The six Points of the Declaration of Islamic Economic Congress

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The Islamic Economic Congress of the Indonesian Ulema Council (MUI) has officially finished today, Monday (24/4/2017) at Hotel Sahid, Jakarta. The congress, which was held on 22 April, resulted in a six points declension read out by Vice President Jusuf Kalla.

Chairman of the Commission for Economic Empowerment, M. Azrul Tanjung said the presses declaration point includes strengthening a just and equitable economy for the people as stated in the basic provisions of the country.

The declaration points include, firstly, affirming equality, equitable, and independent national economic system in addressing economic disputes.

Second, accelerate in the redistribution and optimization of natural resources wisely and sustainably.

Third, strengthening competent and highly competitive human resources based on science and technology excellence, innovation, entrepreneurship.

Fourth, moving cooperatives , small and medium enterprises to become the main business actors of the national economy.

Fifth, realize equal partnerships of large enterprises with small cooperatives ,small and medium enterprises to be integrated in production systems and markets.

In addition, the fifth declaration point is the mainstreaming of sharia law in economy and in the national economy.

Finally, the establishment of the National Committee of Economic Ummah to guard the New Flow of the Indonesian Economy.

Reporter: M Firdaus

Translator: Taznim

Dr Ayman al Zawahiri Peringatkan Adanya Agenda ‘Nasionalis’ di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Lengan media Al Qaeda, As Sahab, mengeluarkan pesan audio dari Syeikh Ayman al Zawahiri hari Ahad (23/4/2017). Berkas audio, yang disambung dengan gambar faksi jihad di Suriah, hanya berdurasi sekitar enam menit. Pesan ini dirilis melalui media sosial, termasuk saluran Telegram milik As Sahab kemudian di lansir Long War Journal.

Amir Al Qaeda memperingatkan bahwa perang Suriah seharusnya tidak dianggap sebagai upaya “nasionalis” secara eksklusif, karena inilah yang diinginkan musuh para mujahidin. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa konflik Suriah harus dilihat sebagai “masalah seluruh umat,” atau komunitas Muslim di seluruh dunia.

Pernyataan Syeikh Zawahiri sangat menarik mengingat rebranding Jabhah Nusrah tahun lalu, dan kemudian bergabungnya mereka dengan beberapa faksi jihad lainnya untuk membentuk Hay’at Tahrir al Sham (Majelis untuk Pembebasan Sham- HTS) pada bulan Januari. Berbagai tokoh al Qaeda dan jihadis lainnya di Suriah telah mendiskusikan cara terbaik untuk mempresentasikan dirinya ke dunia. Peluncuran Jabhah Nusrah pada bulan Juli 2016 didukung oleh al Qaeda.

Dr Ayman Zawahiri secara eksplisit mendukung perjuangan di Suriah, mengatakan bahwa ini adalah perang “gerilya” dan para pelaku jihad seharusnya tidak fokus berusaha memegang wilayah pada saat ini. Sebaliknya, ia mengatakan, mereka harus fokus untuk melemahkan musuh mereka.

“Untuk awalan, saya ingin memberitahu saudara-saudara tercinta kita di Sham [Suriah] bahwa luka-luka kalian adalah luka bagi seluruh umat, dan rasa sakit kalian adalah rasa sakit seluruh umat. Kalian selalu ada dalam doa – doa kami setiap saat, dan kami ingin mengorbankan jiwa kami untuk Anda,” Zawahiri memulai pesannya, yang dirilis dengan transkrip bahasa Inggris.

“Jika ada yang menghalangi kita,” lanjutnya, “Ketahuilah bahwa kami terlibat dalam pertempuran melawan musuh Tentara Salib yang sama dengan yang Anda lawan, meski berada di garis depan yang berbeda.”

Pemimpin Al Qaeda mengatakan bahwa “satu-satunya alasan” kaum muslim internasional di Suriah “menjadi sasaran” adalah bahwa mereka “ingin Islam diterapkan di atas bumi Sham. ” Namun Aliansi Setan Internasional tidak akan pernah menerima hal ini, dan mereka akan mengerahkan segala daya upaya untuk menghentikan arus Islam ini,” kata Syeikh Zawahiri.

Konsisten dengan pesan al Qaeda di masa lalu, Syeikh Ayman Zawahiri menerangkan AS dan Barat sebagai anggota rezim Iran dan Bashar al Assad. Dia mengingatkan rakyat Suriah untuk “mempersiapkan” diri mereka menghadapi perang yang panjang melawan Tentara Salib dan Rafidho (istilah untuk orang Syiah dan Iran] serta Nushairiyah [yang berarti anggota rezim Syiah Assad].”

Syeikh Zawahiri memuji rakyat Suriah yang telah “berjihad di jalan Allah membangkitkan bendera Islam dan jihad di tanah Sham, dan untuk membebaskannya dari penindasan, tirani dan korupsi.”

“Jadi jangan mundur,” katanya. “Jangan goyah atau melakukan kompromi.

Mati secara terhormat, tapi jangan pernah menerima penghinaan.”

Pemimpin Al Qaeda ini mengulangi seruan tandzimnya untuk menggalang persatuan dalam perjuangan. Sejak awal perang, dengan beberapa pengecualian, Al Qaeda berusaha untuk tetap berhubungan erat dengan kelompok perjuangan lainnya. Strategi ini sempat terganggu oleh bangkitnya Negara Islam Abu Bakr al Baghdadi pada tahun 2013 dan 2014, namun Al Qaeda mampu mengatasinya.

“Bersatu dan tutup barisan Anda dengan saudara laki-laki dan mujahidin Muslim, tidak hanya di Sham, tapi juga seluruh dunia, karena ini adalah operasi Salibisme tunggal yang dilakukan terhadap umat Islam di seluruh dunia,” kata Syeikh Zawahiri.

Dia kemudian mengkritik siapapun yang menganggap perang Suriah dapat dipisahkan dari jihad di tempat lain di seluruh dunia.

Berbicara kepada para jihadis di Suriah, Dr Ayman Zawahiri mengatakan bahwa beberapa “ingin menipu Anda untuk percaya dengan mitos bahwa hanya jika Anda mengubah jihad Anda menjadi perjuangan Suriah nasionalis yang eksklusif, maka penjahat internasional terkemuka akan senang dengan Anda.”

“Umat saya dan saudara laki-laki saya di Sham,” kata Zawahiri, “Saya ingin menawarkan beberapa saran sebagai pengingat untuk kalian dan diri saya sendiri.” Kemudian, dia menambahkan: “Kita harus terus meninjau tindakan kita, dan menarik kembali diri kita dari segala hal yang mampu menghalangi kemenangan. Karena kita tidak pernah bisa lebih baik daripada Sahabat Nabi Saw, yang jauh dari kemenangan saat mereka tidak taat. Mengkaji ulang secara kritis dan koreksi kesalahan adalah langkah pertama dalam pertempuran menuju kemenangan.”

“Menurut pendapat saya,” pemimpin al Qaeda itu melanjutkan, “strategi untuk jihad di Sham harus berfokus pada perang gerilya yang bertujuan untuk menjatuhkan musuh dan mengeluarkan darah mereka sampai mati.” Ini “adalah senjata pilihan orang-orang yang tertindas. Melawan penjajah arogan di setiap zaman, “kata Zawahiri.

“Jangan duduk sendiri dengan berpegangan pada teritori (batas wilayah), sebaliknya, fokus hancurkanlah moral musuh kalian.

Bawa musuh ke titik keputusasaan yang buruk dengan melancarkan serangan tanpa henti dan timbulkan kerugian yang tak tertahankan pada pasukannya.”

Untuk kedua kalinya dalam pesan singkatnya, Zawahiri kembali memperingatkan untuk tidak memperlakukan konflik Suriah sebagai sebuah perjuangan “nasionalis”. “Masalah Sham adalah masalah seluruh umat,” katanya. “Kita tidak boleh menyajikannya hanya sebagai masalah rakyat Syam, dan kemudian mempersempitnya menjadi masalah rakyat Suriah saja, karena ini adalah rencana musuh dan tujuannya yang banyak dicari.”

“Musuh berusaha untuk mengubah jihad di Sham dari masalah umat Islam menjadi masalah Suriah yang secara eksklusif nasionalis, kemudian mengubah masalah nasionalis menjadi isu wilayah dan daerah tertentu, dan akhirnya menguranginya menjadi isu beberapa kota, desa dan lingkungan,” Zawahiri mengingatkan.

Oleh karena itu maka, “adalah kewajiban bagi kita untuk menghadapi strategi jahat ini dengan menyatakan bahwa jihad di Syam adalah jihad umat Islam yang bertujuan untuk menetapkan peraturan Allah di tanah Allah. Ini harus bersamaan dengan mendorong seluruh umat berpartisipasi dalam jihad Sham melalui putra, kekayaan, usaha, dan energinya.”

Syeikh Zawahiri menyediakan daftar pendek umat Islam yang telah “membela Sham sebelumnya dalam sejarah,” termasuk Salahuddin dan orang-orang Turki Utsmani. Dia menunjukkan bahwa “tidak ada” orang-orang yang masuk dalam daftarnya “yang merupakan warga Suriah, melainkan mereka Muslim dan mujahid.” Ini mungkin merupakan peringatan bagi para pelaku jihad untuk memperlakukan banyak pejuang asing di Suriah yang telah bergabung dengan perjuangan anti-Assad tanpa perbedaan.

Amir Al Qaeda kemudian menutup dengan mengatakan bahwa para jihadis seharusnya tidak berusaha untuk menenangkan Barat, atau pihak lain. “Oleh karena itu, kami tidak boleh tunduk pada dikte penjahat terkemuka, yang berusaha mengintimidasi kami dengan tuduhan ‘terorisme’ dan ‘ekstremisme’,” kata Zawahiri.

Dia memperingatkan bahwa ini akan menyebabkan nasib yang sama dengan yang diderita oleh Muhammad Mursi, pemimpin Ikhwanul Muslimin yang secara singkat menjabat sebagai presiden Mesir.

“Ini adalah kekuatan sama yang bahkan menggulingkan Muhammad Mursi, terlepas dari kenyataan bahwa kekuatan ini telah memberi semua yang mereka minta,” kata Zawahiri.

Syeikh Ayman menambahkan: “Saya memohon kepada Allah Swt agar rakyat Sham diberi ketabahan. Semoga Allah memberkati mereka dengan kemenangan dan dukungan-Nya, dan membimbing mereka untuk mengambil sikap bersama di samping saudara-saudara mujahidin di seluruh dunia dalam melawan musuh bersama yang sama.”

Alfian Tanjung: Sistem Khilafah Prioritas Umat Eksiskan Islam Sebagai Ajaran

SERANG (Jurnalislam.com) – Berbagai polemik muncul seiring sistem khilafah diperbincangkan. Tidak sedikit yang menolak sistem peradaban Islam ini dan menganggap tidak relevan untuk diterapkan kini. Pemerhati Islam, Dr. Alfian Tanjung menilai, yang menolak sistem ini tidak paham esensi dan sejarah sistem khilafah.

“Khilafah adalah sunnatullah, siapa yang menolak berarti tidak paham Islam dan sejarah peradaban umat Islam serta pedoman Islam,” katanya kepada jurniscom di Masjid Al Muhajirin, Waringin, Serang, Senin (24/4/2017).

Menurutnya, penolakan terhadap khilafah lebih bersifat kepada ketidakpahaman terhadap pola perjuangan umat Islam dan prioritas umat Islam dalam mengeksiskan Islam sebagai sebuah ajaran.

“Khilafah Islam adalah wujud sistem yang dapat mempersatukan Islam,” terangnya.

Ia menyatakan, jika seorang muslim sama sekali tidak ada keberpihakan kepada sistem khilafah, ia termasuk kategori muslim yang “unik”.

“Jika muslim tidak ada keberpihakan kepada khilafah umat agak unik. Perlu kembali membuka buku buku, lembaran sejarah, dan bertanya kepada yang paham terkait ini,” pungkasnya.

Reporter: Jajat

Ini Enam Poin Deklarasi Kongres Ekonomi Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kongres Ekonomi Umat Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi ditutup hari ini, Senin (24/4/2017) di Hotel Sahid, Jakarta. Kongres yang diselenggarakan sejak 22 April itu menghasilkan enam poin deklrasi yang dibacakan langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, M. Azrul Tanjung mengatakan, titik tekan deklarasi mencakup memperkuat ekonomi yang berkeadilan dan merata untuk umat seperti yang tertera dalam ketentuan dasar negara.

Adapun poin deklarasi meliputi, pertama, menegaskan sistem perekonomian nasional yang adil, merata, dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.

Kedua, mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan keberlanjutan. Ketiga, memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan IPTEK, inovasi, dan kewirausahaan.

Keempat, menggerakkan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah menjadi pelaku usaha utama perekonomian nasional. Kelima, mewujudkan mitra sejajar usaha besar dengan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah dalam sistem produksi dan pasar terintegrasi.

Selain itu, poin deklarasi kelima adalah pengarusutamaan ekonomi syariah dalam perekonomian nasional, tetap dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Terakhir, yaitu membentuk Komite Nasional Ekonomi Umat untuk mengawal Arus Baru Perekonomian Indonesia.

Reporter: M Firdaus

Muslim Cleric Habib Rizieq Advised Caution in Follow Up Trial of Ahok Tomorrow

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The planned arrival of a large amount of Muslims in the follow-up trial of religious prosecution case in Kementan Auditorium on Tuesday (25/4/2017) tomorrow is justified said the Cleric of the Islamic Defenders Front (FPI), Habib Rizieq Shihab.

He urged Muslims to follow the clerical command and be alert to infiltration and provication that could undermine this peaceful action.

“We come to follow the case. Not to riot. Follow the clerical command. Do not let there be infiltration in the middle of our ranks, “he said in the memorial Isra Mi’raj in Assembly sermon Miftahul Ulum, Sunday (23/4/2017) night.

According to Habib Rizieq, the judge has the absolute right to see, read and judge, and decide the verdict for defendant Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Thus there is still a chance for judges to impose appropriate punishment on Ahok, such as punishment to the accused in other religious blasphemy cases. Habib Rizieq said that the prosecution read by the Public Prosecutor (Prosecutor) in the previous trial indicated the arrogance of the law enforcement officers.

“They should not create conditions that endanger the nation and state by protecting religious blasphemers.”

Habib Rizieq also said he could not accompany Muslims i this action because at the same time he will be examined in Metro Jaya Police Headquarters as a witness. In addition to Habib, police will also check on his wife and uncle.

Source: RMOL

Translator: Taznim

Pelajar Diminta Aktif Mengabarkan Kondisi Kaum Muslimin

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ratusan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Karanganyar mengikuti kajian bertema ‘Human Cricis’ (krisis kemanusiaan) di Masjid Agung Karanganyar, Sabtu (22/4/2017).

Acara yang diselenggarakan oleh Kajian Pemuda Pemudi Islam Bersinergi (INSPIRASI) itu menghadirkan pembicara dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah, Ma’aruf Effendy.

Selain memaparkan kondisi sejumlah negara yang tengah dilanda krisis kemanusiaan, Ma’aruf juga berharap generasi muda Islam berperan aktif dalam mengabarkan kondisi tersebut dengan memanfaatkan teknologi.

“Harapan kami agar para pemuda bisa memanfaatkan alat informasi yang semakin canggih ini untuk menyampaikan kabar tentang kondisi umat Islam kepada masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Burhan Hanafi menyampaikan, acara itu diselenggarakan untuk membangun empati generasi muda atas banyaknya tragedi kemanusiaan yang melanda negeri-negeri kaum muslimin.

“Kami mempunyai keinginan supaya setiap jiwa pemuda-pemudi mempunyai rasa empati yang nyata terhadap banyaknya kasus human crisis,“ kata Ketua Panitia, Burhan Hanafi.

INSPIRASI adalah wadah organisasi-organisasi kepemudaan di Kabupaten Karanganyar yang peduli akan dakwah Islam.

Reporter: Arie Ristyan

Bom Al Shabaab Hantam Kendaraan Militer Somalia, 6 Pasukan Tewas

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sebuah kendaraan militer dihantam sebuah bom pinggir jalan di wilayah semi-otonom Puntland, Somalia, pada hari Ahad (23/4/2017), menewaskan sedikitnya enam tentara dan melukai delapan lainnya.

Cabang faksi jihad al-Qaeda di Somalia, al-Shabab, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang terjadi di pinggiran kota pelabuhan Bosasso di kawasan itu, lansir Aljazeera.

Al-Shabab berjuang untuk menggulingkan pemerintah negara Afrika yang dibentuk Barat dan ingin memerintah negara tersebut sesuai dengan hukum syariah Islam.

Al-Shabab juga ingin mengusir pasukan Uni Afrika Somalia AMISOM yang membantu mempertahankan pemerintah pusat negara tersebut.

Mohamed Ibrahim, seorang mayor di Puntland, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kendaraan tersebut, sebuah truk pickup, berasal dari perbukitan Galgala, sekitar 40km barat daya Bosasso.

“Pasukan militer kami menghantam sebuah bom pinggir jalan hari ini, enam tentara tewas, delapan lainnya luka-luka,” kata Ibrahim, menambahkan dua orang yang terluka dalam kondisi serius.

Sheikh Abdiasis Abu Musab, jurubicara operasi militer al-Shabab, mengatakan bahwa kelompok mereka melakukan pemboman tersebut. “Kami berada di balik serangan tersebut,” katanya.

Al-Shabab pernah menguasai sebagian besar Somalia tapi pada tahun 2011 lalu mereka mundur dari ibukota Mogadishu dan sejak itu kehilangan benteng besar di sejumlah daerah.

Namun kekuatannya tetap merupakan ancaman yang hebat dan terus melakukan pemboman terhadap sasaran militer dan pejabat pemerintah di Mogadishu dan tempat lain.

Secara resmi disebut Puntland State of Somalia, wilayah di Somalia timur laut ini menyatakan otonomi pada tahun 1998, namun tidak menginginkan kemerdekaan

Lama dalam Ketegangan, Pemimpin Mesir Kunjungi Raja Arab Bahas Hubungan Strategis

RIYADH (Jurnalislam.com) – Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi tiba di Riyadh pada hari Ahad (23/4/2017) untuk melakukan pembicaraan dengan Raja Saudi Salman.

Kunjungan kenegaraan itu terjadi setelah ketegangan berbulan-bulan antara kedua Negara sekutu tersebut.

Sisi disambut oleh raja Saudi pada saat tiba di bandara udara King Salman di Riyadh, kantor berita resmi SPA melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Kepresidenan Mesir mengatakan bahwa pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut akan memperkuat hubungan strategis antara kedua negara dan juga isu-isu yang menjadi perhatian bersama.

Kairo dan Riyadh berselisih mengenai sejumlah isu politik, di antaranya konflik Suriah.

Pada bulan Oktober, Mesir memilih sebuah resolusi yang didukung oleh Rusia untuk Suriah yang dilanda perang, yang ditentang oleh Arab Saudi.

Pada bulan yang sama, perusahaan Aramco Arab Saudi menghentikan pengiriman minyak ke Mesir, yang dikatakan pejabat Mesir untuk alasan “komersial”. Pengiriman dikirim kembali bulan ini.

Ini Tiga Tujuan Aksi Bela Islam Menurut Imam Besar FPI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, mengatakan bahwa Aksi Bela Islam yang diselenggarakan selama ini memiliki tiga tujuan.

Pertama, mengalahkan penista agama di medsos. Dalam rangka ini, telah dibentuk barisan netizen pembela Islam yang militan, disebut sebagai Laskar Cyber Muslim. Jumlahnya diperkirakan sebanyak 3 juta.

“Alhamdulillah, Laskar Cyber Muslim memenangkan pertempuran di alam maya. Kalau ada akun yang menghina Islam, serang!” kata Habib dalam peringatan Isra Mi’raj di Majelis Taklim Miftahul Ulum, Mekarsari, Jawa Barat, Ahad (23/4/2017) malam.

Kedua, mengalahkan si penista agama di pilkada DKI Jakarta. Seperti tujuan pertama, tujuan kedua ini pun telah tercapai.

Sementara tujuan ketiga adalah mengalahkan si penista agama di pengadilan.

“Kita jangan mau kalah. Kita kejar terus kasus ini. Kita perlihatkan bahwa kita mengikuti prosedur hukum dan konstitusional. Kita menuruti aturan main. Ada yang menista agama, kita bawa ke polisi, kita bawa ke proses pengadilan. Hukum akan ditegakkan,” tegasnya.

Sumber: RMOL

Terjebak dalam Pertempuran, 90 Warga Sipil Tewas di Mosul Barat

NINEVEH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 90 warga sipil dilaporkan tewas dalam bentrokan mematikan antara pasukan Irak dan kelompok Islamic State (IS) di Mosul barat.

Seorang petugas Rapid Response mengatakan bahwa korban telah ditangkap dalam pertempuran antara militan dan pasukan Irak yang berusaha merebut distrik Al-Thawra di sisi barat kota.

“Sejumlah mayat masih terjebak di bawah puing-puing rumah yang hancur,” kata petugas kepada Anadolu Agency, Ahad (23/4/2017), meminta anonimitas karena pembatasan berbicara dengan media.

Dia mengatakan lebih dari 30 rumah telah hancur dalam pertarungan di Al-Thawra.

Petugas tersebut kemudian menuduh pasukan Irak “kurang memperhatikan keamanan warga sipil” selama pertarungan anti-IS.

“Pasukan bersikeras untuk maju ke daerah sipil, terutama setelah terus menderita kerugian dalam konfrontasi melawan pasukan IS,” katanya.

Menurut perwira Irak, pasukan IS telah mengambil sejumlah sandera saat melarikan diri dari distrik Al-Thawra, yang direbut pasukan Irak dari IS pada hari Kamis.

“Mereka menculik sejumlah warga sipil tak bersenjata di bawah todongan senjata ke daerah lain di Mosul barat,” katanya.

Pada bulan Februari, pasukan darat Irak – yang didukung oleh kekuatan koalisi pimpinan AS – memulai operasi baru untuk mengambil alih posisi IS dari Mosul barat, kubu terakhir IS di Irak utara.

Serangan yang sedang berlangsung merupakan bagian dari operasi lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, yang diduduki IS pada pertengahan 2014.