Oposisi Suriah akan Bertemu Delegasi Rusia Hari Ini

JENEWA (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi utama Suriah mendesak Rusia untuk menekan rezim Bashar al-Assad dengan harapan dapat memulihkan proses perdamaian yang runtuh.

Komentar oposisi pada Senin (27/02/2017) di babak keempat pembicaraan yang didukung PBB di Jenewa muncul saat gencatan senjata di Suriah berantakan, lansir Aljazeera.

Komite Tinggi Negosiasi (the High Negotiations Committee-HNC), kelompok oposisi utama dalam pembicaraan yang disponsori PBB, mengatakan mereka berharap untuk bertemu dengan delegasi Rusia pada hari Selasa (28/02/2017) di kota Swiss tersebut.

“Kami berharap … bahwa kita akan melihat dukungan yang nyata, positif dan konstruktif untuk proses politik ini,” kata pemimpin perunding oposisi Nasr al-Hariri setelah mengadakan pembicaraan dengan Staffan de Mistura, utusan khusus PBB untuk Suriah.

“Kami berharap … untuk melihat dukungan [dari Moskow] untuk proses perdamaian yang pada akhirnya dapat menghasilkan perdamaian dengan menempatkan tekanan pada rezim.”

Komentar Hariri muncul pada pertemuan kedua antara oposisi dengan de Mistura di Jenewa.

“[Moskow] telah mencoba untuk bersikap netral,” kata Hariri. “Fakta bahwa ia telah mengakui [faksi oposisi moderat] sebagai pihak yang bernegosiasi merupakan indikasi keterbukaan Rusia dan kami berharap bahwa pertemuan besok juga merupakan indikasi positif.”

Ketika delegasi tiba di Jenewa, ia mengatakan bahwa HNC telah menyajikan kepada de Mistura proposal agenda dan dua nota kesepahaman yang berurusan dengan “situasi bencana kemanusiaan” di daerah oposisi dan pelanggaran gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 23 Februari.

Moskow merupakan pendukung rezim Nushairiyah Assad, telah mengambil peran utama dalam proses diplomatik sejak angkatan udara mereka membantu pasukan Suriah dan milisi sekutunya membombardir posisi oposisi di Aleppo tahun lalu, mengakibatkan kerusakan terbesar akibat pemboman secara brutal.

Pada pembicaraan multilateral di Kazakhstan, pertemuan Jenewa menandai inisiatif terbaru untuk mengakhiri perang enam tahun yang telah menewaskan hampir setengah juta orang dan menelantarkan lebih dari setengah populasi di negara itu.

Manajemen Bantah Social Kitchen Solo Kembali Buka

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Manajemen Social Kitchen Lounge and Bar Solo membantah kabar yang beredar di media sosial yang menyebut resto itu buka kembali pada Senin (27/2/2017) malam.

Manajemen Social Kitchen masih menunggu izin dari Polresta dan Pemkot Solo sebelum membuka kembali usaha mereka. Food and Beverages Manager Social Kitchen, Edy Junaidi, mengakui di media sosial marak informasi bohong (hoax) soal Social Kitchen mulai buka usaha Senin malam.

Kabar itu bahkan menyebut acara pembukaan ditandai dengan agenda pesta miras. “Kami mengetahui adanya informasi tersebut melalui media sosial. Manajemen membatah Social Kitchen sudah kembali membuka usahanya,” ujar Edy dilansir Harianjogja.com, Senin (27/2/2017).

Edy mengatakan setelah kasus sweeping selesai, Social Kitchen masih melakukan sejumlah perbaikan. Perbaikan mulai dikerjakan dua pekan lalu dan sampai sekarang belum selesai.

“Kami memperbaiki bagian atap dan AC pada bagian ruang dalam Social Kitchen. Perbaikan tersebut bagian dari perawatan rutin setiap tahun,” kata dia.

Ditanya mengenai kepastian membuka kembali usaha, Edy tidak dapat memastikannya karena kasus sweeping masih ditangani Polda Jateng. Ia mengaku hanya diberi tahu Polda Jateng soal perkembangan kasus itu pada awal tahun ini.

“Polda Jateng memberi tahu kepada manajemen berkas pelaku kasus ini sudah masuk tahap P21 [lengkap]. Pelaku perusakan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejakti [Kejaksaan Tinggi] Semarang,” kata dia.

Pernyataan Edy juga diperkuat Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi yang mengatakan, pihaknya belum mendapat pemberitahuan dari pengelola.

“Berita yang kami terima tentang sosial kicthen adalah bahwa karyawannya ada yang memposting bahwa akan dibuka, tapi sampai detik ini belum dan permintaan ini akan kami sampaikan ke Walikota dan Ownernya akan kita panggil,” jelasnya kepada Jurniscom di Mapolresta Solo, Senin (27/2/2017) pagi.

Reporter: Arie Ristyan

Langgar UU Miras, DSKS: Jangan Dibiarkan Social Kitchen Buka Lagi

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Divisi Hukum Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Muhammad Kalono, SH meminta klarifikasi dari Kapolresta Solo terkait rencana Sosial Kicthen akan buka lagi pada Senin (27/2/2017).

Ia mengatakan, selain intruksi langsung dari Kapolda Jawa Tengah, Social Kitchen juga telah melanggar Undang-undang Pasal 300 KHUP tentang peredaran minuman keras, sehingga tidak boleh dibiarkan membuka kembali usahanya.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa Kapolda Jateng Jum’at, (23/2/2017) sudah menyampaikan bahwa Sosial Kicthen harus ditutup karena melanggar pasal 300 KUHP, kalau perintah Kapolda saja tidak dihiraukan, maka kami bertanya-tanya siapa di balik Sosial Kichthen ini,” kata Kalono kepada Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi di Mapolresta Solo, Senin (27/2/2017) pagi.

Kabar tentang Social Kitchen akan buka pada Senin Malam beredar di media sosial. Kabar itu menyebut menyebut acara pembukaan ditandai dengan agenda pesta miras. Dalam pesan gambar itu tertulis Sosial Langue (Sosial kicthen-red) bertema ‘Opening Party New Open beer Pitstop’.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, kabar tersebut tersebar setelah salah seorang karyawan memposting acara pesta bir itu di media sosial. Namun Luthfi mengaku belum mendapat pemberitahuan dari pengelola.

“Berita yang kami terima tentang sosial kicthen adalah bahwa karyawannya ada yang memposting bahwa akan dibuka, tapi sampai detik ini belum dan permintaan ini akan kami sampaikan ke Walikota dan Ownernya akan kita panggil,” jelasnya.

Terpisah, kabar itu juga dibantah langsung oleh Manajemen Social Kitchen. “Kami mengetahui adanya informasi tersebut melalui media sosial. Manajemen membatah Social Kitchen sudah kembali membuka usahanya,” kata Food and Beverage Manager, Edy Junaidi sebagaimana dilansir harianjogja.com, Senin (27/2/2017).

Reporter: M. Fajar

 

Miras dan Pekat Kembali Marak, DSKS Sambangi Polresta Solo

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama elemen umat Islam Soloraya mendatangi Polresta Surakarta Jl. Adi Sucipto, Senin(27/2/2017). Kedatangan mereka untuk beraudiensi terkait kembali maraknya minuman keras (miras) dan penyakit masyarakat (pekat) lainnya kembali marak di Soloraya dan sekitarnya. Rombongan DSKS diterima langsung oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi.

Ketua DSKS, Ustadz Muinmuidillah, M.A mengatakan, elemen umat Islam khususnya laskar harus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam memberantas kemaksiatan dan pekat di Solo. Sebab, kata dia, kemaksiatan bisa dicegah tanpa harus melanggar undang-undang.

“Konsep kita adalah saling bersinergi dan kita bekerja sama dalam berbagi peran, kita para ustadz dan para laskar yang mengkordinasikan dan memberikan informasi agar keharmonisan dan tujuan untuk menciptakan wilayah kita yang bersih dari segala bentuk kemaksiatan,” paparnya.

“Prinsipnya adalah kemaksiatan bisa dicegah tanpa melanggar undang-undang,” tambahnya.

Audiensi DSKS disambut baik oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi. Ia mengaku terbantu dengan informasi yang diberikan DSKS terkait maraknya kembali kemaksiatan di Kota Solo dan sekitarnya.

“Ini adalah sarana komunikasi yang baik untuk kita dan kami sangat terbantu dengan informasi yang diberikan oleh DSKS,” katanya.

Untuk itu, Luthfi menegaskan, tidak ada alasan bagi kepolisian untuk tidak menindaklanjuti laporan-laporan tersebut.

“Kecepatan penanganan di wilayah Solo itu tidak seperti di Jakarta. Solo itu kotanya kecil jadi kecepatan ke lokasi TKP itu maksimal itu 15 menit. Jadi, tidak ada alasan untuk Polresta untuk tidak menanganinya dan sudah kita tekankan ke anggota,” tegasnya.

Audiensi juga dihadiri oleh beberapa ulama dari DSKS seperti Ustadz Rosyid Ba’asyir, Ustadz Rowi, Ustadz Abdul Rachim Ba’asyir, serta tim advokasi DSKS.

Reporter: Arie Ristyan

 

Pengamat Sebut Kemungkinan Pelaku Bom Cicendo Korban Radikalisasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sebuah bom panci meledak di Jl Pandawa, kawasan Cicendo, Kota Bandung pagi ini, Senin (27/2/2017). Pelaku teridentifikasi bernama Yayat Ahdiyat (42) asal Purwakarta. Yayat yang bersembunyi di kantor kelurahan akhirnya tewas ditembak petugas Polrestabes Bandung dan Polda Jabar.

Menanggapi peristiwa tersebut, pengamat terorisme, Harits Abu Ulya menilai, aksi pelaku tidak relevan karena tidak mempunyai motif dan target yang jelas.

“Tabiatnya seseorang yang mempunyai tuntutan, biasanya mereka memiliki sesuatu yang di jadikan bergaining. Sementara pelaku di Cicendo sama sekali tidak punya hal tersebut,” katanya kepada Jurniscom, Senin (27/2/2017).

Direktur The Community of Islamic Analyst (CIIA) ini juga menyayangkan tindakan aparat mengeksekusi pelaku di TKP. Hal itu, kata dia, akan mempersulit upaya mencari motif serta kelompok mana yang menggerakan pelaku.

“Sayang sekali pelaku tewas dan akan mempersulit untuk elaborasi motif dan tujuan aksi. Dan lebih penting lagi akan sulit untuk ungkap master mind jika ada. Karena bisa jadi pelaku adalah produk radikalisasi dari “invisible hand”,” ungkapnya.

”Sangat mungkin paska peristiwa Cicendo akan dilakukan perburuan oleh Densus 88 dalam rangka melengkapi narasi soal jaringan terkait pelaku aksi jika ada,” sambungnya.

Lebih lanjut, Harits mengungkapkan, peristiwa Cicendo muncul pada saat pemerintah tengah sibuk menyambut kedatangan Raja Saudi. Jika tidak disikapi secara proporsional, hal itu akan membuka dugaan adanya kepentingan politis.

“Mengingat Indonesia mau kedatangan tamu Raja Saudi yang juga konsen dengan isus terorisme, atau di ranah parlement revisi RUU Terorisme masih belum kelar karena ada indikasi tarik ulur kepentingan dari beberapa pihak yang terkait,” pungkasnya.

Reporter: M. Fajar

Habib Rizieq Akan Jadi Saksi Ahli Sidang Lanjutan Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi mengatakan, Habib Rizieq Syihab akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi ahli pada sidang lanjutan terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok besok, Selasa (28/2/2017).

“Direncanakan hadir dua orang. Habib Rizieq Shihab sebagai ahli agama. Satu lagi Abdul Choir sebagai ahli pidana,” kata Hasoloan di Jakarta, Ahad (26/2/2017) lansir Republika.

Ia mengatakan, surat pemanggilan dua saksi ahli itu sudah dikirimkan. Ia berharap surat itu direspon dengan hadirnya mereka pada persidangan nanti.

“Kita berharap hadir. Untuk pastinya lihat Selasa, sudah dilakukan pemanggilan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Abdul Choir merupakan ahli Hukum Pidana serta anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat. Sementara Habib Rizieq Shihab merupakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) sekaligus salah satu bagian dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Dalam beberapa sidang terakhir, tim penasihat hukum Ahok selalu menolak keterangan saksi ahli agama Islam yang memiliki kaitan dengan MUI. Bentuknya dengan tidak memberikan pertanyaan kepada saksi ahli yang dihadirkan JPU.

Alasan penolakan tim penasihat hukum Ahok karena MUI yang mengeluarkan produk sikap keagamaan terhadap ucapan Ahok yang terdapat unsur penistaan agama saat sosialisi budidaya ikan kerapu di Pulau Pramuka pada 27 September 2016, sehingga dianggap tidak akan objektif saat memberikan keterangan.

Ketua Tim Penasihat Hukum Ahok, Trimoelja D Soerjadi mengaku belum mengetahui apakah pihak mereka akan menolak bertanya terhadap dua saksi ahli yang dihadirkan oleh JPU.

“Saya tidak tahu, apakah akan begitu (menolak bertanya) atau tidak, karena itu kan hak dari kami, apakah hak itu akan dipergunakan atau tidak itu kan harus didiskukikan dulu sebelum hari persidangan, kita biasanya rapat,” terangnya.

Sumber: Republika

Raja Salman Beserta Rombongan telah Tiba di Malaysia, Rabu ke Indonesia

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Malaysia menyambut Raja Arab Saudi Salman pada hari Ahad (26/02/2017) dalam awal tur Asia selama sebulan yang langka, di mana raja akan membangun hubungan dan berusaha untuk menarik lebih banyak investasi ke negara Teluk.

Kunjungan ini adalah yang pertama oleh seorang raja Saudi ke Malaysia dalam lebih dari satu dekade, Al Arabiya News Channel melaporkan Ahad.

Televisi negara Malaysia pada hari Ahad menunjukkan live footage raja turun dari pesawatnya. Dia disambut oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan kemudian di sebuah upacara di lapangan parlemen Malaysia. Pemimpin Saudi itu disambut di parlemen dengan penghormatan 21 tembakan ke udara, media lokal melaporkan.

Terakhir kali seorang raja Saudi mengunjungi Malaysia adalah pada tahun 2006, ketika Raja Abdullah, saudara tiri dan pendahulu Raja Salman, terbang dengan delegasi sebanyak 300-anggota.

“Investasi Arab Saudi di Malaysia diperkirakan akan menciptakan ribuan pekerjaan dan kami bangga bahwa perusahaan Malaysia dipilih untuk melaksanakan proyek-proyek di beberapa lokasi yang paling bergengsi di Arab Saudi,” kata Najib dalam pernyataannya, Jumat.

Setelah dari Malaysia, Raja Salman akan melakukan kunjungan ke Jakarta dan Bali di Indonesia dari 01-09 Maret dengan rombongan yang lebih besar sebanyak 1.500 orang, juga dalam rangka membangun kerjasama dan investasi, lalu dilanjut dengan perjalanan ke Jepang dari 12 sampai 14 Maret, para pejabat di negara-negara tersebut mengatakan.

Pelajar Bekasi Gelar Aksi #TolakJadiTarget, Protes Iklan Rokok di Sekolah

BEKASI (Jurnalislam.com) – Lebih dari 300 pelajar mewakili 30 sekolah dari Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor berkumpul di depan Istana Presiden pada Sabtu (25/2/2017). Mereka menggelar aksi #TolakJadiTarget untuk memperlihatkan bukti iklan rokok kepada Presiden Jokowi yang sengaja ditempatkan di sekitar sekolah oleh perusahaan rokok.

Para pelajar juga menampilkan aksi teatrikal dengan tema “Upacara Inisiasi Pengikut Serigala Berbulu Domba”. Teatrikal ini menceritakan bagaimana cara perusahaan rokok dalam menargetkan anak dengan meletakkan iklan di sekitar sekolah dan bagaimana cara pelajar melawannya.

Bukan suatu kebetulan jika iklan rokok banyak ditemui di sekitar sekolah. Anak-anak terpapar iklan rokok setiap hari, saat pergi dan pulang sekolah selama 12 tahun masa sekolah. Semakin sering anak terpapar iklan rokok akan menciptakan kesan bahwa rokok adalah sesuatu yang baik dan biasa sehingga mendorong anak untuk mencoba merokok. Hasil studi Komnas PA dan UHAMKA tahun 2007 menyatakan sebanyak 46,3% anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok dan 86,7% anak mengaku melihat rokok di media luar ruang.

Sejak Desember 2016 lalu, pelajar dari 90 sekolah di 5 kota (Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor) berhasil menurunkan ratusan spanduk, poster dan iklan rokok yang ada di sekitar sekolah mereka. Ini adalah cara pelajar menolak dijadikan target pemasaran perusahaan rokok. Mereka bergerak bersama dalam kampanye #TolakJadiTarget.

Kampanye #TolakJadiTarget merupakan kampanye serentak yang digelar di 90 sekolah di 5 kota di Indonesia sejak Bulan September tahun 2016. Tujuannya adalah untuk menolak perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan di sekitar sekolah. Bagi perusahaan rokok, pelajar merupakan pasar potensial, karena remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap perusahaan rokok di masa depan. Lima perusahaan rokok terbesar di Indonesia yakni HM Sampoerna, PT Djarum, Gudang Garam, BAT dan Nojorono terbukti meletakkan iklannya di sekitar sekolah. Selama kampanye ini berlangsung, ditemukan sebanyak 61 merek rokok yang beriklan di sekitar sekolah di 5 kota ini.

Selama kampanye ini ditemukan bahwa ternyata perusahaan rokok memberikan sejumlah uang untuk memasang iklan rokok di warung-warung sekitar sekolah. Pemilik warung mengakui diberi uang dalam jumlah yang beragam, mulai dari hanya 3 bungkus rokok, Rp. 50.000 per bulan, Rp. 300.000 per 3 bulan, Rp. 800.000 per tahun, Rp. 2.000.000 per tahun hingga Rp. 4.000.000 per tahun. Spanduk yang diletakkan di warung sekitar sekolah tersebut diduga tidak berizin dan tidak membayar pajak reklame pada pemerintah.

Kampanye #TolakJadiTarget yang dilakukan pelajar mendapat dukungan dari pihak sekolah, orang tua siswa, masyarakat sekitar sekolah, rt/rw, lurah, camat hingga Walikota. Hingga saat ini, pelajar di 5 kota sudah berhasil menurunkan sekitar 120 iklan rokok di sekolahnya. Aksi penurunan iklan rokok ini masih akan terus berlanjut di 5 kota, semoga diikuti oleh sekolah-sekolah di tempat lain.

Putri Lestari, pelajar kelas 8 SMPN 17 Kota Bekasi yang ikut dalam aksi hari ini meminta Presiden melindungi mereka dari target industri rokok. “Perusahaan rokok juga harus berhenti beriklan di sekitar sekolah kami” pintanya.

Rilis: Yayasan Lentera Anak

 

 

 

Dituduh Terlibat Aktif dengan Hamas Seorang Staf PBB di Jalur Gaza Dipecat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah agen PBB mengatakan pada hari Ahad (26/02/2017) bahwa mereka menonaktifkan seorang staf Gaza yang dituduh aktif secara politik di kelompok perlawanan Islam Palestina (Hamas), yang memerintah jalur Gaza.

UNRWA, badan PBB yang mengurus pengungsi Palestina, mengatakan, keputusan telah diambil menjelang panggilan Israel sebelumnya pada hari Ahad untuk memecat Suhail al-Hindi, kepala serikat staf di badan PBB itu, lansir Al Arabiya News Channel.

“Sebelum komunikasi terjadi, dan dalam penyelidikan internal independen kami yang berkelanjutan, kami telah disajikan dengan informasi yang cukup besar dari sejumlah sumber sehingga kami mengambil keputusan siang ini untuk menonaktifkan Suhail al Hindi, sambil menunggu hasil penyelidikan kami,” Juru bicara UNRWA Chris Gunness menulis.

COGAT, lembaga pertahanan kementerian zionis yang bertanggung jawab di bidang sipil di wilayah Palestina, mengatakan bahwa al-Hindi ditunjuk memegang kepemimpinan kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas dalam sebuah pemilihan internal 13 Februari.

Dia dipilih “sebagai anggota senior Hamas dari Jabalia di Gaza utara”, katanya dalam sebuah pernyataan berbahasa Inggris.

“Dia juga memegang posisi sebagai Ketua Asosiasi Pekerja Palestina UNRWA sejak 2012 dan juga sebagai kepala sekolah dasar di Jalur Gaza,” tambahnya.

“Karena keparahan situasi, kepala COGAT, Mayor Jenderal Yoav Mordechai menyerukan UNRWA untuk segera memecat al-Hindi,” katanya.

Kementerian luar negeri zionis membuat tuduhan yang sama pada hari Kamis di akun Twitter resminya.

UNRWA mengeluarkan penolakan di hari berikutnya.

“Berdasarkan uji tuntas terbaru yang dilakukan oleh lembaga, UNRWA tidak dapat mengungkap atau menerima bukti yang bertentangan dengan penolakan staf anggota kami bahwa ia terpilih untuk jabatan politik di Hamas.”

Pernyataan hari Jumat yang mengutip Hindi mengatakan bahwa ia “tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah ini”.

Dikatakan bahwa staf lembaga secara teratur diinformasikan bahwa aktivitas politik atau penggalangan dana dianggap sebagai perilaku yang tidak benar.

Jet Tempur Assad dan Rusia Targetkan Linkungan Sipil saat Perundingan Masih Berlangsung, Puluhan Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Pesawat tempur rezim Suriah dan Rusia meluncurkan agresi di provinsi Idlib pada hari Sabtu (25/02/2017), menargetkan provinsi itu dengan lebih dari 35 serangan udara, mengakibatkan puluhan warga sipil tewas dan terluka.

Koresponden Eldorar Alshamia melaporkan Ahad (26/02/2017) bahwa sedikitnya delapan orang tewas dan 25 terluka dalam serangan udara yang melanda kota Ariha di provinsi pedesaan barat; serangan memukul lingkungan timur kota dan pasar populer serta menyebabkan kebakaran dan perusakan rumah dan properti.

Wartawan kami menegaskan bahwa tiga warga sipil tewas dan 11 lainnya luka-luka dalam serangan udara terhadap kota Idlib; saat serangan juga menghantam Lingkungan Perumahan Petugas dan desa-desa di Gunung al-Zawya, serta Kafr NABL.

Pemboman udara intensif terjadi saat Konferensi Jenewa diadakan untuk menemukan solusi politik di Suriah; di mana delegasi oposisi Suriah menuntut untuk mempertahankan gencatan senjata, dan mencabut pengepungan, sebelum merinci solusi.