Katib Suriah PBNU: ‘Kalau Masih Ada yang Islam, Ya Pilih yang Islam’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait hukum memilih pemimpin non-muslim ternyata cukup tegas. Sebagaimana dikatakan Katib Suriyah PBNU, KH Zulfah Mustofa pada Sabtu (15/4/2015) di Jakarta, bahwa hasil Muktamar NU ke-30 tahun 1999 di Pondok Pesantren Lirboyo menegaskan haramnya memilih pemimpin non-muslim.

“Keputusan NU tentang hal ini, bagaimana hukum memilih anggota DPR-RI, DPRD, karena waktu itu belum ada pilkada langsung. Jadi keputusannya, haram hukumnya atau tidak boleh memilih selama masih ada yang Islam. Kalau masih ada yang Islam, ya kita pilih yang Islam,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (15/4/2017) seperti dilansir actual.com.

Kyau Zulfah menjelaskan, keputusan tersebut bukan berarti NU tidak menghargai perbedaan agama. Akan tetapi, kata dia, sebagai organisasi agama dan social NU harus memperjuangkan nilai-nilai agama.

“Ulama NU mempertanyakan ini karena banyak di bawah calon-calon yang diusung oleh orang Islam yang modalnya kurang selalu kalah dengan calon yang kebetulan orang non-muslim yang modalnya besar. Jadi dalam hal ini demokrasi kita ini ukurannya masih fulus. Ulama itu prihatin, maka dibahaslah masalah itu di Lirboyo,” jelasnya.

Muktamar NU ke-30 dilangsungkan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri pada tanggal 21 hingga 27 Nopember 1999. Salah satu pembahasan dalam muktamar itu adalah hokum menyerahkan urusan kepada pemimpin non-muslim.

Reporter: Junaidi

Nahdlatul Wathan dan ACTA Laporkan Penghina TGB. M Zainul Majid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengurus Nahdlatul Wathan (NW) DKI Jakarta dan Jawa Barat bersama dengan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan Steven Hadisurya Sulistiyo (26 tahun). Steven dilaporkan atas perkataannya yang menghina gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) yang juga ketua umum Pengurus Besar NW, Ahad (9/4/2017) lalu. Pembina ACTA, Eggie Sudjana akan menjadi kuasa hukum NW dalam kasus ini.

“Saya mewakili sebagai kuasa hukum dan pembina ACTA dapat amanah dalam pengertian surat kuasa, dari NW DKI Jakarta. Dikarenakan, ketua umum NW, TGB mendapatkan perlakuan buruk berupa penghinaan,” ujar Eggie di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017) seperti dilansir Republika.

Eggie mengatakan, Steven telah melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 terkait penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Menurut Eggie, seharusnya tidak ada lagi pengelompokan pribumi dan nonpribumi di Indonesia.

Pembina ACTA itu mengatakan, perkataan yang disampaikan Steven juga menyinggung dirinya sebagai masyarakat Indonesia. Menurutnya, perkataan Steven sangat menyinggung ketika ia menyebutkan ‘tiko’, yang menurut dia berarti babi dan anjing.

“Steven menghina TGB, ‘Dasar Indon, dasar Pribumi, dan dasar Tiko!’ Tiko-lah yang membuat kami tersinggung. Menurut informasi yang kami dapat, Ti berarti babi dan ko adalah anjing. Itu bahasa hokian mereka” kata Eggie.

TGB sendiri dikatakan telah memaafkan tindakan yang dilakukan Steven. Meskipun begitu, Eggie mengatakan, hal tersebut tidak menghilangkan unsur pidana dan proses hukum akan tetap berjalan. Menurutnya, Steven harus bertanggungjawab karena telah merusak kebinekaan di Indonesia.

“Jika Steven gentle dan berani, muncul untuk datang ke polda ini untuk menyerahkan diri,” kata Eggie.

Kejadian penghinaan yang dilakukan Steven terhadap TGB terjadi Ahad (9/4/2017) lalu, pukul 14.30 waktu Singapura. Saat itu TGB sedang mengantre di counter check in Bandara Changi, Singapura. Ia keluar dari antrean untuk sejenak melihat jadwal penerbangan dan beberapa saat kemudian kembali ke barisan.

Tiba-tiba dari arah belakang TGB, Steven marah kepadanya karena merasa diselak dan melontarkan kata-kata bernada SARA dan kebencian. Ketika pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, TGB langsung melaporkan Steven ke kepolisian bandara.

Steven sendiri telah melayangkan surat permohonan maaf kepada TGB, Ahad (9/4/2017). Meskipun begitu, pihak NW sendiri masih akan terus menindaklanjuti kasus ini agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang.

“Ini harus kita proses hukum agar ia bisa diberi pelajaran. Jika dalam waktu 1×24 jam Steven tidak diproses pihak yang berwajib maka kami yang akan menindaklanjuti,” kata Muslihan.

Reporter: Sirath

Said Aqil Siroj Dukung Ahok, Seluruh Elemen PCNU Abdya Mundur Massal

ACEH (Jurnalislam.com) – Sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung Ahok berbuntut pahit. Seluruh elemen dari PBNU atau Pengurus Cabang NU di Aceh Barat Daya (Abdya) membubarkan diri dari ormas terbesar di Indonesia itu.

Pernyataan mundur massal itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Cafe Lauser, Minggu (16/4/2017). Ketua Harian Syuriyah PCNU Abdya, Tgk Armisli menyatakan, mundurnya seluruh pengurus sebagai protes terkait sikap Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang mendukung Ahok-Djarot.

“Ini bukti kami membela Islam dan pemimpin Islam. Setidaknya di akhirat Allah SWT tahu PBNU Abdya menolak kafir jadi pemimpin,” tegasnya seperti dilansir dari Rakyat Aceh, Senin (17/4/2017).

Adapun elemen NU yang membubarkan diri tersebut yakni, Dewan Mustasyar (Dewan Penasehat), Pengurus Harian Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar) dan Pengurus Harian Tanfidziyah.

Tgk Armisli mengatakan, selaku umat Islam pihaknya tidak mungkin membela orang kafir. “Yang harus dibela itu harus orang Islam. Bukan seperti yang dipertontonkan oleh PBNU yang mendukung kafir,” sesalnya.

Sebelumnya, kata Tgk Armisli, dirinya menduga statemen Said Aqil Siroj mendukung Ahok adalah sebagai taktik untuk menumbangkan pada penghina Islam itu dengan cara masuk ke barisan mereka. Ternyata sikap PBNU itu serius membela Ahok.

“Kami berpikir itu taktik masuk ke kelompok Ahok sebagai siasat politik untuk mengalahkan, ternyata serius sekali tidak ada tanda-tanda mundur membela kafir,” jelasnya.

Sementara itu Ketua MPU Abdya Tgk. Dahlan menambahkan, dirinya sangat tidak setuju pemahaman politik dari Said Aqil Siroj. Sebab pada dasarnya, dalam Surat Al Baqarah telah menyatakan bahwa Yahudi dan Nasrani sama sekali tidak pernah akan senang terhadap Islam. Kedua, dasarnya mundur dari PBNU karena hadist Nabi “Saya khawatir umatku lahir pemimpin-pemimpin menyesatkan umat yang menginjak ajaran Islam,” katanya.

Ditambahkan lagi, pemimpin adalah pengganti para nabi menjaga syariat Islam dan politik di dunia yang islami. Bila ada pemimpin yang membela kafir dari pada Islam, maka Islam akan runtuh dan umat Islam akan kacau.

“Pemimpin yang begitu jangan diikuti,” tegasnya.

Senada dengan Dewan Mustasyar Tgk Abdurahman Badar yang dengan tegas menyatakan dia menarik diri dari kepengurusan PCNU Abdya karena kecewa dengan sikap PBNU Pusat yang sudah menyentuh aqidah. Akibat ucapan dan sikap politiknyas yang mendukung Ahok yang bukan beragama Islam.

“Kita mundur dan keluar dari NU karena pengurus NU Pusat sudah mendukung kafir,” tegasnya.

Reporter: Junaidi

Didukung Puluhan Serangan Udara Rusia, Pasukan Assad Bergerak ke Kota Soran

HAMA (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Assad kembali ke kota strategis Soran di dekat kota Hama di bagian tengah Suriah barat pada hari Ahad (16/4/2017) dengan serangan yang didukung oleh serangan udara berat Rusia, kata oposisi dan penduduk, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Sebagian besar pasukan oposisi telah mundur dari kota setelah pasukan Nushairiyah Assad menyerbu kota tersebut menyusul puluhan serangan udara yang diyakini berasal dari jet Rusia sejak fajar, termasuk bom parasut yang juga menargetkan kota-kota lain di wilayah tersebut, termasuk Latamneh dan Kafr Zeita.

“Pemboman intensif menargetkan kota dan seluruh wilayah dan oposisi melakukan perlawanan sengit sampai mereka memuutuskan untuk mundur,” kata seorang anggota kelompok oposisi Jaish al Izza, yang memiliki kehadiran kuat di provinsi Hama.

Tentara rezim dibantu oleh milisi Syi’ah internasional yang didukung Iran dalam mendukung pasukan Assad yang sering berlebihan dalam bertindak, kata oposisi.

Benteng Soran adalah pintu gerbang utara tentara ke kota Hama, ibu kota provinsi tersebut. Benteng itu direbut oleh tentara Assad tahun lalu, lalu kembli dalam kekuasaan pejuang Suriah dalam serangan terbaru.

Pergerakan tentara rezim ke Soran merebut sebagian teritorial yang diperoleh oposisi, termasuk faksi faksi jihad, setelah serangan besar bulan lalu di provinsi Hama utara di pusat wilayah barat negara tersebut.

Oposisi yang melakukan pembalasan telah menembakkan sejumlah roket ke bandara militer Hama di dekatnya. Video yang diunduh di media sosial menunjukkan asap mengepul dari kejauhan.

Jaish al Nasr, sebuah kelompok oposisi Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan telah menyerang bandara dengan 40 roket, menyebabkan beberapa kebakaran di kompleks pangkalan udara tersebut.

Oposisi dan faksi faksi jihad masih menguasai kota strategis Morek, sebelah utara kota Hama. Kota itu terletak di jalan raya utara-selatan utama yang berperan penting untuk mengendalikan Suriah barat.

Pasukan Irak Mulai Mendekati Jantung Kota Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak melancarkan serangan baru terhadap kelompok Islamic State (IS) di Kota Tua Mosul pada hari Ahad (16/4/2017), kata beberapa pejabat militer, berusaha memecahkan kebuntuan dalam usaha merebut markas pertahanan milisi tersebut, lansir Middle East Eye.

Mosul, kota terbesar kedua Irak, dikuasai oleh IS pada tahun 2014, namun pasukan Irak telah merebut kembali sebagian besar wilayah tersebut selama operasi enam bulan.

Namun pasukan Irak hampir tidak lagi memperoleh kemajuan lebih dari satu bulan, karena IS bertahan di Kota Tua yang padat penduduknya di Mosul barat tersebut, di mana tank dan kendaraan berat tidak dapat beroperasi karena sempitnya jalan-jalan.

Polisi federal Irak bergerak mendekati 200 meter lebih dalam ke Kota Tua, semakin dekat ke Masjid al-Nuri, sebuah pernyataan mengatakan.

Masjid ini sangat simbolis karena di sanalah pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan dirinya sendiri sebagai kepala khilafah secara sepihak.

Pasukan Irak telah mengawasi Masjid berusia ratusan tahun itu sejak bulan lalu.

Seorang kapten di kepolisian federal mengatakan bahwa pada Ahad pagi tentara mulai mencari militan dari rumah ke rumah.

“Motor bunuh diri IS sekarang adalah senjata favorit mereka di dalam Kota Tua,” katanya. “Kita harus mengawasi setiap rumah untuk menghindari penyerang di atas sepeda motor yang dilengkapi bahan peledak.”

Pasukan pemerintah Irak, telah membersihkan timur Mosul dan setengah Mosul barat dan sekarang fokus pada Kota Tua.

Sekitar 400.000 orang terjebak di Kota Tua sementara lebih dari 300.000 orang lainnya telah melarikan diri dari pertempuran sejak operasi dimulai pada bulan Oktober, kata beberapa pejabat.

Erdogan Menangkan Referendum, Rubah Sistem Parlementer Turki ke Sistem Presidensiil

TURKI (Jurnalislam.com) – Presiden Turki mengucapkan selamat kepada pemimpin partai politik yang mendukung suara “Ya” dalam referendum hari Ahad (16/4/2017).

World Bulletin melaporkan, setelah voting dalam referendum konstitusional Turki berakhir secara nasional, Recep Tayyip Erdogan pada Ahad malam melakukan percakapan telepon dengan pemimpin partai Justice and Development (AK) Binali Yildirim, pemimpin Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, dan Grand Unity Party (BBP) Mustafa Destici, kata sumber kepresidenan.

Erdogan mengucapkan selamat kepada para pemimpin partai tersebut atas kemenangan referendum mereka, kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilih yang pergi ke pemungutan suara untuk menyatakan pilihan mereka. Sementara itu, banyak pemimpin dunia telah mengirim pesan ucapan selamat kepada Erdogan, sumber menambahkan.

Pada pukul 9.25 malam (1825GMT), hasil tidak resmi menunjukkan “Ya” memperoleh 24.789.242 suara (51,34 persen), sementara “Tidak” memperoleh 23.499.390 suara (48,66 persen). Referendum hari Ahad meminta pemilih untuk memilih “Ya” atau “Tidak” terhadap proposal berisi 18-pasal yang akan membuat negara tersebut beralih dari sebuah sistem parlementer ke sistem presidensiil, serta perubahan lainnya.

Begini Penjelasan Al Maidah 51 Menurut Ketua MUI Bima

BIMA (Jurnalislam.com) –Ketua MUI Kabupaten Bima, TGH Abdurrahim Haris, MA menjelaskan alasan kenapa umat Islam dilarang memilih orang kafir sebagai pemimpin. Dalam kajian tafsir surat Al Maidah ayat 51 di Masjid Raya Al Muwahhidin Kota Bima pada Sabtu (15/4/2017), Abdurrahim menjelaskan, orang kafir itu menyukai sesuatu yang haram.

Surat Al Maidah ayat 51 dan seterusnya itu, kata dia, menjelaskan tentang kriteria dan sifat dari orang Yahudi dan Nasharani.

“Ada beberapa sifat dari pada orang Yahudi dan Nasrani ini yang wajib kita ketahui, diantaranya mereka suka merubah ketentuan, hukum dan aturan, mereka suka berbohong, dan sangat senang dengan sesuatu yang haram,” terangnya.

“Maka oleh karena itu barang siapa yang tidak taat pada aturan maka mereka itu adalah orang-orang yang, kafir, fasik, dan dzolim,” tegasnya seraya mengutip ayat selanjutnya.

Haji Abdurrahim mengaku miris dengan melihat sebagian umat Islam pada hari ini yang masih rela dimpimpin oleh orang kafir.

“Maka orang-orang seperti ini nantinya akan diganti oleh Allah dengan generasi yang baru yang mereka mencintai Allah, dan Allah pun mencintai mereka,” tuturnya.

Reporter: Sirath

FPI Jakarta Desak Aparat Buru Pelaku Teror Habib Rizieq

JAKARTA (Jurnalislam.com) – DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta mendesak aparat Polri dan TNI untuk mengusut tuntas kasus teror pembakaran mobil dalam acara acara peringatan Isra Mi’raj yang dihadiri Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

“Mendesak Polri dan TNI untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, dengan memburu teroris, pelakunya, dan mengejar aktor intelektualnya, serta membongkar semua jaringannya berikut penyandang dananya,” kata Ketua DPD FPI Jakarta, Muchsin Alatas saat membacakan pernyataan sikap di Masjid Al-Ittihat, Tebet, Jakarta Selatan pada Ahad (16/4/2017) dilansir dari Repulika.

Meskipun FPI mengutuk teror yang terjadi di Kantor DPD DKI Jakarta pada Ahad (16/4/2017) dini hari itu, FPI Jakarta tetap menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada aparat penegak hukum dan mengimbau semua elemen umat Islam untuk tidak terprovokasi.

“Menyerukan kepada umat Islam agar tetap tenang, dan selalu waspada, serta tidak terprovokasi, sehingga bisa tetap fokus kepada pemenangan calon gubernur Muslim dalam Pilkada 19 April 2017 di Jakarta.

Muchsin juga mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu pihak kepolisian yang sedang menyelidiki insiden yang diduga sebagai bentuk teror tersebut. “Kita hanya menunggu hasil kerja dari pihak kepolisian. Mungkin jni pernyataan sikap yang ingin saya sampaikan,” katanya.

 

Reporter: Ahmad Zuhal

Ribuan Umat Islam Jawa Barat Hadiri Masiroh Panji Rasulullah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam Jawa Barat hadiri Masyiroh Panji Rasulullah (MaPaRa) yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah 1 Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Barat di depan kantor HTI Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Sabtu, (15/4/17).

Peserta yang hadir berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat, diantaranya Cimahi, KBB, Majalengka, dan beberapa daerah lainnya di provinsi Jawa Barat. Meski mengalami beberapa hambatan, dengan izin Allah kegiatan ini berjalan dengan baik hingga akhir rangkaian acara.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Panji Rasulullah shalallahu Alaihi Wasallam pada umat Islam yang berada di Jawa Barat, yang selama ini mulai asing di tengah-tengah umat Islam.

“Hari ini Alhamdulillah kita telah melakukan masyiroh Panji Rasulullah shalallahu Alaihi Wasallam, dengan dihadiri ribuan umat Islam Jawa Barat, tentunya kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan Panji Rasulullah, panjinya umat Islam pada umat Islam Jawa Barat,” jelas Humas HTI Jawa Barat, Luthfi Afandi usai pelaksanaan MaPaRa.

Dijelaskan oleh Luthfi, bahwa Panji Rasulullah yang bertuliskan kalimat tauhid yang sering dibawa oleh HTI bukanlah bendera HTI akan tetapi bendera Rasulullah, benderanya umat Islam.

“Panji berwarna hitam dan bertuliskan warna putih, dengan kalimat la Ilaha IlalLah Muhammad Rasulullah, merupakan bendera umat Islam, bukan bendera satu golongan, dan juga bukan punya HTI,” jelas Luthfi.

Dijelaskan oleh Luthfi bahwa selain memilik Panji Rasulullah shalallahu Alaihi Wasallam juga memiliki bendera yang berwarna putih.

“Al-liwa’ dan Ar-Raya adalah nama bendera dan Panji Rasulullah shalallahu Alaihi Wasallam. Al-liwa ‘ berwarna putih dengan tulisan berwarna hitam, dengan kalimat, la Ilaha IlalLah Muhammad Rasulullah, sedangkan Ar-Rayah adalah panji berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih, dengan kalimat, la Ilaha IlalLah Muhammad Rasulullah,” lanjut Luthfi.

Hal tersebut berdasarkan pada hadits penuturan Ibn ‘Abbas ra yang menyatakan, ” Panji (Rayah) Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, berwarna hitam dan bendera (Liwa)-nya berwarna putih; tertulis padanya: La Ilaha IllalLah Muhammad Rasulullah (HR. Ath-Thabrani),”.

Luthfi berharap agar umat Islam kembali mengenal Panji dan bendera Rasulullah shalallahu Alaihi wasallam.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini umat Islam, khususnya Jawa Barat, umumnya dunia, kembali mengenal Panji Rasulullah shalallahu Alaihi wasallam,” harap Luthfi Afandi.

Kontributor: Saifal

Ansharusyariah: Pembakaran Mobil di Cawang Bentuk Teror Terhadap Umat Islam

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Abdul Rochim Ba’asyir mengecam keras aksi pembakaran mobil yang diduga dilakukan dengan sengaja di tengah ribuan massa Tabligh Akbar Habib Rizieq Syihab di kawasan Cawang Kompor, Jakarta, Ahad (16/4/2017). Ustadz Iim, sapaannya, menyebut aksi tersebut adalah bentuk teror kepada umat Islam.

“Peristiwa yang ada itu adalah betul sebuah teror yang dilakukan terhadap umat Islam,” katanya kepada jurniscom, Ahad (16/4/2017).

Iim Ba’asyir, sapaan karibnya mengatakan, dengan kejadian teror ini umat Islam harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap musuh-musuh umat Islam. Menurutnya, saat ini musuh-musuh Islam telah masif bergerak memusuhi umat Islam.

“Umat Islam harus waspada bahwa musuh-musuh Islam ini begitu masif memusuhi kita, jadi jangan sampai kita merasa mereka itu mau berbuat adil terhadap kita, tidak, mereka tidak mau berbuat adil terhadap kita. Tapi mereka mencari-cari kesempatan untuk memusuhi kita sebagaimana Allah meningatkan kita dalam Alquran,” ungkap putra Abu Bakar Ba’asyir ini.

Yang jelas, kata dia, kondisi negeri Indonesia semakin panas, maka umat Islam harus betul betul waspada dan mawas diri. Kemudian menyiapkan barisan umat Islam untuk bersatu dan bersama dalam rangka melawan kejahatan musuh umat Islam.

“Yang tampaknya sudah betul-betul gelap mata dan sudah tidak perduli dengan apa yang mereka lakukan, yang penting mereka bisa mengusai kaum muslimin di negeri ini,” imbaunya.

Untuk itu, ia berpesan untuk umat islam harus menjaga dan membela negeri ini dari musuh-musuh yang mencoba menguasai negeri ini. Serta mendoakan agar Allah menolong kaum muslimin dari kejahatan yang dilakukan musuh Islam.

“Negeri ini adalah negeri yang penuh berkah, maka banyak yang melirik negeri ini, dan mereka meinginkan untuk mengusainya dengan cara apapun. Semoga allah menjaga kita dan memberikan bantuan kepada kaum muslimin supaya diberi kekuatan terhadap makar-makar musuh Islam,” pungkasnya.

Sekjen DPD FPI Jakarta, Novel Bamukman membenarkan hal itu, ia mengatakan ada 1 mobil yang terbakar dan meledak dikerumunan jamaah tablig akbar. Selain itu, ada 2 mobil lain yang berisi dirigen yang diduga akan diledakkan namun belum sempat.

Reporter: Arie Ristyan