Ahad, 18 Syawal 1447 / 05 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Serangan Udara AS pada Taliban Meningkat, 4.360 Pemboman, Namun…

09 Feb 2018 09:42:51
Serangan Udara AS pada Taliban Meningkat, 4.360 Pemboman, Namun…

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Strategi AS yang lebih agresif di Afghanistan berharap Taliban dapat dipukul mundur, kata tentara dan polisi, namun mengingat serangan terbaru di Kabul menunjukkan bahwa Imarah Islam tersebut tetap kuat dan menciptakan jalan buntu yang berkepanjangan bagi AS, lansir Aljazeera, Kamis (8/2/2018).

Presiden Donald Trump pada bulan Agustus meluncurkan pendekatan militer yang lebih agresif, termasuk lonjakan serangan udara, yang bertujuan untuk memaksa Taliban ke meja perundingan.

Walaupun pasukan Afghanistan mengatakan bahwa dampaknya signifikan, namun Taliban masih bergerak dalam petak besar negara tersebut dan, dengan pasukan asing sekitar 15.000 orang dibandingkan dengan 140.000 pada tahun 2014, tampaknya hanya ada sedikit harapan untuk meraih kemenangan militer secara langsung.

Belasan Tahun Berperang, AS Makin Bingung dengan Kekuatan Taliban

Taliban membukukan kemenangan setelah NATO menarik sebagian besar pasukan tempurnya pada akhir 2014. Dua tahun kemudian, mereka mencengkram beberapa pusat distrik dan bahkan dua ibu kota provinsi, termasuk Kunduz, di utara, yang sempat dikuasai.

Serangan udara AS di Afghanistan pada 2017 melonjak hingga 4.361, menurut data AS, dibandingkan dengan 1.337 pada tahun sebelumnya.

Misi Resolute Support NATO mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan udara telah diperluas di utara, dengan pembom B-52 menyerang posisi Taliban.

Komandan misi, Jenderal John Nicholson, sesumbar dengan mengatakan bahwa mujahidin Taliban tidak dapat menang di medan perang.

Serangan Bom Mobil Taliban Hantam Konvoi Pasukan NATO di Kabul

Seorang juru bicara Taliban membantah bahwa serangan udara telah memaksa mujahidin untuk mundur, mengatakan bahwa mereka masih beroperasi di pusat-pusat distrik dan di pedesaan.

Bahkan menurut sebuah studi BBC baru-baru ini, Taliban secara terbuka aktif di 70 persen distrik. Seorang juru bicara misi NATO mengatakan bahwa perkiraan BBC melebih-lebihkan dan manyebutkan bahwa hanya sekitar 12 persen populasi yang berada di bawah kendali penuh Taliban.

Thomas Ruttig dari think tank Riset Analis Afghanistan (the Afghanistan Analysts Network) mengatakan kepada Reuters bahwa ada batas kekuatan udara yang bisa dicapai, sambil menunjukkan bahwa jumlah korban sipil meningkat.

“Mendorong mundur Taliban bukanlah kemenangan atas mereka,” katanya. “Taliban telah membuktikan bahwa mereka dapat menyesuaikan diri dan menunggu-nunggu serangan semacam itu sebelumnya.”

Sepekan di Afghanistan: Taliban Bunuh 35 Polisi dan 55 Tentara Boneka, IS Bunuh 70 Warga Sipil Syiah

Trump menolak pembicaraan dengan Taliban setelah bom 27 Januari di Kabul menewaskan 103 orang, sepekan setelah serangan Taliban di sebuah hotel menewaskan empat orang Amerika dan sekitar 26 aparat Afghanistan. Namun tujuan jangka panjang AS tetap memaksa Taliban melakukan penyelesaian, kata seorang pejabat tinggi AS kemudian.

Pemerintah Afghanistan juga telah mengambil keputusan tegas dalam perundingan, sedangkan Taliban mengatakan bahwa perundingan bergantung pada tentara asing yang pergi. Mereka mengatakan serangan Kabul merupakan respons terhadap agresi Trump dan mengancam akan melakukan lebih banyak serangan lagi.

Kelompok pemikir International Crisis Group mengatakan bahwa, walaupun pejabat AS mengatakan usaha diplomatik dan militer mereka ditujukan untuk mencapai penyelesaian terhadap perang terpanjang AS – yang diperkirakan pejabat akan membebani pembayar pajak lebih dari $ 45 miliar tahun ini – diplomasi telah diturunkan dengan jelas.

Moskow: Setiap Usaha yang Dilakukan AS Melawan Taliban akan Sia-sia

“Pemerintah AS dan Afghanistan berharap proses perdamaian akan muncul dari abu serangan militer yang intensif ini, namun proses perdamaian tidak pernah jauh lagi dalam beberapa tahun terakhir,” kata analis senior Afghanistan, Borhan Osman.

“Kedua belah pihak melepaskan lebih banyak kekerasan berdasarkan alasan yang sama sehingga akan memantapkan jalan buntu untuk mendukung kondisi mereka di meja perundingan.”

Pasukan Afghanistan mempersiapkan diri mereka dengan baik untuk bertempur dengan musuh yang bersenjata.

“Harus ada jalan keluar yang lain,” kata Sher Wali, seorang polisi di provinsi Nangarhar. “Karena sepertinya pertempuran ini tidak akan pernah berakhir.

Kategori : Internasional

Tags : AS Imarah Islam Afghanistan serangan udara taliban

Amerika Tangkap 142.470 Imigran

09 Feb 2018 09:16:55
Amerika Tangkap 142.470 Imigran

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jumlah imigran gelap yang ditangkap di Amerika Serikat naik ke level tertinggi di tahun 2017, setelah beberapa tahun mengalami penurunan, menurut laporan baru.

Pew Research Center, sebuah lembaga think-tank, mengatakan pada hari Kamis (8/2/2018) bahwa sebanyak 143.470 orang ditahan oleh pejabat Imigrasi dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement-ICE) tahun lalu – naik 30 persen dibandingkan dengan tahun 2016.

ICE memberlakukan undang-undang imigrasi federal di AS dan memiliki kekuatan untuk menahan dan mendeportasi imigran yang tidak berdokumen.

“Lonjakan tersebut dimulai setelah Presiden Donald Trump mulai menjabat pada akhir Januari [2017],” papar Pew Research Center, yang menganalisis statistik ICE mengenai penangkapan administratif, dalam sebuah pernyataan, lansir Aljazeera.

Pew Research Center: Perkiraan Baru Populasi Muslim AS

Penangkapan administratif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penangkapan seorang imigran tidak berdokumen yang merupakan pelanggaran sipil terhadap undang-undang imigrasi AS.

Peningkatan terbesar dalam penangkapan dicatat di Florida, Texas utara dan Oklahoma, kata Pew.

Di daerah Dallas di Texas saja tercatat lebih dari 16.500 penangkapan.

Penangkapan juga melonjak lebih dari 50 persen antara tahun 2016 dan 2017 di daerah sekitar kota New Orleans, Atlanta, Boston dan Detroit.

Namun, penangkapan ICE di seluruh AS dua kali lebih tinggi dibaningkan tahun 2009, tahun pendahulunya Trump, mantan Presiden AS Barack Obama, mulai berkiprah.

Petugas ICE melakukan hampir 298.000 penangkapan pada tahun 2009, namun “jumlah ini umumnya menurun pada tahun-tahun berikutnya,” Pew melaporkan.

Pada bulan Januari 2017, Trump menandatangani sebuah tatanan eksekutif yang memperkuat “penegakan interior” undang-undang imigrasi AS, dan memberikan badan penegak hukum lokal dan negara bagian untuk bertindak sebagai petugas penegakan imigrasi.

Sebaliknya, penangkapan yang dilakukan oleh US Customs and Border Protection (CBP), yang memberlakukan undang-undang keimigrasian AS di perbatasan negara tersebut, menurun sebesar 25 persen antara tahun 2016 dan 2017, Pew melaporkan.

ICE membenarkan penangkapan “interior” sebagai bagian dari “komitmen lanjutan untuk mengidentifikasi, menangkap, dan menghapus warga asing yang melanggar hukum AS, terutama yang bertindak mengancam keamanan publik atau keamanan nasional.”

100.000 Warga AS Masuk Islam Pertahun, Muslim akan Menjadi Umat Terbesar di Amerika

Namun, menurut beberapa orang penangkapan di tahun 2017 menunjukkan sifat sewenang-wenang dan efek destruktif dari kebijakan penahanan imigrasi dan deportasi AS.

Pada akhir Januari, misalnya, petugas ICE menangkap seorang profesor Kansas yang telah tinggal di AS selama tiga dekade, media AS melaporkan.

Berasal dari Bangladesh, Syed Ahmed Jamal, ditangkap oleh agen ICE di halaman depan rumahnya saat hendak mengantar anak perempuannya ke sekolah. Jamal, ayah tiga anak yang semuanya memegang kewarganegaraan AS, sekarang menghadapi deportasi.

Bulan lalu ICE juga menahan dan mendeportasi Amer Othman Adi, seorang pria Palestina yang telah tinggal di Ohio selama hampir 40 tahun.

Adi “dipisahkan dari keempat putrinya, istrinya, dan negara yang dia sebuat rumah selama lebih dari 30 tahun,” Perwakilan Ohio, Tim Ryan, yang melawan deportasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu.

Trump juga berusaha menahan dana federal kota-kota suaka, meskipun upaya tersebut diblokir oleh pengadilan California pada bulan April tahun lalu.

Secara umum, sebuah kota suaka (perlindungan) mengizinkan semua warga untuk mengakses layanan kotamadya, terlepas dari status imigrasi mereka.

Pejabat kota suaka juga tidak akan bekerja sama dengan petugas penegak imigrasi federal ketika harus menahan dan mendeportasi penduduk yang tidak berdokumen.

Ratusan kota dan negara bagian AS telah menyatakan kebijakan perlindungan dalam beberapa tahun terakhir.

Kategori : Internasional

Tags : AS imigrasi

Rezim Syiah Assad Bunuh 75 Warga Sipil di Ghouta Timur dalam Sehari

09 Feb 2018 08:44:49
Rezim Syiah Assad Bunuh 75 Warga Sipil di Ghouta Timur dalam Sehari

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 75 warga sipil terbunuh dalam serangan udara rezim Syiah Bashar al-Assad di Ghouta Timur Suriah pada hari Kamis (8/2/2018), menurut sumber dari Pertahanan Sipil Suriah.

Serangan udara di daerah pemukiman sipil tersebut menewaskan 27 orang di Arbin, 17 di Jisrin, 2 di Zamalka, 3 di Sabka, 3 di Misraba, 7 di Hamuriya, 1 di Bayt Sava dan satu lagi di lingkungan Madyara, kata sumber tersebut kepada Anadolu Agency.

Delapan warga sipil juga terbunuh di Duma, empat di Hazzah dan dua warga sipil lainnya tewas di Harasta, kata unit pertahanan sipil, yang juga dikenal sebagai The White Helmets (Helm Putih).

The White Helmets dikirim ke tempat kejadian untuk pencarian dan penyelamatan karena korban tewas dikhawatirkan meningkat.

Pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad telah melakukan serangan udara intensif di wilayah tersebut sejak Kamis pagi.

Biadab, Serangan Rezim Syiah Assad Kembali Bunuh Warga Ghouta Timur, 33 Tewas

Terletak di pinggiran ibukota Damaskus, padahal Ghouta Timur dinyatakan sebagai zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang.

Namun Rezim Suriah berulang kali melanggar kesepakatan tersebut dan menargetkan wilayah pemukiman hingga menewaskan total 524 orang dan menyebabkan sekitar 2.000 lainnya cedera sejak 29 Desember 2017.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Suriah telah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Assad membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga, lalu dilanjut dengan intervensi Rusia untuk mendukung militer rezim.

Pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

AS Gempur Pasukan Pro Rezim Assad di Deir Az Zor, 100 Milisi Tewas

09 Feb 2018 07:14:41
AS Gempur Pasukan Pro Rezim Assad di Deir Az Zor, 100 Milisi Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Assad melaporkan koalisi pimpinan AS “melakukan kejahatan perang” setelah pasukannya ditargetkan dalam serangan udara di provinsi Deir Az Zor yang kaya minyak.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Kamis (8/2/2018) bahwa lebih dari 100 pasukan pro-pemerintah Assad terbunuh dalam serangan semalam.

AS mengatakan bahwa mereka hanya membalas sebuah “serangan yang tidak beralasan” terhadap Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF) yang didukung Washington, namun tidak memberikan rincian mengenai korban jiwa.

Rusia: Amerika Lindungi Kelompok Islamic State di Deir ez-Zor

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada wartawan bahwa SDF “membela diri dengan dukungan” dari koalisi pimpinan AS.

“Pasukan pro-rezim memprakarsai serangan terkoordinasi terhadap Pasukan Demokratik Suriah di sebelah timur jalur dekonstruksi sungai Efrat,” kata Dana White.

“Pasukan Demokrat Suriah yang didukung oleh koalisi balas menargetkan penyerang dengan kombinasi serangan udara dan artileri,” tambahnya.

Bunuh 58 Anggota Jamaah Tabligh Sedang Shalat, Rusia: Serangan Udara di Masjid Aleppo oleh AS

Kantor berita Suriah SANA memperdebatkan akun AS tersebut dan mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS “menyerang pasukan populer yang memerangi” kelompok bersenjata seperti Islamic State (IS)

Rezim Syiah Suriah menggambarkan serangan udara itu sebagai “agresi baru yang menimbulkan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Pemerintah Suriah juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk “pembantaian” tersebut, menurut kantor berita negara SANA.

Rusia, sekutu Assad, mengatakan bahwa kehadiran militer AS di Suriah “bertujuan untuk mengendalikan aset ekonomi negara tersebut dan bukan berperang faksi jihad,” kantor berita Rusia TASS melaporkan.

Dalam 11 Hari Rezim Assad dan Rusia Bantai 126 Warga Sipil Ghouta Timur

SDF adalah aliansi pasukan Kurdi dan Arab dukungan AS yang dipimpin oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

“Lokasi serangan signifikan tidak hanya karena itu adalah salah satu tempat yang diketahui memiliki minyak di Suriah, namun yang lebih penting karena yang mengendalikannya di lapangan adalah Pasukan Demokrat Suriah,” reporter Al Jazeera Jamal Elshayyal, melaporkan dari Gaziantep, di sisi Turki dari perbatasan Suriah-Turki.

“Washington sangat bergantung pada mereka saat perang melawan IS selama bertahun-tahun dan sekarang menemukan diri mereka dalam situasi melawan armada perang Turki dan pihak lain yang mengatakan milisi dukungan AS ini pada dasarnya sama buruknya dengan IS itu sendiri.

Serangan udara bertepatan dengan meningkatnya kekerasan di tempat lain di Suriah.

Lebih dari 200 orang tewas di pinggiran Damaskus di Ghouta Timur dan di Idlib, sementara Turki terus melakukan serangan militer untuk menghapus YPG dari kota perbatasan Afrika barat laut Afrin.

Kategori : Internasional

Tags : AS Konflik Suriah serangan udara

Jubir Ansharusyariah: Umat Harus Memahami Konsep Kepemimpinan Islam

09 Feb 2018 01:49:26
Jubir Ansharusyariah: Umat Harus Memahami Konsep Kepemimpinan Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah sukses menggelar Seminar Kepemimpinan Islam di Jakarta, Selasa (6/2/2018) lalu. Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir mengucapkan terimakasih kepada para tokoh yang hadir dan telah memberikan gagasannya dalam acara tersebut.

Ustadz Iim berharap seminar tersebut dapat menyatukan pandangan para ulama dan tokoh Islam terkait konsep kepemimpinan Islam di Indonesia sebagai pencerahan untuk umat.

“Agar umat tidak buta dengan persoalan ini dan para tokoh tidak lagi berbeda-beda pendapat,” kata Ustadz Iim kepada Jurnalislam.com melalui sambungan telepon, Jumat (9/2/2018).

Ia memandang, kepemimpinan Islam nyaris hilang dari benak umat Islam pada umumnya. Bahkan, kata dia, para tokoh Islam justru malah terpengaruhi oleh konsep kepemimpinan yang datang dari luar Islam.

“Karena kepemimpinan itu tidak muncul begitu saja, umat Islam harus berusaha untuk memunculkan pemimpinnya sendiri,” paparnya.

Ustadz Iim menjelaskan, saat ini Islam dan umat Islam terus ditimpa musibah karena tidak adanya seorang pemimpin Islam yang benar-benar menyayangi umatnya.

“Pemimpin-pemimpin yang ada saat ini tidak menyayangi mereka (umat Islam) bahkan cenderung semakin memojokkan mereka, dan tidak sedikit para pemimpin yang justru memusuhi mereka orang-orang yang cinta dengan Islam,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, umat Islam harus berjuang mengembalikan kedaulatannya di negeri ini.

Ustadz Iim menuturkan, seminar tersebut merupakan ikhtiar Jamaah Ansharusy Syariah untuk menyatukan persepsi umat akan pentingnya kepemimpinan di dalam Islam.

“Seminar ini hanya salah satu upaya yang bisa kita lakukan, kita berharap dengan upaya kecil ini Allah subhanahu wataala memberikan keberkahannya dalam langkah-langkah umat Islam selanjutnya,” tuturnya.

“Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa’tala segera mewujudkan kepemimpinan Islam di negeri ini sehingga negeri ini menjadi negeri yang baldah toyyibah waraabun ghafur,” tutupnya.

Seminar Kepemimpinan Islam dengan tema ‘Kepemimpinan Islam dalam Dinamika Politik Indonesia” itu dihadiri oleh sejumlah ulama, perwakilan ormas Islam, dan para akademisi. Ustadz Iim sendiri berhalangan hadir karena sedang beribadah umroh.

Kategori : Nasional

Tags : Jamaah Ansharusy Syariah konsep kepemimpinan islam Seminar Kepemimpinan Islam

Kronologi Tanda X dan Tamu Misterius di Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya

09 Feb 2018 00:26:07
Kronologi Tanda X dan Tamu Misterius di Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Setelah didatangi tiga tamu aneh dan ditemukannya tanda X warna merah di lingkungan Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh, Kota Tasikmalaya, warga dan santri kian waspada.

Pasca kejadian itu, kini santri bersama warga bergantian berjaga-jaga di lingkungan pesantren untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

Selama tiga hari berturut-turut, ponpes Sulalatul Huda kedatangan tiga orang asing dengan gelagat mencurigakan. Ketika ditanya beberapa pengurus pesantren, tamu tersebut menjawab dengan jawaban melantur.

Jurnalislam.com mencoba menggali lebih dalam kronologis kejadian tersebut dari salah seorang pengurus pondok Sulalatul Huda, Khoirul Azmi (25).

Baca juga: Masih di Bandung, Remaja Masjid Persis Ditodong Pisau

Azmi menuturkan, pada hari Sabtu (3/2/2018) malam pesantren kedatangan orang asing yang mengaku dari Cilacap dan bertanya-tanya seputar Pesantren Sulalatul Huda.

“Yang pertama itu pada hari Sabtu (3/2/2018) malam ada orang asing datang ke pondok nanya-nanya seputar pesantren, ngakunya dari Cilacap mau ke pesantren Suryalaya, tapi kok malah kesini,” kata Azmi kepada Jurnalislam.com, Kamis (8/2/2018).

Pada hari Selasa (6/2/2018) dini hari, tamu lain dengan perilaku aneh kembali mendatangi pesantren Sulalatul Huda. Tamu tersebut mendatangi rumah H. Lutfi yang merupakan salah satu putra almarhum pendiri ponpes Sulalatul Huda KH Didi Abdul Majid. Namun orang ini tidak mau menjawab ketika ditanya nama dan asalnya.

“Seperti orang stress tapi kalau ngobrol mah nyambung, tapi ketika ditanya nama dan asal dari mana dia gak mau jawab,” terang Azmi.

Orang tersebut diantar oleh salah seorang jamaah pengajian H Lutfi, sehingga pihak pesantren pada awalnya tidak menaruh curiga. Akan tetapi saat diajak ngobrol, orang ini menjawab dengan nada ancaman dan disampaikan dengan bahas-bahas istilah.

“Dan dia kalau ngomong itu seperti pake istilah-istilah intel seperti ‘hayam jago’, ‘hayam kampung’, untungnya A Haji Lutfi paham dengan istilah-istilah itu, hayam kampung itu berarti massa. Dia bilang takutnya cuma sama hayam kampung,” papar Azmi.

Keesokan harinya, Rabu (8/2/2018) ponpes Sulalatul Huda kembali didatangi orang asing yang lebih mencurigakan. Azmi mengatakan, orang tersebut tiba-tiba masuk ke halaman rumah pimpinan pesantren Sulalatul Huda KH Aminudin Bustomi sambil berteriak-teriak memanggil nama Kyai Amin.

Baca juga: Al Mumtaz Kutuk Aksi Teror dan Penganiayaan Terhadap Ulama

Namun aksinya dilihat oleh salah seorang santri kemudian dilaporkan kepada pengurus pondok. Orang tersebut akhirnya diamankan di kantor pesantren. Setelah ditelusuri, akhirnya diketahui bahwa orang tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Beberapa santri kemudian mencari informasi terkait orang itu lalu diketahui bahwa ini masih orang tasik juga gak jauh dari Paseh. Setelah itu anak dari orang ini datang dan mengaku bahwa memang ayahnya mengalami gangguan jiwa,” ungkap Azmi.

Ditemukan tanda X warna merah di lingkungan pesantren

Tanda X warna merah ini pertama kali ditemukan santri pada Rabu (7/2/2018) malam. Tanda ini ditemukan di empat titik berbeda diantaranya di tembok dekat gerbang masuk pesantren, dua tanda di bangunan pesantren, dan di tembok bawah jendela rumah salah satu pengasuh pondok.

Sayangnya, tidak ada satu pun santri maupun warga yang melihat pelaku pencoretan tanda X merah ini.

“Sekarang sudah dihapus semua, ditimpa dengan cat lagi,” kata Azmi.

Fenomena orang dengan gangguan jiwa yang menyerang para ulama di beberapa daerah di Jawa Barat telah menjadi buah bibir masyarakat. Seperti diketahui, beberapa ulama dan tokoh aktivis Islam telah menjadi korban penyerangan oleh orang yang disebut mengalami gangguan jiwa ini.

Kategori : Nasional

Tags : pesantren sulalatul huda tasikmalaya ulama diserang

Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya Ditandai X dan Didatangi Tamu Misterius

08 Feb 2018 23:50:25
Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya Ditandai X dan Didatangi Tamu Misterius

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh, Kota Tasikmalaya dalam sepekan ini kedatangan tiga orang asing dengan gelagat mencurigakan dan diduga orang gila. Ketika ditanya beberapa pengurus pesantren, tamu tersebut menjawab dengan jawaban melantur.

Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda KH Aminudin Bustomi membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya telah melaporkan ke pihak kepolisian.

“Semenjak malam ahad, kemudian Senin malam ada yang datang juga, mereka datang diluar jam tamu. Tapi dari beberapa narasi dan pembicaraan memang banyak kejanggalan. Ketika ditanya darimana jawabannya tidak karuan dan tidak jelas,” kata KH Aminudin Bustomi yang ditemui wartawan pada Rabu (8/2/2018) malam ketika sedang berpatroli bersama para santri.

Bahkan, kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya ini mengatakan, pihaknya menemukan tanda X berwarna merah di empat titik berbeda di sekitar pesantren termasuk di jendela rumah salah satu pengasuh pondok.

“Entah apa maksudnya, tapi masyaratkat saat itu juga langsung menghapusnya,” tuturnya.

Kapolsek Cihideung Kompol Setiyana membenarkan adanya laporan dari masyarkat terkait adanya orang yang mencurigkan di areal Ponpes Sulalatul Huda.

“Dan sampai saat ini hasil pengumpulan bahan keterangan memang belum mengarah kepada pelaku karena memang saksi yang minim pada saat pelaporan,” kata Kompol Setiyana sebagaimana dilansir radartasikmalaya.com

Hingga saat ini kondisi areal pesantren masih kondusif. Puluhan santri pun berjaga-jaga secara bergantian hingga subuh.

Kategori : Nasional

Tags : orang gila serang ulama ponpes sulalatul huda ulama diserang

Jika Ingat Tragedi Subuh Itu, KH Umar Basri Tiba-tiba Menangis

08 Feb 2018 11:14:29
Jika Ingat Tragedi Subuh Itu, KH Umar Basri Tiba-tiba Menangis

CICALENGKA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH. Umar Basri (Mama Santiong) saat ini sudah berada di rumahnya. Kiai Umar pulang pada Sabtu (3/2/2018) setelah dirawat di Rumah Sakit Al Islam Bandung selama 8 hari.

Kondisi fisiknya membaik. Memar di beberapa bagian wajahnya mulai menipis, tapi warna ungu bekas pukulan benda tumpul masih terlihat. Mata kirinya masih tertutup sedikit bengkak, enam giginya pun rontok. Namun secara psikis, Kyai Umar masih trauma berat.

Ditemui Jurnalislam.com di kediamannya pada Rabu (7/2/2018) malam, Kiai sepuh 74 tahun ini sesekali menangis ketika mengingat peristiwa memilukan subuh 27 Januari itu. “Bapa suka nangis kalau ingat, tapi kalau ngobrol yang lain mah enggak” kata Aceng Deding Junaedi, putra kedua Kiai Umar.

Tak hanya itu, Kyai Umar juga kerap terbangun tiba-tiba ketika tidur kemudian menangis. “Kalau ngigau mah enggak, tapi inimah tiba-tiba bangun aja terus nangis gitu,” tambah Dadang Iskandar kerabat Kiai Umar sembari memijit kaki Kiai.

Tangisan Kiai Umar ternyata bukan hanya karena peristiwa itu, yang lebih menyakitkan lagi bagi Kiai Umar adalah ia ingin segera shalat di masjid seperti sebelumnya. Tapi apa daya, kondisinya yang masih lemah mengharuskannya shalat di rumah dengan terlentang.

“Bapak sering nanyain, ‘jam berapa sekarang? Udah subuh belum? Bapa mau ke masjid,'” ungkap Aceng Deding menirukan perkataan ayahnya.

KH Umar Basri adalah ulama karismatik yang sangat dihormati di Kabupaten Bandung. Keikhlasannya dalam beramal sudah tak perlu diragukan lagi. Pondok pesantren Al Hidayah didirikan tahun 1936 oleh sang kakek itu tak pernah membebankan biaya kepada santrinya kecuali uang listrik Rp.15.000 per bulan.

Atas dasar itulah keluarga sangat yakin bahwa Kyai Umar tidak punya musuh. Keluarga telah ikhlas menerima peristiwa itu sebagai musibah yang harus diambil hikmahnya.

“Untuk masalah hukum dan sebagainya kami serahkan sepenuhnya kepada polisi. Nggak perlu ada tim pencari fakta atau apalah, ini semuanya murni musibah untuk keluarga kami,” tutup Aceng Deding.

KH Umar Basri menangis

 

KH Umar Basri dipapah ke kamar kecil
Kategori : Nasional

Tags : kh umar kiai umar basri penganiayaan ulama dianiaya

Catatan dari Asmat (3) : Suasana Malam hingga Jalanan dari Kayu

08 Feb 2018 07:50:52
Catatan dari Asmat (3) : Suasana Malam hingga Jalanan dari Kayu

PAPUA (Jurnalislam.com)–Jika malam tiba, ibu kota berangsur angsur sepi. Kecuali di Jalan Yos Sudarso. Jalan itu layaknya Kemang di Jakarta atau Malioboro di Yogyakarta. Warga lalu lalang untuk sekadar “cari angin”, “cuci mata” mencari makan malam atau sekadar jajan. Keramaian mulai reda dari jam sembilan ke atas.

Patut diperhatikan, hati-hati bila keluar malam di atas jam 21.00 WIT. Menurut penuturan warga setempat, di atas jam tersebut adalah jam rawan kejahatan. Apalagi untuk turis atau pendatang.

Damai, itulah gambaran suasana Agats malam hari. Biasanya, warga suka keluar ke jalanan di depan rumah untuk sekadar bercengkrama maupun tidur-tiduran menikmati malam. Bintang-bintang terlihat jelas, kebetulan malam ini langit sedang cerah.

Ada “Jalan Tol” di Agats

Aktifitas warga Agats, Kabupaten Asmat dihubungkan dengan jalan kayu selebar satu meter. Kita tidak akan menemui jalan beraspal di sini, kecuali jalan beton.

Catatan dari Asmat (1): Sulitnya Menembus Agats

Saat memasuki kota dari dermaga, akan terlihat jalan beton selebar empat meter. Bisa dibilang jalan ini adalah jalan protokolnya atau “Jalan Tol” kota Agats. Kendaraan roda dua biasa berlalu-lalang di sini.

Jalan beton dibangun di sepanjang Jalan Yos Sudarso. Jalan serupa juga mulai dibangun di distrik-distrik luar ibu kota dengan konstruksi beton dan komposit.

Pada 2017 lalu Pemkab Asmat mencanangkan jalan beton pada 11 titik dan dua titik jalan komposit di tiga distrik, yaitu Distrik Atsj, Fayit, dan Suator.

Catatan dari Asmat (2) : Agats, Kota di Atas Rawa

Jalan Yos Sudarso adalah pusat aktifitas warga ibu kota Agats. Sebagian gedung pemerintahan berdiri di sana, di antaranya Kantor Pelabuhan, Kantor Polsek, Bank, Rumah Sakit Daerah, Taman Baca. Pertokoan juga berdiri di sepanjang jalan itu.

Mereka menjual beragam barang, mulai dari pernak-pernik, pakaian, rumah makan, sayur-sayuran dan kebutuhan pangan lainnya. Warga juga banyak yang berdagang di pinggir jalan. Kebutuhan warga mayoritas disuplai dari Timika dan Merauke. Bersambung….

* Laporan Suandri Ansyah, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dari Asmat, Papua.

Kategori : Nasional

Tags : asmat jitu Kelaparan laporan Papua

Catatan dari Asmat (2) : Agats, Kota di Atas Rawa

08 Feb 2018 07:43:50
Catatan dari Asmat (2) : Agats, Kota di Atas Rawa

Oleh : Suandri Ansyah, Anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

PAPUA (Jurnalislam.com)— Pukul 14.40 WIT, Selasa (6/2/2018) speed boat yang mengantar relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan tim jurnalis tiba di Bandara Ewer. Kami pun segera berangkat ke Agats lewat Sungai Asewet. Perahu adalah sarana transportasi utama untuk mencapai kota. Perjalanan ke Dermaga Agats memakan waktu sekitar 20 menit. Sungai Asewet bermuara ke laut Arafura.

Aktifitas Dermaga Agats cukup ramai. Lalu lintas kapal kecil mondar-mandir di sekitar dermaga, mengangkut barang bawaan atau penumpang yang akan pergi dan datang dari Agats.

Anak-anak tengah asyik berenang saat kami tiba. Mereka tertawa dan berteriak-teriak. Terlebih saat saya mengarahkan kamera. Mereka berloncatan ke sana kemari, seakan ingin aksi “lompat indah” terbaiknya terabadikan di kamera saya.

Catatan dari Asmat (1): Sulitnya Menembus Agats

Di dalam kota, seluruh bangunan dibuat dengan desain panggung. Mulai dari rumah, pasar, pertokoan, kantor pemerintahan, hingga lapangan sepak bola. Bahan bangunan terbuat dari kayu. Di bawahnya air menggenang dan berlumpur.

Tanah yang kosong ditumbuhi rumput-rumput liar dan pohon mangrove. Sampah dan botol-botol bekas tak jarang menumpuk. Desain panggung dipilih untuk menghindari rendaman air jika laut pasang.

Air bersih sangat sulit di dapat di sini. Untuk kebutuhan sehari-hari warga memanfaatkan air hujan. Banyak warga memiliki tandon air berukuran besar yang dipasang di tempat-tempat strategis, ada yang di halaman, belakang rumah atau membuat tower. Hujan benar-benar sebuah berkah bagi kota ini.

Memasang selang di atap rumah dan mengalirkannya ke toren adalah salah satu cara memaksimalkan tampungan. Banyak warga memiliki lebih dari satu tandon, terutama penginapan dan fasilitas publik seperti masjid. Untuk kebutuhan minum dan masak, warga lebih memilih air mineral kemasan.

Catatan dari Asmat (3) : Suasana Malam hingga Jalanan dari Kayu

Di ibu kota, harga relatif bersaing dengan di luar Agats. Air kemasan 1,5 liter yang saya beli dihargai Rp 10.000. Sementara kebutuhan listrik sudah mengalir di sini, PLN punya kerja.

Profesi warga Agats terbilang beragam, kebanyakan nelayan. Ada juga tukang ojek, kuli panggul, tukang angkut, supir kapal, dan pedagang. Jasa penginapan juga tersedia di sini, termasuk calo-nya. (suandri/jurnalislam)

Kategori : Nasional

Tags : asmat catatan jitu jitu Kelaparan liputan asmat Papua

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED