KPU dan Bawaslu Harusnya Mudah Ungkap Kasus di Malaysia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, semestinya, tak butuh waktu yang lama bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap kasus pencoblosan surat suara pemilu di Selangor Malaysia.

Karena, menurut Ray, perkaranya sudah sangat terang dan aktivitasnya semua terekam.

 

“Yang keseluruhan itu bisa jadi pintu untuk membuktikan apakah peristiwa itu sistemik, meluas dan terencana. Dan oleh karena itu pula, KPU dan Bawaslu semestinya dengan mudah dan cepat dapat mengurai kasus ini,” kata Ray dalam keterangannya yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (12/04/2019).

 

Ray menyatakan, dalam proses pengungkapannya penyelenggara pemilu bisa memulai dengan pertanyaan sederhana, pertama mengapa surat suara tidak ditempatkan di lokasi yang aman dan terawasi?

 

Kedua, mengapa dan bagaimana bisa surat suara dengan jumlah begitu banyak bisa berpindah tempat bahkan masuk ke tempat yang bukan wilayah yuridiksi Indonesia.

 

“Dua pertanyaan ini, saya kira, menjadi awalan untuk menyusun kronologi kasus ini. Tentu ditambah dengan keterangan berbagai pihak, dan bisa jadi misalnya gambar rekaman dari cctv, maka kasus ini sejatinya dapat diungkap dengan cepat. Bahkan dalam hitungan dua hari,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Ray mendesak KPU dan Bawaslu segera mengungkap dan dengan sendirinya membawa kasus ini ke ranah hukum.

 

Selain, karena modusnya dapat dengan mudah dibongkar, menyelesaikan kasus ini mungkin juga untuk membendung isu yang tidak sesuai dan akhirnya dapat mendelegitimasi dan memanaskan situasi pelaksanaan pemilu.

 

“Tak sulit membayangkan bahwa kasus ini akan jadi konsumsi publik dengan segala macam asumsi yang jika tidak cepat di atasi dengan mengungkap faktanya akan membuat kericuhan sendiri,” tukasnya.

Berkurangnya Kekuatan Musuh Adalah Pertolongan Allah Bagi Kaum Muslimin

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗلِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚوَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
بِنَصْرِ الَّهِ ۚيَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖوَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Bangsa Romawi telah dikalahkan di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (QS Ar Ruum 2-5)

Disebutkan dalam surah Ar Ruum 2 – 5 di atas bagaimana kaum muslimin bergembira dengan kekalahan Persia atas Romawi padahal mereka sama-sama kafir, sama-sama memusuhi Islam. Dan Allah Menyebut kekalahan Persia itu sebagai Nashr (pertolongan/kemenangan) bagi orang-orang mukmin. Lalu apa kaitannya dengan Islam?

Berkurangnya musuh atau berkurangnya kekuatan musuh adalah pertolongan Allah bagi kaum muslimin. Apalagi kalau musuh sudah saling berselisih. Bukannya malah kita membuat mereka bersatu untuk memusuhi kita!

Para ulama menyebutkan bahwa Romawi lebih dekat kepada Islam karena dasar agama mereka adalah agama samawi meskipun sudah mengalami perubahan. Terbukti bahwa Kaisar Heraclius sebenarnya sudah mau beriman kepada Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam ketika mendapatkan keterangan dari Abu Sufyan yang saat itu masih kafir tentang pribadi Rasulullah shollallohu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan di dalam Bibel, namun dilarang oleh para menterinya dan diancam akan dibunuh.

Kisah ini disebutkan dalam shahih Bukhari, bahkan Heraclius mengatakan : “Seandainya ia ada di depanku, pasti akan aku basuh kakinya”.

Sedangkan Persia, mereka terkenal sangat kejam dan anti Islam, terbukti bagaimana Kaisar Persia merobek surat dari Rasulullah shollallohu alaihi wasallam.

Dari surah Ar Ruum ini kita ambil pelajaran, bahwa dalam pertarungan antara kekufuran pun kita diperintahkan untuk meminta kepada Allah agar hasil akhirnya adalah yang menguntungkan Islam dan kaum muslimin. Sedangkan dalam pertarungan di 17 April 2019 nanti adalah pertarungan antara haq dan bathil, meskipun dalam kancah demokrasi yang merupakan sistem kufur. Al haq yang saya maksud di sini adalah keinginan umat Islam untuk diatur dengan syariat Islam dan dipimpin oleh seorang mukmin. Memang harus kita akui bahwa sarana yang dipergunakan adalah sesuatu yang hukum asalnya adalah haram. Namun harus kita sadari bahwa para ulama pun berbeda ijtihad menngeenai hal ini. Pertarungan ini pun mau tidak mau, suka atau tidak suka akan melibatkan ratusan juta umat Islam.

Maka sudah semestinya siapa saja yang tidak sependapat tentang bolehnya menjadikan parlemen sebagai washilah perjuangan pun ikut berdoa semoga Allah memberikan kepada umat Islam Indonesia seorang pemimpin yang lebih mencintai kaum muslimin Indonesia. Walaupun kita tidak harus ikut serta dalam proses Pilpres tersebut karena perbedaan pilihan ijtihad, tapi setidaknya mengarahkan kaum muslimin lainnya yang memiliki ijtihad berbeda dengan kita, utamanya lagi kaum muslimin yang sangat awam dan rawan dimanfaatkan untuk memusuhi Islam agar jangan sampai salah memilih.

Perbedaan pandangan jangan sampai melemahkan perjuangan umat Islam. Ada saatnya kita saling nasehat menasehati dan saling mengingatkan, ada kalanya kita saling menghormati dan menguatkan.

Wallohu A’lam bish showab.

Diasuh oleh: Ustaz Abu Izzudin Al-Hazimi

Dalam Sehari, Penjajah Israel Tangkap 19 Warga Palestina di Tepi Barat

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Tentara penajah Israel telah menangkap 19 warga Palestina pada hari Kamis di berbagai lokasi di Tepi Barat yang diduduki selama serangan besar-besaran.

Juru bicara tentara penjajah Israel mengklaim bahwa tentara Israel menangkap 19 warga Palestina dan menyita senjata di Tepi Barat.

Pasukan Israel melancarkan kampanye penggerebekan malam setiap hari di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki. Mereka menargetkan rumah dan bangunan perumahan secara acak.

Pendiri Gerakan BDS, Omar Barghouti Ditolak Masuk AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Organisasi advokasi Islam di Washington, Arab America Institute (AAI) mengabarkan bahwa Amerika telah melarang kedatangan pendiri gerakan Boycott, Divestment, and Sanction (BDS), Omar Barghouti.

AAI sebagai koordinator kedatangan Omar mengatakan, aktivis Palestina itu dilarang terbang New York pada hari Rabu (10/4/2019) dan ditahan di Bandara Gurion Israel.

“Barghouti adalah salah satu pendiri BDS, dia memiliki visa AS yang valud serta dokumen perjalanan yang benar,” kata Presiden AAI, James Zogby dilansir Anadolu Agency, Kamis (11/4/2019).

“Omar Barghouti memimpin suara rakyat Palestina dalam Hak Asasi Manusia. Penolakan Omar masuk ke AS adalah contoh terbaru dari pengabaian administrasi Trump atas hak-hak itu,” sambung dia.

Barghouti sendiri merilis pernyataan yang diposting di akun medis sosialnya. Ia mengatakan, penolakan tersebut adalah bagian dari pendindasan Israel terhadap rakyat Palestina.

“Larangan masuk AS kepada saya, yang termotivasi secara ideologis dan politis adalah bagian dari meningkatnya penindasan Israel terhadap pembela hak-hak rakyat Palestina, warga Israel, dan dunia internasional dalam gerakan BDS untuk kebebasan, keadilan, dan kesetaraan,” kata Barghouti yang diposting di akun twitter BDS.

“Pendukung apartheid Israel di AS berusaha mati-matian untuk menolak anggota parlemen AS, media, audiensi di universitas, toko buku dan sinagog, hak-hak mereka untuk mendengarkan secara langsung kepada soerang pembela HAM Palestina yang menyeru untuk mengakhiri keterlibatan AS di Israel dan kejahatannya terhadap rakyat kita,” tambahnya.

“Tapi semua pembicaraan saya akan terus berlanjut dengan saya berbicara secara online.”

Larangan masuknya Barghouti terjadi ketika Partai Republik di DPR mendorong sebuah petisi untuk memaksa Senat memberikan suara pada sebuah RUU yang akan memungkinkan pemerintah negara bagian dan koat untuk menghukum entitas yang ingin memboykot, melepaskan atau sanksi negara Israel.

Sebanyak 26 negara bagian di AS telah memberlakukan tindakan anti-BDS

BDS

Gerakan BDS dibentuk pada tahun 2005 oleh 170 rakyat sipil Palestina dan kelompok-kelompok HAM yang menyerukan memboykot perusahaan-perusahaan Israel yang terlibat dalam pelanggaran HAM di Palestina, serta untuk menarik divestasi mereka di perusahaan-perusahaan itu sebagai bentuk tekanan tanpa kekerasan terhadap Israel.

Gerakan ini juga menyerukan kampanye sanksi untuk menekan pemerintah memenuhi kewajiban hukum mereka untuk meminta pertanggujawaban Israel.

Sebagaimana dilansir dari situs resminya, gerakan ini bekerja untuk mengakhiri dukungan internasional bagi penindasan Israel terhadap Palestina dan menekan Israel untuk mematuhi hukum internasional.

Sumber: MiddleEastMonitor

DMI akan Kembangkan Wisata Religi Berbasis Masjid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesai (PP DMI) pada tahun pertama kepengurusan baru terus melakukan konsolidasi untuk mengembangkan wisata religi berbasis masjid.

Di pertengahan hingga akhir kepengurusan DMI akan menggenjot program pengembangan wisata religi berbasis masjid.

Plt Sekretaris Jenderal PP DMI, Arief Rosyid, mengatakan beberapa bulan yang lalu DMI meresmikan Wisata Religi Berbasis Masjid di Cirebon, Jawa Barat.

Dalam waktu dekat, Insya Allah Ramadhan tahun ini akan kembali menjalankan program pengembangan wisata religi berbasis masjid.

Dia menyampaikan, belum lama ini DMI dan Indonesian Islamic Youth Economic Forum (Isyef) bertemu membicarakan rencana membuat kegiatan khatam festival.

“Jadi khatam festival akan berkeliling di sekitar 10 kabupaten kota di masjid-masjid besar, sekalian beberapa masjid yang kita sasar jadi wisata religi berbasis masjid akan dikunjungi,” kata Arief kepada Republika.co.id, Kamis (11/4).

Dia menjelaskan, Insya Allah masjid-masjid besar yang berpotensi menjadi wisata religi akan dikunjungi mulai Ramadhan nanti sebagai rangkaian acara khatam festival.

Seperti Masjid Raya Baiturrahman di Aceh, Masjid Raya Sumatra Barat yang disebut Masjid Mahligai Minang di Padang, Masjid Raya Al-Fatah di Ambon, dan Masjid Imam Lapeo di Sulawesi Barat.

Dia menyampaikan, masjid yang diresmikan menjadi wisata religi masih sebatas Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon. Sebab pada tahun pertama kepengurusan DMI masih melakukan konsolidasi. “Insya Allah di tengah periode sampai akhir, DMI akan terus menggenjot program Wisata Religi Berbasis Masjid,” kata dia.

Arief menerangkan, kriteria masjid yang berpotensi menjadi wisata religi di antaranya masjid bersejarah atau masjid yang arsitekturnya menarik. Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim tentu harus memperhatikan potensi masjid.

“Sehingga kita cari masjid yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi, masjid yang dianggap menjadi awal perkembangan Islam di daerah tersebut (untuk dikembangkan jadi wisata religi),” ujarnya.

sumber : republika.co.id

 

Surat Suara di Malaysia Tercoblos untuk Jokowi, Bawaslu: Sangat Sistematis

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membenarkan puluhan kantong berisi surat suara Pilpres 2019 yang tercoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan pihak yang menemukan surat suara tercoblos ini adalah Panwaslu Kuala Lumpur.

“Itu benar, itu benar, itu penemunya adalah panwaslu negeri kita di Kuala Lumpur sebagai penemunya,” kata Fritz saat dikonfirmasi, Kamis, 11 April 2019.

Fritz menegaskan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan seluruh proses pemungutan suara Pemilu 2019 di seluruh malaysia.

Permintaan ini sampai KPU bisa menjelaskan tata cara prosedur yang dilakukan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

“Sampai dengan KPU mampu menjelaskan bagaimana tata cara prosedur yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang benar,” tutur Fritz.

Kemudian, ia menekankan pemungutan suara disetop juga untuk mengetahui pihak yang diduga bermain dalam surat suara tercoblos ini.

Ia mengingatkan surat suara tersebut sebagai kegiatan yang sistematis dan masif.

Yang kedua sampai siapa pihak yang di belakang ini dapat jelas ada kinerja dari PPLN yang sudah ada,

“Ini adalah sebuah kegiatan yang sangat terstruktur, sistematis, masif,” ujarnya.

Sebelumnya, penemuan surat suara tercoblos untuk Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 ditemukan dalam puluhan kantong berwarna coklat hitam. Tak hanya itu, ada juga surat suara untuk calon legislator dari Partai Nasdem.

 

Surat Suara Tercoblos, Bawaslu Singgung Anak Dubes Malasyia Caleg Nasdem

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, berbicara soal laporan-laporan yang diterima Bawaslu terkait Pemilu Serentak 2019 di Malaysia sebelum munculnya temuan suarat suara tercoblos.

Salah satu laporannya terkait anak Dubes RI di Malaysia yang maju sebagai caleg dari dapil luar negeri.

“Ada laporan lagi kita bahas karena temuan Panwas bahwa anaknya Pak Dubes ini ikut dalam satu acara, di Duta Besar, nah itu lagi kita cek semua, tiba-tiba ada kejadian seperti ini,” kata Rahmat Bagja saat dihubungi, Kamis (11/4/2019).

Rahmat Bagja tak memaparkan secara rinci soal laporan terkait dengan anak Rusdi Kirana.

Masih terkait dengan pencalegan anak Rusdi Kirana, Rahmat Bagja juga bicara soal posisi wakil duta besar Malaysia yang turut menjadi PPLN.

Bawaslu khawatir ada konflik kepentingan antara wakil duta besar Malaysia dengan pencalegan anak Rusdi Kirana.

Terkait surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, NasDem sendiri menuding adanya niat buruk dari kejadian itu. NasDem meminta Bawaslu menyelidiki pelakunya.

Temuan surat suara tercoblos sebelumnya dibenarkan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yazza Azzahra. Yazza mengatakan sudah melaporkan temuan surat suara tercoblos di Selangor ke Bawaslu pusat.

Surat suara itu dibungkus dalam kantong-kantong plastik berwarna hitam yang diletakkan di ruko di Bangi, Selangor. Dari pengecekan awal, ditemukan juga ada surat suara pileg yang sudah tercoblos.

“Jadi berdasarkan sampel yang kita ambil terdapat beberapa surat suara yang sudah dicoblos. Semuanya mayoritas mencoblos 01 dan juga ada di pileg untuk NasDem. Ini sudah kami sampaikan ke Bawaslu,” kata Yazza saat dihubungi terpisah.

Terkait temuan surat suara tercoblos, Bawaslu dan KPU sama-sama melakukan pengecekan dan pengumpulan data untuk menentukan tindak lanjutnya.

sumber : detik.com

Kronologi Penggerebekan Surat Suara di Malaysia Tercoblos untuk 01 dan Nasdem

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana menjelaskan kronologi penggerebekan penyeludupan surat suara Pemilu 2019 di Malaysia.

Melalui keterangan tertulis, Kamis (11/4) Yaza mengatakan, dia menerima aduan dari seorang relawan sekber satgas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang bernama Parlaungan melalui pesan Whatsapp.

Pesan tersebut menjelaskan dugaan penyeludupan surat suara yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Setelah menerima laporan tersebut, Yaza bersama seorang anggota Panwaslu KL Rizki Israeni Nur menuju ke lokasi surat suara diselundupkan.

Beralamat di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selang

Tempat tersebut merupakan sebuah toko yang sudah dipenuhi dengan surat suara yang berada di dalam bag diplomatik.

Ada sebanyak kurang lebih 20 buah, 10 kantong plastik hitam dan kurang lebih lima karung goni berwarna putih dengan tulisan Pos Malaysia.

“Diperkirakan jumlah surat suara yang berada di lokasi pertama sejumlah 10 ribu hingga 20 ribu buah dan jumlah yang kurang lebih sama juga berada di lokasi kedua,” kata Yaza.

Berdasarkan sampel yang dibuka di lokasi pertama semua surat suara telah dicoblos pada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01.
Sedangkan surat suara legislatif sudah dicoblos untuk Partai Nasdem dengan caleg Nasdem, DPR RI nomor urut 3.

Pukul 13.30 waktu setempat, sebanyak enam orang dari Polis Diraja Malaysia perwakilan Sungai Tangkas datang ke lokasi untuk meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di lokasi tersebut.

sumber: republika.co.id

Mendengar Nasihat Ustaz Abdul Somad, Prabowo Menangis

JAKARTA– JAKARTA (Jurnalislam.com) – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkesempatan menemui penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS), Kamis (11/4/2019).

Dalam pertemuan yang disiarkan secara langsung oleh TvOne itu Prabowo meminta nasihat UAS dan ingin mendengar pengalaman UAS berkeliling Indonesia selama ini.

“Saya kan dari dulu suka mengatakan saya ikut ijtima ulama, setelah para ulama berkumpul menjatuhkan pilihan pada Bapak. Lalu saya pergi kemana-mana umat memanggil bapak,” kata UAS di awal kisahnya.

Lantas beliau mengisahkan kunjungannya ke banyak daerah di Indonesia, dan mendapatkan banyak cerita dan harapan akan Prabowo.

UAS juga memberikan beberapa nasihat kepada Prabowo.

“Setelah bapak jadi (presiden) nanti, biarlah ulama-ulama yang dekat. Bapak dengarkan cakap ulama karena ulama berijtima mendukung bapak, maka ini anugerah besar sekaligus ujian besar. Saya berharap Allah menolong bapak dalam setiap gerakan,” kata UAS.

Prabowo terlihat serius menyimak nasihat dan cerita UAS, dan dalam beberapa kesempatan ia menangis, mengusap air matanya.

“Jadi, saya berpikir lama ini kalau saya diamkan sampai pilpres, kenapa mereka cerita ke saya, tiap malam saya berpikir kenapa mereka cerita ke saya, berarti ini saya harus sampaikan. Kalau tidak, saya akan mati dalam penyesalan. Setelah ketemu ini, selesai. Kuserahkan semuanya kepada Allah, yang penting sudah kusampaikan,” kata UAS.

“Hanya saja fitnah tentu banyak,” kata UAS, dibarengi dengan Prabowo mengusap air mata. Di akhir pertemuan, UAS berdoa agar Indonesia menjadi negeri yang diberkahi.

Soal Pilihan Capres, Ustaz Abdul Somad : Saya Ikut Ijtima Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkesempatan menemui penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS), Kamis (11/4/2019).

Dalam pertemuan yang disiarkan secara langsung oleh TvOne itu Prabowo mewawancarai UAS perihal pengalamannya berdakwah keliling Indonesia, juga dukungan para ulama kepada Prabowo.

“Saya kan dari dulu suka mengatakan saya ikut ijtima ulama, setelah para ulama berkumpul menjatuhkan pilihan pada Bapak,” kata UAS kepada Prabowo.

UAS menceritakan pengalamannya bertemu dengan para ulama, khususnya ulama-ulama yang dianggapnya bisa memberikan pencerahan.

“Maka saya cari ulama-ulama yang tidak masyhur, tapi mata batinnya bersih Allah bukakan hijab kepada mereka,” kata UAS.

Menurut UAS, beberapa ulama tersebut bahkan menitipkan pesan dengan mendukung Prabowo.

“Jadi, saya berpikir lama ini kalau saya diamkan sampai pilpres, kenapa mereka cerita ke saya, tiap malam saya berpikir kenapa mereka cerita ke saya, berarti ini saya harus sampaikan,” kata UAS.

Akhirnya, dalam pertemuan langsung dengan Prabowo, UAS menyampaikan pilihannya.

“Kuserahkan semuanya kepada Allah, yang penting sudah kusampaikan. Plong, malam ini saya bisa tidur lelap,” kata UAS.