Praperadilan Ketiga: Dugaan Hatespeech Jonru Tak Penuhi Legal Standing

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Saksi ahli hukum pidana sidang praperadilan ketiga Jonru Ginting, Suparji Ahmad dihadirkan oleh tim penasehat hukum (PH) Jonru. Pada keterangannya, ia menguatkan permohonan praperadilan Jonru.

Ia menjelaskan pada pasal 28 ayat (2) UU ITE merupakan quasi materiil sehingga akibat yang ditimbulkan harus juga jelas. Sebab, jika tidak semua orang bisa melaporkan siapa saja dengan alasana ujaran kebencian, tanpa batasan yang jelas dan juga akibat apa yang ditimbulkan.

“Mengacu pada quasi materiil maka Pelapor haruslah mempunyai kepentingan yang jelas terkait dengan laporannya apakah dirugikan atau tidak,” jelas Suparji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

Menanggapi itu, tim penasehat hukum (PH) Jonru, Dr. Sulistyowati, MH menegaskan pelapor tidak memiliki legal standing.

“Faktanya pelapor tidak ada hubungannya sama sekali dengan dugaan hatespeech yang disangkakan kepada Jonru Ginting, maka legal standing tidak terpenuhi sebagai pelapor,” pungkasnya ditempat yang sama.

Jonru Ginting didakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan/ atau Pasal 32 ayat (1) Jo. Pasal 48 ayat (1) UU RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Reporter: Nasrullah

Di Sidang Curhat Sulit Ditemui Keluarga, Ini Pesan Terakhir Ustaz Alfian Tanjung

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Pegiat anti Komunis Ustaz Alfian Tanjung merasa kecewa atas perlakuan yang menimpanya. Pesan terakhir ustaz Alfian Tanjung di persidangan Rabu (15/11/2017) kemarin, agar majelis hakim memberikan perhatian khusus berupa solusi masalah yang menimpanya.

Ia mengaku selama tiga bulan sangat sulit menemui keluarga bahkan kuasa hukumnya. Pantuan Jurnalislam.com, Ustaz Alfian Tanjung sempat menanyakan kepada JPU namun JPU hanya tampak diam.

“Hal ini pun sangat mengecewakan kami dari pihak keluarga Ustadz Alfian Tanjung. Hingga kini kami dan Penasehat Hukum sangatlah sulit untuk ketemu dengan abi.” Ungkap salah seorang anak dari Ustadz Alfian Tanjung kepada JurnalIslam.com diakhir persidangan.

“Solusi terbaik dari majelis hakim sangatlah kami harapkan. Kami sangat berharap rekan-rekan media dapat terus mengawal persidangan ini hingga usai,” pungkasnya.

Saksi Ahli Agama Hadir di Sidang Kasus Ustaz Alfian Tanjung

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Sidang kasus pegiat anti Komunis Ustaz Alfian Tanjung kembali dihelat, Rabu (15/11/2017) bertempat di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya.

Penasehat Hukum Ustaz Alfian Tanjung menghadirkan saksi ahli bidang agama dari ormas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz Sudarno Hadi yang memaparkan terkait dengan terminologi kafir.

“Ini kami hadirkan karena terkait dengan ceramah Ustadz Alfian Tanjung di Masjid Mujahidin,” kata kuasa hukum Ustaz Alfian Tanjung Abdullah Al Katiri.

Pantauan jurnalislam.com, suasana ruang persidangan kali sangat berbeda dimana kursi yang ada terisi oleh pihak aparat keamanan mulai dari satuan polsek Sawahan hingga Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Persidangan ini merupakan persidangan terakhir dengan agenda pemanggilan saksi ahli dari pihak terdakwa.

Hanya 1 orang saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak Penasehat Hukum untuk persidangan kali ini.

Amir Qatar: Negara Pemblokir Tidak Inginkan Solusi

DOHA (Jurnalislam.com) – Amir Qatar, Tamim bin Hamad Al-Thani, mengatakan pada hari Selasa (14/12/2017) bahwa negara yang memberlakukan sanksi terhadap negaranya tidak ingin mencari solusi atas krisis tersebut.

“Kami siap melakukan penyelesaian sebagai bagian dari dialog yang didasarkan pada saling menghormati kedaulatan,” katanya dalam sebuah pidato kepada dewan Shura konsultatif negara tersebut.

“Namun, kita menyadari dari indikasi yang datang dari Negara pemblokir yang menyatakan bahwa mereka tidak ingin mencapai solusi,” katanya.

Pada bulan Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain secara tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dan komersial mereka dengan Qatar, menuduhnya mendukung kelompok teroris di wilayah tersebut.

Doha Selidiki Dugaan UEA Memanipulasi Ekonomi Qatar

Keempat negara tersebut juga mengancam Qatar dengan sanksi tambahan jika Doha gagal memenuhi daftar permintaan yang panjang, termasuk penutupan media berita Qatar, Al Jazeera.

Qatar, sejauh ini menolak untuk mematuhi, dan dengan keras menolak tuduhan tersebut dan menggambarkan usaha yang dipimpin oleh Saudi untuk mengisolasinya sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan nasional mereka sendiri.

“Kami tidak takut diboikot oleh negara-negara pemblokir … tapi diperlukan kehati-hatian,” kata Amir, menuduh pemblokiran yang dipimpin Saudi sebagai ambisi dan mencampuri urusan Qatar.

Dia mengatakan negara-negara pemblokir tersebut berusaha menyebabkan “guncangan politik yang mempengaruhi stabilitas negara kita dan memaksa kita untuk meninggalkan kemerdekaan kita”.

Rusia: Amerika Lindungi Kelompok Islamic State di Deir ez-Zor

SOCHI (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Selasa (14/11/2017) menyalahkan AS karena tidak melakukan serangan udara terhadap pasukan kelompok Islamic State (IS) yang melarikan diri dari kota Abu Kamal di provinsi timur Deir ez-Zor, Suriah.

“Ini adalah bukti yang tak terbantahkan bahwa tidak ada perjuangan melawan terorisme karena seluruh komunitas global percaya,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook bersamaan dengan foto-foto, lansir Anadolu Agency.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa AS “sebenarnya” menutupi unit IS agar mereka dapat memulihkan kemampuan tempur, memindahkan, dan menggunakannya untuk mempromosikan kepentingan Amerika di Timur Tengah.

Dibantu Milisi Syiah Internasional, Rezim Assad Rebut Benteng Terakhir IS di Suriah

“Amerika dengan jelas menolak melakukan serangan terhadap IS karena ‘militan menyerah secara sukarela’ dan tindakan mereka dinilai sesuai dengan ketentuan Konvensi Jenewa sehubungan dengan Perlakuan terhadap Tahanan Perang.

“Namun, pihak Amerika gagal menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pihak Rusia: mengapa kelompok IS yang meninggalkan Suriah dalam kendaraan tempur dengan persenjataan berat berkumpul kembali di wilayah yang dikuasai koalisi dan bersiap menghadapi serangan baru […],” kata pernyataan tersebut.

“Mengenai Abu Kamal, ini bukan satu-satunya kasus dimana AS melindungi IS,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Lavrov seperti dikutip oleh kantor berita resmi Rusia, TASS, Selasa.

Menyoal OPM, JAS Jateng Desak Kapolri Tak Tebang Pilih Hukum

SOLO (Jurnalislam.com) – Pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) wilayah Jateng, Surowijaya angkat bicara terkait penyanderaan 1300 warga Papua oleh Organisasi Papua Merdeka. Ia mengatakan, organisasi separatis itu harus ditindak tegas dan tidak tebang pilih dalam penanganannya.

“Dari pengamatan dari dunia nyata dan dunia maya Kapolri ini kan tebang pilih, cobalah sebagai bentuk sportifitas dikirim pasukan, kita akan dukung tentunya,” katanya kepada Jurnalislam di Solo, Ahad (12/11/2017).

Ia menilai, OPM yang hari ini sudah terang ingin memisahkan dari Indonesia seperti teroris. Namun, tidak mendapatkan tindakan keras yang sepadan.

“Jadi kami sangat mempercyakan penanganan OPM ini kepada instansi terkait. Ini bentuk kriminalitas dan teror, kirimkan densus 88 sebagaimana densus itu dikirim kepada apa yang meraka sebut teroris,” tegas dia.

Untuk itu Cak Rowi, sapaan karibnya mengingatkan pemerintah untuk tidak menghilangkan kepercayaan masyarakat Indonesia. “Menurun dan hilang karena belum ada tindakan yang tegas terhadap OPM ini yang jelas-jelas ancaman nyata bagi kedaulatan Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Ridho

61 Warga Tewas di Zona Eskalasi oleh Serangan Udara Assad, HTS: Tidak Ada Solusi Selain Perang

SURIAH (Jurnalislam.com) – Korban tewas akibat serangan udara di sebuah kota “zona de-eskalasi” di Suriah telah meningkat menjadi 61, kata sebuah lembaga monitor perang pada hari Selasa (14/11/2017), menunjukkan keadaan rapuh yang dibangun untuk mengurangi kekerasan tersebut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan tiga serangan udara menyerang pasar di Atareb, sebelah barat Aleppo, dan menewaskan sedikitnya 61 orang.

Atareb berada di dalam zona de-eskalasi berdasarkan kesepakatan antara Turki, Rusia dan Iran untuk mengurangi pertumpahan darah. Namun meski ada usaha diplomatik, pertempuran masih berlanjut di banyak daerah, termasuk Aleppo, Idlib, Raqqa, Deir al-Zor dan Hama.

“Pertempuran masih terjadi di zona-zona tersebut,” penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan kepada Reuters. “Tapi akhir-akhir ini pertempuran semakin meningkat.”

Zona tersebut didirikan di bawah serangkaian pembicaraan di ibukota Kazakhstan, Astana, antara pendukung Assad yaitu Rusia dan Iran, dan pendukung oposisi, Turki.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Mereka sepakat pada bulan September untuk menempatkan pengamat di tepi zona de-eskalasi di provinsi Idlib di Suriah, yang sebagian besar berada di bawah kendali faksi-faksi jihad dan oposisi bersenjata.

Setelah serangan udara, aliansi faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham mencela hasil perundingan gencatan senjata di Astana dan berjanji untuk terus memerangi pasukan rezim Syiah Assad dan sekutu Rusia dan Iran mereka.

“Agresi dan kejahatan kemanusiaan ini menegaskan bagi kita bahwa tidak ada solusi dengan para penjajah selain berjihad dan bertempur,” katanya.

Hayat Tahrir al-Sham mencakup kelompok faksi faksi jihad Suriah yang dipimpim oleh Jabhat Fath al Sham sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah.

Inilah Pernyataan Sikap Hayat Tahrir Sham atas Kesepakatan Astana

Hayat Tahrir al Sham
Hayat Tahrir al Sham

The 5 Main Points of Mudzakarah Outcome In Central Java

SOLO (Jurnalislam.com) – A number of Islamic organizations in Central Java (Central Java) held a Mudzakaroh Ulama at Medina Hotel, Kerten, Surakarta, Sunday (12/11/2017). The event was attended by scholars from various Islamic organizations in Central Java, to respond to the widespread development of heretical sects in Indonesia, including Shia.

In the Mudzakaroh of the Ulema, a decision consists of 5 points:

  1. Call on scholars, habaib, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Central Java and MUI center to maintain the purity of Islamic teachings amid the nation society.
  2. Appeals to the MUI of Central Java province to socialize the MUI fatwa of the Kufr of the people who perform Ismatul A’imah (believe in Shiite Imams), Tahriful Quran (Quran is not pure again), and insult the amarattul mukminin and the friends, this is often done by a group of Shia in Indonesia.
  3. Mudazakaroh Central Java cleric supports MUI Fatwa East Java about Shiite heresy.
  4. Appeal to all Central Java provincial government stakeholders to keep a wary eye on the Shi’ite movement within their religious rituals, always expressing the ideology of hostility among the nations young as in the celebration of karbala and idul Qodir.
  5. To invite all Muslims, Central Java in particular, to continue to strengthen social friendships, maintaining the attitude of the tolerant until the achievement of the glory of Islam and the Muslims, to the realization of a just, prosperous Indonesia and blessed Allah Subhanahu Wata’ala.

Translator: Taznim

Filipina pada Donald Trump: Perang dengan Korut Berakhirnya Umat Manusia

MANILA (Jurnalislam.com) – Sebuah perang dengan Korea Utara akan berdampak “berakhirnya kemanusiaan”, presiden Filipina memperingatkan, dalam komentar terkuat mengenai konfrontasi militer setelah Presiden AS Donald Trump mengakiri perjalanannya ke Asia Pasifik.

Dalam sambutan penutupannya di KTT ASEAN pada hari Selasa (14/11/2017) di Manila. Rodrigo Duterte memperkirakan perang dengan Korea Utara akan berakhir dalam sebuah “holocaust nuklir”, lansir Aljazeera.

Dia mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un “sedang bermain dengan bom nuklir” yang 200-300 kali lebih kuat daripada yang dijatuhkan Amerika Serikat di Jepang selama Perang Dunia II.

”Kita tidak bisa memulai perang dengan krisis Korea Utara yang menjulang di depan. Ada awan gelap di sana. Kita lebih baik berdoa,” kata Duterte pada hadirin.

Menteri Pertahanan AS Tegang Lihat Kekuatan Nuklir Korea Utara

“Jika semua rudal dan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile-ICBM) tersebut meledak, maka itu sama saja berakhirnya umat manusia … Penghancuran, itu akan menjadi akhir dari segalanya,” dia memperingatkan.

Komentar pemimpin Filipina tersebut muncul setelah Trump melakukan tur 12 hari di kawasan itu berdiskusi tentang bagaimana cara menetralisir program senjata nuklir Korea Utara sebagai agenda utama di sepanjang perjalanannya.

Bertepatan dengan kunjungan presiden AS, kapal perang Korea Selatan dan tiga kelompok kapal induk Amerika berkumpul di Semenanjung Korea untuk latihan perang besar.

Media pemerintah Korea Utara menggambarkan formasi militer yang tidak biasa tersebut sebagai ancaman langsung terhadap negara komunis itu.

Pesawat Pembom AS Mulai Dekati Korea Utara, Menlu Korut: Kami Hancurkan Tanpa Ampun

“AS sekarang mengemudikan situasi semenanjung ke fase terburuk perang nuklir saat menemukan kesalahan dalam tindakan penanggulangan diri DPRK untuk meningkatkan kemampuan nuklirnya”, surat kabar pekanan Pyongyang Times mengatakan dalam sebuah komentar pada hari Selasa berjudul “Awan nuklir berkumpul di Asia Pacific.”

“Saat ini, AS mengambil tindakan militer yang sangat berisiko. Tujuh dari 11 kapal induknya mengarak secara bersamaan ke wilayah operasional yang dekat dengan semenanjung dan pesawat tempur siluman F-35C terbaru telah dikirim ke wilayah tersebut untuk pertama kalinya,” tambahnya.

Scholars in Central Java Emphasize For Government To Be Resolute In Shia Prevention Growth

SOLO (Jurnalislam.com) – A number of Islamic organizations in Central Java (Central Java) held a Mudzakaroh Ulama at the Medina Hotel, Kerten, Surakarta, Sunday (12/11/2017). The event was attended by scholars from various Islamic organizations in Central Java, to respond to the widespread development of heretical sects in Indonesia, including Shia.

“Considering the socio-political conspiracy of societies that are increasingly distant from the guidance of religion, and the rise of misguided schools of understanding,” said the head of the event committee, ustaz Shabbarin Syakur at the location.

He said such deviant currents are not just a threat to religious life, but also nation and state.

“also the nation and the country in time will be a infect NKRI like a virus,” he said.

In the mudzakarah of these scholars, the clerics emphasize to the government to take decisive action, of Shiite heretical sects that are considered potentially destructive of the Unitary Republic of Indonesia (NKRI).

“Appealing to all the holders of the Central Java provincial government to continue to be wary of the movement of Shia groups in their religious rituals, always expressed the ideology of hostility among the nation’s youth,” said the results of mudzakarah.

Translator: Taznim