Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semakin Tertekan

(Jurnalislam.com)–Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin tertekan sepanjang tahun ini di tengah perlambatan ekonomi global.

Selain risiko perekonomian dan geopolitik global yang makin tinggi, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia juga disebabkan oleh lemahnya produktivitas dan pertumbuhan tenaga kerja yang melambat.

Di samping itu, Bank Dunia menilai, pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga disebabkan oleh upaya penurunan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Bank Dunia memandang, penurunan CAD bukan solusi utama untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

“Solusinya adalah meningkatkan foreign direct investment (FDI),” terang Bank Dunia dalam riset, Kamis (5/9).

Bank Dunia menyebut, penurunan CAD sama dengan penurunan pertumbuhan PDB. Secara teori, neraca transaksi berjalan merupakan tabungan (savings) dikurangi investasi (investment).

Untuk mengurangi CAD, Indonesia membutuhkan kombinasi tingkat tabungan yang lebih tinggi dan investasi yang lebih rendah. Tingkat tabungan yang lebih tinggi artinya masyarakat lebih sedikit melakukan konsumsi.

Sementara, investasi yang lebih rendah berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi baik untuk saat ini maupun di masa depan.

Sumber: kontan.co.id

 

Presiden Jokowi Harap Jajaran Kabinet Bersiap Hadapi Resesi

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China mulai berdampak pada perlambatan perekonomian global. Bahkan buntutnya, saat ini sejumlah negara mengalami resesi.

Dengan kondisi ini, Pemerintah Indonesia mulai meracik strategi agar tak terkena imbasnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri Kabinet Kerja pun menggelar rapat terbatas dengan topik antisipasi perkembangan perekonomian dunia Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Payung harus kita siapkan. Kalau hujannya besar, kita nggak kehujanan. Kalau gerimis, kita nggak kehujanan,” tegas Jokowi, Rabu (4/9/2019).
Jokowi menilai, ancaman resesi semakin nyata yang terefleksikan dari depresiasi sejumlah mata uang negara berkembang seperti Yuan, China, maupun Peso, Argentina. Kondisi ini, mau tidak mau harus dihadapi.

“Dan kita harapkan, langkah antisipatif sudah benar-benar konkret kita siapkan dan berharap, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan dampak dari resesi bisa kita hindarkan,” katanya.

Jokowi menegaskan, kunci bagi Indonesia terhindar dari risiko resesi adalah meningkatkan arus investasi asing. Pemerintah, pun harus membuka karpet merah bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

“Jalan paling cepat adalah yang berkaitan dengan FDI. Kuncinya hanya ada di situ, nggak ada yang lain. Oleh sebab itu, saya minta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi menginventarisir regulasi, aturan yang menghambat yang membuat kita lambat,” tegasnya.

sumber: cnbcindonesia.com

Kondisi Ekonomi  Melambat, BI Minta Masyarakat Waspada

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Perlambatan ekonomi secara masif tengah terjadi. Awan gelap menyelimuti bumi saat ini. Yang terjadi, seluruh investor di dunia tengah berupaya menyelamatkan asetnya.

Seperti apa itu?

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengungkapkan sampai saat ini dunia masih sulit diprediksi. Apalagi soal perang dagang antara AS dan China.

“Memang semakin ke sini semakin sulit memperkirakan arahnya ke mana…Ini juga dipengaruhi hard Brexit dan krisis Argentina,” kata Nanang saat berbincang dengan Erwin Surya Brata dalam Program Closing Bell CNBC Indonesia seperti dikutip Rabu (4/9/2019).

Dijelaskan Nanang, saat ini nilai tukar negara maju dengan kekuatan ekonomi besar tengah melemah. Beruntung, Rupiah masih cukup baik.

“Yen melemah, Franc melemah, sebagai safe haven baru. Rupiah tidak bergerak banyak. Kalau YTD [year to date/sejak awal tahun] Rupiah masih terapresiasi 1%. Padahal emerging market semua terdepresiasi secara year to date.”

“Meski ada outflow karena ketidakpastian global, tetap waspada. Kita tetap harus waspada, setiap hari bisa berubah. Risk dari trade war ini harus dianggap biasa, karena tak ada outlook yang jelas,” terangnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Menteri Puan Nilai Iuran BPJS Sudah Seharusnya Naik

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan keputusan kenaikan iuran BPJS Kesehatan hanya tinggal menunggu diterbitkannya Peraturan Presiden. Jika Pepres ditandatangani semua akan berjalan.

“Kita tunggu Perpres-nya kalau Perpres-nya sudah ditandatangani semua harus kita lakukan,” kata Puan usai menghadiri acara penganugerahan kehormatan kepada dirinya dari Lemhannas di Jakarta, Kamis (5/9).

Puan menyebutkan iuran BPJS Kesehatan memang sudah seharusnya disesuaikan karena sudah lima tahun tidak mengalami perubahan.

Ditambah lagi amanat dari undang-undang yang memungkinkan adanya penyesuaian ulang iuran BPJS Kesehatan yang seharusnya dilakukan setiap dua tahun sekali.

Puan menyatakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan mulai diterapkan untuk masyarakat umum pada 1 Januari 2020, meski Komisi IX dan Komisi XI pada Senin (2/9) menyatakan menolak kenaikan iuran sebagaimana yang diusulkan oleh pemerintah.

Puan mengatakan bahwa DPR hanya meminta kepada pemerintah dan pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan program JKN untuk membenahi sistem dan pengelolaan jaminan sosial yang pesertanya sudah mencapai 220 juta jiwa tersebut.

“Dalam rapat kerja dengan DPR, DPR hanya meminta agar kita segera memberikan evaluasi dan penguatan terkait hal yang perlu dibenahi dalam BPJS. Tentu saja bukan hanya BPJS-nya saja tapi pelayanan kesehatan dan lainnya termasuk audit dari BPKP itu kita lakukan,” kata Puan.

Selain itu Puan berpendapat kenaikan iuran yang baru diterapkan pada masyarakat umum per 1 Januari 2020 memberikan waktu kepada pemangku kepentingan terkait JKN-KIS untuk memperbaiki berbagai hal.

Menko PMK juga menyampaikan kenaikan iuran BPJS Kesehatan juga telah melalui berbagai macam kajian yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Tentu saja penyesuaian ini tidak dilakukan serta merta begitu saja. Ada komitmen-komitmen tertentu yang sudah dibicarakan dengan DPR untuk kita lakukan perbaikan-perbaikan secara menyeluruh,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id

 

 

Peserta Penunggak BPJS Diprediksi Bertambah Usai Kenaikan Iuran

PADANG(Jurnalislam.com) — Bupati Kabupaten Agam Indra Catri berharap pemerintah pusat tidak menaikkan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut Indra, hal tersebut akan berdampak pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah (Pemda) dan juga memberatkan masyarakat peserta mandiri untuk membayar setiap bulan.

”Masyarakat mandiri banyak menunggak untuk membayar premi setiap bulan. Bagi Pemda itu juga akan terasa berat,” kata Indra, Kamis (5/9).

Indra menjelaskan selama ini Pemkab Agam menganggarkan dana APBD sekitar Rp 22 miliar setahun untuk menanggulangi premi sebanyak 105.300 jiwa peserta BPJS Kesesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Bila pemerintah pusat menaikkan premi 100 persen menurut Indra mengharuskan Pemda juga menambah anggaran APBD untuk BPJS Kesehatan PBI menjadi Rp 44 miliar.

Indra mengkhawatirkan peserta BPJS Kesehatan kelas I dan II atau yang iuran dibayar secara mandiri juga merasa keberatan dengan kenaikan premi ini.

Selama ini sebelum tarif iuran dinaikkan, sering kejadian masyarakat peserta BPJS Kesehatan yang membayar mandiri menunggak.

Bila naik 100 persen, kemungkinan penunggakan iuran BPJS akan terus terjadi.

”Sebaiknya jangan dulu, berat nanti memungutnya,” ujar Indra.

Seperti diketahui besaran premi bulanan BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas I dan kelas II diputuskan naik.

Selain itu, tarif premi bulanan untuk penerima bantuan iuran (PBI) yang ditanggung pemerintah juga akan dinaikkan.

sumber: republika.co.id

 

Sinergi Foundation Ajak Generasi Milenial Ikut Berwakaf Sumur

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Sinergi Foundation meluncurkan program Wakaf Sumur, wakaf dalam bentuk penyediaan sumur beserta kelengkapannya hingga dapat mengalirkan air layak dikonsumsi dan dimanfaatkan. Menurut Public Relations Sinergi Foundation, Nurodin, donasi untuk program wakaf ini bisa dilakukan mulai dari Rp25 ribu saja.

“Hanya dengan modal 25 ribu, yang biasa dikeluarkan milenial untuk ngopi, insya Allah kita bisa bangun sumur. Kelak, sumur ini akan dipersembahkan untuk para santri yang tengah menimba ilmu di Kuttab Al Fatih – Sinergi Foundation,” kata Nurodin.

Ia menerangkan, sebab kekeringan, santri Kuttab Al Fatih di Cileunyi, Kabupaten Bandung, menuntut ilmu dengan kondisi air terbatas. Para santri ini, katanya, menjadi salah satu dari 33,4 juta penduduk Indonesia yang mengalami kelangkaan air bersih.

“Padahal, air memegang peranan penting dalam kehidupan. Karena itu, ketiadaan air menjadi bencana bagi keberlangsungan seluruh makhluk hidup. Para santri Kuttab Al Fatih pun, sedikitnya terhambat dalam menempuh pendidikannya. Sulit bersuci, mengantri, dan wudhu pun dengan air seadanya,” lanjut Nurodin.

Sebab itu, ia menilai sumur bisa menjadi solusi sumber air bersih bagi para santri dan warga di wilayah tersebut.

“Saya mengajak para milenial untuk turut serta dalam program Wakaf Sumur ini. Dimulai dari 25 ribu, insya Allah Sinergi Wakaf kita menunjang para santri ini meraih pendidikan Al Quran terbaik dan menjadi para hafidz gemilang,” tandasnya. []

Menkominfo Mengaku Tak Tahu Kapan Internet di Papua akan Normal

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara belum mengetahui kapan layanan internet di Provinsi Papua dan Papua Barat dapat pulih 100 persen.

Ia menekankan keputusan pemulihan layanan internet tak hanya berada di tangan Kemenkominfo.

Rudiantara menyebut layanan internet di sebagiah wilayah Papua sudah mulai pulih pada Kamis, (5/9). Proses pemulihan ini sudah dinyatakan pemerintah sejak semalam.

“Sudah, sudah dibuka mulai hari ini di Papua itu lebih dari lima puluh persen, sudah lebih dari lima puluh kabupaten dan kota sudah diaktifkan kembali,” katanya pada wartawan di kantor Kemenkominfo, Kamis (5/9).

Kemudian untuk wilayah lain yang masih diblokir, Rudiantara belum tahu kapan internet disana bisa pulih. Sebab keputusan memulihkan internet di suatu wilayah merupakan kesepakatan gabungan sejumlah instansi, termasuk TNI-Polri.

“Ya belum tahu karena yang memutuskan bukan saya saja, ada koordinasi. Kita juga terus memantau dan berkoordinasi juga dengan teman-teman di lapangan. Yang memutuskan kondusivitasnya bukan saya,” tuturnya.

Ia menekankan pemulihan internet di Bumi Cendrawasih bergantung pada situasi keamanan disana. Bila masih ada gangguan keamanan, maka pembatasan internet akan diberlakukan.

Menurutnya, pembatasan internet dibutuhkan karena maraknya hoaks yang memprovokasi warga disana. Pembatasan internet, kata dia, bertujuan meredam provokasi tersebut.

“Ya dari sisi kondusivitasnya di lapangan ya kalau rusuh atau ada potensi rusuh harus dicegah, kemudian tangani, pulihkan, ada tiga itu. Pencegahan bagian dari menghindari kerusuhan,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

 

LAZ Nurul Hayat Salurkan Air Bersih di Banyuwangi

BANYUWANGI(Jurnalislam.com)–Longsor di daerah Kali Badeng pada tahun 2017 lalu berdampak pada  meluapnya air sungai di Alasmalang.

Hal itu ternyata juga meninggalkan luka mendalam di Desa Sragi, di mana menyebabkan pipa hipam rusak. Hipam tersebut merupakan satu-satunya sumber air bersih yang berada di Desa Sragi.

“Kita bikin hipam itu habis 90 juta mas, dan baru dapat seminggu, lalu kena longsor,” kata Kepala Dusun Kencono- Dusun yang paling terdampak di Desa Sragi.Satori.

Pemda telah menawarkan pembangunan ulang hipam di Sragi, namun pihak desa menolak jika sumbernya masih mengambil di daerah Kali Badeng, karena longsor Kali Badeng bisa jadi terulang kembali.

Saat ini, warga Dusun Kencono masih mengandalkan tetangga yang memiliki sumur sendiri.

Jum’at (30/08) Laznas Nurul Hayat Banyuwangi telah melakukan pendistribusian air bersih dalam Program Surga Desa (Sumber Air Bersih untuk Warga Desa).

Program Surga Desa ini disambut antusias oleh warga setempat.

Dari anak-anak hingga orang dewasa berbondong bondong antri, membuat satu tangki air habis dalam waktu yang tidak lama.

 

Empat Penulis Raih Penghargaan IKAPI Award 2019

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Empat tokoh pilihan dalam dunia perbukuan berdasarkan empat kategori mendapat penghargaan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Award tahun 2019.

Penghargaan langsung diberikan oleh Ketua IKAPI Rosidayati Rozalina saat pembukaan Internasional Indonesia Book Fair (IIBF) tahun 2019 pada Rabu (04/09/2019) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Sudah menjadi kegiatan tahunan IKAPI menganugerahi IKAPI Award kepada insa

n perbukuan yang paling menonjol dan memberi sumbangan besar terhadap industeri perbukuan. Tahun ini pemenang IKAPI didominasi oleh kaum milienial berbakat.

Menurutnya, IKAPI Award merupakan kepedulian IKAPI kepada para penulis dan pegiat literasi, sebab merekalah yang menjadi sumber naskah dan motor industri penerbitan.

IKAPI Award diberikan kepada penulis terbaik, buku terbaik dan pegiat literasi terbaik.

Penghargaan pertama diberikan kepada Marcella FP untuk kategori Writer of The Year 2019. Marcella penulis buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”, karena karyanya jauh melampaui medium cetak dan mengembangkan diri sebagai content creator.

Dan kini karyanya sedang dalam proses untuk masuk ke layar lebar.

Penghargaan kedua diraih oleh penulis buku “Filosofi Teras” yakni Henry Manampiring, untuk kategori Book of The Year 2019. Hal ini bisa dibilang cukup mengejutkan karena dengan judul serius bisa masuk meja “best seller” dalam kurun waktu 10 bulan buku ini terjual sebanyak 25 ribu eksemplar.

Penghargaan berikutnya berkategori Literacy Promoter 2019, yang dianugerahkan kepada Firman Vanayaksa.

Firman ini mengembangkan gerakan Motor Literasi alias Moli, untuk meningkatkan kecintaan kepada buku dan meningkatkan literasi masyarakat.

Penghargaan untuk kategori baru yaitu, Rookie of The Year 2019 dimenangkan oleh Fiersa Besari. Kategori tersebut baru dibuat pada IKAPI Award tahun ini.

Fiersa sendiri adalah penulis novel “11:11”, yang juga musisi dan pecinta alam bebas.

IIBF 2019 dibuka resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pameran berlangsung dari tanggal 4-8 September.

Anies Resmi Buka Indonesia International Book Fair 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan secara resmi membuka Indonesia International Book Fair (IIBF) ke-39 tahun 2019 pada Rabu (4/9) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

“Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua, bersyukur sekali bahwa IIBF sudah mencapai kegiatan yang ke-39 kalinya, bagi sebuah kegiatan ini usia yg cukup panjang. Tapi bagi usaha untuk memajukan literasi rutenya masih lebih panjang lagi, diperlukan lebih dari 39 tahun untuk menggerakkan lietarasi di Indonesia ini,” katanya saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka IIBF secara resmi.

IIBF merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesian (IKAPI) sejak tahun 1980 yang menyandang nama Indonesia Book Fair (IBF), kemudian tahun 2014 acara ini bertransformasi menjadi go internasional atau yang disebut IIBF.

“Kita bersyukur sekali bahwa kerja teman-teman IKAPI konsisten menjaga kegiatan ini, insya Allah tahun-tahun kedepan konsistensi itu akan berbuah kepada meningkatnya kemampuan literasi bangsa Indonesia,” ujarnya.

IIBF tahun ini yang berlangsung selama lima hari, mulai Rabu-Ahad (4-8 September 2019) mengusung tema “Empowering Creative People in a Creative Way” yaitu memberdayakan insan kreatif secara kreatif seperti nantinya membuat film yang kisahnya diambil dari buku.

Selain itu, Anies menceritakan semasa menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tahun 2015 lalu, ia telah menetapkan sebuah program untuk seluruh siswa yang disebut 15 menit membaca sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Tingkatkan Literasi

Menurut Anies, selama ini gerakan literasi hanya menjadi sebuah program pemerintah, untuk itu ia berharap kedepan menjadi sebuah gerakan bersama.

“Kita berharap kedepan literasi ini menjadi sebuah gerakan, jangan hanya menjadi program pemerintah. Artinya pemerintah membuka diri, membuka pengaturan anggarannya, sehingga anggarannya bisa untuk memfasilitasi tumbuhnya kegiatan-kegiatan masyarakat untuk kegiatan literasi. Karena kegiatan literasi sekarang kebanyakan berjalan sendirian,” paparnya.

“Mari sama-sama kita dorong gerakan literasi ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita bersama,” tambahnya.

Setelah membuka acara, Anies didampingi oleh Ketua Umum IKAPI, Rosidayati Rozalina, Ketua Panitia IIBF 2019 Djadja Subagdja dan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Ricky Joseph Pesik untuk keliling pameran buku sambil menyapa para peserta IIBF baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan para pengunjung.