Operasi Perisai Efrat Kembali Mendapatkan Momentum

SURIAH (Jurnalislam.com) – Operasi gabungan Perisai Efrat antara tentara Turki dan faksi Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) kembali mendapatkan momentum setelah sejumlah tentara tiba untuk berpartisipasi dalam operasi di sekitar kota al-Bab di pedesaan Aleppo.

Sumber-sumber militer melapor kepada jaringan berita ElDorar, Rabu (21/12/2016) bahwa faksi yang didukung militer Turki menguasai daerah strategis Gunung Aqil yang menghadap ke kota, National Hospital dan distrik perumahan sehingga kota berada dalam jangkauan Tentara Pembebasan Suriah yang mengendalikan dataran yang lebih tinggi yang menghadap langsung ke kota.

Area tersebut diperjuangkan selama tiga bulan terakhir, dan terdiri hampir 2.000 kilometer persegi, melewati wilayah Jarabulus, Raie dan Dabiq hingga ke kota al-Bab.

Penyidik Polda Jateng Tak Izinkan Pengacara Dampingi 5 Tokoh LUIS

SOLO (Jurnalislam.com) – Kuasa hukum LUIS, Muhammad Kurniawan mengatakan, 5 tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang ditangkap oleh Direskrimum Polda Jawa Tengah telah resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 24 jam lebih.

Namun, Kurniawan menilai penahanan tersebut melanggar prosedur yang seharusnya. Sebab, lima orang itu tidak diperkenankan untuk didampingi pengacara, padahal ancaman pidana diatas 5 tahun itu harus didampingi pengacara.

“Mereka (para tertuduh-red) bilang ada pelanggaran HAM oleh penyidik, gak ada kebebasan apapun,” kata Kurniawan kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Rabu (21/12/2016).

Kurniawan juga mengungkapkan, kelima orang itu dipaksa untuk menandatangani surat penolakan pendampingan pengacara akan tetapi mereka menolaknya.

“Ketika mereka meminta pengacara, tidak diberikan pengacara. Kemudian di-BAP sampai jam 3 pagi dan penyidik menyodori surat penolakan pendampingan pengacara untuk ditandatangani. Lima orang itu tidak mau menandatangani surat tersebut, kemudian penyidik langsung mengeluarkan surat penahanan,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Kurniawan akan membuat laporan adanya pelanggaran HAM kepada Mabes Polri terkait apa yang dialami kliennya.

“Apa benar orang muslim diperlakukan tidak sama dengan orang lain yang sama-sama melakukan tindak pidana, kalau memang aturannya lain, ya monggo buat aturan baru,” tukasnya.

Kurniawan juga menyampaikan pesan Endro Sudarsono dari dalam tahanan. Endro mempertanyakan kenapa perlakukan aparat terhadap aktivis Islam yang terbentur masalah hukum tidak sama dengan yang lainnya.

“Aktivis Islam justru diperlakukan tidak sama dan tidak diberi hak-hak hukumnya,” kata Kurniawan mengutip pesan Endro.

Edi Lukito, Yusuf Suparno, Endro Sudarsono, Joko Suprapto dan Salman Al Farisi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengrusakan dan penganiayaan di Social Kitchen Cafe oleh puluhan orang berjubah dan menggunakan penutup wajah.

Humas LUIS, Endro Sudarsono mengaku tidak mengenali mereka, sebab ia hanya datang bersama rombongan yang berjumlah 8 orang. Endro dan yang lainnya dituduh melakukan pembiaran terhadap aksi pengrusakan dan penganiayaan tersebut.

Reporter: Agus Riyanto

Lima Tokoh LUIS Ditetapkan Tersangka, Tim Advokasi Ajukan Surat Penangguhan Penahanan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Lima tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ditangkap oleh aparat Senin dini hari kemarin resmi ditetapkan menjadi tersangka. Hal itu disampaikan tim advokasi LUIS, Heri kepada Jurniscom, Rabu (21/12/2016).

“Yang jelas Pak Endro, Pak Joko Suprapto, Pak Edi, Pak Salman dan Pak Yusuf statusnya udah tersangka dan saat ini masih dilakukan penanganan dan penyidikan di Polda,” katanya.

Pasal yang disangkakan kepada mereka adalah pembiaran tidak pidana pengrusakan dan penganiayaan. “Untuk sementara pasal yang disangkakan adalah membiarkan tindak pidana pengrusakan dan penganiayaan,” ungkapnya lagi.

Heri menegaskan, lima orang itu bukan pelaku tetapi hanya diduga melakukan pembiaran sebagaimana tertulis di dalam surat penangkapan yang diterima keluarga.

“Tolong dipilah bahwa sesuai dengan bunyi surat penahanan atau penangkapan yang dikasihkan ke keluarga itu diduga melakukan beberapa pasal, tetapi mereka bukan pelaku langsung, mereka adalah yang diduga membiarkan,” sanggahnya.

Heri menambahkan, saat ini tim sedang mengajukan penangguhan penahanan kepada kelima orang tersebut. Sebab setelah permohonan pendampingan pengacara, penyidik langsung mengeluarkan surat penahanan.

“Sementara ini kita sedang mengusahakan surat penangguhan penahanan, surat untuk penagguhan jaminan istri, keluarga sudah dibawa penyidik untuk dimintakan tanda tangan,” terangnya.

Dia juga menyesalkan tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Menurutnya, kasus tersebut tergolong tindak pidana ringan.

“Walaupun tindak pidananya tergolong kasus ringan, tapi penanganannya agak berat karena perintah langsung dari mabes kaitan dengan swiping menjelang natal,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Minggu (18/12) dinihari, sekelompok massa melakukan aksi sweeping disertai dengan perusakan di Restoran Social Kitchen, Solo. Puluhan orang itu datang mengendarai motor dan langsung masuk dan berlanjut melakukan perusakan barang dan memukuli sejumlah pengunjung restoran. Beberapa pengunjung sempat dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya, juru bicara Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono juga mengakui berada di lokasi pada saat kejadian. Namun, dia membantah terlibat perusakan barang dan penganiayaan. Dia hanya mengakui datang bersama 8 orang dari LUIS dengan mengendarai satu mobil.

Dia mengaku datang untuk memberikan surat permintaan audensi dengan manajemen restoran. Hal itu dikarenakan restoran tersebut menjual minuman keras dan melanggar jam buka restoran yang telah ditentukan.

“Ketika kami sedang berada, puluhan orang tak dikenal mengenakan jubah dan helm tertutup tiba-tiba masuk ke dalam restoran melakukan perusakan dan pemukulan. Kami lalu keluar dari restoran. Kami tidak tahu siapa mereka itu karena mukanya tertutup,” ujar Endro saat itu.

Reporter: Agus Riyanto

Serangan Bom Ganda Hantam Markas Kurdi Iran di Irak, 5 Tewas

IRAK (Jurnalislam.com) – Tujuh orang tewas dalam serangan bom ganda pada Selasa (20/12/2016) di dekat markas partai Kurdi Iran, ini adalah serangan langka di wilayah otonomi Kurdi yang relatif aman di Irak, kata seorang pejabat keamanan senior, lansir Middleeasteye, Selasa.

Ledakan menghantam Kota Koysinjaq sekitar pukul 10:00 waktu setempat, menewaskan lima anggota dari Partai Kurdistan Demokrat-Iran, anggota pasukan lainnya dan seorang anak, menurut Jalal Karim, wakil menteri dalam negeri wilayah Kurdi itu.

Serangan juga meninggalkan banyak orang terluka, kata Karim, tanpa memberikan angka spesifik.

Wilayah Kurdistan Irak memiliki pemerintahan sendiri, pasukan dan bendera sendiri, tetapi masih merupakan bagian dari Irak. Wilayah ini sebagian besar terhindar dari perang yang melanda seperti wilayah lain di Irak sejak tahun 2003.

Kunjungan Jokowi ke Iran Kontra-produktif dengan Keinginan Mayoritas

SERANG (Jurnalislam.com) – Kunjungan Presiden Joko Widodo ke negara Syiah Iran pada saat umat Islam di Aleppo dibantai oleh tentara Syiah Bashar Asaad sekutu Iran, dikritisi banyak pihak. Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) menilai, langkah pemerintah itu sebagai bentuk gagalnya pemerintah membaca situasi.

“Gagal membaca situasi, hanya karena masukan dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan momen (Save Aleppo),” ujar kata pengurus KNAP, Ustadz Abu Al Izz kepada jurniscom di Anyer, Serang, Senin (19/12/2016).

Ia melanjutkan, seharusnya pemerintah harus lebih peka terhadap isu kemanusiaan dan tidak melakukan hal yang kontra-produktif dengan apa yang diinginkan umat Islam Indonesia yang mayoritas.

“Tentu kita sebagai warga Indonesia sangat menyayangkan. Karena Iran tidak akan menguntungkan Indonesia. Tergoda dengan iming-iming, tanpa mempertimbangkan lebih jauh,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mendesak pemerintah sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar untuk berperan aktif dan memainkan perannya di kancah internasional untuk menghentikan genosida di Aleppo.

“Tentu kita sebagai bagian dari rakyat Indonesia, ingin Indonesia untuk memainkan peran internasional. Menekan para pihak yang terlibat untuk memberhentikan pembantaian di Aleppo,” tegasnya. Sebab, lanjutnya, langkah pemerintah tersebut akan akan memicu konflik internasional.

Lebih dari itu, ia mengimbau kepada umat Islam untuk tetap sabar menghadapi ujian ini. Tetap mendoakan dan membantu sekemampuan.

Reporter: Muhammad Fajar

Kajian Bulanan Perminda Bandung ‘Lebih Dekat Mengenal Syi’ah’ Bersama Ustadz Fuadz Al Hazimi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Pengajian Remaja Masjid Nurul Huda (PERMINDA) Bandung akan mengadakan kajian rutin bulanan dengan tema ‘Lebih Dekat Mengenal Syiah’ di Masjid Nurul Huda Jl. Jend. Sudirman No. 817-819 Bandung pada Ahad, 25 Desember mendatang.

Kajian akan diisi oleh Ustadz Fuad Al Hazimi, seorang ulama pakar tentang aliran sesat Syiah asal Magelang, Jawa Tengah dan pengamat gerakan Islam, ustadz Ustadz Abu Tholut. Ustadz Fuad akan menyampaikan materi tentang kesesatan dan bahaya Syiah, sedangkan ustadz Abu Tholat tentang sejarah dan perkembangan Syiah.

Untuk warga Bandung dan sekitarnya, silahkan menghadiri kajian ini untuk memperkaya wawasan keislaman serta dalam rangka menunaikan kewajiban tholabul’ilmi.

 

Menlu Turki: 37.500 Warga Sipil Suriah telah Dievakuasi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 37.500 warga sipil Suriah sejauh ini telah dievakuasi dari bekas kubu oposisi di Aleppo Timur, Menteri Luar Negeri Turki mengatakan hari Selasa (20/12/2016), lansir Anadolu Agency.

Di akun resmi Twitter-nya, Cavusoglu menulis: “37.500 orang telah dievakuasi dari Aleppo sejauh ini. Tujuan berikutnya adalah menyelesaikan semua evakuasi besok.”

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dijamin pekan lalu oleh Turki dan Rusia, warga sipil yang terperangkap di Aleppo Timur telah diizinkan untuk pergi ke kota yang dikuasai mujahidin dan oposisi di Idlib.

Di tempat lain, Komite Internasional Palang Merah (the International Committee of the Red Cross-ICRC) mengatakan pada hari Selasa sekitar 750 orang lainnya telah dievakuasi dari daerah Foua dan Kefraya.

PBB akan mengirim 20 staf tambahan ke Aleppo timur untuk memantau evakuasi ribuan orang yang sedang berlangsung, kata juru bicara PBB Jens Laerke dalam sebuah konferensi pers di Jenewa.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization -WHO) Tarik Jasarevic juga mengatakan 43 orang yang terluka telah dievakuasi dari Aleppo timur pada hari Senin, sehingga jumlah evakuasi medis dari kota Suriah menjadi berjumlah 301.

Sembilan puluh tiga orang dalam kondisi serius dikirim ke Turki untuk perawatan sementara sisanya berada di Idlib dan Aleppo Barat.

Di antara orang-orang yang terluka 42 orang adalah perempuan dan 67 lainnya anak-anak, Jasarevic menambahkan.

Truk Kontainer Tabrak Pasar Natal di Berlin

JERMAN (Jurnalislam.com) – Polisi Jerman mengatakan mereka sedang menyelidiki penyebab kematian sedikitnya 12 orang dan hampir 50 lainnya terluka ketika sebuah truk menabrak pasar Natal yang ramai akhir Senin sebagai kemungkinan serangan.

Dalam pernyataan yang diposting di Twitter hari Selasa (20/12/2016), polisi Berlin mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dengan dugaan serangan teror, World Bulletin melaporkan Selasa (20/12/2016).

“Peneliti kami berasumsi bahwa truk itu sengaja mengarah ke kerumunan di pasar Natal di Breitscheideplatz,” kata polisi.

Saksi mengatakan kepada media lokal bahwa sopir truk segera melarikan diri setelah insiden di pasar Natal populer di dekat Gereja bersejarah Memorial Kaiser Wilhelm (Kaiser Wilhelm Memorial Church) di Berlin tengah.

Polisi menangkap seorang tersangka Senin malam, dan menegaskan bahwa ia diinterogasi karena dicurigai mencuri truk dan sengaja menabrakkannya ke arah orang banyak.

Harian Jerman Die Welt melaporkan bahwa pengemudi diduga adalah seorang pengungsi Asia yang tiba di Jerman pada bulan Februari. Harian Tagesspiegel mengatakan tersangka diketahui polisi karena pelanggaran kecil, bukan karena hubungannya dengan kelompok teroris.

Namun polisi secara resmi menolak untuk mengomentari kewarganegaraan tersangka, karena penyelidikan sedang berlangsung.

Konferensi pers dijadwalkan Selasa tengah hari kemarin.

 

Menlu Turki: Kami Berunding dengan Rusia dan Iran untuk Selamatkan Warga Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menlu Turki, Cavusoglu, mengatakan Turki akan melanjutkan upaya mereka untuk menyelamatkan warga Suriah saat Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia, Turki, dan Iran akan berunding “deklarasi bersama” untuk menemukan solusi di Suriah, Anadolu Agency melaporkan Selasa (20/12/2016).

“Solusi terbaik adalah solusi politik. Kami percaya ini. Kami harus fokus pada ini,” kata Cavusoglu. Dia mengatakan Turki akan melanjutkan upaya mereka untuk menyelamatkan warga Suriah.

“Kami akan terus bersama-sama mengejar upaya kami untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah, menyebar gencatan senjata permanen di seluruh negeri, dan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan,” tambahnya.

“Kita bisa mencapai solusi di Suriah jika kita sungguh-sungguh melaksanakan keputusan yang diambil,” kata Cavusoglu.

Pernyataan Menlu Rusia juga muncul menyusul pertemuan trilateral Suriah dengan Iran dan Turki nya, Javad Zarif dan Mevlut Cavusoglu di Moskow.

Dia mengatakan mereka membahas memperluas gencatan senjata ke seluruh Suriah

Dia menegaskan bahwa Turki mendukung persatuan nasional dan integritas teritorial semua negara tetangga.

Deklarasi bersama disepakati untuk menemukan solusi di Suriah, lanjut Lavrov, dan berharap evakuasi akan berakhir dalam satu atau dua hari.

“Format yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan krisis Suriah adalah format trilateral kita saat ini,” kata Lavrov.

Proses evakuasi sementara ditunda pada hari Jumat kemarin setelah kelompok teroris Syiah asing pro-rezim Nushairiyah Assad menyerang konvoi warga sipil yang sedang meninggalkan kota, mengakibatkan sejumlah pengungsi terbunuh.

Proses evakuasi ini dilanjutkan Senin di bawah kesepakatan yang kembali ditengahi oleh Turki dan Rusia sebelumnya dimana sekitar 20.000 warga sipil dan pejuang Aleppo harus dievakuasi dari Aleppo timur pada hari Senin dan Selasa.

Bilal Abdul Kareem: Dilengkapi Sabuk Peledak Mujahidin Aleppo Siap Hadapi Milisi Syiah saat Evakuasi

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Mujahidin Aleppo mengenakan sabuk peledak dan siap untuk melawan jika pasukan pro-rezim Assad (milisi Syiah dukungan Iran) yang berupaya menghentikan mereka meninggalkan Aleppo timur, menurut wartawan terakhir di bekas benteng mujahidin tersebut.

Rekaman video yang diposting pada hari Selasa (20/12/2016) oleh Bilal Abdul Kareem, seorang wartawan asal AS yang telah berada di Aleppo timur selama berpekan-pekan, menunjukkan seorang pejuang dengan penutup wajah memakai sesuatu yang tampaknya adalah sebuah rompi peledak di bawah jaketnya dan membawa senjata Kalashnikov.

Kareem mengatakan bahwa para pejuang bersiap untuk meninggalkan Aleppo, menyusul sekitar 25.000 warga sipil dari timur yang sudah dievakuasi di kota terbesar Suriah yang sebelumnya dikuasai oposisi.

“Ini adalah sabuk peledak. Inilah yang banyak dikenakan para pejuang karena mereka merasa tidak percaya rezim dapat menjaga kata-kata mereka bahwa perjalanan mereka untuk meninggalkan Aleppo akan berlangsung aman,” kata Kareem.

“Jika mereka dicegat mereka siap bertempur.”

Kareem mengatakan kepada MEE (Middleeasteye), Selasa, bahwa masih ada perwakilan dari sekitar 22 faksi jihad yang masih masih berada di Aleppo timur. Dia mengatakan ada barisan mobil sepanjang satu kilometer yang mengangkut pejuang dan keluarga mereka.

Sebagian besar warga sipil sekarang telah mengungsi, meskipun beberapa warga yang terluka serta dokter dan perawat masih berada di belakang.

“Mereka merasa sepertinya mereka sudah harus pergi pagi ini, sesuai perjanjian dengan pihak gencatan senjata,” kata Kareem.

“Namun mereka merasa bahwa pasukan rezim Suriah dan sekutunya terus bermaksud merundingkan kembali dan ini membuat mereka hati-hati.”

Ketika ditanya apakah kepergian mereka itu bisa memprovokasi pasukan pro-rezim (milisi Syiah dukungan Iran), Kareem mengatakan para mujahidin telah memiliki “banyak pengalaman dalam hal berurusan dengan rezim dan mereka hanya tidak mempercayai kelompok pro-rezim”.

“Mereka pikir dapat pergi melalui titik persimpangan dan di suatu tempat di sana akan ada semacam kesulitan dan jika ada masalah mereka pasti sudah siap menghadapi,” katanya.

Meskipun demikian, Kareem mengatakan para pejuang terpaksa meninggalkan dan menyerahkan Aleppo timur untuk pasukan rezim Nushairiyah Assad demi warga Sipil.

“Mereka merasa ada potensi masalah. Pada saat yang sama mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin ada masalah. Mereka hanya ingin memenuhi perjanjian dan menyerahkan kota kepada pasukan Assad dan kemudian mereka akan pergi.”

Di bawah kesepakatan yang disepakati antara oposisi dan pemerintah Suriah serta sekutunya, baik pejuang dan warga sipil diberi jaminan perjalanan yang aman menuju daerah di provinsi Idlib di barat yang dikuasai oposisi.

Operasi evakuasi dipantau oleh Komite Internasional Palang Merah (the International Committee of the Red Cross), sementara Dewan Keamanan PBB pada hari Senin menempatkan monitor mereka di darat.