Kecam Penangkapan Jurnalis Panjimas, JITU: Tindakan Aparat Cederai Semangat Reformasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Penangkapan Ranu Muda Adi Nugroho (36), seorang wartawan media Islam online Panjimas.com, menuai kecaman berbagai pihak. Jurnalis Islam Bersatu (JITU) sebagai organisasi yang menaungi jurnalis-jurnalis muslim, dimana Ranu berada di dalamnya, juga mengeluarkan pernyataan yang berisi kecaman atas tindakan kepolisian yang dinilai represif.

JITU menilai tuduhan kepolisian terhadap Ranu tidak benar. Ranu adalah praktisi media yang hadir bersama Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dalam kapasitas sebagai jurnalis.

“Tindakan polisi menangkap Ranu dengan cara-cara kasar di tengah-tengah anak-anak juga turut mencederai prinsip kemanusiaan yang dijunjung Indonesia sebagai bangsa beradab,” kata Ketua Umum JITU, Agus Abdullah dalam pernyataan tertulis, Sabtu (24/12/2016).

Agus menjelaskan, pekerjaan jurnalistik untuk mendapatkan informasi, meliput, dan menyebarkan informasi adalah perkerjaan wartawan yang dilindungi undang-undang. Kebebasan Pers di Indonesia dalam era Reformasi ditandai dengan lahirnya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Tindakan kepolisian menangkap Ranu jelas tindakan yang telah mencederai martabat profesi jurnalis dan bertentangan dengan semangat reformasi,” tegas Agus. Karenanya, JITU mendesak kepolisian untuk membebaskan Ranu Muda dalam 1×24 jam.

Selain itu, JITU juga mengimbau umat Islam untuk memberikan dukungan moril kepada Ranu muda sebagai bentuk support terhadap aktivitas jurnalis yang telah memberikan informasi tentang adanya praktek maksiat di Social Kitchen yang intens diberitakan oleh media-media Islam.

“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat sebagai upaya perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman kemaksiatan,” pungkasnya.

Ranu ditangkap dirumahnya, Ngasinan RT 003 RW 004 Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (22/16/2016) atas tuduhan memprovokasi massa untuk melakukan perusakan Social Kitchen Cafe di Solo pada Ahad (18/12/2016) lalu.

Seorang Muslim Myanmar Ditemukan Tanpa Kepala Setelah Berbicara pada Wartawan

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Tubuh warga Muslim tanpa kepala ditemukan beberapa hari setelah ia berbicara kepada wartawan saat tur media yang dipandu pemerintah di utara negara bagian Rakhine yang bergolak, kata polisi Myanmar, lansir World Bulletin, Jumat (23/12/2016),

Sedikitnya 34.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh, dengan membawa laporan pembunuhan massal, pemerkosaan dan penyiksaan di tangan pasukan keamanan Myanmar secara brutal.

Pemerintah Myanmar berkelit dengan membantah keras tuduhan tersebut dan menyalahkan aktivis Rohingya telah menyebarkan akun palsu.

Tentara telah membunuh lebih dari 80 orang dalam seluruh upaya penindasan, menurut angka resmi.

Polisi tidak memberikan motif pembunuhan pria 41 tahun tersebut, yang tubuhnya ditemukan mengambang di sungai, tetapi mengatakan bahwa ia sebelumnya berbicara kepada wartawan Burma pada hari Rabu di desa Ngakhura.

“Pada hari Kamis keluarganya mengatakan ia menghilang setelah wawancara dengan wartawan … jadi kami membuka kasus ini,” kata Kolonel Polisi Thet Naing di kota Maungdaw.

“Sore ini (Jumat) saya mendapat laporan tubuh tanpa kepala ditemukan … kami telah mengkonfirmasi dari warga bahwa itu adalah dia,” katanya, menambahkan polisi pergi ke tempat penemuan yang mengerikan tersebut.

Polisi belum menginformasikan nama orang tersebut atau mengidentifikasi tersangka.

Dua wartawan Burma, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa mereka mewawancarai pria itu pada hari Rabu di desanya dan telah dihubungi oleh polisi yang mengatakan dia hilang.

Tur Media langka – yang terbuka hanya untuk wartawan Burma – diselenggarakan oleh pemerintah di tengah meningkatnya tekanan pada pemimpin sipil de facto Aung San Suu Kyi untuk menyelidiki laporan pelanggaran berat oleh tentara dan memberikan akses menuju zona rumah bagi minoritas Rohingya yang stateless (tidak memiliki kedaulatan) dan dicaci maki.

Daerah tersebut telah berada di bawah kuncian selama lebih dari dua bulan sejak ratusan pejuang bersenjata melancarkan serangan kejutan di pos perbatasan.

Pengamat konflik International Crisis Group (ICG) mengatakan para penyerang berasal dari kelompok Harakah al-Yaqin yang didukung Saudi, yang muncul setelah gelombang pembantaian kaum muslim yang mencuat di Rakhine pada tahun 2012.

Puluhan Tersangka IS Ditahan di Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Polisi Istanbul menahan 31 tersangka kelompok Islamic State (IS) dalam operasi anti-teror pada hari Jumat (23/12/2016).

Sumber polisi, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat, bahwa 31 tersangka dari 41 orang ditahan sebagai bagian dari penyelidikan terhadap organisasi IS.

Perintah penangkapan dikeluarkan oleh Kejaksaan Istanbul kepada 41 tersangka tersebut karena “menjadi anggota sebuah organisasi IS”.

Polisi Istanbul menahan 31 tersangka IS di kantor polisi. 10 tersangka lainnya masih terus dicari.

AS Abstain, DK PBB Keluarkan Resolusi Tuntutan ke Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Setelah Amerika Serikat abstain dari pemungutan suara, Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (23/12/2016) mengeluarkan resolusi yang menuntut Israel menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, sebagai balasan upaya AS untuk melindungi Israel dari sanksi PBB.

Resolusi itu diajukan kepada dewan beranggotakan 15 negara tersebut dengan pemungutan suara pada hari Jumat oleh Selandia Baru, Malaysia, Venezuela dan Senegal sehari setelah Mesir menarik diri di bawah tekanan Israel dan Presiden AS terpilih Donald Trump. Israel dan Trump telah meminta Amerika Serikat untuk memveto langkah tersebut, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat.

Resolusi disepakati dengan 14 suara mendukung, dan mendapat apresiasi positif. Ini adalah resolusi pertama Dewan Keamanan yang telah diadopsi pada Israel dan Palestina dalam kurun waktu hampir delapan tahun.

Pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi yang menuntut diakhirinya penjajahan zionis yahudi merupakan pukulan untuk kebijakan Israel, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pada hari Jumat.

“Resolusi Dewan Keamanan adalah pukulan besar bagi kebijakan Israel, dan merupakan kecaman internasional yang bulat menentang pemukiman dan dukungan yang kuat bagi solusi dua-negara,” kata juru bicara Nabil Abu Rdainah dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Palestina Wafa.

Israel tidak akan mematuhi ketentuan resolusi yang telah diadopsi tersebut, sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu mengatakan.

“Israel menolak resolusi anti-Israel di PBB dan tidak akan mematuhi ketentuan-ketentuannya,” kata pernyataan itu.

Rusia Kirim Batalion Polisi Militer ke Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengirimkan satu batalion polisi militer ke Aleppo, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan pada hari Jumat, setelah rezim Suriah mengambil kontrol penuh dari kota yang telah porak poranda akibat pemboman brutal jet-jet tempur Rusia dan rezim.

Satu batalyon Rusia biasanya berjumlah antara 300 hingga 400 tentara, lansir World Bulletin Jumat (23/12/2016).

Media Rusia awal bulan ini melaporkan bahwa puluhan warga Chechnya telah dikirim sebagai polisi militer ke Suriah, dengan satu video menunjukkan mereka mengobrol dalam bahasa Chechnya sambil bersiap-siap dan mengenakan seragam polisi militer.

Ratusan Warga Aleppo yang Terluka Dirawat di RS Turki

Hatay (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa ratusan warga sipil yang terluka telah dirawat di Turki menyusul evakuasi kota Aleppo Suriah, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (23/12/2016).

Menurut informasi yang dirilis oleh Perdana Menteri Turki, pada hari Jumat 199 orang terluka – termasuk 80 orang anak – diangkut dari kota Idlib yang dikuasai pejuang Suriah dengan menggunakan ambulans di perbatasan Cilvegozu Turki.

Meskipun petugas medis Turki telah melakukan upaya terbaik, namun 18 orang yang terluka parah kehilangan nyawa mereka.

Sejak awal evakuasi, 81 pasien dipindahkan ke rumah sakit di provinsi lain Turki. Dua puluh delapan telah keluar dari rumah sakit.

Koalisi Faksi Jihad AlBunyan AlMarsous Tolak Ajakan Damai Rezim Assad di Daraa

DARAA (Jurnalislam.com) – Koalisi faksi jihad “AlBunyan AlMarsous” yang beroperasi di Daraa, menolak inisiatif perdamaian atau gencatan senjata yang diajukan rezim Syiah Assad, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (23/12/2016).

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka pada hari Jumat, faksi menolak inisiatif perdamaian atau gencatan senjata, seraya meyakinkan bahwa mereka tetap berjuang dalam revolusi untuk menggulingkan rezim, dan akan menangkap setiap delegasi yang berasal dari daerah yang dikuasai rezim.

Rumor mulai menyebar di kota-kota dan desa-desa di Daraa bahwa beberapa faksi militer dan personel pejabat kota sekitar mengadakan pertemuan dengan rezim Assad, untuk menandatangani rekonsiliasi.

Lebih dari 20 faksi militer di Daraa mengumumkan pembentukan “AlBunyan AlMarsous” akhir tahun lalu, pada tahun 2015, untuk menghadapi pergerakan atau masuknya pasukan al-Assad ke provinsi Daraa.”

Banjir Susulan Menerjang Saat Azan Jumat Dikumandangkan

BIMA (Jurnalislam.com) – Banjir susulan yang melanda Kota Bima dan sekitarnya pada Jumat (23/12/2016) pukul 12.00. Menurut penuturan warga, banjir susulan itu datang ketika azan shalat Jumat dikumandangkan.

“Ternyata apa yang kami khawatirkan benar terjadi, pada pukul 12.00 WITA ketika ketika azan untuk shalat Jumat dikumandangkan, datanglah banjir susulan, dan ternyata banjir susulan justru lebih besar dari sebelumnya,” ungkap Rus Panadin (36) warga kota Bima.

Saat itu sebagian warga sedang membersihkan lumpur akibat bajir pertama. Namun tiba-tiba banjir susulan datang dan menghanyutkan kembali barang-barang yang telah mereka selamatkan sebelumnya.

“Seluruh perabotan rumah yang sudah dibersihkan disimpan begitu saja sehingga sebagiannya hanyut terbawa arus banjir yang sangat deras,” ujarnya pilu.

Dalam pantauan Jurniscom, curah hujan di Kota Bima dan sekitarnya masih tinggi, masyarakat cemas banjir akan kembali datang. Saat ini banjir mulai surut, namun lumpur tebal menutupi ribuan rumah warga.

Banjir besar yang lebih besar menerjang Kota Bima pada pukul 12.00 siang. Banjir mencapai ketinggian hingga 2 meter. Banjir ini disebut-sebut sebagai banjir terparah yang pernah melanda Kota Bima.

Reporter: Sirath

Ulama Solo Dukung Perjuangan Ranu dan 5 Tokoh LUIS yang Ditahan

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Dr Muinuddinillah Basri, Lc, MA memberikan dukungan moral agar Ranu Muda Adi Nugroho (36), wartawan panjimas.com yang ditangkap Ditreskrimum Polda Jateng pada Kamis (22/12/2016).

“Kita akan melakukan pembelaan secara proporsional terhadap para aktivis yang ditangkap, termasuk juga Ranu,” kata Ustadz Mu’in saat ditemui di Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (22/12/2016).

Ulama yang akrab dipanggil Ustadz Muin ini mengakui Ranu cukup dikenal kalangan aktifis Islam. Bahkan dirinya pernah mendirikan sebuah media online, Forum Ukhuwah Jama’ah Masjid (Fujamas.net), meskipun situs berita itu kini sudah tak lagi aktif.

Ustadz Mu’in mengungkapkan, DSKS akan berusaha melakukan pembelaan Ranu dan para tokoh LUIS lain yang kini masih ditahan, yakni Endro Sudarsono, Edi Lukito, Yusuf Suparno, Salman Al Farisi, dan Joko Sutarto.

Ia juga mengakui Ranu memiliki peran yang besar dalam kiprahnya di media, yakni dalam hal pemberitaan tentang kondisi umat Islam khususnya di Solo.

Mendenger respon yang positif dari Ustadz Muinuddinillah Basri, Widad, Pemred Panjimas.com, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DSKS yang telah memberikan bantuan, pembelaan dan dukungan moril.

“Atas nama seluruh awak media Panjimas, kami mengucapkan jazaakumullah khoiron, kepada DSKS yang telah membantu,” ujarnya.

Reporter: Sedyo/IslamicNewsAgency (INA)

Ranu Muda, Wartawan yang Penuh Dedikasi dan Etos Kerja Tinggi

SOLO (Jurnalislam.com) – Ranu Muda Adi Nugroho (36), pria kelahiran Surakarta, 29 September 1980, wartawan media Islam panjimas.com yang ditangkap polisi Sukoharjo banyak dikenal menulia penyakit masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Ranu Muda Adi Nugroho ditangkap aparat kepolisian di rumahnya di Kampung Ngasinan RT 003 RW 004 Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (22/16/2016) atas tuduhan memprovokasi massa untuk melakukan perusakan di tempat hiburan malam, Social Kitchen pada Ahad (18/12/2016) malam.

Pemimpin Redaksi Panjimas.com, Widiyarto membenarkan Ranu adalah wartawannya. Pria yang akrab disapa Widad ini mengatakan, Ranu membantah dirinya terlibat dalam aksi pengrusakan, sebab pada saat itu dia bertugas sebagai jurnalis.

Menurut Widad, selama ini, Ranu dikenal memiliki etos kerja dan dedikasi tinggi. Ranu pernah menjadi Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Solo, mendirikan Tabloid Jum’at, pernah bergabung di Muslimdaily dan menjadi anggota resmi sebuah asosiasi wartawan Muslim, Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Dijelaskan Widad, Ranu bergabung menjadi wartawan media online Panjimas.com sejak satu setengah tahun yang lalu. Investigasinya yang menonjol adalah liputan-liputan yang terkait dengan Penyakit Masyarakat (PEKAT) dan maksiat di Kota Solo.

“Ranu wartawan yang luar biasa, pengalamannya banyak sebagai wartawan dan penulis. Dia dekat dengan para ulama di Solo, tokoh dan aktivis Islam. Dia senang liputan di lapangan. Bahkan melakukan investigasi. Social Kitchen misalnya, itu sudah setahun yang lalu dilakukan investigasi oleh Ranu,” kata Widad dalam keterangannya di Solo, Kamis (22/12/2016).

Widad sangat yakin Ranu tidak terlibat dalam aksi anarkis apa pun sebagaimana disangkakan oleh aparat kepolisian.

Penanganan kasus Ranu, diserahkan kepada kuasa hukum dari pihak Tim Pengacara Muslim (TPM) Solo, Anis Prijo Ansharie, SH, Jurianto SH dan juga Budi Satrijo AW, SH, MH yang merupakan kakak kandung Ranu.

Reporter: Sedyo/IslamicNewsAgency (INA)