Seribu Penghafal Qur’an Ambil Bagian di Aksi Bela Baitul Maqdis

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Aksi membaca Qur’an 1000 penghafal Qur’an ikut mewarnai Aksi Bela Baitul Maqdis 115 di Monas, Jumat (11/5/2018).

Ketua Koalisi Pembebasan Al Aqsa Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa para penghafal Qur’an membaca surat Al Kahfi sebagaimana sunnah setiap hari Jumat dan dilanjutkan dengan surat al Isra sebagai penyemangat aksi.

Menurut pria yang karib disapa UBN ini, al Qur’an merupakan salah satu bentuk zikir yang menyemangati umat agar terus berjuang.

“Mudah-mudahan kekuatan al quran yang dimi’rajkan ke langit dari Baitul Maqdis, yang akan mendatangkan kekuatan kepada kita semua,” katanya.

Pembacaan al Qur’an ini dipimpin oleh KH Deden Bahyaruddin dan diikuti seribu penghafal Qur’an dan pegiat tahsin baik ditingkat nasional dan internasional.

reporter: ridwan

Di Aksi 115, MUI : Silakan Lakukan Perlawanan Sesuai Kemampuan!

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Wakil Sekjen MUI KH Zaitun Rasmin mempersilakan umat Islam agar melakukan perlawanan terhadap Israel sesuai kemampuan.

“Dalam Islam dipersilahkan melakukan perlawanan yang sempura bagi yang mampu, tapi bagi mereka yang mampunya hanya bersuara dan melakukan diplomatik, melakukan bantuan, maka dengan jalan itu dan yakinlah bahwa jalan itu akan menyelesaikan pula,” kata Zaitun kepada Jurnalislam.com di acara Aksi Bela Baitul Maqdis, Jumat (11/5/2018).

Perlawanan apapun, menurut Zaitun tidak akan sia- sia karena pada saatnya umat Islam akan menang.

“Caranya kita harus bersuara dan kita harus berjuang, dan jangan lupa perjuangan ini tidak akan sia-sia. Dan ada allah yang mendengar kita dan membantu kita dan pada waktunya atau saatnya pasti akan berhasil,” tambahnya.

Oleh karena itu, Zaitun meminta umat Islam Indonesia agar terus menyuarakan kebenaran dan mengutuk penjajahan Israel.

“Kita melawan kemungkaran, tetapi kalau tidak mampu, dengan lisan. Kita menjalankan itu, kita yakin akan efektif. Sekarang atau dimasa-masa akan datang. Namun demikian kitapun melakukan upaya-upaya lain,” pungkasnya.

reporter : ridwan

Ini Seruan Ustaz Bachtiar Nasir di Aksi Bela Baitul Maqdis 115

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ketua Koalisi Pembebasan Al Aqsa Ustaz Bachtiar Nasir menyerukan agar umat Islam d I Indonesia terus mengecam keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang akan memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem 14 Mei mendatang.

“Hari ini kita sedang berada di monas untuk mengikuti agenda indonesia membebaskan baitul maqdis, sebagaimana kita ketahui Trump dan sekutunya yelah memaksakan diri untuk menjadi pemicu konflik horizontal tingkat dunia, karena sudah menginjak resolusi-resolusi perdamaian yang sudah disepakati, bahkan oleh majelis PBB dari 9 resolusi,” tegas pria yang karib disapa UBN saat Aksi Bela Baitul Maqdis di Monas, Jumat (11/5/2018).

Atas nama rakyat indonesia, para peserta aksi menurut UBN akan menjalankan amanat Undang-undang Dasar Republik Indonesia, sebagaimana tercantum dalam pembukaannya bahwa penjajahan diatas bumi harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Atas nama rakyat indonesia, kami ingin meneruskan perjuangan para pemimpin bangsa dalam Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di Bandung, konferensi yang pertama di mana Palestina sebagai negara dan bangsa yang terjajah, menjadi kewajiban bagi peserta konferensi Asia Afrika untuk membebaskannya,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi massa yang terus berdatangan menyuarakan solidaritas atas Palestina.

“Ini sebagai bukti indonesia telah bersatu, rakyatnya khususnya, dan mudah-mudahan begitu juga kepada negara kesatuan republik indonesia untuk bersatu membebaskan Baitul Maqdis,” pungkasnya.

reporter : ridwan

[FOTO] Suasana Aksi Bela Baitul Maqdis 115 di Monas

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Koalisi Pembebasa Al Quds (KPA) menggelar aksi bela Baitul Maqdis, Jumat (11/5/2018) mengecam rencana Presiden AS Donal Trump pada 14 Mei mendatang.

Ketua KPA KH Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi dihelat sebagai bentuk amanat konstitusi Indonesia yang dengan tegas menolak penjajahan.

Pantauan Jurnalislam.com, sejak malam hingga pagi, ratusan ribu massa terus berdatangan menuju Monas untuk bergabung mengikuti aksi. Berikut jepretan jurnalis Jurnalislam.com di lokasi:

Ini Sebabnya, Dokter Pakistan yang Bantu Bunuh Syeikh Usamah di Pindahkan dari Penjara

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang dokter Pakistan yang membantu intelijen Amerika melacak dan membunuh Syeikh Usamah bin Laden telah dipindahkan ke lokasi yang tidak diketahui karena ada ancaman pembunuhan terhadap dirinya, seorang pejabat Pakistan dan seorang anggota keluarga mengatakan.

Shakil Afridi, yang membantu CIA dalam menemukan Syeikh Bin Laden, ditahan di sebuah penjara di kota barat laut Peshawar di mana dia telah mendekam selama delapan tahun terakhir karena diduga memiliki koneksi dengan organisasi terlarang.

Pengacara Afridi, Qamar Nadi, mengatakan kliennya ditahan di sel isolasi di penjara pusat Peshawar.

CIA Rilis Dokumen dan Video Milik Syeikh Usamah yang Dicuri saat Serangan 2011

Seorang pejabat senior penjara mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Jumat (27/4/2018) bahwa Afridi dipindahkan ke tempat yang lebih aman oleh badan intelijen Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan pada Kamis malam.

Saudara dokter, Jamil Afridi, menegaskan bahwa pejabat pemerintah memberitahu dia bahwa Afridi “telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman”.

Menurut laporan media lokal, pemerintah provinsi meminta Afridi dipindahkan dari penjara Peshawar disebabkan kehadiran para mujahidin Taliban di antara para tahanan, yang menurut mereka menjadi ancaman besar bagi hidupnya.

Afridi ikut serta dalam program vaksinasi palsu di Abbottabad – sebuah kota yang terletak 150 km di utara ibukota Islamabad – sebagai bagian dari skema kontroversial oleh CIA untuk mengidentifikasi keberadaan mantan pemimpin al-Qaida itu.

Pasukan khusus AS memasuki Pakistan dengan helikopter dan membunuh Bin Laden dalam serangan di Abbottabad pada Mei 2011.

Putra Syeikh Usamah: Al Qaeda telah Berkembang Pesat Meskipun Hadapi Perang 15 Tahun

Afridi kemudian ditangkap oleh agen ISI dan dijatuhi hukuman 33 tahun penjara karena diduga terkait dengan kelompok terlarang.

Beberapa anggota parlemen AS percaya ahli bedah itu dihukum karena berkolaborasi dengan CIA.

Presiden AS Donald Trump mengatakan selama kampanye pemilihannya dia akan menekan Pakistan untuk membebaskan Afridi.

“Saya yakin mereka akan melepaskannya. Karena kami memberikan banyak bantuan kepada Pakistan,” kata Trump pada saat itu, menambahkan Pakistan “mengambil keuntungan seperti orang lain”.

Pada 2016, setelah Washington mengancam akan memotong bantuan ke Islamabad, hukuman Afridi dikurangi hingga 10 tahun.

Korut dan Korsel Sepakat Penghapusan Senjata Nuklir, Begini Komentar Trump

SEOUL (Jurnalislam.com) – Para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan pada hari Jumat (27/4/2018) sepakat untuk mengupayakan “denuklirisasi lengkap” dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea, menurut laporan media setempat.

Kesepakatan itu menyusul pertemuan bilateral bersejarah antara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Area Keamanan Bersama Panmunjom di Selatan.

“Kedua pemimpin dengan sungguh-sungguh menyatakan […] bahwa tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea dan era baru perdamaian telah tiba,” kata mereka dalam deklarasi bersama setelah KTT itu, kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Mereka juga menegaskan kembali perjanjian awal kedua negara untuk “Semenanjung Korea yang bebas nuklir melalui denuklirisasi lengkap.”

Begini Kata Korea Utara Setelah Putin Terpilih Kembali Jadi Presiden

Yonhap mengatakan kedua Korea sepakat untuk mendorong pembicaraan tiga atau empat arah yang melibatkan AS dan China untuk menggantikan perjanjian gencatan senjata yang membawa penutupan sementara Perang Korea pada tahun 1953.

Selatan dan Utara “tidak akan menggunakan bentuk kekuatan apa pun terhadap satu sama lain,” Yonhap mengutip pernyataan bersama tersebut.

Moon dan Kim juga ” secara bertahap setuju untuk mengurangi senjata dan menghapus ketegangan militer mereka dan menegakkan kepercayaan.”

AS Sesumbar akan Hancurkan Korea Utara

Di tengah berita terobosan bersejarah, Presiden AS Donald Trump mengatakan “banyak hal hebat telah terjadi selama 24 jam terakhir.”

Trump mengatakan dia tidak berpikir Kim memanipulasi pembicaraan, tetapi memperingatkan Washington tidak akan lagi “dimainkan seperti biola” seperti yang terjadi di masa lalu.

“Kami tidak akan dimainkan,” katanya. “Saya pikir kami akan datang dengan solusi, dan jika tidak, kami akan meninggalkan ruangan. Dengan penuh hormat kami akan meninggalkan ruangan dan kami akan terus membiarkannya.”

Menteri Pertahanan AS Tegang Lihat Kekuatan Nuklir Korea Utara

Kedua pihak akan menindaklanjuti dengan pembicaraan militer pada akhir bulan depan, bersama dengan dialog Palang Merah untuk menangani masalah kemanusiaan seperti reuni untuk kerabat yang dipisahkan oleh perbatasan mereka yang dijaga ketat.

Sementara itu, Moon dan Kim bergabung dengan istri Kim, Ri Sol-ju, yang menyeberang ke Selatan pada siang hari untuk menghadiri jamuan makan malam yang menampilkan hidangan terkenal dari kedua negara.

Turki akan Terapkan Strategi Seperti di Manbij untuk Wilayah Lain di Suriah

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Turki akan menerapkan model seperti di Manbij untuk bagian lain Suriah, terutama di timur Sungai Eufrat, kata menteri luar negeri Turki, Jumat (27/4/2018).

Dalam sebuah konferensi pers menyusul pertemuan para menteri luar negeri NATO di Brussels, Mevlut Cavusoglu mengatakan ia membahas roadmap yang telah disetujui sebelumnya di Suriah dengan Menteri Luar Negeri AS yang baru diangkat, Mike Pompeo.

“Kami akan menerapkan model seperti di Manbij untuk bagian lain Suriah, terutama di sebelah timur Euphrates [Sungai] setelah persetujuan peta jalan ini. Dengan demikian, kami akan mengambil langkah bersama pada masalah yang menyebabkan ketegangan dalam hubungan bilateral.”

Turki Segera Lancarkan Operasi Militer ke Manbij Jika

Cavusoglu mengatakan bahwa menteri luar negeri memiliki percakapan tentang menyetujui peta jalan yang akan mengarah pada penerapan model Manbij.

Diplomat tinggi Turki tersebut mengacu pada model Manbij sebagai inisiatif Turki untuk menghapus kelompok teroris YPG dari wilayah tersebut dengan kerjasama dari AS.

Dalam sebuah wawancara bulan Maret dengan Anadolu Agency, Cavusoglu mengatakan bahwa jika rencana itu gagal, Ankara secara sepihak akan mengambil langkah-langkah untuk “melenyapkan” milisi YPG yang terkait PKK dari perbatasan Suriah.

Mendekati Manbij, Operasi Militer Turki Kini Berlanjut ke Tal Rifaat

Pada hari Jumat, Cavusoglu mengingatkan bahwa AS telah berjanji untuk tidak memberikan senjata kepada kelompok teror YPG dan mendesak menarik pasukan AS dari Manbij.

“Jika kami melihat bahwa janji-janji ini tidak ditepati. Kami menciptakan kelompok kerja untuk mengawasi apakah janji-janji tersebut ditepati atau tidak,” katanya.

Cavusoglu mengatakan Turki akan bertindak terhadap AS di Manbij.

3 Warga Palestina Kembali Gugur dalam Aksi Great March of Return

GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga warga Palestina menjadi martir pada hari Jumat (27/4/2018) oleh tentara penjajah Israel – dan 350 orang lainnya terluka – di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lansir Anadolu Agency.

Kementerian mengidentifikasi salah satu martir sebagai Abdul Salam Bakr, 29, yang ditembak mati di dekat kota Khuzaa di Jalur Gaza selatan.

Dua orang lainnya, yang belum diidentifikasi, meninggal Jumat pagi di dekat perbatasan timur Kota Gaza.

Sedikitnya 75 demonstran terluka oleh peluru tajam, 96 akibat gas air mata dan 15 akibat peluru karet, menurut Kementerian Kesehatan.

Sudah 2 Wartawan Palestina Gugur saat Meliput “Great March of Return”

Ratusan warga Palestina pada hari Jumat berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza dengan Israel di tengah berlangsungnya demonstrasi “Great March of Return” massa menentang penjajahan Israel selama puluhan tahun.

Sebelumnya di hari Jumat, komisioner tinggi PBB untuk hak asasi manusia mendesak agar Israel menahan diri untuk tidak menggunakan “kekuatan militer” terhadap para demonstran.

Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, sedikitnya 44 demonstran Palestina – termasuk lima anak – telah tewas oleh tembakan lintas-Israel, menurut angka kementerian.

Ribuan orang lainnya dilaporkan terluka – lebih dari 140 serius – selama periode yang sama.

HAMAS: Jenazah Fadi al Batsh Telah Dikembalikan ke Rumahnya

Selama empat pekan terakhir, warga Gaza telah menggelar unjuk rasa di sepanjang perbatasan menuntut “hak untuk kembali” ke rumah mereka di Palestina dimana mereka diusir pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Unjuk rasa itu adalah bagian dari protes enam pekan yang akan mencapai puncaknya pada 15 Mei. Hari itu akan menandai ulang tahun ke-70 pendirian Israel – sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai “Nakba” atau “The Catastrophe“.

Cerita Aher Soal Sistem Potong Gaji PNS Jabar untuk Zakat

BANDUNG (Jurnalislam.com)--Kemenag dan BAZNAS Jabar menganugerahi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai tokoh yang peduli terhadap gerakan zakat di Indonesia.

Selama menjadi Gubernur, pria yang karib disapa Aher dinilai aktif dan turut membuat kebijakan yang mewajibkan seluruh PNS muslim di Jawa Barat membayar zakat.

“PNS jabar wajib mengeluarkan zakat. Dulu ada UPZ Zakat, namun terkadang lupa untuk menagihnya. Akhirnya saya buat pergub dan mewajibkan setiapn PNS muslim berzakat, dengan kesepakatan tiap orang,” kata Aher di helatan Festival Zakat, Bandung, Kamis (26/4/2018).

Menurutnya, tekonologi mempermudah para PNS ini menyalurkan zakat. “Gajinya tinggal dipotong, didebet. Dikumpulkan dalam satu rekening,” katanya.

Dari 13.400 PNS di Jabar, setiap bulan menurut Aher dana zakat bisa terhimpun hingga 1,2 miliar.

“Mudah-mudahan ke depannya juga PNS guru bisa seperti itu. Jumlahnya ada 29.000, jadi total sekitar 40 ribu lebih bisa membayar zakat, dan bisa terkumpul mudah-mudahan hingga tiga miliar tiap bulan,” pungkasnya.

Kemenag Sudah Usulkan Agar Zakat Jadi Pengurang Pajak

BANDUNG (Jurnalislam.com)—Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof. Dr. Muhammadiyah Amin berharap kewajiban zakat dapat mengurangi kewajiban pajak.

“Dari Kemenag usulannya seperti itu, agar umat tidak terbebani membayar zakat dan pajak yang tinggi,” kata Muhammadiyah Amin kepada Jurnalislam.com di Masjid Pusdai Jabar, Bandung, Kamis (26/4/2018).

Namun, ia mengakui bahwa sampai sekarang usulan tersebut masih sebatas wacana, karena masih ada perbedaan pendapat dengan Kementerian Keuangan.

“Masalahnya, Menteri Keuangan ‘belum legowo’ menerima aturan yang menyatakan sudah membayar zakat pengurangan pajak,” tambahnya.

Walhasil, sampai saat ini menurutnya diperlukan penguatan-penguatan kajian agar zakat dapat mengurangi kewajiban pajak.

“Faktanya sampai sekarang zakat satu kewajiban, pajak kewajiban yang lain,” pungkasnya.

reporter : Mazaya