Garda Revolusi Iran Tuding Arab Saudi dan IS Dibalik Serangan di Teheran

TEHERAN (Jurnalislam.com)Korps Garda Revolusi Iran menuduh Arab Saudi berada di balik serangan ganda pada hari Rabu (7/6/2017) di ibukota Teheran yang menewaskan sedikitnya 12 orang.

Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab dan merilis video yang menunjukkan sekelompok orang bersenjata di dalam gedung parlemen.

Pasukan elit bersumpah dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu untuk membalas dendam.

“Fakta bahwa IS mengklaim bertanggung jawab membuktikan bahwa mereka terlibat dalam serangan brutal tersebut,” mengacu pada Arab Saudi.

Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa “darah orang yang tumpah tidak akan tetap diam tak berdaya”.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir, yang berbicara di ibukota Jerman Berlin, mengatakan bahwa dia tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dan tidak ada bukti bahwa warga Saudi terlibat.

Ghanbar Naderi, wartawan Kayhan International, yang berbicara dari Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “banyak pihak tidak percaya bahwa IS bertindak sendiri”.

“Mereka memiliki pelanggan, mereka memiliki rekan di Timur Tengah dan sekitarnya. Arab Saudi adalah salah satu tersangka utama karena ideologinya yang sesuai dengan apa yang dirasakan, dipikirkan dan dipercayai oleh para anggota IS,” katanya.

Pesawat Militer Myanmar yang Hilang Ditemukan di Tengah Laut Andaman, 100 Tewas

MYANMAR (Juralislam.com) – Potongan-potongan pesawat militer Myanmar yang hilang bersama lebih dari 100 tentara dan anggota keluarga mereka ditemukan di Laut Andaman pada Rabu malam (7/6/2017), kata seorang pejabat setempat.

Lebih dari selusin anak diyakini berada di antara penumpang dalam pesawat yang melakukan perjalanan dari kota selatan Myeik menuju Yangon.

“Sekarang mereka telah menemukan potongan-potongan pesawat yang rusak di laut sejauh 136 mil (218 km) dari kota Dawei,” kata Naing Lin Zaw, seorang pejabat pariwisata di Myeik, menambahkan bahwa angkatan laut masih mencari-cari di laut.

Sebuah sumber angkatan udara mengkonfirmasi kepada AFP bahwa sebuah kapal pencari dan penyelamatan angkatan laut telah menemukan potongan-potongan pesawat di laut sekitar satu jam penerbangan di selatan Yangon, ibukota komersial Myanmar.

Kantor kepala komandan mengatakan pesawat tersebut kehilangan kontak sekitar pukul 01:35 waktu setempat (05:05 GMT) di lepas pantai selatan Myanmar.

Ada informasi yang bertentangan tentang jumlah orang yang ada di dalamnya.

Dengan informasi jumlah yang diperbarui, kantor tersebut mengatakan bahwa 106 penumpang yaitu tentara dan anggota keluarga mereka saat itu berada di dalam pesawat bersama 14 awak kapal.

Sumber angkatan udara mengatakan lebih dari selusin penumpang yang ada di dalamnya adalah anak-anak.

Empat kapal angkatan laut dan dua pesawat angkatan udara dikirim untuk mencari pesawat yang terbang pada ketinggian lebih dari 18.000 kaki (5.486 meter).

Saat ini adalah musim hujan di Myanmar tapi tidak ada laporan cuaca buruk saat pesawat hilang.

Berpuasalah Sebagaimana Puasa Terakhir!

Andaikan kita mendapatkan hak akses untuk mengetahui kapankah kita akan meninggalkan dunia ini untuk melanjutkan perjalanan panjang ke negeri akhirat… Andaikan kita mengetahui bahwa Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir bagi kita… Tentu kita akan sangat sibuk dengan kebaikan demi kebaikan siang dan malam. Kita akan lakukan setiap kebaikan yang kita mampu, tidak peduli ringan maupun yang berat. Kita akan sangat sibuk untuk memperbaiki niat dan berusaha untuk menjadikannya ikhlas tanpa lagi mempedulikan pujian, sanjungan, balasan, dan kehormatan dari manusia. Demikianlah kiranya seandainya kita tahu bahwa Ramadan ini adalah Ramadan terakhir bagi kita.

Kesadaran akan saat-saat perpisahan dengan dunia, saat-saat kesempatan terakhir, dan saat-saat sempitnya waktu karena sebentar lagi semua akan ditinggalkan untuk berjumpa dengan Sang Pencipta alam, mampu membangkitkan perhatian, kesungguhan, keseriusan, dan fokus dalam diri yang tidak bisa dibangkitkan dengan cara apa pun selainnya. Karena itulah, ketika suatu saat datang seorang lelaki kepada Rasulullah SAW sambil berkata,

يَا رَسُوْلَ اللهِ، عَلِّمْنِيْ وَأَوْجِزْ

“Wahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu kepadaku secara ringkas!”

Maka beliau menjawab,

إِذَا قُمْتَ فِيْ صَلَاتِكَ، فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ

“Jika engkau berdiri dalam salatmu maka salatlah seperti salat orang yang akan berpisah dengan dunia.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Ayyub al-Anshari RA)

Rasulullah SAW mengajarkan pada Sahabat tersebut agar setiap salat yang didirikan, hendaklah ia membayangkan bahwa salat tersebut adalah salatnya yang terakhir dan malaikat Maut sedang menunggunya untuk membawanya pergi setelah ia selesai dari salatnya guna berpindah dari alam dunia fana menuju alam akhirat yang kekal selamanya.

Bayangkanlah bagaimanakah kondisi batin dalam keadaan seperti itu? Apakah ketika itu tidak ada usaha sekuat tenaga untuk khusyu’? Apakah ketika itu hati dan pikiran masih sempat melayang ke sana kemari sementara jasad kita ruku’ sujud di hadapan Ilahi? Apakah ketika itu tidak ada usaha maksimal untuk menyempurnakan salat? Apakah ketika itu tidak ada usaha untuk mengikhlaskan niat? Dan… dan… dan…. Tentu dalam kondisi seperti itu, seorang hamba akan melaksanakan salatnya yang terbaik yang bisa ia lakukan.

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya metode praktis agar bisa mempersembahkan ibadah terbaik kepada Allah SWT yaitu dengan menghadirkan suasana dalam diri bahwa ibadah yang sedang dilakukan adalah ibadahnya yang terakhir. Tentu yang dimaksud ibadah ini bukan hanya salat, tapi mencakup ibadah-ibadah lainnya baik yang mahdhah maupun ghairu mahdhah, karena kita dituntut untuk melaksanakan semua ibadah itu sesempurna mungkin. Adapun hanya salat yang disebut dalam hadis ini hanya sebagai contoh praktik dan juga untuk menunjukkan bahwa ibadah salat menempati posisi yang sangat penting di antara ibadah-ibadah yang lain. Allahu a’lam.

Bagaimanakah ibadah kita di bulan Ramadan tahun ini? Sudahkah kita menghadirkan suasana bahwa Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir bagi kita? Jika belum mari kita belajar menghadirkannya sambil memohon pertolongan kepada Allah SWT agar membantu kita untuk memperbaiki semua ibadah kita.

Rasulullah SAW selalu membaca doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)

Dalam riwayat lain Rasulullah berdoa:

‎اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Ya Allah yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu.” (HR Muslim) []

Beri Dukungan pada Qatar, Turki akan Kirim Ribuan Pasukannya

TURKI (Jurnalislam.com)Parlemen Turki telah menyetujui sebuah undang-undang yang mengizinkan ribuan pasukannya untuk dikirim ke sebuah pangkalan militer Turki di Qatar, lansir Aljazeera, Rabu (7/6/2017).

RUU tersebut, yang disusun pertama kali di bulan Mei, disahkan dengan 240 suara yang mendukung, sebagian besar dengan dukungan dari Partai AK yang berkuasa dan oposisi nasionalis. MHP

Keputusan di hari Rabuitu merupakan dukungan nyata bagi Qatar karena menghadapi isolasi diplomatik dan perdagangan dari beberapa kekuatan terbesar Timur Tengah.

Turki adalah sekutu penting Qatar dan mendirikan sebuah pangkalan militer di negara yang juga menjadi tuan rumah pangkalan udara terbesar AS di Timur Tengah.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar dan menutup wilayah udara mereka bagi penerbangan komersial pada hari Senin, menuduhnya membiayai kelompok ekstremis.

Qatar dengan keras membantah tuduhan tersebut. Ini adalah perpecahan terburuk antara negara-negara Arab yang kuat dalam beberapa dasawarsa.

Presiden Turki Tayyip Erdogan telah mengkritik langkah negara-negara Arab tersebut, dengan mengatakan bahwa mengisolasi Qatar dan menjatuhkan sanksi tidak akan menyelesaikan masalah dan menambahkan bahwa Ankara akan melakukan segala upaya dengan kekuatannya untuk membantu mengakhiri krisis.

Turki telah mempertahankan hubungan baik dengan Qatar serta beberapa tetangga Teluk Arab lainnya.

Turki mendirikan sebuah pangkalan militer di Qatar, instalasi pertama di Timur Tengah, sebagai bagian dari kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2014. Pada tahun 2016 Ahmet Davutoglu, perdana menteri Turki, mengunjungi markas bagi 150 tentara, Harian Turki Hurriyet melaporkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada akhir 2015, Ahmet Demirok, duta besar Turki untuk Qatar pada saat itu, mengatakan bahwa 3.000 pasukan tentara darat pada akhirnya akan ditempatkan di pangkalan tersebut, yang direncanakan terutama sebagai tempat latihan bersama.

Dituduh Organisasi Teroris, Ikhwanul Muslimin Kecam Arab Saudi

KAIRO (Jurnalislam.com)Ikhwanul Muslim Mesir mengecam penunjukan kelompok mereka sebagai organisasi “teroris” baru-baru ini di Arab Saudi sebagai tindakan yang biadab, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (7/6/2017).

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir meminta Qatar untuk menghentikan dukungan terhadap organisasi-organisasi Islam tertentu, dengan mengutip Ikhwanul Muslimin dan Hamas di Palestina.

Berbicara saat berkunjung ke Prancis, al-Jubeir mengatakan keputusan Arab Saudi baru-baru ini untuk memutuskan hubungan dengan Doha tidak ditujukan untuk merugikan Qatar namun untuk memaksanya “memilih” antara Arab Saudi dengan kelompok-kelompok ini (Hamas dan Ikhwanul Muslim) .

“Ikhwanul Muslimin protes, dengan kemarahan yang mendalam atas tuduhan pejabat Saudi tersebut terhadap kelompok mereka,” kata Ikhwanul Muslim dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

“Sejak pendiriannya, Ikhwanul Muslimin telah mempertahankan hubungan positif dengan penduduk dan penguasa negara-negara Teluk, memberi mereka layanan budaya, ilmiah, politik, ekonomi dan sosial,” bunyi pernyataan tersebut.

Sejak penggulingan Muhammad Mursi – presiden pertama yang terpilih secara bebas di Mesir dan juga merupakan pemimpin Ikhwanul Muslimin – dalam sebuah kudeta militer 2013, kelompok tersebut telah dilarang di Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Ikhwanul Muslimin menekankan komitmennya terhadap demonstrasi “damai” dengan tujuan untuk membalikkan kudeta berdarah tahun 2013 di Mesir, yang kudeta tersebut dilakukan jenderal As sisi yang sekarang menjabat presiden dan peristiwa itu didukung secara terbuka pada saat itu oleh Riyadh dan Abu Dhabi.

Pada hari Senin, lima negara Arab – Arab Saudi, Mesir, UEA, Bahrain dan Yaman – secara tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduhnya mendukung terorisme.

Mauritania mengikuti hari berikutnya, sementara Yordania telah menurunkan hubungan diplomatiknya dengan Doha.

Arab Saudi juga telah menutup perbatasan daratnya dengan Qatar, sehingga secara geografis mengisolasi negara Teluk kecil tersebut.

Doha secara keras membantah tuduhan terhadapnya, yang menggambarkan langkah yang secara diplomatis mengisolasinya baru-baru ini “tidak dapat dibenarkan”.

Rusia Bantah Tuduhan AS sebagai Penyebar Berita Palsu Penyebab Krisis Qatar

RUSIA (Jurnalislam.com)Moskow pada hari Rabu (7/6/2017) menolak tuduhan bahwa hacker Rusia membantu memicu krisis diplomatik di sekitar Qatar, setelah CNN melaporkan bahwa pejabat AS percaya Rusia menyebarkan sebuah berita palsu, lansir World Bulletin.

“Apapun yang terjadi, itu adalah hacker. Ini adalah klaim basi dan seperti sebelumnya tidak ada bukti, namun kesimpulan ditarik sebelum kejadian tersebut diselidiki,” katanya.

CNN melaporkan pada hari Selasa pejabat intelijen AS percaya bahwa hacker Rusia menyebarkan sebuah berita palsu yang menyebabkan Arab Saudi dan beberapa sekutunya memutuskan hubungan dengan Qatar.

Pakar FBI mengunjungi Qatar pada akhir Mei untuk menganalisis dugaan pelanggaran cyber yang membuat para peretas menempatkan berita palsu tersebut di kantor berita negara Qatar, kata penyiar AS.

Laporan tersebut mencakup komentar dari penguasa emirat yang tampak ramah terhadap Israel dan Iran dan meragukan berapa lama Presiden AS Donald Trump akan tetap menjabat.

Arab Saudi kemudian mengutip berita palsu tersebut sebagai alasan untuk memberlakukan blokade diplomatik dan ekonomi melawan Qatar, kata laporan tersebut.

Peretas Rusia saat ini menjadi pusat perhatian internasional setelah laporan bahwa Kremlin meluncurkan serangan cyber untuk mengatur pemungutan suara presiden AS tahun lalu.

Moskow berulang kali membantah bahwa mereka berada di balik serangan hacking terhadap AS dan serangkaian pelanggaran cyber lainnya yang diduga terjadi di luar negeri

Pasukan Qatar yang Memerangi Syiah Houthi di Yaman Pulang ke Doha

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Qatari di koalisi pimpinan-Arab yang memerangi pemberontak Syiah Houthi Yaman telah kembali ke tanah air, menurut kantor berita resmi Qatar QNA, lansir World Bulletin, Rabu (7/6/2017).

Langkah tersebut dilakukan beberapa hari setelah koalisi tersebut menghentikan keanggotaan Qatar di blok anti-Houthi, yang telah meluncurkan serangan udara melawan pemberontak Syiah Houthi yang menguasai Sanaa dan provinsi Yaman lainnya pada tahun 2014.

Menurut QNA, petinggi militer menyambut baik pasukan tersebut pada hari Selasa.

Pada hari Senin, lima negara Arab – Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman – memutuskan hubungan dengan Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme.

Qatar membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakan untuk memutuskan hubungan dengan mereka “tidak dapat dibenarkan” dan bertujuan untuk memberlakukan perwalian di negara Teluk.

Eskalasi baru tersebut terjadi dua pekan setelah situs resmi kantor berita resmi Qatar yang diduga diretas oleh orang-orang tak dikenal dilaporkan menerbitkan pernyataan salah yang dikaitkan dengan emirnya, Sheikh Tamim Bin Hamad al-Thani.

Insiden tersebut memicu perselisihan diplomatik antara Qatar dan tetangganya, UEA dan Arab Saudi.

Gedung Parlemen Iran dan Kuil Khomeini di Teheran Diserang, 12 Tewas

TEHRAN (Jurnalislam.com)Orang-orang bersenjata di Teheran melepaskan tembakan ke gedung parlemen Iran dan di dekat sebuah kuil Syiah yang dikhususkan untuk Ayatollah Khomeini pada hari Rabu (7/6/2017), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 43 lainnya, menurut pejabat Iran.

Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa pasukan Iran telah melumpuhkan semua penyerang, lansir Anadolu Agency.

Empat orang bersenjata terlibat dalam serangan di parlemen, kantor berita IRNA melaporkan, mengutip anggota parlemen Iran Qolam-Ali Jafarzadeh Imenabadi.

Tiga penjaga dilaporkan terluka saat penyerang, yang dipersenjatai dengan senapan serbu Kalashnikov dan sebuah pistol, melepaskan tembakan ke dalam gedung parlemen.

Imenabadi mengatakan bahwa sedikitnya satu penjaga terbunuh dalam baku tembak berikutnya.

Sementara itu Kantor Berita Fars juga melaporkan bahwa lima orang telah terbunuh, dan sedikitnya 10 lainnya cedera, dalam serangan terhadap parlemen tersebut.

Penyerang juga membawa empat orang sandera di lantai atas gedung parlemen, Tasnim melaporkan.

Kantor berita tersebut, yang melaporkan bahwa korban tewas akibat serangan parlemen berjumlah tujuh orang, juga menerbitkan sebuah gambar seorang penyerang yang diduga menyandera seorang sandera dari sebuah jendela.

Dalam serangan serentak ke selatan Teheran, empat penyerang melepaskan tembakan ke sebuah kuil Syiah yang didedikasikan untuk Ayatollah Khomeini, pendiri republik Iran tersebut, Fars melaporkan.

Menurut kantor berita tersebut, satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan bom dan senjata.

Fars melaporkan bahwa tiga penyerang menembaki pengunjung di tempat ritual itu, sementara penyerang yang keempat meledakkan dirinya di luar sebuah kantor polisi di seberang situs tersebut.

Kantor berita yang sama menambahkan bahwa satu penyerang melakukan bunuh diri dengan menelan pil sianida, sementara seorang teroris wanita ditangkap oleh pihak berwenang.

Ali Khalili, seorang pejabat di tempat ritual tersebut, mengatakan kepada IRNA bahwa “seorang laki-laki bersenjata” meledakkan dirinya di luar makam.

Pasukan keamanan di kuil tersebut, sementara itu, mengatakan bahwa mereka telah menjinakkan satu lagi rompi bunuh diri di lokasi kejadian.

Media lokal melaporkan bahwa kelompok Islamic State (IS) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui situs Amaq.

Moskow pada hari Rabu menyuarakan kesiapan mereka untuk melakukan tindakan gabungan lebih lanjut melawan penyerang dengan Teheran menyusul serangan kembar mematikan yang menargetkan parlemen Iran dan tempat ritual Syiah Ayatollah Khomeini.

Presiden Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada rekannya dari Iran Hassan Rouhani dalam sebuah telegram, kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

“Kepala negara Rusia dengan tegas mengecam serangan ini, yang sekali lagi menguatkan kebutuhan untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam memerangi militan, dan mengkonfirmasi kesiapan Rusia untuk melakukan tindakan bersama lebih lanjut dengan mitra Iran di daerah ini,” kata pernyataan tersebut.

Sekolah Alam Babel Berhasil Kumpulkan 5,8 Ton Beras Untuk Afrika

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Sekolah Alam Bangka Belitung (SABB) di Jalan Kamboja, Kelurahan Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang berhasil mengumpulkan beras sebanyak 5.801,5 Kg (5.8 ton) dalam program Kapal Kemanusiaan Beras untuk Afrika. Bantuan itu akan disalurkan melalui perwakilan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Bangka Belitung.

Ribuan kilogram beras yang berhasil digalang oleh Tim SABB itu berkat sosialisasi yang intes dilakukan SABB kepada masyarakat Babel.

Pemilik dari Yayasan SABB, Ustadz Firdaus Hasanuddin Muhalid mengatakan bahwa salah satu kegiatan SABB selain pendidikan adalah kegiatan sosial sesuai dengan program SABB.

“Kita tergerak untuk Kapal Kemanusiaan karena sesuai dengan program SABB dan dulu saat banjir melanda Pangkalpinang SABB salah posko resmi dari pemerintah,” katanya kepada Awak Media, Selasa (6/6/2017).

Ustadz Firdaus menjelaskan Yayasan SABB merupakan sekolah yang berada di bawah Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) yang telah bekerja sama dengan ACT dalam program Kapal Kemanusiaan.

“Karena kita termasuk JASN maka kita ikut mengumpulkan beras untuk Afrika,” jelasnya.

Eko Gunawan selaku Leader ACT Babel berterima kasih kepada tim SABB yang telah menyalurkan beras Kapal Kemanusiaan untuk Afrika melalui Perwakilan ACT Babel. Eko mengharapkan kerjasama antara SABB dan ACT Babel tetap terjalin dan tidak terputus dalam hal Kemanusiaan.

Krisis pangan di Afrika telah menyebabkan ribuan orang meninggal kebanyakan anak-anal. Ada 20 juta penduduk di empat negara itu kini sudah berada di ujung pengharapan, hanya uluran tangan membawa bantuan pangan yang dinanti oleh diantaranya saudara muslim kita disana.

Kontributor: Revan, Pangkalpinang

Buah Simalakama Politik Indonesia

Oleh: AB Latif

Pasca Pilkada Jakarta putaran ke-2 yang dilaksanakan Rabu, 19 April 2017 menyisakan suhu panas perpolitikan di Indonesia. Pasangan calon yang sangat tenar yaitu Ahok-Jarot, begitu digadang-gadang pemerintah dengan dukungan para pemodal yang cukup kondang, dengan taruhan biaya triliyunan rupiah ternyata harus menerima kekalahan. Mereka para pendukung Ahok, baik dari rezim atau dari para pemodal asing dan aseng begitu kecewa yang luar biasa. Buah dari kekecewaan mereka inilah muncul berbagai kebijakan-kebijakan yang menyasar musuh-musuh politik mereka. Politik balas dendam pun tak terelakan.

Banyak fakta dari kebijakan yang diduga buah dari kekalahan Ahok-Jarot, diantaranya adalah wacana pembubaran HTI yang disampaikan melalui Menkopolhukan pada tanggal 8 Mei 2017 (kompas.com, 9 Mei 2017). Kebijakan ini ternyata mendapat pertentangan dari berbagai elemen masyarakat. Akibatnya pemerintah pun kian melemah. Munculah plan selanjutnya, yaitu meledaklah bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada hari Rabu malam tanggal 24 Mei 2017 yang telah menewaskan 3 orang anggota kepolisian yang sedang menjaga pawai obor (kompas.com, 25 Mei 2017). Karena membubarkan HTI dan ormas-ormas Islam yang kerap mengkritik pemerintah dianggap sulit, maka harus ada instrument hukum yang memayungi. Dengan bom kampung melayu ini diharapkan dapat merevisi undang-undang ormas dan undang-undang terorisme yang akan dipakai sebagai dasar hukum pembubaran ormas Islam.

Selain ormas Islam, individu pun tak luput dari sasaran dendam politik. Banyak ulamaulama yang mukhlis (ikhlas) dan kritis menjadi sasaran politik balas demdam ini. KH. M. Al Khaththath sebagai korban pertama atas kekalahan Ahok-Jarot. Disusul dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Alfian Tanjung pun terkriminalisasikan. Akibatnya kini ia ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik (tribun-medan.com, 30 Mei 2017). Dan kini Bapak Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Bapak Prof. Dr. Amin Rais juga tak luput untuk dikriminalisasikan. Amin Rais diduga telah menerima aliran dana sebesar Rp. 600 juta yang berasal dari korupsi pengadaan alat kesehatan kementerian kesehatan tahun 2017 (tribunsolo.com, 3 Juni 2017).

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq pun kini telah ditetapkan penyidik Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi di situs “baladacintarizieq” (detiknews.com, 29 Mei 2017). Ini tidak menutup kemungkinan muncul nama-nama baru untuk dikriminalisasikan. Semua kasus di atas diskenario untuk membunuh karakter para pemikir dan ulama serta para tokoh umat. Tujuannya sangat jelas, yaitu memisahkan umat dari tokoh dan ulama agar kepentingan para politikus kapitalis dan para pemodal bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan. Pemisahan umat dan ulama ini yang menjadi target mereka. Karena yang diduga kuat penggerak Aksi Bela Islam 212 dan seterusnya adalah para ulama. Ustadz Bachtiar Nasir pun kini sudah dilarang ceramah di kampus-kampus, begitu juga Ustadz Ismail Yusanto-Jubir HTI-. Penangkapan admin Muslim Cyber pun dilakukan dan pemeriksaan pengurus Masjid Mujahidin Surabaya yang ditengarai provokatif.

Bara Siap Mendidih

Dengan peristiwa ini, maka suhu perpolitikan di Indonesia akan semakin memanas. Dikarenakan tingkat kepercayaan umat pada rezim ini akan semakin melemah. Sementara kebencian umat akan semakin meningkat. Apalagi ditambah dengan berbagai kebijakan yang tidak popular, yaitu rencana kenaikan Tarif Dasar listrik (TDL) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bulan depan. Naiknya pungutan pajak dari berbagai sektor. Serta keberpihakan rezim kepada pada kapitalis asing dan aseng.

Rakyat menjadi korban kebijakan dan menambah sakit hati. Alhasil suara pendukung rezim saat pilpres 2019 dapat dipastikan menurun. Ide pencitraan yang dulu booming tidak akan laku lagi. Sementara sentiman umat semakin tinggi yang dapat menyebabkan adanya aksi-aksi. Dari aksi-aksi inilah yang akan memperpanas suhu perpolitikan bangsa Indonesia. Lihatlah umat yang semakin bangkit dan terkoordinasi. Persatuan umat Islam mulai meningkat. Mereka sudah tidak bisa dikotak-kotak dengan organisasi. Mereka mulai sepakat dengan satu kata. Fakta ini bisa kita lihat bagaimana ketika pengurus Masjid Mujahidin diperiksa pihak berwenang. Juga bisa kita lihat reaksi umat saat menenggapi penista agama. Dan juga bisa kita lihat saat adanya rencana pemerintah untuk membubarkan ormas dan kriminalisasi tokoh umat. Umat Islam sudah siap menjadi garda terdepan untuk menegakkan keadilan. Mereka mulai tersadarkan tentang pentingnya persatuan.

Suhu panas politik ini tidak akan berakhir jika pemerintah masih bertindak tidak adil dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya, khususnya umat islam. Ketidakadilan inilah pemicu utama suhu panas politik di Indonesia. Akankah hal ini tetap berlanjut? Simak di edisi berikutnya! *BERSAMBUNG

*)Direktur Indopolitik Watch