Pengamat: Tuntutan JPU Ahok Buat Ketiadaan Hukum dan Tipiskan Kepercayaan Masyarakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat hukum, Miko Kamal mengatakan, tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada kasus penistaan agama, Ahok dapat berimplikasi buruk kepada kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan penegakan hukum.

“Yakni, berlangsungnya situasi yang disebut dengan lawlessness atau ketiadaan hukum,” katanya kepada jurniscom, Kamis (27/4/2017).

Anggota Dewan Nasional Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia ini menjelaskan, salah satu jenis lawlessness adalah masyarakat tidak percaya lagi kepada aparat penegak hukum.

“Ujungnya, masyarakat akan melakukan main hakim sendiri. Ini yang sangat berbahaya,” tegas Miko.

Selain itu, ia menilai, JPU dengan tuntutannya kepada Ahok telah membentuk bingkai ketidakpercayaan masyarakat kepada lembaga kejaksaan.

(Baca juga: “Pledoi Ahok Setali Tiga Uang dengan JPU”)

“Iya benar. Tuntutan ‘aneh’ itu menipiskan kepercayaan sebagian publik terhadap lembaga Kejaksaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, pada Rabu (26/4/2017) telah melaporkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Komisi Kejaksaan. Hal ini dilakukan karena PP Pemuda Muhammadiyah menilai JPU tidak bersikap independen dalam tuntutannya terhadap petahana DKI Jakarta itu.

AQIS Umumkan Gugurnya Anggota Syura

INDIA (Jurnalislam.com) – Al Qaeda mengumumkan gugurnya seorang anggota syura untuk cabang di anak benua India (AQIS), komandannya di Bangladesh, dan mujahidin lainnya selama operasi militer AS di Afghanistan selama setahun terakhir. Delapan pemimpin dan mujahidin hanyalah sebagian kecil anggota Al Qaeda yang syahid oleh pasukan AS di Afghanistan saat itu.

Syeikh Asim Umar, amir al Qaeda di subkontinen India (AQIS), mengumumkan syahidnya para jihadis dalam sebuah video yang dirilis kemarin. Video yang berjudul “Lihatlah! Bantuan Allah Dekat!” (“Behold! The Help of Allah is Near!”) tersebut diproduksi sekitar bulan Februari atau Maret, lansir Long War Journal, Rabu (26/4/2017).

Syeikh Umar mengatakan bahwa pasukan AS membunuh Usama Ibrahim, seorang jihadis Pakistan dari Islamabad yang juga dikenal sebagai Amjad Bhai, “dalam sebuah serangan darat berdasarkan informasi yang diberikan oleh militer Pakistan” selama Idul Adha, atau pertengahan September 2016. Penyerbuan tersebut terjadi di Provinsi Zabul, sebuah basis aktivitas al Qaeda yang terkenal.

Ibrahim adalah anggota badan kepemimpinan tertinggi AQIS, “kepala Al Sahab Media,” lengan produksi media resmi Al Qaeda, dan “seorang ksatria tanpa nama dari dunia media,” menurut Umar. “Dia adalah jantung Al Sahab Urdu yang disayangi dan anak benua Al Sahab.”

Umar juga mengumumkan kematian Tariq Bhai, “Kepala Urusan Bangladesh” AQIS, dan lima pejuang lainnya, namun tidak menunjukkan kapan mereka gugur. Mereka “meninggal dengan mengairi gurun Kandahar dengan harapan bahwa musim semi sistem pemerintahan Islam akan kembali ke tanah Bangladesh.”

“Perlu dicatat bahwa mereka semua syahid di Afghanistan, dalam serangan AS,” Umar mencatat, dan menyimpulkan bahwa ini adalah bukti bahwa AS berusaha untuk “menghentikan penegakan Syari’ah” di Pakistan dan tempat lain.

Al Qaeda di subkontinen India dibentuk pada bulan September 2014 dan mencakup unsur-unsur dari beberapa faksi-faksi jihad Pakistan, Afghanistan, dan India. Sejak pembentukannya, AQIS mengaku melakukan serangan September ke kapal angkatan laut Pakistan. Selama operasi tersebut, mujahidin menguasai kapal dan menembakkan rudal ke arah kapal perang AS di Samudera Hindia. Menurut AQIS dan menteri pertahanan Pakistan, perwira angkatan laut Pakistan terlibat dalam serangan tersebut.

China Geram AS Gelar Sistem Pertahanan Rudal di Korsel

KORSEL (Jurnalislam.com) – Pasukan AS mulai mengirimkan sebuah sistem pertahanan rudal yang telah membuat China marah ke lokasi peluncuran di Korea Selatan pada hari Rabu (26/4/2017), di tengah meningkatnya ketegangan mengenai ambisi nuklir Korea Utara.

AS dan sekutu Korea Selatan mengatakan penempatan sistem pertahanan rudal, yang disepakati tahun lalu tersebut, dimaksudkan untuk mencegah ancaman rudal dari Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Namun China khawatir sistem pertahanan rudal itu akan melemahkan kemampuan balistik mereka dan mengatakan hal itu mengganggu keseimbangan keamanan regional. China telah memberlakukan sejumlah tindakan yang dipandang sebagai pembalasan ekonomi terhadap Korea Selatan, termasuk sebuah larangan terhadap kelompok tur.

Rekaman TV menunjukkan truk-truk gandeng besar dengan cat kamuflase sedang membawa sesuatu yang tampak seperti peralatan rudal masuk ke lapangan golf di daerah selatan Seongju pada Rabu pagi, lansir World Bulletin.

Ratusan warga – yang khawatir atas potensi dampak lingkungan akibat perlengkapan tersebut – memprotes dengan marah, dan beberapa terlibat bentrok dengan polisi. Lebih dari 10 orang terluka termasuk tiga orang yang dirawat di rumah sakit, kata aktivis.

Kementerian pertahanan Seoul mengatakan langkah mereka di hari Rabu tersebut bertujuan untuk “mengamankan kemampuan operasional THAAD (Terminal High Altitude Area Defence) secepat mungkin”, dengan tujuan untuk sepenuhnya memasang baterai pada akhir tahun ini.

Korea Selatan mengadakan pemilihan presiden bulan depan untuk memilih pengganti pemimpin terguling Park Geun-Hye, sehingga Seoul dan Washington terus mendesak pemasangan sistem bersamaan dengan beberapa kandidat yang mengungkapkan ambivalensi mengenai system pertahanan nuklir tersebut, termasuk Moon Jae-In, dari Partai Demokrat yang berhaluan kiri.

Juru bicara Park Kwang-On mengungkapkan “penyesalan yang kuat” terhadap pengiriman itu, dengan mengatakan bahwa hal itu mengabaikan “prosedur yang dipersyaratkan”.

“Langkah ini telah mematikan setiap ruang untuk pertimbangan kebijakan oleh pemerintah berikutnya dan ini sangat tidak tepat,” katanya.

Industri wisata di Selatan terpukul oleh boikot Beijing atas THAAD. Jumlah pengunjung China – yang biasanya lebih dari setengah jumlah pengunjung – jatuh 40 persen bulan lalu meskipun larangan tersebut mulai berlaku pada 15 Maret.

Konglomerat ritel Lotte – yang menyediakan lokasi lapangan golf Seongju bagi pemerintah Seoul – juga menjadi sasaran, dengan 85 dari 99 gerainya di China ditutup.

 

KH Ma’ruf Amin Amanatkan Tiga Tanggung Jawab Kepada Ulama Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ma’ruf Amin menitipkan tiga tanggung jawab besar kepada ulama dan kader NU Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap, tiga tanggung jawab ini dijalankan dengan baik dan penuh dedikasi.

Tanggung jawab pertama, yaitu tanggung jawab keumatan. Ulama dan kade NU berkewajiban membina dan mengurus ulama. “Tanggung jawab yang pertama yaitu tanggung jawab keumatan. Ulama dan kader NU harus membina umat di wilayah masing masing, ” kata KH. Ma’ruf Amin dalam sambutan Pelantikan Pengurus Cabang NU Kabupaten Tasikmalaya di Pondok Pesantren Cipasung, Rabu (26/4/2017).

Kedua, yakni tanggung jawab mencetak ulama dan melahirkan tokoh perubahan. “Lahirkan tokoh yang mampu membawa perubahan di masyarakat dan bangsa ke arah yang positif,” tuturnya.

Terakhir, tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan. Ulama dan kader NU wajib menjaga kebhinekaan dan keutuhan NKRI. “Menjaga keutuhan bangsa dan negara dari upaya memecah belah, itu merupakan tanggung jawab ulama dan kader NU. Kita sudah berjuang mendirikan negara ini dan wajib menjaga keutuhannya,” pungkas Kyai Ma’ruf.

Setelah memberikan taushiyah, Kyai Ma’ruf meresmikan Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Badakpaeh Singaparna. Ia meminta Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya menjadi Gedung Kantor percontohan di Jawa Barat.

Reporter: Ibnu Fariid

The Police Demand People to Accept Lawsuit on Ahok Gracefully

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Reported by many media, Head of Public Relations Polda Metro Jaya Pol Kombes Argo Yuwono asked all parties related accept alleged cases of blasphemy Basuki Tjahaja Purnama or Ahok.

The request of Kombes Pol Argo Yuwono was received by various parties including Deputy Secretary of Nahdlatul Ulama Counsel and Legal Aid Institute (LPBH NU) Djoko Edhi Abdurrahman who insisted that the violation of injustice was a resistance and not accept.

In line with LPBH PBNU, social observer of Bangka Belitung (Babel) Ahmad Sofyan said that people can not accept against injustice because it will eliminate the trust in law enforcement in Indonesia.

“If this is allowed, silenced, accepted , then the law is getting away from the sense of justice, the people are increasingly distrustful to law especially the law enforcement,” Ahmad told Jurniscom on Tuesday (25/4/2017).

The law, according to Ahmad Sofyan seemed to be blunt on Ahok. According to him, the blade of law is increasingly appears dull in the eyes of society and not sharp.

He called on the authorities to be fair by upholding the law, instead of issuing controversial statements such as asking that the public accept.

“Law officers do not talk gracefully, because the people are not stupid and can’t be fooled again. Come on, justice is not just talked about, but enforced! “He concluded.

Reporter: Ibnu Fariid

Translator: Taznim

Political Games, The Community Trust is Wearing Thin Towards the Law

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Seeing the severity of the prosecutor’s charges against the defendant, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, social observer of Bangka Belitung (Babel), Ahmadi Sofyan considered that the law seemed to be fooled by the enforcers.

“The law is getting away from it’s sense of justice, the people are increasingly mistrustful to the law especially the legal apparatus. This incident shows the existence of a signs to play with the law that caused (distrust) from the the public to the law, “he told Jurniscom, Tuesday (25/4/2017).

He asserted that Ahok’s trial revealed that the law as commander was a mere discourse and rhetoric.

“This is disgusting, heartbreaking and embarrassing. After the misguided and misleading public prosecution, it is certain that the people’s confidence in law and law enforcement officers will decrease, “he concluded.

Reporter: Ibnu Fariid

Translator: Taznim

Ahok has Destroyed Essence and Diversity Bangka Belitung: Ahmadi Sofyan

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Bangka Belitung (Babel), Ahmadi Sofyan assessed the defamation of defendant Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok against the Eastern manners and community character of Bangka Belitung. In fact, some of the Babel were annoyed by the sentence of the Public Prosecutor against Ahok.

“This proves that even in his own circle Ahok is less acceptable and the nature of hs character is not the character of bangka belitung,” Ahmadi told Jurniscom on Tuesday (4/25/2017).

According to this social observer, the people of Bangka Belitung are well-mannered, wise in behaviour and speach and Indeed Ahok’ portrayal of Bangka Belitung tarnishes the reputation of polite Bangka belitung people who are known for their tolerance and diversity.

“since the beginning Babel people lived this harmonious society life, never degraded other religions even helping each other so as to create a harmonious life.

Bhineka Tunggal Ika is hope in real life by the people of Bangka Belitung, but Ahok becomes the destroyer, “he concluded.

Reporter: Ibnu Fariid

Translator: Taznim

Lagi, Perwira Garda Revolusi Iran Tewas dalam Pertempuran di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Beberapa perwira Pengawal Revolusi Iran kembali terbunuh di Suriah selama pertempuran melawan kelompok oposisi dalam beberapa hari terakhir, sumber media Iran mengakui, Eldorar Alshamia melaporkan, Rabu (26/4/2017).

Media melaporkan bahwa kapten perwira Ahmed Gholami dan Mohammed Reza Sheibani, tidak diungkap pangkatnya, terbunuh di Suriah, selain terbunuhnya seoarng prajurit, Hamid Bfenda.

Pengawal Revolusi Iran dan milisi Syiah Afghanistan, Pakistan dan Irak yang didukung secara militer dan finansial oleh Iran, telah menderita kerugian besar selama enam tahun perang bersama rezim Nushairiyah Suriah. Menurut statistik terbaru dari pemerintah Iran, jumlah tentara Iran yang tewas di Suriah dan Irak melebihi 2100 pasukan, termasuk perwira senior dan prajurit.

Iran mencoba berperan sebagai penjamin dalam proses politik di Suriah, namun koordinator Komite Negosiasi Tinggi, Riyad Hijab, kemarin menegaskan bahwa Iran tidak dapat berperan sebagai penjamin proses politik di Suriah, terutama karena Iran kemungkinan juga merupakan pihak yang menyebabkan penderitaan bagi rakyat Suriah.

 

Milisi Ekstremis Syiah Irak Kuasai Kota Kuno Hatra

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan pro-pemerintah Irak mengumumkan pada hari Rabu (26/4/2017) bahwa mereka merebut kembali kota kuno Hatra yang terdaftar di UNESCO dari IS.

“Milisi Hashed al-Shaabi (Mobilisasi Populer) telah menguasai kota kuno Hatra … setelah terjadi bentrokan sengit dengan IS,” kata kelompok paramiliter tersebut, lansir Al Arabiya News Channel.

Hatra, yang terletak di gurun barat daya kota kedua Irak Mosul, termasuk situs warisan dunia UNESCO.

IS menghancurkan benda-benda kuno di Hatra dan di situs arkeologi lainnya setelah merebut beberapa wilayah di Irak dan Suriah dalam serangan kilat tahun 2014.

Tingkat kerusakan di Hatra masih tidak jelas.

Hatra, yang dikenal sebagai Al-Hadhr dalam bahasa Arab, didirikan pada abad ke-3 atau ke-2 SM dan menjadi pusat keagamaan dan perdagangan di bawah kerajaan Parthia.

Benteng yang kokoh membantunya menahan kepungan dari kekuatan dua kaisar Romawi.

Hatra akhirnya menyerah pada Ardashir I, pendiri dinasti Sassanid namun kota ini tetap terpelihara dengan baik selama berabad-abad kemudian.

Milisi Syiah Hashed al-Shaabi meluncurkan serangan tiga cabang pada hari Selasa untuk menguasai kota modern Hatra di dekatnya, kata pernyataan tersebut.

Pasukan pro-pemerintah Irak yang didukung oleh koalisi internasional pimpinan AS telah bertempur sejak Oktober untuk mendorong IS dari Mosul, benteng kota besar terakhirnya di Irak.

Hashed al-Shaabi adalah milisi Syiah ekstrem, kelompok payung bagi pasukan Irak, yang dimobilisasi untuk melawan IS dan kemudian diintegrasikan ke dalam aparatus pertahanan resmi Irak.