Rencanakan Serangan Teror, Seorang Tentara Jerman Nyamar jadi Pengungsi Suriah Setahun

BERLIN (Jurnalislam.com) – Seorang letnan Jerman, yang diduga selama satu tahun telah menjalani kehidupan ganda sebagai pengungsi Suriah, ditangkap pada hari Rabu (26/4/2017) karena dicurigai merencanakan serangan teror.

Juru bicara kantor jaksa penuntut umum negara bagian, Nadja Niesen, mengatakan pada hari Kamis (27/4/2017) bahwa tentara berusia 28 tahun dan temannya, seorang pelajar berusia 24 tahun, dicurigai merencanakan tindakan kekerasan yang serius, lansir Anadolu Agency.

“Beberapa pesan suara telah mengungkapkan bahwa mereka termotivasi oleh pandangan Islamophobia,” katanya dalam sebuah konferensi pers di Frankfurt, menambahkan bahwa polisi telah menemukan beberapa senjata selama pencarian di rumah-rumah para tersangka.

Juru bicara itu mengatakan bahwa letnan Jerman tersebut telah bertindak sebagai pencari suaka Suriah dengan nama palsu dan tinggal beberapa lama di sebuah pusat pengungsi di Jerman selatan tahun lalu.

Tidak jelas bagaimana dia bisa mendaftar sebagai pengungsi Suriah, paahal dia tidak berbicara bahasa Arab.

Media Jerman melaporkan bahwa penyidik ​​menduga letnan Jerman tersebut dengan sengaja didaftarkan sebagai pengungsi, untuk menyalahkan penyebab serangan teror terhadap pengungsi.

Tersangka pertama kali menarik perhatian pihak berwenang pada bulan Februari, saat dia mencoba menyembunyikan pistol di sebuah kamar kecil di Bandara Internasional Wina, di Austria.

Saat itu dia sempat ditangkap namun kemudian dibebaskan oleh pihak berwenang Austria.

Partai-partai oposisi Jerman telah lama mengkritik pemerintah karena tidak melakukan tindakan serius terhadap ekstrimis sayap kanan di dalam tentara Jerman.

Kementerian Pertahanan telah memberi tahu parlemen pada awal bulan ini bahwa pihaknya telah menyelidiki 275 tersangka ekstremis sayap kanan di jajarannya.

LDK IKMA UNLA Gelar Donor Darah dan Buka Bersama Shaum Sunnah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – LDK Ikatan Keluarga Mahasiswa Al-ikhlas (IKMA) Universitas Langlangbuana Bandung menggelar kegiatan donor darah dan Buka Bersama Shaum Sunnah, Kamis (27/4/2017).

Kegiatan kali ini mengusung tema “Ikhlas Berbagi dan Tingkatkan Keimanan dalam Diri”. Donor darah sebagai rasa peduli berbagi terhadap orang lain dan buka shaum sunnah bersama sebagai latihan sebelum memasuki bulan suci ramadhan serta menghidupkan sunnah nabi Muhammad SAW.

“Buka shaum wajib ramadhan bersama itu sudah biasa, tetapi buka shaum sunnah bersama itu luar biasa,” kata pembimbing LDK IKMA, DR. H.Eki Baihaki, M.Si kepada Jurnal Islam.

Sebanyak 57 kantong darah berhasil dikumpulkan dari 70 pedonor. Darah akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung.

Reporter: Agus Dwi Cahyanto

 

Keluarga Bantah Kabar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dalam Kondisi Kritis

SOLO (Jurnalislam.com) – Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dalam keadaan kritis. Kabar itu tersebar dalam foto mirip Ustadz Abu tengah terbaring tak berdaya yang diunggah di media social. Namun putra bungsu Ustadz Abu, Abdul Rochim Ba’asyir membantah kabar tersebut.

“Kami atas nama keluarga menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Walaupun beliau masih harus menjalani perlakuan dzalim dari pemerintah yang mengharuskan beliau diisolasi dari masyarakat yang mengunjunginya, namun kondisinya saat ini baik-baik saja dan dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya kepada Jurniscom, Kamis (27/4/2017).

Pria yang karib disapa Ustadz Iim ini menjelaskan, bahwa ruang gerak Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di LP Gunung Sindur sangat dibatasi. Selain pengawasan CCTV 24 jam penuh, Ustadz Abu juga tidak diperbolehkan mengikuti shalat berjamaah di masjid kecuali untuk shalat Jum’at.

“Kondisi penahanan seperti sebelumnya, belum ada perubahan, masih di isolasi, kemudian juga belum boleh dijenguk siapapun selain keluarga. Dan di dalam, untuk sholat 5 waktu tidak boleh di masjid, kecuali jum’atan, dan masih ada pengawasan cctv,” ungkapnya.

Ustadz Iim menambahkan, pemindahan Ustadz Abu ke LP Gunung Sindur dengan alasan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih, ternyata adalah bohong belaka. Faktanya, kata dia, selain fasilitas kesehatan yang tidak memadai, ulama 80 tahun itu harus menempuh jarak yang cukup jauh melewati jalan rusak menuju klinik di luar LP.

“Sebagaimana yang dikatakan Luhut Panjaitan dulu ketika memindahkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ke situ dengan alasan lebih mudah pengobatan, tapi sebenarnya di situ malah lebih sulit. Jadi omong kosong kalau mereka ngomong seperti itu, bohong semua,” ujarnya.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala segera membebaskan beliau, hingga dapat bersama kita kembali dalam keadaan sehat wal afiat,aamiin. Hasbunallahu Wani’mal Wakiil, Ni’mal Maula Wani’mannashir, Wala Haula Wala Quwwata Illa Billah,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar foto seorang laki-laki tua yang mirip dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir terbaring tak berdaya di dalam sebuah ruangan mirip sel tahanan. Dalam gambar tersebut dikatakan agar pembaca mendoakan Ustadz Abu yang saat ini dalam keadaan kritis di Lapas Gunung Sindur.

Ustadz Abu divonis 15 tahun penjara setelah dituding terlibat kasus pelatihan militer di Aceh. Meskipun hingga saat ini pengadilan belum mampu membuktikan tuduhan tersebut. Ia sempat ditahan di Lapas Pasir Putih Nusakambangan sebelum akhirnya dipindah ke Lapas Gunung Sindur pada 16 April tahun lalu.

Reporter: Arie Ristyan

Al Qaeda Afrika Barat Rilis Hasil Rampasan Perang di Pangkalan Militer Mali

MALI (jurnalislam.com) – Faksi jihad untuk Mendukung Islam dan Muslim (JNIM), cabang Al Qaeda di Afrika Barat, merilis beberapa foto sebelum hari ini mengenai serangan mematikan pekan lalu di sebuah pangkalan Mali dekat Timbuktu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan empat tentara Mali dan melukai lebih banyak lagi, Long War Journal melaporkan, Kamis (27/4/2017).

Pekan lalu, JNIM melaporkan sebuah serangan terkoordinasi tentang sebuah pangkalan militer Mali di daerah Gourma-Rharous di wilayah Timbuktu. JNIM melaporkan bahwa tentaranya menguasai pasukan khusus Malian dan menguasai pangkalan tersebut hingga tentara Prancis tiba. Militer Prancis mengatakan bahwa mereka mengirim sebuah “pelepasan komando gunung” untuk membantu pasukan Mali menghadapi para mujahidin tersebut.

JNIM mengatakan bahwa mereka mundur setelah serangan udara Prancis dimulai.

Sebelum mundur, JNIM dilaporkan membawa beberapa kendaraan militer, senjata, amunisi, dan menghancurkan peralatan lainnya. Foto-foto yang dirilis hari ini mengkonfirmasi laporan tersebut.

Baca juga: Al Qaeda Afrika Barat Rilis Video Perdana Pertempuran di Pangkalan Militer

Foto tersebut merinci puluhan senjata ringan, terutama varian senapan serbu Kalashnikov dan senapan mesin PK. Beberapa granat berpeluncur roket (RPG) diperlihatkan, begitu juga beberapa mortar dan granat.

Sejumlah besar amunisi juga diposisikan di depan kendaraan militer yang direbut, yang tampaknya dilengkapi dengan senapan mesin berat KPV. KPV lain juga tampak bersama dengan senjata-senjata lain yang disita.

Pangkalan yang sama di Timbuktu tersebut sebelumnya ditargetkan pada tahun 2015 dan 2016. Cabang Sahara AQIM dan Ansar Dine, dua faksi penyusun JNIM, melaporkan melakukan serangan tersebut.

Menurut data yang dikumpulkan oleh FDD’s The Long War Journal, sedikitnya ada 80 serangan yang dilakukan Al Qaeda di Mali dan negara-negara tetangga sepanjang tahun ini. Jumlah ini menggambarkan tren perjuangan yang lebih baru sejak tahun lalu, ketika serangan meningkat 150 persen dari tahun 2015.

Utusan Rusia untuk Suriah Bertemu Dewan Militer Iran di Teheran

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Utusan khusus Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentiev bertemu dengan kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (Supreme National Security Council-SNSC) pada hari Kamis (27/4/2017), menurut sebuah pernyataan SNSC.

Pada sebuah pertemuan di Teheran, Lavrentiev dan Ali Shamkhani membahas perang yang sedang berlangsung di Suriah, bersamaan dengan hubungan politik dan militer Rusia-Iran, demikian pernyataan tersebut, lansir Anadolu Agency.

Menurut pernyataan yang sama, kedua orang tersebut memuji “kerjasama efektif” yang saat ini tengah berlangsung antara Iran, Suriah dan Rusia dan membahas dampak perundingan damai yang diadakan di ibukota Kazakhstan, Astana.

Pertemuan Kamis di Teheran tersebut terjadi satu hari setelah menteri pertahanan Rusia, Iran dan Suriah bertemu di Moskow untuk membahas perkembangan terakhir di Suriah.

Saudi Kembali Gempur Milisi Syiah di Taiz, 9 Pasukan Houthi Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya sembilan milisi Syiah Houthi tewas dalam serangan udara yang dilakukan pada akhir Rabu (26/4/2017) oleh koalisi udara pimpinan Saudi di provinsi Taiz, barat daya Yaman, menurut sumber militer Yaman.

“Sedikitnya 20 serangan udara menargetkan posisi yang dikuasai oleh Houthi dan sekutunya di distrik Al-Waziyya dan Mawza di Taiz barat,” sumber tersebut, yang berbicara tanpa nama karena tidak berwenang untuk berbicara dengan media, mengatakan kepada Anadolu Agency, Kamis (27/4/2017).

“Sembilan militan Houthi dan pasukan sekutu terbunuh – dan sedikitnya 14 lainnya cedera – dalam serangan udara,” kata sumber tersebut.

Pemberontak Houthi dan pasukan sekutu yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh belum mengomentari serangan yang dilaporkan tersebut.

Dalam perkembangan yang terkait pada hari yang sama, seorang sumber medis, yang juga berbicara tanpa nama, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sedikitnya satu warga sipil di distrik Safa, Taiz, telah terbunuh oleh serangan artileri Houthi.

Yaman tetap dalam keadaan kacau sejak tahun 2014, ketika pasukan Houthi dan Pro-Saleh menguasai ibukota Sanaa dan bagian lain negara tersebut, memaksa anggota pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk sementara melarikan diri ke Riyadh.

Pada bulan Maret 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara besar-besaran di Yaman untuk membalikkan keuntungan militer Syiah Houthi dan memulihkan pemerintah negara yang diakui secara internasional.

Tahun lalu, pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi mengadakan perundingan perdamaian yang didukung PBB di Kuwait dalam upaya menyelesaikan konflik tersebut, di mana lebih dari 10.000 orang telah terbunuh, menurut angka PBB.

Namun, perundingan damai gagal menghasilkan terobosan nyata.

Kapal Perang Rusia Tenggelam setelah Tabrakan di Laut Hitam

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah kapal angkatan laut Rusia tenggelam setelah kapal tersebut bertabrakan dengan sebuah kapal barang yang membawa ternak berbendera Togo di lepas pantai Turki pada hari Kamis (27/4/2017), agen pengiriman GAC mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel.

Penjaga pantai Turki mengatakan bahwa 78 personil di kapal intelijen Rusia bernama Liman dan juga awak kapal barang tersebut telah diselamatkan.

Liman “mengalami kerusakan lambung akibat tabrakan” dengan kapal Ashot-7, 40 kilometer barat laut Selat Bosphorus, kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh agen-agen Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa Liman berada di bawah garis air saat tabrakan.

Perdana Menteri Binali Yildirim berbicara dengan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev melalui telepon tentang insiden tersebut.

Militer Rusia mengatakan bahwa mereka mencoba untuk mengidentifikasi pemilik kapal Ashot-7.

Penyebab kecelakaan itu belum diketahui.

BAZNAS Didorong Himpun Zakat dari BUMN dan Perusahaan Besar

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menghimpun zakat dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta besar di Indonesia. Hal itu dilakukan agar penghimpunan zakat semakin optimal.

Pratikno meminta agar Menteri Agama bersama BAZNAS dapat menangkap peluang di luar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk digalang penghimpunannya.

“Ini bisa dimulai dari perusahaan swasta dan BUMN yang masuk jajaran 20 besar. Karena satu perusahaan saja bisa membawahi ratusan perusahaan dengan jumlah jutaan karyawan di dalamnya,” kata Pratikno dalam pertemuan dengan para pimpinan BAZNAS di Kantor Sekretariat Negara di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Ia menyebutkan beberapa BUMN besar yang menyimpan potensi besar zakat karyawan, antara lain Pertamina yang memiliki 120 anak perusahaan dan tiga bank besar yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia yaitu BRI, Mandiri dan BNI.

Sedangkan perusahaan swasta besar yang memiliki potensi zakat besar antara lain perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan seperti kelapa sawit. Terlebih, kata dia, saat ini perusahaan besar di Indonesia dikelola oleh generasi kedua atau ketiga memiliki pendekatan bisnis yang berbeda. Mereka lebih peduli dengan masyarakat dan gemar berbagi.

“Sosio-enterprenershipnya berbeda, makanya banyak anak konglomerat jadi aktivis lingkungan dan aktivis sosial. Mereka mengembangkan bisnis sekaligus menolong orang yang kurang mampu,” ujarnya.

Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor mengatakan potensi zakat yang besar tersebut juga dapat didorong menggunakan Instruksi Presiden (Inpres) yang mewajibkan para muslim yang telah mencapai nishab (batas penghasilan kena zakat) untuk berzakat melalui BAZNAS. Inpres tersebut merupakan amandemen dari Inpres No.3 tahun 2014 tentang pengelolaan zakat.

Saat ini aturan zakat di Indonesia masih bersifat sukarela, belum bersifat wajib. Inpres yang Baru tersebut saat ini sedang dipersiapkan oleh Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional.

Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Inpres ini didorong sebagai aktualisasi potensi zakat dalam mengatasi ketimpangan ekonomi.
Menteri Agama mengatakan, Presiden juga memiliki perhatian yang tinggi untuk meningkatkan pengelolaan zakat baik dari sisi penghimpunan maupun penyalurannya.

Siaran Pers BAZNAS

Presiden, Menteri dan Pejabat Negara Akan Bayar Zakat Melalui BAZNAS

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden RI, Joko Widodo, para Menteri Kabinet Kerja dan pejabat negara lainnya akan kembali menunaikan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pembayaran Zakat akan dilakukan di Istana negara yang direncanakan pada pekan pertama awal Ramadan.

Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno dalam pertemuan dengan para pimpinan BAZNAS di Jakarta, Kamis (27/4/2017). Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor, beberapa anggota BAZNAS, dan Kepala Sekretariat BAZNAS.

“Presiden sangat mendukung acara ini, kami jadwalkan sejak jauh hari dengan lebih banyak peserta yang akan membayarkan zakatnya,” kata Pratikno.

Tahun lalu, para menteri dan pejabat lainnya juga membayar zakatnya melalui gerai BAZNAS di Istana. Terhimpun zakat senilai Rp1,9 Miliar termasuk dana kemanusiaan dari pejabat non-muslim.

Sementara itu, Zainulbahar Noor mengatakan, tahun ini BAZNAS meningkatkan pelayanan zakat di Istana dengan melibatkan petugas dari beberapa bank untuk membantu melayani pembayaran, sehingga dapat langsung masuk ke dalam sistem dan lebih terjaga keamanannya.

Selain membuka gerai zakat di Istana Negara, BAZNAS juga akan Launching Program Zakat Inclusion untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat di Indonesia. BAZNAS mengajak seluruh kalangan untuk masuk dan mendukung program tersebut.

BAZNAS juga menyiapkan berbagai program penghimpunan dan penyaluran zakat sepanjang Bulan Ramadhan 1438 H.

Siaran Pers BAZNAS

Pemerintah Dinilai Bela Ahok, DPR: “Mereka Sudah Tergadai”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi’i mengatakan, jangan korbankan seluruh tatanan hukum, hanya karena ada keinginan dari elit pemerintah hari ini untuk membela Ahok. Syafi’i mengaku heran terhadap pemerintah, dan menanyakan ada apa di balik pembelaan terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama itu.

“Saya ingin katakan, mereka sudah tergadai, mereka sudah diorder, apa pun mereka akan lakukan, bukan untuk menegakkan hukum, tapi untuk membela Ahok, dan ini menurut saya ini sangat sangat memalukan,” ujarnya di Gedung Nusantara I, Kamis (27/4/2017) seperti dilansir Republika.

Syafi’i menegaskan, jangan jadikan Ahok sebagai standar hukum di Indonesia. “Standar hukum kita tertinggi adalah UU 1945 kemudian UU yang mengatur hal itu adalah KUHPidana, hormati itu, karena itu adalah produk bangsa kita,” katanya.

Syafi’i juga menilai, jika Jaksa Agung Prasetyo tidak menegur Jaksa yang mengajukan tuntutan terhadap Ahok, Prasetyo selayaknya harus diganti. Dari dulu, kata Syafi’i, dirinya sudah menjelaskan penegakkan hukum di negeri ini tidak akan becus jika Jaksa Agungnya Prasetyo.

“Sekarang penegakan hukum kita beralih pada independensi peradilan, bagaimana mungkin peradilan bisa independen, kalau aparatnya kader partai? itu bulshit, dan ini sudah terbukti,” tegasnya.

Sumber: Republika