FUI Desak Bupati Bima Hentikan Pembangunan Pura Ilegal di Kecamatan Tambora

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima pada Senin (5/2/2018) sowan ke Pemkab Bima untuk menyampaikan keresahan masyarakat tentang pembangunan beberapa Pura di Kecamatan Tamora. Pertemuan berlangsung di kantor Bupati Bima, Asakota, Kota Bima.

Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin menjelaskan, persoalan Pura ini adalah persoalan yang paling besar bagi umat Islam di Kabupaten Bima karena di bangun di wilayah yang mayoritas penduduknya muslim.

“Pembangunannya juga adalah ilegal karena tanpa ijin yang jelas. Oleh karena itu kami menganggap persoalan ini harus di tanggapi dengan serius dan tuntas,” kata Ustadz Asikin di Kantor Bupati Bima, Senin (5/2/2018).

Ustadz Asikin mendesak pemerintah Kabupaten Bima agar menjalankan aturan terkait peraturan perundang-undangan tentang izin mendirikan tempat ibadah tanpa memandang bulu dan unsur lain. Karena Pura-pura yang ada di Kecamatan Tambora dinilai cacat hukum terutama pada izin pembangunannya.

“Kalau keputusan dan aturan yang berlaku itu dijalankan maka tidak akan ada aksi protes kami seperti ini. Kami juga akan tetap akan melakukan protes dan aksi seperti ini kalau persoalan ini dibiarkan atau tidak di selesaikan dengan peraturan yang ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri mengatakan dalam waktu dekat akan mengadakan rapat bersama antara pemerintah daerah dengan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB).

“Kami juga akan melibatkan FUI Bima untuk menyelesaikan permasalahan Pura ini, baik yang sudah ada maupun Pura baru yang ingin dibangun,” kata Indah.

Selain itu, Indah juga akan menginstruksikan kepada Camat Kecamatan Tambora agar berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil setempat untuk memastikan Pura-pura tersebut tidak beroperasi sebelum adanya ijin.

“Terutama berkaitan dengan rumah ibadah,” pungkasnya.

Reporter: Rusdin

Bamsoet Terima Masukan MUI Terkait LGBT, KDRT dan Penistaan Agama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi prakarsa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendapatkan informasi mengenai pembahasan RUU KUHP sekaligus penyampaian aspirasi dari MUI dan ormas-ormas islam.

“RUU KUHP sangat penting bagi penyelenggaraan negara hukum berdasarkan Pancasila. Karena UU KUHP yang berlaku selama ini adalah peninggalan hukum kolonial Belanda, sebagian besar materinya tidak sesuai dengan kehidupan kita,” ujar Bamsoet dalam pertemuan dengan Pengurus MUI di Gedung Pusat MUI (06/02/18).

Seperti diketahui, UU KUHP yang baru sudah bertahun-tahun dinantikan oleh masyarakat, tetapi baru DPR periode ini yang sungguh-sungguh merealisasikan keinginan tersebut.

Bamsoet menjelaskan, ada beberapa isu yang menjadi perhatian, khususnya dari kalangan umat Islam, antara lain LGBT, Perzinahan, Penistaan Agama, dan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Terkait LGBT tertuang dalam tindak pidana perbuatan cabul sesama jenis yang diatur dalam Pasal 495 RUU KUHP. Ancaman hukumannya lebih berat dari pengaturan dalam KUHP, dari paling lama 5 tahun menjadi 9 tahun. Semua Fraksi di DPR RI menyetujuinya,” kata Bamsoet.

“Jadi, tidak benar sama sekali kalau ada tuduhan DPR mendukung LGBT. Saya akan mundur sebagai Ketua DPR jika hal itu terjadi. Karena bertentangan dengan ajaran Agama dan moral bangsa.” kata Bamsoet lebih lanjut.

Begitupun dengan Penistaan Agama, Perzinahan dan KDRT, menurut Bamsoet hukumannya sudah terangkum dengan jelas dalam RUU KUHP.

“Saya pastikan RUU KUHP mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat. Kita tidak memberikan ruang bagi LGBT, Perzinahan, Penistaan Agama, maupun KDRT. Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya dan bermoral. Kita punya nilai-nilai luhur dari ajaran budaya dan agama. Kita bukan bangsa barbar yang tak beradab,” jelas Bamsoet.

Bamsoet juga berjanji kepada jajaran pengurus MUI, akan mendorong kepada Menteri Agama, Menteri Keuangan dan pihak terkait agar MUI bisa menjadi Satuan Kerja (Satker) tersendiri. “Saya akan meminta kepada Komisi VIII DPR untuk memperjuangkan MUI bisa menjadi Satker sendiri. Karena kita ketahui MUI sangat banyak mengurusi permasalahan umat, sementara anggaran yang didapat jauh dari mencukupi,” tambah Bamsoet.

Hadir dalam acara ini, antara lain Ketua Umum MUI K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Umum MUI Prof. Dr. Yunhar Ilyas, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi, Sekjen MUI Dr. Anwar Abbas. Sedangkan Bamsoet datang didampingi Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Noor Achmad. (*)

Jamaah Ansharusy Syariah Dorong Adanya Sinergitas Gerakan Islam Intra dan Ekstra-Parlemen

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah, Ustadz Fuad Al Hazimi mengatakan, dinamika perpolitikan Indonesia saat ini memaksa umat Islam untuk terlibat secara aktif. Umat Islam harus memilih seorang pemimpin.

Namun, kata dia, untuk melahirkan sebuah konsep kepemimpinan Islam di Indonesia perlu adanya sinergitas antara gerakan Islam yang berada di dalam (intra) dan di luar (ekstra) parlemen.

“Dua gerakan yang secara pemikiran ideologi maupun langkah seakan-akan dua kutub yang tidak bisa disatukan ini harus bisa menyatu dengan berbagai perbedaan yang ada. Saya yakin ini akan menjadi sebuah kekuatan yang besar,” papar Ustadz Fuad dalam Seminar Kepemimpinan Islam di Hotel Sofyan Betawi Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Ustadz Fuad menjelaskan, umat Islam harus mengakui peran serta gerakan Islam di dalam maupun di luar parlemen karena keduanya telah sama-sama berjuang untuk kemaslahatan kaum muslimin di Indonesia.

Ia mencontohkan, RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) merupakan salah satu hasil perjuangan gerakan-gerakan Islam intra-parlemen yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh gerakan Islam di luar parlemen.

“Bahkan gerakan 212 yang merupakan gerakan di luar parlemen pun juga karena dukungan dari dalam parlemen baik moral maupun material itu menjadi gerakan yang massif,” paparnya.

Ustad Fuad berharap Seminar Kepemimpinan Islam ini dapat menghasilkan sebuah formula untuk mensinergikan gerakan-gerakan Islam intra parlemen dan ekstra parlemen.

“Karena Jamaah Ansharusy Syariah sendiri adalah sebuah gerakan harakah Islam yang memilih untuk tidak berada di dalam parlemen yang mengusung prinsip dakwah wal jihad itu bisa juga bersinergi dengan ormas maupun gerakan yang berada di dalam parlemen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Fuad menjelaskan, kepemimpinan adalah sebuah pertarungan abadi antara haq dan bathil. Oleh sebab itu, masalah kepemimpinan ini sangat penting untuk diberikan landasan dan juga diberikan penjagaan.

Begini Pesan Pemimpin Jihad Palestina di Suriah untuk Kamp Pengungsi di Lebanon

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin jihadis Palestina di Suriah, Abu Muhammad al Filistini, kemarin, Selasa (6/2/2018) mengeluarkan sebuah pesan untuk jihadis di Lebanon dan warga Palestina di kamp pengungsian Ain el Helwe di dekat kota Sidon, Lebanon selatan, lansir Long War Journal.

Filistini, yang merupakan Amir Saraya Ghuraba Filistin – sub unit dari faksi Uighur Katibat al Ghuraba al Turkistan – membahas banyak topik dalam pidato singkatnya yang dimaksudkan untuk menjadi motivasi bagi mujahidin. Pesannya juga memberikan alasan mengapa Filistini dan anak buahnya bertempur di Suriah. Namun, yang paling menarik adalah seruan Filistini bagi orang-orang di kamp pengungsian untuk mengangkat senjata.

“Kami mengingat saudara-saudara kita di Lebanon dan di kamp Ain el Helwe, kami memanggil mereka ke tanah jihad. Inilah tanah Suriah yang diberkati,” dia menegaskan.

Pesan Terbaru Dr Ayman al Zawahiri Terkait Kegagalan Arab Spring

Banyaknya warga Palestina di Saraya Ghuraba Filistin yang berasal dari kamp-kamp pengungsi di Suriah atau dari luar negeri. Pidato Filistini secara langsung menyiratkan bahwa dia, dan banyak pengikutnya, bukan berasal dari Suriah. Tapi mendengar pidato publik pertamanya ditujukan ke Lebanon, dan khususnya kamp Ain el Helwe, sangat mungkin bahwa banyak pejuang di Saraya Ghuraba Filistin berasal dari kamp itu.

Banyak faksi-faksi terkait al-Qaeda memanggil kamp tersebut, termasuk Fatah al Islam, yang telah mendukung operasi al Qaeda di Irak dan Suriah di masa lalu. Pada akhir tahun 2013, dilaporkan bahwa Jabhat Nusrah, pada waktu itu cabang Al Qaeda di Suriah, memiliki struktur kepemimpinan terpadu di dalam kamp.

Mujahidin HTS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Rusia di Idlib

Katibat al Ghuraba al Turkistan diciptakan tahun lalu dan telah aktif baik di medan perang maupun di media sosial sejak saat itu. KGT baru saja mendapat keunggulan karena kemampuan medianya meningkat. Mereka juga cenderung tumbuh lebih besar dengan mendapatkan pejuang dari kelompok lain, juga penduduk asli Suriah, yang juga dipublikasikan. Akhir bulan lalu, ia menciptakan Saraya Ghuraba Filistin untuk mengakomodasi pejuang Palestina di jajarannya.

Tokoh dan media Al Qaeda telah memainkan peran penting dalam video KGT dan faksi jihad tersebut tidak menyembunyikan ideologinya. Syeikh Usamah bin Laden, Dr Ayman al Zawahiri, Syeikh Abu Musab al Zarqawi, Syeikh Mohammad Atef, Syeikh Saeed al Masri, dan Dr Abdullah Azzam semuanya telah ditampilkan. Klip dari cabang Al Qaeda seperti Shabaab di Somalia dan ada juga Taliban Afghanistan yang merupkan sekutu Al Qaeda, juga ditampilkan.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Turki tewas dan lima lainnya cedera pada hari Senin dalam serangan roket dan mortir oleh milisi saat pasukan Turki mendirikan sebuah pos militer di provinsi Idlib, Suriah, kata angkatan bersenjata Turki, Selasa (6/2/2018), lansir Middle East Eye.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pasukan Turki menanggapi dengan tembakan balasan, tanpa menentukan siapa gerilyawan di balik serangan tersebut.

Seorang anggota sipil dari kontingen Turki juga terluka, katanya, menambahkan bahwa yang terluka tidak dalam kondisi kritis.

Sebuah konvoi pasukan Turki memasuki Idlib pada hari Senin untuk mendirikan “titik pengamatan” baru untuk mengurangi kekerasan berdasarkan kesepakatan dengan Rusia, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Armada Perang Turki Kini Bergerak ke Idlib

“Sebagai bagian dari kesepakatan mengenai zona de-eskalasi yang dicapai di Astana, pasukan Turki mulai membangun titik observasi keempat di Idlib,” kata pernyataan tersebut.

“Titik pengamatan” tersebut adalah posisi keempat di provinsi Idlib yang didirikan oleh tentara Turki sesuai dengan perundingan damai di ibukota Kazakhstan, Astana.

Pembicaraan yang disponsori oleh Turki, Iran dan Rusia tersebut menetapkan empat zona de-eskalasi di Idlib, wilayah Damaskus, wilayah selatan Daraa dan kota Homs.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Namun, pasukan Rusia dan Suriah melanggar perjanjian terus membombardir Idlib, yang dikhawatirkan para pengamat akan mengulangi penghancuran pasukan oposisi di Aleppo pada tahun 2016.

Idlib sebagian besar dikendalikan oleh afiliasi faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah kelompok yang dipimpin oleh Jabhat Fath al Sham (JFS).

Jamaah Ansharusy Syariah Sukses Menggelar Seminar Kepemimpinan Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah sukses menggelar Seminar Kepemimipinan Islam bertajuk “Kepemimpinan Islam dalam Dinamika Politik Indonesia” di Hotel Sofyan Betawi, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Seminar menghadirkan tiga pembicara diantaranya, DR. Muinudinillah Basri, MA, Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, dan Dr. Abdurrahman Anton Minardi.

Ketua Panitia Pelaksana, Nawan Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut didasari oleh kesadaran akan urgensi pengkajian konsep kepemimpinan Islam secara ilmiah yang dituangkan dalam realita kehiupan berbangsa di Indonesia.

“Juga untuk mensinergikan antara konsep-konsep kepemimpinan Islam yang begitu ideal itu dengan realita masyarakat Indonesia,” katanya kepada wartawan, Selasa (6/2/2018).

Nawan berharap, seminar ini dapat menjadi wadah para tokoh Islam untuk bertukar pikiran dalam mencari solusi yang tepat bagi kepemimpinan Islam di Indonesia.

“Harapannya, terjadi kesepahaman dan kesepakatan diantara para tokoh mengenai konsep-konsep kepemimpinan Islam yang bisa diterapkan di Indonesia, “ ujar Nawan.

Sementara itu, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Ustadz Muhammad Achwan mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu khidmat Jamaah Ansharusy Syariah untuk umat dengan menyampaikan konsep kepemimpinan yang dikehendaki oleh umat Islam Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan acara ini kaum muslimin akan mendapat arahan dan panduan, dan mudah-mudahan pemimpin kaum muslimin di Indonesia ini bisa dimunculkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memimpin dan mengarahkan umat dalam menjalankan syariath Allah ta’ala,” papar Ustadz Muhammad Achwan.

“Semoga ini bisa menjadi amal shaleh kami dan sebagai kontribusi kami untuk bangsa ini, karena kita adalah bagian dari umat yang besar ini,” tuturnya.

Seminar dihadiri oleh sejumlah perwakilan ormas Islam, ulama, serta negarawan, dll. Dalam seminar ini disepakati, perlunya umat Islam mempunyai panduan praktis terkait pemilihan pemimpin yang sesuai syariat Islam.

Panduan tersebut akan disusun oleh para ulama dan tokoh yang nantinya akan disebarluaskan sebagai panduan umat sebagai dasar untuk menentukan kepemimpinan nasional.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sebuah komisi PBB di Suriah pada hari Selasa (6/2/2018) membuka penyelidikan tentang laporan serangan klorin di Idlib dan Ghouta Timur.

Paulo Pinheiro, ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen mengenai Suriah, mengatakan bahwa mereka telah menerima banyak laporan bahwa bom yang mengandung klorin telah digunakan di kota Saraqeb di Idlib dan di Douma di Ghouta Timur, lansir Anadolu Agency.

Dia menambahkan bahwa komisi tersebut sedang menyelidiki laporan-laporan ini.

Mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai eskalasi kekerasan di Idlib dan di Ghouta Timur, Pinheiro mengatakan: “Sejak awal tahun, peningkatan kekerasan di Idlib telah mengakibatkan perpindahan internal lainnya dengan lebih dari seperempat juta warga sipil kabarnya menghindar dari pertempuran.”

Rezim Syiah Suriah Kembali Serang Warga Ghouta Timur dengan Gas Beracun

“Laporan ini sangat meresahkan, dan merupakan sebuah pelecehan atas zona de-eskalasi yang dimaksudkan untuk melindungi warga sipil dari pemboman tersebut,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa pihak-pihak yang menyerang zona tersebut melanggar undang-undang kemanusiaan internasional.

“Apa yang terjadi di Ghouta Timur bukan hanya sebuah krisis kemanusiaan karena pengiriman bantuan ditolak, pengepungan ini melibatkan kejahatan internasional dengan terus terjadinya pemboman tanpa pandang bulu dan kelaparan penduduk sipil yang disengaja,” kata Pinheiro.

Juga pada hari Selasa, PBB menyerukan gencatan senjata sedikitnya satu bulan di Suriah untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Koordinator Residen dan Kemanusiaan PBB dan Perwakilan PBB mengatakan: “Tim kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Suriah memperingatkan konsekuensi mengerikan dari krisis kemanusiaan gabungan di beberapa bagian negara ini.”

Fran Equiza, perwakilan UNICEF di Suriah, mengatakan dalam sebuah konferensi pers melalui telepon di Jenewa: “Anak-anak menanggung beban kekerasan yang meningkat di Ghouta Timur di mana mereka tinggal di bawah pengepungan sejak 2013. Sekitar 120 anak-anak memerlukan evakuasi medis yang mendesak.”

Langgar Perjanjian Astana, Jet Tempur Rusia Bombardir Zona de Eskalasi di Idlib

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Selama delapan bulan terakhir, rezim Syiah Assad telah meningkatkan pengepungannya terhadap Ghouta Timur, mencegah pengiriman makanan atau obat ke distrik tersebut dan menyebabkan ratusan pasien medis kehilangan perawatan.

Dalam 30 hari terakhir, pasukan rezim Syiah ini dilaporkan telah tiga kali meluncurkan serangan kimia di Ghouta Timur.

Ghouta Timur secara khusus berada dalam jaringan zona de-eskalasi – didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – di mana tindakan agresi dilarang secara eksplisit.

Suriah telah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad membantai para aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Langgar Perjanjian, Rezim Syiah Assad Kembali Serang Zone de Eskalasi, 74 Warga Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 74 warga sipil tewas dalam serangan rezim Syiah Nushairiyah Suriah pada hari Selasa (6/2/2018) di Ghouta Timur, sebuah wilayah pinggiran kota Damaskus, menurut sumber pertahanan sipil.

Sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jumlah korban diperkirakan akan meningkat saat serangan udara rezim berlanjut.

Menurut wartawan Anadolu Agency di dekat lokasi kejadian, pasukan rezim Syiah Suriah menyerang daerah tersebut sejak Selasa dini hari.

Sehari Setelah Jet Tempur Rusia Ditembak Jatuh, Moskow Gempur Idlib dengan Serangan Udara

Pada hari Senin, serangan rezim Syiah Assad juga menewaskan 30 warga sipil di Ghouta Timur dan mencederai puluhan lainnya.

Desa-desa di daerah tersebut terus menjadi sasaran serangan rezim Assad meskipun wilayah-wilayah ini termasuk dalam zona de-eskalasi dimana tindakan agresi dilarang.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah blockade rezim Assad yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Bentrokan Meletus di Nablus, Seorang Warga Palestina Gugur dan 40 Lainya Terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara penjajah Israel di kota Nablus di wilayah pendudukan Tepi Barat, menurut sumber medis.

Khaled Walid Tayeh, 22, dari daerah Irak al-Tayeh di dekat Nablus, menyerah pada luka-lukanya pada hari Selasa (6/2/2018) setelah ditembak di dada, staf di Rumah Sakit al-Najah mengatakan kepada kantor berita Palestina Wafa.

Sedikitnya 40 lainnya luka-luka dalam kekerasan tersebut, yang terjadi setelah tentara Israel memasuki kota untuk melakukan penangkapan, kantor tersebut melaporkan.

Wafa mengatakan enam warga Palestina berada dalam kondisi kritis, termasuk seorang pria yang dikejar oleh jip tentara Israel dan seorang lainnya yang ditembak di paha.

Serangan tentara tersebut dilakukan sebagai bagian dari pencarian tersangka penusukan yang menewaskan seorang pemukim illegal yahudi Israel di dekat Nablus awal pekan ini, media Israel dan Palestina melaporkan.

Seorang juru bicara tentara Israel mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pihaknya sedang menyelidiki dan tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut.

Pemukim Ilegal Yahudi Sekarat dalam Serangan Pisau

Pemukim ilegal Israel tewas pada hari Senin dalam sebuah serangan penusukan di luar pemukiman ilegal Ariel, di Tepi Barat bagian utara.

Tentara zionis memburu tersangka di daerah tersebut pada hari Selasa, kata kantor berita Maori, Bethlehem.

Mereka memblokir jalan utama dan menutup pos pemeriksaan Huwwara, Wafa melaporkan.

Juga pada hari Selasa, tentara penjajah Israel menembak dan membunuh seorang warga Palestina berusia 22 tahun, Ahmad Jarrar dalam serangan menjelang fajar di kota Jenin, Tepi Barat bagian utara.

Pasukan zionis menuduh Jarrar, yang bersembunyi selama beberapa pekan, membunuh seorang pemukim ilegal Israel pada awal Januari.