Nilai UAS Berdakwah Untuk Internal, Habib Novel : Kita Punya Privasi

SURAKARTA (Jurnalislam.com)–Pimpinan majelis Ar Raudhah Surakarta, Habib Novel Alaydrus, yang sempat bersimpati terhadap UAS atas gerakan ulama-ulama masuk kampung, menilai telah terjadi pelanggaran privasi dalam kasus yang menjerat sang ustaz.

“(Dakwah) internal, internal. Kalau memang internal, kemudian dikeluarkan oleh siapapun itu orangnya, kemudian yang berbicara dipersalahkan, maka negara ini akan repot nanti. Setiap orang kan punya privasi,” ujar Habib Novel.

Ia yakin UAS adalah pendakwah yang tahu ruang dan waktu dalam menyampaikan materi dakwahnya,

“UAS orang yang paham di ruang dan waktu, di mana dia harus bicara, temanya apa.”

Ia khawatir bila kasus UAS dibiarkan, maka “ini akhirnya dipakai oleh siapapun untuk menyalahkan orang lain”.

Sumber: viva.co.id

 

UAS Tegaskan Tak Akan Minta Maaf

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ustaz Abdul Somad memenuhi undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjelaskan duduk persoalan terkait video viral ceramahnya.

Dalam konferensi pers di kantor MUI, Menteng, Jakarta, itu UAS menjelaskan kepada awak media soal konteks video itu. UAS juga menjawab apakah akan meminta maaf.

“Saya menjelaskan tentang akidah agama saya di tengah komunitas umat Islam, di dalam rumah ibadah saya. Bahwa kemudian ada yang tersinggung dengan penjelasan saya, apakah saya mesti meminta maaf?” kata dia.

UAS dalam kesempatan itu juga mengutip surah al-Maidah ayat 73. Sebelum membacakan ayat itu, dia mengucapkan maaf karena memang isi ayat tersebut berkaitan dengan agama selain Islam.

“Dalam Islam dikatakan, ‘Sesungguhnya’, maaf, ‘kafirlah orang yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga’. Saya jelaskan itu di tengah umat Islam, lalu orang yang mendengar itu tersinggung atau tidak? Tersinggung. Apakah perlu saya minta maaf? Kalau saya minta maaf, berarti ayat itu mesti dibuang,” ujarnya.

UAS memenuhi undangan MUI terkait polemik rekaman video ceramahnya soal salib tiga tahun lalu yang berujung pada pelaporan ke polisi. Dia tiba di kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, pada pukul 15.48 WIB, Rabu (21/8).

UAS datang dengan menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Sport warna putih berpelat D 1173 AGS. Saat mobil berhenti, terlebih ketika UAS turun, awak media langsung mengerubungi pria yang menempuh pendidikan S1 di Al-Azhar Kairo Mesir itu.

UAS yang mengenakan kopiah khasnya dan baju koko putih lengan panjang ini sesekali melempar senyum kepada seseorang yang hendak menyalaminya. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkannya. Dengan kawalan, dia langsung menaiki lift menuju lantai 2 untuk menemui pimpinan MUI.

 

Bareskrim Akui Berhati-hati Tindak Lanjuti Pelaporan UAS

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Reserse Kriminal Polri membuat tim untuk mengevaluasi pelaporan yang ditujukan pada Ustaz Abdul Somad (UAS). UAS dilaporkan ke polisi terkait ceramahnya yang dianggap menodakan agama.

“Bareskrim sudah membentuk tim dan sudah melakukan evaluasi terhadap materi laporan dan barang bukti diajukan pihak pelapor,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Rabu (21/8).

Laporan yang diterima Bareskrim masih terlebih dahulu didalami dan dalam penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga belum berencana memeriksa saksi dalam waktu dekat. Polisi memilih mendalami dahulu pelaporan itu.

“Itu masih didalami dulu. Masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Dedi.

Polri tampak memilih berhati – hati dalam menindaklanjuti kasus yang menyenggol unsur agama tersebut. Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul juga menyatakan, penyidik perlu mempelajari kasus tersebut.

“Dipelajari dulu. Kalau memenuhi unsur ITE-nya baru diserahkan ke Siber,” kata dia.

sumber: republika.co.id

Jamaah Haji Indonesia Sandang Jamaah Paling Tertib

MAKKAH (Jurnalislam.com) – Berbagai pujian dilontarkan kepada pengelolaan haji Indonesia maupun jamaahnya.

Bahkan, jamaah haji Indonesia sebagai jamaah  terbesar di dunia setiap tahunnya kerap mendapat predikat jamaah haji paling teratur, tertib, dan disiplin.

Pengakuan itu dilontarkan oleh banyak pihak. Untuk tahun ini saja, di antaranya, Imam Masjid Al Haram Syekh Hasan bin Abdul Hamid Al Bukhari,.

Ada juga Gubernur Madinah Pangeran Faishal bin Salman, Direktur Haji dan Umrah Diyanet (Direktorat Urusan Keagamaan Turki) Ramzi Birjan,

hingga Ketua Rombongan Haji Malaysia Dato’ Sri Syed Saleh Bin Syed Abdul Rahman.

Bahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia pernah dipilih secara resmi menjadi jamaah haji terbaik di dunia oleh World Hajj and Umrah Convention (WHUC) pada 2013.

Dari sisi kesehatannya, pada 2018 lalu Pemerintah Arab Saudi melalui Komite Kantor Urusan Haji Makkah Al-Mukarramah.

Mereka   memberikan penghargaan pelayanan kesehatan jamaah haji Indonesia yang terbaik dari seluruh negara.

sumber: ihram.co.id

 

Tegaskan Urusan UAS Soal Internal, MUI Akan Kunjungi Tokoh Agama Kristen

JAKARTA (Jurnalislam.com)– MUI akan melakukan mediasi ke berbagai tokoh agama terutama kalangan Katolik dan Protestan.

Ini dilakukan agar polemik video viral ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak berbuntut panjang di meja hijau.

“Langkah MUI agar bagaimana ini tidak masuk ke wilayah hukum. Karena  ini bisa dicabut,” kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi, saat disinggung soal laporan terhadap video ceramah UAS yang sudah masuk ke Bareskrim Polri, di kantor MUI, Menteng, Jakarta, Rabu (21/8).

Masduki juga menyebut, selain berkunjung ke para tokoh agama, tidak menutup kemungkinan MUI akan menemui para penggugat UAS. Menurutnya, kunjungan ke para tokoh agama ini adalah solusi atas persoalan yang tengah dihadapi UAS.

“Dan akhirnya akan seperti itu (penggugat akan mencabut laporannya),” paparnya.

Masduki mengingatkan, rakyat Indonesia telah melewati momen pemilihan umum yang menampakkan polarisasi di kalangan masyarakat.

Karena itu, MUI akan berupaya agar polemik video ceramah UAS ini tidak merembet ke masalah lain yang membuat situasi nasional tidak kondusif lagi.

MUI, lanjut Masduki, juga mengimbau kepada masyarakat Muslim terutama jamaah UAS untuk tidak terprovokasi.

Sebab dia juga menyadari UAS merupakan pendakwah kondang yang memiliki banyak pengikut sehingga rawan menimbulkan pro-kontra.

“Jangan sampai melakukan langkah-langkah yang justru membuat tidak kondusif. Ini yang harus kita hindari, kita harus mendinginkan suasana. Termasuk tokoh-tokoh di berbagai daerah agar ikut mendinginkan suasana, jangan terprovokasi. MUI segera bekerja, datang ke berbagai tokoh masyarakat, agar ini bisa selesai,” katanya.

sumber: republika.co.id

 

 

Bersama MUI, UAS Tegaskan Bahas Akidah dan Tak Akan Minta Maaf

JAKARTA – Dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan langsung klarifikasi ke Kantor MUI Pusat, mengenai videonya yang viral di media sosial beberapa waktu lalu dan disoal oleh kelompok tertentu.

Di hadapan petinggi MUI, menjelaskan lima poin klarifikasi.

“Pertama, saya sebagai anggota Komisi Fatwa MUI Riau datang bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia pusat, jadi bukan hubungan karyawan; atasan bawahan, tetapi karena saya sebagai bagian dari MUI,” kata UAS di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

Kedua, UAS tidak ingin masyarakat menjadi hiruk pikuk karena media sosial. UAS menjelaskan bahwa pernyataannya di Masjid Agung An-Nur, Riau adalah menjawab pertanyaan, bukan pernyataan pribadinya.

“Ketiga, itu disampaikan di komunitas masyarakat muslim dalam kajian khusus Sabtu subuh. Bukan di Damai Indonesia, bukan di tabligh akbar dan bukan di pengajian yang jumlahnya ribuan orang,” ujar UAS.

Keempat, UAS sedang menjelaskan aqidah muslim bahwa malaikat tidak masuk rumah ketika di rumah seseorang ada patung. “Itu menjelaskan aqidah umat Islam,” katanya.

Kelima, UAS tidak lagi memberikan kajian subuh setelah padatnya tabligh akbar. Ia menegaskan bahwa kejadian itu sudah terjadi tiga tahun lalu.

Menjawab pertanyaan wartawan, UAS menyatakan bahwa ia menjelaskan pemahaman Islam yang sesuai dengan aqidah. Maka itu, ia menganggap tidak patut meminta maaf karena konsep di luar keesaan Allah bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kalau saya minta maaf, berarti ayat itu mesti diubah. Naudzubillah,” ujarnya.

Pelajar Papua di Yogyakarta Gelar Aksi Solidaritas di Titik Nol Kilometer

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com)- Paska munculnya dugaan tindakan rasis terhadap pelajar Papua di Surabaya, ratusan mahasiswa dan pelajar asal Papua yang tergabung dalam Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat (PRPPB) melakukan aksi solidaritas dengan melakukan longmarch pada selasa, (20/8/2019) siang.

Massa memulai aksi longmarch dari asrama Kamasan (asrama pelajar Papua) di jalan Kusumanegara, Muju, Umbulharjo, pada pukul 11.40 Wib lalu menuju Titik Nol Kilometer Jogja yang berada di jalan Penembahan Senopati, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta dengan membawa atribut spanduk.

Dalam aksi tersebut, massa meminta aparat kepolisian untuk menangkap dan mengadili pelaku yang diduga melakukan tindakan rasis terhadap penghuni asrama pelajar Papua di Surabaya.

“Tangkap dan adili aktor dan intelektual pelaku dalam pengepungan Asrama Kamasan Papua Surabaya dan penyerangan aksi mahasiswa Papua di Malang (15 Agustus 2019),” kata jutu bicara aksi Rico Tude.

Selain itu, ia juga meminta petinggi TNI dan Satpol PP Surabaya untuk memecat oknum anggotanya yang diduga melakukan provokasi penyerangan Asrama mahasiswa Papua.

“Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, KODIM Surabaya dan Pemerintah Daerah Surabaya bertanggung jawab atas Pembiaran terhadap TNI, Pol PP dan Ormas Reaksioner yang dengan sewenang-wenang mengepung dan merusak Asrama Kemasan Papua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan rasisme terhadap masyarakat Papua. “Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri untuk mengakhiri rasisme dan penjajahan di West Papua,” tandasnya.

Majelis Tabligh Muhammadiyah Minta Urusan Internal Umat Islam Tidak Dipidanakan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si mengajak umat beragama saling bertasamuh (toleransi) dan saling memahami  sikap teologis internal umat Islam, wabil khusus kasus ceramah Ustad Abdul Somad (UAS).

Menurutnya, hanya dengan kedewasaan dan kearifan umat beragama, kita dapat terus merajut dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Para warganet dari kalangan agama apapun hendaknya bijak mencerna, menyaring dan berhati-hati menyatakan sesuatu ke ranah publik yang tidak seharusnya dan tidak pada tempatnya untuk dibawa ke ranah hukum. Jika tidak, maka ini hanya akan menyiram api ke atas rumput kering yang mudah terbakar,” kata KH Faturrahman dalam pernyataan yang diterima Jurnalislam.com Selasa (20/08/2019).

Sebab menurutnya, sebagai contoh, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar sejak berdiri tahun 1912.

Bahkan salah satu faktor penting pendorong lahirnya Muhammadiyah adalah melawan penetrasi misi zending Kristiani dengan mendirikan amal usaha sekolah, rumah sakit dan panti asuhan untuk menolong kaum dhuafa yang menjadi target sasaran pemurtadan.

Karena itu lahirlah dai-dai dan ulama pakar kristologi di lingkungan Muhammadiyah seperti  KH. Bahaudin Mudhari dan KH. Abdullah Wasian.

“Tidak pernah terbayang dan terjadi dakwah ala Muhammadiyah tersebut dianggap sebagai penistaan terhadap agama di luar Islam.”

Karena itu, ia meminta pemerintah dan aparat bisa menyelsaikan masalah seperti ini dengan tepat.

“Kami meminta dengan tegas agar pemerintah dan aparat hukum dapat menyelesaikan masalah ini dengan tepat dan bijak agar potensi konflik umat beragama dapat diredam. Semoga Allah swt memberkati kita semua,” ujarnya.

Sinergi Foundation Siap Tanam Ribuan Pohon Green Kurban

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Sebagai ikhtiar menunaikan amanah satu kurban untuk satu pohon, Green Kurban bersama Sinergi Foundation siap menanam 1.600 pohon bambu di DAS Cimanuk, Selaawi Garut, pengujung Agustus ini. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan alam sekaligus menghijaukan bumi.

“Mengapa bambu? Sebab kami yakin, syariatnya bambu adalah alternatif untuk menyelamatkan bumi. Bambu mampu mencegah erosi tanah yang menyebabkan bencana alam. Dalam penelitian pakar bambu Elizabeth Widjaja, bambu disebut bisa mengurangi erosi tanah sebanyak 4.235 ton per km2 menjadi 436 tons per km2,” tutur Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation.

Ia pun menuturkan, bambu juga sangat bermanfaat sebagai filter air, sebagai tanaman hidup maupun sudah menjadi arang, agar air menjadi jernih.

Dan dengan bambu, lanjut Asep, para keluarga petani terberdayakan dan bisa merasakan nilai tambah dari bambu. “Bambu bisa dijadikan produk souvenir, kerajinan tangan, bungkus makanan, bahkan pangan rebung di rumah makan,” imbuhnya.

Asep menjelaskan, sejak 2013, Green Kurban telah menanam 26.679 pohon untuk penghijauan bumi. Sementara itu, untuk distribusi daging Green Kurban sendiri, telah menyentuh 70 titik pelosok Indonesia dan negeri konflik seperti Palestina dan Rakhine Myanmar.

“Sejak didirikan, Green Kurban telah menyentuh 136.602 penerima manfaat,” kata Asep. Para penerima manfaat tersebut bermata pencaharian buruh tani, peternak, pengrajin, buruh serabutan, dan lain-lain.

Ia pun memungkas, di tahun-tahun berikutnya, Green Kurban siap menebar manfaat lebih luas lagi.

“Terimakasih atas kontribusi para pekurban yang memercayakan kurbannya pada Green Kurban. Dengan berkurban di Green Kurban, para pekurban telah turut membantu sesama yang membutuhkan sekaligus menghijaukan bumi,” tandas Asep.

Majelis Tabligh Muhammadiyah soal UAS: Peneguhan Internal Tak Bisa Disebut Penistaan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si mengajak umat beragama saling bertasamuh (toleransi) dan saling memahami  sikap teologis internal umat Islam, wabil khusus kasus ceramah Ustad Abdul Somad (UAS).

“Peneguhan-peneguhan yang dilakukan di internal umat tidak dapat dimaknai sebagai penistaan ajaran agama lain, sebagaimana para pastur/pendeta meneguhkan iman jamaatnya dengan tidak membenarkan, atau mungkin memperolok-olok, teologi agama selain agama mereka sendiri,” ujar Fathurrahman Kamal dalam pernyataan yang diterima Jurnalislam.com Selasa (20/08/2019).

Karena itu, menurutnya, di ranah ini berlaku tasamuh (toleransi), saling  memahami  dan empati. Termasuk memahami ceramah dai sejuta follower, UAS yang sebenarnya disampaikan di ruang terbatas, untuk umat Islam sendiri.

“Tak perlu baper. Demikian pula halnya konten ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS), jangan dimaknai berlebihan karena itu dilakukan dalam ranah terbatas internal umat, bukan disampaikan secara terbuka di tempat publik,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Budi Mulia, Yogyakarta ini.