Sambangi Radar Bogor, Fadli Zon : Tidak Boleh Ada Intimidasi!

BOGOR ( Jurnalislam.com)– Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan prihatin atas penyerangan yang dilakukan oknum PDIP pada Rabu lalu.

Penyerangan dilakukan atas pemberitaan di koran Radar Bogor yang memajang foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan judul’Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta’.

Menurutnya bila tidak suka dengan sebuah pemberitaan, ada mekanisme. Bukan langsung digeruduk.

“Kesalahannya bisa dikoreksi melalui undang-undang pers dengan meminta bantuan Dewan Pers,” katanya dalam kunjungannya ke Kantor Radar Bogor, Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (01/06/2018).

Pasalnya, pers adalah pilar keempat demokrasi. Kalau tidak ada pers, tambahnya, tidak akan ada demokrasi saat ini di Indonesia. Fadli menjelaskan di negara-negara yang demokrasinya maju, pers bebas memberitakan.

“Tidak ada intimidasi seperti di Indonesia.T idak boleh pers diancam dan diteror,” pungkasnya.

Fadli menilai, kalau parpol seperti itu, itu sangat berbahaya. Parpol itu beradu dalam pemilihan umum, bukan adu otot seperti ini.

Ketua DPP Partai Gerindra ini pun berharap kejadian seperti Tv One tahun 2014 lalu dan yang menimpa Radar Bogor Rabu lalu tidak terjadi lagi.

reporter: gio

Ingatkan Bahaya Miras, Warga Sukoharjo Malah Dianiaya Pria Berseragam TNI

SOLO (Jurnalislam.com)- Seorang warga Gedangan, Grogol, Sukoharjo berinisial ES (35) dianiaya oleh diduga orang yang berpakaian TNI di sebuah warung yang berada di belakang Solo Grand Mall, Kelurahan Penumping, Solo, Minggu, (27/5/2018) malam.

Kejadian yang menyebabkan, ES mengalami lebam dibagian mulut, bawah mata tergores dan dijahit dibagian kepala ini bermula ketika ES dan temannya mendapatkan laporan bahwa warung tersebut digunakan minum miras.

Kepada Jurnalislam.com, kuasa hukum ES, Hery Dwi Utomo menceritakan kronologi penganiayaan tersebut. Awalnya, ES beserta 11 temannya kemudian mendatangi warung tersebut mengunakan sepeda motor.

Sesampainya di warung tersebut, 5 orang turun dan mendatangi warung tersebut kemudian memperkenalkan diri kepada pengunjung dan menyampaikan maksud tujuan kedatangannya untuk mengingatkan bahaya miras, terlebih di bulan ramadhan.

Usai memperkenalkan diri, mereka kemudian mengecek minuman yang berada di warung tersebut dengan cara menciuminya dan menemukan satu botol miras.

Setelah itu mereka balik dan menyampaikan hasil temuan tersebut kepada ES. Lalu ES pun datang ke warung tersebut untuk memastikan keberadaan miras itu.

ES pun kemudian menciumi botol yang diduga berisi miras tersebut, belum sempat selesai, lalu tiba tiba ia diserang orang yang berpakaian TNI yang diduga dalam keadaan mabuk hingga menyebabkan ES pingsan dan mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepalanya.

Untuk itu, dirinya bersama Tim Advokasi Anti Pekat Solo (TAAPS) melaporkan oknum yang diduga anggota TNI tersebut ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta, Rabu, (30/5/2018) siang.

Kasus Oknum Aparat Sebar Hoaks Fitnah Ormas Islam Dilaporkan ke Polisi

SOLO (Jurnalislam.com)- Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono mendatangi Polresta Surakarta, Kamis, (31/5/2018) melaporkan hoaks.

Didampingi kuasa hukumnya Heri Dwi Utomo dan Ketua LUIS ustaz Edi Lukito, Endro melaporkan kasus pesan hoaks yang memfitnah dirinya dan sejumlah tokoh umat Islam Solo yang beredar dalam Whatshapp beberapa waktu yang lalu.

Endro dan Heri diterima oleh Resa Budi, penyidik Adi W dan A Wahyudi. Dalam pengaduan yang berjalan sekitar satu jam itu, Resa Budi menjelaskan, bahwa akan menerima laporan dari Endro dan memprosesnya kemudian akan disampaikan ke Kapolres Kombes Pol Ribut Hari Wibowo.

“Laporan ini kami terima, nanti kita akan sampaikan ke pak Kapolres untuk nunggu proses selanjutnya, dan kalau surat perintah, kami akan memanggil pak Endro untuk dilakukan BAP,” katanya kepada Jurnalislam.com.

Menanggapi hal itu, Endro mengatakan bahwa sebenarnya dirinya ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan cara damai, namun, katanya, Kanit Intel Pasar Kliwon Edi Purwanto dan Babinkamtibmas Hendriawan terkesan menutup-nutupi dan melindungi pelaku penyebar Hoaks tersebut membuatnya harus menempuh jalur hukum.

Oknum Aparat Diduga Sebar Hoaks Fitnah Ormas Islam Solo

“Sebenarnya kemarin itu saya cuma ingin Pak Edi dan pak Hendriawan untuk menunjukkan siapa yang menulis pesan tersebut, lalu ingin dia untuk mengakui kesalahannya dan bikin surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Endro.

Sementara itu, Hari meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang membuat geger umat Islam tersebut, sebab, katanya, pesan hoaks yang muncul sejak senin itu berisikan pesan provokatif yang bisa memicu konflik diantara umat Islam dan aparat TNI.

“Karena ini berbahaya sekali, jika pesan itu sampai ke TNI dan dibaca, maka TNI akan siaga, umat Islam juga akan siaga dan akan menimbulkan konflik, ini tidak sesuai dengan tugas Babinkamtibnas yang seharusnya membuat suasana tenang di masyarakat, ini malah bisa membikin Chaos, maka kita minta agar diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ribuan Paket Bantuan Kapal Ramadhan ACT Tiba di Labuan Bajo

Anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) yang juga wartawan Jurnalislam.com, Ally M Abduh berkesempatan membersamai Kapal Ramadhan Aksi Cepat Tanggap (ACT) berlayar menuju desa terpencil di Indonesia Timur. Berikut liputannya:

LABUAN BAJO (Jurnalislam.com) – Kapal Ramadhan ACT telah tiba di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (1/6/2018) pagi sekira pukul 08.00 WIT. Di daerah tujuan pertama ini, ACT menyalurkan 3.700 paket bahan pangan yang akan diimplementasikan oleh 11 orang relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

“Disini kita nurunin 3.700 paket bersama 11 relawan,” kata Koordinator MRI Indonesia Timur, Ruli Reynata kepada Islamic News Agency (INA) di lokasi.

Bantuan paket bahan pangan terdiri dari beras, gula, minyak goreng, dan ikan asin itu akan disalurkan kepada penduduk muslim yang kekurangan di Kabupaten Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

Ruli juga mengungkapkan, ada beberapa daerah tujuan di Kabupaten tersebut yang belum dialiri listrik. “Di beberapa daerah itu ada yang belum dapat listrik,” tambah Ruli.

Pada ujuan pertama ini, Kapal Ramadhan tidak menurunkan tim medis dikarenakan sulitnya akomodasi yang dijangkau ke titik tujuan penyaluran bantuan.

Setelah Labuan Bajo, Kapal Ramadan akan berlayar kembali menuju daerah tujuan selanjutnya, yaitu Pulau Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT.

Reporter: Ally Muhammad Abduh | Islamic News Agency (INA)

Bang Japar : Usut Oknum Aparat Penyebar Hoaks Fitnah Ormas Islam

SOLO(Jurnalislam.com)–Sekjen organisasi masyarakat (ormas) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Solo, Dadyo Hasto menilai, ada sebuah kejanggalan terkait gaya penulisan dalam pesan hoaks yang memfitnah sejumlah tokoh umat Islam Solo yang diduga beredar sejak Senin, (27/5/2018) lalu.

Hasto mengatakan, bahwa gaya penulisan dalam pesan hoaks tersebut mirip dengan cara aparat dalam menulis sebuah laporan kepada atasannya.

“Dikatakan yang membuat Broadcast adalah masyarakat (menurut keterangan Hendrawan-red), tapi kalo membaca broadcast tersebut, gaya bahasa laporan aparat dari info lapangan kepada atasannya,” katanya kepada Jurnalislam.com Rabu, (30/5/2018).

Lebih lanjut, Hasto meminta pihak aparat tidak menutup-nutupi dan menyembunyikan pelaku yang menulis pesan hoaks tersebut, dan jika pelakunya benar masyarakat, imbuhnya, seharusnya aparat segera memprosesnya karena masyarakat tersebut sudah melakukan provokasi kepada umat Islam dan aparat TNI di Surakarta.

“Kemarin malam, pak Edi mengatakan blm tau ada broadcast tersebut, Kanit Intel masak ndak tau, dan jika masyarakat maka orangnya seharusnya di proses karena telah menyebarkan hoaks, melanggar UU ITE dan menuduh, memprovokasi serta menimbulkan potensi kericuhan dlm masyarakat,” sambungnya.

Untuk itu, kata Hasto, demi menjaga profesionalisme kepolisian dan menjaga kondusifitas masyarakat serta menjaga hubungan antara elemen Islam dan kepolisian yg selama ini telah terbina, ia mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan investigasi dan menangkap pelaku penyebar pesan hoaks tersebut.

“Mengusulkan agar ada proses investigasi lebih lanjut dari jajaran di atasnya yaitu Polres/Provost terkait kekhilafan anggota dalam menyebarkan info temuan lapangan yg blm diselidiki kebenarannya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, muncul pesan berisikan agenda dan hasil rapat yang dilakukan oleh 30 orang perwakilan elemen umat Islam Solo di Masjid MUI Semanggi pada Senin,(28/5/2018). Dalam pesan tersebut ditulisakan bahwa umat Islam akan melakukan aksi Sweeping besar besaran pada esok harinya.

Belakangan diketahui, pesan yang tidak terbukti kebenarannya itu disebarkan oleh Hendrawan Babinkamtibnas Sangkrah, Solo di grup Whaatshap lingkup kelurahan.

Ia mengaku mendapat pesan atau laporan berita itu dari masyarakat dan belum mengecek tentang kebenaran pesan dari masyarakat tersebut dan langsung menyebarkannya

 

MUI Desak DPR Rampungkan RUU Larangan Miras

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid mendesak DPR dan pemerintah untuk segera menuntaskan pembahasan RUU Larangan Minuman Keras (Miras).

“Kami heran di negara Pancasila yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, peredaran miras begitu bebas, tidak ada undang-undang yang mengaturnya. Di negara barat yang liberal saja pengaturannya sangat ketat tidak semua orang bisa memproduksi dan mengonsumsi miras secara bebas di sembarang tempat,” katanya melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (31/05/2018).

Menurut MUI, RUU tersebut sebenarnya sudah lama dibahas oleh DPR dan Pemerintah tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan segera dirampungkan. Padahal RUU ini sangat ditunggu oleh masyarakat mengingat sudah banyak korban nyawa yang berjatuhan akibat minuman keras.

“MUI menilai ada pihak-pihak yang tidak ingin RUU ini segera selesai karena ada kepentingannya yang terganggu,” tambahnya.

MUI juga, tambah Zainut, meminta kepada Panitia Kerja (Panja) RUU Larangan Miras untuk secara terbuka dan transparan melaporkan kepada publik mengapa pembahasan RUU ini macet, biar masyarakat tahu fraksi-fraksi yang mendukung dan yang menghambat pembahasan RUU ini.

Selain itu, MUI akan terus mengawal pembahasan RUU ini secara cermat dan serius. Karena RUU ini sangat penting untuk mengatur regulasi miras di Indonesia.

“Jika diperlukan MUI akan melakukan konsolidasi dengan ormas-ormas Islam dan semua komponen bangsa untuk melakukan aksi unjuk rasa meminta dipercepatnya pembahasan dan pengesahannya,” tutupnya.

reporter: gio

Muslimah Bima Peduli Berbagi Paket Ramadhan di Palestina

BIMA (Jurnalislam.com) – Muslimah Bima Peduli kirimkan paket ramadhan untuk anak yatim di Palestina.

“Selain paket ramadhan, ada juga menu ifthar yang kami khususkan untuk anak-anak yatim Palestina yang sekarang ini mereka sedang berada di tenda pengungsian yang merupakan korban pembantaian,” kata Ketua Muslimah Bima Peduli Parmila Zulfadiyanti kepada Jurnalislam.com Kamis (31/5/2018).

Paket ini, tambahnya akan segera dikirim pada bulan Ramadhan ini mengingat kondisi kaum muslimin Palestina yang sedang kesulitan untuk mendapatkan pasokan makanan.

Selain mengirimkan paket ramadhan, Muslimah Bima Peduli juga mengirimkan paket bantuan untuk para medis yang bekerja disana.

“Kami mengirimkan berupa paket obat-obatan yang akan digunakan oleh para tim medis yang sedang menangani korban di Palestina,” tambahnya.

 

Sinergi Foundation Buka Layanan Konsultasi dan Jemput Zakat 24 Jam

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Untuk memudahkan masyarakat dalam berzakat, Ramadhan tahun ini, Sinergi Foundation membuka Layanan Konsultasi 24 Jam dan Jemput Zakat.

Layanan ini diluncurkan oleh Sinergi Foundation untuk menampung animo masyarakat yang besar ketika ingin berkonsultasi zakat. Jemput zakat, tambahnya, dirasa sangat bermanfaat ketika masyarakat tak sempat sekadar mampir ke Automatic Teller Machine (ATM).

CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia, mengatakan besarnya animo masyarakat untuk berdonasi membuat pihaknya berinisiatif untuk membuka Layanan Konsultasi 24 Jam dan Jemput Zakat.

Layanan Jemput Zakat, lanjut Ima, hanya berlaku untuk wilayah Bandung Raya dan sekitarnya saja. Meski begitu, masyarakat di luar wilayah yang ingin berzakat melalui Sinergi Foundation dapat langsung mengunjungi laman resmi Sinergi Foundation.

“Tetap bisa dilakukan melalui layanan kemudahan transaksi via website www.sinergifoundation.org atau aplikasi ZakatApp yang dapat diunduh di Playstore, ataupun transfer langsung ke rekening Wakaf, Zakat, dan Infak-Sedekah Sinergi Foundation,” kata Ima dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (31/5/2018).

Untuk dapat menampung animo masyarakat dalam berbagi, Sinergi Foundation juga terus membuka layanan ini hingga hari raya Idul Fitri nanti (14/6/2018) mendatang. Konsultasi 24 jam itu sendiri, lanjut Ima, dapat dilakukan melalui telepon atau pun pesan singkat (chat), atau via website.

Ima menerangkan Layanan Konsultasi 24 jam ini dapat memudahkan para pemberi zakat. Pasalnya, Ima menilai cukup banyak para pemberi zakat yang tidak memiliki waktu untuk datang langsung dan berkonsultasi mengenai zakat. Untuk itu, Layanan Konsultasi 24 jam ini juga dilakukan melalui telepon atau pun pesan singkat.

Bagi masyarakat yang ingin mengecek apakah hartanya wajib zakat atau tidak, tambah Ima, dapat mengecek langsung melalui fitur ‘kalkulator zakat’ pada laman web www.sinergifoundation.org.

India dan Pakistan Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Musuh lama Pakistan dan India telah sepakat untuk memastikan gencatan senjata di sepanjang perbatasan sesuai dengan perjanjian gencatan senjata tahun 2003 antara dua negara tetangga bersenjata nuklir tersebut, kata militer Pakistan pada hari Selasa, lansir World Bulletin Rabu (30/5/2018).

Pemahaman itu dicapai antara dua direktur jenderal operasi militer yang membuat jalur komunikasi hotline “khusus” pada hari Selasa untuk meninjau situasi yang berlaku di sepanjang Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) – sebuah perbatasan de facto yang membagi wilayah lembah Kashmir yang disengketakan antara kedua negara tersebut. – dengan Batas Kerja (the Working Boundary), yang memisahkan dua negara tetangga itu.

Seorang Mayor dan 3 Pasukan India Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara Pakistan

“Direktur jenderal operasi militer kedua negara meninjau situasi yang berlaku di sepanjang LoC dan the Working Boundary dan sepakat melakukan tindakan yang tulus untuk memperbaiki situasi yang ada guna memastikan perdamaian dan menghindari kesulitan bagi warga sipil di sepanjang perbatasan,” demikian pernyataan dari sayap media militer Pakistan.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa kedua pejabat itu setuju untuk “sepenuhnya menerapkan pemahaman gencatan senjata yang tertuang dalam lembar pernyataan dan jiwa perjanjian 2003 dan memastikan bahwa sejak saat itu gencatan senjata tidak akan dilanggar oleh kedua belah pihak.”

Kedua pihak juga sepakat bahwa jika ada masalah, akan dilakukan pengendalian dan masalah ini akan diselesaikan melalui pemanfaatan mekanisme jalur komunikasi hotline dan pertemuan perbatasan yang ada di tingkat komandan setempat.

5 Tentara India Tewas dalam Serangan Balasan Militer Pakistan Diperbatasan

Ketegangan antara dua negara tetangga berkekuatan nuklir itu tidak berkurang setelah 19 tentara India tewas di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada September 2016 oleh militan yang diklaim India memiliki hubungan dengan Pakistan.

Sejak itu, lebih dari 150 warga sipil dan pasukan dari kedua belah pihak tewas dalam bentrokan perbatasan.

Kashmir, wilayah Himalaya mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan dalam beberapa bagian namun diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil wilayah Kashmir juga dipegang oleh China.

Kedua negara telah bertempur dalam tiga perang sejak mereka dipisah pada tahun 1947, dua di antaranya memperebutkan Kashmir.

6 Tentaranya Tewas oleh Mujahidin Kashmir, India Justru Ancam Pakistan

Di gletser Siachen di Kashmir utara, pasukan India dan Pakistan juga kadang kala terlibat pertempuran sejak tahun 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada tahun 2003.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan kekuasaan India untuk memperjuangkan kemerdekaan, atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik di wilayah itu sejak tahun 1989.

Seluruh Siswa SMP Muhammadiyah Kottabarat Lulus dengan Nilai Membanggakan

SURAKARTA (Jurnalislam.com)–Siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta lulus 100 persen pada tahun pelajaran 2017/2018. 60 siswa dinyatakan lulus pada Senin (28/5/2018).

Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko menjelaskan bahwa berdasarkan rekapan hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta bahwa nilai rata-rata sekolah yang dicapai UNBK pada tahun ini adalah 347,44. Menurutnya hasil capaian tersebut merupakan hasil yang sangat membanggakan sekolah dan orang tua.

“Saya sangat bersyukur dengan capaian hasil UNBK siswa kami kelas 9 angkatan 6 ini. Hal ini atas kemurahan dan keberkahan dari Alloh serta usaha keras dari segenap tim sehingga hasilnya maksimal seperti yg kita lihat saat ini. Semoga prestasi tahun kemarin bisa dipertahankan yaitu peringkat 1 se-kota Solo, peringkat 1 sekolah swasta se-Jawa Tengah, dan peringkat 3 se-Jawa Tengah untuk sekolah negeri dan swasta,” katanya kepada media pada Senin (28/5).

Muhdiyatmoko pun memimpin langsung acara pengumuman kelulusan siswa. Acara tersebut dikemas secara sederhana dan menarik dalam bentuk buka bersama. Suasana kebersamaan dan keakraban tampak dalam acara tersebut. Hasil pengumuman disampaikan kepada siswa kelas IX yang didampingi dengan orang tua masing-masing.

Dalam acara pengumuman tersebut disampaikan pula siswa yang meraih nilai tertinggi UN di sekolah. Siswa peraih nilai tertinggi tersebut adalah Tsabita Ratu Khairunnisa dengan jumlah nilai 381 dan nilai rata-rata 95.25.

Selain itu diumumkan pula siswa peraih nilai tertinggi masing-masing mata pelajaran. Peraih nilai tertinggi mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat tujuh siswa dengan nilai 98,00. Nilai 100 diraih 8 siswa dalam mata pelajaran Matematika. Bahasa Inggris terdapat satu peraih nilai tertinggi dengan nilai 98,00. Dua peraih nilai tertinggi mata pelajaran IPA dengan nilai 97,50.

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta juga mengharapkan semoga semua siswa bisa melanjutkan pendidikan di SMA/SMK yang dicita-citakan.