim Tasikmalaya, acara pemberangkatan ini di hadiri oleh para ulama, Kapolres dan Walikota non aktif Budi Budiman.