Rezim Syiah Assad Blokir Evakuasi 800 Anggota White Helmets

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Suriah menolak keluarnya anggota badan medis White Helmets dan keluarga mereka ke provinsi Idlib yang dikuasai oposisi di tengah kesepakatan evakuasi dari provinsi Quneitra, menurut ketua kelompok itu.

Riyad Salih mengatakan pada hari Ahad (22/7/2018) bahwa evakuasi para anggota White Helmets dan keluarga mereka diblokir oleh rezim Bashar al-Assad, yang pasukannya mengontrol perbatasan Suriah dengan Amman.

“Kami berkomunikasi dengan PBB dan untuk keselamatan mereka, evakuasi dilakukan ke Yordania melalui Dataran Tinggi Golan (yang diduduki Israel),” katanya kepada Anadolu Agency.

White Helmets: 2.990 Serangan Udara, 4.000 Lebih Terluka dan 1.252 Warga Tewas

Pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan telah mengizinkan PBB untuk mengatur perjalanan sekitar 800 anggota White Helmets untuk alasan kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian Mohamed al-Kayed mengatakan Amman menanggapi permintaan untuk mengizinkan 800 warga Suriah ke negara itu untuk sementara dimukimkan nanti di Barat.

Situasi Kemanusian Semakin Mengerikan di Ghouta, White Helmets Minta Bantuan PBB

Tiga negara Barat – Inggris, Jerman dan Kanada – membuat janji yang mengikat secara hukum untuk memukimkan 800 warga Suriah dalam jangka waktu tertentu “karena risiko terhadap kehidupan mereka,” kata al-Kayed, tanpa merinci.

Bulan lalu, pasukan rezim Syiah Nushairiyah meluncurkan operasi militer yang luas – didukung oleh kekuatan udara Rusia – untuk merebut provinsi Daraa yang dikuasai oposisi, yang memicu krisis pengungsian besar, dengan sekitar 350.000 warga sipil melarikan diri secara mendadak dari provinsi itu menuju daerah dekat perbatasan Yordania.

Film Dokumenter Pendek ‘The White Helm’ Menangkan Global Oscar Award

Sinergi Foundation Kembali Salurkan Bantuan untuk Yatim Palestina

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Menggandeng Sahabat Al Aqsha, Sinergi Foundation kembali membagikan kafalah yatim Gaza Palestina, hingga pertengahan tahun 2018 ini.
CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia mengatakan bahwa sebanyak 100 anak yatim dari berbagai daerah di Gaza mendapat santunan yatim.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur #SaveAlAqsha yang terus mendukung perjuangan rakyat Palestina,” katanya di Bandung, Kamis (19/7/2018).
Para anak yatim Palestina, menurut Ima tersebar di banyak wilayah seperti kawasan An-Nushairat, Duwar Asy-Syuhada, Al-Barij, Al-Wad Al-Akhdhor, Kawasan Al-Hawa, Al-Khulafa, Duwar Al-Hudud, Duwar Al-Khaur, Tal Al-Hawa, Az-Zaitun, SYari’ An-Nadim, Syari’ Al-Jala’, dan tempat- tempat lainnya.
Sebagai lembaga filantropi Islam, Sinergi Foundation menurutnya akan terus bergerak membantu masyarakat yang kesulitan, baik itu di dalam negeri maupun mancanegara.
Selain Palestina, dalam dunia kemanusiaan, Sinergi Foundation juga telah berkiprah di beberapa negara seperti membantu gempa Nepal, Rohingya di Myanmar, Patani di Thailand, kurban bersama muslim minoritas di Kamboja, hingga tragedi kemanusiaan di Suriah.
Di dalam negeri, Sinergi Foundation hadir sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat berbasis wakaf produktif dan zakat infak sedekah (zis) yang telah 12 kali berturut-turut dalam keuangannya memperoleh opini ‘Wajar Tanpa Pengecualian’.
“Mohon doanya agar kami bisa tetap berkhidmat dan amanah,” pungkasnya.

Rumah Sehat Mandiri, Hunian Gratis Bagi Pasien Dhuafa di RSHS Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation meresmikan Rumah Sehat Mandiri (RSM) pada Sabtu (21/7/2018). Rumah Sehat Mandiri yang beralamat di belakang RS Hasan Sadikin, Jl. Tawekal No. 18, Kel. Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung ini adalah hunian sementara pasien yang dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.

Acara dihadiri oleh Kepala Kanwil Mandiri Jawa Barat Samsoni , Supervisor Mandiri Kantor Pusat Abdul Hadi , Camat Sukajadi Yudi Hermawan dan Perwakilan dari RS Hasan Sadikin, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutanya, Camat Sukajadi Yudi Hermawan sangat bersyukur akan hadirnya Rumah Sehat Mandiri (RSM) yang digagas oleh pihak Mandiri Amal Insani Foundation (MAI)

“Hadirnya Rumah Sehat Mandiri ini tentunya sangat bermanfaat bagi warga yang memiliki kesulitan secara ekonomi akan berobat. Alhamdulillah, disediakan Rumah Sehat Mandiri secara gratis beserta fasilitasnya,” katanya.

Rumah Sehat Mandiri

Sementara itu, Samsoni selaku Kepala Kanwil Mandiri Jabar megungkapkan, dengan adanya Rumah Sehat Mandiri ini sebagai wujud kepedulian bagi para pasien dhuafa untuk meringankan beban ekonomi bagi pasien dan sebagai tempat pembinaan dakwah.

“Keberadaan Rumah Sehat Mandiri Amal Insani Bagi Pasien dhuafa sangat membatu meringakan Living beban cost yang mereka keluarkan hari demi harinya, dan dapat mewujudkan Rasa sadar, sabar dan Tawakal dalam menjalani Ujian kemudian menumbuhkan rasa semangat dalam mempercayai akan diberi kesembuhan Oleh Allah SWT sebagai alasan kenapa diberi nama Rumah Sehat,” ungkapnya.

Pasien dari kaum dhuafa yang akan menemapati RSM tidak dipungut biaya sepese pun. Kendati demikian, fasilitas cukup lengkap seperti, AC, ambulance, dapur tersedia kompor, kulkas, AC/kipas, makan sehari-hari siap menjadi penunjang pasien demi mengurangi beban hidup selama di Bandung. Selain itu, ada juga bimbingan konseling pendekatan spiritual Al-Ma’surat & Pengajian.

Sumber dana Rumah Sehat Mandiri berasal dari zakat, infaq, shodaqoh karyawan Bank Mandiri sebagai sebuah dedikasi bagi agama dan masyarakat.

Reporter: Kiki

Oposisi Bersenjata Anti Rezim Assad Mulai Tinggalkan Kota Quneitra

DARAA (Jurnalislam.com) – Oposisi bersenjata anti rezim Assad di provinsi barat daya Quneitra di Suriah telah mulai meninggalkan daerah itu setelah bertempur melawan pasukan rezim Syiah Suriah di dekat perbatasan dengan Israel, menurut media rezim Suriah.

Sebuah konvoi bus pada Jumat (20/7/2018) sore membawa rombongan oposisi pertama, anggota keluarga mereka dan juga warga sipil lainnya ke wilayah yang dikuasai oposisi di utara tempat mereka akan tinggal di antara lebih dari satu juta orang yang terlantar akibat perang Suriah yang telah berlangsung selama tujuh tahun.

Setelah Daraa Kini Nawa Dibombardir Rezim Syiah Assad

Penyerahan diri di Quneitra, sejalan dengan kesepakatan yang terjadi antara pasukan oposisi dan pasukan pro-rezim, merupakan kemajuan bagi rezim Syiah Bashar al-Assad yang pasukannya hampir merebut kembali kendali atas wilayah selatan negara itu setelah 7 tahun dikuasai oposisi.

Menurut media rezim, perjanjian itu “menetapkan keberangkatan ke Idlib bagi pejuang yang menolak tetap tinggal,” dan mengizinkan mereka yang masih ingin “memperbaiki” status mereka dengan pihak berwenang, yang berarti menerima kembalinya kekuasaan negara.

Stasiun televisi Al-Ikhbariya yang dikontrol rezim pada hari Jumat menyiarkan berita tentang para pejuang memasuki bus di desa Um Batina di Quneitra, yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Media pro-rezim Central Military Media mengatakan ada 50 bus yang siap mengangkut para oposisi ke provinsi Idlib, wilayah luas yang dikuasai faksi-faksi jihad dan oposisi di Suriah barat laut.

HTS Sepakat Pertukaran Tawanan dengan Dua Kota Syiah di Utara Idlib

Sebuah layanan berita militer yang dijalankan oleh Syiah Hizbullah Lebanon, yang berperang untuk mendukung Damaskus, mengatakan bus “membawa militan” telah meninggalkan kota al-Quneitra menuju utara.

Evakuasi itu juga dilaporkan oleh koresponden Anadolu Agency.

Mahmoud Abbas Serukan Dunia Turut Campur atas Esakali Militer Israel di Gaza

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Kepresidenan Palestina di tepi barat pada hari Jumat (20/7/2018) mengeluarkan peringatan atas eskalasi militer Israel saat ini di Gaza.

Presidensi Palestina menyerukan masyarakat internasional untuk segera campur tangan mencegah memburuknya situasi di Jalur Gaza, menurut pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi WAFA Palestina.

Pernyataan itu mengatakan Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah mendekati sejumlah partai regional dan internasional dalam upaya menahan eskalasi militer Israel saat ini, Anadolu Agency melaporkan, Jumat.

Tanggapi Serangan Layang-layang Hamas, PM Zionis Siapkan Skenario Militer

Nickolay Mladenov, utusan PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, juga menyerukan segera mengakhiri eskalasi di Jalur Gaza.

“Semua orang di Gaza perlu mundur dari tepi jurang. Tidak pekan depan. Bukan besok. SEKARANG SEKARANG!” Dia tweeted.

“Mereka yang ingin memprovokasi Palestina dan Israel ke dalam perang lain tidak boleh berhasil,” tambahnya.

Militer Israel Lancarkan Serangan Besar ke Gaza

Sebelumnya hari ini, tiga warga Palestina terbunuh ketika tank dan pesawat Israel menargetkan situs milik Izzudine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas.

Seorang Palestina lainnya menjadi martir selama pawai kembali di perbatasan Gaza.

Kerugian ini diikuti oleh serangan besar Israel di Gaza, dilaporkan dengan tank, pesawat tempur, dan tembakan artileri pasukan zionis.

Artileri Israel Targetkan 7 Pos Militer Afiliasi Hamas

Militer Israel Lancarkan Serangan Besar ke Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Menggunakan tank, pesawat tempur, dan tembakan artileri, tentara penjajah Israel pada hari Jumat (20/7/2018) melancarkan serangan besar di Jalur Gaza, diduga sebagai tanggapan terhadap tembakan ke arah tentaranya di sepanjang perbatasan, menurut sumber-sumber Israel, lansir Anadolu Agency.

Jet-jet perang Israel melayang di atas Gaza, kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya, tetapi tidak memberikan informasi kapan serangan itu.

Sebuah pernyataan militer Israel yang tertulis mengatakan tentara melancarkan serangan besar-besaran yang menargetkan titik-titik militer yang diduga milik Hamas.

Menekankan bahwa tentara siaga tinggi, pernyataan itu mengatakan: “Hamas memilih untuk meningkatkan ketegangan dan akan menanggung konsekuensi dari tindakan ini.”

Serangan Udara Israel Dibalas Tembakan Mortir dari Gaza

Menurut media Israel, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu tiba di markas tentara di Tel Aviv untuk meninjau situasi di Gaza. Tidak ada pernyataan yang dikeluarkan oleh Netanyahu atau tentara.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan sebelumnya bahwa empat warga Palestina tewas Jumat oleh pasukan Israel dalam dua insiden terpisah di dekat zona penyangga Gaza-Israel.

Sejak putaran demonstrasi saat ini dimulai pada 30 Maret, lebih dari 140 demonstran Palestina telah terbunuh – dan ribuan lainnya terluka – oleh tembakan tentara penjajah Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut “hak untuk kembali” ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, sejak mereka didorong pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 11 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan perekonomian wilayah kantong pesisir tersebut dan merampas banyak komoditas dasar bagi kira-kira 2 juta penduduknya.

Turki Kecam Undang-undang Bangsa Yahudi Baru

Beda Pandangan Politik, TGB Minta Ulama Tiru Rasulullah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur NTB, TGH. Muhammad Zainul Majdi meminta para ulama untuk menghadirkan kesejukan menjelang Pilpres 2019. Jangan sampai malah menyebarkan ujaran kebencian dengan menjelekkan pasangan calon lainnya.

“Menjelang pilpres harusnya ulama menyebarkan kesejukan bukan malah ujaran kebencian,” katanya saat ditemui usai jumpa pers soal persiapan Konferensi Internasional Moderasi Islam di RM Taliwang Bersama, Jl Tebet Raya, Jaksel, Jumat (20/7/2018).

Tuan Guru Bajang (TGB) menjelaskan, harusnya ulama mengingat tiga pesan Rasulullah SAW. Pertama, sebarkan kabar gembira, jangan menjauh. Kedua, mudahkan jangan dipersulit dan ketiga berkolaborasi, jangan memecah belah.

“Kalau nasihat Rasul tidak kita dengar, mau dengar nasihat dari siapa,” tandasnya.

TGB juga meminta masyarakat untuk menghormati perbedaan pandangan politik. “Jangan karena berbeda ada pernyataan kadar imannya kurang, Islamnya cacat dan pilihan politik saya yang paling benar. Karena dalam konteks Ahlus sunnah tidak ada seperti itu,” pungkasnya.

Reporter: Gio

Kembali Datangi DPRD, Umat Islam Magelang Tegaskan Tolak RSU Siloam

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Setelah dua kali gagal menemui pihak DPRD Kabupaten Magelang, FUIMARA (Forum Ukhuwah Islamiyah Magelang Raya) kembali mendatangi kantor DPRD Magelang Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid, Magelang, Kamis (19/7/2018) siang.

Rombongan umat Islam diterima beberapa anggota DPRD Magelang kemudian melakukan audensi terkait berdirinya RSU Siloam Syubbanul Wathon. Dalam audensi tersebut, ketua FUIMARA Hendrarto menegaskan bahwa Ulama dan Tokoh masyarakat menolak berdirinya RSU milik James Riyadi tersebut.

“Setelah melakukan penelusuran terkait latar belakang rekam jejak dan misi James Riyadi dan Lippo Grupnya, FUIMARA melihat adanya potensi ancaman yang besar terhadap akidah umat, itulah sebabnya FUIMARA menolak dengan tegas atas pendirian RSU Siloam Syubbanul Wathon,” terangnya dalam pesan siar yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (19/7/2018).

“Kami yakin yakin dengan masukan dari sesepuh, pengasuh pondok pesamtren, ulama, kyai, tokoh masyarakat dan ormas Islam di wilayah kota dan kabupaten Magelang, dan mereka menolak tegas atas berdirinya rumah sakit tersebut,” sambungnya.

Hedrarto juga khawatir ada muatan politik atas pemberian ijin RSU tersebut setelah bangunan hampir selesai, padahal PCNU yang juga ingin mendirikan Rumah Sakit namun dipersulit terkait pemberian ijin.

“Perlu diketahui bahwa pcnu kabupaten magelang juga sedang berusaha membangun RS di Palbapang Magelang,” ujar Hendrarto.

Lebih lanjut Hendrarto menepis fitnah yang dialamatkan kepada FUIMARA. Ia menegaskan, bahwa apa yang dilakukannya bersama sejumlah elemen muslim Magelang adalah murni dari aspirasi masyarakat yang menolak berdirinya RSU Siloam tersebut.

“FUIMARA sangat menyesalkan adanya informasi dan upaya penyesatan masyarakat dengan menghembuskan isu bahwa apa yang dilakukan Fuimara bersifat politis dan dilakukan kelompok Wahabi,” tegasnya.

“Karena Fuimara bukan organisasi politik dan bukan golongan ataupun aliran wahabi karena didalamnya terdiri dari berbagai macam aktifis Islam dari berbagai ormas islam. Bahkan hal itu berbahaya karena berpotensi membenturkan sesama umat islam,” pungkas Hendrarto.

TGB: Perbedaan Politik Jangan Sampai Lahirkan Fatwa Keagamaan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Secara mengejutkan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo. Keputusan tersebut menuai kritik macam-macam dari publik.

Menanggapi hal tersebut, TGB meminta masyarakat untuk berhati-hati melemparkan tuduhan kepadanya. Ia mengaku ada yang sampai mengkafirkan dirinya.

“Saya sih mendoakan saja. Karena mengkafirkan itu perbuatan yang tidak mencerminkan Ahlu sunnah waljamaah,” katanya saat ditemui usai jumpa pers soal persiapan Konferensi Internasional Moderasi Islam di RM Taliwang Bersama, Jl Tebet Raya, Jaksel, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, perbedaan politik di Indonesia tidak boleh melahirkan fatwa keagamaan. Dengan alasan orang yang berbeda pilihan tidak muslim, bukan muslim yang kaffah dan tidak berkomitmen dalam Islam.

“Tidak boleh itu,” pungkasnya.

TGB menilai, fatwa keagamaan yang dikeluarkan karena perbedaan pilihan politik hanya merusak kerukunan masyarakat Indonesia.

Reporter: Gio

 

Ratusan Siswa Solo Meriahkan Asian Games

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah 156 siswa kelas 6A, B, C, D dan D 1 dari Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berjejer rapi di tepi jalan Slamet Riyadi. Mereka bersiap menyangkut obor api Asian Games 2018.

Ratusan siswa tersebut tampak membawa bendera merah putih berukuran kecil. Mereka menyambut api abadi gabungan api India dan Mrapen Indonesia.

“Ada 156 siswa dari kelas 6, 7 Mahasiswa PPG UMS, dan didampingi guru Senior Pinggir, S.Pd., Nur Fitri Astuti, S.Pd dan waka Humas yang ikut melakukan penyambutan,” kata wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Imam Priyanto, S.Pd, Kamis (19/7/2018).

Imam mengatakan, peserta didiknya yang diajak menyaksikan Torch Relay Asian Games sangat senang. Sebab, mereka bisa menyaksikan api abadi. Harapannya ke depan bagi anak-anak yang menyaksikan ikut berkobar semangatnya dan berprestasi.

“Kita merasa senang, merasa bangga api abadi bisa lewat di sini. Anak-anak juga senang, ini juga pertama kali karena mereka melihat api abadi, semoga tahun ajaran 2018/2019 prestasi kesiswaan semakin meningkat dan menguatkan karakter anak lebih baik dari tahun sebelumnya sekaligus sebagai inspirasi” ucapnya.

Sementara salah satu siswa kelas 6, Reza menambahkan, dirinya juga senang dengan adanya Torch Relay Asian Games di Kota The Spirit Of Java.

“Senang banget walaupun kita hadir di titik lokasi sejak pukul 10.30 WIB sampai 14.15, karena baru lihat (obor api Asian Games) untuk pertama di sini, semoga dengan dikasih contoh seperti ini semangat jiwa selalu berkobar, menumbuhkan rasa sabar, cinta NKRI, NKRI harga mati, Siapa tahu dikemudian hari bisa menjadi atlet yang sukses,” pungkas dia.